You are on page 1of 34

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di beberapa media massa baik cetak maupun elektronik cukup gencar
diberitakan kenakalan remaja yang mengendarai motor. Kenalakan yang dilakukan
tidak sebatas mengendarai motor secara ugal – ugalan di jalan dan balapan liar tetapi
sudah sampai meresahkan masyarakat. Keresahan ini terutama datang dari pengguna
jalan, pelaku usaha dan orang tua. Ada sederet persoalan ketertiban sosial yang
dilanggar, termasuk tindakan amoral yang merugikan orang lain seperti perampokan,
penculikan, penganiayaan bahkan sampai pembunuhan yang menghilangkan nyawa
korbannya.
Tindakan yang dilakukan oleh remaja tersebut mengundang reaksi banyak
kalangan. Orang tua, pihak sekolah, penegak hukum, serta masyarakat luas ikut
prihatin dan cemas atas perilaku remaja karena sudah terlalu jauh tindakan yang
dilakukan. Sorotan semakin tajam ketika tindakan yang dilakukan sudah melanggar
aturan hukum seperti kekerasan tarhadap orang lain, perampokan bahkan sampai
menghilangkan nyawa orang.
Di kota – kota besar, fenomena kenakalan remaja yang mengendarai sepeda
motor secara ugal – ugalan ini sudah menjadi isu publik yang dilokalisir ke dalam
jenis “kenakalan remaja” di mana produk otomotif (motor) disalah-fungsikan untuk
tujuan yang kurang baik. Artinya, motor di satu sisi membentuk identitas kolektif
bagi penggunanya, yang kemudian diterjemahkan kedalam platform organisasi, baik

2  
 

nama, susunan pengurusan, AD/RT dan struktur hierarkis lainnya. Di sini, setiap
orang yang memiliki motor dengan spesifikasi tertentu terbuka atau bebas untuk
berafiliasi ke dalam kelompok tertentu. Di sisi lain, pembentukan identitas ini
berimplikasi pada pembentukan zona interaksi sosial yang cenderung ekslusif
(tertutup) dan terdeferensiasi lewat tradisi/ritus kolegial, tempat mangkal/kumpul
(markas/basecamp), dan agenda-agenda kegiatan kelompok. Akibatnya, berpotensi
menegasikan atau menganggap the other keberadaan kelompok yang berbeda.
Beberapa kasus, terjadi benturan (konflik) atau persaingan antar kelompok
dalam perebutan kuasa atas wilayah dan pengaruh sosial lainnya di masyarakat.
Perebutan kuasa dilakukan dengan tujuan untuk menunjukan eksistensi baik kepada
sesama kelompok motor maupun ke masyarakat luas. Sayangnya, pembentukan
eksistensi kelompok disalurkan dengan cara-cara kekerasan yang kemudian
memunculkan anggapan miring dari masyarakat. Sehinga masyarakat kemudian
memberikan persepsi negatif terhadap kelompok dan organisasi motor. Persepsi yang
muncul bisa saja berasal dari salah satu atau beberapa fenomena yang terjadi seperti
perkelahian antar kelompok, ugal-ugalan, balapan liar dan sebagainya. Fenomena
tersebut menjadi sorotan dan perhatian masyarakat karena muncul keranah publik
melalui saluran media massa sehingga terjadi penyamarataan kejadian. Hal ini
menyebabkan anggapan negatif secara umum terhadap kelompok/organisasi motor.
Padahal, tidak semua kelompok motor melakukan tindakan yang merugikan
masyarakat. Banyak kelompok motor yang menunjukan eksistensi dengan kegiatan
yang positf.

Meskipun demikian, tidaklah mudah mendefenisikan masing-masing

identitas ini ke dalam logika deduksi-induksi. Dan inilah titik terpenting mengapa

3  
 

perlu mengkaji dan memahami fenomena klub motor secara komprehensif dari
kacamata sosiologis, sehingga dapat di identifikasi yang membentuk identitas
kelompok.
Salah satu bentuk dari dinamika sosial masyarakat urban, kajian ilmiah
tentang fenomena club motor bisa dikatakan masih minim. Pada umumnya, kajian
ilmiah mengenai fenomena ini tersentralisasi dalam lingkup yang cenderung
berdimensi individual (pelaku/subjek) dan kurang mendalami dinamika entitas sosial
yang embedded (melekat) didalamnya. Kolektivitas dan rasa kekeluargaan yang
menjadi karakteristik utama identitas ini patut untuk di gali lebih utuh sebagai tahap
awal kajian sebelum mendalami struktur di dalamnya. Kajian yang lebih
komprehensif ini diharapkan mampu mengidentifikasi dan memproyeksikan
dinamika dan eksistensi komunitas klub motor serta posisi di masyarakat terutama di
Kota Yogyakarta (sebagai obyek wilayah penelitian).

B. Rumusan Masalah
Keberadaan klub motor memberikan warna terhadap eksistensi kelompok di
masyarakat. Fenomena maraknya aksi kekerasan yang dilakukan oleh geng atau
gerombolan motor, menimbulkan persepsi yang buruk terhadap organisasi/kelompok
motor. Citra buruk tersebut berpengaruh pada keberadaan klub motor di masyarakat.
Klub motor dianggap hanya menjadi “penyakit”, mengganggu ketentraman dan
kenyamanan.

antara lain: 1. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan beberapa manfaat. Termasuk dalam hal ini Ikatan Motor Tiger Yogyakarta. Untuk mengindentifikasi secara komprehensif fenomena klub motor dari tinjauan sosiologis dalam dinamikanya di masyarakat khususnya di wilayah Yogyakarta. berimbas pada juga citra IMTY di Yogyakarta. Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok motor di beberapa daerah. Sebagai wacana pendukung bagi kajian sosiologis. 2. Sebagai kajian yang menjadi dasar bagi para penggiat klub motor untuk melakukan proses kampanye. Untuk memperkaya khasanah kajian akademis mengenai fenomena klub motor yang sudah ada sebelumnya. Dari fenomena inilah. 4. 3. menarik untuk diteliti dan dibuat suatu rumusan pertanyaan: “Bagaimana Ikatan Motor Tiger Yogyakarta membangun eksistensi ditengah persepsi negatif masyarakat Yogyakarta terhadap klub motor? C. advokasi dan reposisi klub motor ditengah masyarakat luas. Ikatan Motor Tiger Yogyakarta merupakan salah satu klub motor yang mempunyai eksistensi yang cukup lama dan keberadaannya sudah banyak di akui oleh klub atau organisasi motor lainnya. .4     Persepsi masyarakat terhadap kelompok/organissi motor tentunya berpengaruh pada eksistensi identitas klub motor.

