You are on page 1of 18

LAPORAN PENGAMATAN STRUKTUR JARINGAN PADA

TUMBUHAN

Oleh: Egira Adhani Khairunnisa - XI IPA 6

SMA NEGERI 2 BOGOR
Jl. Keranji Ujung 1 Budi Agung Tlp / Fax (0251) 8318761 Bogor 16165
Website: www.sman2bogor.csh.id Email: smandabogor@yahoo.co.id
Page 1

khususnya kepada Google dan guru-guru PPL yang memberi informasi secara lengkap tentang bahan-bahan yang dibutuhkan saya demi terselesaikannya laporan biologi ini. Bogor. 21 September 2013 Egira Adhani Khairunnisa Page 2 . Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh. Apabila ada kesalahan kata / informasi yang terdapat dalam laporan ini.KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan biologi ini. saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

….4 1.13 BAB 4: Hasil Pembahasan…………….………………………………………………………………...………….……………………………………..2 BAB 1: Pendahuluan………………….…………………………………………………………………..…………………..B: Rumusan Masalah…………………………………………………………………………….5 BAB 3: Metodelogi Penelitian…………………………………………………….....………………………………………………………….………………………………….………………………………………………………….4 1.….DAFTAR ISI Kata Pengantar………………..A: Latar Belakang……….15 BAB 5: Kesimpulan…………………....4 1.18 Daftar Pustaka……………………………………………………………………………………20 Page 3 ...C: Tujuan………………………………………………………………………………………..…..4 BAB 2: Kajian Teori…………………………………………..

dan sklerenkim berdasarkan hasil pengamatan 4. Tapi apakah kita mengetahui bagian-bagian yang ada di dalamnya seperti epidermis. parenkim. sel. Latar Belakang Banyak diantara kita yang sudah paham mengenai tumbuhan secara umum seperti namanya. dll) 2. Mengamati bentuk modifikasi epidermis berupa stomata dan trikoma 3. Tujuan 1. Apa perbedaan antara sel hidup dan sel mati? C. BAB 2 KAJIAN TEORI Page 4 . dan stomata? Untuk itu pengamatan ini dilaksanakan agar kita lebih tahu tentang hal tersebut. dan sklerenkim berdasarkan bentuk dan susunannya. kolenkim. Mengamati bentuk dan struktur berbagai jaringan tumbuhan (epidermis. Sebelumnya. warnanya. parenkim. parenkim. parenkim. Menyebutkan ciri-ciri jaringan epidermis.BAB 1 PENDAHULUAN A. dll. sklerenkim. saya membuat laporan biologi ini dalam rangka menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru biologi saya. serta mencari tahu. Menjelaskan fungsi jaringan epidermis. Ibu Eko. mengamati dan menggali lebih dalam tentang struktur jaringan tumbuhan. kolenkim. B. Rumusan Masalah 1. jenisnya. cara pemeliharaannya. kolenkim. Apa perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan? 2.

rerumputan. paku-pakuan. Jaringan pada tumbuhan berdasarkan kemampuan membelahnya dibagi menjadi dua. yakni:  Jaringan Meristem (Embrional) Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya mengalami pembelahan secara aktif. vakuola berukuran kecil dan kaya akan sitoplasma. Tumbuhan merujuk pada organisme yang termasuk ke dalam Regnum Plantae. Berdasarkan asal pembentukannya. 258. Di dalamnya masuk semua organisme yang sangat biasa dikenal orang seperti pepohonan. Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama.. serta selnya berbentuk kuboid atau prismatis. Tercatat sekitar 350. lumut. tumbuhan tersusun atas berbagai jaringan yang memiliki fungsi khusus dan ciri-cir itertentu. berdinding tipis.000 jenis tumbuhan lumut. Umumnya jaringan ini ditemukan pada ujung batang dan ujung akar yang mengakibatkan tumbuhan bertambah tinggi. contohnya kambium.650 jenis merupakan tumbuhan berbunga dan 18. Berdasarkan letaknya pada tumbuhan. yaitu: Page 5 . Sel-sel meristem primer bagian apikal (daerah yang paling ujung) atau disebut juga meristem apikal. o Meristem Sekunder Jaringan meristem yang berasal dari jaringan meristem primer yang sel-selnya mengalami diferensiasi namun masih memiliki kemampuan membelah. memiliki dinding sel dan plastida. yaitu: o Promeristem Jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam tingkat embrio. terna.Tumbuhan merupakan organisme multiseluler yang dapat memasak sendiri makanannya. Jaringan meristem terdiri atas sel yang memiliki ciri-ciri sel berukuran kecil. o Meristem Primer Jaringan meristem yang ditemukan pada tumbuhan dewasa dan masih membelah diri.000 spesies organisme termasuk di dalamnya. Dari jumlah itu. Dibalik keragamannya. memiliki nukleus yang relatif besar. tidak bergerak secara aktif. serta sejumlah alga hijau. dan menyebabkan tumbuhan bertambah tinggi atau bertambah dalam. tidak termasuk alga hijau. jaringan meristem dibedakan menjadi tiga. Karena letaknya yang berada pada meristem lateral. jaringan meristem dapat dikelompokkan menjadi tiga macam. Jaringan-jaringan yang berbeda dapat bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentuk organ. meristem sekunder menyebabkan tumbuhan mengalami pertumbuhan sekunder yakni bertambah lebarnya lingkar batang. semak. Meristem sekunder umumnya ditemukan pada meristem lateral.

