ILMU KESEHATAN TERNAK

“ Penyakit pada Ternak Berdasarkan Penyakit Viral, Bakteri, Parasit, Metabolis “

Oleh:
Indah Cahyani Tungga
1407105074
Kelas B

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2016

lantai kandang juga kontak dengan ternak lain yang sakit dan orang yang sakit. dan dubur. perut. Sporanya tahan sampai 50 tahun di dalam tanah dan sering digunakan sebagai bahan pembuatan senjata biologis. 2. pembengkakan di bawah kulit leher. Salah satu bagian yang paling penting dalam penanganan kesehatan ternak adalah melakukan pengamatan terhadap ternak yang sakit melalui pemeriksaan ternak yang diduga sakit. Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang ternak ruminansia : 1. biasanya bersifat epizootik dan ditandai dengan memerahnya conjunctiva . Anthrax atau Radang Limpa. Sanitasi merupakan usaha pencegahan penyakit dengan cara menghilangkan atau mengatur faktor-faktor lingkungan yang berkaitan dengan perpindahan dari penyakit tersebut. dada. Gangguan kesehatan pada ternak terjadi karena adanya infeksi agen penyakit oleh bakteri/ kuman. disebabkan oleh Bacillus anthraxis. virus. kehilangan nafsu makan. dan rusuk . hidung. Penyakit Pink Eye Pink Eye merupakan penyakit mata akut yang menular pada sapi.Kesehatan ternak adalah suatu keadaan atau kondisi dimana tubuh hewan dengan seluruh sel yang menyusun dan cairan tubuh yang dikandungnya secara fisiologis berfungsi normal. Penyakit ini sangat berbahaya dan mudah menular kepada manusia yang dapat menimbulkan kematian mendadak. domba maupun kambing. parasit atau disebabkan oleh gangguan metabolisme. Tanda-tanda penyakit ini antara lain : demam yang tinggi. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan memperhatikan perkandangan yang baik misalnya ventilasi kandang. sulit bernafas dan defekasi (buang kotoran). Pemeriksaan ternak yang diduga sakit adalah suatu proses untuk menentukan dan mengamati perubahan yang terjadi pada ternak melalui tanda-tanda atau gejala-gejala yang nampak sehingga dapat diambil suatu kesimpulan dan suatu penyakit dapat diketahui penyebabnya. keluar darah dari mulut.

Mikrorganisme penyebab ditularkan lewat kontak antara ternak peka dengan ternak penderita atau oleh serangga yang bisa memindahkan mikroorganisme atau bisa juga lewat iritasi debu atau sumber-sumber lain yang dapat menyebabkan goresan atau luka mata. pinggang sedikit membungkuk. Bila tidak cepat ditangani dan berlangsung terus dapat menyebabkan kematian. . 3. Mastitis. Cacingan. Tanda-tanda penyakit ini adalah : Perut di sebelah kiri membesar (gembung). Haemonchus contortus yang banyak menyerang domba. karena akan menyebabkan kebutaan. akan tetapi dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi peternak. disebabkan oleh Streptococcus cocci dan Staphylococcus cocci. 7. Tanda-tanda penyakit ini adalah ambing bengkak dan terasa panas bila diraba. produksi turun bahkan dapat berhenti sama sekali. terlihat pelepuhan pada gusi dan selaput lendir. pucat pada selaput lendir mata. Bloat atau Tympani atau Kembung Perut.dan kekeruhan mata. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). cacing pita (Taenia saginata atau Taenia solium). Tanda-tanda penyakit ini antara lain : Demam yang tinggi. dan mencret. bulu kusam dan kasar. 5. nafsu makan menurun. air susu yang dihasilkan encer atau menggumpal dan kadangkadang bercampur darah atau nanah. Septichaemia epizootica (SE) atau Ngorok. mulut menganga dan berbusa. Tanda-tanda penyakit cacingan antara lain: nafsu makan menurun. diantaranya cacing hati (Faciola hepatica). disebabkan oleh serangan cacing. perut buncit. salivasi tinggi (banyak mengeluarkan air liur). disebabkan oleh Pasteurella multocida. kehilangan nafsu makan. 4. Penyakit ngorok sering menyerang ternak pada saat kondisi tubuh dalam keadaan lemah. Penyakit ini tidak sampai menimbulkan kematian. penurunan berat badan dan biaya pengobatan yang mahal. lidah bengkak dan menjulur ke luar. terdapat luka di antara kuku sehingga ternak sering terlihat pincang bahkan tidak dapat berjalan sama sekali. 6. dan yang paling khas adalah suara ngorok yang jelas terdengar. disebabkan oleh virus. nafas pendek-pendek dan cepat.Tanda-tanda penyakit ini antara lain : bengkak di bawah rahang dan di daerah tenggorokan. disebabkan oleh penimbunan gas yang berlebihan di dalam rumen. sulit bernafas. lemah.

