You are on page 1of 82

Draft

NASKAH AKADEMIK
PENDIDIKAN KESEHATAN
MASYARAKAT

Diajukan oleh

IAKMI dan AIPTKMI

2011
Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat

Page 1

Tim Penyusun
Komponen 1
(Bidang Naskah Akademik, Akreditasi)
Ridwan Mochtar Thaha
Onny
Dewi
Tris

Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat

Page 2

Bagian Pertama
Daftar Isi
Bab 1 Pendahuluan:
I.1 Latar belakang
I.2 Tujuan & kegunaan
I.3 Metode/Pendekatan
I.4. Pengorganisasian

Bab 2 Ruang Lingkup:
2. 1 Terminologi
2. 2 Materi/substansi

Bab 3 Kesimpulan Dan Saran
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

LAMPIRAN:
Daftar pustaka
Inventarisasi peraturan perundangan yang relevan
Inventarisasi permasalahan hukum yang relevan
Laporan hasil penelitian
Berita acara proses penyusunan Naskah Akademik
Saran-saran & makalah dari tim penyusun
Berita acara rapat-rapat tim penyusun

Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat

Page 3

Bab 1
Pendahuluan

1.1.

Latar Belakang

1.1.1Sejarah Perkembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia
Kebangkitan ilmu pengetahuan pada akhir abad 18 dan awal abad 19
berdampak besar terhadap kehidupan manusia termasuk dampaknya terhadap
kesehatan. Salah satu perubahan penting adalah kesehatan tidak lagi dipandang
semata-mata sebagai masalah biologis, tetapi kesehatan dipandang dari sudut
sosial, budaya, lingkungan, perilaku secara multidisiplin dan mulitsektoral. Sudut
pandang ini disebut sudut pandang kesehatan masyarakat.
Jejak dan sejarah kesehatan masyarakat daoat dirunut dari kepustakaan dari
Barat, terutama Inggris dan Amerika. Penggunaan statistik vital di Inggris (Bill of
Mortality), pembuatan saluran limbah dan larangan membuang sampah di jalanan
di kota Roma, pelaksanaan karantina laut untuk kapal dan isinya yang datang dari
wilayah endemik pes di Venesia dan lain sebagainya sudah dimulai sejak abad
pertengahan. Yang mendorong upaya timbulnya upaya kesehatan masyarakat
adalah kondisi yang sangat jelek dari pekerja di Inggris tahun 1850. Namun,
pelaksanaan upaya kesehatan masyarakat yang teratur dan terkoordinir baru mulai
setelah timbulnya Sanitary Reform Movement pada tahun 1820an yang mendorong
ide

bahwa

pemerintah

harus ikut bertanggungjawab

terhadap

kesehatan

penduduknya. Gerakan tersebut mendorong timbulnya berbagai peraturan (Public
Health Act). Peraturan yang dibuat pada tahun 1875 di Inggris mengharuskan
pemerintah daerah untuk memperbaiki pembuangan limbah, menyediakan air
bersih, dan membersihkan jalanan, meningkatkan standar perumahan dan
sebagainya. Era jasad renik yang juga timbul pad akhir abad ke 19 itu
meningkatkan pemahaman terhadap penyebab berbagai macam penyakit menular
yang banyak ditemukan saat itu dan meningkatkan pemahaman tentang perang
lingkungan dalam kejadian penyakit. Trend kearah pencarian penyebab penyakit
Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat

Page 4

yaitu menurunkan kejadian penyakit. dan harapan yang dipikul. Aktifitasnya antara lain meliputi: 1. Administrasi kebijakan kesehatan dan gizi 5. Epidemiologi 3.mendorong berkembangnya epidemiologi dan statistik dalam kesehatan masyarakat. membuka peluang untuk penggunaannya dalam mencegah penyakit. mencegah kematian dini serta ketidaknyamanan dan ketidakmampuan akibat penyakit di masyarakat. Berkembangnya pemahaman tentang peran gen dan kejadian pengobatan penyakit misalnya. Pengaruh gizi dan gaya hidup juga penting dalam menentukan status kesehatan dan status kesehatan penduduk. masalah yang dihadapi. Kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja 2. bidang – bidang yang berkembang meliputi : 1. Menentukan dampak dari interaksi gen dengan variabel risiko yang dapat diubah terhadap status kesehatan penduduk 2. Dengan demikian. Mengembangkan kebijkan tentang bagaimana dan kapan uji genetik di terapkan dalam program penanggulangan penyakit 3. Pendidikan kesehatan dan ilmu perilaku Pembidangan ini akan berubah dan atau bertambah sejalan dengan perkembangan teknologi. namun tujuannya tetap sama. Semakin meningkatnya pengetahuan tentang patofisiologi suatu masalah di bidang kesehatan masyarakat. dan semakin tinggi tuntutan atas pelayanan Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 5 . Kesehatan masyarakat hendaknya mengendalikan informasi dan penelitian genetik untuk mencegah penyakit. Biostatistik 4. Menjamin bahwa program yang terkait genetik tersebut efektif dan bermutu tinggi sehingga mungkin akan muncul bidang garapan baru terkait dengan penerapan genetik dalam kesehatan masyarakat.

pemerintah Belanda kemudian melaksanakan upaya-upaya kesehatan masyarakat secara terprogram untuk mengendalikan dan mencegah. 2010). harus menjadi satu kesatuan dalam program. Dalam pelayanan kesehatan masyarakat. ditandai dengan dengan didirkannya Sekolah Dokter Jawa oleh dr. perkembangannya sebagai kegiatan kesehatan masyarakat. Asumsi dasar dalam konsep ini menyebut bahwa. lingkungan fisik dan non-fisik harus mendapat perhatian yang sama. Sekolah ini diberi nama STOVIA (School Tot Oplelding Van Indiche Artsen). Kebangkitan pendidikan ilmu kesehatan di Indonesia sebenarnya dimulai tahun 1851. bahwa sistem pelayanan kesehatan di Indonesia tidak hanya berorientasi pada pelayanan kuratif. aspek kuratif yang mengandalkan pendekatan pada pelayanan kesehatan perorangan dan aspek preventif yang mengandalkan pelayanan kesehatan masyarakat. Pada periode Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 6 .1. Hal ini berarti. 1913 didirikan sekolah yang kedua di Surabaya. maka pembidangan akan semakin mendalam sehingga akan terjadi layanan – layanan yang semakin spesialistis. Bleeker. Fatah (Soekidjo.2 Perkembangan Kesehatan Masyarakat di Indonesia Perhatian masalah kesehatan masyarakat di Indonesia sebenarnya telah dimulai sejak abad ke 16 oleh Pemerintah Belanda. Pada tahun 1927 STOVIA berubah menjadi Sekolah Kedokteran. Oleh karena dua wabah ini.profesional yang ada. dan tahun 1947 berubah menjadi Fakultas kedokteran Universitas Indonesia. berbarengan dengan terjadinya wabah kolera pada tahun 1937 di Eltor. Leimena dan dr. 1. Setelah itu. Periode ini ditandai dengan berkembagnya konsep kesehatan masyarakat ke dalam program kesehatan. tetapi harus dikembangkan pelayanan promotif dan preventif yang berorientasi pada masyarakat dan lingkungan. titik awalnya perkembangan ilmu kesehatan masyarakat di Indonesia dimulai dari Program Bandung Plan pada tahun 1951 oleh dr. perkembangan ilmu kesehatan masyarakat semakin terfokus. Namun. dengan nama NIAS (Nederland Indische Artsen School). kemudian tahun 1948 wabah cacar yang masuk ke Indonesia melalui Singapura. Bosch dan dr. Pada zaman kemerdekaan.

Sabdoadi mulai mengajarkan ilmu kesehatan masyarakat di Universitas Airlangga. beberapa tokoh kesehatan masyarakat seperti Prof. Prof. Sulianti Saroso. 1. setelah kembali dari studi di Harvard University. Selain itu. Professor Mochtar juga melakukan pengajaran ilmu kesehatan masyarakat di Universitas Gadjah Mada dan Insititut Teknologi Bandung. 1. karena akan terjadi banyak konflik kepentingan. Sayang sebelum gagasan dapat direalisasikan.1. Berdasar pada kenyataan tersebut di atas.4 Pembentukan FKM Pertama di Indonesia Pada tahun 1959 Prof. Bekasi yang dipimpin oleh Prof. maka kajian ilmu kesehatan masyarakat sudah mulai berlangsung pada beberapa Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran. Barmawi Wongso Kusumo dan Prof. Mochtar mengajukan gagasan ke Rektor UI. pada tanggal 24 Januari 1961 Prof. Adapun alasan yang diutarakan pada waktu itu adalah pengembangan ilmu kesehatan masyarakat tak mungkin dapat dilakukan melalui bagian IKM-IKP yang bernaung di bawah Fakultas Kedokteran. namun masih berorientasi pada pelayananan kesehatan perorangan untuk upaya promotif dan preventif sebagai pendukung upaya kuratif dalam suatu sistem pelayanan kesehatan. Pada periode yang sama. dianggap sebagai peletakan dasar perkembangan disiplin ilmu kesehatan masyarakat di Indonesia. Usaha selanjutnya untuk memperjelas peran kuratif.1. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 7 . Sulianti. yang kemudian menjadi awal berdirinya Bagian IKM-IKP di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. promotif dan preventif dalam kajian dan aplikasi program kesehatan masyarakat mendapat tempat yang sangat penting. Pemikirannya yang benar-benar merupakan upaya perpaduan antara upaya kesehatan masyarakat orientasi promotif pereventif dengan upaya kuratif. yang ditandai dengan adanya Proyek Percontohan Pusat Kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Lemahabang. Professor Mochtar kemudian mendirikan Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Pencegahan (IKM-IKP) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.3 Perkembangan Pendidikan Kesehatan Masyarakat di Indonesia Pada tahun 1956. untuk membentuk Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia.inilah.

Mochtar gugur dalam kecelakaan pesawat terbang di Pegunungan Burangrang
dalam perjalanan untuk mengajar kesehatan masyarakat di ITB, Bandung.
Tahun 1962, Prof. Sayono Sumodijoyo melanjutkan gagasan tersebut pada
tanggal 26 Februari 1965 melalui SK Mendiknas No. 26/1965, berdirilah FKM
pertama di Indonesia. Kemudian SK berdirinya FKM UI diperbaiki melalui SK No.
153/1965 dan tanggal berdirinya FKM UI ditetapkan tanggal 1 Juli 1965. Prof.
Sayono Sumodijoyo diangkat menjadi Dekan pertama FKM UI. Setelah Universitas
Indonesia mendirikan FKM di tahun 1965, kemudian diikuti oleh Universitas
Hasanuddin yang mendirikan FKM tahun 1982.
1.1.5 Proyek Pengembangan 5 (lima) FKM Negeri di Indonesia.
Pada tahun 1982, atas kerjasama FKM UI dan SPH university of Hawaii
maka disusunlah proyek pengembangan 5 FKM Negeri di Indonesia, dengan FKM
UI sebagai fakultas pembina. Proyek berlangsung selama 7 tahun dari 25 Agustus
1985 sampai 27 Juni 1992. Tujuan proyek ini adalah :
1. To provide a sustainable source of trained public health manpower, with
the technical knowledge snd skills to manage public health and
population services systems with emphasis on diseases prevention and
health promotion.
2. To establish regional public health infromation centers of siginificance in
developing an improved quality of life for the Indonesian people.
Proyek ini mendapat dukungan penuh dari pemerinta Indonesia melalui
Dirjen Dikti dan dukungan dana diperoleh dari USAID dan dana pendamping dari
Pemerintah Indonesia.
Target yang hendak dicapai pada akhir proyek (1992) adalah :
a.