akan dihasilkan tunas apikal yang akan berkembang menjadi cabang samping. Pertumbuhan yang diawali oleh meristem apikal dikenal sebagai pertumbuhan primer dan jaringan yang berasal dari meristem apikal disebut jaringan primer. o Meristem Interkalar Meristem yang terletak di antara jaringan meristem primer dewasa. yaitu bersifat non- tidak tumbuh dan berkembang lagi. Dalam proses pemanjangan meristem apikal. Menurut fungsinya. Hanya dialami oleh tumbuhan monokotil  Jaringan Dewasa Jaringan dewasa adalah jaringan yang sel- selnya umum secara mengalami tidak dapat pembelahan. Jaringan dewasa juga merupakan jaringan yang terspesialisasi. Pertumbuhan sekunder merupakan proses penebalan pada akar dan batang. Hanya dialami oleh tumbuhan dikotil. Meristem ini umumnya terletak di tepi batang sehinggas ering disebut juga sebagai kambium. Jaringan ini dibentuk dari proses diferensiasi sel-sel meristem. jaringan meristem interkalar merupakan bagian meristem apikal yang terpisah dari bagian utam ameristem apikal dan tertinggal ketika meristem tersebut tumbuh. daun. Jaringannya merismatik. Pertumbuhan sel yang dilakukan oleh meristem interkalar menyebabkan munculnya bunga. Sebenarnya. Jaringan yang berasal dari meristem interkalar disebut juga jaringan primer. dan bunga. o Meristem Lateral Meristem yang menghasilkan pertumbuhan sekunder. Meristem apikal selalu menghasilkan pemanjangan akar dan batang pada tumbuhan. baik meristem primer maupun meristem sekunder. yaitu: o Jaringan Epidermis Page 6 . Spesialisasi jaringan tumbuhan merupakan pengkhususan sel-sel tumbuhan untuk mendukung fungsi sel tertentu. jaringan permanen dapat dibedakan menjadi lima.o Meristem Apikal / Terminal Meristem yang selalu terdapat di ujung akar dan batang tumbuhan.

Jaringan epidermis berfungsi sebagai proteksi terhadap proses penguapan. batang.Jaringan yang terletak paling luar pada setiap organ tumbuhan. daun.   Trikomata (bulu-bulu) Berfungsi:  Mengurangi penguapan  Meneruskan rangsangan  Mengurangi gangguan dari manusia dan hewan  Membantu penyebaran biji  Membantu perkecambahan biji  Membantu penyerbukan bunga  Alat “memanjat” Spina Spina merupakan alat tambahan pada epidermis sel tumbuhan dibagian batangtumbuhan. yaitu:  Spina asli: merupakan duri yang dibentuk oleh jaringan dari dalam stele batang. Ciri-ciri jaringan epidermis tumbuhan:  Terdiri atas sel hidup  Berbentuk persegi panjang  Selnya rapat dan tidak memiliki ruang antar sel  Tidak memiliki klorofil kecuali sel-sel penjaga pada stomata  Mampu membentuk derivat jaringan epidermis  Dinding sel jaringan yang berbatasan dengan udara mengalami penebalan. Beberapa jaringan epidermis bermodifikasi sesuai fungsinya masing-masing. namundinding sel jaringan epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lain tetap tipis. yaitu pada akar. Spina aslimisalnya spina pada bunga kertas (Bougainvillea) Page 7 . perubahan suhu. dan hilangnya zat makanan. kerusakan mekanik. Spina terbagi menjadi dua.

