You are on page 1of 49

SINDROMA

DISPEPSIA
Pembimbing : dr.Pungki Mandayanto W,Sp.PD

IBNU HISYAM T
1

SINDROMA DISPEPSIA
• Bukan istilah dari suatu nama penyakit
• Tapi istilah untuk suatu sindroma/kumpulan dari
beberapa gejala/keluhan, berupa:






Nyeri di daerah ulu hati (epigastrium)
Rasa panas di epigastrium
Rasa tidak nyaman (discomfort) di epigastrium
Kembung
Mual – muntah
Rasa cepat kenyang/perut rasa cepat penuh/begah
Rasa seperti menyesak dari ulu hati ke atas

Menurut konsensus ROMA II th 2000, adalah:
• “Dyspepsia refers to pain or discomfort
centered in the upper abdomen”

2

EPIDEMIOLOGI
15 – 30% dari populasi umum pernah
mengalami dispepsia
Dijumpai 30% dari pasien dokter praktek
umum
60% dari semua pasien di klinik
gastroenterologi
Di Negara barat: prevalensi 7 – 41%
• (yang berobat hanya 10-20%)
Di Indonesia : data secara nasional (-)
3

Etiologi Dispepsia
Keluhan2 dispepsia timbul sbg akibat
kondisi2
sbb:
1.
Akibat penyakit/gangguan
dalam lumen saluran cerna
atas, seperti penyakit:





Tukak gaster (ulkus lambung)
Ulkus duodenum
Inflamasi : gastritis/duodenitis
Tumor gaster
Gastropati karena :

NSAID/OAINS
ASA
4

spt: hepatitis. Penyakit sistemik. Penyakit2 hati. CHF 4. Ggn fungsional  Non Organik (dispepsia fungsional) = dispepsia non ulkus .2.30% dari kasus dispepsia . hamil. GGK. dan bilier. spt :  DM. pankreas. pankreatitis.tanpa kelainan/ggn organik/struktural 5 . kolesistitis dll 3. PJK.

KLASIFIKASI DISPEPSIA ORGANIK DISPEPSIA NON ORGANIK (DISPEPSIA FUNGSIONAL) 6 .

Pankreatitis kronik 5.Batu kandung empedu 4.Tipe dispepsia seperti ulkus 2.Tukak peptik.Post-prandial distress sindrome 2.ulkuk duodenum 2.Tipe dispepsia dismotilitas 3.Gastritis 3.Gangguan metabolik • DISPEPSIA FUNGSIONAL 1.Dispepsia non spesifik • DISPEPSIA FUNGSIONAL MENURUT ROME III 2006 1.Epigastrik pain syndrome 7 .• DISPEPSIA ORGANIK : 1.

• Dispepsia fungsional menurut ROME III 2016 di bagi : 1.Post-prandial distress syndrom .hilang timbul.Epigastrik pain syndrom :dmn pasien mengeluh nyeri dan rasa terbakar. 2. dmn pasien merasa penuh setelah mkan dalam porsi yang biasa/rasa cepat kenyng shg tidak bisa menghabiskan porsi mknan.bgian perut lainnya/daerh dada.berpusat di epigastrium. 8 .

Faktor hipersekresi asam lambung mukosa hipersensitif thd asam Faktor infeksi Helicobacter pylori Dismotilitas  hipomotilitas antrum & ggn koord antroduodenal  perlambatan pengosongan lambung Hormonal Faktor dietik Psikologis (stress kehidupan) berhub. dengan penurunan kontraktilitas lambung 9 .hipotesis adanya gangguan psikologik dan psikiatrik.Patofisiologi  Berbagai hipotesis mekanisme telah di anjurkan • • • • • • • untuk menerrangkan patogenesis terjadinya dispepsia fungsional ini.proses patologik yang paling bnyak adalah : hipotesis asam lambung dan inflamasi.hipotesis hipersensivitas viseral.gangguan motorik .

rasa penuh.Gejala Klinis • gambaran klinis dispepsia fungsional terbagi atas: 1. Tipe spt dismotilitas  keluhan dominan kembung. muntah. cepat kenyang. Tipe non pesifik  tak ada keluhan dominan 10 . 2. Tipe spt ulkus  keluhan dominan nyeri epigastrium disertai nyeri malam hari 1. mual.

