You are on page 1of 21

MAKALAH STUDI KASUS

PENYULUHAN PERTANIAN

Disusun oleh:
Nama

: Nirmala Kusuma Wardani

NIM

: 115040101111106

Kelas

: A Agribisnis

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga saya berhasil menyelesaikan
Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul
“PENYULUHAN

PERTANIAN”

Makalah ini berisikan tentang informasi permasalahan dalam penyuluhan
pertanian. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita
semua tentang solusi-solusi tentang kasus yang terjadi di dalam penyuluhan
pertanian.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
kami

harapkan

demi

kesempurnaan

makalah

ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga
Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Memasuki dasawarsa 1990-an semakin dirasakan menurunnya peran penyuluhan pertanian di Indonesia yang dikelola pemerintah (Departemen Pertanian). tetapi baru benar-benar berperan sebagai lembaga penyuluhan pertanian yang mandiri sejak diubah menjadi Dinas Pertanian Propinsi terlepas dari PP pada tahun 1918 (Mardikanto. kemudian diikuti Universitas London (1876) dan Universitas Oxfor (1878) dan menjelang tahun 1880 gerakan penyuluhan mulai melebarkan sayapnya ke luar kampus (van den Ban & Hawkins. kegiatan penyuluhan telah dimulai dengan dibentuknya Balai Pendidikan Masyarakat Desa (BPMD) kemudian dilanjutkan dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan metode Latihan dan Kunjungan (Mardikanto. Penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di era Bimas telah memberikan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan produksi pertanian khususnya produksi padi. LSM dll) serta semakin beragamnya sumber- . Hal ini terjadi karena selain terjadi perubahan struktur organisasi penyuluhan. 1999). 1993). Pada tahun 1910 dibentuk Dinas Penyuluhan Pertanian (Landbouw Voorlichting Dienst). Di Indonesia kegiatan penyuluhan pertanian mulai dikembangkan sejak tahun 1905 bersamaan dengan dibukanya Departemen Pertanian (Department vanLandbouw) oleh pemerintah Hindia Belanda. sedang pelaksanaannya dilakukan oleh pejabat Pangreh Praja (PP). 2009). Pada Tahun 1873 Secara resmi sistem penyuluhan diterapkan di Cambridge.Di masa kemerdekaan.1 Latar Belakang Istilah penyuluhan pertama kali dipublikasikan oleh James Stuart (18671868) dari Trinity College (Cambrigde) pada saat memberikan ceramah kepada perkumpulan wanita dan pekerja pria di Inggris Utara. juga semakin banyak pihak-pihak yang melakukan penyuluhan pertanian (perguruan tinggi. swasta. sehingga pada tahun 1984 pemerintah Republik Indonesia memperoleh penghargaan dari FAO sebagai Negara yang berhasil mencapai swasembada beras.BAB I PENDAHULUAN 1. institusi yang bentuk tersebut antara lain memiliki tugas melakukan kegiatan penyuluhan pertanian.

. Kondisi seperti ini semakin diperburuk dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. kinerja kelembagaan ini pun banyak menuai kritik karena dianggap kurang berkoordinasi dengan dinas-dinas teknis terkait Mardikanto (2009). Namun demikian. 1.2 Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menguraikan tentang studi kasus dalam penyuluhan pertanian. Pada tahun 1995 terjadi perubahan struktur kelembagaan penyuluhan pertanian melalui SKB MendagriMentan tentang pembentukan Balai Informasi Penyuluhan Pertanian (BIPP) di setiap Kabupaten.sumber informasi/inovasi yang mudah diakses oleh petani. dimana peran penyuluh pertanian dalam mendukung program pembangunan pertanian mengalami penurunan yang sangat drastis.

penyuluh pertanian tidak lain sebagai aparatur pertanian yang berfungsi sebagai pendidik non formal pada masyarakat petaninelayan/pedesaan.120/4/96 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian. motivator dan sebagai pendukung gerak usaha petani merupakan titik sentral dalam memberikan penyuluhan kepada petani – nelayan akan pentingnya berusaha tani dengan memperhatikan kelestarian dari sumber daya alam. Menurut Abbas (1999) bahwa penyuluh pertanian dapat menampilkan dirinya sebagai penasehat. mendorong partisipasi dan mendukung kepentingan masyarakat sasaran. memperkenalkan dan menyebarkan ideide baru. swasta maupun swadaya yang selanjutnya disebut penyuluh adalah perorangan warga Negara Indonesia yang melakukan kegiatan penyuluhan.1 Penyuluh Pertanian Berdasarkan Undang undang Nomor 16 Tahun 2006. Proses penyelenggaraan penyuluhan pertanian dapat berjalan dengan baik dan benar apabila didukung dengan tenaga penyuluh yang profesional. komunikator dan motivator dalam rangka proses alih ilmu dan teknologi. penyuluh perikanan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Peranan dari penyuluh pertanian sebagai fasilitator. pembinaan ketrampilan serta pembentukan sikap yang sesuai dengan nilai-nilai dasar dan kebutuhan dinamik yang membangun. membantu masyarakat sasaran melaksanakan aktivitas usahataninya. Berkaitan dengan penyuluhan sebagai pendidikan non-formal di bidang pertanian. Penyuluh adalah seorang professional garis depan yang berinisiatif melakukan perubahan. kelembagaan penyuluh yang handal. atau penyuluh kehutanan. penyuluh pertanian. Kesalahan dalam memberikan penyuluhan kepada petani – nelayan akan menimbulkan dampak negatif dan merusak lingkungan. materi penyuluhan yang terus-menerus mengalir. Sedangkan Penyuluh pertanian sebagaimana disebutkan dalam Surat Keputusan Bersama Mendagri-Mentan Nomor : 54 Tahun 1996 dan Nomor : 301/Kpts/LP. Penyuluh sebagai motivator berperan mendorong petani mandiri melakukan perubahan dengan menggunakan ide baru untuk memperbaiki taraf hidupnya. baik penyuluh PNS. bahwa Penyuluh Pertanian adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas melakukan kegiatan penyuluhan pertanian secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi lingkup pertanian. sistem penyelenggaraan .

