You are on page 1of 29

Laporan Kasus

Nyeri Dada yang Semakin Memberat
Sejak 1 minggu SMRS

Diajukan Oleh :
Dewi Ayu Wulandari, S.Ked

Pembimbing :
dr. Juspeni Kartika, Sp.PD

SMF PENYAKIT DALAM
RS. PERTAMINA BINTANG AMIN
BANDRA LAMPUNG
2015

LAPORAN KASUS

I. IDENTIFIKASI PASIEN
Nama lengkap

: Ny.K

Jenis kelamin

: Perempuan

Tempat Tanggal Lahir

: 7 April 1955

Umur

: 60 tahun

Status perkawinan

: Menikah

Agama

: Islam

Pekerjaan

: IRT

Pendidikan

: SD

Alamat

: Jl. Jaya Taruna Srikaton No.7 Merak Batin. Natar.

MR

: 056182

Os . mudah lelah dan dada terasa sesak. jantung berdebar.05 WIB Keluhan utama : Nyeri dada yang dirasakan semakin memberat sejak 1 minggu SMRS Keluhan tambahan : Sesak. dada terasa sesak. Batuk-batuk disangkal. os mengatakan hanya bibir saja tanpa adanya rasa kaki dan tangan yang lumpuh. os juga mengeluh sakit kepala bagian belakang. Seminggu kemudian os mengatakan bibir kembali normal. Kemudian os memeriksakan diri kedokter spesialis saraf dan os mengakatakan bahwa dokter memberikan salah satunya obat yang berwarna putih berbentuk kecil. nyeri ulu hati dan mudah lelah III. dikamarnya os memakai AC namun os tetap berkeringat. RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT 1 tahun terahir ini os mengatakan bahwa tensi selalu tinggi mencapai 200-220. Selain itu os juga mengeluh sering berkeringat dingin pada malam hari. Os juga mengeluh nyeri ulu hati dan nafsu makan berkurang sehingga berat badan os turun sebanyak 5 kg. sesak dirasakan saat aktivitas ringan seperti jalan ke kamar mandi saja os tidak kuat karena sesak yang dirasakan semakin memberat. dan mudah lelah. Os juga mengaku pernah mengalami bibir miring ke sebelah kiri secara tiba-tiba.II. ANAMNESIS Diambil dari : Autoanamnesa dan Alloanamnesa MRS : 30 November 2015 Jam : 15. BAB dan BAK normal seperti biasa. 1 minggu SMRS os mengeluh nyeri dada seperti ditusuk-tusuk yang dirasakan semakin memberat. Os juga mengatakan bahwa os nyaman tidur menggunakan 2 bantal. os juga mengeluh jantung bersdebar-debar. sesak hilang jika os istirahat.

riwayat sakit kencing manis disangkal. V. riwayat asam urat os mengatakan sudah lama. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA Hubungan Kakek Nenek Ayah Ibu Saudara Anak-anak Diagnosa Hipertensi - Keadaan Penyebab Kesehatan Meninggal Hidup - - . IV. ada riwayat magh.mengeluh mual tapi tidak muntah. Riwayat darah tinggi sejak 2 tahun. RIWAYAT KEBIASAAN Tidak ada. RIWAYAT PENYAKIT DULU - Cacar Cacar air Difteri Batuk rejan Campak Influenza Tonsilitis - Malaria Disentri Hepatitis Tifus abdomen Hipotensi Sifilis Gonore - - Kholera √ Hipertensi - - Demam rematik - akut Pneumonia Pleuritis Tuberkulosis √ Ulkus ventrikulus Ulkus duodeni Gastritis Batu empedu Batu ginjal/saluran kemih Burut (hernia) Penyakit prostat Wasir Diabetes Alergi Tumor Penyakit Jantung Koroner - Asma Bronkhial - Gagal Ginjal Kronik Sirosis Hepatis VI. tidak ada alergi obat dan makanan.