Di download pada tanggal 07 Juni 2010. termasuk membeli produk-produk otomotif terbaru.. Modernisasi pola konsumsi masyarakat perkotaan yang cenderung berkarakter instrumentalis dan praktis.04. Berkembangnya jasa yang menawarkan kemudahan-kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki kendaraan melalui paket kredit jangka panjang dengan imingiming bunga rendah. Di download pada tanggal 07 Juni 2010. Modernisasi pola konsumsi ini ditandai dengan                                                                                                                         1 http://arsip berita.html. http://arsipberita. Tingginya permintaan kendaraan bermotor di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor. majalah. Pengguna saluran iklan yang melalui media iinformasi (televisi. Di download pada tanggal 07 Juni 2010.htm. A. pukul 10. Tinjauan Pustaka D.I.html.com/show/penjualan-sepeda-motor-capai-rekor-131537. angka penjualan produk-produk otomotif beserta varian-nya di Indonesia meningkat tajam1. 3.com/show/penjualan-mobil-2011-diperkirakan-naik-tipis-145130. koran. internet) turut mendorong masyarakat untuk berperilaku konsumtif. Kerangka Konseptual Indonesia adalah salah satu negara tujuan import komoditas otomotif yang sangat potensial bagi produsen kendaraan bermotor di seluruh dunia. serta pasar otomotif yang kondusif.com/show/dasyat-tahun-ini-penjualan-motor-diprediksi-bisa-84-juta-unit149234.54. Setiap tahun. Minat terhadap kendaraan di dukung oleh situasi ekonomi yang membaik. pukul 11. Criminality and Economic Conditions.34   2 William Bonger.5     D. 1916. Kebutuhan masyarakat akan pentingnya efisiensi mobilitas dalam beraktivitas sehari-hari terutama saat bekerja. diantaranya:2 1. 2. pukul 11. Boston . http://arsipberita. 4. 5.

Faktanya. para pecinta otomotif . Dunia otomotif memiliki dimensi sosiologis yang kental sebab akrab dengan stratifikasi (kelas) dan persoalan identitas.6     pengunaan alat-alat high-technologi dan secara berkala meninggalkan cara-cara lama seiring majunya tingkat teknologi dan dihasilkannya produ-produk teknologi super canggih. Artinya. Hanya saja. trend-setter. komposisi antara letak geografis dan demografi serta ikon Yogyakarta sendiri sebagai kota Budaya dan .yang umumnya kalangan berduit . Di luar perdebatan ini. Cara ini dipandang karena menghemat tenaga dan mengurangi berbagai kerugian akibat waktu. Diantaranya. Bahkan ada yang rela menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan produk otomotif tertentu karena berbagai alasan/motif. kondisi ini tidak jauh berbeda. prestise. Di Yogyakarta. Sementara aktivis lingkungan menilai bahwa permintaan produk otomotif yang berlebihan dalam masyarakat tanpa dibarengi kesadaran lingkungan dan menyebabkan polusi serta menipisnya lapisan ozon. competitiveness atau bahkan asosiasi (komunitas). bukan saja ekonomi. Kehadiran produkproduk terbaru ini dan kepemilikannya dianggap memiliki nilai. atau dari pusat-pusat produksi (pabrik) di dalam negeri ke daerah-daerah diseluruh Indonesia.di berbagai kota selalu yang antusias menunggu kehadiran model-model terbaru dari kendaraan bermotor dari luar negeri. Kondisi ini tak pelak lagi membawa Indonesia ke dalam situasi “autophoria”. ada cara pandang lain yang melihat bahwa dunia otomotif bukan hanya sekedar soal ekonomi atau lingkungan. individu di pacu untuk selalu bergegas dalam aktivitasnya sehingga memaksa individu menggunakan moda transportasi yang efektif dan efisien. tetapi juga budaya. kelangkaan.

Sebelum tahun 1990-an. termasuk komunitas yang berafiliasi dengan berbagai organisasi. Hubungan yang terbentuk                                                                                                                         3 http://www. Penggunaan kendaraan bermotor masih jarang.3 Kemunculan klub motor di Yogyakarta awalnya hanyalah sebuah ide dan terbentuk berdasarkan hubungan pertemanan. Di download pada tanggal 07 Juni 2010. pukul 13. Setelah tahun 1990 menjelang reformasi dan terbentuknya pasca otoritarianisme Orde Baru.indosiar. jauh sebelum klub motor ini bermunculan dan tumbuh.com/ragam/764491/motor-klasik-yang-banyak-dilirik. serta meningkatnya jumlah mahasiswa di Yogyakarta.05 WIB . Penduduknya masih banyak yang menggunakan Onthel (sepeda) jika ingin berpegian ke tempat kerja atau ke acara-acara tertentu. Banyaknya jumlah mahasiswa yang memilih Yogyakarta sebagai tujuan kuliah dan terbentuknya komunitas-komunitas di berbagai ranah kehidupan mahasiswa menjadikan Yogyakarta cukup unik dan menarik untuk di kaji. kota Yogyakarta adalah kota yang lebih bercorak tradisional. Eksistensi mahasiswa terutama yang dari luar kota Yogyakarta atau bahkan luar Jawa serta pola afiliasi ini memberikan akar geneologi (pembentukan dan pertumbuhan) yang kuat untuk menjelaskan eksistensi klub motor di Yogyakarta. Karakter Yogyakarta sebagai kota budaya tergambar dari pola hidup masyarakatnya yang sederhana dan bersahaja. muncul berbagai pola kehidupan masyarakatnya.7     pariwisata memunculkan fenomena yang agak berbeda jika dibandingkan dengan kota-kota lain. salah satunya adalah klub motor. sementara moda transportasi darat hanya digunakan ketika melakukan perjalanan jauh ke luar kota. hanya sedikit mahasiswa yang mengambil inisiatif untuk membentuk komunitas bertema kendaraan (otomotif). Namun.

1990. Bandung:IKIP. . Oleh sebab itu.                                                                                                                         4 Makmum. JJ Roosseau dan Herder mengatakan bahwa: “lingkungan menimbulkan dampak paling penting terhadap perubahan kultur. Kondisi ini praktis menuntut mahasiswa yang memiliki aktivitas sampai malam hari atau di luar waktu operasi kendaraan umum tersebut memiliki kendaraan sendiri. Motor sebagai alat kendaraan sesuai dengan fungsi sebenarnya (user). Alhasil. Namun.S. yaitu: 1. Psikolog Pendidikan. mahasiswa yang aktivitasnya tak terbatas-yang sampai malam hari tersebutcenderung mengganggap alat mobilitas seperti motor sangat penting dalam menopang aktivitas mereka. hanya saja mahasiswa mempertimbangkan argo atau ongkos naik taksi/ojek yang relatif mahal dan agak merepotkan karena menunggu atau harus kepangkalan taksi/ojek yang kadang letaknya jauh. Beberapa angkutan umum seperti angkot hanya beroperasi dari pukul lima pagi sampai pukul enam malam. Lambat laun kodisi ini berkembang ke arah pembentukan dan pertumbuhan berbagai komunitas otomotif di Yogyakarta. A.8     justru berawal dari prakondisi lingkungan. perilaku dan karakter suatu masyarakat”. Sebenarnya pilihan untuk menggunakan angkatan umum yang lain seperti armada taksi dan ojek cukup banyak tersedia di malam hari. sebab kendaraan yang dimiliki akan dapat digunakan setiap saat ketika dibutuhkan. ada dua jenis kategori dalam kepemilikan kendaraan bermotor di Yogyakarta dan mungkin di Indonesia. kodisi lingkungan Yogyakarta yang demikian ini mendorong mahasiswa yang kuliah di Yogyakarta untuk memiliki kendaraan sendiri.4 Argumen ini menjelaskan bahwa masalah mahasiswa di Yogyakarta adalah kondisi sarana moda transportasi umum yang memiliki waktu operasi terbatas.