berklorofil dan besar. misalnya pada ubi dan rimpang. Spina palsu: merupakan duri yang dibentuk oleh jaringan dibawah epidermis yaitu  padakorteks batang. Parenkim Air Jaringan parenkim yang mampu menyimpan air misalnya pada tumbuhan xerofit. Lentisel Lentisel merupakan modifikasi epidermis yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas  pada batang. Contohnya: kaktus Parenkim Pengangkut Jaringan parenkim yang ada disekitar xylem dan floem untuk mengangkut air dan zat makanan. Velamen berfungsi sebagai alat penyimpan air. Jaringan parenkim tersusun atas sel yang berbentuk balok. Parenkim Penyimpan Udara Jaringan parenkim yang dapat menyimpan udara karena adanya ruang antar sel yang besar. serta bersifat embrional atau merismatis. Parenkim Penutup Luka Page 8 . selnya hidup. ada ruang antar sel. Spina palsu misalnya duri pada batang mawar. Jaringan parenkim memiliki ciri-ciri: vakuola yang banyak. Parenkim Penimbun Jaringan parenkim yang menyimpan cadangan makanan karena vakuolanya yang besar. Kutikula Kutikula merupakan alat tambahan pada epidermis bagian atas daun yang berfungsi untuk mengurangi penguapan dan menyimpan air.       misalnya: tumbuhan hijau berkloroplas. Fungsi Parenkim memperkuat kedudukan jaringan lain dan tempat melekatnya jaringan lain. inti sel dekat dengan dasar sel. Velamen Velamen merupakan lapisan sel mati dibagian dalam jaringan epidermis pada akar gantung tumbuhan anggrek disebut epidermis ganda. yaitu:  Parenkim Asimilasi Jaringan parenkim tempat pembuatan zat-zat pembuatan melalui proses fotosintesis. Kutikula tersusun atas beberapa sel yang lebih  besar daripada sel epidermis. Stomata Stomata merupakan modifikasi epidermis yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas  pada daun. jaringan parenkim dibagi menjadi beberapa jenis parenkim. Berdasarkan fungsinya. o Jaringan Parenkim Jaringan Parenkim merupakan jaringan dasar yang ditemukan pada hampir semua bagian tumbuhan.

Fungsi jaringan penyokong antara lain: menguatkan tegaknya batang dan daun. Fungsinya untuk penguat  tumbuhan muda dan herba. Jaringan ini juga disebut sebagai jaringan penguat karena memiliki dinding sel yang tebal dan kuat. tidak ada ruang antar sel. tidak ada vakuola.Jaringan parenkim yang memiliki kemampuan regenerasi dengan cara menjadi embrional kembali. bentuk dan ukuran berfariasi. terdapat pada semua bagian tumbuhan. Jaringan penyokong terdiri dari jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim. dan terdiri dari sel hidup. Jaringan sklerenkim dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu sebagai berikut:  Serat sklerenkim. xilem serta floem. yaitu: Page 9 . tidak ada ruang antar sel. terutama di dalam kulit kayu. berlignin. dan terdiri dari sel mati. Fungsinya untuk menyokong tumbuhan tua. punya noktah untuk menyuplai makanan. juga karena sel-selnya telah mengalami spesialisasi. korteks. melindungi biji atau embrio. pembuluh tapis dan dalam buah dan biji. Strukturnya: dinding sel tebal. Sklerenkim Terletak pada tanaman tua. o Jaringan Penyokong Jaringan penyokong merupakan jaringan yang berperan untuk menunjang bentuk tumbuhan agar dapat berdiri dengan kokoh. terdapat pada silinder pusat.  Sklereid (sel batu). penebalan disudut-sudut (tidak merata). jaringan pengangkut dibagi menjadi dua kelompok. Berdasarkan fungsinya. memperkuat jaringan parenkim yang menyimpan udara serta melindungi berkas pengangkut. bersifat lentur. protoplasma mati (tidak aktif).  Kolenkim Terletak pada batang tanaman muda dan jarang ada di akar. berdinding sel tebal. Strukturnya: memanjang kearah poros. o Jaringan Pengangkut Jaringan pengangkut merupakan jaringan yang mengangkut air dan unsur hara serta mengedarkan zat makanan hasil fotosintesis dari satu bagian tumbuhan ke bagian lain. tidak ada nukleus.