ANAMNESIS SISTEM Kulit - Bisul Kuku - Rambut Kuning/ikterus √ - Keringat malam Ptekie Kepala - Trauma Sinkop √ - Sakit kepala Nyeri sinus Nyeri Sekret Ikterus - Kongtiva anemis Gangguan penglihatan Ketajaman penglihatan - Tinitus Gangguan pendengaran Kehilangan pendengaran - Gejala penyumbatan Gangguan penciuman Pilek Mata - Telinga - Nyeri Sekret Hidung - Trauma Nyeri Sekret Epistaksis Mulut .VII.

- Bibir (sariawan) Gusi Selaput - Lidah Gangguan pengecapan Stomatitis - Perubahan suara - Nyeri leher √ - Sesak nafas Batuk darah Batuk - Perut membesar Wasir Mencret Tinja berdarah Tinja berwarna dempul Tinja berwarna hitam Benjolan - Kencing nanah Kolik Oliguria Anuria Retensi urin Kencing menetes Penyakit prostat Tenggorokan - Nyeri tenggorokan Leher - Benjolan kanan Data (Jantung/Paru) √ √ - Nyeri dada Berdebar Ortopnoe Abdomen (Lambung/Usus) √ √ Rasa kembung Mual Muntah Muntah darah Sukar menelan Nyeri perut (epigastrium) Saluran kemih/ Alamat kelamin - Disuria Stranguri Poliuri Polaksuria Hematuria Kencing batu Ngompol .

Saraf dan Otot - Anestesi Parastesi (kedua tangan) Otot lemah Kejang Afasia Amnesia Lain-lain - Sukar menggigit Ataksia Hipo/ hiper-esthesia Pingsan Kedutan (tiek) Pusing (vertigo) Gangguan bicara (disartri) - Deformitas Sianosis Ektremitas √ - Bengkak Nyeri sendi Ptekie BERAT BADAN (Bila pasien tidak tahu dengan pasti) Tetap ( ) Turun ( √ ) Naik ( ) VIII. RIWAYAT MAKANAN Frekuensi/ hari : 1-2x/ hari Jumlah/ hari : sedikit Variasi/ hari : bervariasi Nafsu makan : berkurang .

5 kg/M2 (normo weight) Aspek Kejiwaan Tingkah laku : wajar/gelisah/tenang/hipoaktif/hiperaktif Alam perasaan : biasa/sedih/gembira/cemas/takut/marah Proses pikir : wajar/cepat/gangguan waham/fobia/obsesi .7⁰C Pernapasan : 25 x/menit Keadaan gizi : cukup Sianosis : tidak sianosis Edema umum : tidak edem Cara berjalan : normal Mobilitas (aktif/pasif) : pasif Berat badan rata-rata (kg) : 65 kg Tinggi badan (cm) : 156 cm IMT : 18. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan Umum Keadaan umum : tampak sakit sedang Kesadaran : compos mentis Tekanan darah : 180/110 mmHg Nadi : 112 x/menit Suhu : 36.IX.

umum : banyak Turgor : normal KELENJAR GETAH BENING Submandibula : tidak teraba Leher : tidak teraba Supraklavikula : tidak teraba Ketiak : tidak teraba Lipat paha : tidak teraba KEPALA Ekspresi wajah : normal Simetris muka : simetris .X. STATUS GENERALIS KULIT Warna : sawo matang Efloresensi : tidak ada Jaringan parut : tidak ada Pigmentasi : tidak ada Pertumbuhan rambut : normal Pembuluh darah: normal Suhu raba : hangat Lembab/kering: normal Keringat.

penglihatan : normal Tekanan bola mata : normal Nistagmus : tidak ada MATA Deviatio konjungtiva : tidak ada TELINGA Tuli : tidak tuli Selaput pendengaran : normal Lubang : normal Penyumbatan : tidak ada Serumen : normal Perdarahan : tidak ada : tidak sianonis Tonsil : normal Langit-langit : normal Bau nafas : tidak bau Trismus : normal Lidah : normal Faring : tidak hiperemis MULUT Bibir LEHER .Rambut : normal Pembuluh temporal : tidak teraba Eksolftalmus : tidak ada Enoftalmus : tidak ada Kelopak : normal Lensa : normal Konjungtiva : normal Visus : normal Sklera : normal Gerakan mata : normal Lap.