Keluhan saluran cerna : • • • • • • • • • • • • Disfagia Nyeri dada Nyeri /rasa panas epigastrium Kembung Sindroma dispepsia Nausea/mual Vomitus/muntah Cepat kenyang Colic.mules Diare Melena Hematokezia konstipasi 11 .

Pendekatan Diagnostik pada Dispepsia • Anamnesis : • gambaran. karakteristik dan lokasi keluhan • Pemeriksaan fisik abdomen: • Nyeri tekan/lepas pada epigastrik 12 .

muntah2 hebat.• Endoskopi (esofagoduodenoskopi). keluhan berulang.melena. dugaan obstruksi. pylori 13 . • Endoskopi dpt mengidentifikasi kelainan organik pada lumen sal. diindikasikan bila: • Dispepsia + Alarm symptoms : • Petunjuk awal akan kemungkinan adanya kelainan organik: BB. umur > 45 th. hematemesis.cerna. anemia. biopsi dan pengambilan spesimen untuk biakan kuman H.

• USG : batu empedu. kolesistitis. sirosis hati. hepatoma dsb • Radiologi (Barium meal) : • Dapat mengidentifikasi kelainan mukosa 14 .

tidak berlebihan. jgn makan dulu • Makan teratur. 15 .TATALAKSANA DISPEPSIA NON MEDIKAMENTOSA • Hindari makanan/minum sbg pencetus. porsi kecil tapi sering • Hindari stress. makanan merangsang spt: • • • • • • Pedas Asam tinggi lemak mengandung gas Kopi alkohol dll • Bila muntah hebat.

BB. hematemesis. radiologi.DISPEPSIA Alarm symptoms (anemia. USG dll) Penyebab organik teridentifikasi Terapi definitif Penyebab organik tidak teridentifikasi Dispepsia fungsional 16 Alur tatalaksana ringkas diagnosis kasus dispepsia . melena dsb) Terapi empirik Terapi gagal + Eksplorasi diagnostik : (endoskopik.

Terapi Medikamentosa • ANTASIDA • • • • H2 RESEPTOR ANTAGONIS PPI SITOPROTEKTIF (SUKRALFAT) MISOPROSTOL 17 .

Dengan mekanisme tersebut pul dapat mengurangi nyeri tukak peptik. Kalsium Karbonat. Magnesium trisilikat. 18 . Dibagi menjadi 2 golongan: .Terapi Medikamentosa 1. Bersifat basah lemah.-Non sistemik: Tidak diserap usus - Obat: Aluminium dan Magnesium Hidroksida. Mula kerja anatasida sangat dipengaruhi oleh kelarutan kecepatan netralisasi asam.Obat: natrium bikarbonat . menaikkan PH tidak lebih dari 4. dan mengahambat aktivitas enzim pepsin. Sedangkan masa kerjanya dipengaruhi oleh makanan.Sistemik : Diserap Usus . ANTASIDA Menetralkan asam lambung dengan cara mengurangi volume HCl lambung yang dikeluarkan.

dan menimbulkan sendawa → Dilatasi lambung →perforasi. Penggunaan kronik natrium Bikarbonat memudahkan nefrolitiasis fosfat. Dapat menyebabkan karbon dioksida. Pada penyakit kelainan ginjal dapat terjadi Alkalosis Metabolik dan obat ini dapat menyebabkan retensi natrium dan edema. Efek samping dapat terjadi Milk Alkali Sindrome. Sudah jarang di gunakan sebagai antasid. Diabsorbsi di usus halus sehingga menyebabkan urin bersifat alkalis.obat ini di gunkan untuk mengatasi Asidosis Metabolik. Dosis 1-4 g/hari 3x1 19 . Natrium Bikarbonat Natrium Bikarbonat cepat menetralkan Hcl lambung karena daya larutnya tinggi.1. Tersedian dalam bentuk tablet 500-1000 mg.

