You are on page 1of 6

SISTEM MANAJEMEN KONSTRUKSI

1. PENGERTIAN
Manajemen Konstruksi (MK) sebagai terjemahan dari Construction Management (CM)
adalah suatu metode untuk mengelola proyek dengan tahapan proses pembangunan:
 Tahapan pengembangan konsep (concept development phase)
 Tahap perencanaan (design phase)
 Tahap pelelangan (tender phase)
 Tahap pelaksanaan (construction phase)
 Tahap pemeliharaan dan pengoperasian (maintenance and operation phase)
yang diperlakukan sebagai suatu sistem yang menyeluruh dan terpadu (integrated) dengan
tujuan untuk mencapai hasil yang optimal dalam aspek biaya, mutu dan waktu. Sebagai suatu
sistem penggunaan Manajemen Konstruksi banyak digunakan pada proyek-proyek yang
mempunyai ciri-ciri:
 Berskala besar dan kompleks.
 Mudah dipisah-pisahkan secara fisik menjadi banyak paket pekerjaan sesuai dengan
spesialisasi kontraktor
 Dapat diprogramkan secara bertahap sehingga dapat diterapkan sistem fast track
Jadi untuk proyek-proyek yang berskala kecil dan sederhana sebetulnya tidak perlu
menggunakan manajemen konstruksi. Cukup menggunakan sistem kontraktor utama. Agar
menghasilkan keluaran (output) yang baik, diperlukan masukan (input) dan proses yang baik
pula. Sebagai input di sini adalah kerja sama yang baik dari Konsultan Manajemen
Konstruksi, kontraktor, perencana dan pemilik.
1.1.

Urutan proses pengelolaan sistem Manajemen Konstruksi

Sedangkan bobot keterlibatan pihak-pihak dalam tahap-tahap pembangunan dengan
sistem MK:

KEUNTUNGAN Dibandingkan dengan sistem Kontraktor Utama. PENJABARAN KEUNTUNGAN 3. 3. Waktu untuk desain lebih panjang.  Keuntungan dari segi yang lain : 1.  Keuntungan dari segi mutu : 1. 2. 2. Pembelian material import lebih dini. 4. Kesempatan kerja lebih merata.2. Hal ini karena dapat dihindari keuntungan dan pajak ganda. sistem MK mempunyai beberapa keuntungan:  Keuntungan dari segi biaya : 1. 2. Total biaya akhir menjadi terkendali. Pemeriksaan keuangan ganda. Biaya per bagian pekerjaan yang dominan menjadi optimal. Mutu kontraktor spesialis lebih terkendali.32 % apabila dibandingkan dengan system Kontraktor Utama. Waktu keseluruhan lebih singkat. Keperluan staf pemilik proyek lebih sedikit. 3. 3. Mutu pelaksanaan lebih terjamin. Keuntungan Dari Segi Biaya :  Biaya keseluruhan lebih hemat Biaya pembangunan secara keseluruhan dapat dihemat 9. Biaya keseluruhan menjadi lebih hemat. 3. . Kesempatan menyempurnakan desain lebih banyak.1.  Keuntungan dari segi waktu : 1. 2.

Sedangkan pada sistem Kontraktor Utama baru diketahui setelah seluruh desain selesai. nampak sistem Manajemen Konstruksi dapat menghemat biaya keseluruhan 9. Total biaya akhir proyek lebih terkendali dan selalu dapat diperkirakan jauh-jauh hari sebelumnya serta diikuti dan diperbarui terus menerus sesuai dengan perkembangan desain. . 32 %. Biaya per pekerjaan yang dominan lebih optimal Biaya per pekerjaan yang dominan lebih optimal.2. sehingga pelelangan dan pelaksanaan dapat dimulai meskipun desain belum selesai seluruhnya. Baik dari segi material yang akan dipakai maupun metode pelaksanaannya. Total biaya akhir lebih terkendali.  Dari uraian di atas. Keuntungan Dari Segi Waktu Waktu keseluruhan lebih singkat Waktu pembangunan secara keseluruhan dapat dipersingkat. karena pada awal tahap perencanaan konsultan Manajemen Konstruksi (Konsultan MK) sudah ikut berpartisipasi dengan membuat studi perbandingan.  3. karena adanya sistem fast track Dengan sistem ini desain dapat dilakukan secara bertahap.

Pembelian material import Pembelian material import dengan sistem Manajemen Konstruksi lebih awal. . 4.   Waktu untuk desain Waktu untuk desain dengan sistem Manajemen Konstruksi lebih panjang dibandingkan dengan sistem Konstruksi Utama.Pada system Kontraktor Utama waktu keseluruhan lebih lama karena pelaksanaan harus menunggu desain selesai seluruhnya. Mutu kontraktor spesialis lebih terkendali Mutu kontraktor spesialis lebih terkendali karena seleksi kontraktor spesialis (prakualifikasi) semua ditangan pemilik dengan dibantu oleh konsultan MK. Hal ini berbeda jika dibandingkan dengan sistem Kontraktor Utama yang harus menunggu seluruh desain selesai.   3.3. PERANAN KONSULTAN MK DALAM PROSES PEMBANGUNAN PROYEK  Tahap Pengembangan Konsep 1. karena tidak perlu menunggu seluruh desain selesai. Membantu mengembangkan sasaran proyek yang ingin dicapai pemilik dari aspek biaya dan waktu. Lain dengan sistem Kontraktor Utama yang pemilihannya lebih banyak di tangan Kontraktor Utama. Keuntungan dari segi mutu : Mutu Pelaksanaan Lebih Terjamin Mutu pelaksanaan lebih terjamin karena konsultan MK ikut membantu kontraktor dalam hal metode pelaksanaan dan penerapannya.