spidernevi (-). spidernevi (-). Buah dada : normal Sela iga : normal DADA PARU DEPAN Inspeksi. retraksi (-). tidak ada pembesaran Bentuk : simetris. retraksi (-). Kanan : simetris. Auskultasi. Perkusi. BELAKANG : Vokal fremitus kanan dan kiri simetris Kanan : sonor Kiri : sonor Kanan : vesikuler Kiri : vesikuler JANTUNG Inspeksi : ictus kordis tidak tampak .Tekanan vena jugularis : 5 + 2 mmH2O Kelenjar tiroid : normal. KGB (-) Palpasi. tidak ada pembesaran Kelenjar limfe : normal. KGB (-) Kiri : simetris.

stretchmark (+) Auskultasi : peristaltik (+) 8x/menit. venektasi(-). Sianosis (-) . Deformitas (-) Bengkak (-). bruit hepar (-). distended (-). tes undulasi (-) EKSTREMITAS Ekstremitas superior dextra dan sinistra: Oedem ( . asistes (-). bruit epigastrium (-) Palpasi : nyeri tekan epigastrium. takikardi 112 x/menit ABDOMEN Inspeksi : perut tampak cembung. shifting dullnes (-).Palpasi : ictus kordis tidak teraba Perkusi Kanan Atas : ics II linea parasternalis dextra Kanan Bawah : ics IV linea parasternalis dextra Kiri Atas : ics II linea parasternalis sinistra Kiri Bawah : ics V linea midclavicula sinistra Auskultasi : bunyi jantung I-II murni. regular. Hati : nyeri tekan (-) Limpa : tidak teraba Ginjal : nyeri ketok cva (-) Perkusi : timpani. ikterik (-).). caput medusa (-).

PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium : 30 November 2015 HEMATOLOGI PEMERIKSAAN HASIL Hemoglobin 11.3 Hematokrit 33% Trombosit MCV MCH MCHC 228.000 79 26 34 NORMAL Lk: 14-18 gr% Wn: 12-16 gr% 4500-10.6.700 ul 0-1 % 1-3% 2-6 % 50-70 % 20-40 % 2-8 % Lk: 4.5. Ptekie (-) XI.6. Sianosis (-) Nyeri sendi (√).Nyeri sendi (-) Ptekie (-) Ekstremitas inferior dextra dan sinistra: Oedem (-).2. Deformitas (-) Bengkak (-).3 Leukosit Hitung jenis leukosit  Basofil  Eosinofil  Batang  Segmen  Limposit  Monosit 6400 0 0 1 60 29 10 Eritrosit 4.4 ul Lk: 40-54 % Wn: 38-47 % 159-400 ul 80-96 27-31 pg 32-36 g/dl KIMIA DARAH PEMERIKSAAN SGOT HASIL 25 NORMAL Lk: 6-30 U/L .2 ul Wn: 4.

7 Kolesterol Total 194 Kolesterol HDL 51 Kolesterol LDL Trigliserida 113 206 Asam Urat 6.8 Natrium Kalium Klorida CKMB 139 3.9-1.5-60 mg/dl 135-150 nmol/I 3.7-1.SGPT 25 Urea 56 Creatinin 1.6-5.5 mgldl Wn : 0.5 107 15 EKG Wn: 6-25 U/L Lk: 6-45 U/L Wn: 5-35 U/L 10-40 mg/dl Lk : 0.5-70 mg/dl Wn : 1.3 mg/dl 150-220 mg/dl Lk : 35-55 mg/dl Wn : 45-65 mg/dl <150 mg/dl <200 mg/dl Lk : 2.5 nmol/l 98-110 meg/L 0-16 u/I .

ST-T abnormal (aVL. pinggang jantung normal (CTR>50%) .V6) Rontgen .Sinus takikardi. Anterior infarction (V2.V4).Pulmo : o Hilus kanan dan kiri normal o Corakan bronkovaskuler bertambah o Tidak tampak perbercakan o Kranialisasi (-) .Sinus Costophrenicus bilateral normal .V3. AV block (I).Diafragma bilateral normal .Sinus Cardiophrenicus bilateral normal .Jantung tampak membesar ke lateral kiri dengan apex tertanam pada diafragma.Skletal dalam batas normal KESAN : Kardiomegali (LV) tanpa bendungan paru .