Sering terjadi terutama pada pasien usia lanjut. Aluminium Hidroksida Daya menetralkan asam lambungnya lambat. Bentuk lain tablet mengandung 50% al.muntah. dan absorben.hidroksida dengan dosis tunggal 0. dan sindrom deplesi fosfat dapat terjadi. Tersedia dalam bentuk gel 3.6gram. Ion Aluminium dapat bereakssi dengan protein sehingga bersifat astringen. Efek samping utama adalah konstipasi. Tidak dipengaruhi oleh makanan dan tidak diserap usus. tetapi masa kerja panjang.2. Bersifat demulsen. Diatasi dengan garam magnesium.hidroksida dengan dosis 8ml. Mengurangi absorbsi vitamin dan tetrasiklin. 20 . Mual.6-4% Al.

kalsifikasi di ginjal. Tidak diabsorbsi usus dan diekskresi melalui ginjal.cerna. Efek serius lain yang dapat terjadi adalah hiperkalsemia. serta daya menetralkan asam lambung cukup tinggi. 21 .3.mual. Kalsium Karbonat Merupakan antasida yang efektif. Terutama pada pasien usia lanjut dan pasien gagal ginjal. Efek samping tersering konstipasi. fenomena rebound. karena mula kerja cepat dan masa kerja lama. azotemia. muntah. perdarahan sal. disfungsi ginjal. Tersedia dalam bentuk tablet 600 dan 1000 mg dengan dosis yang dianjurkan 1-2 gram.

Untuk menetralkan 30% HCL 0.1N dibutuhkan waktu 60 menit. Magnesium Trisilikat Bekerja dengan cara menginaktivasi pepsin.4. 22 . Efek samping tersering Diare..trisilikat. Muka kerja lambat.1N dibutuhkan waktu 15 menit. Diabsorbsi sebagian kecil melalui usus dan diekskresi melalui urin. besi. Memiliki sifat absorben yang baik. dan protein dalam makanan. Tersedia dalam bentuk tablet 500mg dengan dosis yang dianjurkan 1-4 gram.sedangkan 60% HCL 0. Sediaan lain dalam bentuk bubuk mengandun 20-45% Mag. Terutama pada penggunaan jangka panjang.

Absorbsi simetidin terjadi pada menit ke 60-90 dan dihambat makanan. Farmakokinetik: Bioavalabilitas Simetidin oral 70%. Merupakan penghambat sekresi asam lambung dengan cara menghambat H2 reseptor.AH2 Antagonis Reseptor Nama Obat: Ranitidin. Simetidin dan ranitidin juga menganggu volume dan kadar pepsin di lambung. 23 . Nizatidin. Masa paruh eliminasi 2 jam. Simetidin masuk ke dalam cairan SSP 10-20% dari kadar serum. Bioavalabilitas ranitidin oral 50% dan meningkat pada pasien peny. Kadar puncak plasma tercapai dalam 1-3 jam.7-3jam. dan memanjang pada orang tua maupun gagal ginjal. Diekskresi dalam bentuk utuh di ginjal. Terikat protein plasma 20%. Simetidin. Simetidin/Ranitidin Farmakodinamik: Bekerja dengan cara menghambat reseptor H2 secara reversibel dan selektif. Famotidin. Masa paruh sekitar 1. Hati. Tidak dimetabolisme.

--Ranitidin dapat mengambat absorbsi diazepam dan mengurangi kadar plasmanya 25%. Simetidin mengikat reseptor androgen sehingga mengakibatkan disfungsi seksual dan ginekomastia. mialgia. Interaksi Obat: -Antasida dan metoklopramid mengurangi bioavalabilitas oral simetidin 20-30%. kehilangan libido dan impoten. mual.Efek Samping: Nyeri kepala. ruam kulit. malaise. 24 . diare. -Mengurangi absorbsi obat ketoconazole sebanyak 50%.

Nyeri kepala. Masa paruh 3-8 jam. Mencapai kadar plasma dalam waktu 2 jam. Tidak memiliki efek antiandrogenik. Dan 20x lebih poten daripada simetidin. Interaksi Obat: Dosis: Tukak lambung/ tukak duodenum 40mg 1x sehari.Oksida.Famotidin Farmakodinamik: Sama seperti simetidin/Ranitidin. Farmakokinetik: Bioavalabilitas famotidin oral 4050%. Dieksresi di ginjal dan 25% dalam bentuk utuh. Untuk dosis pemeliharaan 20mg 1x sehari. Famotidin 3x lebih poten daripada ranitidin. 25 . dankonstipasi. Dimetabolisme di hati dan hasil metabolit utamanya adalah Famotidin S. diare. Pada pasien tukak peptik dosis awal 20mg 1x sehari sebelum tidur. Efek Samping: Biasanya jarang terjadi.