Berdirinya Fakultas Kesehatan Masyarakat baru di USU, UNDIP dan
UNAIR.

b. Dari ke - 5 FKM menghasilkan lulusan S1 (SKM) sebanyak 1120
pertahun.
Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat

Page 8

c. Dari FKM UI, UNAIR dan UNHAS dapat menghasilkan lulusan S1
sebanyak 360 pertahun.
d. Pada ke – 5 FKM memiliki jumlah dosen S2 dan S3 > 45%
e. FKM UI dapat menyelenggarakan program pendidikan S3 mulai tahun
1987.
Semua target tersebut dapat tercapai di akhir proyek. Semntara itu selama
proyek berjalan telah dapat melaksanakan pendidikan tenaga dosen baik didalam
maupun diluar negeri dan menghasilkan 72 Magister, 20 Doktor yang 10
diantaranya mengikuti pendidikan di Amerika serikat. Proyek pengembangan 5 FKM
Negeri dikoordinasi oleh sebuha Proyek Manajemen Unit (PMU) yang dipimpin
langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi dan sebagai Direktur Eksekutif
adalaj Prof. Does Sampoerno, MPH.
Untuk melanjutkan koordinasi antara 5 FKM tersebut setelah proyek berakhir,
maka dibentuklah suatu organisasi yang disebut Badan Kerjasama antar Fakultas
Kesehatan Masyarakat di Indonesisa yang kemudian disingkat menjadi BKS-FKMI,
27 Juni 1992 yang diketuai oleh Prof. Does Sampoerno, MPH.
Sejak tahun 1995 mulai bermunculan berdirinya Institusi Pendidikan
Kesehatan Masyarakat baik negeri maupun swasta di Indonesia. Sebagian besar
dari institusi pendidikan tinggi kesmas ingin bergabung dengan BKS – FKMI
namun, mengingat tidak semua institusi adalah berupa fakultas, dimana ada yang
menyebut dirinya STIK atau STIKES makan nama BKS-FKMI tidak lagi tepat untuk
digunakan. Maka pada pertemuan BKS-FKMI tanggal 28 Oktober 2002, sepakat
untuk berganti nama menjadi Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan
Masyarakat Indoensia yang kemudian disingkat menjadi AIPTKMI dengan
kepengurusan yang masih sama. Pada saat ini, AIPTKMI telah memiliki anggota
remsi sebanyak 70 anggota, sementara itu jumlah instistusi pendidikan tinggi
kesmas yang terdaftar di Dikti telah mencapai 156.
Dengan keluarnya SK Mendiknas No. 232/U/2000 tentang Pedoman
Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan SK Mendiknas No. 045/U/2002 maka
Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat

Page 9

pendidikan sarjana kesehatan masyarakat perlu menegaskan diri pendidikan
kesmas profesi atau bukan. Menurut ketentuan yang ada, pendidikan profesi
dilakukan setelah selesainya pendidikan sarjana/akademik.Pada rapat kerja
AIPTKMI tanggal 24-25 Agustus di Denpasar, Bali seluruh anggota AIPTKMI
sepakat bahwa pendidikan tenaga kesehatan masyarakat akan dilaksanakan
seperti pendidikan tenaga kesehatan yang lain. Untuk melaksanakan pendidikan
profesi kesmas, perlu adanya keterlibatan organisasi profesi yang akan ikut
menentukan kualitas pendidikan anggota – anggotanya baik koginitif, afektif,
maupun psikomotornya.
Pada bulan Agustus 2005, bertempat di Hotel Marcopolo, Jakarta atas prakarsa
AIPTKMI dan IAKMI telah diselenggarakan pertemuan rintisan pendidikan profesi
yang telah diikuti oleh semua pimpinan institusi pendidikan tinggi kesmas di
Indonesia. Hasil pertemuan di hotel Marcopolo telah tercapai kesepakatan bahwa
dibawah organisasi profesi IAKMI disamping adanya Majelis Kolegium Kesehatan
Masyarakat yang diketuai oleh Prof. Does Sampoerno, MPH diperlukan kolegium
yang jumlahnya sesuai dengan jumlah departemen/jurusan yang ada di 5 FKM, UI,
USU, UNDIP, UNHAS, UNAIR. Pada pertemuan itu telah ditetapkan adanya 8
kolegium di IAKMI yang aktif bekerja untuk melaksanakan pendidikan profesi
kesehatan masyarakat bekerjasama dengan organisasi AIPTKMI. Ke-8 Kolegium
tersebut adalah (1) Kolegium Epidemiologi, (2) Kolegium Kesehatan Lingkungan,
(3) Kolegium Kesehatan dan keselamatan Kerja, (4) Kolegium Promosi dan
Pendidikan Kesehatan, (5) Kolegium Administrasi Kebijakan Kesehatan, (6)
Kolegium Gizi Masyarakat, (7) Kolegium Bistatistik/KKB, dan (8) Kolegium
Kesehatan Resproduksi.
1.1.6 Layanan Esensial Kesmas dan Kebutuhan Profesionalitas
Kondisi kesehatan masyarakat di Indonesia dapat dilihat dari masih tingginya
angka kematian khususnya angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan angka
kematian anak balita. Kondisi ini sangat mempengaruhi umur harapan hidup yang
saat ini masih rendah. Disamping itu, angka morbiditas terhadap penyakit-penyakit
degeneratif terus meningkat dengan tajam.

Hasil Riskesdas pada tahun 2007

Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat

Page 10

memperlihatkan sepuluh penyebab utama kematian pada semua umur pada
umumnya adalah penyakit degeneratif seperti stroke, hipertensi, diabetes mellitus,
dan kanker. Kondisi ini hampir terlihat baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.
Penyebab dari penyakit menular yang masuk dalam sepuluh besar hanyalah
Tuberkulosis dan infeksi pada hati.
Pada neonatal (bayi berumur di bawah satu bulan), penyebab kematian yang
utama adalah respiratory disorder, kelahiran prematur, sepsis, dan kelainan
kongenital sedangkan pada bayi di atas 1 bulan dan pada anak balita (1-5 tahun),
penyebab kematian utama adalah diare dan pnuemonia. Kondisi ini sangat terkait
dengan kondisi kemiskinan,

berpendidikan sangat rendah,

serta sanitasi

lingkungan yang masih rendah, cakupan air bersih, tersedianya jamban, dan
perilaku hidup anak balita serta kematian.
Tantangan utama dari masalah Kesmas di Indonesia adalah besarnya
kesenjangan

antar daerah dalam berbagai bidang yang terkait dengan kondisi

geografis, tingkat pendidikan, sarana dan prasarana transportasi, budaya, dan
lainnya yang sering disebut dengan determinan sosial dalam bidang kesehatan
(social determinant of health). Variasi antar propinsi dalam hal angka kemiskinan
masih begitu besar, yang juga terkait dengan variasi dalam hal tingkat pendidikan,
pengetahuan, pendapatan, dan kebiasaan. Perbedaan yang mencolok juga dapat
terlihat antar kabupaten dalam propinsi yang sama. Hal ini sangat terkait dengan
masalah pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sehubungan dengan kondisi di atas, kebutuhan tenaga kesehatan masyarakat
(Sarjana Kesmas) menjadi sangat penting dibanding tenaga kesehatan lainnya
seperti perawat, bidan, dan dokter. Seorang sarjana Kesehatan Masyarakat harus
dapat melakukan analisis yang komprehensif akan masalah kesehatan yang ada di
setiap wilayah, yang tentunya akan sangat berbeda antar satu wilayah (mis.
Kecamatan) dengan wilayah lainnya.
program

kesehatan

yang

sangat

Keterlibatan anggota masyarakat dalam
diharapkan

dan

terkait

dengan

upaya

pemberdayaan masyarakat, tentu akan sangat berbeda dari satu wilayah dengan
wilayah lainnya.

Solusi yang nantinya akan ditawarkan dalam menyelesaikan

Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat

Page 11

lingkungan sosial. disertai dengan berbagai masalah penyertanya. komunikasi. masalah gizi. Dengan demikian. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 12 . selain rumah sakit membutuhkan tenaga kesehatan profesional antara lain Dokter. yang diketahui memberikan andil terhadap masalah dan status kesehatan. sistem pelayanan kesehatan juga berkembang secara cepat. komunikasi dan perilaku kesehatan dibutuhkan. tidak hanya membutuhkan seorang Dokter dan Perawat. Ini adalah salah satu kompetensi Kesmas yang membedakan dengan profesi kesehatan lainnya dan sangat dibutuhkan di negara ini. jelas peranan ilmu kesehatan masyarakat dengan kompetensi profesi manajemen kesehatan. Pada konteks ini. dengan pengembangan metode pemberdayaan dan pengorganisasi masyarakat untuk ikut mengatasi lingkungan fisik. Dengan kata lain. lingkungan kerja. Selain rumah sakit. lingkungan kerja. juga membutuhkan tenaga dalam pelayanan kesehatan yang profesional dalam bidang manajemen. sistem informasi dan perilaku. lingkungan sosial. yang tidak hanya berorientasi kuratif. dengan mengembangkan kebutuhan akan sub-sub sistem pelayanan. tetapi upaya-upaya promotif menjadi sangat penting. profesi administratur kesehatan. mengatur manusia dan perilakunya. Sebagai contoh. peng”organisasian” struktur. dan tidak mungkin dapat diambil alih oleh Dokter. perawat dan Tenaga Pendukung pelayanan medik pelayanan kesehatan perorangan. perkembangan Rumah Sakit. dan gizi merupakan kebutuhan yang tidak terelakkan. dan perilaku untuk pengembangan sistem pelayanan rumah sakit yang efektif. Pada konteks kebutuhan terakhir inilah. Sehubungan dengan semakin kompleksnya kebutuhan masyarakat untuk sehat. sistem pelayanan kesehatan saat ini terbukti tidak hanya membutuhkan pelayanan kesehatan perorangan. peran profesional petugas kesehatan dalam bidang lingkungan fisik. tetapi juga membutuhkan penataan manajemen rumah sakit agar lebih efisen dan efektif guna mengatur organisasi. Perawat atau Apoteker. sistem pelayanan kesehatan masyarakat juga membutuhkan pelayanan masyarakat untuk sehat.suatu masalah kesehatan pun nantinya akan berbeda sesuai dengan kondisi yang ada di setiap wilayah. tetapi juga membutuhkan pelayanan kesehatan masyarakat.

Memantau status kesehatan untuk mengidentifikasikan masalah kesehatan masyarakat. (1) pengkajian terhadap informasi mengenai kesehatan masyarakat. 2. maka pendidikan dalam ilmu kesehatan masyarakat dituntut untuk melaksanakan pendidikan secara profesional. Oleh karena sepuluh layanan esensial tidak Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 13 . (2) pengembangan kebijakan kesehatan yang komprehensif. mendidik. dan (3) penjaminan bahwa layanan kesehatan masyarakat diberikan kepada masyarakat berjalan dengan baik. Menegakkan hukum dan peraturan yang melindungi kesehatan dan menjamin keselamatan 7. Melakukan penelitian untuk mencari pengetahuan wawasan baru dan solusi yang inovatif terhadap masalah kesehatan Mengacu pada tuntutan kebutuhan layanan esensial di atas. Mendiagonosis dan menyelidiki masalah kesehatan dan bahaya kesehatan di dalam masyarakat 3. 1. Menginformasikan. serta memahami masalah-masalah internal dalam pendidikan ilmu kesehatan masyarakat. Fungsi pokok tersebut kemudian diuraikan dalam 10 (sepuluh) layanan esensial kesehatan masyarakat yaitu. Mengevaluasi keefektifan. dan memberdayakan penduduk seputar 4. Mengembangkan kebijakan dan rencana yang mendukung upaya kesehatan individual dan masyarakat 6. pesoalan kesehatan Menggerakkan kemitraan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menylesaikan masalah kesehatan 5. dan juga menjadi ciri perkembangan disiplin kesehatan masyarakat di Indonesia bahwa fungsi pokok profesi kesehatan masyarakat mencakup.Saat ini. dan mutu layanan kesehatan berbasis penduduk dan individu 10. Menjamin tenaga kerja layanan kesehatan personal dan kesehatan masyarakat yang kompeten 9. Menghubungkan penduduk dengan layanan kesehatan yang dibutuhkan dan menjamin pemberian layanan kesehatan yang dalam kondisi lain tidak tersedia 8. telah menjadi ciri khas dari pendidikan kesehatan di dunia internasional. keterjangkauan.

Dokter Gigi. Juga Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 14 . yang selanjutnya memenuhi tuntutan dalam sistem pelayanan kesehatan. dan lainnya Tuntutan profesionalitas menghendaki adanya penilaian obyektif untuk memenuhi jalur dan jenjang pendidikan yang dapat memenuhi tuntutan pelayanan esensial. Kondisi ini sebenarnya dipicu oleh adanya tuntutan kebutuhan pasar dalam “bisnis pendidikan” yang bekembang pesat.5 Lingkup Masalah Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Selama berdirinya Fakultas Kesehatan Masyarakat. Disamping itu. Oleh sebab itu. namun tanpa arah yang jelas. dengan tujuh departemen/bagian untuk mendukung kajian dan program kesehatan masyarakat terbukti tidak seluruhnya mampu mengatasi masalah kesehatan dalam sistem pelayanan kesehatan. dibutuhkan pula jalur pendidikan profesi. maka tuntutan jalur pendidikan yang harus dipenuhi adalah selain jalur pendidikan akademik. Keperawatan.1. Selain itu. Terbukti bahwa Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat saat ini sangat bervariasi perbedaaannya. seperti yang tertuang dalam citacita kesehatan nasional. diketahui bahwa usaha-usaha dalam pendidikan ilmu kesehatan masyarakat belum sistematis untuk menjawab kebutuhan. baik yang digagas IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia) maupun AIPTKMI (Asosiasi Institusi Perguruan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia). Farmasi. sementara jenjang program magister dan doktoral masih terbatas jumlahnya. 1. guna mencapai sehat secara mandiri. sasaran dan kompetensi luaran pendidikan. kompetensi lulusan masih terlalu umum (belum spesifik). Dari beberapa pertemuan dan diskusi tentang problematika disiplin ilmu kesehatan masyarakat. rumusan pendidikan profesi yang menjadi tutntutan juga belum tersentuh secara formal.mungkin untuk dikerjakan oleh jenis profesi kesehatan lainnya seperti profesi Dokter. baik perbedaan dalam orientasi pendidikan maupun dalam rumusan tujuan. Dengan melaksanakan kajian secara obyektif. serta jenjang pendidikan yang belum dirumuskan berdasarkan tingkat kebutuhan. lulusan FKM terutama jenjang sarjana yang dilahirkan belum dapat berperan optimal menjalankan fungsi-fungsi dalam sistem pelayanan kesehatan berdasarkan kompetensinya.