 Aktivitas sosial dan pekerjaan diusahakan agar dapat dilakukan seperti biasa. Sesuaikan kemampuan fisik dengan profesi yang masih bisa dilakukan. PENATALAKSANAAN Non Farmakologis  Anjuran umum :  Edukasi : terangkan hubungan keluhan. gejala dengan pengobatan.  Tindakan Umum : .  Gagal jantung berat harus menghindari penerbangan panjang. RENCANA PEMERIKSAAN - Lab : Darah lengkap & kimia darah EKG Rontgen Thoraks XIV. DIAGNOSIS CHF NYHA II + Hipertensi Stage 2 + Sindrom Dispepsia XIII. PROGNOSIS Quo ad vitam : dubia ad bonam Quo ad functionam : dubia ad malam Quo ad Sanactionam : dubia ad malam XV.XII.

 Diet (hindarkan obesitas. nyeri ulu hati.IFVD RL X tpm . rendah garam )  Hentikan rokok  Hentikan alkohol  Aktivitas fisik (latihan jasmani : jalan 3-5 kali/minggu selama 2030menit atau sepeda statis 5 kali/minggu selama 20 menit dengan beban70-80% denyut jantung maksimal pada gagal jantung ringan dan sedang). berat dan eksaserbasi akut. Farmakologis . dan mudah lelah .Ulsafat syr 3x2c FOLLOW UP: 30 November 2015 S Nyeri dada yang semakin memberat.  Istirahat baring pada gagal jantung akut. sesak.ISDN 3x5mg tab .Captopril 3x50mg tab .Furosemid 1x1 amp / iv .

MST 2x1 tab 1 Desember 2015 S Nyeri dada. Palpasi : Vokal fremitus simetris Perkusi : sonor dikedua lapang paru Auskultasi : vesikuler kanan dan kiri  Jantung Inspeksi : ictus kordis tidak tampak Palpasi : ictus kordis tidak teraba Perkusi Kanan Atas : ics II linea parasesternalis dextra Kanan Bawah : ics IV linea parasternalis dextra Kiri Atas : ics II linea parasternalis sinistra Kiri Bawah : ics V linea midclavicula sinistra Auskultasi : bunyi jantung I-II murni. sklera ikterik (-).Panloce extra . sesak.Ulsafat syr 3x2c . reguler. asistes (-). tes undulasi (-)  Alat kelamin: tidak diperiksa  Ekstremitas atas: edema -/ Ekstremitas bawah: edema -/-.IVFD RL x tpm . pernafasan cuping hidung (-)  Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-)  Paru-paru : Inspeksi : simetris.7⁰C : 25 x/menit Kepala : Konjungtiva palpebra pucat(-). nyeri sendi +/+ CHF NYHA II + Hipertensi stage 2 + sindrom dispepsia . stretchmark (+) Auskultasi : peristaltik (+) normal Palpasi : nyeri tekan epigastrium Hati : nyeri tekan (-) Limpa : tidak teraba Ginjal : nyeri ketok cva (-) Perkusi : redup. shifting dullnes (-).ISDN 3x5mg tab .O Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi : tampak sakit sedang : compos mentis : 180/110 mmHg : 112 x/menit Suhu Pernapasan  A P : 36.Aspilet 1x1tab . mudah lelah nyeri ulu hati berkurang . takikardi 112x/menit  Abdomen Inspeksi : perut tampak membesar dengan dinding perut terlihat tebal dan kendur.

