BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan didapatkan hasil sebagai
berikut:
Tabel 1.1. Pengamatan Respirasi Serangga
Nama Spesies
Volume O2
Kecepatan Respirasi (KR)
Valanga sp
0,56
0,046
Gryllus sp

0,75

0,37

Analisis Data
Valanga sp
Volume O2

KR

=

Panjang jarak tempuh metilen blue x 1 ml
Skala pipa 30 cm

=

16,8 cm x 1 ml
0,56 30
ml cm

=

Volume O2
Berat Hewan x Waktu

=

0,56
0,8
x 15
menit
0,046
ml/gr.menit

=

Gryllus sp
Volume O2

=
=

Panjang jarak tempuh metylen blue x 1 ml
Skala pipa 30 cm
22,7 cm x 1 ml
30
0,75cmml

Universitas Sriwijaya

KR = Volume O2 Berat Hewan x Waktu = 0.75 0.menit Grafik hubungan antara volume oksigen dan laju respirasi Y Gryllus sp 0.37xml/gr.2.37 Valanga sp 0.046 0. Pembahasan Universitas Sriwijaya .56 0.75 X Keterangan : X : Kecepatan Respirasi Y: Volume O2 4.4 5 menit 0.

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa kebutuhan oksigen antara belalang dan jangkrik memiliki kebutuhan oksigen dan kecepatan respirasi yang berbeda.37 ml/gram. jika hewan berukuran kecil maka laju konsumsi oksigen tinggi dan kecepatan respirasi akan tinggi serta faktor aktivitas hewan. Berdasarkan praktikum ini juga dapat diketahui bahwa berat masing-masing hewan sangat mempengaruhi kecepatan respirasi.56 cm/5 menit dengan kecepatan respirasi 0. dan temperatur. Hewan yang memiliki konsumsi oksigen lebih tinggi maka akan memiliki laju respirasi yang lebih tinggi. Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat diketahui beberapa fungsi dari bahan yang digunakan. ukuran badan.menit sedangkan belalang dengan berat 0. Menurut Campbell (2006) bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keceptan respirasi antara lain adalah temperatur. Bahan yang digunakan praktikum diantaranya Universitas Sriwijaya . Jika hewan memiliki ukuran yang lebih besar maka akan membutuhkan lebih banyak laju mengkonsumsi oksigen dan lebih rendah kecepatan respirasinya.8 gram memiliki konsumsi oksigennya hanya 0. Jika temperatur tidak teratur bisa mempengaruhi laju konsumsi oksigen dan laju konsumsi oksigen akan mempengaruhi kecepatan respirasi. Menurut Campbell (2002) bahwa kecepatan respirasi pada berbagai hewan berbeda bergantung pada aktifitas.4 gram memiliki tingkat konsumsi oksigen lebih tinggi yaitu 0. Hal ini berhubungan dengan efisiensi luas permukaan tubuh. Semakin kecil berat tubuh maka laju konsumsi oksigen tinggi dan tingkat efisiensi kecepatan respirasi semakin cepat. Berdasarkan praktikum juga dapat diketahui beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan respirasi dan konsumsi oksigen diantaranya aktivitas. Dari hasil yang didapat. Menurut Goenarso (2006) bahwa penghitungan laju respirasi didasarkan pada jumlah konsumsi oksigen per berat badan per satuan waktu. Hal ini dipengaruhi oleh berat masing-masing hewan tersebut dan masing-masing jenis hewan. diketahui bahwa jangkrik dengan berat 0.menit.75 cm/5 menit serta memiliki kecepatan respirasi 0. semua makhluk hidup jika aktivitasnya banyak pasti membutuhkan banyak oksigen dan banyaknya laju konsumsi oksigen akan mempengaruhi kecepatan respirasi. kesehatan. suhu dan bobot tubuh. begitu juga sebaliknya. Faktor ukuran badan.046 ml/gram.