sarana dan prasarana yang memadai serta standar evaluasi). AIPTKMI dan beberapa perguruan tinggi kesehatan masyarakat “Pembina” mengambil inisiatif bersama untuk menata kembali sistem pendidikan kesehatan masyarakat agar sistematis. yang didukung oleh Ikatan Ahli kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) sebagai organisasi profesi kesehatan masyarakat untuk membahas dan menyepakati suatu pendidkan kesehatan masyarakat yang profesional. dalam beberapa tahun terakhir pendidikan tinggi kesehatan masyarakat berkembang mencapai jumlah 145 institusi. hanya bermodalkan “gedung” tanpa didasari oleh argumentasi dalam rumusan tujuan dan tanpa merumuskan standar pendidikan (standar isi. proses . Beranjak dari kesadaran untuk memperjelas arah pendidikan tinggi kesehatan masyarakat di Indonesia. berkumpul perguruan tinggi kesehatan masyarakat yang tergabung dalam Asoiasi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesi (AIPTKMI). Provinsi dan kabupaten/Kota berlomba mendirikan perguruan tinggi kesehatan masyarakat.dipermudah seiring dengan “euforia” pilihan kebijakan nasional untuk desentralisasi pembangunan. yang kemudian ditindak lanjuti dengan pembentukan Majelis Kolegium Kesehatan Masyarakat Indoensia (MKKMI). maka jalur pendidikan Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 15 . metodis. pada tahun 2008. sekaligus dapat dipertanggung jawabkan yaitu dengan berusaha merumuskan dan menetapkan secara jelas standar isi sampai ke standar penilaian dan evaluasi diri. upaya menyeluruh dalam pendidikan tinggi kesehatan masyarakat sebagai implementasi Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Oleh sebab itu. SDM. Menyadari akan kondisi ini. yang diselenggarakan dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan untuk peningkatan mutu pendidikan tinggi kesehatan masyarakat. sehingga kehadiran perguruan tinggi kesehatan masyarakat nantinya dapat ikut menjawab tantangan nasional di bidang pendidikan dan kesehatan. IAKMI. dengan perangkat kolegium untuk displin ilmu dalam rumpun kesehatan masyarakat Untuk itu. kompetensi.

pendidikan strata 1 saja tampaknya sulit untuk memenuhi pengetahuan yang professional dalam memenuhi 10 fungsi esensial di atas. Selain itu. diperlukan pula mengembangkan jenis pendidikan profesi guna memperjelas peran dalam sistem pendidikan nasional (pendidikan profesi Kesmas secara umum akan juga menjadi pilihan yang merupakan kebutuhan seperti yang tercantum pada 10 layanan esensial Kesehatan Masyarakat Pada tahun 2010. untuk itu. maka jenjang strata 1 juga diperkuat dengan jenjang pendidikan profesi umum Sudah barang tentu. kebutuhan selanjutnya adalah bahwa untuk memperkuat peran kesehatan masyarakat. dilaksanakan suatu pertemuan dengan perguruan tinggi kesehatan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk merumuskan jenis dan bentuk pendidikan. Hasil rumusan yang dikenal dengan “Deklarasi Bogor” memutuskan bahwa pendidikan tinggi kesehatan masyarakat. biostatistik dan kependudukan. selain menempuh pilihan dalam jenis pendidikan akademik. standar kompetensi pendidikan akademik. promosi dan pendidikan kesehatan. standar kompetensi pendidikan profesi dan selanjutnya memutuskan untuk memlilih selain jenjang pendidikan akademik terdiri dari jenjang pendidikan sarjana dan pascasarjana serta jenjang pendidikan profesi umum. kesehatan reproduksi dan administrasi kebijakan kesehatan adalah bentuk kesadaran bahwa pendidikan tinggi kesehatan masyarakat. gizi masyarakat. dalam Deklarasi Bandung dan Bali. pembentukan MKKMI dan kolegium dalam rumpun kesehatan masyarakat. juga sekaligus jenis pendidikan profesi. kesehatan lingkungan. selain melaksanakan jenis pendidikan kesehatan dalam jalur pendidikan akademik. telah di rumuskan standar pelayanan profesi. perlu ditingkatkan pada jenjang pendidikan magister dan doktoral. dengan didukung pendanaan kegiatan oleh Direktrorat Pendidikan Tinggi.yang dapat ditempuh selain jenis pendidikan akademik. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 16 . yang terdiri dari kolegium epidemiologi. melalui bantuan dana pinjaman dalam HPEQ. Untuk jalur pendidikan akademik. juga melaksanakan jenis pendidikan profesi. IAKMI. Pada pertemuan selanjutnya. kesehatan dan keselamatan kerja. atas inisiatif AIPTKMI. MKKMI dan Kolegium.

kompetensi setiap jenjang.2 Tujuan dan Kegunaan 1. Naskah Akademik juga diharapkan menjadi dasar dan argumentasi ilmiah untuk menjelaskan kepada seluruh pihak berkepentingan terutama kepada Kementrian Pendidikan Nasional. Dengan demikian.2. 1) Memaparkan permasalahan dan kendala yang ada dan berbagai upaya telah dilakukan dan yang sebaiknya dilaksanakan untuk memenuhi harapan pendidikan kesehatan masyarakat yang professional. pedoman akreditasi untuk evaluasi dan penilaian kualitas dalam pelaksanaan pendidikan kesehatan masyarakat. Dengan demikian. baik pada jenjang akademik saja dan pendidikan pendidikan profesi. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 17 . serta akreditasi sesuai kaidah yang berlaku. naskah akademik ini bertujuan. pengambil keputusan dan juga pemangku kepentingan terutama pengguna lulusan pendidikan kesehatan masyarakat. seluruh institusi pendidikan kesehatan nantinya diharuskan memenuhi standar pendidikan yang telah ditetapkan melalui suatu sistem akreditasi yang independen dan profesional.Rumusan standar pendidikan akademik dan profesi inilah yang digunakan untuk menyusun Naskah Akademik. 2) Dijadikan acuan bagi penyelenggara pendidikan tinggi kesehatan masyarakat. sistem monitoring dan evaluasi. yang kemudian akan dipergunakan untuk menyusun panduan program penyelenggaraan pendidikan tinggi kesehatan masyarakat. Kementiran Dalam Negeri dan Institusi kepentingan lainnya. maka seyogyanya seluruh perkembangan ilmu kesehatan perlu diarahkan untuk mewujudkan pendidikan yang profesional.1Tujuan Dengan dibentuknya Kolegium dalam rumpun kesehatan masyarakat dan Majelis Kolegium Kesehatan Masyarakat (MKKMI) untuk pengembangan pendidikan profesi. Kementrian kesehatan. standar pendidikan. yang selama ini menggunakan hasil luaran pendidikan tinggi kesehatan masyarakat. 1. termasuk jenis dan jenjang pendidikan.

Kementerian Dalam Negeri dan pihak swasta pengguna 6) Memberikan informasi agar penggunaan luaran pendidikan kesehatan masyarakat sesuai jenjang pendidikan yang dimiliki. terutama dalam perumusan kompetensi utama (core competencies). Kementerian Kesehatan. kompetensi setiap jenjang.3) Memberikan gambaran tentang sistem pendidikan kesehatan masyarakat di Indonesia yang meliputi jenis dan jenjang pendidikan. terutama pemangku kepentingan utama yaitu Kementerian Pendidikan Nasional.2 Kegunaan 1) Menjelaskan rumusan definisi kesehatan masyarakat sebagai ilmu yang menjadi pilihan. 1.2. baik lulusan dalam jenjang pendidikan akademik maupun dalam jenjang pendidikan profesi dalam rumpun kesehatan masyarakat 3) Memberikan masukan kepada pembuat kebijakan terkait. 1) Pertemuan dan diskusi kelanjutan program kerja kolegium dalam rumpun kesehatan masyarakat dan pembentukan Majelis Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Kolegium Kesehatan Page 18 .3 Metode/Pendekatan Proses penyusunan naskah akademik ini dimulai dengan beberapa kegiatan dan metode pelaksanaan sebagai berikut. jenjang karir luaran pendidikan. dan Kementerian Aparatur Negara 4) Memberikan masukan kepada para penyelenggara pendidikan tinggi untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pendidikan 5) Memberikan masukan kepada pengguna lulusan dalam hal ini jajaran Kementerian Kesehatan. yang akan dipergunakan sebagai arah perkembangan pendidikan tinggi kesehatan masyarakat. 1. perumusan kurikulum dan pilihan jenis dan jenjang pendidikan 2) Memberikan gambaran yang jelas tentang jenjang karir yang akan diperoleh seorang lulusan. serta akreditasi institusi/program studi.

serta Bab III berisi kesimpulan dan saran. Metode pertemuan dilaksanakan dalam bentuk pertemuan dan diskusi kelompok untuk region bagian barat di Medan.4 Pengorganaisasian Naskah akademik ini disusun dalam dua (2) bagian besar. 3) Pertemuan perguruan tinggi. Bab II membahas ruang lingkup ilmu kesehatan masyarakat. seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta. PPNI dan IBI. dan (2) pendidikan kesehatan masa kini. 2) Bagian Kedua terdiri dari enam (6) bab yang meliputi. bab IV tentang sistem Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 19 . pengurus daerah IAKMI. dihubungkan dengan perencanaan tenaga kesehatan oleh Departemen Kesehatan sebagai stake holder utama 1. pimpinan lima FKM negeri pembina. untuk merumuskan jenis dan jenjang pendidikan profesi. PPSDM Depkes. masalah dan potensi perguruan tinggi.yang tergabung dalam AIPTKMI. dan Kolegium untuk pemetaan kondisi perguruan tinggi kesehatan masyarakat sebagai pengganti survey untuk memperoleh gamabaran kondisi. region tengah 1 Surabaya dan region tengah 2 di Yogyakarta 4) Pertemuan dan diskusi kelompok pakar. region bagian timur di Makassar. yaitu. Bab III tentang jenjang karir. dan (3 )Lingkup Masalah Pendidikan Kesehatan Masyarakat. 1) Bagian pertama terdiri dari tiga (3) bab. Workshop diikuti oleh wakil kolegium. Bagian pertama ini juga dilengkapi dengan beberapa lampiran yang dapat digunakan sebagai acuan dan pertimbangan dalam penyusunan naskah akademik ini. terdiri dari penjelasan tentang (1) Ketentuan Umum / Terminologi. (2) Layanan Esensial Kesmas dan Kebutuhan Profesionalitas. PDGI.Masyarakat Indonesia (MKKMI) yang diikuti oleh perwakilan tujuh departemen/ bagian dari lima FKM Negeri Pembina 2) Workshop untuk perumusan kompetesi utama Kesehatan masyarakat dan kompetensi profesi dalam rumpun Kesmas. Bab II berisi uraian tentang jenis dan jenjang pendidikan tinggi kesehatan masyarakat. Bab I berisi uraian tentang dasar pemikiran penetapan sistem pendidikan kesehatan masyarakat di Indonesia. pengurus IAKMI dan pengurus organisasi profesi kesehatan yaitu IDI. Bab I menjelaskan tentang (1) latar belakang pendidikan kesehatan masyarakat di Indoensia.

jenjang operasional dilaksanakan oleh Komponen 1 untuk tugas penyusunan naskah akademik serta Steering Comitte untuk penetapan target. serta jenjang kebijakan oleh IAKMI sebagai organisasi profesi. pengawasan dan evaluasi..akreditasi pendidikan profesi dalam rumpun kesehatan masyarakat. jenjang program dilaksanakan oleh Kolegium dan MKKMI. 3) Struktur pengorganisasian ini dibagi dalam tiga jenis yaitu. Figure 1 : Struktur Pengorganisasian Penyusunan Naskah Akademik Bab 2 Ruang Lingkup Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 20 . serta AIPTKMI sebagai asosiasi perguruan tinggi kesehatan masyarakat. Bab V tentang pertimbangan kebijakan dan Bab VI tentang penutup. sebagaimana penjelasan pada Gambar 1.

tidak mau. Ilmu ini terutama mempelajari aspek promotif preventif yang mendukung upaya kuratif dalam pelayanan kesehatan perorangan. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. dengan peminatan dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat terdiri dari Epidemiologi. 4) Jenis pendidikan kesehatan masyarakat adalah pendidikan akademik dan pendidikan profesi. dengan menggunakan metode dan pendekatan ilmu kesehatan masyarakat. Pendidikan profesi adalah pendidikan profesi umum setelah sarjana sesuai dengan peraturan perundang-udangan yang berlaku (SISDIKNAS No. 5) Sarjana Kesehatan Masyarakat adalah tenaga kesehatan masyarakat lulusan strata sarjana. 1) Ilmu pengetahuan adalah Ilmu Pengetahuan kesehatan masyarakat yang merupakan sintesis dari ilmu-ilmu biologi. 2) Pendidikan tinggi adalah pendidikan kesehatan masyarakat yang melaksanakan pendidikan untuk jenis pendidikan akademik pada jenjang sarjana dan jenjang pascasarjana (pendidikan magister dan doktoral). dengan jenjang profesi umum. Kesehatan Lingkungan. Sedangkan jenjang pendidikan profesi dari delapan jenis profesi dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat. mental dan sosial.1 Ketentuan Umum / Terminologi Ketentuan umum atau terminologi yang dipergunakan sebagai acuan dasar dalam penyusunan naskah ini. fisika. sosiologi. dan tidak dapat menempuh cara memenuhi hidup sehat secara fisik. Kesehatan dan Keselamatan Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 21 . Pendidikan akademik terdiri atas jenjang pendidikan sarjana dan pascasarjana. kimia. 3) Pelayanan profesi adalah pelayanan kesehatan masyarakat profesional menggunakan metodologi ilmiah. Pelayanan professional dimaksudkan guna memenuhi kebutuhan individu dan masyarakat yang sedang mengalami masalah dalam bidang kesehatan. ilmu pendidikan. sosial dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat secara mandiri. ilmu perilaku serta beberapa ilmu terapan. 20/2003). Administrasi Kebijakan Kesehatan. serta aspek promotif dan preventif dalam perspektif pemberdayaan lingkungan. antropologi . ekonomi. ilmu lingkungan. sehingga tidak tahu. psikologi. dan perlu untuk mendapat penjelasan sebagaimana berikut.2. kedokteran.