sklera ikterik (-).Aspilet 1x1 tab .IVFD RL x tpm . asistes (-). reguler.Renosteril 3x1 tab .Analsik 3x1 tab 2 Desember 2015 . tes undulasi (-)  Alat kelamin: tidak diperiksa  Ekstremitas atas: edema -/ Ekstremitas bawah: edema -/-.Ranitidin 1 amp/12 jam/iv . shifting dullnes (-). Palpasi : Vokal fremitus simetris Perkusi : sonor dikedua lapang paru Auskultasi : vesikuler kanan dan kiri  Jantung Inspeksi : ictus kordis tidak tampak Palpasi : ictus kordis tidak teraba Perkusi Kanan Atas : ics II linea parasesternalis dextra Kanan Bawah : ics IV linea parasternalis dextra Kiri Atas : ics II linea parasternalis sinistra Kiri Bawah : ics V linea midclavicula sinistra Auskultasi : bunyi jantung I-II murni.0⁰C : 21 x/menit Kepala : Konjungtiva palpebra pucat(-).O Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi  A P : tampak sakit sedang : compos mentis : 140/90 mmHg Suhu : 87 x/menit Pernapasan : 36.Furosemid 1x1amp/iv . nyeri sendi +/+ CHF NYHA II + Hipertensi stage 2 + sindrom dispepsia . stretchmark (+) Auskultasi : peristaltik (+) normal Palpasi : nyeri tekan (-) Hati : nyeri tekan (-) Limpa : tidak teraba Ginjal : nyeri ketok cva (-) Perkusi : redup.Ulsafat syr 3x2c .NRF 2x1 tab . takikardi 87x/menit  Abdomen Inspeksi : perut tampak membesar dengan dinding perut terlihat tebal dan kendur. pernafasan cuping hidung (-)  Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-)  Paru-paru : Inspeksi : simetris.

NRF 2x1 tab .Renosteril 3x1 tab . shifting dullnes (-).Micardis 80mg 1x1 .Lansoprazole 2x1 .Aspilet 1x1tab . stretchmark (+) Auskultasi : peristaltik (+) normal Palpasi : nyeri tekan (-) Hati : nyeri tekan (-) Limpa : tidak teraba Ginjal : nyeri ketok cva (-) Perkusi : redup.Furosemid ½-0-0 tab . takikardi 112x/menit  Abdomen Inspeksi : perut tampak membesar dengan dinding perut terlihat tebal dan kendur.6⁰C : 22 x/menit Kepala : Konjungtiva palpebra pucat(-).Ulsafat syr 3x2c .Pasien diperbolehkan Pulang .S O Tidak ada keluhan Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi  A P : baik : compos mentis : 130/90 mmHg : 84 x/menit Suhu Pernapasan : 36. reguler. nyeri sendi -/CHF NYHA II + Hipertensi stage 2 + sindrom dispepsia . pernafasan cuping hidung (-)  Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-)  Paru-paru : Inspeksi : simetris. sklera ikterik (-). Palpasi : Vokal fremitus simetris Perkusi : sonor dikedua lapang paru Auskultasi : vesikuler kanan dan kiri  Jantung Inspeksi : ictus kordis tidak tampak Palpasi : ictus kordis tidak teraba Perkusi Kanan Atas : ics II linea parasesternalis dextra Kanan Bawah : ics IV linea parasternalis dextra Kiri Atas : ics II linea parasternalis sinistra Kiri Bawah : ics V linea midclavicula sinistra Auskultasi : bunyi jantung I-II murni. tes undulasi (-)  Alat kelamin: tidak diperiksa  Ekstremitas atas: edema -/ Ekstremitas bawah: edema -/-. asistes (-).