Sementara modifier meletakkan motor lebih dari seorang user. Di samping itu.9     2. Bagi seorang user. hilang atau lepas tinggal di bawa ke bengkel. peran penting ilmu pengetahuan dan teknologi terbukti mampu melahirkan berbagai jenis produk-produk otomotif terbaru dengan berbagai macam keunggulan-keunggulan . Pemilahan di atas secara sederhana menjelaskan bahwa perbedaan signifikan antara user dan modifier terletak pada kemampuannya mengidentifikasi motor sebagai sebuah simbol. seorang modifier dapat berubah menjadi seorang user ketika tuntutan hidupnya ikut berubah. sebab perkembangan ini mendorong perubahan perilaku individu. motor adalah pemberi nilai subyektif bagi komunal. Perubahan ini terjadi bukan tanpa alasan. motor tak lebih dari hanya sekedar alat kendaraan yang membantu aktivitas manusia sehari-hari. Jika ada bagian yang rusak. atau di jual/tukar tambah demi mendapatkan produk otomotif yang lebih baik. seorang user dapat berubah menjadi seorang modifier dan sebaliknya juga. memiliki nilai sosial dan pembentuk imajinasi kolektif (modifer). bagi seorang modifier. Motor sebagai pembentuk identitas. bersifat eksklusif dan ruangnya terbatas hanya untuk produk-produk motor tertentu. misalnya pekerjannya yang menuntut fokus sehingga tidak memiliki waktu yang banyak untuk mengurus motor. Artinya dalam kondisi tertentu. Perbedaan antara user dan modifier tidak selamanya bersifat kaku atau tidak bisa dipertukarkan. dan beberapa diantaranya memiliki bengkel pribadi atau pada tingkat minimal mampu merawat dan mengatasi kerusakan motor secara mandiri. Bagaimanapun perkembangan dunia otomotif tidak bisa lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian.

Selain itu. pukul 13.5 Berdasarkan pengamatan dan riset lapangan terhadap Ikatan Motor Tiger Yogyakarta. ada juga organisasi bernama JAC (Jogja Automotif Community) yang berdiri sejak tahun 2000. tetapi juga ada beberapa koran dan majalah lokal yang terbit berkala.com/profile. dan secara substansi membahas masalah-masalah otomotif dan perbincangan tentang klub motor. dan di Yogyakarta terbentuk secara masif.10     tertentu jika dibandingkan satu sama lain. merek maupun bentuknya. kemajuan teknologi informatika baik jaringan televisi maupun internet turut memberikan dorongan dalam menciptakan dunia tanpa batas atau sering disebut juga “dunia tanpa sekat”. lebih dari 10 media massa nasional yang secara khusus membahas seluk beluk dunia otomotif untuk mendapatkan informasi tertentu. maka kebutuhan akan kendaraan di masyarakat semakin berkembang. Kondisi pemanjaan konsumen ini pada akhirnya memotivasi individu untuk mempunyai kendaraan lebih dari satu tujuan yang berbeda. Di Yogyakarta. Pada saat ini. Hal ini tak lepas dari banyaknya produsen otomotif yang menciptakan kendaraan dengan produk beragam dan berkualitas. Di Indonesia. 27 WIB . informasi tersebut tidak hanya di peroleh dari televisi nasional dengan program khususnya tentang otomotif. Sebab di Yogyakarta. penulis menemukan fakta bahwa keanggotaan tidak hanya di isi oleh                                                                                                                         5 http://www. Sejalan dengan semakin pesatnya teknologi otomotif ini. terdapat lebih dari 70 klub motor yang terdaftar di IMI (Ikatan Motor Indonesia).jogjajac. baik jenis. Otomotif pun masuk dalam peta wilayah ini di mana media cetak maupun media elektronik menyumbang cukup besar dalam mendorong berkembangnya komunitas-komunitas otomotif di Indonesia. Di download pada tanggal 07 Juni 2010.

bersifat ekstensialis. klub motor berbeda dengan geng motor. D. Klub (club) Dalam Ilmu Sosiologi di kenal sejumlah pendekatan untuk memahami setiap gejala sosial yang berkembang di masyarakat. susunan kepengurusan dan program kerja yang dituangkan ke dalam AD-ART. Pertama. ditemukan fakta yang menarik. Pada dasarnya. Kedua. Anggota yang berumur di bawah 20 tahun. menilai klub motor tidak ada bedanya dengan kenakalan remaja dalam mengendarai motor secara ugal-ugalan yang menjadi sumber kepanikan masyarakat sehingga perlu dikontrol dan didisiplinkan melalui pranata sosial. Salah satu yang populer adalah . perlu digarisbawahi bahwa anggapan negatif tentang eksistensi komunitas otomotif yang terbentuk dalam klub-klub motor di masyarakat masih tetap ada.11     kaum remaja. Oleh sebab itu. pamer kendaraan dan cenderung menciptakan kompetisi terselubung antar klub. ada cara pandang yang berbeda dalam menilai klub motor yang bagi beberapa orang di anggap komunitas hura-hura. terdapat 7 orang dari 243 anggota. tetapi juga orang dewasa. Ada 5 orang anggota perempuan. motivasi individu bergabung ke dalam klub motor menjadi kata kunci utama untuk menjelaskan perilaku masing-masing anggota klub motor dalam komunitas otomotif tersebut. berdasarkan hasil interview (wawancara) penulis dengan beberapa pihak. Selain itu. Seiring berkembangnya komunitas otomotif yang dilatarbelakangi oleh faktor pendorong yang berbeda-beda. Definisi Konseptual 1. Sehingga hobi terhadap otomotif tidak dibatasi berdasarkan usia dan jenis kelamin.II. Klub motor memiliki aturan-aturan organisasional seperti memiliki visi-misi.

60   7 . Pendekatan ini berusaha membedah kehidupan sosial masyarakat melalui jaringan kelompok yang bekerjasama secara terorganisasi dan bekerja secara teratur sesuai dengan fungsi dan peranannya serta mengikuti aturanaturan. Oleh sebab itu. sehingga antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas. norma-norma dan nilai-nilai yang berkembang di suatu kelompok. Hal 58   8 Ibid. Psikolog Sosial. komunitas.66 Sedangkan menurut Sherif dan Sherief (1998) menyebutkan bahwa: “Kelompok adalah suatu unit sosial yang terdiri dari dua atau lebih individu yang telah mengadakan iteraksi sosial yang cukup intensif dan teratur. 1995. 1999. 2. struktur dan norma-norma tertenti yang luas bagi kelompok itu7”. yang telah lama terbentuk dan memiliki tujuan tertentu dari kelompok tersebut. Kamus Lengkap Bahasa Populer. cet. B. Ahmad. Pendapat ini diperkuat oleh Sadily yang mengatakan bahwa klub memiliki pengertian yang sama dengan kelompok atau kumpulan. Namun lain halnya dengan yang diutarakan oleh freedman: “kelompok adalah organisasi yang terdiri dari atas dua atau lebih individuindividu yang tergantung oleh ikatan-ikatan suatu sistem ukuran-ukuran yang di terima dan disetujui oleh semua anggota-anggotanya”. 1999. Menurut Marhijanto (1997): “Kelompok adalah sekumpulan orang atau beberapa orang. binatang.88 Pendapat-pendapat ini memberikan gambaran bahwa kelompok adalah suatu kumpulan yang terdiri dari dua atau lebih individu. Surabaya: Bintang Timur Ahmadi Abu.12     pendekatan fungsionalis. ke 2. Hal. Motor (Automotif) Pengertian motor atau otomotif menurut Daryanto (1999) adalah:                                                                                                                         6 Marhijanto. pengertian klub dapat ditelusuri melalui pengertian kelompok. atau pun masyarakat.Jakarta: PT Rineka Cipta. tumbuhan dalam wilayah tertentu”.

