You are on page 1of 3

TUGAS POLIMER

:

CARA SINTESIS
POLIMER DENDRIMER

PENGERTIAN DENDRIMER
Dendimer merupakan makromolekul monodispersi (indeks polidispersitas rendah),
berukuran nanometer (1 – 100 nm), menumjukan distribusi ukuran partikel yang sempit,
memiliki ukuran dan berat molekul yang tetap (bergantung dengan tingkat generasinya) dan
dapat memberikan kapasitas drug loading yang tinggi. Struktur dedrimer unik karena
berbentuk sferis mirip globul atau bola yang memiliki banyak percabangan dan setiap cabang
terdiri dari gugus-gugus fungsi pada permukaannya. Gugus-gugus fungsi dapat di manfaatkan
untuk mengikat material biologis atau molekul permukaan dendrimer.
Dendrimer merupakan polimer bercabang dengan struktur yang simetris yang
memberikan kapasitas drug loading yang tinggi karena obat dapat terenkapsulasi pada rongga
internal (internal cavity) dendrimer atau terikat pada gugus permukaan dendrimer yang
reaktif. Jumlah obat yang dimuat (drug loading) dapat dengan mudah diatur berdasarkan
tingkat generasi dendrimer yang ditandai dari jumlah gugus-gugus yang terikat pada cabang.
Dendrimer bersifat polivalensi karena terdiri atas gugus-gugus permukaan yang rekatif
dibagian eksteriornya. Metode sintesis dendrimer ada tiga yaitu metode divergen, konvergen,
dan eksponensial ganda/campuaran.
CARA SINTESIS DENDRIMER
Famili dendrimer yang pertama kali berhasil disntesis, dikarakterisasi dan
diperjualbelikan adalah dendrimer poliamdoamin (PAMAM). Dendrimer PAMAM memiliki
inti yang terdiri dari dua atom nitrogen yang berikatan dengan gugus amida (etilendiamin)
dan pada permukaannya terdapat gugus-gugus amin primer. Dedrimer PAMAM paling
banyak dikembangkan karenan dianggap aman, biokompatibel, non-imnogenik, larut dalam
air menunjukkan sitotoksistas yang minimum, dan memiliki gugus amin yang dapat
dimodifikasi untuk dapat berikatan dengan sel target atau dimasukkan material biologis yang
diinginkan. Dendrimer PAMAM diperjualbeliakan biasanya dalam pelarut metanol
Dendrimer PAMAM disintesis dengan metode divergen dari inti amonia
(etilendiamin) melalui alkilasi berualang dengan metil akrilat, kemudian amidasi dengan
etilendiamin yang setiap langkah tersebut meningkatkan tingkat generasi dari dendrimer
PAMAM. Kenaikkan tingkat generasi dendrimer PAMAM menyatakan kenaikkan ukuran,
berat molekul dan jumlah gugus fungsi pada permukaannya. Jumlah gugus fungsional pada
permuakaan denndrimer meningkat secara eksponensial sebanding fungsi generasi, yang
berimplikasi pada struktur geometris bergantung pada jumlah struktur perifer dendrimer.
Dendrimer PAMAM pada saat ini terdapat dari generasi 0 sampai generasi 10. Dendrimer
PAMAM generasi penuh (G1, G2, G3 dll) memilki gugus amin pada permukaannya,
sedangkan dendrimer PAMAM generasi setengah (G1,5; G2,5; G3,5 dll) memiliki gugus

asam karboksilat pada permukaannya. Contohnya, dendrimer PAMAM G4 memiliki 64
gugus fungsi amin primer pada permukaannya.

TUGAS KIMIA POLMER:

CARA SINTESIS
POLIMER DENDRIMER

Nama

: Irawati

Stambuk

: G301 13 068

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2015