ambing dan alat kelamin kadangkadang bengkak. Brucellosis. disebabkan oleh Brucella suis. dan bagian-bagian tubuh yang lain. Penyebab Penyakit . bersisik. 9.Cullicoides yang terinfeksi dapat menyebarkan penyakit mencapai jarak 2. bibir. Tanda-tanda penyakit scabies adalah : nafsu makan turun. Demam Tiga Hari) BEF hanya menyerang sapi dan kerbau dan tidak dapat menulari dan menimbulkan penyakit pada hewan lain. akhirnya kulit menebal.8. ternak merasakan gatal-gatal mulai dari bagian kepala. Ternak yang terserang sering menggosok-gosokan badannya pada tiang atau dinding kandang. (serangga penghisap darah) dan nyamuk. disebabkan oleh kutu atau tungau dan kebersihan ternak yang kurang terpelihara. kadang-kadang nafsu makan menurun dan demam ringan namun lebih sering tidak menunjukkan gejala-gejala tersebut. Angka kematian sangat kecil sekali tidak sampai 1 % tetapi angka kesakitan tinggi. anak yang lahir biasanya mati atau lahir sangat lemah dan tidak berkembang normal. Sapi/ kerbau yang terserang penyakit ini akan sembuh kembali beberapa hari kemudian (2 – 3 hari).000 Km. Demam Tiga Hari disebarkan oleh Cullicoides sp. bulu rontok dan timbul keropeng-keropeng. Tanda-tanda penyakit ini antara lain : terjadi keguguran pada pertengahan kebuntingan. Ada dugaan penyebaran dapat pula terjadi melalui angin. 10. timbul bisul. Scabies atau Kudis. Pada daerah yang gatal muncul bercak-bercak merah. BEF (Bovine epizooric fever. Dari segi produksi dan tenaga kerja cukup berarti karena hewan yag sedang berlaktasi turun produksi sususnya dan hewan pekerja tidak mampu bekerja selama 3 –5 hari.

kebersihan kandang. gangguan hormonal. panas. virus. Infeksi adalah suatu proses dimana mikroorganisme masuk kedalam tubuh dan menyebabkan gangguan dari salah satu fungsi faal alat tubuh. pada umumnya disebabkan oleh suatu infeksi atau gangguan lainnya akibat dari adanya aktivitas suatu mikro organisme tertentu atau dapat juga adanya gangguan akibat dari racun atau kekurangan suatu bahan tertentu. degenerasi alat tubuh karena usia lanjut (senilitas) dan neoplasma. perubahan musim (misalnya dari musim hujan kemusim kemarau atau sebaliknya) sehingga memberi kesempatan pada bibit penyakit untuk menyerang ternaknya. keracunan zat kimia dan defisiensi zat pakan. penyakit yang diturunkan dari induknya dan kualitas ransum yang diberikan. Suatu penyakit.Suatu penyakit dapat terjadi karena penyakit endogen. dingin. Masa inkubasi adalah waktu sejak masuknya jasad renik ke dalam tubuh sampai timbulnya gejala penyakit. juga termasuk pada faktor pendukung tersebut. Masingmasing dijelaskan sbb :  Faktor dari Dalam atau Disebut Inernal Origin (Endogen) Penyakit yang disebabkan faktor dari dalam biasanya disebut penyakit intrinsik. Penyakit yang disebabkan oleh faktor yang tidak hidup pada umumnya termasuk dalam golongan penyakit yang non infeksi. protozoa dan jamur/kapang. Penyakit yang termasuk dalam kategori jenis ini misalnya gangguan metabolisme. Penyakit Menular .  Faktor dari Luar atau Disebut External Origin (Eksogen) Penyakit yang disebabkan oleh faktor luar ini dapat dibedakan lagi menjadi dua yaitu: Penyebab Tidak Hidup Penyakit yang disebabkan oleh agen yang tidak hidup . Hal-hal yang dapat menyebabkan hewan menjadi sakit diantaranya:     pemberian jumlah makanan yang kurang makanan yang kurang bermutu (kualitas nilai gizinya rendah) kandang yang kurang memenuhi syarat kesehatan kebersihan kandang yang kurang terjaga Faktor pendukung terjangkitnya penyakit dapat disebabkan karena perubahan kelembapan dan temperatur lingkungan yang semakin tinggi. Penyebab Hidup Agen hidup misalnya bakteri. Suatu infeksi biasanya diikuti dengan masa inkubasi. eksogen dan malnutrisi. seperti trauma. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh agen hidup dimasukkan dalam kelompok penyakit-penyakit infeksi.

