You are on page 1of 9

# PEMODELAN BANGUNAN UNTUK SIMULASI RESPONS

STRUKTUR AKIBAT BEBAN DINAMIK
Sukoyo
Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang
Jln. Prof. H.Soedarto, S.H. Tembalang, Semarang 50275 Telp. (024)7473417
Email : sipil.polines@yahoo.co.id
Abstract
The response structure due to dynamic load or earthquake in a building is very
important to be know.Therefore we tried to do some research with make a model
that can show the behavior of structure when receives the dynamic load. In this
research the structure is modeled with two-dimensional discrete system with a
system of beams and columns of the same strength, it is easier to see the behavior of
structure. The system is made by Power Fortran language program Station. The
methods used for solve structural vibration dynamical equations is the Runge-Kutta
order 4. The results shown in graphical form with the help of MS Excel program.
From the graph shows that the pattern of responses produced is same with a given
load pattern but have different intensity and deviation. Beside that , the structure
will receives displacement, velocity, and acceleration are greater when receiving a
load that is not harmonious with the same frequency. This suggests that the structure
would be more resistant to a greater load if given regularly, compared with the
Keywords : response structure, dinamic load, model
PENDAHULUAN
sistem bangunan, dimana elemen
utama tersebut akan menyangga beban
dari elemen yang lain baik secara
langsung maupun tidak langsung.
untuk
menentukan
gaya
luar
(komponen reaksi) dan gaya dalam
(resultan tegangan) dari sistem struktur
yang akan dipergunakan untuk
memperkirakan dimensi penampang
elemen struktur tersebut. Gaya-gaya
dalam merupakan respons struktur
sebagai gaya axial, gaya lintang, gaya
lentur (momen), dan gaya puntir
(momen puntir/ torsi atau twist). Gaya-

gaya yang direspons oleh struktur atau
elemen struktur tersebut dapat berasal
dari berat sendiri maupun akibat
getaran
oleh
pergerakan
dasar
bangunan yang disebabkan oleh beban
dinamik diantaranya gempa bumi.
gempa
yang komplek analisis
perencanaannya
harus
dilakukan
dengan analisis dinamik. Salah satu
perencanaan struktur yaitu : Analisis
Ragam Spektrum Respons (Modal
Analysis). Pada analisis ragam ini ,
respons dinamik dari struktur dengan
beberapa derajat kebebasan (Multi
Degree of Freedom/ MDOF), didapat
dari superposisi respons, dari sejumlah

secara langsung atau dengan menggunakan metode numerik yaitu : .g (1) F(t) P(t) x a. Model SDOF b. x c . 1 Juni 2012 23-31 . Portal sederhana Gambar 2. Model Perpindahan Tunggal (SDOF) 24 Wahana TEKNIK SIPIL Vol. Balok sederhana x b. 17 No. Untuk lebih mudah memahami perilaku beban dinamik perlu dibuat suatu model alat tertentu yang bisa menggambarkan perilaku struktur dalam merespons beban dinamik yang merupakan fungsi dari massa bangunan dan percepatan getaran dasar oleh beban dinamik. Gambar 2 berikut menunjukkan contoh-contoh struktur yang dianggap sebagai struktur SDOF.bandul getar dengan satu derajat kebebasan (Single Degree of Freedom/ SDOF)..x kx m. Balok kantilever F(t) x c. Model MDOF Gambar 1. yaitu struktur yang dimodelkan sebagai sistem dengan koordinat perpindahan tunggal. . Model Massa Getar SDOF dan MDOF Respons dinamik dari struktur dapat ditentukan dengan menyelesaikan sistem persamaan gerak dari struktur. Model yang akan digunakan dalam penelitian ini terbuat dari plat baja yang digetarkan dengan putaran motor simulator dimana diujungnya diberi bandul SDOF dan MDOF seperti gambar berikut : Bandul Massa Meja Getar Meja Getar a. m.