Farmakokinetik: Bioavalabilitas famotidin oral 90% dan tidak dipengaruhi makanan. Dimetabolisme di hati dan ekskresi di ginjal. Dan tidak memiliki efek antiandrogenik. Untuk pencegahan dosis 150mg 1x sehari pada saat tidur sangat efektif.5 jam-10 jam. Klirens menurun pada pasien uremia dan usia lanjut.Nizatidin Farmakodinamik: Potensi dan cara kerja kurang lebih sama dengan ranitidin. Masa paruh 1. Gangguan saluran cerna. 26 . Efek Samping: Biasanya jarang terjadi. Interaksi Obat: Menurunkan absorbsi ketoconazole 50%. Dosis: Tukak lambung/ tukak duodenum aktif 300mg 1x sehari pada saat tidur atau 150mg 2x sehari. Tukak sembuh pada pengobatan selama 8 minggu. Kadar puncak dalam darah tercapai setelah pemberian oral 1 jam.

Obat ini berkerja dan aktivasi membutuhkan suasana yang asam. Farmakodinamik: Bekerja dengan cara berikatan dengan gugul sulfihidril enzim H+. diekskresi di ginjal. Masa kerja 24-46 jam. Sekitar 50-80%. Farmakokinetik: Bioavalabilitas tergantung dari adanya makanan atau tidak. sehingga produksi asam lambung akan terhenti sekitar 8095%. Dimetabolisme di hati oleh sitokrom p-450. dan ATPase (dikenal sebagai pompa proton) yang berada di sel parietal lambung. Merupakan penghambat sekresi asam lambung lebih kuat daripada H2 antagonis reseptor. Efek ini bersifat irreversibel. Pantoprazol. K+. 27 . Menyebabkan penghambatan enzim. Esomeprazol. dan akan kembali normal dalam waktu 3 hari setelah pemberian obat. Rabeprazol.Proton Pump Inhibitor (PPI) Nama Obat: Omeprazol. Kelima obat tersebut hanya berbeda di substitusi cincin piridin/ benzimidazol. dan bentuk sediaan. Lansoprazol.

Rabeprazol).Efek Samping: terutama mual. 28 .Rabeprazol :tabl 10mg . Interaksi Obat: -Menurunkan metabolisme obat warfarin.Esomeprazol : tabl 20 dan 40 mg.Lansoprazol : caps 15 dan 30mg . dan siklosporin (Omeprazol. . nyeri perut. dan diare. diazepam (esomeprazol.Pantoprazol :tabl 20 dan 40mg Diberikan 1x 1 hari pengobatan selama 8 mggu.Omeprazol : caps 10 dan 20mg . vial 40mg/10ml. Omeprazol). Sediaan: . flatulence. konstipasi.

mempunyai efek menghambat sekresi HCL dan sitoprotektif terhadap tukak peptik yang dikarenakan obat NSAID. Dosis dan Sediaan: oral. diare. Diindikasikan untuk profilaksis tukak lambung pada pasien resiko tinggi perdarahan saluran cerna yang menggunakan obat NSAID terutama pasien geriatri. Perdarahan dan keguguran pada trimester I. Memiliki efek yang sama dengan simetidin/ranitidin.MISOPROSTOL Suatu analog prostalglandin E1. sakit kepala. dewasa 200mg 4x sehari atau 400mg 2x sehari. Efek Samping: Mual. 29 . Sukralfat lebih sering dipakai pada tukak lambung yang tidak disebabkan oleh NSAID karena efek samping lebih ringan.pusing. Sebaiknya tidak diberikan pada ibu hamil karena meny.

Karena sukralfat mengandung aluminium. dewasa 1g. Karena suasana asam diperlukan untuk mengaktifkan obat ini. Pada stress ulcer 1g 6x sehari. Efek Samping: Tersering konstipasi. Sukralfat hampir tidak diabsorbsi secara sistemik.SUKRALFAT Bersifat sitoprotektif terhaadp mukosa lambung. 4x sehari untuk tukak duodenum/tukak lambung. warfarin. Dosis dan Sediaan: oral. Membentuk polimer dalam suasana asam dan terikat pada jaringan nekrotik pada tukak secara selektif. Juga menurunkan bioavalabilitas ciprofloxacin dan norfloxacin. Interaksi Obat: Mengurangi absorbsi tetrasiklin. penggunaanya pada pasien gagal ginjal harus hati-hati. 30 . dan digoksin.Hidroksida dan antasida lainnya menurunkan bioavalabilitas. Data pada pasien hamil belum ada. maka pemberian bersama Al. fenitoin.