dan vaselin. Menurut Isnaeni (2006) bahwa cairan tubuh serangga (darah serangga) berupa hemolimpa tidak berfungsi mengangkut udara pernafasan tetapi hanya berfungsi mengedarkan sari-sari makanan dan hormon. Sedangkan vaselin berfungsi agar tidak ada udara dari luar respirometer yang masuk. kemudian menyebar mengikuti trakea dengan cabang-cabangnya. Mekanisme respirasi pada serangga seperti belalang dilakukan dengan cara yaitu ketika otot perut berkontraksi dan berelaksasi. Berdasarkan praktikum dapat diketahui bahwa serangga melakukan respirasi menggunakan alat respirasi berupa trakea. larutan KOH. Menuru Tim penyusun. Menurut Goenarso (2006) bahwa KOH yang telah diteteskan pada kapas dan kain kasa bertujuan untuk mengikat CO2. Larutan metilenblue berfungsi sebagai indikator adanya O2.yaitu larutan metilen blue. Sedangkan darah digunakan untuk mengangkut sari-sari makanan. Trakea bercabang-cabang sampai ke pembuluh halus yang mencapai seluruh bagian tubuh. dari praktikum ini kita dapat mengetahui bahwa pada serangga sistem trakea hanya mengangkut O2 dan CO2 saja. kapas. sehingga pergerakan dari larutan indikator yaitu metilen blue benar-benar hanya disebabkan oleh konsumsi oksigen. Udara masuk melalui stigma. Lubang-lubang pernafasan tersebut dinamakan stigma. Stigma selalu terbuka dan merupakan lubang menuju ke pembuluh trakea. Pada masing-masing ruas tubuh terdapat sepasang stigma. kain kasa. sebaliknya jika otot belalang beralaksasi maka trakea kembali pada volume semula sehingga tekanan udara menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan diluar sebagai akibatnya udara diluar yang kaya oksigen akan masuk ke trakea. (2016) bahwa ketika otot perut belalang berkontraksi maka trakea memipih sehingga udara kaya CO2 akan keluar. sebuah di sebelah kiri dan sebuah lagi disebelah kanan. Menurut Campbell (2002) bahwa pada serangga. KOH berfungsi sebagai pengikat CO2. BAB 5 KESIMPULAN Universitas Sriwijaya . Selain itu juga. Kapas dan kain kasa sebagai bahan untuk meletakan KOH. udara keluar dan masuk tidak melalui mulut melainkan melalui lubang sepanjang kedua sisi tubuhnya.

Harahap.8 gram memiliki kecepatan 2. 2009. 2002.A. Faktor yang mempengaruhi laju respirasi diantaranya aktivitas. Goenarso. Darmadi. I. cepat. respirasi 0. 2006. Medan: Prodi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya .menit. belalang.37 ml/gram. Jakarta: EGC. Terapi Oksigen dalam Asuhan Keperawatan. Jangkrik dengan berat 0. ukuran badan.046 ml/gram. 2004. 5. Semakin kecil berat tubuh maka tingkat efisiensi kecepatan respirasi semakin 4. dan temperatur. sehingga pergerakan dari metilen blue benar-benar hanya disebabkan oleh konsumsi oksigen DAFTAR PUSTAKA Campbell. Fisiologi Hewan. Guyton. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. Jakarta: Universitas Terbuka.Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1.4 gram memiliki kecepatan respirasi 0. Jakarta: Erlangga.menit dan belalang dengan berat 0. Jangkrik memiliki laju respirasi yang lebih tinggi dibandingkan pada 3. Biologi. KOH yang telah diteteskan pada kapas dan kain kasa bertujuan untuk mengikat CO2.

Inderalaya: Biologi MIPA. 2016. R. Jakarta: EGC. Jakarta: Erlangga John E. Yogyakarta: Kanisius. Universitas Lambung Mangkurat. Banjarmasin: Biologi MIPA. Universitas Sriwijaya. W.Isnaeni. Fisiologi Hewan. Fisiologi Kedokteran. Sistem Respirasi. LAMPIRAN Universitas Sriwijaya . Tim Penyusun. 2008. 2006. Modul Penuntun Praktikum Fisiologi Hewan. Modul Penuntun Praktikum Fiswan Respirasi. Hall. 2006. Jeremy. 2009. Primadani.

2016) LAMPIRAN Sebelum 24 Jam Suhu Kulkas Universitas Sriwijaya . Sumber: (Dokumen Pribadi. 2016) Respirasi Valanga sp.Respirasi Gryllus asimilis Sumber: (Dokumen Pribadi.

Perlakuan+BaCl2+PP Perlakuan Setelah Titrasi Kontrol+BaCl2+PP Kontrol Setelah Titrasi Universitas Sriwijaya .