Ahli Informatika Kesehatan. dengan Konsentrasi Epidemiologi. Biostatistik/KKB.Kerja. setelah memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat seminat dan atau tidak seminat disertai dengan . Ahli Biostatistik. Informatika kesehatan. Manajemen Rumah Sakit. dalam jangka waktu minimal 2 sampai 4 semester. Ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). dengan persyaratan untuk penyetaraan 7) Magister Kesehatan Masyarakat adalah luaran pendidikan jalur akademik Program Magister kesehatan masyarakat. dan Asuransi Kesehatan. Gizi masyarakat. sebuah Project Management Unit (PMU) tujuannya melalui untuk menata manajemen pendidikan kesehatan masyarakat yang dapat memenuhi unsur kuantitas dan Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 22 . dan Asuransi Kesehatan 8) Doktor Kesehatan masyarakat adalah luaran pendidikan akademik tertinggi kesehatan masyarakat. Ahli Manajemen Informasi Kesehatan sebagai tenaga profesional yang telah menyelesaikan pendidikan profesi. Manajemen Pelayanan Kesehatan. Kesehatan Lingkungan. Ahli Kesehatan Reproduksi. Telah menyelesaikan studi dan dinyatakan lulus minimal 7 sampai 14 semester untuk lulusan SMU atau sederajat. dan Manajemen Informasi Kesehatan. Gizi Masyarakat. Kesehatan dan Keselamatan Kerja. yang telah menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Informatika kesehatan. Ahli Promosi Kesehatan. Biostatistik/Kependudukan. dengan beban satuan kredit semester minimal 36 SKS.2 Pendidikan Kesehatan Masyarakat Masa Kini Pendidikan kesehatan masyarakat mulai ditata sejak tahun 1985. yang telah menyelesaikan pendidikan doktoral pada Program Studi Kesehatan Masyarakat. Manajemen Pelayanan Kesehatan. Ahli Epidemiologi. Ahli Gizi Masyarakat. Manajemen Rumah Sakit. dan atau lulus 4-8 semester untuk lulusan Diploma III kesehatan yang disetarakan 6) Profesi umum dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat terdiri dari. Ahli Kesehatan Lingkungan. Ahli Administrasi Kebijakan Kesehatan. Administrasi Kebijakan Kesehatan. dan telah dinyatakan lulus ujian profesi. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Kesehatan Reproduksi. Kesehatan Reproduksi. dan Manajemen Informasi Kesehatan. 2.

dan jenjang pendidikan magister disebut sebagai Program Magister Kesehatan Masyarakat. Untuk menunjang hal ini maka kompetensi penguasaan Bahasa Inggris dalam pendidikan Kesmas di tingkat Akademik maupun Profesi juga akan ditetapkan sebagai suatu persyaratan.2. yang semula bergabung bersama pendidikan doktor ilmu kedokteran.kualitas sesuai kebutuhan. UNHAS. kemudian secara bertahap menjadi bagian tersendiri sebagai pendidikan doktoral kesehatan masyarakat. UNAIR. dilaksanakan dengan menerima peserta didik dalam dua jalur penerimaan yaitu menerima lulusan Sekolah Menengah Atas atau sederajat dan jalur tugas belajar dari tenaga kesehatan masyarakat yang telah berkeja pada institusi pelayanan kesehatan dan memiliki ijazah D III bidang ilmu kesehatan. Jalur terakhir ini adalah pendidikan yang sifatnya kerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI untuk mendidik staf tenaga kesehatan Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat sehingga Page 23 . selain dikembangkan menjadi pendidikan magister dengan tujuh konsentrasi dalam rumpun kesehatan masyarakat. Pada mulanya. Dengan demikian. Pendidikan kesehatan masyarakat merupakan pendidikan akademik yang dikembangkan mengikuti panduan pengelolaan pendidikan tinggi. atau Internasional seperti yang sudah ada selama ini. UNDIP dan USU). Asia Pacific. upaya memasukkan isu kesehatan dunia menjadi sangat relevan dalam pendidikan Kesehatan Masyarakat. pendidikan kesehatan masyarakat hanya mengenal dua jenjang pendidikan akademik yaitu pendidikan sarjana disebut sebagai Fakultas Kesehatan Masyarakat. juga dikembangkan pendidikan doktoral. Khusus pendidikan magister. Hal ini harus ditempuh dengan melakukan kerjasama dengan pendidikan Kesmas di negara lain atau membentuk jejaring antar pendidikan Kesmas di tingkat Asia Tenggara.1 Jenjang Pendidikan Sarjana Jenjang pendidikan sarjana. 2. Satu hal yang harus disadari. bahwa pendidikan Kesehatan Masyarakat sangat terkait dengan isu global yang beyond border (borderless). Sasarannya pada lima perguruan tinggi negeri yang telah Mendirikan Fakultas Kesehatan Masyarakat atau mempunyai program studi Kesehatan Masyarakat (UI.

dengan berbagai alasan latar belakang serta kondisi geo politis setempat. ditambah kompetensi penunjang untuk masing-masing peminatan dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat 2. rumusan tugas dan fungsi pendidikan sarjana kemudian dikembangkan dengan kompetensi utama sebagai tenaga kesehatan masyarakat untuk mengisi bidang tugas sebagai perencana. Pada awal mula pelaksanaan. Menyadari tuntutan akan kebutuhan dalam bidang kesehatan yang semakin kompleks namun fokus. Perkembangan berikutnya. walaupun keinginan untuk menetapkan kompetensi setiap rumpun ilmu dapat dikatakan telah memasuki ranah pendidikan profesi. peneliti. telah ditetapkan pendirian kolegium dan Majelis Kolegium Kesehatan Maksyarakat Indonesia sebagai kelembagaan yang menetapkan pendidikan profesi atas inisiatif Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) dan organisasi profesi dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat serta Asosiasi Institusi pendidikan Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI). Masing-masing pendidikan profesi dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat telah merumuskan standar pelayanan profesi. standar Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 24 . standar kompetensi yang disusun menjadi 8 (delapan) kompetensi utama. pelaksana program. melalui kesepakatan nasional oleh Kolegium. terdiri dari standar pelayanan. IAKMI. Seiring dengan pesatnya pendirian sekolah tinggi ilmu kesehatan. jenjang pendidikan sarjana kesehatan masyarakat mulai ditata dan telah menetapkan panduan standar isi.2 Jenjang Pendidikan Profesi Jenjang pendidikan profesi sejak berdirinya Fakultas Kesehatan Masyarakat belum diadakan.2. luaran jenjang sarjana dikategorikan sebagai luaran untuk mengisi bidang kerja sebagai “Middle Manager” (manajer menengah) pada institusi pelayanan kesehatan.memiliki kualifikasi pendidikan minimal sarjana. pada tahun 2007. walaupun jenis pendidikan adalah pendidikan akademik. Saat ini. dan evaluator. Saat ini. Organisasi Profesi dan AIPTKMI telah ditetapkan pendirian pendidikan profesi dengan jenis pendidikan adalah profesi umum. jenjang pendidikan sarjana semakin bervariasi tanpa arah yang benarbenar fokus seperti harapan awal sebagai manajer menengah.

Kedokteran Gigi. perencana. serta persyaratan peserta didik di kalangan pendidikan profesi dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat. 2. namun bekerja dalam lingkungan institusi pelayanan kesehatan.2. dengan menerima calon peserta didik berlatar belakang sarjana dalam bidang kesehatan (Kesehatan Masyarakat. setelah penataan jenjang sarjana selesai. Keperawatan. Manajemen. standar kompetensi.2. standar pendidikan dan standar kurikulum secara nasional. IAKMI dan AIPTKMI telah mencanangkan persiapan tahap lanjutan untuk membahas dan menetapkan standar isi. Dokter Gigi.kompetensi. Apoteker. Farmasi. dilaksanakan dengan menerima calon peserta didik berlatar belakang magister Kesehatan Masyarakat. Untuk itu. diwajibkan menambah beban SKS sebesar 12-18 bagi yang tidak sebidang. standar kurikulum. Bagi peserta yang tidak berlatar belakang magister kesehatan. jenjang ini mulai akan ditata untuk nantinya dapat menetapkan standar pelayanan. 2. Keperawatan. membuat varian dari luaran program magister kesehatan masyarakat. Dengan adanya kondisi yang bervariasi menurut universitas pelaksana. Khusus untuk calon peserta didik yang berlatar belakang bukan sarjana bidang kesehatan diwajibkan untuk mengikuti kelas matrikulasi serta dinyatakan lulus. Luaran dari pendidikan ini seperti dirumuskan dapat mempunyai kompetensi analisis. serta output dengan kompetensi yang juga bervariasi. Ilmu Sosial dan Politik. Kedokteran. Kebidanan) dan atau berlatar belakang sarjana lain. programer. standar pendidikan. sesuai persyaratan dan penetapan calon yang telah Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 25 .4 Jenjang Pendidikan Doktroal Jenjang pendidikan Doktoral hanya oleh beberapa perguruan tinggi negeri. walaupun jenis pendidikan magister kesehatan adalah pendidikan akademik. Dokter. Saat ini. dan evaluator program-program kesehatan.3 Jenjang Pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat Jenjang pendidikan Magister dilaksanakan oleh beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta yang mendapat izin operasional Dikti. Pendidikan.

membuat varian dari luaran program doktor kesehatan masyarakat. yang kenyataannya masih menggunakan standar isi penddidikan doktor program studi kedoteran sebagai acuan. Dengan adanya kondisi yang bervariasi menurut universitas pelaksana. seperti juga pada program magister. 2010) Saat ini. di lain pihak tuntutan terhadap jumlah jenjang pendidikan pascasarjana semakin banyak. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 26 . jenis pendidikan jenjang pendidikan doktoral juga mulai akan ditata dengan menetapkan standar pelayanan.ditetapkan dengan menggunakan pedoman Pelaksanaan Pendidikan Tinggi oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Buku Pedoman BSNP. dengan adanya usaha untuk membuat Lembaga Akreditasi Mandiri nantinya dengan persyaratan yang lebih ketat. terutama untuk melakoni 10 fungsi esensial dan mengisi peran dalam ikut memperkaya dinamika sistem pelayanan kesehatan. maka pada kenyataannya hanya beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta yang dapat melaksanakan dua jenjang pendidikan. Untuk itu. Oleh karena adanya persyaratan yang demikian ketat dalam izin pelaksanaan program studi magister dan doktoral. . setelah jenjang penataan jenjang sarjana selesai. standar pendidikan dan standar kurikulum secara nasional. dengan hanya menyesuaikan beberapa informasi dari berbagai negara tentang kurikulum kesehatan masyarakat untuk melengkapi. IAKMI dan AIPTKMI telah mencanangkan persiapan tahap lanjutan untuk membahas dan menetapkan sekaligus standar isi magister dan doktoral. serta output dengan kompetensi yang juga bervariasi. Pada satu sisi. standar kompetensi. maka kemungkinan akan menurun jumlah perguruan tinggi yang diperobolehkan melaksanakan pendidikan Pascasarjana.

maka kesimpulan di urai sebagai berikut. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 27 .Bab 3 Kesimpulan Dan Saran 3.1 Kesimpulan Berdasar pada tujuan penulisan Naskah Akademik dan pembahasan ruang lingkup disiplin ilmu kesehatan masyarakat sesuai uraian di atas.

