You are on page 1of 13

REFERAT RADIOLOGI

SCURVY

Oleh
Muhyiddin
H1A010002
Gede Vendy Cahyadi Riandika
H1A010006

Pembimbing
dr. Triana Dyah C, Sp.Rad, M.Sc

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA
BAGIAN/SMF RADIOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM
RSU PROVINSI NTB
MATARAM
2016

1

Vitamin C diperlukan dalam hidroksilasi prolin dan lisin menjadi hidroksiprolin. malaise dengan kecenderungan perdarahan di mukosa mulut. membran kapiler kulit dan tendon. Kolagen merupakan senyawa protein yang mempengaruhi integritas struktur sel di semua jaringan ikat.4 2 . Biasanya terdapat pada anak yang mendapat makanan buatan tanpa sayur dan buah-buahan. perdarahan dibawah kulit dan perdarahan gusi. bahan penting dalam pembentukan kolagen. Dengan demikian vitamin C berperan dalam penyembuhan luka. defek pada struktur kolagen berasal dari defisiensi vitamin yang banyak manifestasi metabolic dan klinik scorbut. patah tulang. dentin gigi.BAB I PENDAHULUAN Asam askorbat sangat penting untuk pembentukkan kolagen normal. seperti pada tulang rawan. matriks tulang. pergelangan tangan.2 Di Indonesia jarang ditemukan penderita defisiensi vitamin C atau infantile scurvy. Vitamin C merupakan agen pereduksi kuat yang dengan mudah dioksidasi dan dihancurkan dengan pemanasan. 1. 3 Hipovitaminosis C atau penyakit scorbut dapat timbul apabila bayi selama 6-12 bulan tidak mendapat vitamin C yang cukup. gusi dan subperiosteal. Pada foto roentgen terdapat pelebaran garis epifisis dengan korteks yang tipis pada daerah pertumbuhan yang cepat seperti di lutut. Gambaran klinis menunjukkan bayi sakit berat. dan sisi proksimal humerus.

dan menyebabkan perdarahan superiosteal dan submukosa. Usia biasanya 6-24 bulan. Kesakitan dikarenakan perdarahan subperiosteal pada tibia dan femur.2 Epidemiologi 6 Scurvy ini jarang di amerika serikat. 5 II. kehilangan protein dan merokok. Bayi yang minum susu formula harus mendapatkan tambahan vitamin C. ekonomi atau alasan sosial memiliki resiko terjadinya scurvy. kandungan vitamin C plasma darah tali pusat 2-4 kali lebih besar dari pada kandungan vitamin C plasma ibu. Pada keadaan ini ASI mengandung sekitar 4-7 mg/dl asam askorbat dan merupakan sumber vitamin C yang cukup. Tidak ada ras dan jenis kelamin yang spesifik.BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.2 Etiologi Bayi yang dilahirkan dengan simpanan vitamin C yang cukup jika masukan ibu cukup. paparan dingin. Kebutuhan vitamin C bertambah karena penyakit demam. terutama penyakit infeksi dan diare dan karena defisiensi besi. Defisiensi vitamin C dalam diet ibu dapat menimbulkan skorbut pada bayi yang minum asi nya. Biasanya pasien yang lebih tua atau menggunakan alkohol dan diet rendah buah dan sayur-sayuran. Kematian yang berkaitan dengan gagal jantung dilaporkan pada janin dan anak-anak dengan scurvy. yang ditemukan pada anak-anak usia antara 6 bulan dan 1 tahun.1 Definisi Scurvy adalah penyakit yang ditandai dengan kegagalan dari pembentukan osteoblastik.6 II. Penyakit ini disebabkan kekurangan vitamin C (asam askorbat) dan menyebabkan kekurangan sintesis kolagen.1 3 . dengan hasil berkurangnya tulang (osteoporosis). Bayi dan anakanak dengan diet yang rendah karena kesehatan.