Obat anti muntah 31 .

• Granisetron. CYP2D6. Tropisetron. Metabolit inaktif: konjugat glukuronid. • Mula kerja obat 30 menit. 32 . diikuti oleh konjugasi glukuronid atau sulfat. Bioavailabilitas oral: 56-71%Waktu untuk mencapai kadar puncak: oral2 jam. Metabolisme: secara ekstensif di hati melalui hidroksilasi. Ikatan protein plasma70-76%. merupakan substrat CYP1A2. 5-10% sebagai bentuk tak berubah).Ekskresi di urin (44-60% sebagai metabolit. dan CYP3A4. Bentuk sediaan intravena dan intramuskuler: rata-rata sekitar 4 jam . feses (25%). konjugat sulfat. Dolasetron. Antagonis reseptor 5HT3 Ondansetron. Waktu paruh eliminasi: anak <15 tahun 2-7 jam. Waktu paruh eliminasi meningkat sejalan dengan menurunnya fungsi hati. baik perifer pada ujung nervus vagus maupun sentral di chemoreceptor trigger zone. • Secara selektif memblok serotonin. dewasa:3-6 jam.1.

• EFEK SAMPING Persentase adalah pada orang dewasa. Efek pada respiratori: hipoksia (9%). retensi urin (5%). diare (2-7%). Efek pada gastrointestinal: konstipasi (6-11%). Efek pada genitouri: gangguan ginekologik (7%).• KONTRA INDIKASI Hipersensitif terhadap ondansetron.) rasa sakit. demam (2-8%).Efek pada kulit: gatal (2-5%). Hal ini menyebabkan efek emetik meningkat . pusing (4-7%). cemas (6%). rasa terbakar). antagonis 5-HT3 lainnya. rash (1%). kemerahan. Efek pada neuromuskuler dan skeletal: paresthesia (2%). hipotensi (5%). 33 . • INTERAKSI OBAT Ondansetron mengurangi efek analgesik tramadol sehingga dosis tramadol perlu ditingkatkan menjadi minimum 2 kali dosis awal. sensasi dingin (2%). Efek lokal: reaksi di tempat injeksi (4%. Efek pada hepar: kenaikan ALT/AST (1-5%). mengantuk (8%). lemah/lelah (9-13%).3 Efek pada kardiovaskuler: nyeri dada tak spesifik (2%). Efek pada sistem saraf pusat: sakit kepala (9-27%).

8mg/4mL. • 3). b)>40kg: 4mg sebagai dosis tunggal. 8mg. 8mg.45mg/kg/hari sebagai dosis tunggal. Ampul 4mg/2mL. ATAU 0. Dosis untuk mual muntah lainnya dapat diberikan dengan dosis 24mg/hari dibagi menjadi 3 dosis.3 Dosis harus diberikan segera sebelum atau setelah induksi anestesi atau diberikan segera setelah operasi bila pasien mengalami mual dan/atau muntah setelah operasi.15mg/kg/dosis diberikan 30 menit sebelum kemoterapi.1. 34 . 8mg.3. • BENTUK SEDIAAN Tablet 4mg.• PENGARUH KEHAMILAN Faktor risiko B • PENGARUH MENYUSUI Ekskresi dalam ASI tidak diketahui. mencegah mual dan muntah post operasi: 1 bulan-12 tahun: a)≤40 kg: 0.3\ Risiko pada bayi masih ada. • DOSIS PEMBERIAN OBAT • 1)mencegah mual dan muntah yang diinduksi kemoterapi: 6 bulan-18 tahun: dosis awal 0. Tablet salut selaput 4mg.1mg/kg sebagai dosis tunggal. Kaplet salut selaput 4mg. Gunakan dengan hatihati. • 2). diulangi 4 dan 8 jam setelah dosis pertama1.

