PENGAMBILAN SAMPEL SPUTUM

RS AL ISLAM

No dokumen:
102/Bidkep/RSAI/VI/2011

Tanggal : 1 Juni 2011
No. Revisi : 02

Hal : 1 / 2

Direktur RS. Al-Islam Bandung

PROSEDUR
TETAP

Tanggal Ditetapkan :
1 Juni 2011
dr. H. Dede Setiapriagung, Sp. Rad,MH.Kes

PENGERTIAN

Tindakan mengambil sampel sputum klien

TUJUAN

Tersedianya bahan untuk pemeriksaan sesuai dengan hasil kolaborasi

KEBIJAKAN

SK Direktur No…..RSAI/SK/UM/VI/2011 Tentang Penetapan Struktur
Organisasi Tata Kerja Bidang Keperawatan RS Al Islam Bandung
SK Direktur No…..RSAI/SK/UM/V/2011 Tentang Pedoman Kerja Bidang
Keperawatan RS Al Islam Bandung

PROSEDUR

Persiapan alat :
1. Tempat sputum / botol tertutup sesuai kebutuhan yang telah diberi label
identitas klien
2. Formulir laboratorium yang telah diisi identitas klien dan jenis
pemeriksaan sesuai dengan pesanan hasil dari kolaborasi
3. Pot sputum
4. Bengkok
5. Sarung tangan
6. Masker
Persiapan klien / keluarga :
 Beritahukan kepada klien / keluarga tentang hal-hal dan maksud
tindakan yang akan dilakukan.
 Beritahukan kepada klien cara-cara mengeluarkan dahak yang benar.
Persiapan Perawat :
1. Cek identitas klien
2. Lengkapi identitas klien dan periksa formulir laboratorium apakah
pemeriksaan yang diminta sudah sesuai dengan advis dokter pada status
Pelaksanaan :
1. Cuci tangan, pakai sarung tangan dan masker
2. Validasi kesesuaian antara nama, umur, ruangan, no. RM, , nama dokter
dan diagnosa pasien dengan identitas yang terdapat pada pesanan
formulir laboratorium
3. Anjurkan klien untuk memasukan dahak / sputum kedalam tempat
sampel sputum (bila klien dapat melakukannya sendiri)

PENGAMBILAN SAMPEL SPUTUM

No dokumen:
102/Bidkep/RSAI/VI/2011

PROSEDUR

4.
5.
6.
7.
8.

Tanggal : 1 Juni 2011
No. Revisi : 02

Hal : 2 / 2

a. Beri label pada dinding pot yang memuat identitas spesimen
b. Buka pot dahak, pegang tutupnya dan berikan pot kepada klien
c. Petugas berdidri di belakang klien, mulai klien memegang pot itu dekat
ke bibirnya dan membatukan dahak ke dalam pot
d.Tutup pot dengan erat
e. Petugas harus cuci tangan dengansabun di air mengalir
Setelah selesai baca hamdallah dan sampaikan ucapan terimakasih
kepada klien atas kerjasamanya
Bersihkan dan rapihkan kembali alat-alat yang digunakan,
Buka sarung tangan dan masker, buang sarung tangan ke tempat
sampah medis
Cuci tangan
Kirim sample sputum ke laborotorium beserta formulir yang telah diisi
lengkap setelah sebelumnya dicek kembali kesesuaian antara identitas
klien dengan identitas yang tertera pada etiket botol dan formulir .

Catatan:
1. Memberi penjelasan mengenai pentingnya pemeriksaan dahak.
Untuk pemeriksaan Diagnosis Tuberkulosis pemeriksaan dilakukan pada
tiga (3) spesimen dahak “sewaktu-pagi-sewaktu”.
Sewaktu : Pada saat ada intruksi/advis dokter
Pagi
: Dikumpulkan pada pagi hari kedua, segera setelah bangun
Tidur
Sewaktu : Pada siang harinya
2. Memberi penjelasan tentang cara batuk yang benar untuk mendapatkan
dahak yang kental dan purulen.
Dahak yang baik untuk pemeriksaan adalah berwarna kuning kehijauhijauan, kental, volume 3 – 5 ml.
Bila volumenya kurang, petugas harus meminta agar penderita batuk
lagi sampai volumenya mencukupi.
3. Jika tidak ada dahak yang keluar, pot dahak dianggap sudah terpakai
dan harus dibuang untuk menghindari kemungkinan terjadinya
kontaminasi kuman TB.
4. Bila pasien / klien sulit mengeluarkan dahak dapat dilakukan hal-hal
sebagai berikut :
- Malam hari sebelum tidur, minum satu gelas teh manis atau kolaborasi
dgn dokter untuk pemberian tablet gliseril guayakolat 200 mg.
- Melakukan
olah
raga
ringan/gerakan
ringan
kemudian
menarik nafas dalam beberapa kali. Bila terasa akan batuk, nafas
ditahan selama mungkin lalu disuruh batuk.

UNIT TERKAIT

Seluruh unit perawatan