Sumberdaya Manusia yang handal akan mampu meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat. (2) membina hubungan untuk perubahan. dan (6) menstabilkan perubahan sehingga sasaran mampu mengembangkan dirinya. 1. maka perlu dilakukan penilaian atas prestasi tersebut. yaitu menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam menghadapi persaingan global yang selama ini terabaikan.penyuluhan yang benar serta metode penyuluhan yang tepat dan manajemen penyuluhan yang polivalen. Penyuluh adalah salah satu unsur penting yang diakui peranannya dalam memajukan pertanian di Indonesia. Perikanan dan Kehutanan di sisi lain memberikan kepastian hukum tentang peran penyuluhan di berbagai bidang (pertanian. Kinerja adalah prestasi yang dicapai karyawan dalam melaksanakan suatu pekerjaan dalam suatu organisasi. perikanan dan kehutanan). Sumberdaya manusia merupakan salah satu faktor kunci dalam reformasi ekonomi. (5) merencanakan rencana perubahan. penyuluh berperan dalam berbagai hal yakni: (1) mengembangkan kebutuhan untuk berubah. (3) mengidentifikasi dan menganalisa masalah. Agar dapat memberikan umpan balik bagi karyawan maupun organisasi. tetapi di sisi lain juga menyisakan permasalahan mendasar seperti penyiapan sumberdaya manusia penyuluh. karakteristik tersebut merupakan variabel penting yang mempengaruhi perilaku seseorang termasuk penyuluh pertanian. (4) menumbuhkan rencana perubahan pada sasaran. Kedua bahwa kinerja penyuluh pertanian merupakan pengaruhpengaruh dari situasional diantaranya terjadi perbedaan . Menurut Rogers dan Shoemaker (1971) bahwa. pertama bahwa kinerja merupakan fungsi dari karakteristik individu.2 Kinerja Penyuluh Pertanian Disahkannya Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. Kinerja seorang penyuluh dapat dilihat dari dua sudut pandang. Penyuluh yang siap dan memiliki kemampuan dengan sendirinya berpengaruh pada kinerjanya. Dalam kaitan itu ada dua hal yang penting yang menyangkut kondisi sumberdaya manusia pertanian di daerah yang perlu mendapatkan perhatian yaitu sumberdaya petugas dan sumberdaya petani. Kedua sumberdaya tersebut merupakan pelaku dan pelaksana yang mensukseskan program pembangunan pertanian.