Dengan kata lain secara garis besar otomotif adalah kendaraan yang menggunakan tenaga mesin dan digunakan sebagai sarana transportasi”9. Iedntitas selalu melekat pada masing-masing orang ataupun komunitas dan menjadi unsur pokok dalam interaksi sosial. Sociology. Tokyo: mc.                                                                                                                         9 Daryanto. Identitas Dalam menjelaskan klub motor. tidak bisa dilepaskan dari konteks persoalan identitas dalam masyarakat. dan Chester L. Identitas menjadi warna yang melekat dalam hubungan antara individu karena eksistensi seseorang menjadi bagian dari kelompok sosial dalam sistem kebdayaan tertentu. pola pikir dan budaya. Karakteristik tersebut berupa bentuk fisik. Teknik Otomatif. Hunt. Identitas merupakan karakteristik khusus setiap orang atau komunitas lain untuk mengenalkan mereka. Tidak ada satupun individu yang lahir ke dunia berdiri dengan sendirinya atau tanpa memasukkan dirinya ke dalam kategori identitas tertentu. Setiap orang atau kommunitas memiliki identitasnya masing-masing sehingga terdapat berbagai macam identitas dalam kehiduupa sosial. 1984. Edisi Keenam. international Student Edition. yaitu klub dan motor. dari dua pengertian di atas.Hlm. 1999. Jakarta: Bumi Aksara Horton. Menurut teori identitas sosial. Dengan demikian. Graw-Hill book company Inc.13     “Sesuatu yang berhubungan dengan kendaraan yang menggunakan mesin sebagai penggerak dan digunakan sebagai sarana transportasi. Identitas dengan sendirinya menjadi pembeda antara seseorang dengan orang lainn atau pembeda antara suatu komunitas dengan komunitas lain. 89   10 . 3. Paul B. jika di gabung maka dapat di tarik kesimpulan bahwa: “Klub motor adalah suatu wadah atau kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang mencintai suatu jenis kendaraan tertentu (sarana transportasi dengan menggunakan tenaga mesin) dan selanjutnya membangun komitmen untuk mencapai tujuan bersama melalui kelompok”10.

Hal ini dipengaruhi oleh cara seseorang memandang dirinya dalam lingkungan dan komunitasnya. identitas memiliki peran penting bagi keberlangsungan masyarakat. Artinya. Cohen 1978 Michael Hechter (1996: 1986): michael Banton (1994:1996) atas nama . Dengan demikian.14     identitas individu yang tampil dalam setiap interaksi sosial disebut dengan identitas sosial. Semua yang tak memiliki karakter atau kriteria seperti dirinya atau komunitasnya dianggap sebagai the other. Upaya penguatan keakuan ini dengan sendirinya membentuk konsep tentang yang lainnya (the other). Identitas mencitrakan kepribadian seseorang dan mampu memberikan kejelasan posisi orang tersebut dalam kehidupan sosialnya. kesadaran individu untuk bergabung dalam klub motor merupakan hasil manipulasi dan mobilisasi mereka (elit)                                                                                                                         11 12 Lihat Mekay 1982: R.15 Artinya. Mereka pun berkeinginan untuk memperkuat identitas dirinya. Jika menggunakan pendekatan kulturalisme11. identitas dalam diri klub motor tidak bersifat tetap. Relasi yang terbentuk dapat berubah dan kesadaran individu dikonstruksi oleh si pencetus ide dalam sistem pewarisan.14 maka pembentukan identitas klub motor di Yogyakarta dapat dijelaskan dengan perpektif instrumentalis12. Perpektif ini lebih menekankan dimensi kekuasaan. Posisi ini memberikan ketenangan diri karena pengakuan masyarakat atas posisi tersebut menjamin eksistensinya. misalnya klub motor. Identitas tidak bisa dipisahkan dengan konstruksi tentang keakuan (selfness) dan yang lain (thr other). terlebih ketika seseorang menemukan orang lain memiliki identitas sama dan bergabung dalam satu komunitas. Setiap individu akan melakukan pengidentifikasian tentang diri sendiri dan orang lain.

dan identitas budaya. identitas sosial. Di download pada tanggal 07 Juni 2010.                                                                                                                         13 Lillweri. Yogyakarta: PT LKIS Pelangi Aksara http://idhamputra. Noel. pukul 13. baik itu simbol mitos. identitas dalam klubb motor terbentuk atau merupakan produk wacana si pembuat ide di awal. Jika anda berada dalam universitas yang terbaik di Indonesia. 2005)14. Klub motor masuk dalam kategori identitas budaya karena berangkat dari sistem budaya tertentu. Alo.50 WIB 14 . Konsep identitas sosial adalah bagaimana seseorang itu secara sosial dapat didefinisikan (Verkuyten.16 bentukan identitas itu meliputi: identitas pribadi. Menurut Liliweri (2005: 42-45)13. suatu identitas sosial biasanya lebih menghasilkan perasaan yang positif. Identitas ini bisa diperoleh dari pembelajaran dan penerimaan (adopsi) terhadap tradisi dalam suatu kebudayaan. lambang atau simbol tertentu. dan ternyata hal itu membuat diri anda nyaman karena anda memang senang menjadi bagian dari mereka (Branscome.com/2008/10/21/teori-identitas-sosial/. seorang individu tidaklah dianggap sebagai individu secara mutlak satu dalam kehidupannya. Dalam bahasa yang lebih sederhana. Normalnya. 2003. Dalam teori identitas sosial. atau pun kepercayaan lainnya. & Coleman. Konnstruksi ini diproduksi dan diwariskan terus menerus melalui atribut-atribut berupa organisasi. serta menjadi bagian dari kelompok tersebut merupakan bagian dari keinginan anda juga. Individu merupakan bagian dari kelompok tertentu baik disadari maupun tidak disadari. Wann.15     “pendiri/pelopor/pemrakarsa/pencetu/eksponen/pionir/senior”.wordpress. dll. Hal tersebut terjadi karena kita menggambarkan kelompok sendiri diidentifikasikan memiliki norma yang baik. Prasangka dan konflik. misalnya klub motor yang akar sejarahnya merupakan tradisi orang Eropa yang menjalar ke Amerika.

jika memang individu tersebut diidentifikasikan dalam suatu kelompok. 1996. maka wacana dan tindakannya harus sesuai dengan wacana dan tindakan kelompoknya. Dan. individu yang memiliki identitas sosial positif. Kelompok atau kategori sosial dan anggota dari mereka berasosiasi terhadap konotasi nilai positif atau negatif. 1994. & Turner. Deaux. Setiap individu selalu berusaha untuk merawat atau meninggikan self-esteemnya: mereka berusaha untuk membentuk konsep diri yangpositif. Oleh karena itu. 2004)15. Oakes.com/2008/10/21/teori-identitas-sosial/. Evaluasi dari salah satu kelompok adalah berusaha mengdeterminasikan danjuga sebagai bahan acuan pada kelompok lain secara spesifik melalui perbandingan                                                                                                                         15 http://idhamputra. 1980. identitas sosial mungkin positif atau negatif tergantungevaluasi (yang mengacu pada konsensus sosial. maka baik wacana maupun tindakannya akan sejalan dengan norma kelompoknya. M. Tajfel. Ethier & Deaux. Oakes & Turner.wordpress.16     1993. pukul 13. bahkan pada lintas kelompok) kelompok tersebut yang memberikan kontribusi pada identitas sosial individu. Karenanya.55 WIB . 1998. Identitas sosial yang melekat pada seseorang merupakan identitas posistif yang ingin dipertahankan olehnya. P. 3. Konsep identitas sosial sebenarnya berangkat dari asumsi umum: 1. 2. 1994. haslam. Rubin & Hewstone. 1981. Di download pada tanggal 07 Juni 2010. dalam Stangor.

