You are on page 1of 11

PROVINSI KEPULAUAN RIAU

KEPUTUSAN BUPATI NATUNA
NOMOR
TAHUN 2014
TENTANG
KELOMPOK KERJA SANITASI
KABUPATEN NATUNA
BUPATI NATUNA,
Menimbang :

a. bahwa
dalam
rangka
mencapai
sasaran
pembangunan sanitasi permukiman di daerah yang
ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 5
Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 20102014, Program Percepatan Pembangunan Sanitasi
Permukiman
(PPSP)
menjadi
prioritas
pembangunan
daerah
untuk
meningkatkan
kualitas lingkungan kawasan perkotaan;
b. bahwa Kabupaten Natuna telah melakukan
sosialisasi PAMSIMAS serta telah adanya Desa
Sasaran penerima Program Pamsimas Tahun 2014;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu dibentuk
Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Natuna dalam
suatu Keputusan Bupati;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999 tentang
Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten
Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten
Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna,
Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Batam,
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999
Nomor 181, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3902) Sebagaimana telah diubah
dengan beberapa kali terakhir dengan UndangUndang Nomor 34 Tahun 2008 tentang Perubahan
Ke-Tiga Atas Undang-Undang Nomor 53 Tahun
1999 tentang Pembentukan Kabupaten Pelalawan,
Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir,
Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4237). Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89. dan Pemerintahan Daerah Kapubaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. Pemerintahan Daerah Provinsi. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menegah Nasional tahun 2010-2014. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844). 6. 7. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47. Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2012 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2013. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4880).Natuna. Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). . Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Batam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 107. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593). 2. 3. 5.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan. Peraturan Daerah Kabupaten Natuna Nomor 1 Tahun 2014 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Natuna Tahun Anggaran 2014 (Lembaran Daerah Kabupaten Natuna Tahun 2014 Nomor 1). Peraturan Daerah Kabupaten Natuna Nomor 5 Tahun 2011 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Natuna. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2013 Tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2013. 11. Pengendalian dan Evaluasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun Anggaran 2013. 9.8. 12. . Nomor 8). 14. MEMUTUSKAN Menetapkan : KESATU : Membantu Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi Kabupaten Natuna dengan Susunan Keanggotaan sebagaimana terlampir dalam Keputusan ini. 10. Peraturan Bupati Natuna Nomor 25 Tahun 2011 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah. 13. Peraturan Daerah Kabupaten Natuna Nomor 10 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Natuna Tahun 2011 – 2031 (Lembaran Daerah Kabupaten Natuna Tahun 2012 Nomor 10). Peraturan Bupati Natuna Nomor 8 Tahun 2014 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Natuna Tahun Anggaran 2014 (Berita Daerah Kabupaten Natuna Tahun 2014.

b. c. kepedulian. Kelompok Kerja Bidang Pemantauan dan Evaluasi. Kelompok Kerja Bidang Pendanaan. KELIMA : Pokja Sanitasi Kabupaten dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diktum KEDUA. KETIGA : Pokja Sanitasi Kabupaten sebagaimana dimaksud diktum KEDUA mempunyai kewajiban sebagai berikut : a. Koordinasi yaitu peran untuk mengkoordinasikan pelaksanaan PPSP di wilayah kabupaten/kota. Membentuk Tim Teknis untuk menangani penyelesaian masalah-masalah yang bersifat khusus. dan c. Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat. Advokasi yaitu peran untuk meningkatkan kesadaran. Sekretariat Pokja Sanitasi Kabupaten. Memintabahan yang diperlukandari SKPD Kabupaten. Menyampaikan laporan pelaksanaan Tugas BKPRD Kabupaten dan rekomendasi secara berkala kepada Bupati. b. d. Menyelenggarakan pertemuan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan untuk menghasilkan rekomendasi alternatif kebijakan penataan ruang. . Advisori yaitu memberikan input strategis bagi pengembangan kebijakan. Kelompok Kerja Bidang Teknis. c. KEEMPAT : Pokja Sanitasi Kabupaten dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada diktum KEDUA. program. Kelompok Kerja Bidang Perencanaan. Menggunakan tenaga ahli yang diperlukan. komitmen. b. e. dan kemampuan berbagai pemangku kepentingan utama sanitasi di tingkat kabupaten/kota untuk turut-serta dalam pembangunan sanitasi. dibantu : a. Kelompok Kerja Bidang Kesehatan. dan kegiatan yang dibutuhkan oleh pemerintah provinsi dan pokja sanitasi kabupaten/kota dalam rangka meningkatkan kinerja pembangunan sanitasi. f. dapat: a. b.KEDUA : Tugas Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Natuna sebagaimana dimaksud diktum KESATU adalah sebagaimana berikut : a.

