MENGHENTIKAN PERDARAHAN

RSIA “Kumala
Siwi”
Kabupaten Jepara

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

No.

No. Revisi

Tanggal Terbit
1 Juni 210

Halaman
1/4

Ditetapkan
Direktur RSIA Kumala Siwi
dr. Arief Yustiawan

Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Prosedur

Suatu tindakan untuk menghentikan perdarahan baik
pada kasus bedah maupun non bedah.
1. Menghentikan perdarahan
2. Mencegah syok akibat perdarahan
Dilakukan oleh dokter /perawat IGD yang terlatih
1. Persiapan
a. Alat :alat disesuaikan dengan teknik yang akan
dilaksanakan untuk kasus bedah :
- Alat Pelindung Diri (masker, handscoen,scort)
- Balut tekan
- Kain kasa steril
- Sarung tangan
- Tourniquet
- Plester
- Set untuk menjahit luka
- Obat desinfektan
- Sanksteken Blakemore Tube (SB Tube) bila
memungkinkan
- Spuit 20 – 50 cc

MENGHENTIKAN PERDARAHAN
RSIA “Kumala
Siwi”
Kabupaten Jepara

No.

No. Revisi

Halaman
2/4

-Waskom berisi air?NaCl 0,9 ℅dingin
- Jelli pelicin
2. Pasien
Pasien/akeluarga diberikan penjelasan tentang
tujuan
dan tindakan yang akan dilakukan
3. Lingkungan

Perawat I :  Menekan pembuluh darah proximal dari luka yang dekat dengan permukaan kulit dengan menggunakan jari tangan  Mengatur posisi dengan cara meninggikan daerah yang luka d. No. kemudian ikatlah dengan kuat. . Petugas menggunakan masker. Tindakan ini bisa dilakukan secara berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan tanpa mengangkat kain kasa yang ada e. kemudian letakkan benda keras (verban atau kayu balut) diatas luka  Membalut luka dengan menggunakan verban balut tekan f.Tenang 4. Perawat II :  Mengatur posisi pasien  Memakai sarung tangan kecil  Meletakan kain kasa steril diatas luka. Memasang Tourniquet untuk luka dengan perdarahan hebat dan “taumatik amputasi”  Menutup luka ujung tungkai yang putus (amputasi) dengan menggunakan kain kasa steril  Memasang tourniquet lebih kuarang 10 cm sebelah proximal luka. kemudian ditekan dengan ujung-ujung jari  Meletakkan lagi kain kasa steril diatas kain kasa yang pertama. kemudian tekan dengan ujung jari bila MENGHENTIKAN PERDARAHAN RSIA “Kumala Siwi” Kabupaten Jepara No. Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan b. Revisi Halaman 3/4  perdarahan masih berlangsung. Balut tekan :  Meletakan kain kasa steril diatas luka  Memasang verban balut tekan.scort c. Pelaksanaan Tindakan a. handscoen.

OK 3. Hal-hal yang perlu diperhatikan a. perhatikan :  Kondisi pasien dan tanda-tanda vital  Ekspresi wajah  Perkembangan pasien 6. IGD 2.Memasang SB Tube  Menyiapkan peralatan untuk memasang SB Tube  Mengatur posisi pasien  Mendampingi dokter selama pemasangan SB Tube  Mengobservasi tanda vital pasien MENGHENTIKAN PERDARAHAN RSIA “Kumala Siwi” Kabupaten Jepara No. Rawat inap . Tourniquet harus dilonggarkan setiap 15 menit sekali secara periodik g. Revisi Halaman 4/4 5. Pemasangan SB Tube dilanjutkan dengan pengompresan dan irigasi melalui slang Unit Terkait 1. Pemasanga tourniquet merupakan tindakan terakhir jika tindakan lainnya tidak berhasil. Hanya dilakukan pada keadaan amputasi atau sebagai “live saving” b. No. Selama melakukan tindakan.