You are on page 1of 7

TUGAS FARMAKOLOGI KLINIK

NEBIVOLOL
Obat Antihipertensi Golongan Beta Blocker Generasi III

Oleh:
Alfiani Rosyida Arisanti
209.121.0013

Pembimbing:
Prof. Dr. H. M. Aris Widodo, MS., Sp.FK, Ph.D.

LABORATORIUM ILMU FARMASI DAN FARMAKOLOGI KLINIK
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
2014

Reseptor beta-2 (β2) di paru-paru. Blokade reseptor β di brainstem dan dari reseptor β prejunctional pada saraf tepi menghambat pelepasan neurotransmiter dan menurunkan aktivitas sistem saraf simpatik. blokade reseptor β1 di node sino-atrial mengurangi denyut jantung (efek kronotropik negatif) dan blokade reseptor β1 pada penurunan kontraktilitas miokardium (efek inotropik negatif). Pada jantung. Beberapa β-blocker dengan agonis parsial (Intrinsic Symphatomimetic Activity / ISA)  memberikan efek stimulasi reseptor β ketika aktivitas adrenergik . Norepinefrin dan epinephrine diproduksi oleh saraf di seluruh tubuh serta oleh kelenjar adrenal dan bertindak sebagai neurotransmitter (bahan kimia untuk komunikasi antar saraf). umumnya lebih disukai karena selektifitasnya. mata. metoprolol (Lopressor. dan ginjal.2 1. bisoprolol. 3. Ada tiga jenis reseptor beta dan mereka mengontrol beberapa fungsi yang berbeda berdasarkan lokasi mereka dalam tubuh:2. Beta-blocker terutama menghambat reseptor β1 dan β2. dan juga dilepaskan ke dalam darah. - dan otot rangka. selektivitas reseptor tidak mutlak dan hilang pada dosis tinggi. Reseptor beta-3 (β3) di sel-sel lemak. Namun. uterus. β-blocker dengan nilai selektivitas lebih tinggi paling tidak mungkin kehilangan selektivitasnya pada dosis tinggi (misalnya Nebivolol). Pada ginjal dapat menghambat pelepasan renin dari sel juxta-glomerular sehingga mengurangi aktivitas sistem renin-angiotensin-aldosteron. β-blocker non-selektif  menghambat reseptor β-1 dan β-2.2 Beta-blocker berdasar jenis reseptor beta yang dihambat dan efeknya:1. pembuluh darah. saluran pencernaan.PENDAHULUAN Beta-blocker (β-adrenergic blocking agents) adalah obat yang menghalangi ikatan norepinephrine dan epinephrine (adrenalin) dengan reseptor β pada saraf. dan saluran pernafasan. Efek yang ditimbulkan akan mempengaruhi jantung.4 - Reseptor beta-1 (β1) di jantung. 1. hepar. β-blocker selektif  menghambat reseptor β-1. Toprol XL). 2. Cotoh: propranolol (Inderal). Contoh: atenolol. sehingga lebih berpengaruh pada jantung dan tidak mempengaruhi saluran pernafasan (agen kardioselektif). vaskuler.

3 Beta-blocker banyak digunakan dalam penatalaksanaan angina. Generasi pertama β-blocker merupakan non-selektif β-blocker.α’-[iminodimethylene]bis[6-fluoro-2-chrommethanol]) adalah golongan β-blocker generasi III yang bersifat sangat selektif terhadap reseptor β1adrenergic mempunyai kemampuan sebagai vasodilator secara langsung.dan Lisomer. lebih banyak mengalami metabolisme lintas pertama dalam hati. Contoh: pindolol. tetapi selektivitas relatif ini dapat hilang pada dosis obat yang lebih tinggi. juga dapat dijadikan pilihan lini pertama pada wanita yang memiliki potensi hamil karena kekhawatiran gangguan perkembangan ginjal janin akibat ACE inhibitor atau angiotensin receptor blockers.2 NEBIVOLOL Nebivolol (α. Strukutur D-isomer dari nebivolol yang mempunyai hubungan dengan . Carvedilol. Beta-blocker digunakan untuk mengobati angina karena dapat menurunkan kebutuhan oksigen otot jantung. Obat yang lebih larut lemak akan lebih cepat diabsorbsi dalam usus. 4. Contoh: Labetalol. 1. dan lebih cepat dieliminasi. Angina pectoris terjadi ketika kebutuhan jantung akan oksigen lebih besar dari pasokan yang tersedia. 5-7 Nebivolol adalah derivat dari propanolol yang mempunyai struktur D. Obat tersebut juga lebih mungkin menembus otak dan menyebabkan efek sentral. β-blocker juga mengurangi produksi humor aqueous dalam mata sehingga digunakan untuk mengurangi tekanan dalam mata yang disebabkan oleh glukoma. generasi ketiga β-blocker adalah obat yang juga memiliki kerja vasodilator melalui blokade pembuluh darah alpha-adrenoreseptor. Generasi kedua β-blocker lebih cardioselective ( relatif selektif untuk β1 adrenoseptor).rendah (misalnya saat tidur) tapi dapat menghambat reseptor β ketika aktivitas adrenergik meningkat (misalnya selama latihan). Menghambat reseptor α menambah efek terhadap dilatasi pembuluh darah. gagal jantung.4 Beta blocker bervariasi dalam hal kelarutan dalam lemak. Akhirnya.1. takiaritmia. hipertensi. Menghambat reseptor β dan α -1.