Identitas sosial sebagai teori tidak bisa lepas dari keinginan individu untuk memperbandingkan dirinya serta kelompoknya dengan yanglain. Turner. 1975. pukul 13. ibid) .17     sosial dalam bentuk nilai atribut atau karakteristik (Tajfel. siapa yang serupa dengan kita dan siapa yang berbeda. Setidaknya ada tiga variabel yang mempengaruhi hubungan pembedaan antar kelompok dalam situasi sosial yang nyata (Tajfel. beberapa relasi prinsip teori dapat menghasilkan: 1. individu pasti memiliki internalisasi kelompok mereka sebagai konsep diri mereka: secara subjektif mereka pasti menidentifikasikan kelompok yang relevan. Pertama.19 Dari asumsi di atas tersebut.com/2008/10/21/teori-identitas-sosial/. siapa yang berada di atas dan siapa yang berada di bawah. 1974. 200016). Individu berusaha untuk mencapai atau merawat identitas sosial yang positif 2. individu akan berusaha keluar dari kelompok. situasi sosial akan menciptakan perbandingan                                                                                                                         16 http://idhamputra. Identitas sosial yang positif ada berdasarkan pada besarnya tingkat perbandingan favorit in-group-out-group. 2000). Di download pada tanggal 07 Juni 2010. dalam Hogg & Abrams.wordpress. Hal ini tidak cukup darioranglain saja yang mengidentifikasikan seseorang kalau dari kelompok manadia berasal. in-group pasti mempersepsikan dirinya secara positif berbeda dari out-group 3. 1974. Kedua. ketika identitas sosial tidak memuaskan. dalam Hogg & Abrams. Perbandingan sosial digambarkan oleh Festinger (1954) sebagai teori dimana bisa membimbing kita untuk membandingkandiri kita dengan yanglain. lalu bergabung pada kelompok yang lebih posisitif atau membuat kelompok mereka lebih bersifat positif (Tajfel.55 WIB .

Dasar-Dasar Pembentukan Klub Motor Secara umum. W. Bandung. Gerungan. in-group tidak membandingkan dirinya pada tiap proses kognitif yangada pada out-group:out-group pastinya dipersepsikan sebagai kelompok perbandingan yang relevan baik dalam kesamaan. Determinasi out-group dihasilkan sebagai perbandingan terhadap determinasi in-group. Artinya.M) mengatakan bahwa semua manusia adalah zoom politicon atau makhluk sosial. Eresco. dasar pembentukan klub motor dapat ditelusuri dari dasar pembentukan kelompok. di Amerika perbedaan kelompok lebih cenderung menonjol pada perbedaan warna kulit. Kerangka Operasional a. 1996.III. Menurut Gerungan (1996). dan secara situasional menonjol. Ketiga.18     social yang memungkinkan terjadinya seleksi dan evaluasi atribut relasi yang relevan. kedekatan. . Perbedaan kelompok pada tiap-tiap daerah tidak sama secara sikinifikan. D. Dalam kehidupan sosial. yaitu:17 1. Psikologi Sosial. bekerjasama dan memiliki hubungan                                                                                                                         17 Dr. PT.A. Misalnya saja. Kemudian. Dasar Sosiologis Bapak etika Aristoteles (abad ke-4 S. tidak ada seorang pun didunia ini yang mampu hidup sendiri. interaksi sosial adalah sebuah keniscayaan sehingga individu dalam suatu kelompok masyarakat yang terdiri dari individu-individu saling berkomunikasi. terpisah dari masyarakat dan tidak membutuhkan orang lain. tapi perbedaan warna kulit bukan sesuatu yang menonjol di Hongkong. ada beberapa dasar pembentukan kelompok.

Dengan adanya hubungan timbal balik dalam kelompok. Logika ini dapat digunakan untuk menjelaskan dasar pembentukan klub motor adalah ruang interaksi dimana individu bisa saling berinteraksi dan motor menjadi media penghubung interaksi antara satu individu dengan individu yang lain. 3. Selama manusia itu hidup. misalnya. Dasar didaktis Setiap kelompok dalam masyarakat memiliki nilai didaktis yang digunakan sebagai sarana untuk perantara. maka perilaku dan prestasi seseorang akan semakin lebih baik. maka manusia tersebut masih dalam tahap perkembangan sehingga manusia masih terus dapat meningkatkan taraf kepribadiannya. Atau sifat malas menjadi rajin karena terdorong untuk selalu disiplin mengikuti aturan-aturan yang dijalankan dalam klub motor. Dasar pedagogis Setiap kelompok dalam masyarakat idealnya mengandung nilai-nilai pedagogis dalam artian bahwa dengan terbentuknya kelompok tersebut. Menjadi anggota klub motor dapat memudahkan individu membangun interaksi dan dapat beradaptasi dengan anggota yang lain.19     timbal balik dan saling mempengaruhi antara individu dan kelompoknya dan juga sebaliknya. berkelompok atau tinggal . rasa mali menjadi berani ketika terbiasa berinteraksi dengan sesama anggota klub motor. 2. mungkin dengan bergabung dan menjadi anggota klub otomotif individu dapat lebih mengaktualisasikan kepribadiannya. Keinginan orang untuk bergabung. penyampaian materi yang baru kepada anggota. dapat meningkatkan taraf perkembangan kepribadian seseorang. dan melalui kerj kelompok setiap anggota dapat menguasai suatu materi dengan jalan diskusi.