selanjutnya dijadikan pedoman bagi institusi pendidikan kesehatan masyarakat.Pendidikan Profesi Promosi Kesehatan. Jenjang pendidikan akademik. terutama jenjang pendidikan sarjana belum disadari belum berkualitas. Pendidikan Profesi Kesehatan Reproduksi. 2) Kondisi ini telah lama disadari.2 Saran Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 28 . Profesi Manajemen Informasi Kesehatan. dengan jenjang sarjana dan pascasarana berupa pendidikan magister dan doktoral. Pendidikan Profesi Kesehatan Lingkungan. pendidikan Doktor yang memilih kurikulum dasar plus kurikulum spesifikasi berdasarkan arah topik disertasi 4) Jenjang pendidikan profesi dalam rumpun kesehatan masyarakat ditetapkan sebagai profesi umum. kemudian dipertegas dengan komitmen mengadakan pendidikan profesi umum. Pendidikan Profesi Gizi Masyarakat. 3) Pilihan terhadap jenis pendidikan telah ditetapkan yaitu jenis pendidikan akademik dan pendidikan profesi.1) Pendidikan Kesehatan masyarakat saat ini terdiri dari pendidikan akademik. Sementara jenis pendidikan profesi baru akan dilaksanakan setelah mendapat izin resmi dari Direktorat Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional. setelah menetapkan standar isi secara nasional oleh kolegium dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat dan disepakati untuk ditetapkan oleh MKKMI. Jenjang pendidikan Pascasarjana terdiri dari jenjang pendidikan magister (Strata 2) yang memilih bentuk kurikulum dasar plus konsentrasi. dan Pendidikan Profesi Informatika Kesehatan 5) Pilihan ini akan ditetapkan secara nasional oleh MKKMI sehingga berstatus sebagai pedoman mengikat. Jenis pendidikan akademik terdiri atas jenjang pendidikan sarjana (stara1) yang memilih bentuk kurikulum general + peminatan. dan mulai tahun 2008 telah ditata secara nasional untuk pendidikan strata 1. Pendidikan Profesi Administrasi & Kebijakan Kesehatan. Pendidikan Profesi Biostatitik dan Kependudukan. Pendidikan Profesi Kesehatan dan Keselamatan Kerja. yang terdiri dari profesi Pendidikan Profesi Epidemiologi. 3. terutama dalam peran serta mengubah kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat sesuai harapan.

akan memudahkan pengembangan jenjang karir tenaga kesehatan masyarakat dan juga mengatasi perbedaan kompetensi dari lulusan yang dihasilkan. Available at URL: http://www.gov/pubmed/ Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 29 . Hal ini untuk mencegah kemungkinan adanya praktik yang keliru.1) Diharapkan agar Naskah Akademik dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun kebijakan pada tingkat peraturan pemerintah sebagai interpretasi dari beberapa undang – undang terkait yang menjelaskan tentang pendidikan kesehatan masyarakat sebagai pendidikan profesional. Lampiran 1 Daftar Pustaka  Searching for published articles at PubMed – US National Library National Library of Medicine.nih. sehingga profesi kesehatan masyarakat tidak diinterpretasi dalam persepsi yang berbeda-beda.nlm. 3) Menetapkan kategori lulusan/ketenagaan dalam nomenklatur baku yang berlaku untuk masa depan. 2) Dipergunakan untuk menyusun aturan yang menetapkan pendidikan kesehatan masyarakat merupakan pendidikan jalur akademik dan profesi yang hanya memerlukan satu ijin penyelenggaraan. Dengan demikian. National Institute of Health.ncbi. Hal ini juga diperlukan untuk mencegah digunakannya tenaga yang tidak kompeten dalam melaksanakan kegiatan dan program kesehatan masyarakat masyarakat.

asph. Strong School. Strong Partners. Papanicolas I. Who Will Keep the Public Healthy? Educating Public Health Professionals for the 21st Century. DC: The National Academies Press.org  Smith PC. DEPARTMENT OF HEALTH AND HUMAN SERVICES.0.S. Washington. Version 2.asph. State Public Health System Performance Assessment . Report of the Second Meeting of the Core Expert Team on the Public Health Functions and Services in the European Region.  ASPH (2004).pdf  IOM (2003).who.  NPHPSP (2010). Demonstrating excellence in practice-based teaching for public health.euro.org  The Public Health Workforce: An Agenda for the 21st Century: A Report of the Public Health Functions Project.int/Document/PHS/PubHlthRep. Mossialos E. WHO EURO (2007). 2010) Available at URL: www. A Report on Practice Activities of School of Public Health.org  ASPH. U. Performance Measurement for Health System Improvement. Public Health Service (undated. Available at URL: www.cdc. Leatherman S (2009). Cambridge: Cambridge University Press. Available at URL: www. Available at URL: www. 1997?) Bagian Kedua Daftar Isi Bab 1 Dasar Pemikiran Penetapan Sistem Pendidikan Kesehatan Masyarakat Indonesia Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 30 . (Cited May 24.Model Standards.

1 Kesehatan Masyarakat Sebagai Profesi I.2 Kesehatan Masyarakat Sebagai Pelayanan Professional I. Jenjang Karir Jenjang Karir Bab 4.3 Landasan Kebijakan dan Peraturan I.2 Ketentuan Umum/Terminologi 2.4 Tuntutan Globalisasi dan Kehidupan Profesi Bab 2 Jenjang Pendidikan Kesehatan Masyarakat 2.4 Nomenklatur Berdasarkan Jenis dan Jenjang Bab 3.1 Pendidikan Kesehatan Masyarakat Di Masa Depan dan Uji Kompetensi 2. Sistem Akreditasi Pendidikan Bab 5. Penutup Bab 1 Dasar Pemikiran Penetapan Sistem Pendidikan Kesehatan Masyarakat Indonesia 1.1.1 Kesehatan Masyarakat Sebagai Profesi Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 31 . Pertimbangan Kebijakan Bab 6.3 Kompetensi Berdasarkan Jenjang Pendidikan 2.

dapat dilanjutkan dengan jalur pendidikan profesi umum dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat. Jenjang pendidikan akademik untuk strata sarjana. yang diakui dan akan dilaksanakan secara nasional. atau dapat memilih jalur pendidikan pascasarjana untuk jenjang magister dan doktoral.Pengertian kesehatan masyarakat sebagai profesi tidak dimaksudkan semata-semata sebagai uraian tentang perlunya pendidikan profesi kesehatan masyarakat. Secara operasional. sub-judul di atas dimaksudkan untuk menjelaskan rancangan tentang kebijakan yang akan ditempuh secara nasional dalam pilihan jenis dan penjenjangan pendidikan kesehatan masyarakat. Rumusan pendidikan tinggi kesehatan masyarakat telah disepakati secara nasional bahwa jenis pendidikan yang dipilih adalah jenjang pendidikan akademik dan profesi (Hasil kesepakatan Bogor dan Bandung. selain bervariasi juga sulit dipenuhi dengan kurikulum yang Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 32 .1 Jenis Pendidikan Akademik Disadari sejak semula sampai saat ini bahwa pendidikan kesehatan masyarakat jenjang pendidikan akademik untuk sarjana belum fokus. 2. tetapi lebih diarahkan kepada penjelasan tentang pengembangan aplikasi ilmu kesehatan masyarakat secara profesional. Perkembangan kesehatan masyarakat secara profesional di Indonesia telah dirumuskan dalam jenjang pendidikan bertahap. Dengan demikian. sulit diukur. Dengan demikian. terukur. 2010). baik oleh pelaku pendidikan tinggi kesehatan masyarakat maupun para pemangku kepentingan Perkembangan ilmu kesehatan masyarakat yang semakin maju dan cepat menuntut adanya spesifikasi dan profesionalitas. dan kompetensinya. akuntabel dan transaparan terhadap setiap tuntutan perubahan itu sendiri. uraian tentang kesehatan masyarakat sebagai profesi lebih ditekankan pada pilihan penjenjangan pendidikan kesehatan mayarakat sebagai tafsir untuk meletakkan keilmuan kesehatan masyarakat dalam rangka menjawab tantangan dan kebutuhan kesehatan saat ini dan dimasa datang. menuju spesifikasi dan profesi. pengembangan kesehatan masyarakat secara profesional menuntut adanya pengembangan pendidikan kesehatan masyarakat yang berjenjang.1.

2010) dianggap sangat tepat untuk menjawab tantangan masa kini dan di masa datang. maka saat ini telah dirumuskan delapan kompetensi utama (core competencies) dan kompetensi penunjang/peminatan. konsep dan dilaksanakan dengan menggunakan prinsip-prinsip permberdayaan untuk mendorong partisipasi masyarakat agar dapat sehat secara mandiri. Pilihan ini akan dipergunakan secara nasional. dengan kompetensi yang terukur dengan jelas. maka pilihan terhadap pola pendidikan akademik strata sarjana kesehatan masyarakat ditambah peminatan (Deklarasi Bogor. Gambaran sederhana dari kompetensi utama kesehatan masyarakat adalah “sebagai kemampuan memahami dasar ilmu kesehatan masyarakat dan aplikasinya. Kemampuan level enam diterapkan dalam 4 (empat) dimensi Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 33 . 2010). untuk kemudian dipergunakan melaksanakan analisis dan penilaian atas status kesehatan. agar mencapai ukuran yang profesional. yang kemudian disingkat menjadi MIRACLE. Communitarian. Bandung.ada. maka sarjana akan diharapkan pendidikan akademik jenjang melahirkan seorang sarjana kesehatan masyarakat dengan profil yang Managable. dan dapat dievaluasi dengan format yang terstandar. Innovator. Deklarasi Savoi. Untuk mencapai pilihan pendidikan dan profil sarjana kesehatan masyaralat. juga atas pertimbangan atas peran yang telah dirumuskan dalam komptensi dan profil. mengembangkan mampu dikomunikasikan kepada publik. yang akan diperoleh seorang peserta didik dalam proses belajar mengajar. selanjutnya dengan menggunakan prinsip berpikir sistem kebijakan dan perencanaan program. sebagai basis dan persiapan menuju pendidikan profesi dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat. Dengan kesepakatan nasional ini (Hasil pertemuan Bandung. maka telah pula ditetapkan penggunaan level kemampuan 6 (enam) sebagai basis penyusunan kurikulum. dengan bahasa yang dapat dimengerti. selain mengacu pada panduan Kementerian Pendidikan Nasional tentang tujuan pendidikan program sarjana (SK Mendiknas no 232/u/2000). terstandar. yang akan ditunjang kompetensi penunjang/ peminatan. dan diterima karena diterapkan berlandaskan pada nilai budaya setempat. Leader dan Educator. Beranjak dari rumusan sederhana kompetensi utama seperti dijelaskan di atas . Untuk itu. Role Model. Pilihan level kemampuan ini. Apprentice.

maka tahap selanjutnya dari penyusunan naskah akademik adalah penyusunan kompetensi pendidikan magister kesehatan masyarakat secara nasional. Jenjang pendidikan akademik selanjutnya adalah pendidikan magister yang telah disepakati untuk dilaksanakan secara nasional oleh institusi pendidkan kesehatan masyarakat (Keputusan Bogor. (3) dimensi wawasan. kemampuan untuk bersedia bekerja bersama antar disiplin yang bersinggungan dengan permasalahan dan solusi. telah pula disepakati bahwa dalam proses belajar mengajar pendidikan magister kesehatan masyarakat. mendapatkan proses pembelajaran mengajar mampu menerapkan ilmu kesehatan masyarakat dalam kegiatan produktif untuk pelayanan masyarakat. dan (4) dimensi sikap. Untuk saat ini. serta (4) dimensi sikap.utama yaitu (1) dimensi ilmu. kemampuan untuk mengkaji masalah kesehatan masyarakat dan dapat memecahkan permasalahan dengan menggunakan ilmu kesehatan masyarakat dan hasil-hasil penelitian dibidangnya. (2) dimensi penelitian. memiliki wawasan yang kuat untuk mampu mengantisipasi permasalahan dalam bidang kesehatan. memiliki kemampuan untuk mengerti peran dan kegiatan pengembangan ilmu melalui penelitian kesehatan masyarakat. memiliki karakter ilmiah yang kuat untuk cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan ilmiah yang ada. (2) dimensi penelitian. bersedia dan mampu berperan serta dalam kegiatan pengembangan ilmu melalui penelitian. dan tidak tergantung pada lingkungan ilmunya saja. dengan konsentrasi dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat harus mengacu pada proses pembelajaran dengan level kemampuan 8 (Delapan) untuk program magister. memiliki kemampuan untuk menganalisis dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui penelitian dan pengembangan. (3) dimensi wawasan. 2011). Pada Level kemampuan perorangan . seorang magister kesehatan masyarakat dengan pilihan konsentrasi sesuai rumpun ilmu kesehatan masyarakat juga akan mendapatkan kemampuan dalam empat dimensi utama yaitu (1) dimensi ilmu. Untuk menterjemahkan level kemampuan tujuh ke dalam kompetensi magister kesehatan masyarakat. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 34 .