9. Absorbsi nebivolol tidak dipengaruhi oleh umur.8 Dalam distribusinya.sifatnya sebagai selective β1-blocking dan mild vasodilator. Kadar stabil nebivolol dalam plasma tercapai dalam waktu 19-32 jam (+24 jam). Sedangkan L-isomer berperan menstimulasi β3-receptor yang akan mengaktifkan eNOS sehingga terjadi pelepasan nitric oxide. menghambat reseptor α1-adrenoceptors. Penghambatan pada reseptor β1 menyebabkan penurunan denyut jantung. 98% nebivolol terikatan oleh protein.10 Nebivolol berperan dalam kardioproteksi dengan meningkatkan stabilitas dari plak sehingga mengurangi resiko terjadinya coronary artery disease. dan menurunkan resistensi perifer.8 - Farmakodinamik Nebivolol merupakan golongan β-blocker yang secara umum mempunyai efek kronotropik negatif. berat badan dan makanan. Nebivolol juga menghambat pembentukan neointima yang baru sehingga mencegah terjadinya aterosklerosis.5 - Farmakokinetik Nebivolol diabsorbsi dengan baik melalui pemberian secara oral (bioavailability 96%) dengan kosentrasi puncak dalam plasma tercapai setelah 0. Nebivolol dieksresikan melalui urin sebesar 3860% (lebih kecil dibanding obat lain) dan sisanya diekskresikan melalui feses.6.6 Nebivolol dimetabolisme di hati dan mengalami first pass effect via cytochrome (CYP)2D6 enzymatic pathway. Suatu penelitian menyatakan bahwa nebivolol efektif meningkatkan toleransi dan menurunkan onset terjadinya angina saat melakukan .7 Nitric oxide yang tersebar pada sel otot polos pembuluh darah mengaktifkan guanylil cyclase.8. sehingga pemakaiannya bisa digunakan sekali dalam sehari (once daily dosing). menekan aktivitas renin. Lepasnya ion kalsium ini akan menimbulkan relaksasi pada elemen kontraktil dan dilatasi pembuluh darah. menghambat jalur simpatis pada pusat vasomotor. jenis kelamin. Sedangkan L-isomer berperan menstimulasi β3-receptor yang akan mengaktifkan eNOS. Guanylil cyclase yang sudah aktif kemudian mengubah guanosine triphosphate (GTP) menjadi cyclic guanosine monophosphate (cGMP). cGMP selanjutnya menyebabkan pelepasan ion kalsium pada sitoplasma ke reticulum sarkoplasma.5-2 jam. D-isomer mempunyai hubungan dengan sifatnya sebagai selective β1-blocking dan mild vasodilator.

7 Blokade pada reseptor β1-adrenergic mengakibatkan penurunan heart rate sehingga menurunkan konsumsi oksigen miokardium dan meningkatkan durasi diastole sehingga aliran darah ke pembuluh koroner bisa maksimal. meningkatkan fungsi ventrikel dan vasodilatasi perifer. kelelahan (2-5%).8 Kontraindikasi Pasien dengan syok kardiogenik. diare atau konstipasi pada pasien tertentu [individual]) bradikardia (<1%) (akibat semua beta-bloker terutama yang tidak memiliki - sifat AIS) bronchospasme pada pasien yang rentan dan obat harus digunakan secara hatihati pada pasien ini (pada Nebivolon sedikit atau tidak menimbulkan efek pada resertor β2 pada dosis <10mg). 7.7 Interaksi Obat Obat dengan obat: Perubahan konsentrasi plasma nebivolol meningkat ketika dikombinasi dengan fluoxetine atau cimetidine. Pemberian bersama-sama dengan beta-blocker akan menyebabkan efek yang berbahaya karena bekerja sinergistik. 12 Obat dengan herbal atau bahan lain: Penderita yang banyak merokok pemakaian β-blocker akan memerlukan dosis yang iebih besar sebab tembakau bekerja antagonistik dengan β-blocker. Bila blokade pada reseptor β1-dan β2-adrenergic oleh nonselektif agen maka menstimulasi α1adrenergic receptors yang bisa menyebabkan vasokonstriksi. Sedangkan nebivolol merupakan β1-selective agen sehingga tidak menimbulkan efek vasokonstriksi. severe bradycardia. Nebivolol juga mempunyai efek menghambat enzim yang menghasilkan superoksida (O2-). AV nodal block greater than first degree. Pemberian procainamide sebagai anti-arrhythmia dapat menimbulkan penurunan tekanan darah yang sangat cepat terutama bila diberikan secara intravena. Pada heart failure nebivolol juga berperan dalam menurunkan stroke volume. mual (1-3%) (semua beta-bloker dapat menyebabkan iritasi - lambung. Penggunaan nebivolol yang dikombinasikan dengan nicardipine menyebabkan peningkatan konsentrasi plasma pada kedua obat.aktivitas. decompesated heart failure dan severe hepatic disease. . insomnia (1%) diare (2-3%).11 Efek Samping - Sakit kepala (6-9%). pusing (2-4%).8 Kombinasi obat antihipertensi diuretik dan vasodilator menunjukkan aktifitas anti hipertensi yang lebih baik.12 Obat dengan makanan : absorbsi nebivolol tidak dipengaruhi makanan.