Avitaminosis vitamin C juga meningkatkan kerapuhan kapiler.6 III. dimana pinggul dan lutut zemi fleksi dengan kaki terputar keluar. Penurunan pembentukan osteoblastik matriks tulang yang ada pada resorpsi osteoclastic tulang menyebabkan osteoporosis. Pada skorbut berat dapat ada degenerasi otot skelet. pembentukan tulang enkhondral berhenti. Periosteum menjadi longgar.3.  Pembengkakan anggota tubuh terutama paha  Perdarahan subperiosteum dapat diraba pada ujung femur 4 . Kecenderungan perdarahan.5  Irritable  Takipnea  Gangguan pencernaan  Nyeri akibat pseudoparalisis dan kaki mengambil posisi kodok (khas).3 Patofisiologi Selama defisiensi vitamin C pembentukkan kolaen dan kondroitin sulfat teranggu. terutama pada ujung-ujung femur dan tibia.4 Manifestasi Klinik Skorbut dapat terjadi pada setiap umur tetapi jarang pada bayi neonatus. Karena osteoblast tidak lagi membentuk bahan interseluler normal (osteoid). hipertrofi jantung. 1. daerah tulang rawan yang kalsifikasi menetap dan menebal. Ketika perdarahan subperiostealnya ini terus berlangsung. perlengketan normal dari epifisis dan lempeng epifisis ke metafisis terganggu dan pemisahan epifisis. Karena matriks tulang tidak terbentuk pada kalsifikasi inti dari tulang rawan di lempen epifiseal. dentin gigi tidak sempurna dan pelonggaran gigi disebabkan oleh kekurangan kolagen. tidak hanya di sub periosteum tetapi juga di membran mukosa gusidan usus. Manifestasi klinik memerlukan waktu untuk berkembang. Trabekula tulang yang telah terbentuk menjadi rapuh dan mudah patah.5. Sebagian besar kasus terjadi pada usia 6-24 bulan. dan perdarahan subperiosteal terjadi. terdapat perdarahan spontan. sesudah beberapa periode penipisan vitamin C.III. adapun gambaran kliniknya yaitu: 1. depresi sumsum tulang dan atrofi adrenal.

 Angulasi (tonjolan) atau manik-manik scorbutik biasanya lebih tajam dari manik-manik tasbih rakhitis. Gejala awal/non spesifik :  Mudah marah  Berat badan menurun  Diare  Takipnea  Demam b. pembengkakan seperti spon membran mukosa.  Mungkin ada tasbih (rosary) pada sambunan kostokhondral dan depresi sternum. Hematuria.  Demam ringan biasanya ada  Anemia dapat menggambarkan ketidak mampuan menggunakan besi atau gangguan metabolisme asam folat  Penyembuhan luka tertunda Gejala klinik ini dapat juga dibedakan menjadi: 6 a. melena dan perdarahan orbital dan subdural dapat ditemukan. ditandai dengan merah keabu-abuan. Perubahan pada gusi paling nyata bila gigi tumbuh. Gejala specific  Irritabel  Nyeri kaki  Pseudoparalysis  Pembengkakan  Peradarahan 5 . biasanya pada gigi susu (insisivus) atas.  Perdarahan petekhiae dapat terjadi pada kulit dan membran mukosa.

pada perpindahan linier atau kompresi epifisis terhadap batang. Korteks menipis sampai setipis ujung pensil. Namun selama penyembuhan. 1.5 Gambaran Radiologi Diagnosis skorbut biasanya didasarkan pada perubahan roentgenografi pada tulang panjang.III. periosteum yang terangkat menalami kalsifikasi dan tulang yang yang terkena berbentuk halter atau tongkat. Pemisahan epifisis dapat terjadi sepanjang garis destruksi. Pusat ossifikasi epifisea juga mempunyai penampakan dasar gelas dan dikelilingi oleh cincin putih. skorbut tidak dapat didiagnosis dengan pasti dengan roentgenogram kecuali kalau daerah penipisan pecah linear pada tulang proksimal dan paralel dengan garis putih. Pada stadium awal.5 Gambar 1. Perdarahan subperiosteum tidak dapat tampak secara roentgenografis pada skorbut aktif. Garis putih Fraenkel yang menggambarkan daerah kartilago yang mengepur dengan baik dapat dengan jelas dilihat sebagai garis putih tidak teratur tetapi tebal pada metafisis.5 Pada stadium ini. terutama pada ujung distalnya. Trabeluka batang tidak dapat dilihat. Seringkali pecahan ini tidak menyilangi batang pada keseluruhan lebarnya dan mungkin hanya terlihat hanya pada bagian lateralnya sebagai defek segitiga. Seperti biasanya perubahan terbesar adalah pada daerah lutut. penampakannya menyerupai penampakan atrofi tulang sederhana.1. dan tulang memberi gambaran dasar gelas. dan ujung epifisis berbatas tegas. Wimberger’s ring 6 .

Radiology scurvy Gambar 3. Foto AP Ekstrimitas bawah menunjukan ground glass osteopenia 7 .Gambar 2.

sementara angka asam amino darah tetap normal. menyeluruh. tetapi kadar vitamin C yang lebih rendah tidak membuktikan adanya defisiensi. Sesudah pembebenan tirosin. Selama 3-5 hari setelah pemberian parenteral dosis uji. walaupun tidak ada tanda-tanda klinis defisiensi. Bukti adanya defisiensi vitamin C lebih baik dilengkapi dengan kadar asam askorbat dalam lapisan sel trombosit putih (trombosit buffy) darah teroksalat yang disentrifuse. terjadi pada skorbut. gambaran roengenografi tulang panjang.6 mg/dl membantu dalam mengesampingkan skorbut.III.1 III. Aminoasiduria nonspesifik. Kadar nol pada lapisan ini menunjukkan skorbut laten. dan riwayat ambilan vitamin C yang jelek.6 Diagnosis Diagnosis didasarkan terutama pada gambaran klinis khas. Uji laboratorium untuk skorbut tidak memuaskan. Kejenuhan jaringan dengan vitamin C dapat diperkirakan dalam jumlah ekskresi vitamin urin sesudah uji dosis asam askorbat. Kadar vitamin C plasma darah puasa tidak melebihi 0. 80% darinya dapat ditemukan dalam urin anak normal.7 Diagnosis Banding  Syphilis  Leukemia  Arthritis Radiologi Syphilis 8 . Waktu protombin mungkin sangat naik. bayi penderita skorbut mengekskresikan metabolit serupa dengan ekskresi metabolit bayi prematur.

