You are on page 1of 5

JITUT (JARINGAN IRIGASI TINGKAT USAHA TANI

)

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi mempunyai prinsip utama “pengelolaan
Irigasi yang melibatkan seluruh stakeholder (Pemerintah, petani, LSM dan lainnya)
yang terkait mulai dari perencanaan, pendanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi,
dengan tujuan akhir untuk mengoptimalkan penggunaan air irigasi, sehingga dapat
meningkatkan suatu hasil usahatani”. Reformasi tersebut dituangkan didalam UndangUndang Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dan Peraturan Pemerintah
Nomor 20 tahun 2006 tentang Irigasi yang didalamnya dengan jelas ditegaskan bahwa
pengembangan sistem Irigasi tersier menjadi hak dan tanggung jawab perkumpulan
petani pemakai air. Sebagai tindaklanjutnya peranan perkumpulan petani pemakai air
perlu dikedepankan melalui kegiatan Pengelolaan Irigasi.
Melalui kebijakan pengelolaan Irigasi yang selama
ini hanya ditangani pemerintah pada awalnya dapat
memberikan dampak yang cukup baik, hal ini dapat
dilihat dengan tercapainya swasembada pangan,
khususnya

beras

pada

tahun

1984.

Namun

keberhasilan tersebut tidak berkelanjutan mengingat
dukungan prasarana Irigasi banyak yang menurun
kuantitas, kualitas maupun fungsinya, apalagi
setelah Indonesia mengalami krisis moneter pada
tahun 1997.
Penurunan fungsi prasarana Irigasi tersebut antara lain disebabkan bahwa selama ini
anggapan pengembangan Irigasi menjadi tanggung jawab pemerintah, sehingga
sebagian petani berpendapat bahwa mereka tidak turut bertanggung jawab. Dengan
semakin

kompleksnya

Bab I Pendahuluan

permasalahan

pengelolaan

Irigasi,

maka

pemerintah

1

Pada dasarnya. hal ini diperkuat dengan adanya peningkatan sarana dan prasarana serta fasilitas pertanian untuk mensukseskan Peningkatan Ketahanan Pangan. pengembangan (pembangunan/rehabilitasi) Irigasi tidak hanya menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah maupun pemerintah daerah. kedepan kegiatan Partisipatif Pengembangan merupakan suatu Pengelolaan kegiatan Irigasi atau pola pembangunan yang menjadi salah satu prioritas untuk dilaksanakan yang disesuaikan dengan kondisi setempat. perluasan areal tanam dan peningkatan produksi lahan. Sejalan dengan pemberlakuan Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2006. Bab I Pendahuluan 2 . desain. yang secara substansial sebenarnya sudah lama dikenal melalui pola swadaya atau gotong royong. Demi peningkatan IP. pengawasan. pelaksanaan. pemantauan dan evaluasi serta penyempurnaan sistem dari waktu ke Pedoman Teknis PIP Tahun 2008 waktu secara berkelanjutan. termasuk perencanaan. pembiayaan. pelaksanaan operasi dan pemeliharaan (O&P). Bersumber dari APBD II Tahun 2008 untuk pembangunan dan perbaikan JITUT (Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani). pengelolaan Irigasi partisipatif adalah suatu pendekatan strategis dalam pengelolaan infrastruktur Irigasi melalui keikutsertaan petani dalam semua aspek penyelenggaraan Irigasi. Kabupaten Paser salah satu kabupaten yang berpotensi sebagai lumbung padi. pengembangan (pembangunan/rehabilitasi).JITUT (JARINGAN IRIGASI TINGKAT USAHA TANI) mengeluarkan kebijakan melalui Inpres Nomor 3 tahun 1999 tentang Pembaharuan Kebijakan Pengelolaan Irigasi (PKPI) yang kemudian dilanjutkan dengan Reformasi Kebijakan Pengembangan dan Pengelolaan irigasi yang akhirnya dengan diterbitkannya Undang . tetapi juga merupakan tanggungjawab petani. maka Kebijakan Pengelolaan Irigasi akan dilakukan melalui pendekatan Pengelolaan Irigasi Partisipatif.Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air sebagai pengganti Undang .Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan dan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2006 tentang irigasi sebagai pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2001. Melalui kebijakan tersebut. Dalam rangka mengimplementasikan kebijakan tersebut.