membicaarakan masalah yang mereka hadapi. Sehingga individu menemukan ruang dalam klub motor untuk mencari solusi. tetapi dapat juga bukan uang. cet. Jakarta: PT. Dengan masuk klub motor. maka individu tersebut dapat rnenanyakan pada anggota klub yang memiliki kendaraan yang sejenis. Anggota yang berpartisipasi dalam kelompok (klub motor) akan memperoleh sejumlah kesenangan. keamanan disini juga dimaknai dengan rasa aman dari agresi/ ancaman/ serangan dari pihak lain. atau jasa-jasa yang lain. Rineka Cipta. individu menanggung kerugian yang bisa berupa uang. Untuk beberapa kasus. H.                                                                                                                         18 Ahmadi Abu. individu akan memiliki banyak teman. misalnya waktu. individu yang bergabung dengan klub motor akan merasa aman dari kondisi tertentu. . di antaranya: 1. saling membantu dan sebagainya.20     bersama dapat diterangkan dengan teori nilai tukar sosial atau social exchange theory yang dikemukakan oleh Thilbaut dan Kelly (1959)18. Keamanan Motif keamanan menjadi salah satu faktor yang mendorong individu untuk bergabung dengan klub motor. Tiga pendekatan di atas sedikit banyak dapat menjelaskan mengapa individu tertariK bergabung dengan club motor. Meskipun dengan cara ini. Psikologi Sosial. khususnya yang berhubungan dengan masalah jenis kendaraan yang dimiliki. ada alasan lain bagi individu untuk bergabung dengan klub motor. tenaga. Namun. Selain itu. Ke-2. Drs. sehingga akan mengurangi rasa takut di saat menghadapi masalah khususnya yang berhubungan dengan konflik. Hal 104. menyebabkan fragmentasi di tubuh klub motor sendiri. 1991. misalnya apabila kendaraannya bermasalah.

oleh karena itu yang diutamakan pada kepengurusan klub otomotif adalah loyalitas terhadap klub. 3. . Sebagian besar klub motor yang ada berdasarkan merek dan menerima anggota dengan merek motor yang sama. Organisasi Individu yang masuk maupun bergabung dengan salah satu klub motor jika ditinjau dari motif ini adalah dengan alasan organisasi. individu yang tertarik dengan klub motor mungkin juga memiliki kemampuan dalam hal berkendaraan. 4. sehingga bergabung dengan klub motor ingin lebih maju dan berkembang lagi dalam hal wawasan mengenai dunia otomotif.21     2. yang menjadi pengurus klub itu tidak mendapat gaji hanya sukarela. Merek motor yang sama menjadi landasn pembentukan organisasi motor. sehingga menurut motif ini individu yang masuk maupun membentuk klub motor semata-mata didasari oleh motif keinginan untuk berorganisasi sehingga dapat mengasah kemampuan dibidang otomotif khususnya dan kemampuan berorganisasi pada umumnya karena organisasi otomotif (klub) mempunyai kesamaan dengan organisasi sosial lain pada umumnya. Kemungkinan maju dan berkembang Motif ini juga menjadi alasan pendorong individu untuk bergabung dengan klub motor. Kesamaan Merek Motor Kesamaan merek motor biasanya menjadi dasar utama seseorang bergabung dengan klub motor.

akan tetapi teori ini pun memberikan suatu kebenaran yang cukup realistis. karena individu yang ingin masuk klub otomotif secara langsung maupun tidak langsung memperhatikan sistem kepemimpinan klub tersebut. walaupun ada sebagian yang tidak juga seperti itu. artinya individu yang masuk menjadi anggota klub otomotif karena sebelumnya ada temannya yang lebih dulu menjadi anggota klub tersebut. 6. Peneliti mengambil contoh klub otomotif IMBY (lkatan Motor Besar Yogyakarta) yaitu klub motor yang menghimpun para pecinta motor besar dengan kriteria mesin diatas 400cc. dan para pengurus klub tersebut. karena berdasarkan observasi yang peneliti lakukan terhadap beberapa klub sekaligus mewawancarai beberapa anggota klub rata-rata individu masuk maupun membentuk klub otomotif atas dasar pertemanan. pembina. Pertemanan Berdasarkan motif ini. penasehat. mungkin teori inilah yang dirasa cukup berhubungan dengan motif terbentuknya sebagian besar klub motor di Yogyakarta. baik mulai dari pelindung. Kepemimpinan Motif individu bergabung dengan salah satu klub otomotif berdasarkan teori ini adalah dari segi kepemimpinannya. Sehingga dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi induvidu yang ingin masuk klub tersebut. klub ini selain mempunyai pengurus dan Pembina yang dipegang langsung oleh Kasat Lantas Yogyakarta dan anggotanya pun adalah para pengusaha sehingga individu yang mau masuk klub tersebut dapat menilai sendiri bahwa klub tersebut bukan .22     5.

baik pemerintahan maupun swasta. Mengisi waktu luang Beberapa anggota klub motor adalah mereka para pengusaha dan memiliki sejumlah aktivitas di kantor. misalnya individu yang mempunyai bengkel kendaraan. b.23     sekedar klub hobbies biasa. Motif ini baik langsung maupun tidak langsung sangat barpengaruh khususnya yang senang jual beli. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya klub otomotif yang beraneka ragam di Yogyakarta. Pada dasarnya klub otomotif terdiri dari dua jenis. Dengan masuk klub motor maka secara tidak langsung individu tersebut dapat mempromosikan bengkelnya sehingga dapat menambah pelanggan walaupun hanya teman klubnya. Jenis-Jenis Klub Motor Perkembangan klub otomotif saat ini dapa dikatakan cukup pesat. . Mereka ini memanfaatkan waktu luang yang ada untuk bergabung dengan komunitas tertentu. Namun mungkin ada unsur-unsur bisnis pada calon anggotanya yang ingin masuk klub tersebut. Selain itu beberapa media juga mendukung perkembangan dunia otomotif. hal ini dapat menjadi dorongan bagi individu tersebut untuk masuk klub motor. yaitu Roda Empat dan Roda Dua. Benefit (keuntungan ekonomi) Benefit atau keuntungan-keuntungan tertentu dapat memotivasi individu untuk masuk klub motor. 8. Misalnya IMBY (Ikatan Motor Besar Yogyakarta) dengan kriteria motor dengan kapasitas mesin di atas 400 cc. 7.

24     Karena skripsi ini tentang klub motor. Yamaha. jelas Vero. yaitu :19 1. A. Misalnya klub motor IMTY (Ikatan Motor Tiger Yogyakarta) yang berdiri 21 Oktober 1996. Di Yogyakarta terdapat beraneka ragam jenis klub motor yang berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Simbol                                                                                                                         19 Aliwarga. motor baik pabrikan Honda. Kawasaki. Amerika serikat pasukan muscle bike ada wadahnya. Klub ini menghimpun pengguna motor Tiger yang ada di Yogyakarta. Suzuki.” Di Michigan. Klub ini termasuk klub yang terbentuk berdasarkan jennis manufaktur atau khusus Honda Tiger yang diproduksi oleh pabrikan Honda. . custom dan kenyamanan. Muscle Bike Muscle bike lebih mengekspos kekuatan sasis atau rangka yang ditonjolkan lewat mesin besar (biasanya diproduksi massal). dalam bikers motorplus magazine edisi 02 tahun 2003. Macam-macam Klub Berdasarkan Istilah Desain. tipe kendaraan maupun pwbrikan kendaraan.”Mencuatkan kemewahan. Diberi nama Michigan Classic Muscle Bike. Dengan kata lain. Menurut Andri Aming Aliwarga dan Veroland (2003) dari Kick Chooper menyebutkan bahwa ada beberapa jenis klub motor berdasarkan desain. & Veroland. Contoh yang lain adalah IMBI (Ikatan Motor Besar Yogyakarta) yang menghimpun penggemar motor besar di Indonesia. 2003. Kriteria untuk menjadi anggota klub ini adalah individu yang memiliki motor dengan kapasitas mesin di atas 600cc tanpa memperhatikan ttahun kendaraan. dll asal memiliki cc di atas 600 dapat bergabung menjadi anggota klub ini. maka penulis akan lebih fokus pada klub roda dua.

