Tugas Rekayasa Lalu Lintas

KOMPONEN KOMPONEN SISTEM LALU
LINTAS

Nama

: Michael Hamdany

NIM

: D11114034

Prodi

: Sipil B

JURUSAN SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2016

 Cuaca.  Ketidak sabaran atau cepat marah. yang mungkin mempengaruhi sifat seseorang/human behavior:  Lahan: penggunaan dan aktifitasnya (didaerah ramai. b) Sifat atau Karakter dari Pengemudi.  Bagaimana hubungan antara satu dengan dua lainnya. Traffic engineers diharapkan untuk mengetahui antara lain adalah:  Masing-masing dari elemen sistem tersebut.KOMPONEN . Sistem / Arus lalu lintas adalah hasil dari pengaruh gabungan antara manusia. yang bisa mengakibatkan pengemudi menjalankan kendaraannya diluar kendali. jumlah dan jenis kendaraan akan berpengaruh pada pengemudi.  Aliran lalu lintas dan sifat-sifatnya. pengemudi secara refleks akan mengurangi kecepatannya. iklim sehingga pandangan terganggu  Fasilitas yang ada seperti rute . 1. temperatur sekeliling. sekolahan dll). Ada 5 macam faktor kondisi sekitar/sekeliling yang bisa mempengaruhi prilaku manusia. Kondisi ini adalah kesalahan pengemudi yang paling biasa dilakukan. arah/tujuan dari setiap perempatan. melakukan pergerakan yang tidak . A.KOMPONEN SISTEM LALU-LINTAS. Prilaku dan sifat-sifat pengemudi. yaitu: a) Kondisi lingkungan. Manusia. kendaraan dan jalan.rute perjalanan dan terminal.

 Ketajaman penglihatan yaitu : Kemampuan untuk membedakan detail dalam tingkat penerangan rata-rata sangat besar pada kerucut penglihatan sebesar 3 . jalan terus dalam kondisi nyala lampu merah/ stop signal dll.  Kencendrungan mengikuti tabiat-tabiat orang lain/pengemudi lain.5° (verical)  melihat jelas : 6° (horizontal) dan 4° (verical)  sensitive : 20° (horizontal) dan 13° (verical)  Daerah pandangan periperal.terkontrol dalam overtaking. pengemudi hanya bisa melakukan satu pilihan dalam satu waktu  Perhatian pengemudi menjadi lambat jika pengemudi mengendarai kendaraan dalam jangka waktu yang lama.faktor phisik. Diluar daerah pandangan tajam di atas disebut daerah penglihtan peripheral. d) Waktu reaksi. Untuk pengemudi pendengaran tidak begitu penting.  Perception.  Dalam suatu kondisi emergency. Kadang berkisar juga dari 180 ° horizontal dan 145° vertical (British)  Pendengaran.  Penglihatan pengemudi. diluar daerah tersebut sampai ± 12 derajat pandangan masih jukup jelas. akan tetapi merupakan sutau masalah untuk pejalan kaki.5° (horizontal) dan 2. Dalam daerah ini pengemudi dapat melihat objek secara kabur tanpa dapat membedakan detail dan warnanya.  Pertimbangan pengemudi akan bertidak mendapatkan suatu jalan yang tidak dikenal. Ada beberapa jenis ketajaman penglihatan:  membaca : 2. Rangsangan-rangsangan yang cukup kuat baik melalui mata. yang terbesar sampai 115 – 160 derajat. sedemikian rupa sehingga memerlukan .5 derajat. telinga maupun badan. . salah jika dia c) Faktor .