.Domperidon merangsang motilitas saluran cerna bagian atas tanpa mempengaruhi sekresi gastrik.Antagonis Dopamin : • DOMPERIDON DAN METOKLOPORAMID • Domperidon merupakan antagonis dopamin.. yang memblok reseptor D1 dan D2.Dopamin memfasilitasi aktivitas otot halus gastrointestinal dengan menghambat dopamin pada reseptor D1 dan menghambat pelepasan asetilkolin netral dengan memblok reseptor D2. Peristaltik lambung meningkat sehingga dapat mempercepat pengosongan lambung 35 . empedu dan pankreas.

Rendahnya bioavailabitas sistemik ini disebabkan oleh metabolisme lintas pertama di hati dan metabolisme pada dinding usus.5) : waktu paruh eliminasi : 7-9 jam.• FARMAKOLOGI Absorpsi: Per oral : Bioavailabilitas 13-17%. sekitar 10% sebagai bentuk yang tidak berubah 36 . Sekitar 30% dari dosis oral diekskresi lewat urine dalam waktu 24 jam. Metabolisme : terutama di hati (metabolisme lintas pertama) Eliminasi (1. Waktu untuk mencapai konsentrasi puncak lebih lama jika obat diminum sesudah makan. Hampir seluruhnya diekskresi sebagai metabolit.Sisanya diekskresi dalam feses dalam beberapa hari.. Konsentrasi puncak dicapai dalam waktu 30-110 menit.

• INTERAKSI OBAT Analgesik opioid dan antimuskarinik memberikan efek antagonis terhadap efek prokinetik dari Domperidon..Absorpsi oral Domperidon menurun jika sebelumnya diberikan Cimetidine 300 mg atau larutan Sodium bikarbonat.. gangguan hati.Domperidon merupakan antagonis efek hipoprolaktinemia dari Bromkokriptin. • EFEK SAMPING Gangguan gastrointestinal termasuk kram (jarang).Hiperprolaktinemia / terjadi peningkatan konsentrasi prolaktin plasma. dimana peningkatan motilitas gastro-intestinal dapat berbahaya. penggunaan bersama dengan Ketoconazole telah dilaporkan meningkatkan kadar plasma Domperidon 3 kali lipat Erythromycin atau Ritonavir juga meningkatkan konsentrasi Domperidon. 37 . dan kemerahan pada kulit. efek ekstrapiramidal (sangat jarang).• KONTRA INDIKASI Prolaktinoma. sehingga sebaiknya kombinasi ini dihindari. yang menyebabkan galactorrhoea atau gynaecomastia.Hipersensitif terhadap Domperidon.

karena Domperidon berpotensi menimbulkan toksisitas yang serius pada ibu. Meskipun demikian. Domperidon telah digunakan untuk menstimulasi produksi ASI karena kerjanya meningkatkan konsentrasi prolaktin. .disarankan untuk memilih alternatif lain yang lebih aman.Tidak diketahui apakah Domperidon melewati plasenta. Data pada manusia masih terbatas. namun data pada hewan menunjukkan adanya risiko. Sirup 5 mg / 5 ml.. . Suspensi 5 mg / 5 ml.• PENGARUH KEHAMILAN Kategori C. FDA menyarankan sebaiknya dihindari penggunaannya selama kehamilan. • BENTUK SEDIAAN Tablet/Film Coated Tablet 10 mg. tetapi dilaporkan tidak ada efek samping pada bayi. • PENGARUH MENYUSUI Sejumlah kecil Domperidon diekskresikan melalui ASI.Data pada manusia masih terbatas. The American Academy of Pediatric menggolongkan obat ini dapat digunakan pada ibu menyusui. Oral drops 5 mg/ml 38 .

Tablet disimpan pada suhu kamar terkendali dan dihindarkan dari pembekuan.meningkatkan respon jaringan di saluran pencernaan atas terhadap asetilkolin sehingga meningkatkan motilitas dan kecepatan pengosongan lambung tanpa menstimulasi sekresi pankreas. 39 . injeksi bersifat fotosensitif sehingga harus terlindung dari cahaya selama penyimpanan.meningkatkan tonus spingter esofagus bagian bawah • FARMAKOLOGI Vial injeksi disimpan pada suhu kamar terkendali.dan tidak memerlukan perlindungan terhadap cahaya bila digunakan dalam 24 jam. atau lambung. campuran parenteral dengan D5W atau NS stabil selama minimal 24 jam..Metoclopramid • MEKANISME AKSI Memblok reseptor dopamin dan (bila diberikan pada dosis yang lebih tinggi) juga memblok reseptor serotonin di chemoreceptor trigger zone di sistem saraf pusat. bilier. . .