i 1.2. 4 maupun Selanjutnya perhitungan secara iterasi adalah : Pemodelan Bangunan Untuk Simulasi Respons Struktur …………. Model bangunan geser dapat didefinisikan sebagai struktur dimana tidak terjadi rotasi pada elemen horizontal dengan asumsi massa total struktur terpusat pada bidang lantai dan balok lantai relatif kaku dibandingkan kolom.. y x f ( x. mij1 x i . x M 1 F( t ) K x (7) ... . maka : .3. dan Raymond. [m]{x} [k ]{x} {F( t )} atau dapat ditulis kembali dalam bentuk .1990 )….. maka dapat dibagi dalam 3 macam yaitu model bagunan geser....3. model diskret dan model menerus. . Persamaan keseimbangan dinamik untuk keadaan tanpa redaman dapat disusun sebagai berikut : . (4) . Pada umumnya bangunan di bumi akan mengalami gaya eksitasi (beban dinamik) pada dasar pondasi akibat gempa bumi... Dengan menetapkan x y . Dimana F(t ) . 3.C.. Pada model diskret berderajat kebebasan banyak. (Sukoyo) 25 .adalah : h yk 1 yk (f1 2f 2 2f 3 f 4 ) (6) 6 Dari persamaan gerak : f (t ) Bila gaya gempa [m]{x g } . t ) (8) . [m]{x} [k ]{x} {F( t )} . t ) (9) Persamaan (8) dapat ditulis kembali dalam bentuk : ... n i (10) p dimana : mij-1 adalah elemen ke ij dari matrik invers [M]-1 . x f ( x. n p (11) [m]{x g ( t )} (5) Dalam teori persamaan dinamis baik pada sistem SDOF maupun MDOF dapat diselesaikan dengan metode Runge-Kutta baik orde 2.. Namun pada umumnya orde 4 merupakan metode RungeKutta yang sudah cukup akurat dan populer dalam penyelesaian persamaan dinamis struktur. i 1. sistem perpindahannya dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah koordinat terbatas.. mij1 f j (t ) x k jp x p .Untuk model MDOF .2.. [m]{x} [k]{x} [m]{x g (t )} (3) atau secara umum dapat disusun kembali menjadi : . sehingga . [m] x g (t ) k jp x p .... m x kx m x g (t) (2) untuk sistem MDOF : .. Adapun secara ringkas penyelesaian persamaan gerak menurut metode Runge-Kutta (Steven C... Apabila perpindahan pada dasar pondasi akibat gempa bumi dinyatakan dalam xg(t) maka dapat ditentukan perpindahan relatif x pada puncak bangunan terhadap dasar pondasi.. ... orde tinggi. Besarnya gaya eksitasi tergantung dari massa bangunan dan percepatan gempa.

Menganalisis hasil pengujian dan membuat laporan. b. memberikan getaran dinamik pada dasar dan mengukur respons struktur model. Menyususn matrik gaya eksitasi berupa data gempa maupun beban harmonis.Y1) F2= f(T2. e. Sehingga kita dapat menghitung gaya gempa yang terjadi pada bangunan dan selanjutnya gaya tersebut digunakan untuk perhitungan elemen balok.Y4) T 3 = t1 + h/2 Selanjutnya perpindahan dan kecepatan gempa pada bangunan dihitung dengan persamaan : h x j 1 xi (Y1 2Y2 2Y3 Y4 ) 6 (13a) h yi 1 yi (F1 2F2 2F3 F4 ) 6 (13b) Untuk sistem dengan persamaan n anu yang saling terkait.Y2) Y2 = y1 + F2h/2 F3= f(T3.X3.X1. c.n Selanjutnya dengan dibuat program sederhana akan diperoleh nilai perpindahan dan kecepatan tiap saat dari interval waktu kecil h dan kemudian hasil iterasi tersebut digambar dengan bantuan software MS EXCEL yang merupakan respons 26 struktur akibat beban dinamik. d. Menyusun matrik kekakuan dan matrik massa struktur dalam sumbu global b. f. 1 Juni 2012 23-31 .X4. maka akan ada sejumlah xn. membandingkan model deformasi hasil eksperimen dengan teoritis metode Runge-Kutta orde 4. Berikut ini merupakan ringkasan langkah-langkah penelitian secara umum : a. METODE PENELITIAN Untuk menganalisis alat pengukur deformasi modal pada sistem struktur dibuat penyederhanaan berupa bandulbandul massa yang terpusat pada tiap tingkat lantai. 17 No.Y3) Y2 = y1 + F3h F4= f(T4. Sehingga perpindahan dan kecepatan menjadi : h x ni 1 x i (Yn 1 2Yn 2 2Yn 3 Yn 4 ) 6 (13c) h y ni 1 y i (Fn1 2Fn 2 2Fn 3 Fn 4 ) 6 (13d) dimana : i + 1 = menyatakan iterasi ke i+1 n = menyatakan perpindahan dan kecepa-tan nodal ke. Sedangkan langkah-langkah penyusunan program komputer untuk penelitian ini adalah sebagai berikut : a. menentukan bentuk dan susunan frame model dan dimensi bandul massa.t x y=x f=y=x T1= t1 X 1 = x1 Y1 = y1 T2= t1+ h /2 T 3 = t1 + h/2 X2 = x1 + Y1h/2 X 2 = x1 + Y2h/2 X 2 = x1 + Y3h Y2 = y1 + F1h/2 F1= f(T1.X2. kolom dan pondasi yang tahan terhadap gempa. penentuan sifat material dan dimensi struktur. Wahana TEKNIK SIPIL Vol. yn dan fn pada t yang sama. menganalisis perpindahan yang terjadi akibat beban dinamik.