proses ini disebut intelection proces. Waktu yang diperlukan untuk proses ini disebut waktu sadar.  Intelection. e) Jarak pandangan. Hal ini ditentukan oleh 2 bagian jarak yaitu :  Jarak PIEV. reaksi yang diambil oleh pengemudi sangat dipengaruhi oleh proses emosi.  Emotion. JP=0. Jarak pandangan adalah panjang bagian jalan didepan pengemudi yang masih dapat dilihat dengan jelas. yaitu jarak yang diperlukan oleh kendaraan dari saat pengemudi melihat suatu penghalang dimana diperlukan untuk berhenti.  Volition. Untuk mendapat jarak pandangan yang cukup. Emosi adalah merupakan proses penanggapan terhadap rangsangan setelah proses perception dan intelection. Dalam kondisi yang kamplex atau situasi daerah yang baru/belum dikenal maka waktu PIEV antara 2 – 6 detik. diukur dari titik kedudukan pengemudi. siperencana harus menyesuaikan rencana pada 2 hal yaitu:  Jarak pandangan henti.278 v .5 detik untuk rangsangan yang sukar. t dimana: JP : jarak PIEV (m) v : kecepatan rencana (km/jam) . Penelaahan terhadap rangsangan sering tidak langsung berhasil.untuk ditelaah. Waktu PIEV berkisar 2. sampai saat pengemudi mulai menginjak rem.5 detik. Jarak yang diperlukan oleh kendaaraan untuk berhenti. Kemampuan untuk mengambil sesuatu tindakan sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan yang diambil. Untuk keperluan perencanaan digunakan waktu PIEV sebesar 2. (AASHTO). tetapi melalui proses pemikiran.

gesekan normal antara ban dan permukaan jalan L : Landai / kemiringan jalan.278 v .3 .4 detik) v : kecepatan rata-rata kendaraan yang menyiap.  Jarak pandangan menyiap.10. km/jam. ( d 1=0. Panjang bagian jalan yang diperlukan oleh pengemudi suatu kendaraan untuk melakukan gerakan menyiap kendaraan lain yang lebih lambat dengan aman.26 – 2. meter v : kecepatan (km/jam) f n : koef.36 km/jam/det)  Jarak yang ditempuh oleh kendaraan yang menyiap selama berada dijalur kanan.278 t 1 v −m+ a t1 2 ) dimana : t1 : waktu PIEV. Jarak yang diperlukan untuk menghentikan kendaraan dengan menggunakan rem/ selama rem diinjak. . Jr = v2 254 ( f n ± L ) dimana: Jr . d 2=0.t : waktu PIEV (detik)  Jarak rem/mengerem. t 2 dimana: t2 : waktu dimana kendaraan yang menyiap berada dijalur kanan (9. Besarnya ditentukan oleh 4 macam cara yaitu:  Jarak PIEV. Jarak rem/mengerem. besarnya tergantung kecepatan (3-4 detik) v : kecepatan rata-rata kendaraan yang menyiap (km/jam) m : perbedaan kecepatan antara kendaraan yang disiap dan menyiap (15 km / jam) a : percepatan rata-rata (2.

Kendaraan 1. Karakteristik Kendaraan 2. Kinerja percepatan kendaraan . Dari hasil penyelidikan d3 berkisar 30 .100 meter.  Jarak yang ditempuh oleh kendaraan yang datang selama gerakan menyiap d4 = 2/3 d2 Sehingga jarak pandangan menyiap sebesar: Jpm = d1 + d2 + d3 + d4 B. Jarak bebas yang harus ada antara kendaraan yang menyiap dengan kendaraan yang datang.

Klasifikasi Berdasarkan Administrasi Pemerintahan a) Jalan nasional b) Jalan provinsi c) Jalan kabupaten d) Jalan kota e) Jalan desa 3.C. Jalan 1. Klasifikasi Berdasarkan Fungsi Jalan Klasifikasi jalan fungsional di Indonesia berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku adalah: a) Jalan arteri b) Jalan kolektor c) Jalan lokal d) Jalan lingkungan 2. Klasifikasi Berdasarkan Beban Muatan Sumbu / Kelas Jalan a) Jalan Kelas I b) Jalan Kelas II c) Jalan Kelas IIIA d) Jalan Kelas IIIB e) Jalan Kelas IIIC 4. Karakteristik Jalan .