. stimulasi prolaktin..dermatologis:kemerahan. gastrointestinal:mual. • EFEK SAMPING Efek samping yang lebih umum/parah:terjadi pada dosis yang digunakan untuk profilaksis emetik kemoterapi. perforasi atau perdarahan. . efek gastrointestinal:diare (mungkin bersifat doselimiting). gejala ekstrapiramidal (sampai dengan 34% pada dosis tinggi. neuromuskular dan skeletal:kelemahan. endokrin dan metabolik:rasa sakit dan panas pada payudara (breast tenderness). xerostemia.<1%(dari terbatas sampai penting/berbahaya) 40 . mengantuk. >10%:efek pada sistem saraf pusat:kelelahan.0. depresi. kebingungan.2% pada dosis 30-40 mg/hari). obstruksi gastrointestinal. sakit kepala.• KONTRA INDIKASI Hipersensitivitas terhadap metoklopramid atau bahanbahan dalam formulasi. 110%:efek pada sistem saraf pusat:insomnia. pheocromocytoma. sejarah kejang.

Obat-obat antikolinergis melawan kerja metoklopramid. 10 mg/5 ml (60 ml). 10 mg/2. Kaplet 5 mg. 5 mg/5 ml (30 ml. • PENGARUH MENYUSUI Tidak direkomendasikan (AAFP mengkategorikan "dipertimbangkan"). Hindari alkohol karena dapat meningkatkan depresi sistem saraf pusat.Larutan Oral 1 mg/ml (30 ml). Metoklopramid dapat meningkatkan risiko atau gejala ekstrapiramidal bila digunakan bersama-sama dengan obat antipsikosis.5 ml.Bukti yang ada menyatakan aman digunakan selama kehamilan.Larutan Injeksi 5 mg/ml (2 ml). 60 ml).Suppositoria Dewasa 20 mg. . • BENTUK SEDIAAN Drops 1 mg/10 Drops (10 ml).• INTERAKSI OBAT Analgesik opiat dapat meningkatkan depresi sistem sraf pusat.6 mg/ml (10 ml).5 mg/ml (10 ml). • PENGARUH KEHAMILAN Kategori B. Rectal Tube 10 mg/2. 10 mg. 1.5 ml 41 . 2. Tablet 5 mg. 4 mg/ml (10 ml).Suppositoria Anak 10 mg. 50 ml. 2 mg/ml (10 ml). 10 mg.

dan otot bronkial.Pyrathiazine.5 jam. usila : 13. Ikatan dengan protein : 78%. FARMAKOLOGI Onset : efek sedatif maksiimum : 1-3 jam.Bioavailabilitas : Oral : 40-60%. Durasi : 47 jam.Promethazine Antagonis Histamin . Bersifat antagonis kompetitif terhadap efek histamin pada saluran gastrointestinal. panas dan gatal yang disebabkan oleh histamin. eliminasi : 2-8 jam. Penghambatan reseptor H1 juga menekan pembentukan edema. waktu serum puncak 2-4 jam. Metabolisme : sebagian besar di hati dan sedikit di paru dan ginjal. uterus. pembuluh darah besar.Betahistin MEKANISME AKSI H1: berkompetisi dengan histamin bebas untuk mengikat reseptor H1. . Ekskresi : urin (dalam bentuk tidak berubah) 42 .• Dipenhidramin.

..Mata : Penglihatan kabur. susah buang air kecil.Pernapasan : sekret bronki mengental.Genitourinari : Retensi urin. urtikaria. xerostomia.Hematologi : Anemia hemolitika. gangguan koordinasi. .• KONTRA INDIKASI Hipersensitif terhadap AH1 atau komponen lain dari formulasi. muntah. • EFEK SAMPING Kardiovaskuler : Hipotensi. kekeringan mukosa.Sistem saraf pusat : Sedasi. 43 . bingung. mengantuk. angioedema. .Dermatologi : Fotosensitif. asthma akut karena aktivitas antikolinergik antagonis H1 dapat mengentalkan sekresi bronkial pada saluran pernapasan sehingga memperberat serangan asma akut. insomnia. diare. takikardia .pada bayi baru lahir karena potensial menyebabkan kejang atau menstimulasi SSP paradoksikal. sering atau sebaliknya. peningkatan nafsu makan. agranulositosis. . peningkatan berat badan. anoreksia. kemerahan. .Gastrointestinal : Mual. sakit kepala. euforia. . sakit perut. trombositopenia. pusing. kejang paraksikal. palpitasi. kelelahan.