yaitu jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu periode waktu yang ditentukan. program penyelenggaraan dan pembiayaan. dan (h) Personal qualities. dimana rincian tugas pekerjaan satu dan lainnya sangat luas dan bervariasi. kepemimpinan. yaitu luasnya pengetahuan mengenai pekerjaan dan ketrampilannya. Kinerja adalah hasil dari suatu perkerjaan yang dapat dilihat atau yang dapat dirasakan. Kinerja bisa diukur melalui standar kompetensi kerja dan indikator keberhasilan yang dicapai seseorang dalam suatu jabatan/pekerjaan tersebut. Dengan demikian kinerja (performance) petugas menunjuk kepada tingkat seseorang mampu melaksanakan tugas-tugasnya berkaitan dengan perkerjaannya. Agar seseorang dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik diperlukan adanya pengetahuan. Seseorang dikatakan memiliki kinerja yang bagus bila berkaitan dan memenuhi standar tertentu.pengelolaan dan penyelenggaraan penyuluhan pertanian disetiap kabupaten yang menyangkut beragamnya aspek kelembagaan. yaitu kesadaran dan dapat dipercaya dalam hal kehadiran dan penyelesaian kerja. (d) Creativeness. petugas tersebut tidak dapat berprestasi dengan baik dalam menyelesaikan tugas pokoknya. (f) Dependability. Kinerja seseorang ditentukan oleh kemampuan ketiga aspek perilaku yaitu kognitif. Kesenjangan kinerja adalah perbedaan kinerja yang dimiliki petugas saat ini dengan yang diharapkan oleh organisasi atau tuntutan pekerjaan. (b) Quality of work. (e) Cooperation. Menurut Gomes (2001) bahwa kinerja seseorang dapat diukur dari : (a) Quantity of work. Selama antara kinerja yang dimiliki petugas dengan kinerja yang dituntut oleh jabatannya terdapat kesenjangan. yaitu kualitas kerja yang dicapai berdasarkan syarat-syarat kesesuaian dan kesiapannya. (c) Job knowledge. dan integritas pribadi. ketenagaan. yaitu keaslian gagasan-gagasan yang dimunculkan dan tindakan-tindakan untuk menyelesaikan persoalanpersoalan yang timbul. yaitu semangat untuk melaksanakan tugas-tugas baru dan dalam memperbesar tanggungjawabnya. yaitu kesediaan untuk bekerjasama dengan orang lain (sesama anggota organisasi). keramahtamahan. afektif dan psikomotor. (g) Initiative. Pekerjaan (jobs) tidak lain sebagai rangkaian dari sejumlah tugas spesifik yang dikerjakan petugas. . sikap mental dan ketrampilan yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut. yaitu menyangkut kepribadian.

afektif maupun psikomotor. ketrampilan dan sikap baru serta (3) memperoleh pekerjaan yang sama sekali baru sehingga diperlukan pengetahuan. (2) mempunyai tugas baru (new tasks) dalam mengerjakan pekerjaannya yang membutuhkan pengetahuan. sikap bahwa inovasi yang disampaikan benar-benar merupakan kebutuhan nyata sasarannya. dan sikap menyukai dan mencintai sasarannya dalam artian selalu siap memberi bantuan dan melaksanakan kegiatankegiatan demi adanya perubahan-perubahan pada sasaran. yang terdiri dari isi. yaitu: (1) kemampuan untuk berkomunikasi yaitu kemampuan dan keterampilan penyuluh untuk berempati dan berinteraksi dengan masyarakat sasarannya. Menurut Berlo dkk. latar belakang keadaan sasaran dan (4) karakteristik sosial budaya penyuluh. manfaat serta nilai-nilai yang terkandung dalam inovasi yang disampaikan. (3) kemampuan pengetahuan penyuluh. (1958) ada empat kualifikasi yang harus dimiliki setiap penyuluh pertanian untuk meningkatkan kinerjanya. (2) sikap penyuluh antara lain sikap menghayati dan bangga terhadap profesinya. merinci standar kinerja seorang penyuluh dapat diukur berdasarkan 9 (sembilan) indikator keberhasilan yakni. kemampuan. (1) tersusunnya programa penyuluhan pertanian. fungsi.Arnold dan Feldman (1986) mengemukakan sebuah model yang menyebutkan bahwa kinerja dalam suatu organisasi merupakan fungsi dari motivasi. Departemen Pertanian (2009). Bila kesenjangan yang berkaitan dengan pekerjaan petugas dalam rangka jabatannya didalam suatu organisasi telah diidentifikasi akan diketahui permasalahan nyata dari kinerja yang selanjutnya dilakukan upaya peningkatan kemampuan berbagai aspek tersebut dalam menunjang pekerjaan petugas. persepsi. (2) Tersusunnya recana kerja tahunan penyuluh pertanian. sistem imbalan) dan sumberdaya (fasilitas fisik). baik pelatihan kognitif. ciri-ciri personality. ketrampilan dan sikap baru. Ketiga aspek perilaku yang dikembangkan dalam rangka memperbaiki kinerja kerja petugas dapat dilakukan melalui pelatihan. sistem organiasasi (struktur organisasi. Dari model tersebut faktor motivasi dan kemampuan merupakan faktor penting dalam menentukan kinerja kerja individu dalam organisasi. kepemimpinan. yakni. (1) tidak mengetahui bagaimana mengerjakan keseluruhan atau sebagian dari job’s (pekerjaannya). Sedangkan dari aspek individu menurut Hickerson dan Middleton (1975) secara spesifik menjelaskan bahwa ada tiga kondisi yang menyebabkan timbulnya kesenjangan (diskrepansi) kinerja petugas. (3) .

