You are on page 1of 2

MANAJEMEN PENANGGULANGAN

BENCANA DI IGD RUMAH SAKIT
RSIA “Kumala Siwi”
Kabupaten Jepara

STANDAR
PROSEDUR
OPERASION
AL
Pengertian

No.

Tanggal Terbit
1 Juni 2011

No. Revisi

Halaman
1/2

Ditetapkan
Direktur RSIA Kumala Siwi
dr. Arief Yustiawan

Tujuan

Suatu kegiatan penanganan kegawat daruratan pada pasien
akibat korban bencana yang terjadi yang dilakukan di instalasi
gawat darurat rumah sakit
Memberikan pertolongan pada korban bencana yang datang ke
instalasi gawat darurat rumah sakit, guna mengurangi angka
kematian dan mencegah kecacatan.

Kebijakan

SK direktur tentang penangan bencana di rumah sakit

Prosedur

Pada fase acute medical respon yaitu waktu saat diterima
informasi tentang musibah yang terjadi sampai pertolongan
medik dilaksanakan. Rumah sakit dapat mengirim satgas
medis lapangan guna melakukan: pertologan medis, rapid
health and need assesment.
Langkah selanjutnya sesuai dengan uraian tugas masingmasing bagian adalah sebagai brikut.
1. Kepala Instalasi Gawat Darurat
a. Mengkoordinasi dan mengendalikan pelayanan
penanggulangan penderita gawat darurat
b. Membuat laporan dan evaluasi tentang pelaksanaan
penanggulangan penderita gawat darurat
c. Melaksanakan koordinasi dan pengendalian medik pada
waktu terjadinya musibah masal atau bencana
d. Melakukan upaya pengembangan pelayanan gawat
darurat
2. Komite penanggulangan Penderita Gawat Darurat
a. Merumuskan kebijakan pederita gawat darurat
b. Menyusun pedoman penanggulangan penderita gawat
darurat
c. Melakukan pengawasan pelaksanaan penanggulangan
penderita gawat darurat
d. Bertindak sebagai konsulen dalam penanganan
peanggulangan penderita gawat darurat

Mengendalikan pelaksanaan pelayanan pra hospital. Petugas Ambulance .3. Melaksanakan penangan penderita gawat darurat b. Mengkoordinasikan pelaksanaan penanganan penanganan penderita gawat darurat di dalam rumah sakit c. Unit Medik ( Dokter dan Paramedik) a. Mobilisasi tenaga dan sarana pelayanan gawat darurat pra hospital apabila diperlukan d. Unit Terkait UGD.