Pabrikan Jepang macam Honda. bahkan ada yang dilengkapi turbo atau supercharger. menyebutnya supercub. . Lalu ada istilah lain underbone. Menurut Vero. Abe menjuluki bebek 125z sebagai moped. 5. Seperti Norick Abe. Stang jepit kerap digantikan yang lebar ala turing atau punya trail. 3. mesin sudah dimodifikasi total. Ditunjang bentuk mesin yang lebih kecil. pembalap MotoGP dari tim Yamaha Indonesia dalam promosi 125z di Kenjeran. Memadukan penonjolan antara mesin dan rangka yang seimbang.25     organisasi dilambangkan dengan motor bersilinder banyak yang segaris dan melebar. 2. bisa disebut naked. Surabaya. streetfighter lebih sedikit radikal lantaran dipakai juga buat kebut-kebutan. Artinya center bone meliuk di bawah layaknya bebek lokal macam Honda Supra. Terkenal mulai awal 1970-an. Chasis diperlihatkan tanpa ditutupi body cover. 4. Biasanya juga dikeluarkan pihak pabrik. contoh sederhana Buell Blast Ligthtning Xl asli keluaran pabrik. Perilaku modifikator yang tidak puas dengan bentuk asli pabrikan. Moped Moped istilah orang Jepang menyebut motor bebek. Termasuk motor sport yang lepas fairing. Naked Bike Konsep naked bike lebih sederhana. Chopper Chopper asalnya dari istilah chop yang berarti memotong. Streetfighter Streetfighter biasanya berbasis motor tipe sport yang dimodifikasi. Seperti Eropa atau Inggris.

Namun lebih kepada jiwa biker yang menunggangnya. Gaya pengendara sedikit merunduk namun dilengkapi perlengkapan penunjang turing.s Angel dan Outlaw. Ratbike Ratbike sebenamya boleh masuk dalam spesifikasi motor apa saja. Kemudian bentukan chopper identik dengan rake lebar sudut kemiringan komstir jelas besar sasis melandai ke bawah. bahkan dilengkapi sistem penunjuk arah atau GPS (Global positioning system). Sport Turing Sport Turing gabungan dari motor sport dan turing. namun ukunannya kecil contoh nyata di Harley Davidson Erectra. Speedway . Semacam bagasi di belakang kiri kanan. Karakter chopper dikembangkan Harley mania dari Amerika. 6. 9.26     Gampangnya chop berarti nafsu perkembangan dari desain bobber era 1960-an. Sport Jenis ini tidak asing dilihat. 10. Menggunakan baju alias fairing seperti Motor GP. Barang apa saja boleh ada tergantung di motor dari sandal jepit sampai kaleng minuman. 7. Namun sekarang justru lebih ergonomis lagi gemuk dan nyaman seperti Honda Gold Wing. Istilah ratbike bukan termasuk dalam desain. Turing Motor turing identik dengan chopper. 8. Ditunjang shockbreker panjang dengan roda depan berdiameter besar. Lebih detail dapat dilihat pada Ducati sT4 asing dilihat. Seperti Hell.

Kerap juga dipakai atraksi panjat batu. Kalaupun ada. Trial beda lagi. 2003. Oleh karena itu tujuan umum penelitian adalah untuk memecahkan                                                                                                                         20 Aliwarga. dalam bikers motorplus magazine edisi 02 tahun 2003. Metode Penelitian E. 12.27     Kuda besi speedway aslinya digunakan untuk kompetisi. Tidak dilengkapi rem. bentuknya kecil dan rendah. Pemilihan Metode Penelitian Metode pada dasarnya adalah alat/instrumen yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. E. A. lazimnya hanya dua tingkat percepatan. Transmisinya pun hanya 3-4 tingkat percepatan. Trail dan Trial Kuda besi trail lebih cocok untuk medan tanah dan batu kecil. hanya pakai rem cakram belakang20. & Veroland.   . Karena pembalap sering berdiri maka tidak dilingkapi jok. Macam-macam Klub Berdasarkan Istilah Desain. Dirt Track Aslinya dari nama balap motor di Amerika. Biasanya juga dipakai buat motocross.I. Transmisinya pun terbatas. dirancang untuk medan lebih ekstrim. cukup mengandalkan tekanan balik dan engine-brake. Biasa dipakai balapan pada sirkuit trek oval. Asli buat kompetisi tidak dilengkapi rem depan. macam bebatuan terjal. Bisa pakai dari suzuki TL1000 dan Honda VTR1000. Basis dari motor jalanan yang dimodifikasi untuk adu cepat di trek tanah sampai dimodifikasi Harley Davidson KR70. 11. kemudian berkembang kelas supertracker dengan mesin 900-1000 cc.

atau secara singkat dapat dikatakan bahwa metode deskriptif merupakan langkah-langkah melakukan representasi obyektif tentang gejala-gejala yang terdapat di dalam masalah yang diselidiki (H. lembaga. Peneliti mengembangkan konsep dan menghimpun fakta. tetapi juga meliputi analisa dan interpretasi tentang data itu. 1983). maka langkah-langkah yang akan ditempuh harus relevan dengan masalah yang telah dirumuskan. Menurut Wahyudi Kumorotomo (1995). Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. dan juga eksperimen. maka pertama-tama akan dijelaskan metode yang akan digunakan. masyarakat dan lain-lain) pada saat sekarang berdasrkan fakta-fakta yang tampak atau sebagian adanya. pada umumnya untuk menjawab pertanyaan how dan why (Yin. Hadari Nawawi. Metode ini tidak terbatas sampai pada pengumpulan data dan penyusunan data. Berkaitan dengan penelitian deskriptif dalam studi kasus.28     masalah. maka yang dimaksud deskriptif adalah prosedur pemecaehan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subyek atau obyek penelitian (seseorang. Karena tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana IMTY membangun citra dirinya. Menurut Masri Singarimbun (1989). penelitian deskriptif dimaksudkan untuk pengukuran yang cermat terhadap fenomena sosial tertentu. Tujuan penggunaan studi kasus. studi kasus adalah deskripsi atau pemapaan analitis tentang peran IMTY dalam peembentukan formasi sosial di Yogyakarta. 1994). Dengan kata lain. . studi kasus banyak dimanfaatkan untuk keperluan deskripsi dan eksplanasi dari suatu permasalahan. tetapi tidak melakukan pengujian hipotesa.