KETUJUH : Sekretariat Pokja Sanitasi Kabupaten sebagaimana dimaksud dalam diktum KELIMA huruf a dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan dengan pelakasanaan tugas dan tanggungjawab sebagaimana berikut : a. Mempunyai tugas : 1.nawasis.KEENAM : Pokja Sanitasi Kabupaten sebagaimana dimaksud dalam diktum KELIMA huruf a dipimpin oleh Sekda Kabupaten Natuna dengan pelakasanaan tugas dan tanggungjawab sebagai berikut : 1. Menyiapkan pelaksanaan rapat-rapat internal pokja sanitasi. Menghimpun bahan laporan kerja terkait bidang tugas pokja sanitasi dan laporan sekretariat pokja sanitasi serta menyusun laporan program PPSP untuk dilaporkan secara berkala kepada ketua pokja sanitasi Kabupaten. 4. . 4. lokakarya. Mengendalikan pengelolaan kerja pokja sanitasi kabupaten/kota agar tetap sesuai dengan misi kabupaten/kota. b.info. fungsi dan tugas pokja sanitasi kabupaten/kota. dan pelatihanpelatihan. Menyiapkan laporan kerja perkembangan pelaksanaan Program PPSP kepada Bupati. Mengendalikan dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan peran. Melakukan pengolahan dan menganalisa data kemajuan pelaksanaan PPSP kabupaten/kota melalui web ppsp. 3. Memberikan arahan kebijakan terkait pelaksanaan fungsi pokja sanitasi kabupaten/kota. 2. Memastikan optimalisasi dukungan seluruh sumber daya bagi pokja sanitasi kabupaten/kota. KEDELAPAN : Kelompok Kerja Pokja Sanitasi sebagaimana dimaksud diktum KELIMA huruf b mempunyai susunan keanggotaan sebagaimana terlampir dalam Keputusan ini. 3. 2. Sekretariat Pokja Sanitasi Kabupaten bertanggung-jawab kepada Sekretaris Pokja Kabupaten.

b. 4. 6. kawasan dan kota untuk disampaikan kepada pokja sanitasi provinsi. Melaksanakan tugas lain perencanaan yang ditugaskan kabupaten/kota terkait dengan bidang oleh ketua pokja sanitasi. SSK dan draft MPS. kegiatan prioritas sanitasi yang berskala komunal. SSK dan MPS. Memastikan kesesuaian prioritas program dan kegiatan PPSP yang dituangkan dalam SSK telah selaras dengan RPJMD. 3. Memastikan bahwa BPS dan SSK menjadi bahan masukan dalam penyusunan rencana pembangunan jangka menengah program PPSP yang dirumuskan kedalam dokumen RPJMD. KESEPULUH : Kelompok Kerja Bidang Pendanaan sebagaimana dimaksud diktum KELIMA huruf c mempunyai tugas dan tanggungjawab sebagai berikut : a.KESEMBILAN : Kelompok Kerja Bidang Perencanaan sebagaimana dimaksud diktum KELIMA huruf b mempunyai tugas dan tanggungjawab sebagai berikut : a. 2. 3. Mempersiapkan bahan masukan dalam rangka penyusunan BPS. Melaksanakan tugas : 1. 5. Memberikan masukan terhadap kebijakan dan peraturan daerah dalam upaya optimalisasi pengelolaan sanitasi. Mengkoordinasikan pelaksanaan penyusunan BPS. Menyusun program dan kegiatan prioritas PPSP bersama-sama dengan bidang lain untuk bahan masukan penyusunan RKPD sebagai bahan penyusunan RKA-SKPD dalam penganggaran APBD. Bertanggungjawab atas pelaksanaan tugas kepada ketua pokja sanitasi kabupaten/kota. 7. . terutama terkait dengan pendanaan sanitasi di kabupaten/kota. 2. Melaksanakan tugas : 1. Menyiapkan draft MPS yang berisikan program. Memberikan masukan strategis terkait aspek pendanaan dalam penyusunan SSK dan penyempurnaan terkait aspek pendanaan dalam BPS dan SSK dari hasil review pokja sanitasi provinsi. Membuat laporan kerja terkait bidang tugas secara berkala kepada ketua pokja sanitasi kabupaten/kota.