Ada dua tipe kolateral yaitu:  Kolateral terbuka. Floem berada di bagian luar dari xilem. Ada dua tipe konsentris. apabila antara xilem dan floem terdapat kambium. Ada tiga tipe berkas pengangkut berdasarkan posisi/letak xilem dan floem. Tersusun dari sel-sel yang berbentuk piramid. yaitu:  Konsentris amfikibral. Terdapat  pada monokotil. apabila xilem dan floem terletak berdampingan. Tersusun dari parenkim xylem dan serabut xylem serta trakeid dan komponen  pembuluh.  Kolateral tertutup. Page 10 . dijumpai pada Pteridophyta. apabila antara xilem dan floem tidak dijumpai cambium. Floem (pembuluh tapis) Merupakan jaringan pengangkut yang berfungsi menyalurkan zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Posisi xilem dan floem pada tumbuhan dapat menentukan tipe berkas pengangkutnya. yaitu sebagai berikut. apabila xilem dikelilingi floem atau sebaliknya. Terdapat pada dikotil. Floem dicirikan dengan adanya komponen pembuluh tapis dan sel pengiring. Tipe Konsentris. apabila xilem berada di tengah dan floem mengelilingi.  Tipe Kolateral. Xylem (pembuluh kayu) Merupakan jaringan pengangkut yang berfungsi menyalurkan air dan unsur hara dari akar ke daun.

 Konsentris anfivasal. Sel gabus bentuknya memanjang dengan dinding bergabus. dijumpai  pada Cirdyline sp. dijumpai pada akar dikotil. apabila xilem diapit oleh floem yaitu dengan xilem di tengah seperti bintang. Berfungsi untuk melindungi jaringan lain yang berada di bawahnya dari kekeringan dan gangguan mekanik. Tipe bikolateral. apabila xilem dan floem letaknya bergantian menurut jari-jari lingkaran.  dijumpai pada akar tumbuhan monokotil. Tipe radial. BAB 3 METODELOGI PENELITIAN Page 11 . o Jaringan Gabus Jaringan gabus merupakan jaringan yang tersusun dari sel-sel parenkim gabus. apabila floem berada di tengah dan xilem mengililingi.

Bagian bawah daun Rhoeo discolor disayat setipis mungkin 2. lalu ditutup dengan cover glass 3. Diamati di bawah mikroskop 5.  Mengamati Modifikasi Epidermis (Rambut Sisik dan Rambut Kelenjar) 1. ditutup dengan cover glass 3. Diletakkan di atas ibject glass dan ditetesi air. kemudian ditutup dengan cover glass 4. Diletakkan di atas object glass dan ditetesi air.  Alat dan Bahan:  Alat: ‐ Mikroskop ‐ Object glass ‐ Cover glass ‐ Pipet ‐ Silet  Bahan: ‐ Tangkai daun seledri (Apium graveolens) ‐ Kulit biji / endokarpium kelapa (Coccos nucifera) ‐ Buah pir dan daun tumbuhan sansiviera ‐ Daun durian ‐ Daun Rhoeo discolor ‐ Daun Ficus elastic ‐ Batang eceng gondok / genjer Langkah kerja:  Mengamati Parenkim dan Kolenkim 1. Sayatan melintang dibuat setipis mungkin pada tangkai daun seledri dan batang eceng gondok / genjer 2. Hasil pengamatan digambar pada tabel. Diletakkan di atas object glass dan ditetesi air. ditutup dengan cover glass 3. Hasil pengamatan digambar pada tabel  Mengamati Skelerenkim dan Sklereid 1. Diamati di bawah mikroskop 4. Dibuat irisan melintang (tipis dan transparan) daun durian 2.  Mengamati Stomata Fenofor dan Stomata Kriptofor 1. Diamati di bawah mikroskop 4. Hasil pengamatan digambar pada tabel. Page 12 . Diletakkan di atas object glass dan ditetesi air. Dibuat kerokan pada bagian dalam kulit biji kelapa / tempurung 2. Hasil pengamatan digambar pada tabel. Irisan tipis dibuat dari daging buah pir 3. Diamati di bawah mikroskop 4.

dan . mengalami penebalan pada dinding selnya.BAB 4 HASIL PEMBAHASAN  Mengamati Parenkim dan Kolenkim Kolenkim: Ciri-ciri: merupakan penguat utama organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. dan hemiselulosa. umumnya terletak di bawah epidermis batang. dinding sel mengandung selulosa. dan tangkai bunga. pektin. Fungsi: untuk memperkukuh tubuh tumbuhan Parenkim: Page 13 .

bentuk vakuola besar dan banyak. tahan tekanan. terdapat ruang antar sel. Ciri-ciri: dinding selnya tipis dan jarang mengandung lignin. dinding selnya sangat tebal dan kuat karena mengandung lignin. berbentuk segienam / bulat. bersifat merismatis. sel-sel hidup dapat tumbuh dan membelah. lignin (zat kayu) Fungsi: sebagai penguat jaringan dewasa Page 14 . tempat fotosintesis.  batang. terletak pada akar. terdiri atas sel-sel mati. terdapat diantara jaringan yang lain. transportasi ekstrafasikuler. dan daun Fungsi: menyimpan cadangan makanan. ada yang berbentuk benang panjang dan  ada pula yang kecil tidak beraturan Fungsi: sebagai rangka untuk menyokong tubuh tumbuhan Sklereid   Ciri-ciri: bentuk bulat pendek. tempat menyimpan air  Mengamati Sklerenkim dan Sklereid Sklerenkim  Ciri-ciri: hanya terdapat pada jaringa tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.