Untuk saat ini. harus mampu menciptakan konsep baru dalam bidang ilmu kesehatan masyarakat melalui penelitian. Pada pertemuan ini dideklarasikan pembentukan pendidikan profesi untuk saat itu sebanyak Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat 8 Page 35 . dan direkomendasikan kepada seluruh departemen/bagian dalam program studi masyarakat untuk secara bersama-sama membentuk kolegium masing-masing. dengan maksud mendiskusikan serta merumuskan sikap. juga sudah saatnya mengembangkan pendidikan profesi. mampu memimpin pengembangan ilmu kesehatan masyarakat melalui penelitian. Pada tahun 2007 bertempat di Surabaya.1. serta mampu mengubah lingkungan ilmu kesehatan masyarakat. dalam suatu pertemuan nasional perguruan tinggi Kesehatan Masyarakat di Jakarta. atas inisitaif IAKMI dan AIPTKMI. untuk kemudian mampu memecahkan masalah dengan pendekatan interdispliner. dilaksanakan Lokakarya Nasional Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat sebagai tindak lanjut pertemuan Jakarta. Rumusan dalam pertemuan merekomendasikan untuk membentuk kelembagaan kolegium sebagai wadah yang sah mewakili pendirian pendidikan profesi dalam rumpun disiplin ilmu kesehatan masyarakat. Hasil rumusan pertemuan dimulai dengan kesepakatan dan rumusan bahwa menjawab tantangan dalam kesehatan. dimana seorang luaran pendidikan doktor memiliki profil sebagai seorang keratif dan arif. juga membutuhkan sebuah pendidikan profesi yang dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek kebutuhan. kelayakan. 2. telah pula disepakati bahwa dalam proses belajar mengajar pendidikan doktoral ilmu kesehatan masyarakat harus mengacu pada proses pembelajaran dengan level kemampuan 9 (sembilan). apakah selain pendidikan akademik kesehatan masyarakat memerlukan tata kelola dan manajemen yang berkualitas.2 Jenis Pendidikan Profesi Pada tahun 2006.Demikian pula dengan jenjang pendidikan doktor telah disepakati untuk dilaksanakan secara nasional oleh institusi pendidikan kesehatan masyarakat. maka disepakati bahwa selain sudah saatnya kondisi pendidikan akademik dirumuskan kembali secara sistematik dalam sebuah sistem pendidikan akademik kesehatan masyarakat yang berkualitas. dengan konsep baru yang dikembangkannya. efisensi dan efektifitas.

pelayanan kuratif Dampak dari usaha profesional oleh profesi kesehatan masyarakat adalah individu. kelompok. Dalam lokakarya ini telah dirumuskan garis besar standar pelayanan profesi. kesehatan dan keselamatan kerja. kesehatan lingkungan. Profesi dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat ditetapkan untuk memiliki otoritas dan kewenangan sesuai hakekat tanggung jawab profesi untuk melaksanakan tindakan pelayanan preventif dan promotif. forum Steering Committe sebagai wadah yang dibentuk bersama oleh IAKMI dan AIPTKMI dengan wakil seluruh kolegium. Pada tahun 2011. yang kemudian pada tahun 2010 disepakati secara nasional sebagai pedoman pelaksanaan pendidikan profesi delapan profesi dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat. promosi kesehatan. gizi masyarakat.(delapan) profesi mengikuti pengembangan departemen/bagian yang FKM pembina. sistematis. kelompok dan masyarakat yang ada saat ini. profesi dalam rumpun ilmu kesehatan adalah upaya untuk menterjemahkan peran ilmu kesehatan masyarakat secara konkrit. standar kompetensi. standar kompetensi dan standar kurikulum oleh masing-masing kolegium. setelah mempertimbangan kecepatan pengembangan disiplin ilmu dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat dan tuntutan kebutuhan pasar. standar kurikulum. mapun dapat bertindak secara sadar dan mandiri mengendalikan risiko suatu penyakit dan mampu menanggulangi secara Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 36 . administrasi kebijakan kesehatan serta kesehatan reporduksi. baik untuk mencegah ataupun untuk mendukung dan menanggulangi situasi kesehatan masyarakat dalam konteks secara komprehensif. setiap kolegium berhasil merumuskan standar pelayanan profesi. dan selanjutnya memberikan tugas kepada setiap kolegium dan dibantu oleh lima universitas pembina untuk merumuskan lebih tajam sesuai dengan fokus rumusan yang telah disepakati. Pada tahun 2008 sampai 2009. serta pimpinan 5 FKM pembina. yang ada di 5 terdiri dari pendidikan profesi epidemiologi. maka ditetapkan lagi pendidikan profesi untuk manajemen informasi kesehatan dan informatika kesehatan Dengan demikian. melalui fasilitasi program HPEQ. biostatistik dan kependudukan. dan fokus terhadap tuntutan individu. dan mengantisipasi permasalahan dan solusi di masa depan. selain merumuskan standar isi dalam pendidikan akademik pada jenjang pendidikan sarjana kesehatan masyarakat sebagai persiapan memasuki pendidikan profesi.

dalam pendidikan profesi rumpun ilmu kesehatan masyarakat akan mampu membentuk pengetahuan profesi. (3) Penerapan pengetahuan dan teknologi dengan mengandalkan ketrampilan dan berlandaskan norma dan etika dalam praktik profesi kesehatan masayarakat yang kreatif dan inovatif . Dengan demikian. Sebagai suatu profesi. melaksanakan pengelolaan lingkungan untuk mengendalikan suatu penyakit melalui tindakan pencegahan ( preventif) . dilandasi kode etik memiliki organisasi profesi untuk mengorganisir. melayani dan membina anggota profesi dalam kegiatan yang profesional. Dengan demikian. yang mencirikan disiplin kesehatan masyarakat.cepat dan benar bila menderita penyakit. memilih pelayanan pengobatan (kuratif) yang tepat dan berperilaku positif untuk mendukung percepatan kearah kesembuhan (tindakan promotif). dan (5) standar profesi. akuntabel dan etis. (2) Pendidikan profesi dalam rumpun kesehatan masyarakat dikembangkan berlandaskan pada aturan dalam sistem pendidikan tinggi sebagai bagian integral dalam sistem pendidikan nasional. integritas profesi dalam rumpun Ilmu Kesehatan dapat menunjukkan bahwa Profesi Kesehatan Masyarakat merupakan profesi yang Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 37 . ketrampilan profesi didasari oleh moral dan etika untuk melaksanakan praktik profesional secara bertanggung jawab. Ketentuan tersebut akan ditetapkan oleh Kolegium dan organisasi profesi. keterampilan. Kesehatan Masyarakat telah dirumuskan dengan karakteristik (1) landasan filosofi pengetahuan (body of Knowledge) yang memadukan ilmu pengetahuan. transparan. Sebagai suatu profesi. (4) bekerja sesuai profesi. dan norma dan etika sebagai landasan praktik profesi untuk upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan bagi semua orang. Tuntutan keahlian dalam profesi dalam rumpun ilmu kesehatan Kesehatan Masyarakat ini dilaksanakan sesuai dengan komitmen sebagai landasan tanggung jawab. pendidikan profesi dalam rumpun Ilmu Kesehatan Masyarakat telah mempersyaratkan suatu pembekalan pengetahuan dasar dalam pendidikan akademik di jenjang pendidikan sarjana kesehatan masyarakat kepada setiap calon yang berkeinginan mengikuti pendidikan profesi sesuai dengan ketentuan dan persyaratan masuk. yaitu dalam undang-undang sistem pendidikan nasional.

yang dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan diyakini kebenarannya untuk usaha-usaha yang positif. ras. pendapatan dan keyakinan. Berkemampuan untuk melaksanakan layanan esensial profesi yang termasuk dalam sepuluh layanan esensial secara mandiri 2) Landasan tanggung jawab terhadap profesi yaitu suatu sikap profesional ketika melaksanakan kegiatan profesi (salah satu dari delapan profesi) harus berdasarkan kompetensi yang dimilki.humanis. maka profesi dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat harus diterjemahkan sebagai suatu layanan profesional yang diberikan oleh seorang yang telah menyelesaikan pendidikjan profesi dan serangkaian pengalaman dari lapangan yang memadai. 2 Kesehatan Masyarakat Sebagai Layanan Professional Setelah mendeklarasikan diri untuk melaksanakan pendidikan profesi. dengan mendahulukan kepentingan masyarakat di atas kepentingannya sendiri sebagai Ahli Kesehatan Masyarakat yang profesional 1. bertanggung jawab. usia. suku. kelompok dan masyarakat tanpa membedakan jenis kelamin. 1) Landasan otonomi pribadi dalam praktik profesi dimaksudkan sebagai kekuatan dan kemampuan pribadi sebagai profesional kesehatan masyarakat melaksanakan kegiatan promosi dan pencegahan. dengan Layanan professional profesi dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat diharapkan berlandaskan pada otonomi pribadi. dengan penjelasan sebagai berikut. selain pendidikan akademik yang telah berjalan selama ini. yang diarahkan pada upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan semua orang. kesediaan berkolaborasi dengan profesi lain berlandaskan moral dan etika ketika melakukan layanan kepada individu. dengan kekuatan kompetensi yang dimilki sebagai hasil dari pendidikan profesi. mandiri. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 38 . Pelayanan professional dimaksudkan sebagai praktik profesi yang diberikan oleh setiap profesi Kesehatan Masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar mencapai derajat kesehatan yang maksimal dengan mencegah terjadinya resiko sakit dan menanggulangi faktor risiko suatu penyakit secara cepat dan tepat menggunakan pendekatan yang komprehensif.

dengan menggunakan etika profesi sebagai pemandu dalam sikap dan tindakan profesionalitasnya Dengan demikian. baik antar individu dalam profesi. 1. praktik layanan profesional dari profesi dalam rumpun profesi kesehatan masyarakat mengandung dimensi legal. Pasal 23 Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 39 . 2) Undang Undang Kesehatan No.3). 19 (1). memiliki sertifikasi dari organisasi profesi. baik pendidikan jalur akademik maupun pendidikan profesi diperoleh dari. kelompok dan masyatakat. yang berbunyi. tidak mengambil peran profesi lain. 36 tahun 2009 Pasal 23 ayat 2. untuk mencegah penyakit dan memenuhi kebutuhan menyeluruh dalam kesehatan 4) Landasan moral dan etika yaitu suatu sikap profesional dalam menegakkan profesi melakat (salah satu dari delapan profesi) sesuai dengan kompetensi yang pada profesi. yaitu mengikuti pendidikan dari suatu institusi yang mendapat liensi pendidikan profesi. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 15. bersikap secara humanis. Pelayanan profesional kesehatan masyarakat pada intinya memiliki tujuan untuk mengoptimalkan kemampuan individu. 1) Undang Undang No. 29. 20 (1.untuk mencegah penyakit dan memenuhi kebutuhan menyeluruh dalam kesehatan 3) Landasan kerjasama (kolaborasi) yaitu suatu sikap profesional (salah satu dari delapan profesi) untuk untuk berinisiatif bekerjasama dalam suatu tim . maupun antar individu lintas profesi melalui tindakan kolektif. dan melaksanakan kewajiban mengendepankan sikap professional kegiatan kesehatan untuk kepentingan dengan masyarakat sesuai dengan kompetensi yang dimilki. 21 (1). dapat mempertanggung jawabkan keputusan atas tindakan. atau tindakan social .3 Landasan Kebijakan dan Peraturan Landasan hukum pendidikan kesehatan masyarakat. kelompok dan masyarakat mendahulukan sehat secara secara mandiri dalam suatu kehidupan yang berkualitas. dan selalu meningkatkan kompetensi agar dapat memberikan pelayanan promotif dan preventif kepada individu.

19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. sebagai dasar yang tepat dalam memandang masalah Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat secara Page 40 . jelaslah bahwa. ancaman kesehatan mental dan ancaman akibat perubahan-perubahan perilaku dalam persepsi sehat dan sakit. 17Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan: Pasal 85. cepat dan demikian dinamis. ancaman lingkungan fisik. maka seorang Ahli dalam rumpun Kesehatan Masyarakat dituntut untuk berpikir tidak hanya dalam konteks masalah kesehatan secara lokal dan nasional. Berdasarkan perspektif masalah dan solusinya dalam kesehatan. yang pada akhirnya memberikan beban yang amat berat. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit 1. ayat 4 dan 5 6) PP No. antar disiplin ilmu untuk mengatasinya demi kepentingan bersama. Pada sisi lain. 32 tentang Tenaga Kesehatan: Pasal 2 ayat 1 5) PP No. berulangnya penyakit lama yang sudah dinyatakan terbebas (reemerging disease). antar negara. globalisasi memberikan ancaman terhadap kebijakan kesehatan berbagai Negara (kuivusalo dalam Ahmadi. juga juga terpenting adalah ancaman terhadap kesehatan. Selain adanya transaksi ekonomi bebas. pasal 7) Undang Undang No. Jelaslah bahwa dalam salah satu layanan penting Ahli Kesehatan Masyarakat dan kompetensi yang telah ditetapkan dalam pendidikan Ahli Kesehatan Masyarakat yaitu kepemimpinan dan berpikir sistem. globalisasi membutuhkan pandangan dan persepsktif baru dalam kajian kesehatan. 4 Tuntutan Globalisasi dan Kehidupan Profesi Globalisasi dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan pada satu sisi memberikan peluang untuk penanganan masalah kesehatan secara komprehensif dan serentak . 2008). Pasal 98 ayat 2 point a.3) Rancangan Undang-Undang Tenaga Kesehatan no ??? 4) Peratran Pemerintah No. Kondisi ini tercipta akibat adanya transportasi dan komunikasi yang sangat terbuka. 86. Peran strategis justru disandang oleh kajian-kajian keilmuan dalam profesi kesehatan masyarakat dibanding profesi kesehatan lain. tetapi tetap dikaitkan dengan konteks regional dan internasional. ditandai dengan berkembangnya penyakit-penyakit baru (new emerging disease). ancaman terhadap masalah social budaya dan geopolitik. Pada uraian di atas.