4. Melaksanakan tugas lain terkait dengan bidang teknis yang ditugaskan oleh ketua pokja sanitasi Kabupaten. . 5. Menyiapkan bahan masukan bidang teknis kepada pokja sanitasi dalam pelaksanaan pembangunan fisik dan non fisik program PPSP agar sesuai dengan rencana yang ditetapkan. 7. Menyiapkan bahan sosialisasi. SSK dan draft MPS. Memberikan masukan strategis terkait aspek teknis penyusunan SSK dan penyempurnaan terkait aspek teknis BPS dan SSK dari hasil review pokja sanitasi provinsi. Bertanggungjawab atas pelaksanaan tugas kepada ketua pokja sanitasi kabupaten/kota. Melaksanakan tugas : 1. 3. Melaksanakan tugas lain terkait dengan bidang pendanaan yang ditugaskan oleh ketua pokja sanitasi kabupaten/kota. b. Menyiapkan bahan masukan bidang pendanaan kepada pokja sanitasi dalam pelaksanaan/implementasi program PPSP. SSK dan draft MPS. 6. KESEBELAS : Kelompok Kerja Bidang Teknis sebagaimana dimaksud diktum KELIMA huruf d mempunyai tugas dan tanggungjawab sebagai berikut: a. 2. advokasi dalam rangka pelaksanaan program PPSP. Membuat laporan kerja terkait bidang pendanaan secara berkala kepada ketua pokja sanitasi kabupaten/kota. 5.4. Mempersiapkan bahan masukan dalam rangka penyusunan BPS. 2. b. Bertanggungjawab atas pelaksanaan tugas kepada ketua pokja sanitasi kabupaten/kota. Meneliti RKA-SKPD kabupaten/kota untuk memastikan pendanaan pada setiap tahapan program PPSP dialokasikan kedalam APBD. Menyampaikan bahan masukan aspek teknis dalam rangka penyusunan BPS. Membuat laporan kerja terkait bidang tugas secara berkala kepada ketua pokja sanitasi kabupaten/kota. Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud diktum KELIMA huruf e mempunyai tugas dan tanggungjawab sebagai berikut : a. Melaksanakan tugas : 1. KEDUA BELAS : Kelompok Kerja Bidang Kesehatan.

Melaksanakan tugas lain terkait dengan bidang tugas yang ditugaskan oleh ketua pokja sanitasi kabupaten/kota. dan draft MPS. KEEMPAT BELAS : Dalam merumuskan dan mengambil kebijakan penataan ruang. Melaksanakan tugas : 1. b. 5. serta memberikan input strategis aspek PMJK dan komunikasi terhadap penyusunan SSK. 4. Menyusun rekomendasi tindak lanjut hasil temuan pelaksanaan program PPSP di kabupaten/kota untuk dilakukan perbaikan oleh SKPD terkait. 7. 6. Menyiapkan bahan untuk evaluasi terhadap kemajuan pada setiap SKPD terkait kegiatan pemantauan dan pelaksanaan Program PPSP. 3. b. . Dunia Usaha dan Masyarakat. SSK. 2. Melaksanakan tugas lain terkait dengan bidang komunikasi. Menyiapkan bahan untuk peningkatan kesadaran masyarakat untuk terlibat secara aktif untuk menjadi pelaku individu dan masyarakat yang menjaga dan mengembangkan sanitasi sehat di kabupaten/kota. KETIGA BELAS : Kelompok Kerja Bidang Pemantauan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud diktum KELIMA huruf f mempunyai tugas dan tanggungjawab sebagai berikut : a.3. 5. Pakar. Perguruan Tinggi. Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas kepada ketua pokja sanitasi kabupaten/kota. Membuat laporan kerja bidang secara berkala kepada ketua pokja pokja sanitasi sanitasi kabupaten/kota. Membuat bahan laporan kerja terkait bidang tugas secara berkala kepada ketua pokja sanitasi kabupaten/kota. Bertanggungjawab atas pelaksanaan tugas kepada ketua pokja sanitasi kabupaten/kota. Menyiapkan bahan masukkan dalam rangka penyusunan BPS. Bertanggungjawab atas pelaksanaan tugas kepada ketua pokja sanitasi kabupaten/kota. Menyiapkan bahan masukan untuk penyusunan BPS. 4. Pokja Sanitasi dapat mengundang Organisasi Profesi. kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang ditugaskan oleh ketua pokja sanitasi kabupaten/kota.