CONGESTIVE HEART FAILURE I. Meningkatnya laju metabolisme (missal : demam. . Terjadi hipoksia dan asidosis (akibat penumpukan asam laktat). Definisi Congestive Heart Failure (CHF) atau gagal jantung kongestif merupakan sindrom klinis yang kompleks akibat kelainan fungsi atau struktural yang mengganggu kemampuan jantung untuk berfungsi sebagai pemompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dalam tubuh.  Peradangan dan penyakit myocardium degenerative berhubungan dengan gagal jantung karena kondisi ini secara langsung merusak serabut jantung. ketidakmampuan jantung untuk mengisi darah (tamponade. peningkatan mendadak after load  Faktor sistemik Terdapat sejumlah besar factor yang berperan dalam perkembangan dan beratnya gagal jantung. Mekanisme biasanya terlibat mencakup gangguan aliran darah yang masuk jantung (stenosis katub semiluner). yang secara langsung mempengaruhi jantung. Peradangan dan penyakit miokardium degeneratif berhubungan dengan gagal jantung karena kondisi yang secara langsung merusak serabut jantung menyebabkan kontraktilitas menurun. Kondisi yang mendasari penyebab kelainan fungsi otot jantung mencakup ateroslerosis koroner. menyebabkan kontraktilitas menurun. II. pericardium.  Penyakit jantung lain terjadi sebagai akibat penyakit jantung yang sebenarnya.  Hipertensi Sistemik atau pulmunal (peningkatan after load) meningkatkan beban kerja jantung dan pada gilirannya mengakibatkan hipertrofi serabut otot jantung. perikarditif konstriktif atau stenosis AV). Infark miokardium (kematian sel jantung) biasanya mendahului terjadinya gagal jantung. Etiologi  Kelainan Otot Jantung Gagal jantung sering terjadi pada penderita kelainan otot jantung. hipertensi arterial dan penyakit degeneratif atau inflamasi  Aterosklerosis koroner mengakibatkan disfungsi miokardium karena terganggunya aliran darah ke otot jantung. disebabkan menurunnya kontraktilitas jantung.

Juga terjadi karena meningkatnya energi yang digunakan untuk bernafas dan insomnia yang terjadi karena distress pernafasan dan batuk  Kegelisahan atau kecemasan . Hipoksia dan anemi juga dapat menurunkan suplai oksigen ke jantung. Manifestasi kongesti berbeda tergantung pada kegagalan ventrikel mana yang terjadi. Manifestasi klinis Tanda dominan :  Meningkatnya volume intravaskuler Kongestif jaringan akibat tekanan arteri dan vena meningkat akibat penurunan curah jantung.tirotoksikosis). Terjadi karena curah jantung yang kurang yang menghambat jaringan dan sirkulasi normal dan oksigen serta menurunnya pembuangan sisa hasil katabolisme. Gagal Jantung Kiri : Kongesti paru menonjol pada gagal ventrikel kiri karena ventrikel kiri tak mampu memompa darah yang dating dari paru. Beberapa pasien dapat mengalami ortopnoe pada malam hari yang dinamakan Paroksimal Nokturnal Dispnea (PND) Batuk non produktif  Mudah lelah. Manifestasi klinis yang terjadi yaitu ::  Dispnea. Asidosis respiratorik atau metabolic dan abnormalita elektronik dapat menurunkan kontraktilitas jantung. Terjadi akibat penimbunan cairan dalam alveoli dan mengganggu pertukaran gas. Dapat terjadi ortopnoe.

Paroksismal nokturnal dispnea Distensi vena leher Ronki paru Kardiomegali Edema paru akut 6. terjadi akibat pembesaran vena dan statis vena dalam rongga abdomen  Nokturia  Kelemahan III. biasanya oedema pitting. Edema eksremitas Batuk malam hari Dispnea d’effort Hepatomegali5. 5. 3. 4. 5. Gallop S3 7.  Hepatomegali dan nyeri tekan pada kuadran kanan atas abdomen terjadi akibat pembesaran vena hepar  Anoreksia dan mual. Kriteria Diagnosis Kriteria Framingham dipakai untuk diagnosis gagal jantung kongestif Kriteria Major : 1. Efusi pleura6. 7. 6. . Penurunan kapasitas vital 1/3 dari normal. penambahan BB. 3. 2. 4. 2. stress akibat kesakitan bernafas dan pengetahuan bahwa jantung tidak berfungsi dengan baik Gagal jantung Kanan :  Kongestif jaringan perifer dan visceral  Oedema ekstremitas bawah (oedema dependen). Peninggian tekana vena jugularis8. 8. Takikardi (>120/menit) Diagnosis gagal jantung ditegakkan minimal ada 1 kriteria major dan 2 kriteria minor. Refluks hepatojugular Kriteria Minor : 1.Terjadi karena akibat gangguan oksigenasi jaringan.