Di dalam penelitian ini peneliti mengunakan beberapa metode pengumpulan data. untuk mendapatkan data yang lengkap. Dalam metode wawancara ini peneliti dapat mengunakan panduan yang berisi poin-poin yang dianggap dapat menguraikan serta relevan dengan masalah yang diangkat. . Karena itu pula maka sebaiknya seorang penyelidik menjelaskan lebih lanjut proses dan teknik yang dipergunakan. dan tidak hanya menerangkan bahwa ia memakai metode deskriptif. Selain itu. Teknik Pengumpulan Data Setiap penelitian membutuhkan data untuk menganalisis dan membuat kesimpulan dalam memecahkan suatu masalah. mengatakan bahwa pada umumnya penelitian deskriptif merupakan penelitian non hipotesis sehingga langkah penelitiannya tidak perlu merumuskan hipotesis. akurat serta ilmiah maka dibutuhkan metode pengumpulan data. Wawancara Metode wawancara ini bertujuan untuk memperoleh informasi secara terperinci dan mendalam dari aspek yang ditentukan secara relevan dengan permasalahan penelitian ini. Suharsimi Arikunto (1986). pelaksanaan metode-metode deskriptif tidak terbatas hanya sampai pada pengumpulan dan penyusunan data. Tujuan dari metode ini untuk meneliti realitas yang ada dilapangan secara langsung. 2. E. wawancara dilakukan dengan responden.2. tetapi meliputi analisa dan interpretasi data itu.29     Dr. Observasi Dalam penelitian ini peneliti turun langsung kelapangan untuk melakukan pengamatan secara langsung. Metodemetode itu adalah: 1.

DR. saya mencari data-data tentang pergulatan identitas klub motor dalam dinamika sosial (Studi komparansi tentang klub motor IMTY-Ikatan Motor Tiger Yogyakarta). Subjek dan Objek Penelitian Yang dimaksud dengan subjek penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. ketentuan ini berdasarkan kepada pendapat yang menyatakan bahwa manusia adalah intrumen pokok dalam penelitian. Untuk mengumpulkan data. terutama berupa arsiparsip dan juga buku-buku tentang pendapat.3. peneliti menggunakan dua sumber data yaitu : a. sedangkan objek penelitiannya adalah anggota klub motor IMTY-Ikatan Motor Tiger Yogyakarta.4. atau hukum-hukum dan lainlain yang berhubungan dengan masalah penyelidikan (Prof. 1993). yaitu cara mengumpulkan data melalui peninggalan data tertulis. teori. Sumber Data Dalam melaksanakan penelitian ini. Hadari Nawawi. yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah anggota klub motor IMTY dan masyarakat . Data Primer Data yang didapat dengan jalan memberi pertanyaan kepada Responden.30     3. E. E. data yang didapat adalah data sekunder. digunakan teknik atau studi dokumenter. untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan. dalil. Dokumentasi Metode dokumentasi adalah teknik dalam pengumpulan data dengan mempelajari apa yang tertulis dan dapat dilihat dokumen-dokumen yang ada.

Ed. pedoman. Data dalam penelitian ini adalah data-data sekunder. buku. 1986). walaupun data yang dikumpulkan sesungguhnya adalah data yang asli (prof. Menurut Sutrisno Hadi (1986: 193) menyatakan bahwa: interview dapat dipandang sebagai metode pengumpulan data denga jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematis yang berlandaskan pada tujuan penyelidikan. merupakan kebalikan dari interview tidak terkontrol. laporan. Dari cara pengumpulan data. koran. Data sekunder yang dmaksud adalah data-data tentang sejak kapan terbentuknya IMTY dan bagaimana dinamika klub motor ini di Yogyakarta. dapat juga melalui majalah. . Data sekunder selain dapat deperoleh dari sumber dokumen. Data Sekunder Data yang diperoleh dari penelitian orang lain. Data primer ini dalam penelitian yang akan dilakukan sangat memegang peranan karena kurangnya syudi tentang klub motor dari aspek sosiologis di Indonesia. yaitu data yang telah lebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang di luar penyelidik sendiri. dan-data lain yang dapat melengkapi data yang sudah ada. atau data-data yang tersedia. dalam hal ini dapat berupa catatan-catatan. Winarno Surachmad. Msc. 2. interview dapat dibagi menjadi tiga jenis: 1. Interview terkontrol. Interview tak terkontrol. dilakukan apabila interview dalam menjalankan tugasnya tidak mempunyai pedoman yang dipakai dalam proses tanya jawab. Selain teknik dokumentasi. DR. penelitian ini juga menggunakan teknik interview sebagai cara pengumpulan data.31     b.

Responden dalam penelitian ini ditentukan melalui metode Purposive Sampling (Pengambilan sampel berdasarkan tujuan). Reduksi data merupakan proses pemilihan.32     3. Teknik Analisa Data Pengelohan data penelitian yang berupa data kuantitatif dan kualitatif selanjutnya dianalisa dengan menggunakan deskriptif kualitatif.:45-47). Anggotag klub motor IMTY-Ikatan Motor Tiger Yogyakarta b. Masyarakat Dalam metode ini penentuan sampel didasarkan pada pertimpangan pengumpulan data yang menurut saya sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian. Interview bebas kontrol.6.5. Untuk tetap menjaga objektifitas data. yaitu apabila interview membawa kerangka pertanyaan-pertanyaan diserahkan kepada kebijaksanaan interviewer (departemen sosial RI. Teknik Pemilihan Responden. maka data yang dikumpulkan adalah data yang mempunyai relevansi dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai. Dalam melakukan interview. penyajian data dan penarikan kesimpulan. yaitu sebagai berikut : a. E. yaitu apabila interview membawa kerangka pertanyaan-pertanyaan untuk disajikan. penyerderhanaan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan . Analisa kualitatif terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data. peneliti menggunakan teknik interview bebas kontrol. E. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan penjelasan-penjelasan yang lebih komplit dalam mensiasati pertanyaan-pertanyaan lanjutan setelah mendapatkan penjelasan awal dari pertanyaa yang akan diajukan.

Kegiatan analisis ketiga adalah menarik kesimpulan. Analisis data secara kualitatif dalam penelitian ini mengedepankan analisa terhadap peran IMTY dalam masyarakat. Secara garis besar sistematikanya seperti dibawah ini : BAB I. tinjauan pustaka. Sejarah Motor dan Historiografi Ikatan Motor Tiger Yogyakarta: akan memberikan gambaran tentang sejarah motor secara umum dan motor honda tiger khususnya. Penyajian data sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Pendahuluan: berisi tentang latar belakang pemilihan judul.33     tertulis dilapangan. metodologi dan sistematika penulisan BAB II. untuk kepentingan penulisan ini. Bagian ini juga menyampaikan data-data yang sekiranya nanti akan bisa digunakan sebagai data pendukung dalam pembahasan di bab berikutnya. maka apabila terdapat data yang berwujud angka statistik. rumusan masalah. Sistematika Penulisan Karya ilmiah ini akan terdiri dari beberapa bab pembahasan dan beberapa sub bab. . data tersebut akan ditransformasikan menjadi kalimatkalimat yang bersifat kualitatif. Mengingat analisa data ini sifatnya kualitatif. E. Dilanjutkan dengan pendalaman setiap aspek untuk dapat dianalisa sesuai dengan permasalahan. Hasil observasi fisik dan wawancara diidentifikasi sambil di reduksi berdasarkan kriteria permasalahan yang telah ditetapkan kemudian dianalisis seluruhnya melalui pendekatan interaksi.

Pergulatan IMTY Dalam Sistem Sosial Masyarakat: Bab ini akan membahas aktifitas IMTY. pola hubungan antara IMTY dengan klub motor lainnya dan IMTY dengan masyarakat. Bab ini akan memberikan gambaran struktur dan sistem keanggotaan. . BAB V.34     BAB III. BAB IV. Kesimpulan: berisi tentang kesimpulan dari hasil pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebalumnya. Struktur dan Keanggotaan IMTY.