You are on page 1of 21

OTITIS MEDIA

SUPURATIF KRONIK
Anggota : Ajeng Rahayu Mulyo
(1102013017)
Alim Muslimah Suryantoro (1102013020)
Anisa Nurjanah (1102013033)
Camelia Farahdila Musaad (1102013061)
Eko Setio Nugroho (1102013092)
Fahimah Prasasya (1102013102)
Fitri Rahmadani (1102012090)
Gamar Fauzie Bajammal
(1102013117)
Heva Normalita Putri Mahmud (1102013127)
Ike Kumalasari (1102013131)

Latar Belakang
• Infeksi pada telinga merupakan kondisi yang
melibatkan dan menyebabkan peradangan pada
area-area yang berbeda dari telinga.
• Penyebab infeksi berasal dari infeksi virus,
jamur dan bakteri.
• Bila dibiarkan infeksi ini dapat menyebabkan
komplikasi yang serius, terutama pada pasien
anak

• Otitis media supuratif kronik (OMSK) merupakan penyakit infeksi telinga yang memiliki prevalensi tinggi dan menjadi masalah kesehatan di masyarakat. Di negara berkembang dan negara maju prevalensi OMSK berkisar antara 1-46% • Di Indonesia menurut Survei Kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran. Depkes tahun 1993-1996 prevalensi OMSK adalah 3.1% populasi .

Definisi OMSK • Otitis Media Supuratif Kronis ( OMSK ) adalah infeksi kronis telinga tengah dengan perforasi membrane timpani dan sekret yang keluar dari telinga tengah terus menerus atau hilang timbul. • Masyarakat mengenal OMSK sebagai penyakit congek. kopok. toher atau curek. .

.

• Otitis Media Akut dengan perforasi membrane timpani menjadi Otitis Media Supuratif Kronis apabila prosesnya sudah lebih dari 2 bulan. • OMSK terdiri atas OMSK tipe aman (benigna) dan tipe bahaya (maligna). . Kedua tipe ini dapat bersifat aktif (keluar cairan) atau tidak aktif (kering).

Kadang-kadang tipe subtotal (sentral) dengan kolesteatoma Sering terjadi komplikasi yang berbahaya Kolesteatoma ada .Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) Benigna Proses perafangan terbatas pada mukosa Proses peradangan tidak mengenai tulang Perforasi membran timpani tipe sentral Jarang terjadi komplikasi yang berbahaya Kolesteatoma tidak Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) Maligna Proses peradangan tidak terbatas pada mukosa Proses peradangan mengenai tulang Perforasi membran timpani paling sering tipe marginal dan atik.

• Perforasi ini dapat terjadi akibat trauma. atau setelah terkena Otitis Media Akut yang menyebabkan tekanan udara berkurang melalui perforasi membran timpani .Penyebab OMSK • Otitis Media Supuratif Kronik dapat terjadi karena adanya perforasi membran timpani. iatrogenik dengan kelainan pada tuba.

Peptostreptococcus. Bakteri aerob seperti Pseudomonas aeruginosa.• Bakteri patogen penyebab OMSK : 1. Staphylococcus aureus. Bakteri anaerobnya adalah Bacteroides. dan Klebsiella. Proteus mirabilis. 2. Streptococcus pyogenes. Eschericia coli.dan Proprionibacterium .

Sekret yang keluar dari telinga akibat OMSK dapat terus menerus atau hilang timbul. bening atau berupa nanah. dan gangguan pendengaran . Pasien mengeluh telinga berdenging (tinitus). 2. rasa penuh di telinga.Gejala OMSK : 1. dapat berupa encer atau kental. Keluar sekret dari telinga ( otore ). 3.

Depkes tahun 1993-1996 prevalensi OMSK adalah 3. 0. namun beberapa penelitian memperkirakan insidens OMSK per tahun 39 kasus per 100. •Prevalensi yang tepat di berbagai usia tidak diketahui.Epidemiologi OMSK •Di Indonesia menurut Survei Kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran.5% orang dewasa menderita OMSK.1% populasi.000 anak dan remaja usia 15 tahun kebawah .9% anak dan 0. •Di Inggris.

Patogenesis OMSK Edema mukosa saluran napas ↓ Oklusi tuba → Tekanan negatif pada telinga tengah ↓ Transudasi cairan di telinga tengah ↓ Oklusi tuba menyebabkan penumpukan sekret ↓ Kuman tumbuh → Supurasi → Membran timpani iskemi dan nekrosis → Membran timpani perforasi → OMSA → OMSK .

Diagnosis OMSK •Anamnesis •Pemeriksaan Otoskopi •Pemeriksaan Audiologi •Pemeriksaan Radiologi .

Diagnosis Banding OMSK •Langerhans cell histiocytosis •Neoplasia •Foreign body •Cholesteatoma •Sigmoid sinus thrombosis •Brain abscess •Otitic hydrocephalus •Extradural abscess •Meningitis •Tuberculosis •Petrositis •Labyrinthitis •Wegener Granulomatosis .

• Bila sekret yang keluar terus menerus.Penatalaksanaan OMSK • Prinsip terapi OMSK tipe benigna adalah konservatif atau dengan medikamentosa. maka diberi obat pencuci telinga berupa larutan H2O2 3% selama 3-5 hari. • Setelah sekret berkurang. maka terapi dilanjutkan dengan memberikan obat tetes telinga yang mengandung antibiotika dan kortikosteroid .

Neomycin 3. Chloramphenicol .• Cara pemilihan antibiotik yang paling baik dengan berdasarkan kultur kuman penyebab dan uji resistensi • Antibiotika topikal yang dapat dipakai pada otitis media kronik adalah : 1. Polimiksin B atau polimiksin E 2.

• Terapi konservatif dengan medikamentosa hanyalah terapi sementara sebelum dilakukan pembedahan. bila terdapat OMSK tipe maligna. • Jadi.• Prinsip terapi OMSK tipe maligna adalah pembedahan yaitu mastoidektomi. maka terapi yang tepat adalah dengan melakukan mastoidektomi dengan atau tanpa timpanoplasti. .

dan labyrinitis.Komplikasi OMSK • OMSK dengan terapi yang tidak memadai dapat berkembang menjadi komplikasi derajat sedang hingga mengancam nyawa. yang dapat digolongkan menjadi dua subgolongan yaitu intratemporal dan intrakranial. . • Komplikasi intratemporal diantaranya petrositis. facial paralysis.

dan abses intrakranial. meningitis. dan tympanosclerosis . kolesteatoma yang didapat. • Komplikasi lainnya yaitu gangguan pendengaran.• Sedangkan komplikasi intrakranial diantaranya lateral sinus thrombophlebitis.

tapi OMSK sendiri bukanlah suatu penyakit yang mematikan .Prognosis • Pasien dengan OMSK mempunyai prognosis yang baik apabila infeksinya dapat ditangani dengan baik • Tingkat kematian akibat OMSK meningkat apabila terdapat komplikasi intrakranial.

TERIMA KASIH .