5 mg • Betahistin : Tablet 8-16 mg 3x1 44 .• INTERAKSI MAKANAN Obat ini bisa diberikan tanpa terpengaruh oleh adanya makanan. • DOSIS : • Dipenhidramin : amp 2 ml ( 10 mg/ ml) • Vial : 15 ml (10 mg/ml) • Pyrathiazine : 40 mg • Promethazine: Tablet 12. • PENGARUH MENYUSUI Antagonis H1 tidak direkomendasikan selama menyusui karena dapat menginduksi stimulasi SSP paradoksikal pada bayi atau kejang pada bayi prematur. • PENGARUH KEHAMILAN Klasifikasi kehamilan kategori B.

pada tukak peptik atropin atau skopolamin disis kecil saja dapat mengurangi sekresi HCL. Atropin lebih kuat efeknya ke perifer terhadap jantung usus dan bronkus.Antagonis muskarinik • Farmakodinamik memblok asetilkolin endogen maupun eksogen tetapi jauh lebih kuat menghambat asetilkolin eksogen. • 45 .karena sekresi asam ini di bawah kendali nervus vagus. Efek terhadap saluran cerna menghambat peristaltik usus dan lambung juga disebut anti spasmodik.empedu dan usus karena di pengaruhi faktor hormonal. Skopolamin mempunyai efek depresi sentral lebih besar dari pada atropin.juga dapat menyebabkan penurunan sekresi asam lambung melalui mekanisme nervus vagus.anti muskarinik hampir tidak mengurangi sekresi cairan dinpankreas .

gangguan miksi.colitis. •Efek Samping •Hampir semuanya merupakan efek farmakodinamiknya yaitu: •Mulut kering.difertikulitis.efek smping lain menyebabkan memburuknya retensi urin pada pasien hipertrofi prostat dan memburuknya penglihatan pada pasien glaukoma.pada orang tua menyebabakan sindrom demensia. 46 .meteorismus tetapi tidak membahayakan.ulkus peptikum.irritable bowell syndrome.tukak peptik.•Indikasi saluran cerna •Disentri.

• KONTRA INDIKASI Antimuscarinic kontraindikasi pada angle-closure glaucoma ( glaukoma sudut sempit).Penggunaan obat pada ibu hamil tidak diketahui apakah membahayakan.AAP rates compatible • BENTUK SEDIAAN Injeksi 47 . • PENGARUH KEHAMILAN Faktor risiko : C . pyloric stenosis. pembesaran prostat. • PENGARUH MENYUSUI Obat terdapat pada air susu dalam jumlah sedikit. Atropin dapat menembus plasenta manusia. paralytic ileus. myasthenia gravis ( tetapi dapat digunakan untuk menurunkan efek samping muskarinik dari antikolinesterase). produsen menyarankan penggunaan dengan peringatan (hatihati). produsen menyarankan penggunaan dengan peringatan (hati-hati).

dosis • Atropin :0.25mg/ml injeksi • Buscopan: tablet 10 mg 48 .

49 .serta lebih ke arah hanya menurunkan / menghilangkan simptomp.modalitas pengobatannya pun menjadi luas .Kesimpulan • Diagnosis dispepsia fungsional disasarkan pada keluhan/ simtomp/sindroma dispepsia dimana pmeriksaan penunjang baku dapat di singkirkan causa organik atau biokimiawi. sehingga masuk dalam kelompok dalam penyakit gastrointestinal fungsional ( berdasarkan kriteria ROME III).pilihan pengobatanberdasarkan pengelompokan gejala utama dapat di anjurkan.Mempunyai patofidiologi yang kompleks dan multi faktorial dimana tampaknya berbasiskan gangguan pada motilitas atau hipersensitifitas viseral.berdasarkan komplesitas patogenesisnya.