The lucent bands have a more destructive appearance than in CMV. often the lucent defects in the femora and tibias are seen particularly on the medial side.Syphilis in the neonate. Arthritis 9 . When seen in children over two years of age these lucent bands if bilateral are usually indicative of leukemia. Lucent metaphyseal band in a child who complained of pain in the legs. Radiologi Leukemia Leukemic line.

dan sari buah merupakan sumber yang paling baik. buah jeruk. Ibu yang sedang menyusui harus minum 100 mg.Erosions (arrows) are noted at the articular margins of the tibia in this patient with juvenile chronic arthritis III. tetapi pembengkakan karena perdarahan subperiosteum mungkin memerlukan berbulan-bulan untuk hilang.1 III. Bayi susu formula harus mendapatkan 35 mg asam askorbat setiap hari. Pertumbuhan badan biasanya cepat menyesuaikan. penyembuhan terjadi dengan cepat pada bayi. 45-60 mg/24 jam diperlukan oleh anak atau orang dewasa.8 Prognosis Dengan pengobatan yang tepat.10 Pengobatan 10 .9 Pencegahan Skorbut dicegah dengan diet cukup vitamin C.1 III.

Pemberian sari buah orange atau sari buah tomat setiap hari akan dengan cepat menghasilkan penyembuhan. Digunakan untuk sintesis kolagen dan perbaikan jaringan. peroral atau parenteral. menyebabkan dengan hasil perdarahan berkurangnya superiosteal dan tulang (osteoporosis).70 mg Ibu menyusui . submukosa.  Gejala klinik ini dapat juga dibedakan menjadi: a. Gejala awal/non spesifik : 11 .5. yang ditemukan pada anak-anak usia antara 6 bulan dan 1 tahun.3.90-95 mg  Vitamins Asam askorbat 100-200 mg atau lebih. Penyakit dan ini disebabkan kekurangan vitamin C (asam askorbat) dan menyebabkan kekurangan sintesis kolagen.6 BAB III KESIMPULAN  Scurvy adalah penyakit yang ditandai dengan kegagalan dari pembentukan osteoblastik.30-40 mg Anak-anak dan dewasa.45-60 mg Wanita hamil . Diet Food and Nutrition Board of the National Academy of Sciences. National Research Council's minimum recommended daily dietary allowances of vitamin C: Bayi .1.

penampakannya menyerupai penampakan atrofi tulang sederhana. Korteks menipis sampai setipis ujung pensil.  Pengobatan: Diet dan vitamin C 12 . Perdarahan subperiosteum tidak dapat tampak secara roentgenografis pada skorbut aktif. Trabeluka batang tidak dapat dilihat. dan tulang memberi gambaran dasar gelas. dan ujung epifisis berbatas tegas. periosteum yang terangkat menalami kalsifikasi dan tulang yang yang terkena berbentuk halter atau tongkat. Namun selama penyembuhan. Garis putih Fraenkel yang menggambarkan daerah kartilago yang mengepur dengan baik dapat dengan jelas dilihat sebagai garis putih tidak teratur tetapi tebal pada metafisis. Gejala specific o Irritabel o Nyeri kaki o Pseudoparalysis o Pembengkakan o Peradarahan  Gambaran Radiologi: Pada stadium awal.o Mudah marah o Berat badan menurun o Diare o Takipnea o Demam b. Pusat ossifikasi epifisea juga mempunyai penampakan dasar gelas dan dikelilingi oleh cincin putih.

Chudgar. Arvin. Asp. EGC. Jakarta. 1985. Diunduh dari URL: www. P. Diunduh dari URL: www. Jakarta.15. Ilmu Kesehatan Anak Nelson vol. Hal 352-353 4.2.eMedicine Pediatrics General Medicine. Radiology scurvy. RB. R.BS. Almatsier. Hal 188-190 6. BK. 1999. Salter. 2004. Textbook of Disorders and injuries of the musculoskeletal System 3 rd ed. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. EGC. Pediatric Scurvy.DAFTAR PUSTAKA 1. Hal 225-226 2. Hal 185-190 3. 1 Ed.html 7. Radiology in scurvy. Jakarta. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI vol 1. S. Jakarta. Hal 943 5. Buckler.html 13 .1996. Sjamsuhidajat. USA. Gramedia Pustaka Utama 2006. Buku Ajar Ilmu Bedah ed.