dapat ditingkatkan tiap 2 minggu. dapat ditingkatkan tiap 2 minggu.5 mg/hari. tidak > 10 mg/hari . Dosis anak-anak : untuk usia < 18 tahun keamanan dan efikasi tidak ditetapkan. Penyesuaian dosis pada gangguan ginjal dan hepar: dosis awal yang direkomendasikan adalah 2. Heart Failure : <70 tahun : tidak ditetapkan. dapat ditingkatkan 2. 5 mg.Sediaan dan Dosis Sediaan : Tablet ( 2.25 mg/hari PO.5 mg/hari tiap 1 atau 2 minggu. >70 tahun : 1. kemudian ditingkatkan dengan hati-hati.5 mg. 10 mg) Dosis dewasa : 5 mg/hari PO. tidak >40 mg/hari. Dosis geriatri : Hipertensi : 5 mg/hari PO. tidak > 40 mg/hari.

The Somewhat-Different β-Adrenergic Receptor Blocker.70(1):41-56 Broeders MAW. et al. National High Blood Pressure Education Program. 10/21/2013. Marks (Medical and Pharmacy Editor).PhD.com/beta_blockers/article. Journal of the 8. Ed. Vikrant S.03:5233 Weiss R. Ivan Stockley. Androscoggin Cardiology Associates. Gori T. Jakarta: 4. American Heart Association Journals. Pressure (JNC VII). Nebivolol: A Third-Generation β-Blocker That Augments Vascular Nitric Oxide Release. 2008: 531-2.MPS. First Published in the Phannaceutical Journal. Bugatti S. 2003. Bettari L. Departement of Health and Human Services. British Hypertension Society. Aram VC. Clin Drug Invest 2007.2(3):303-3 Munzel T. Indian Academy of Clinical Medicine. 2006. Ke-5. Drug Interactions and their mechanisms. Pharm.2(3):140-161 12. B.S. G:\Website\Drug Classes\Drug Classes Final 2. 7. Estuningtyas. Scholze J. Obat Otonom. Medically Reviewed by a Doctor on 3. Bekkers BCAM. Food and Drug Administration (FDA).54(16):1491-1499 Kamp O. Nebivolol: a novel beta-blocker with nitric oxide-induced vasodilatation. and Treatment of High Blood 6. Sulistia Gan. Bronsaer R. Heemskerk JWM. Copy Dec 2008\Beta-adrenoceptor Antagonists. Dalam: Farmakologi dan Terapi. Cas AD. Gorsel EV. Detection. American College of Cardiology.doc Omudhome Ogbru (Pharmacy Author). 5. 9. Jay W. Penerbit Erlangga. Tiwari SC. 27 (12): 841-849 11. Blood Pressure-Lowering Effect of Nebivolol. Drug Classes: Beta-Adrenoceptor Antagonists (BetaBlockers). Diunduh dari http://www. Schmidt A. The Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention. Petrini N. Michael J. 2000.medicinenet. Brixius K. Beta Blockers. Medical Pharmacology at a Glance Edisi V. . 2006. 1974. Ari. dkk. Gunawan. Graf C.htm Neal. Evaluation. Drugs. et al.102:677-684 10. 2010. U. Metra M. Essential Hipertention-Pathogenesis and Pathophisiology. 2009. dan Azalea Arif. Doevendans PA. 2001..DAFTAR PUSTAKA 1. Nebivolol: Haemodynamic Effect and Clinical Significance of Combined β-Blockade and Nitric Oxide Release. Drug Classes Final Copy Dec 2008. Jakarta: Departemen Farmakologi FKUI.