dirancang secara sistematis. Berdasarkan pada berbagai pendapat dan teori tentang kinerja penyuluh tersebut. (8) Meningkatnya produktivitas agribisnis komoditas unggulan di wilayahnya. (6) Terwujudnya kemitraan pelaku utama dan pelaku usaha yang menguntungkan. kerjasama (mitra kerja). (4) Terdesiminasinya informasi teknologi pertanian secara merata. dan kinerja dalam membangun komunikasi. Dalam penenlitian ini tingkat kinerja penyuluh yang diukur meliputi. maka penyuluhan adalah sesuatu yang dipikirkan. dan diarahkan pada suatu tujuan dan aktivitas yang disengaja. Padahal. maka disintesakan/ disimpulkan bahwa kinerja penyuluh hasil kerja yang dicapai seorang penyuluh sesuai dengan tugas pokok dan fungsi penyuluh.3 Strategi Penyuluhan Pertanian Desain strategi penyelenggaraan penyuluhan pertanian adalah langkahlangkah atau tindakan tertentu yang dilaksanakan demi tercapainya suatu tujuan atau sasaran yang dikehendaki. Berdasarkan konsep intervensi sebagai penerapan strategi. Sebagai suatu bentuk intervensi (intervention). (7) Terwujudnya akses pelaku utama dan pelaku usaha ke lembaga keuangan. (5) Tumbuh kembangnya keberdayaan dan kemandirian pelaku utama dan pelaku usaha. pengevaluasian penyuluhan. inisiatif. 1999) mendefenisikan penyuluhan sebagai suatu intervensi komunikasi oleh suatu lembaga untuk menimbulkan perubahan perilaku. dan (9) Meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan pelaku utama. pelaksanaan penyuluhan. dan sarana produksi. informasi. diprogramkan. Penetapan strategi penyuluhan pertanian yang dijalankan selama ini terlihat adanya kelemahan. kreativitas. direncanakan. maka penyuluhan merupakan suatu upaya sistematis melalui penerapan strategi dengan mengkondisikan sumberdaya bagi berlangsungnya proses sosial. karena penetapan strategi hanya memusatkan pada kegiatannya untuk menyuluh pelaku utama yaitu petani dan keluarganya.Tersusunnya data peta wilayah untuk pengembangan teknologi spesifik lokasi. 1. perubahan orientasi sehingga mengarahkan proses pada dorongan terjadinya perubahan yang dikehendaki bersama. Roling (Sumardjo. dukungan banyak pihak dan persepsi pimpinan wilayah selaku penguasa tunggal sebagai administrator pemerintahan dan pembangunan. . tingkat kinerja dalam perencanaan penyuluhan. keberhasilan penyuluhan seringkali ditentukan oleh kualitas penyuluh.

Pemilihan strategi penyuluhan pertanian yang efektif perlu dirancang sesuai dengan kebutuhan. Namun demikian pemilihan strategi yang tepat sangat tergantung pada motivasi penyuluh serta kondisi kelompok sasaran. Berkaitan dengan strategi penyuluhan. menawarkan adanya tiga strategi yang dapat dipilih yakni. rekayasa sosial. pemasaran sosial dan partisipasi sosial. khususnya yang berkaitan dengan tingkat adopsi yang sudah ditunjukan oleh masyarakat. .

Tugas agen penyuluh adalah meniadakan hambatan tersebut dengan cara menyediakan informasi dan memberikan pandangan mengenai masalah yang dihadapi. maka - kegiatan penyuluhan tidak akan berjalan dengan baik. Penyuluhan Melupakan Tugas Utama Tugas utama penyuluhan adalah membantu petani di dalam pengambilan keputusan dari berbagai alternatif pemecahan masalah. Selama penyuluh belum mampu memberikan informasi yang dibutuhkan petani tersebut.BAB III PEMBAHASAN 1.Pengetahuan Sebagian petani tidak mempunyai pengetahuan serta wawasan yang memadai untuk dapat memahami permasalahan mereka. memikirkan pemecahannya. Petani kurang dimotivasi berusaha untuk merubah cara-cara tradisional kearah modernisasi. Motivasi Motivasi berasal dari kata motive dan action. Atau . artinya bagaimana membuat orang untuk berusaha. Kadang-kadang penyuluhan dapat mengatasi hal demikian dengan membantu petani mempertimbangkan kembali motivasi mereka. Agen penyuluh dapat memberikan bantuan berupa pemberian informasi yang memadai yang bersifat teknis mengenai masalah yang dibutuhkan petani dan menunjukkan cara penanggulanganya. b. Tetapi masalah penyuluhan sekarang adalah kegiatan penyuluhan lebih banyak pada proses pelayanan bukan mendidik petani agar mampu mengambil keputusan sendiri.1 Permasalah pada Penyuluhan Pertanian a. Keadaan Petani yang Menghambat Kegiatan Penyuluhan Hambatan-hambatan yang menghalangi pencapaian tujuan dapat ditanggulangi sesuai dengan sifatnya. atau memilih pemecahan masalah yang paling tepat untuk mencapai tujuan mereka. Sebagian besar petani kurang memiliki motivasi untuk mengubah perilaku karena perubahan yang diharapkan berbenturan dengan motivasi yang lain. Hambatan-hambatan tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut: .