Pendidikan profesi kesehatan masyarkat menetapkan kompetensi seorang luaran dikaitkan dengan masalah global sebagai suatu kemampuan profesi. yaitu menyiapkan profesi kesehatan (dengan kompetensi yang testandar internasional dan memperjuangkan landasan hukum melalui Rancangan Undang-Undang untuk diakui sebagai tenaga kesehatan professional dan Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 41 . Dengan demikian. dan politik) bahwa suatu masalah kesehatan tentu bersinggungan dengan berbagai factor yang saling mengiikat dan berpengaruh. dan internasional. maka dengan rumusan kemampuan di atas. nasional. jelaslah bahwa profesi dalam rumpun kesehatan masyarakat memiliki kemampuan untuk ikut dalam kempetisi global tenaga kesehatan masyarakat. social. serta diakui oleh negara lain. serta memiliki kepemimpinan untuk melibatkan lintas displin dan sector lain yang bersinggungan untuk mencari solusi dan bertindak secara bersama-sama dan bekerja bersama sebagai sebuah tim Dari segi profesi. ekonomi. baik dalam konteks local. geografi. dengan tetap memperhatikan dan mengaitikan pada konteks global. dan memperoleh perlindungan dan pengakuan profesi yang setaras dengan profesi lain dalam bidang kesehatan. budaya. lintas sektor dan lintas program. regional. yaitu. Untuk mendapatkan pengakuan yang setara. dan mengajukan rekomendasi yang protektif untuk menjaga ekosistem tetap steril terhadap ancaman luar 2) Berpikir sistem yaitu kemampuan untuk menempatkan masalah dengan mengaitkan faktor penyebab dalam pendekatan holistic (akibat globalisasi dalam demografi. 3) Memutuskan tindakan yaitu kemampuan untuk menggunakan pendekatan secara komprehensif berbasis pada masalah dan akar penyebab. 1) Berpikir kritis yaitu kemampuan menempatkan masalah pada fakta dan mengkritisi untuk menemukan prioritas masalah secara tepat dan benar. seorang profesi dalam rumpun kesehatan masyarakat dituntut untuk memiliki kompetensi terukur.menyeluruh dan menuntut profesi kesehatan masyarakat untuk memiliki kemampuan mengaitkan dengan lintas disiplin ilmu. ada dua factor aspek yang menjadi perhatian organisasi profesi saat ini. globalisasi menekankan pada kompetisi kompetensi dengan standar global.

memperoleh sertifikasi profesi atas kompetensi dan kewenangan sebagai seorang ahli kesehatan masyarakat. Bab 2 Jenis Dan Jenjang Pendidikan Kesehatan Masyarakat 2.1 Pendidikan Kesehatan Masyarakat Di Masa Depan Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 42 .

Badan Pengendalian Vektor dan Reservoir Penyakit (BPVRP). kebutuhan tenaga kesehatan masyarakat dengan kompetensi yang terukur dan spesifik dibutuhkan untuk mengisi fungsi-fungsi layanan dalam sistem pelayanan kesehatan. Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dan Organisasi Profesi dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat serta Asosiasi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI) bersepakat meningkatkan mutu lulusan dari 156 Program Studi S1. Rumah Sakit. 2007) Rancangan yang disepekati untuk membenahi pendidikan tinggi kesehatan masyarakat adalah menata standar isi (standar pelayanan. Puskesmas. 6 Program Studi Strata 2 serta 4 Program Studi Strata-3. muncul pula masalah-masalah baru di Seiring dengan hal tersebut. Puskesmas Pembantu dan Institusi Penunjang seperti Laboratorium. Stasiun Pengendalian Vektor Penyakit (SPVP). (AIPTKMI. jenis dan penjenjangan untuk menjawab tantangan di atas. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 43 .Berkembangnya suatu wilayah dengan adanya kebijakan nasional untuk desentralisasi yang diikuti dengan pemekaran wilayah. Terbatasnya kuantitas dan kualitas tenaga Kesehatan Masyarakat yang memiliki kompetensi sesuai bidang keahliannya ( profesional) menyebabkan solusi upaya-upaya kesehatan masyarakat seringkali kurang tepat. berakibat pada peningkatan masalah kesehatan di masyarakat yang secara langsung akan mengakibatkan peningkatan jumlah Institusi Pelayanan Kesehatan seperti Dinas Kesehatan. standar kompetensi. bidang kesehatan akan akibat adanya keterbatasan sumber daya manusia dan sarana kesehatan yang ada. maka keputusannya adalah dengan mempersiapkan pelaksanaan pendidik profesi untuk delapan profesi dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat. sebagai tantangan yang disadari akan banyak terjadi dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Berdasarkan hal tersebut. Selain penataan jalur pendidikan akademik. Masalah Kesehatan Masyarakat diperberat dengan berkurangnya sumber daya alam dan tingginya tingkat pencemaran lingkungan akibat aktivitas Industri yang seringkali beroperasi tanpa pengelolaan lingkungan yang baik. dengan menata sistem pendidikan. disadari pula bahwa di masa depan. cenderung tertinggal dan kadang pragmatis sehingga tidak dapat menyelesaikan berbagai masalah kesehatan yang semakin meningkat akibat adanya krisis ekonomi.

merumuskan standar isi. Agar pendidikan kesehatan masyarakat. sesuai yang tercantum dalam Rencana Strategis Jangka Panjang Kementerian Kesehatan untuk pengadaan tenaga kesehatan. maka diharapkan outputnya memiliki kualitas yang sama. dibandingkan dengan pelayanan kuratif yang hanya 1/4. 2009). untuk melakukan kontrol dalam pelaksanaan pendidikan profesi. serta membangun sistem dan mekanisme antar kolegium. organisasi profesi dan perguruan tinggi. Kendari 2008. Tujuannya adalah diperolehnya kompetensi inti yang sama dikalangan institusi pendidikan kesehatan masyarakat Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 44 . Standariasi yang telah menjadi keputusan nasional ini akan diberlakukan mulai tahun 2011. Argumentasi penting atas kebijakan ini adalah adanya tuntutan kualitas. Untuk mengantisipasi masa depan. disepakati pula untuk mendirikan pendidikan profesi. Kurikulum yang dikembangkan berupa kurikulum inti berbobot 60% dari kurikulum institusi.nasional serta kurkulum lokal. maka sejak tahun 2007 –2009. peran promotif dan preventif mendapat porsi ¾ dalam kebijakan nasional dalam pembangunan tenaga kesehatan.standar kurikulum serta standar akreditasi) pendidikan akademik. Majelis Kolegium Kesehatan Masyarakat Indonesia (MKKMI) pada tahun 2006. yang juga disepakati untuk dilaksanakan secara . baik jalur pendidikan akademik dan profesi berjalan sesuai ketetapan. 40% terdiri dari kerikulum peminatan. dan dari faktor input yang sama serta faktor proses yang terkontrol secara sistem. dengan menyediakan faktor input yang sama. yang menyebut bahwa pada masa depan yaitu sampai tahun 2005. Medan tahun 2009 dan Pertemuan Nasional Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat sepanjang tahun 2010. dengan tahap awal mendirikan dan mengesahkan pendirian kolegium dari profesi dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat. sekaligus untuk mengantisipasi peran kesehatan masyarakat yang semakin besar. telah dibahas Kurikulum Nasional berbasis kompetensi untuk pendidikan ilmu kesehatan masyarakat jalur pendidikan akademik. dilakukan untuk menjamin kualitas dari perguruan tinggi. melakukan kontrol untuk proses yang kurang lebih sama. atau minimal perbedaan kualitasnya tidak berjarak seperti kondisi saat ini. atas inisiatif AIPTKMI dalam Rapat Kerja Tahunan bertempat di Purwokerto tahun 2007. oleh karena pelaksanaan untuk spesialistik akan diserahkan kepada pihak ketiga (Badan PPSDM.

pembahasan tentang kurikulum profesi telah dimulai sejak tahun 2008 . Uji kompetensi profesi secara nasional akan dilakukan oleh lembaga serifikasi. direncanakan untuk ikut dalam pendirian Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM tahun 2011-2012 ) bersama dengan disiplin kesehatan lainnya. organisasi profesi dan perguruan tinggi kesehatan masyarakat. Selain itu. mengikuti ketentuan pemerintah tahun 2000 tentang pemberlakukan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk semua jensi dan jenjang pendidikan. yang rencananya akan dibentuk pada tahun 2012 berdasarkan rencana kerangka kerja yang telah diputuskan secara nasional oleh seluruh kolegium. maka pola kurikulum profesi telah pula memasukkan persyaratan Uji Kompetensi Nasional setelah peserta didik pendidikan profesi menyelesaikan pendidikan S1 dan Profesi. atas pembiayaan Hapeq. Sebelum dinyatakan lulus sebagai ahli dalam salah satu dari pendidikan profesi tersedia. Sedangkan untuk jalur pendidikan profesi. Lembaga sertifikasi diisi oleh kelembagaan kolegium dan organisasi profesi dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat. Tugas utama selain melaksanakan akreditasi secara mandiri sebagai bagian dari BAN. sehingga untuk mencapai kualitas yang sama antar seluruh pendidikan tinggi kesehatan masyarakat.yang ada di Indonesia. juga melaksanakan tugas pembinaan untuk standariasi kurikulum secara nasional.2010. Kurikulum yang telah disepakati ini dijadikan sebagai kurikulum standar nasional. uji kompetensi pada akhir pendidikan profesi dipersyaratkan secara mutlak sebagai jaminan kualitas individu sebelum diberikan surat lulus sertifikasi dalam rangka melaksanakan profesi. Hal ini untuk memudahkan terjadinya pengakuan yang diberikan secara nasional maupun regional. Keputusan tentang pilihan jenis dan jenjang pendidikan akademik sarjana dan preofesi seperti gambaran kerangka berikut. yang persiapannya direncanakan atas bantuan pembiayaan dalam Project Hapeq. dalam upaya memperoleh standarisasi kualitas lulusan profesi dalam rumpun Kesehatan Masyarakat. Gambar-1 Model Pendidikan Kesehatan Masyarakat Jenjang Sarjana dan Profesi berdasarkan level kemampuan dan Uji Kompetensi Sarjana dan Profesi Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 45 .

Profesi (36 sks) Tahu n1 Tahu n2 Tahu n3 Tahu n4 Tahu n5 Tahu n5 Level 6 Level 6 Level 6 Level 6& 7 Level 7 Level 7 Uji Ko m AKREDITA SI LAMBAN. seperti persyaratan ketika mengikuti pendidikan sarjana jalur pendidikan akademik yaitu melalui ujian masuk yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi pelaksana. yaitu bahwa seorang peserta didik dalam pendidikan jalur Profesi Untuk jenjang pendidikan akademik sarjana. dengan gelar S.M diberikan hak untuk ikut memilih mengikuti pendidikan magister atau pendidikan profesi yang sifatnya tidak mengikat.SKM Pendidikan Sarjana (144 SKS) AHL I Pend. Pilihan untuk mengikuti pendidikan profesi.PT Uji Kompetensi Dari gambar kerangka di atas terlihat bahwa pilihan terhadap pendidikan & terpisah kesehatan masyarakat dimasa depan. adalah dengan Kolegium pola pendidikan Organisasi seperti gambaran di atas. dengan kontrol kolegium dan organisasi profesi masing-masing Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 46 .K.

Pada jenjang pendidikan akademik doktor kesehatan masyarakat. teknologi. dan di dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat. untuk itu. dengan level kemampuan enam. memimpin dan mengembangkan riset riset sebagai karya kreatif. kelompok dan masyarakat. original. yang proses pembelajarannya berfokus pada peserta didik. serta mampu mendapat pengakuan nasional maupun internasional. dan mendapat pengakuan nasional maupun internasional. Dengan menerapkan kurikulum berbasis kompetensi. dengan menggunakan praktik di dalam bidang kesehatan professional untuk mengelola. juga pendidikan profesi dengan level kemampuan tujuh. maka selain pendidikan akademik. Gambar-2 Model Pendidikan Kesehatan Masyarakat Jenjang Pascsarjana berdasarkan level kemampuan Berdasarkan Uji Kometensi Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 47 . dan teruji. multi atau transdisipliner. yaitu kemampuan mengembangankan pengetahuan. untuk ikut memecahkan permasalahan kesehatan masyarakat. sehingga dapat ikut memecahkan masalah kesehatan dengan pendekatan pendekatan inter atau multidisipliner yang bermanfaat bagi masyarakat dan keilmuan. Pada jenjang pendidkan akademik magister kesehatan masyarakat. pengembangan riset menghasilkan karya inovatif dan teruji.pendekatan inter. pendidikan jenjang ini dikembangkan dengan kompetensi intelektual yang dibangun dengan menggunakan kemampuan level 8 (delapan). diperlukan proses belajar yang menumbuh-kembangkan kemampuan berpikir kritis yang tinggi untuk menghasilkan kemampuan ilmiah yang akuntabel. baik dengan pendekatan .Upaya di atas tentu akan menghasilkan tenaga kesehatan masyarakat yang handal. kemampuan menyelesaikan masalah kesehatan individu. teknologi. pendidikan jenjang ini menggunakan kemampuan level 9 (Sembilan) yaitu kemampuan mengembangkan pengetahuan. kelompok dan masyarakat dalam konteks promotif dan preventif. kemampuan softskill yang memadai dalam menghadapi individu. masayarakat. mampu bekerjasama dalam tim seprofesi maupun profesi kesehatan lain.