2.  Tahap Pelaksanaan 1. Menyaipkan dokumen kontrak antara pemilik dan kontraktor pemenang lelang. waktu dan mutu mengenai pembelian dan substitusi material. 7. Melakukan review (peninjauan kembali) setiap gambar rencana dan persyaratan teknis yang diajukan oleh konsultan perencana pada setiap perkembangan desain. Mengadakan rapat penjelasan lelang (aanwisjing) bersama konsultan perencana dan pemilik proyek.  Tahap Pelelangan 1. 7. 5. Menyusun semua prosedur yang diperlukan di lapangan. 6. 3. 5.2. Membuat perkiraan biaya awal berdasarkan konsep awal (preliminary design) dari konsultan perencana. 9. Membuat rencana induk pelaksanaan secara terpadu untuk seluruh paket pekerjaan. Menyiapkan dokumen lelang. waktu dan bahan studi awal. 4. Memberikan rekomendasi dalam aspek biaya. 3. 3. 2. Membuat perincian jenis pekerjaan dan volume (bill of quantity) yang akan dipakai sebagai pedoman bagi semua peserta lelang dalam mengajukan penawaran. konsultan perencana. Mengadakan prakualifikasi calon peserta lelang bersama pemilik proyek. Mengidentifikasikan batasan-batasan utama dari semua aspek pembangunan. Mengadakan rapat persiapan lelang (pre tender meeting) bersama konsultan perencana dan pemilik proyek. Memberikan saran-saran prinsipil mengenai konsep desain yang dibuat oleh konsultan perencana dari aspek biaya. konsultan MK dan kontraktor. Membuat proyeksi arus dana (cash flow)  Tahap Perencanaan 1. Melaksanakan koordinasi dan pengawasan pekerjaan pemetaan (topografi) dan penyelidikan tanah (soil investigation) sebagai dasar perencanaan. Membuat perhitungan biaya pasti untuk setiap paket pekerjaan yang akan dipakai sebagai dasar evaluasi penawaran peserta lelang. 4. Mengurus ijin-ijin yang diperlukan untuk pembangunan. Melaksanakan evaluasi setiap paket lelang dan memberikan rekomendasi kepada pemilik proyek dalam penentuan pemenang lelang. Membuat usulan mengenai organisasi proyek serta hubungan kerja antara pemilik. Menyusun jadwal review dan lelang bersama-sama dengan konsultan perencana. 6. Membuat perkiraan biaya per paket pekerjaan sesuai dengan perkembangan desain yang senantiasa diperbarui. 8. 7. Menyusun pembagian paket-paket pekerjaan sebagai dasar tahapan perencanaan. 6. Membuat buku rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 2. . 4. 5. Mengusulkan daftar calon rekanan yang akan diundang lelang.

19. 4. Memproses garansi/ jaminan/ sertifikat peralatan dan training operator. 7. 6. 18. Mengkoordinir asuransi masing-masing paket pekerjaan. Menyiapkan dan memeriksa berita acara penyerahan pertama. Membuat dokumentasi pembangunan proyek. 11. Memimpin rapat koordinasi proyek. mutu dan keselamatan kerja. 13.3. Menyiapkan dan memeriksa dokumen pembayaran para kontraktor. 15. 5. Mengevaluasi dan memperbarui (updating) rencana biaya proyek secara periodik. 17. 8. Mengkoordinir. Menyiapkan dan memeriksa berita acara penerimaan kedua. mengarahkan serta mengendalikan pelaksanaan masing-masing kontraktor dalam aspek waktu. Menghitung biaya dan memproses pekerjaan tambah kurang akibat perubahan pekerjaan. mengarahkan serta mengontrol perbaikan pekerjaan sesuai dengan defect list. 6. 2. 5. Mengevaluasi dan merekomendasikan pada pemilik proyek mengenai tuntutan (claim) kontraktor. Mengkoordinir pekerjaan fasilitas penunjang sementara (prasarana kerja). 12. 14. 10. Mengadakan rapat pra pelaksanaan (preconstruction meeting) dengan kontraktor pemenang lelang. 9. .  Tahap Pemeliharaan Pengoperasian 1. Memeriksa gambar detail pelaksanaan (shop drawing) dan contoh material yang diajukan kontraktor. Mengevaluasi perintah perubahan pekerjaan (change order) dari aspek biaya dan waktu. Memproses ijin-ijin yang diperlukan selama pelaksanaan. Membuat laporan kemajuan pekerjaan dan laporan keuangan secara periodik. Mengkoordinir. baik yang rutin (mingguan) maupun yang khusus. Mengarahkan dan memeriksa manual (pedoman pemakaian dan pemeliharaan bangunan serta peralatan). Mengarahkan dan memeriksa as build drawing (gambar yang sesuai dengan yang dilaksanakan). Melaksanakan pemeriksaan akhir sebelum penyerahan pertama untuk membuat daftar perbaikan pekerjaan (defect list). 4. 16. 3. Mengkoordinir agar kegiatan pelaksanaan dan operasional proyek secara bertahap dapat berjalan bersama-sama tanpa saling mengganggu sampai dilakukan proses serah terima seluruh proyek. Mengarahkan rencana kerja masing-masing kontraktor agar sejalan dengan rencana induk pelaksanaan.