Dengan demikian. Apabila ketiga lembaga ini dapat berfungsi dengan baik maka kegiatan pembangunan pertanian juga akan - berjalan dengan baik. Wawasan terhadap Kekuasaan Sebagian petani tidak memiliki wawasan terhadap kekuasaan. Sumber Daya Beberapa organisasi penyuluhan bertanggung jawab untuk meniadakan hambatan yang disebabkan oleh kekurangan sumber daya. Masalahnya sekarang adalah organisasi yang menyediakan sumber daya tersebut tidak terlibat melainkan dilakukan oleh penyuluh. terhadap hubungan-hubungan kekuasaan dalam masyarakatnya maupun tentang sumber daya kekuasaan yang tersedia bagi mereka serta cara - menggunakannya untuk menciptakan perubahan. perekonomian yang lemah dan penguasaan tanah yang sangat sempit. Seharunsya kegiatan pelayanan dilakukan oleh lembaga service. dan peranan penyuluhan sangat diperlukan pada keadaan seperti ini.sifat pertanian yang subsisten kurang diarahkan untuk berorientasi pada - pasar. Tugas penyuluh adalah memberikan pandangan - supaya wawasan petani menjadi lebih luas. Wawasan Sebagian petani kurang memiliki wawasan untuk memperoleh sumber daya yang diperlukan. maka akan menjadi masalah. Petani adalah orang yang memiliki status sosial yang rendah. Terpinggirkannya Petani Kekuasaan petani untuk mengeluarkan pendapat belum diperhatikan. Kekuasaan Penyediaan informasi tidaklah mungkin membawa perubahan dalam hal kekuasaan petani. Kegiatan penyuluhan di Indonesia biasanya berada di bawah Departemen Pertanian seringkali diberikan tanggung jawab untuk mengawasi kredit dan mendistribusikan sarana produksi seperti pupuk. kegiatan pengaturan dilakukan oleh lembaga regulation dan kegiatan penyuluhan hanya dilakukan oleh lembaga penyuluhan. hal ini tidak dapat dilaksanakan sebagai kegiatan penyuluhan kecuali penyebabnya adalah - hambatan wawasan terhadap kekuasaan. Selama petani belum dimotivasi. Masalah ini hampir sama dengan hambatan pengetahuan. Petani lemah inilah yang harus diberdayakan untuk membentuk .

Kegiatan Penyuluhan Kurang Terorganisasi Kurang terorganisasinya penyuluhan secara baik. Asosiasi petani tebu Jawa timur. Kenyataan Harapan - Bertujuan meningkatkan - Bertujuan memecahkan . input. Contoh: Asosiasi petani tebu jawa tengah. Selain petani penyuluh juga harus membentuk asosiasi penyuluh sehingga kuat untuk mempejuangkan nasib petani. Tanpa berkelompok petani dan penyuluh tidak ada artinya. intensitas produksi (harga yang layak) dan transportasi desa mencapai keadaan maksimum. Contoh: pada jaman BIMAS dikeluarkan SK Mendagri-Mentan tahun 1985 tentang pembentukan BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) sehingga penyuluh pertanian berada di BPP. teknologi. 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. f. Organisasi penyuluhan yang sekarang ini ingin menyampaikan kebijakan yang sebenarnya dilakukan oleh lembaga penerangan.suatu asosiasi petani. Penyuluh harus memainkan peranan bagaimana petani terlibat dalam kegiatan penyuluhan. Kegiatan Penyuluhan Tidak Berjalan dengan Baik Kegiatan penyuluhan akan berjalan dengan baik bila: pasar. Terdapat Penyimpangan Tujuan Organisasi Penyuluhan Organisasi penyuluhan bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi petani. Kegiatan penyuluhan tidak efektif apabila kelima masalah diatas tidak diatasi. Kemudian tahun 1992 penyuluh berda di dinas-dinas sehingga BPP di bagi-bagi sesuai dengan dinas yang ada. Tujuan kegiatan yang terjadi sekarang ini sangat jauh dari harapan. e. dan lain-lain sehingga petani tebu tersebut menjadi kuat. Bagaimana membangun pertanian yang baik bila 80 % masalah berada di luar petani. Kurangnya pengorganisasian kegiatan penyuluhan menyebabkan kurangnya keberhasilan penyuluhan pertanian. Belum selesai BIPP dibentuk sudah digulirkannya UU No. Tahun 1996 dikeluarkan SK Mendagri-Mentan tentang pembentukan BIPP (Balai Informasi Penyuluhan Pertanian). c. Kelembagaan Penyuluhan belum Tertata dengan Baik Selama ini kegiatan penyuluhan lebih dilaksanakan oleh lembaga penerangan yang bertanggung jawab untuk menjembatani kebijakan pemerintah agar sampai kepada rakyat. d. Seharusnya penyuluhan lebih mendidik petani agar dapat memecahkan masalahnya sendiri.