Menggambarkan output perpindahan. dalam hal ini menggunakan sistem MDOF diskret. Matrik kekakuan sistem struktur yang dimodelkan dengan sistem diskret dalam acuan sumbu global adalah : g1 g 2 g4 g1 g2 g4 g3 g5 g2 g3 g5 g6 g4 g1 g5 g2 g7 g4 g3 g5 K si me tris (14) g6 Dimana : g1 = ( c2 +12s2) . Membuat program untuk mendapatkan respons struktur.c. dan percepatan sesuai dengan DOF struktur yang ditentukan. Sket Model 1 Lantai (Diskret 2D) Selanjutnya analisis pemrograman yang didasarkan pada sistem persamaan MDOF diskret melalui matrik kekakuan dan matrik massa untuk model dua dimensi sebagai berikut : a. d. Menganalisis output yang dihasilkan dari program. L3 AL2 I Pemodelan Bangunan Untuk Simulasi Respons Struktur …………. kecepatan.. Sket Model SDOF Strain Gauge OSILOSKOP Untuk merekam getaran Meja Getar Gambar 4. EI . f. Gambar 3 dan 4 berikut menunjukkan sket model rencana : Bandul Massa Meja Getar Gambar 3. (Sukoyo) 27 .. e. g4 = .g2 = cs ( -12) g3 = ( s2 +12c2). Menyelesaikan persamaan matrik dinamis dengan metode RungeKutta ordo 4 seperti yang dijelaskan dalam tinjauan pustaka. g6 = 4L2 g7 = 2L2 .6Ls g5 = 6Lc .

78 16.68 1. b.58 11.6 9.02 0. kecepatan.74 m 0 -6 -8 -10 Gambar 6. [M] = [T]T[m][T] e. sedangkan angka 3 dan 6 menyatakan perpindahan.9 12.96 6. 1 Juni 2012 23-31 .22 13. Grafik Perpindahan Translasi DOF 1 Gambar berikut menunjukkan respons dinamik akibat beban harmonis 2 Hz.c. percepatan. translasi arah sumbu Z.2. percepatan. Sistem Strutur Frame 2D MDOF Diskret Angka 1.24 11. kecepatan.62 7. [K] = [T]T[k][T] e. Gambar 6 dan 7 berikut menunjukkan contoh respons dinamik akibat beban gempa El Centro dan akibat beban harmonis 2 Hz. Matrik Massa dalam sumbu lokal : 140 0 70 0 0 156 22L 0 54 13L 2 0 13L 3L2 140 0 0 156 22L 4L mL 420 si m e tris 4 L2 HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah dilakukan eksekusi program dengan data percepatan beban harmonis dan beban gempa El Centro diperoleh pola grafik perpindahan.12 15. percepatan rotasi arah Y.44 17. dan percepatan transalasi arah X.98 4. 2.34 2 2. yaitu 1. 6 menyatakan kode dof yang sesuai.26 9. 17 No. 28 Grafik Perpindahan Translasi Gempa Elcentro DOF 1 10 8 6 4 2 0 -2 -4 0.64 5. kecepatan. cos sin 0 T sin cos 0 0 0 1 2 1 5 3 4 6 Gambar 5.42 19.94 8.302 13.3 5.46 15.76 18.56 13.….1 17.8 14. dan kecepatan untuk kondisi tanpa redaman untuk sistem MDOF diskret sebagai berikut : ( 15) Matrik Tranformasi digunakan untuk menyusun matrik kekakuan dan matrik masa dalam sumbu global.66 3. Wahana TEKNIK SIPIL Vol.32 3.5 menyatakan perpindahan. Menyelesaikan persamaan gerak struktur tanpa redaman dengan menggunakan metode Runge-Kutta orde 4.92 10.08 19. Matrik kekakuan dan matrik massa dengan persamaan berikut : d.28 7.4 menyatakan perpindahan.