membantu penyerbukan. Fungsi: mengurangi penguapan. membantu penyebarab biji. Mengamati Modifikasi Epidermis (Rambut Sisik dan Rambut Kelenjar) Trikoma  Ciri-ciri: terdapat hampir pada semua organ tumbuhan. membantu perkecambahan  Mengamati Stomata Kriptofor Page 15 Fenofor dan . kadang berbentuk pendek yang tampak  berupa penonjolan-penonjolan (seperti bukit-bukit kecil) pada permukaan epidermis. meneruskan rangsangan.

Stomata Fenofor Ciri-ciri: sel-sel penutupnya terletak pada permukaan daun (menonjol) Fungsi: memudahkan pengeluaran air (tanaman hidrofit) Stomata Kriptofor Ciri-ciri: sel-sel penutupnya berada jauh di bawah permukaan daun (tersembunyi) Fungsi: mengurangi penguapan yang berlebihan (tanaman xerofit) BAB 5 KESIMPULAN 1. penebalan utama terjadi pada sudut-sudutnya. Modifikasi epidermis: ‐ Stomata: suatu celah pada jaringan epidermis yang dibatasi oleh dua sel penjaga ‐ Trikomata: modifikasi jaringan epidermis berupa rambut-rambut Page 16 . Jaringan tumbuhan: ‐ Epidermis: jaringan yang menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan ‐ Parenkim: jaringan yang menempati berbagai organ / jaringan lain di dalam tubuh ‐ tanaman Kolenkim: jaringan yang terdiri atas sel-sel hidup yang memiliki selulosa tebal. dan berfungsi untuk menyokong organ ‐ saat tumbuh dan berkembang Sklerenkim: jaringan yang tersusun atas sel-sel yang mengalami penebalan dinding sekunder berupa lignin 2.

Strukturnya memanjang kearah poros. dinding sel tipis. tidak ada ruang antar sel. tidak berklorofil kecuali sel penjaga (guard ‐ cells) dari stomata. Fungsi: ‐ Epidermis: sebagai pelindung terhadap hilangnya air. ada ruang antar sel. Ciri-ciri: ‐ Epidermis: letak sel rapat. tempat keluar masuknya oksigen dan ‐ karbondioksida. ‐ tidak ada vakuola. dan mampu menyimpan air (parenkim air) Kolenkim: mengokohkan batang muda yang belum berkayu Sklerenkim: sebagai rangka untuk menyokong tubuh tumbuhan Page 17 . penebalan disudut-sudut (tidak merata). untuk transportasi ekstrafasikuler (parenkim pengangkut). kerusakan. vakuola yang banyak. dll. tidak ada nukleus. punya noktah untuk menyuplai makanan. adanya penguapan. bersifat lentur. dan untuk transpirasi-respirasi Parenkim: jaringan yang berklorofil untuk fotosintesis (parenkim asimilasi). Fungsinya untuk menyokong tumbuhan tua. tidak ada ruang antar sel. inti sel ‐ dekat dengan dasar sel. dan terdiri dari sel mati.3. dan terdiri dari sel hidup Sklerenkim: Terletak pada tanaman tua. berdinding sel tebal. 4. tempat penyimpanan cadangan ‐ ‐ makanan (parenkim penimbun). tempat masuknya air dan mineral pada akar muda. serta bersifat embrional atau merismatis Kolenkim: Terletak pada batang tanaman muda dan jarang ada di akar. protoplasma mati (tidak aktif). dan tidak dapat ditembus oleh air kecuali epidermis akar muda Parenkim: selnya hidup. berlignin. selnya hidup. ukuran sel besar. Strukturnya dinding sel tebal.

com/2011/10/jaringan-dan-organ-tumbuhan_29.blogspot.com/doc/90822788/Hasil-Laporan-Pengamatan-Jaringan-Tumbuhan http://cutriamilahlike.scribd.html Page 18 .html http://arif-nma.sentra-edukasi.DAFTAR PUSTAKA http://id.com/2011/06/jaringan-pada-tumbuhan-bagian-2.com/2011/11/25/catatan-kecilku-di-laboratorium-biologi/ http://www.