tetapi tidak beralasan jika beranggapan bahwa nilai-nilai agen penyuluhan dan atasannya lebih baik dibandingkan nilai-nilai petani dan keluarganya. partisipatif Bekerja dalam wilayah kecil Menghasilkan pengetahuan Tidak diarahkan g. persyaratan tenaga kerja pertanian mereka selama bulan-bulan yang berbeda. Perbedaan Nilai yang Dianut Petani dan Agen Penyuluh Nilai-nilai yang dianut petani kemungkinan berbeda dari nilai-nilai agen penyuluhan yang “berbau perkotaan”. Pengetahuan khas setempat dari petani sangatlah penting untuk mengembangkan pertanian yang berkelanjutan karena cara ini harus disesuaikan dengan situasi setempat yang biasanya petani tahu lebih banyak dibandingkan peneliti atau agen penyuluhan. Agen penyuluhan mungkin memiliki sebagian dari pengetahuan tersebut. tetapi biasanya tidak sebanyak pengetahuan yang dimiliki oleh keluarga petani sendiri. Dewasa ini agen penyuluhan lebih mengarahkan langkahnya pada sistem pertanian yang berkelanjutan dan kurang memperhatikan input pertanian yang tinggi dibandingkan tahun-tahun yang lalu. Selama penyuluh belum bisa menyamakan nilai-nilai yang dianut ini maka akan timbul masalah. sedangkan petani dan keluarganya melengkapi kekurangannya. kualitas lahan serta kesempatan-kesempatan menghasilkan uang diluar sektor pertanian. Mereka akan mengetahui tujuan-tujuan mereka. h.- produktivitas Parsial Semata-mata penyuluhan Agen pemerintah Terpusat Bekerja dalam skala - nasional Semata-mata - pengetahuan Diarahkan alih - masalah Holistik Pelayanan terpadu Bantuan sendiri berdasarkan - organisasi swasta Tidak terpusat. Pengetahuan Penyuluh Kurang memadai Agen penyuluh hanya memiliki setengah dari pengetahuan yang diperlukan untuk mengambil keputusan. Mengubah Cara Bertani . i. hubungan dengan petani lain. jumlah modal yang dimiliki.

j. yaitu dalam hal pendidikan orang dewasa dan komunikasi.Kebanyakan agen penyuluhan petanian memperoleh pendidikan formal tentang cara-cara mengubah atau memperbaiki cara bertani. - Menambahkan kisaran alternatif yang dapat menjadi pilihannya. Agen penyuluhan dapat memanfaatkan berbagai cara untuk membantu kliennya untuk mencapai tujuannya. Di negara berkembang belum ada organisasi demikian.Memberi nasihat secara tepat waktu guna menyadarkannya tentang suatu masalah. - Membantunnya belajar dari pengalaman dan dari pengujicobaan. Organisasi demikian memegang peranan penting dalam pembangunan pertanian di negara industri maju. tetapi tidak tentang “bagaimana” mengatakannya agar petani mampu menjadi manajer yang baik dalam usaha taninya. pupuk. tetapi di dalam tugasnya diminta untuk “mengubah petani” yang kemudian dapat membuat keputusan untuk mengubah “usaha taninya”. Organisasi . k. Mereka diajar mengenai “apa yang harus dilakukan” kepada petani. dan sebagainya. - Mendorongnya untuk tukar-menukar informasi dengan rekan petani. yaitu: . - Membantunya dalam mengambil keputusan secara sistematis baik secara perorangan maupun berkelompok. atau kalaupun ada cenderung belum efektif. makanan ternak. - Memberi informasi mengenai konsekuensi yang dapat diharapkan dari masing-masing alternatif. Perubahan yang demikian merupakan salah satu tujuan penting dari pendidikan penyuluhan. Penyuluh Kurang Membuat Wadah untuk Kepentingan Petani Di negara industri maju petani dengan berbagai cara membuat wadah untuk memenuhi kepentingan bersama mereka. Mereka belajar tentang varietas tanaman. - Membantunya dalam memutusakan tujuan mana yang paling penting. Banyak agen penyuluh belum terlatih dalam proses mengubah sikap. Adanya organisasi pertanian yang efektif sama pentingnya dengan penerapan teknologi di banyak negara. Penyuluh Kurang Membantu Petani Mencapai Tujuan Selama ini kegiatan penyuluhan kurang membantu petani mencapai tujuan.