38 2.76 18.62 14. (Sukoyo) 29 . Ini menunjukkan bahwa respons kecepatan maupun percepatan akan bertambah sering dengan bertambahnya waktu.9 11.34 17. percepatan) secara individula per elemen dof (getaran mikro).82 7.22 10.12 15.1 17.18 8.7 1.34 17.58 12.6 9. Grafik Perpindahan Translasi DOF 1 Dari grafik yang diperoleh dari eksekusi program dengan model diskret yang telah dibuat menunjukkan bahwa secara umum pola perpindahan.74 DOF1 -6 -8 -10 Grafik Respons Perpindahan Akibat Beban Harmonis DOF1 1.02 0.58 12.74 3.02 17.5 -1 -1.66 3. ini artinya disamping mengalami perpindahan.1 0. Dari respons struktur akibat beban dinamis yang besifat harmonis.62 7. namun mempunyai kerapatan yang berbeda hal ini adanya penyerapan tidak langsung oleh material konstruksi.28 7.78 5. Pada grafik respons kecepatan menunjukkan bahwa selama proses penggetaran oleh beban gempa El Centro kecepatan akan bertambah ketika sudah mencapai waktu 13.56 13.5 1 0.94 8.5 -1 -1.66 16.34 2 2.26 12.14 6..74 Grafik Respons Perpindahan Akibat Beban Harmonis 1. Perpindahan translasi mendatar pada dof 1 dan 2 memiliki pola perpindahan dan simpangan yang relatif sama dengan asal beban.92 10.26 9.8 14.74 3.38 2.86 9.62 14. dan percepatan secara struktural juga mengalami getaran (perpindahan.25 detik.82 7.5 0 -0.46 15.98 15.06 2.9 11.22 13.38 19. Komparasi Perpindahan DOF 1 Akibat Gempa El Centro dan Harmonis Pemodelan Bangunan Untuk Simulasi Respons Struktur ………….9 12. kecepatan.7 18.5 8.7 18.06 19.18 8.24 11.26 12.5 -2 Gambar 7.32 3.5 0.98 15.5 8.68 1.06 2.3 14.06 19.38 19.7 1.02 17. Grafik Perpindahan Translasi Gempa Elcentro DOF 1 10 8 6 4 2 0 -2 -4 0.94 13.74 0 -0.96 6.22 10.44 17.1 4. Ini artinya struktur akan mudah runtuh bila menerima beban yang frekuensinya tidak teratur seperti yang dikomparasikan pada gambar 8 s/d 10.42 19.46 6. kecepatan dan percepatan mengikuti pola beban yang bekerja baik gempa El Centro maupun beban gempa harmonis berupa masukan beban dinamik dengan frekuensi 2 Hz.86 9. Namun untuk dof 2 dan 5 walaupun pola tetap mirip namun mempunyai penambahan getaran minor yang yang terjadi pada antara gelombang mayor.302 13. walaupun diberikan simpangan getaran yang lebih besar.02 0.08 19.66 16.42 4..14 6.5 -2 Gambar 8.64 5.54 10.3 14.58 11.46 6.1 4.78 16.78 5. dan akan perlahan hilang ketika getaran yang diberikan menurun.3 5. kecepatan. namun bila dibandingkan getaran yang diberikan oleh beban gempa El Centro menunjukkan bahwa struktur secara fungsional akan lebih tahan menerima beban harmonis dibandingkan dengan beban yang tidak tetap.94 13.54 10.02 0.5 0.98 4.42 4.