KEENAM BELAS : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan perbaikan dan perubahan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Ranai pada tanggal BUPATI NATUNA ILYAS SABLI .KELIMA BELAS : Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya Keputusan ini dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Natuna Tahun Anggaran 2014.

Kasubbid. Wakil Bupati Natuna Penanggung Jawab 3.Lampiran : Keputusan Bupati Natuna Nomor : Tahun 2014 Tanggal : SUSUNAN KEANGGOTAAN KELOMPOK KERJA SANITASI KABUPATEN NATUNA NO NAMA JABATAN JABATAN DALAM BADAN 1 2 3 1. Bagian Ekonomi Anggota 6. Kepala Bappeda Kabupaten Natuna Ketua 2. Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelola Anggota Keuangan Dan Aset Daerah 3. Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretaris 5. Kepala Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Ketua Daerah 2. Pengembangan Wilayah dan Anggota Lingkungan Hidup Bappeda Natuna 5. Bagian Pembangunan Anggota KELOMPOK KERJA BIDANG PERENCANAAN 1. Bupati Natuna Penanggung Jawab 2. Kepala Bidang Aset Badan Pengelola Keuangan Anggota Dan Aset Daerah KELOMPOK KERJA BIDANG TEKNIS 1. Kepala Seksi Teknik Penyehatan Lingkungan Anggota . Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Wakil Ketua Umum Kabupaten Natuna 3. Infrastruktur Bappeda Kabupaten Anggota Natuna 4. Kasubbag Penyusunan Program Bappeda Natuna Anggota KELOMPOK KERJA BIDANG PENDANAAN 1. Kabid. Kasubbid. Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna Ketua 4. Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Wakil Ketua Bappeda Kabupaten Natuna 3. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ketua 2.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dan Wakil Ketua Kelembagaan. Anggota Pencemaran dan Pemulihan Lingkungan BLH Kabupaten Natuna 5. Kepala Seksi Perumahan. Kepala Dinas Kesehatan Ketua 2.Dinas PU 4. Permukiman dan Tata Anggota Ruang Dinas Pekerjaan Umum 5. Kepala Bidang Tata Lingkungan dan AMDAL BLH Anggota 4. Kepala Subbid Pemerintahan Desa BPMPD Anggota BUPATI NATUNA. Kepala Bidang Pengendalian. Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Anggota Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna KELOMPOK KERJA BIDANG MONITORING DAN EVALUASI 1. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Wakil Ketua Kesehatan Kabupaten Natuna 3. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Ketua Pemerintahan Desa Kabupaten Natuna 2. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Anggota Kesehatan Kabupaten Natuna 4. Kepala Bidang Penataan Hukum Lingkungan Anggota BLH Kabupaten Natuna 5. Staf Bidang Infrastruktur Bappeda Kabupaten Anggota Natuna KELOMPOK KERJA BIDANG TEKNIS PENYEHATAN. Kerusakan. KOMUNIKASI DAN PEMBERDAYAAN 1. BPMPD 3. ILYAS SABLI . Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Anggota Kabupaten Natuna 6.