Agen penyuluhan di banyak negara Eropa lebih merupakan seseorang yang menolong petani untuk memecahkan masalah mereka. Petani wajib diberi pengertian tentang masalah mana yang dapat mereka pecahkan sendiri dan manakah yang tidak. Kenaikan hasil merupakan tujuan utama di negara-negara berkembang karena cepatnya pertumbuhan penduduk. Tugas utama penyuluhan di banyak negara berkembang adalah menganjurkan penggunaan teknologi modern. Penyuluh Kurang Mendidik Petani Tugas mendidik dan pendidikan penyuluhan merupakan cabang dari pendidikan orang dewasa. Agen penyuluhan sudah merasa puas jika pertanian menjadi lebih efisien. karena cara bertani yang tidak . tetapi untuk jangka panjang menghemat waktu dan menambah kemungkinan dikenalinya gejala hama dan penyakit secara tepat waktu dan segera dapat ditanggulangi. Walaupun demikian diperlukan dukungan politik untuk dapat berperan tanpa membahayakan jabatan mereka. Cara kedua memerlukan banyak waktu dan upaya dari kedua pihak. l. tetapi perlu disadari bahwa seseorang yang diberi pendidikan sepotong-sepotong lebih berbahaya dari orang buta huruf. seperti pemakaian pupuk. dan kurang berminat untuk mengubah petani. Petani dapat dididik dengan dua cara yang berbeda: 1) mengajari mereka bagaimana cara memecahkan masalah spesifik. dan kewajiban agen penyuluhan adalah mendukung dan menciptakan proses demikian melalui belajar yang disebut “belajar mandiri” atau self-directed learning. atau 2) mengajari mereka proses pemecahan masalah. Hal demikian ternyata tidak selalu benar. disamping adanya anggapan bahwa petani terbelakang dan tradisional. Cara demikianlah yang terbaik. m. Penyuluh Kurang Mengubah Keadaan Petani Selama bertahun-tahun konservatisme petani dianggap sebagai penyebab kegagalan adopsi teknologi yang dikembangkan penelitian.penyuluhan memegang peranan penting dalam membimbing petani mengorganisasikan diri secara efektif. Petani di negara berkembang juga ingin memperbaiki cara bertani mereka.

Adapun strategi-strategi yang dilakukan adalah desentralisasi penyuluhan pertanian. karena imbas dari kebijakan otonomi daerah. Searah dengan semangat desentralisasi. begitupun penyuluhan pertanian di daerah. serta revatilisasi . Subejo (2002) mengindikasikan bahwa transformasi penyuluhan pertanian saat ini sedang berlangsung di seluruh belahan dunia. Penyuluhan pertanian mau tidak mau harus mengalami desentralisasi.1999). privatisasi dan demokrasi penyuluhan pertanian. Seiring dengan tantangan global dan isu perubahan lingkungan strategis. layanan penyuluhan pertanian juga mengalami perubahan-perubahan. nampaknya perlu digagas strategi penyuluhan pertanian di Indonesia secara lebih intensif dan mendalam terutama tentang kecenderungan terkini dan tuntutan masa depan pengembangan penyuluhan pertanian..menguntungkanlah yang membuat mereka tidak menggunakan teknologi tersebut. privatisasi dan demokratisasi (Nauchatel. otonomi memaksa daerah untuk mampu mengelola diri sendiri. sistem penugasan. Sehingga penyuluhan pertanian di daerah memilki kebebasan dalam melaksanakan penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan daerahnya.2 Strategi Penyuluhan Isu-isu strategis yang dihadapi dalam proses pembangunan di berbagai negara termasuk di dalamnya pembangunan pertanian di Indonesia adalah desentralisasi. Penyuluhan pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan pertanian sudah barang tentu dihadapkan pada isu-isu strategis tersebut. liberalisasi. dan praktek sistem penyuluhan pertanian dan pedesaan diseluruh bagian dunia sehingga menjadi suatu hal yang vital bagi suatu negara untuk menempatkan diri selangkah dengan trend pembangunan yang terkini. Maksud dari transformasi disini ialah sedang berjalan perubahan pada organisasi. 1. Terkait dengan perubahan lingkungan global dan tantangan masa depan penyuluhan pertanian khususnya di Indonesia. 2006). kebijakan nasional yang tertuang dalam UU No 22 Tahun 1999 yang kemudian direvisi dengan UU No 32 Tahun 2004 telah memberiakan ruang gerak desentralisasi melalui kebijakan ”otonomi daerah” (Subejo et al. Salah satu isu utama yang terkait dengan penyelenggaraan penyuluhan adalah isu tentang desentralisasi.