1 Juni 2012 23-31 .12 2.92 19.5 8.12 16.24 14.56 14.26 12.58 5.58 12.58 12.18 8.28 16.015 Gambar 9.92 5.62 13.14 6.32 19 19.86 7. 17 No.18 12.M and Singh.46 6.78 5.6 16.3 3. kecepatan.02 19.94 13.74 17. Prentice Hall.7 1.1 6.015 0.02 0.5 1 0.96 17.005 0. Struktur akan lebih mampu menahan beban dinamik harmonis dengan percepatan yang lebih besar dibanding beban yang percepatannya kecil namun mempunyai getaran yang tidak teratur.82 17.82 7. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan penelitian ini antara lain Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Negeri Semarang yang telah mendanai pelaksanaan penelitian ini dan para anggota tim penelitian dan mahasiswa yang telah bekerja keras untuk membantu proses penelitian ini.38 2.82 10.22 10.02 14.005 -0.86 9.34 6.82 3.62 6.dan percepatan struktur yang mengalami beban dinamik seperti gempa El Centro dan lain-lain diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai dampak dari struktur yang mengalami getaran dinamik kepada mahasiswa khususnya teknik sipil dalam memperkirakan 30 SIMPULAN Dari hasil penelitian dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa pola respons perpindahan. Resonansi akan terjadi apabila getaran beban gempa sama dengan waktu getar alami dari bangunan.1 4.9 10.92 15.28 16.Grafik Respons Kecepatan Translasi Gempa Elcentro DOF 2 perkuatan gempa.26 19.02 7. Wahana TEKNIK SIPIL Vol.22 10.02 0. New Jersey.5 DOF 2 Grafik Respons Kecepatan Translasi Beban Harmonis 0.7 1.38 2.42 4.32 19 19.06 3.62 8.98 16.62 0 -0.54 10.82 7.52 4.9 11. 1991. Komparasi Percepatan DOF 1 Akibat Gempa El Centro dan Harmonis Dengan melihat pola dan perilaku perpindahan.22 18.42 2.78 0 -20 -40 -60 Gambar 10.42 4.5 -1 -1.66 11. kecepatan.01 -0.06 2.94 13.9 11.7 14.1 4.96 17.46 6.78 5.26 12.14 9.276 13.68 0 -0.12 9. DAFTAR PUSTAKA Ajit.18 8. elemen struktur tahan 1.72 15.14 6.94 13.72 8.42 9.54 2.72 1.64 18.64 18.92 15.68 0 -100 -200 -300 -400 60 Grafik Respons Percepatan Translasi Beban Harmonis DOF 1 40 20 0.22 4. Englewood Cliffs.82 4.52 11.92 12..52 18.5 8.38 9.22 15.01 0.5 18.6 16.5 0.74 3.46 15.22 11.32 7.T.42 12. dan percepatan dari struktur yang menerima beban dinamik akan mengikuti pola beban yang bekerja.06 2.78 1. Dengan memberikan gambaran respons struktur akibat beban dinamik akan mempermudah memperkirakan dalam merencanakan elemen-elemen struktur dengan lebih baik dan akurat. K.86 9.42 16. Komparasi Kecepatan DOF 2 Akibat Gempa El Centro dan Harmonis DOF 1 Grafik Respons Percepatan Translasi Gempa Elcentro 300 200 100 0.56 14.02 0.02 0. Deformation of Elastic Solids.74 3. S.32 14.54 10.276 13.24 14.

Cook. 2002. 1991. Cook. 1970. Modern Structural Analysis The Matrix Method Approach. Wilson E. J.. S. Experimental Stress Analysis. New York.D. New York. Inc.. Numerical Methods for Engineers.E. (Sukoyo) 31 .. McGraw-Hill International. Berkeley. 3rd edition. New York. 1993. Mc Graw-Hill International.. Inc.P. W. 1990. California Pemodelan Bangunan Untuk Simulasi Respons Struktur …………. New York. SAP2000 A Series Of Computer Program for the Static and Dynamic Finite Element Analysis of Structures. 1985. Edisi Pertama. An Introduction to the FINITE ELEMENT METHOD. Dally.M and Riley. New York..Armenakas. Timoshenko. Mc Graw-Hill Interna-tional. ERESCO..F.N.L and Habibullah A.D. New York.. J. R. Reddy. 1991. Advanced Mechanics of Materials. McGraw-Hill International.Chapra and Raymond P. and Goodier. R. J. Macmillan Publishing Company. Bandung.. CSI. Steven C. PT... Konsep dan Aplikasi METODE ELEMEN HINGGA. 1990. Theory of Elasticity. Second Edition.G. A.N. Mc GrawHill.