depresi ST. akan tetapi kegiatan fisik yang biasa dapat menimbulkan gejala-gejala insufisiensi jantung seperti kelelahan. apabila melakukan kegiatan biasa.Klasifikasi menurut New York Heart Association (NYHA) merupakan pedoman untuk pengklasifikasian penyakit gagal jantung kongestif berdasarkan tingkat aktivitas fisik.Mereka tidak mengeluh apa-apa waktu istirahat. tes fungsi tiroid.sesak napas atau berdebar-debar. glukosa. yang bertambah apabila mereka melakukan kegiatanfisik meskipun sangat ringan. distensi vena pulmonalis dan redistribusinya ke apex paru (opasifikasi hilus paru bisa sampai ke apex). antara lain :  NYHA I Penderita penyakit jantung tanpa pembatasan dalam kegiatanfisik serta tidak menunjukkan gejala-gejala penyakit jantung seperti cepat lelah. sesak napas atau nyeri dada. .  Elektrokardiografi Membantu menunjukan etiologi gagal jantung (infark.  Laboratorium o Kimia darah (termasuk ureum. akan tetapi kegiatan fisik yang kurang dari kegiatan biasa sudah menimbulkan gejala-gejala insufisiensi jantung seperti yang tersebut di atas.b.  NYHA IV Penderita tidak mampu melakukan kegiatan fisik apapun tanpamenimbulkan keluhan. kadang-kadang ditemukan efusi pleura. Pemeriksaan PenunjangKetika pasien datang dengan gejala dan tanda gagal jantung. Mereka tidak mengeluh apa-apa waktu istirahat. kreatinin. pemeriksaanpenunjang sebaiknya dilakukan. tes fungsi hati. dan lipid darah. dan lain-lain) dapat ditemukan low voltage. QS. IV. Peningkatan tekanan vaskular pulmonar. jantung berdebar. hipertrofi. hemoglobin.  NYHA II Penderita dengan sedikit pembatasan dalam kegiatan fisik. elektrolit). Pemeriksaan Penunjang  Foto rontgen dada Pembesaran jantung. iskemia.  NYHA III Penderita penyakit dengan pembatasan yang lebih banyak dalam kegiatan fisik. T inversi.

Diet (hindarkan obesitas. b. Dapat ditemukan fraksi ejeksi yang rendah <35-40% atau normal. Permulaan dapat digunakan Loop diuretik atau tiazid. gejala dengan pengobatan. hipertrofi ventrikel kiri. 2. Bila respon tidak cukup baik. spironolakton. Kebanyakan pasien dengan gagal jantung membutuhkan palingsedikit diuretik reguler dosis rendah. Farmakologi a. V. e. atau kombinasi loop diuretik dengan tiazid. dilatasi atrium kiri. Penatalaksanaan Non Farmakalogi :  Anjuran umum : 1. Hentikan alkohol pada kardiomiopati.5 liter pada gagal jantung ringan. stenosis trikuspid atau regurgitasi trikuspid).  Ekokardiografi Dapat menilai dengan cepat dengan informasi yang rinci tentang fungsi dan struktur jantung. dengan dosis 25-50mg/hari dapat mengurangi mortalitas pada pasien dengan gagal . berikan diuretik intravena. atau perikarditis. jumlah cairan 1 liter pada gagal jantung berat dan 1. berat dan eksaserbasi akut. katup dan perikard. tamponade. Sesuaikan kemampuan fisik dengan profesi yang masih bisa dilakukan.o Urinalisa untuk mendeteksi proteinuria atau glukosuria. Aktivitas sosial dan pekerjaan diusahakan agar dapat dilakukan seperti biasa. Diuretik hemat kalium. efusi perikard. 3. kadang-kadang ditemukan dilatasi ventrikel kanan atau atrium kanan. Aktivitas fisik (latihan jasmani : jalan 3-5 kali/minggu selama 20-30menit atau sepeda statis 5 kali/minggu selama 20 menit dengan beban70-80% denyut jantung maksimal pada gagal jantung ringan dan sedang). Diuretik. dosis diuretik dapatdinaikkan. Gagal jantung berat harus menghindari penerbangan panjang. Edukasi : terangkan hubungan keluhan. kelainan katup (stenosis mitral. Hentikan rokok c. Batasi 20-30 g/hari pada yanglainnya. d. Istirahat baring pada gagal jantung akut.  Tindakan Umum : a. rendah garam 2 g pada gagal jantung ringandan 1 g pada gagal jantung berat.