2. jika dianggap perlu pemerintah dapat memberikan bantuan dana dalam kegiatan penyuluhan daerah. Keterbatasan alokasi anggaran untuk kegiatan penyuluhan pertanian dari pemerintah daerah. Penyamaan persepsi tentang pembangunan pertanian di Indonesia antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. umumnya kunjungan lebih banyak dikaitkan dengan keterlibatan pada suatu proyek. 3. Penurunan yang terus berlangsung terhadap kapasitas dan kemampuan managerial dari petugas penyuluh pertanian serta. 5. Selain itu juga perbedaan persepsi antara eksekutif dan legislatif yang kadangkadang kurang pro terhadap arti penting dan peran penyuluhan pertanian dalam pembangunan pertanian. Solusi yang mungkin dapat dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan dari penurunan kinerja penyuluhan pertanian di Indonesia diantaranya adalah : 1. Perbedaan persepsi antara pemerintah daerah dengan dengan pemerintah pusat tentang peranan penyuluhan pertanian. Ketersediaan dan dukungan materi informasi pertanian sangat terbatas. Pengalakan kegiatan penyuluhan pertanian yang dapat meningkatkan kemampuan penyuluh. Subejo et al. 3. 4.penyuluhan pertanian. Strategi-strategi ini juga terkait erat dengan sistem pendidikan dan pengajarannya. yang dapat dimamfaatkan baik petani ataupun petugas penyuluh lapangan. 4. Penyedian perpustakaan pertanian dan jaringan internet bagi kegiatan penyuluhan pertanian. (2006) menjelaskan secara umum kinerja aktvitas penyuluhan pertanian mengindikasikan suatu kecenderungan penurunan yang antara lain disebabkan oleh beberapa hal: 1. seperti diklat atau pendidikan jangka panjang bagi penyuluh. serta pembuatan perangkat-perangkat dan pendukung dari kegiatan ini seperti UU penyuluhan serta program-program penyuluhan pertanian. 2. hal ini telah menyebabkan berbagai variasi penyuluhan pertanian di tingkat lokal serta kebijakankebijakannya. Penyuluh pertanian kurang aktif untuk mengunjungi petani dan kelompoknya. Pengalokasian dana penyuluhan pertanian yang ideal bagi daerah. . penyamaan persepsi ini dapat dilakukan dengan penyamaan grand strategi pembangunan pertanian nasional dan daerah.

Kerjasama ini bukan hanya antara peneliti dan penyuluh namun juga antara petugas penyuluh dengan pelaku pemasaran. Reward ini dapat berbentuk materi ataupun penghargaan. Pendidikan ini perlu dilaksanakan baik terhadap birokrat. Agar pembangunan pertanian berkelanjutan yang ingin dilaksanakan dapat tercapai. para petani seharusnya juga mulai dididik dalam hal isu-isu yang terkait dengan globalisasi dan liberalisasi perdagangan termasuk didalamnya produk pertanian. Perlu dilakukan perubahan kebijakan dari pemerintah/birokrasi lokal. Untuk mendukung hal tersebut serta dalam rangka mensikapi tuntutan global. Dengan adanya reward maka penyuluh akan terpacu untuk melakukan kegiatan penyuluhan dengan sebaik mungkin. Layanan jasa penyuluhan pertanian seharusnya mampu menunjukkan akan manfaat program kepada pemerintah daerah dengan menunjukan dampak positif yang akan diperoleh dengan adanya aktivitas penyuluhan. Program yang perlu dikembangkan antara lain pendidikan tentang arti penting penyuluhan dalam pembangunan pertanian dan kesejahteraan masyarakat. hal ini seharusnya juga perlu terus didorong sehingga mereka menjadi lebih pro terhadap kebijakan penyuluhan pertanian. penyimpanan serta institusi terkait dengan pembangunan pedesaan. Globalisasi dan liberalisasi perdagangan yang secara cepat atau lambat akan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat petani. dan juga menemukan metode baru dalam kegiatan penyuluahn pertanian. Penyuluhan pertanian bukanlah suatu hal yang bisa ditangai secara mandiri namun memerlukan keterkaitan dan kerjasama antar lembaga. Untuk merangsang kinerja penyuluh dapat diilakukan dengan cara pemberian reward bagi penyuluh yang berprestasi. politisi serta anggota dewan perwakilan rakyat yang memiliki otoritas kuat dalam membuat kebijakan terkait dengan penyuluhan pertanian. transportasi. Peningkatan intensitas kunjungan penyuluh ke petani. Strategi penyuluhan pertanian modern di Indonesia nampaknya perlu diorientasikan pada penerapan ”segmented client oriented opproach”. .5.

Era otonomi daerah nampaknya memiliki prospek yang baik bagi pengembangan penyuluhan pertanian. 2. 3. Privatisasi penyuluhan pertanian yang dimaknai sebagai pembagian peran yang serasi juga merupakan wahana demokratisasi karena membuka peluang partisipasi aktif dari stakeholders terkait untuk berkontribusi dalam proses penyuluhan pertanian . Harmonisasi pembagian peran layanan penyuluhan dan pendanaan antara sektor publik dan swasta akan menjadi tema strategis dalam layanan dan pendanaan penyuluhan pertanian di masa mendatang. Penyuluhan pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan pertanian di Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai isu strategis yang antara lain desentraliasi.BAB III PENUTUP 3. 4. globalisasi dan demokratisasi serta privatisasi. Meskipun beberapa indikasi empiris menunjukkan terdapat beberapa kelemahan dalam operasionalisasi penyuluhan pertanian.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini yakni: 1.

Departemen Pertanian. Desember 2002.Daftar Pustaka Subejo. Yogyakarta. p: 27-36. Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian dalam Pembangunan Sistem dan Usaha Agribisnis. Jurnal Agro Ekonomi Vol. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian UGM. 2002. . Penyuluhan Pertanian Indonesia: Isu Privatisasi dan Implikasinya. 2001. Padmowihardjo. Jakarta. 9 (2). Soedijanto.