Penyakit asal virus pada umumnya tidak ada obatnya.Penyakit menular merupakan penyakit yang cukup berbahaya dan sangat merugikan dengan alasan bahwa penyakit ini dapat menyerang baik pada ternak lain. anaplasmosis. Penyakit asal virus sering terjadi pada peternakan yang tatalaksana nya tidak baik. sekelompok ternak dan bahkan dapat menjalar ke daerah lain apabila tidak dengan segera diambil tindakan pemberantasannya. Penyakit infeksi viral yang sering terjadi pada ternak ruminansia diantaranya penyakit mulut dan kuku. Salmonellosis. tetapi kejadiannya dapat dicegah dengan mempertinggi daya tahan ternak. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini sebenarnya mudah disembuhkan dengan antibiotika dan tidak akan berlanjut tetapi kadang-kadang akibat dari terkontaminasi dengan penyakit lain atau dengan penyakit virus akan menyebabkan semakin parah. Penyakit Infeksi Protozoa Penyakit yang termasuk dalam kelompok jenis infeksi protozoa adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi dari protozoa. Penyakit asal protozoa ini dapat terjadi karena kelemahan dalam pemeliharaan. Brucellosis. piroplasmosis (babesiosis). infeksi bovine dan penyakit lainnya. Penyakit Infeksi Bakterial Penyakit infeksi bakterial adalah jenis penyakit yang disebabkan adanya infeksi dari bakteri. berak darah (Coccidiosis). diantaranya penyakit sura. ngorok atau SE. penyakit jembrana. Jenis penyakit protozoa yang sering menyerang pada ternak ruminansia. seperti penyakit radang paha. penyakit ingusan. Tuberkulosis. penyakit kelamin menular (Trichomoniasis) Penyakit Infeksi Parasit Dalam (Cacing) . dan penyakit infeksi oleh parasit Penyakit Infeksi Viral Penyakit infeksi viral adalah suatu penyakit yang disebabkan adanya suatu infeksi dari salah satu jenis virus. Termasuk dalam jenis penyakit yang menular adalah penyakit-penyakit karena infeksi yaitu:      penyakit infeksi viral penyakit infeksi bakterial penyakit infeksi oleh protozoa penyakit infeksi oleh parasit dalam (cacing). Virus ini sangat kecil dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Antrax atau radang limpa dan lain-lain. Apabila pemeliharaan dilakukan dengan baik dan benar maka sebenarnya munculnya penyakit ini dapat dicegah. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang umum terjadi pada ternak ruminansia.

Berbagai macam cacing dan berbagai macam tempat hidupnya ada di dalam tubuh ternak ruminansia.ilmuternak. cacing gelang dan cacing lambung. baik untuk mencari makanan atau untuk tinggal menetap. Penyakit ini akan menyita gizi yang diperoleh ternak tersebut dan akan menimbulkan kegelisahan. Pemeliharaan yang jorok. Pada umumnya cara hidup parasit luar ini akan menimbulkan kerugian pada ternak yang ditumpanginya.html ternak . Pediculosis dan surra. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh cacing yang umum terjadi pada ruminansia. akan mudah terserang penyakit ini. baik itu oleh parasit dalam maupun parasit luar.com/2015/02/macam-macam-penyakit-pada-ternak. Penyakit yang Disebabkan oleh Parasit Luar (Ektoparasit) Ektoparasit adalah binatang yang hidupnya pada bagian luar tubuh ternak. Sumber: https://www. Seperti juga halnya penyakit yang disebabkan oleh parasit dalam. seperti penyakit scabies.com/doc/181618092/Penanganan-Ternak-Ruminansia-Besar http://www. seperti penyakit penyakit cacing hati.scribd.Penyakit parasit sebenarnya tidak menyebabkan kematian. sehingga ternak menjadi tidak tenteram  menimbulkan luka pada kulit dan  menurunkan produksi pada prestasi kerja. kudis.  menimbulkan kegatalan. Contoh penyakit asal parasit dalam adalah cacing. Kerugian yang ditimbulkan oleh ektoparasit antara lain:  menimbulkan anemia karena ektoparasit mengisap darah ternak  ektoparasit berperan sebagai vektor yang dapat menularkan penyakit hewan menular yang disebabkan oleh kuman dan parasit darah. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh parasit luar yang umum terjadi pada ruminansia. penyakit oleh parasit luar sebenarnya dapat dengan mudah dicegah dan seharusnya tidak perlu terjadi. tetapi penyakit yang disebabkan oleh parasit sangat merugikan ternak yang terserang.