Digoksin diberikan untuk pasien simptomatik dengan gagal jantungdisfungsi sistolik ventrikel kiri dan terutama yang dengan fibrilasi atrial. kemudian dititrasi selama beberapa minggu dengankontrol ketat sindrom gagal jantung. Aspirin diindikasikan untuk pencegahanemboli serebral pada penderita dengan fibrilasi atrial dengan fungsi ventrikel yang buruk.jantungsedang sampai berat (klas fungsional IV) yang disebabkan gagal jantungsistolik. Jangan menggunakan kalsium antagonisuntuk mengobati angina atau hipertensi pada gagal jantung. Pemberiandimulai dosis kecil. b. trombosis dan Trancient Ischemic Attacks trombus intrakardiak dan aneurisma ventrikel. Antikoagulan dan antiplatelet. h. g. Antikoagulan perlu diberikan pada fibrilasi atrialkronis maupun dengan riwayat emboli. Penyekat Betayang digunakan carvedilol. Penghambat ACE bermanfaat untuk menekan aktivitas neurohormonal. bisoprolol atau metaprolol. Biasanya diberikan bila keadaansudah stabil. beta blocker. Biasa digunakanbersama-sama dengan penghambat ACE dan diuretik. Pada gagal jantung klas fungsional II dan III.Pemberian dimulai dengan dosis rendah. . Angiotensin II antagonis reseptor dapat digunakan bila ada intoleransiterhadap ACE ihibitor. dititrasi selama beberapaminggu sampai dosis yang efektif. Antagonis kalsium dihindari. Penyekat Beta bermanfaat sama seperti penghambat ACE. f. c. Antiaritmia tidak direkomendasikan untuk pasien yang asimptomatik atau aritmia ventrikel yang menetap. ACE inhibitor. Antiaritmia klas IIIterutama amiodaron dapat digunakan untuk terapi aritmia atrial dan tidak digunakan untuk terapi aritmia atrial dan tidak dapat digunakan untuk mencegah kematian mendadak. d.digunakan bersama-sama diuretik.dan pada gagal jantung yang disebabkan disfungsi sistolik ventrikel kiri. e. Antiaritmia klas I harus dihindarikecuali pada aritmia yang mengancam nyawa.

.

Jakarta : EGC.BMJ:297-300. mudah lelah dan membatasi aktivitas. sesak jika aktivitas dan sesak hilang jika istirahat. Dari pemeriksaanfisik dan penunjang:tekanan darah 180/110 mmHg.V6).M.. Davis. nadi 112x/menit.Analisa Kasus Dari anamnesa : nyeri dada seperti ditusuk-tusuk yang dirasakan semakin memberat. Edisi 8. tensi selalu tinggi. keringat dingin.gagal jantung kongestif. Vol 2.V4). 2.V3. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyaklit Daalam Indonesia.K. Brummer&Suddart. Hasil anamnesis. pemeriksaan fisik dan penunjang maka dapat ditarik diagnosis yaitu CHF NYHA II + Hipertensi Stage 2 + Sindrom Dispepsia. Buku panduan pelayanan medik. AV block (I). DAFTAR PUSTAKA 1. jantung berdebar-debar. Pemeriksaan radiologi tampak kardiomegali pada left ventrikeltanpa bendungan paru dan pada EKGSinus takikardi. ST-T abnormal (aVL. 2002. 3. nyeri ulu hati. . 2010. mual dan nafsu makan berkurang. Anterior infarction (V2.

2008 5. Jakarta. Daldiyono. . Camilleri M. Harrison’s principles of internal medicine.4. Simandibrata K. Naskah lengkap penyakit dalam 2007. Brunwald. Ahlquist David A.2006 6.15 edition. UI. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. kasper et all. fauci.