pemberian. bangunan. Jaringan Irigasi Tersier/ Tingkat Usaha Tani (JITUT) adalah Jaringan Irigasi yang berfungsi sebagai prasarana pelayanan air irigasi dalam petak tersier yang terdiri dari saluran tersier. Manfaat • Meningkatnya fungsi layanan JITUT • Meningkatnya produktivitas dan produksi • Meningkatnya IP dan perluasan areal tanam (PAT) Bab I Pendahuluan 3 . Dinas Pertanian Kabupaten. pembangunan dan pengelolaan JITUT menjadi wewenang dan tanggungjawab petani pemakai air. dan bangunan pelengkapnya yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan untuk penyediaan. penggunaan. sesuai dengan kebutuhan petani peserta. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2006 tentang Irigasi. boks tersier. dan pembuangan air irigasi. Jaringan Irigasi Pemerintah adalah jaringan irigasi yang dibangun dan dikelola oleh pemerintah atau jaringan irigasi yang dibangun oleh pemerintah tetapi pengelolaannya telah diserahkan pada masyarakat tani. pembagian. Tujuan dan Keluaran Jaringan Irigasi adalah saluran. Indikator yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain: a. Kegiatan Survei Investigasi dan Desain (SID)/JITUT di Kabupaten Paser bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan melalui perbaikan Irigasi. Dengan demikian kegiatan perbaikan JITUT dilakukan secara partisipatif melibatkan petani atau kelompok tani maupun stakeholder kunci seperti PPL. rasa memiliki dan rasa tanggung jawab dalam pengelolaan irigasi dari kelompok petani pengelola air (P3A) • Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan petani b. saluran kuarter dan saluran pembuang. Hasil • Terehabilitasinya jaringan irigasi tingkat usahatani ( JITUT/jaringan irigasi desa) c. Keluaran • Meningkatnya rasa kebersamaan.JITUT (JARINGAN IRIGASI TINGKAT USAHA TANI) 1.2. boks kuarter serta bangunan pelengkapnya pada jaringan irigasi pemerintah.

Survey Investigasi (CP/CL) Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendapatkan calon lokasi Rehabilitasi jaringan Irigasi Tingkat usahatani/jaringan irigasi desa atau fasilitas penyediaan air lainnya yang memerlukan perbaikan atau rehabilitasi.798” Lintang Selatan dan 1780 7’. Jarak tempuh dari Desa Rantau Panjang kekota kecamatan dan kota Kabupaten dengan jarak 7 Km dan jarak 8 Km dari Desa Sempulang ke Kota Kecamatan dan Kota Kabupaten sedangkan Kota Tanah Grogot berjarak lebih kurang 145 Km dari Kota Balikpapan. Ruang Lingkup Perencanaan.3. 1. Lokasi Pekerjaan Kegiatan survei/investigasi desain ini berlokasi di kabupaten Paser tepatnya di Desa Rantau Panjang.12. Bab I Pendahuluan 4 . Investigasi dan Desain (SID) dilaksanakan meliputi Survei Investigasi (CP/CL). dan Desain (pengukuran. Lokasi lahan di Desa Rantau Panjang terletak 000 53’2.182”Bujur Timur.555” Lintang Selatan dan 1720 8’.4. Lokasi Lahan di Desa Sempulang terletak 000 51’29. Kegiatan Survey. atau 260 Km dari Ibukota Propinsi Kalimantan Timur (Kota Samarinda).JITUT (JARINGAN IRIGASI TINGKAT USAHA TANI) d.153”Bujur Timur.56. 1. penggambaran dan penyusunan RAB) untuk mendapatkan lokasi kegiatan Rehabilitasi JITUT. Desa Sempulang Kecamatan Tanah Grogot. Dampak • Meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan petani dengan dilaksanakannya Kegiatan Pengelolaan irigasi Partisipatif.

 Kegiatan : Survei Investigasi Desain (SID) JITUT  Pekerjaan : Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani  Lokasi Pekerjaan : Desa Keluang. Bab I Pendahuluan 5 . Desa Sempulang Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser  Sumber Dana : APBD II Kabupaten Paser  Tahun Anggaran : 2008 1. Data Umum Kegiatan Sesuai dengan dokumen Kerangka Acuan SID JITUT yang kami peroleh. waktu yang tersedia untuk melaksanakan pekerjaan ini adalah (satu) bulan 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung tanggal penandatanganan Kontrak. data umum pekerjaan ini adalah sebagai berikut :  Pemilik Kegiatan : Satuan Kerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Paser.5.JITUT (JARINGAN IRIGASI TINGKAT USAHA TANI) 1. Jangka Waktu Pelaksanaan Berdasarkan Kerangka Acuan Kerja dan penjelasan (anwijzing).6.