PT Dari gambar kerangka gambar 1 dan 2 di atas terlihat bahwa pilihan terhadap pendidikan kesehatan masyarakat. Jenjang Pendidikan Sarjana untuk memangku peran dan fungsi sebagai tenaga kesehatan masyarakat.M. Berdasarkan pola pendidikan kesehatan masyarakat. artinya tamatan sarjana dapat saja melanjutkan atau tidak ke pendidikan profesi. demikian pula dengan pola pendidikan akademik pada jenjang pendidikan amgister maupun doctoral.sejalur) sks) Tahu n1 Tahu n2 Tahu n1 Tahu n2 Tahu n3 Level 8 Level 8 Level 9 Level 9 Level 9 AKREDITA SI LAMBAN. 66 t. baik pada jenjang pendidikan sarjana dan profesi menganut pola terpisah. maka jenjang pendidikan dapat dijelaskan sebagai berikut. Pend. M Pendidikan Magister (44 SKS) Dr. 1. dengan memiliki kemampuan intelektual dalam level enam untuk melaksanakan tugas berdasarkan delapan kompetensi utama Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 48 . Doktoral (54 sejalur.K.

11) Peminatan Manajemen Pelayanan Kesehatan 12)Peminatan Manajemen Rumah Sakit 13)Peminatan Asuransi Kesehatan 2. dengan memiliki kemampuan dalam level tujuh untuk melaksanakan tugas profesi berdasarkan kompetensi utama profesi. 1) Peminatan Epidemiologi 2) Peminatan Biostatistik dan Kependudukan 3) Peminatan Kesehatan Lingkungan 4) Peminatan Administrasi Kebijakan Kesehatan 5) Peminatan Promosi dan Pendidikan Kesehatan 6) Peminatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja 7) Peminatan Gizi Masyarakat. 1) Pendidikan profesi Epidemiologi 2) Pendidikan profesi Bios/KKB 3) Pendidikan profesi Kesehatan Lingkungan 4) Pendidikan profesi Promosi Kesehatan 5) Pendidikan profesi Kesehatan dan Keselamatan Kerja 6) Pendidikan profesi Gizi Masyarakat. dengan ditunjang aspek moral dan etika profesi. Pada jenjang dapat dikembangkan peminatan saat ini terdiri dari. untuk memangku untuk memangku peran dan fungsi sebagai tenaga profesi dibidangnya.dan kompetensi penunjang/peminatan sesuai pilihan. Jenjang Pendidikan Profesi. 7) Pendidikan profesi Kesehatan Reproduksi 8) Pendidikan profesi Adminitrasi kebijakan kesehatan. dan 8) Peminatan Kesehatan Reproduksi 9) Peminatan Sistem Informasi Kesehatan 10)Peminatan Informatika Kesehatan. Pendidikan profesi umum disepakati mengikuti peminatan pada jenjang sarjana yang terdiri dari. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 49 .

yang terdiri dari . Kependudukan dan Keluarga Berencana 3) Konsentrasi Kesehatan Lingkungan 4) Konsentrasi Administrasi Kebijakan Kesehatan 5) Konsentrasi Promosi dan Pendidikan Kesehatan 6) Konsentrasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja 7) Konsentrasi Gizi Masyarakat. Jenjang Pendidikan Doktor. untuk memangku peran dan fungsi seorang doktor kesehatan masyarakat dengan memiliki kemampuan intelektual untuk mengembangkan teknologi dan seni baru. dan 8) Konsentrasi Kesehatan Reproduksi 9) Konsentrasi Manajemen Informasi Kesehatan 10)Konsentrasi Informatika Kesehatan.9) Pendidikan profesi Manajemen Pendidikan profesi Informatika Informasi kesehatan. 10) Kesehatan. mampu memecahkan permasalahan sains. mamapu memecahkan permasalah sains. 3. teknologi dan seni dalam ilmu kesehatan masyarakat. teknologi dan seni dalam ilmu Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 50 . dalam ilmu kesehatan masyarakat. 1) Konsentrasi Epidemiologi 2) Konsentrasi Biostatistik. Pada jenjang pendidikan magister. dalam ilmu kesehatan masyarakat. 11) Konsentrasi Manajemen Pelayanan Kesehatan 12)Konsentrasi Manajemen Rumah Sakit 13)Konsentrasi Ssuransi Kesehatan 4. dapat dikembangkan menjadi konsentrasi. untuk memangku peran dan fungsi seorang magister kesehatan masyarakat dengan memiliki kemampuan intelektual untuk mengembangkan teknologi dan seni. Jenjang Pendidikan Magister. serta mampu mengelola riset kesehatan masyarakat yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus untuk mendapat pengakuan nasional maupun internasional.

Page 51 . dan Asuransi Kesehatan. kesehatan dan keselamatan kerja .kesehatan masyarakat dengan pendekatan interdisipliner dan multi disipliner. ahli kesehatan dan keselamatan kerja . gizi masyarakat. serta mampu mengelola. dinyatakan lulus setelah memenuhi ketentuan penyelesaian 36 SKS. memimpin dan mengembangan riset dalam bidang untuk mendapat pengakuan nasional maupun internasional. Manajemen Pelayanan Kesehatan. Sistem Informasi Kesehatan./KKB. maka dijelaskan beberapa kenetuan dan terminologi yang dalam naskah kademik yaitu. ahli biostatitik dan kependudukan. ahli kesehatan lingkungan. kesehatan lingkungan. biostatitik. Pada jenjang pendidikan doktor tidak mengembangkan ke tingkat konsentrasi 2. 1) Sarjana Kesehatan Masyarakat adalah tenaga kesehatan masayarakat dengan gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat. promosi kesehatan. kesehatan dan keselamatan kerja . peminatan Manajemen Informasi Kesehatan. biostatitik/kependudukan. dengan SKS minimal 144 SKS 2) Profesi adalah tenaga kesehatan dengan gelar ahli epidemiologi. administrasi kebijakan kesehtan. ahli gizi masyarakat. ahli manajemen informasi kesehatan. memperoleh ijazah sebagai ahli sesuai pilihan. ahli administrasi kebijakan kesehatan (??). yang memiliki konsentrasi dalam bidang epidemiologi. Magister Kesehatan Masyarakat adalah tenaga magister dengan gelar Magiter Kesehatan. administrasi kebijakan kesehatan.2 Ketentuan Umum/Terminologi Berdasarkan pada penatapan jenjang pendidikan dalam pendidikan tinggi kesehatan masyarakat saat ini dan untuk masa depan. dan memperoleh sertifikasi setelah dinyatakan lulus ujian profesi a. ahli promosi kesehatan.M dan ijazah program studi kesehatan masyarakat (dengan sebutan peminatan). kesehatan lingkungan. Informatika Kesehatan. Manajemen Rumah Sakit. kesehatan reproduksi. yang memiliki salah satu peminatan antara lain peminatan epidemiologi.K. promosi kesehatan. dan ahli kesehatan reproduksi. gizi masyarakat. dan kesehatan reproduksi. dan ahli informatika kesehatan. dinyatakan lulus dan memperoleh gelar S. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Informatika Kesehatan. setelah memenuhi ketentuan penyelesaian kelulusan .

the organization of medical and nursing services for the early diagnosis and preventive treatment of disease. 1.dan Manajemen Pelayanan Kesehatan. so organizing these benefits as to enable every citizen to realize his birthright of health and longevity (Winslow CEA. Manajemen Rumah Sakit. and for the development of the social machinery to insure everyone a standard of living adequate for the maintenance of health. Public health is the science and art of preventing disease. untuk sebidang. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 52 . dan Asuransi Kesehatan. prolonging life and promoting health and efficiency through organized community efforts for the sanitation of the environment. Referensi dari South East Asia Public Helath Education Institution (SEAPHEIN) yang mengutip rumusan definisi Winslow. dengan SKS minimal 52 SKS. the education of the individual in personal hygiene. Doktor Kesehatan Masyarakat adalah tenaga Doktoral. dengan gelar Doktor (Dr) dalam bidang kesehatan masyarakat. perannya dalam sistem kesehatan nasional. setelah memenuhi ketentuan penyelesaian dengan jumlah minimal 44 SKS b. Dengan dasar inilah. dan 64 SKS untuk tidak sebidang 2. dinyatakan lulus dan memperoleh ijazah Program Magister Kesehatan Masyarakat (dengan sebutan konsentrasi) . dan dianjurkan untuk dipergunakan di kawasan Asia Tenggara (2006).3 Kompetensi Berdasarkan Jenjang Pendidikan Upaya menetapkan kompetensi dalam setiap jenjang pendidikan dalam berpendidikan kesehatan masyarakat dimulai dengan usaha mendefinisikan kesehatan masyarakat sebagai ilmu pengetahuan. the control of communicable infections. disertai dengan menggunakan tiga referensi pembanding. yaitu. dinyatakan lulus dan memperoleh ijazah. 1920). .rumusannya . tantangan jumlah dan mutu kelimuan luaran yang dihadapi. setelah memenuhi ketentuan penyelesaian kelulusan. dimulai dengan mempelajari kondisi kesehatan masyarakat di Indonesia kini. serta peluang-peluang mengisi pengembangan sebagai disiplin imu yang profesional untuk kebutuhan masyarakat.

keterampilan. yang menghadapi risiko untuk mengidentifikasi masalah secara spesifik. 2002). yang diarahkan pada upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan semua orang. baik Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 53 . untuk merancang pemecahan masalah kesehatan. Intisari yang dipetik dari tiga referensi di atas bahwa kesehatan masyarakat adalah perpaduan ilmu pengetahuan. tentang pengertian kesehatan masyarakat yaitu “suatu kondisi kesehatan masyarakat. yang terdiri atas status kesehatan.I. dengan metode pengoragnisasian masyarakat. bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan pemerintah setempat . memperpanjang upaya hidup. 1) Melaksanakan fungsi penilaian dan pemantauan terhadap status kesehatan masyarakat. “Public health is the combination of sciences. maka sedikitnya terdapat tiga fungsi utama merumuskan kesehatan masyarakat sebagai ilmu yaitu. ketrampilan dan keyakinan untuk sistematis dalam pencegahan penyakit. dan menetapkan prioritas. A prescription for sustainability. Untuk mencapai kondisi status kesehatan. and beliefs that is directed to the maintenance and improvement of the health of all the people through collective or social actions” 3. dengan rumusan. moral dan etika. dibutuhkan pendekatan pemberdayaan berbasis masyarakat. pelayanan kesehatan primer untuk promotif.2. memperpanjang hidup melalui tindakan kolektif. Referensi dari Canadian Medical Association. 2) Merumuskan kebijakan publik. atau tindakan social . skills. Ottawa: CMA. kuratif dan rehabilitatif. yang berbasis pada kebutuhan masyarakat”. dengan menggunakan srategi pemberdayaan masyarakat untuk hidup sehat secara mendiri” Beranjak dari rumusan definisi di atas. sampai meningkatkan status kesehatan penduduk secara menyeluruh melalui strategi dan pendekatan pemberdayaan yang tepat” Hasil rumusan akhir definisi kesehatan masyarakat sebagai ilmu adalah “kombinasi dari ilmu pengetahuan. Referensi dari Departemen Kesehatan R. pereventif. untuk mencegah penyakit dan memenuhi kebutuhan menyeluruh dalam kesehatan.

kompetensi penunjang dan kompetensi lainnya. dan evaluative secara kontinyu. yaitu. kemudian ditambah dengan kompetensi penunjangnya. BSNP-2010) adalah standar luaran pendidikan. serta evaluasi terhadap efektivitas pelayanan tersebut. Dengan demikian. Bila dikaji rumusan definisi dan fungsi kesehatan masyarakat sebagai ilmu seperti uraian di atas. yang sekaligus dipergunakan untuk mencapai standar pendidikan dan alat evaluasi. maupun internasional melalui pemberdayaan masyarakat 3) Memastikan bahwa semua populasi memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan. melalui usaha-usaha pemberdayaan yang sistematif. telah dirumuskan kompetensi dengan prinsip penyusunan yang mengacu pada Petunjuk Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. ketrampilan. yang terdiri dari kompetensi utama. Standar pendidikan akedemik kesehatan masyarakat menganut model pendidikan generalis. tantangan serta harapan di masa datang. maka terjemahan atas penggunaan kalimat komibinasi ilmu pengetahuan. dengan keunikan masalah. Untuk mencapai profil di atas. yang diurai dalam delapan kompetensi utama.ditingkat lokal. skala nasional. 2010). Kompetensi Lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat Rumusan kompetensi utama. yaitu pendidikan generalis memiliki kompetensi utama. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 54 . untuk tujuan mencapai unsur-unsur efisensi dan efektivitas. preventif. kompetensi penunjang dan lainnya (Standar Isi. baik kuratif. promotif dan preventif yang layak dan hemat biaya. memantau untuk kemudian dirumuskan. Kementeriaan Pendidikan nasional dalam Standari Isi (BSNP. dilaksanakan dan memastikan peran kesehatan masyarakat benar-benar di arahkan pada upaya bahwa promotif. A. terjemahan di atas tidak saja membutuhkan kemampuan akademik semata-mata yang diperoleh melalui jalur pendidikan akademik. moral dan etika itu terdiri dari kemampuan menilai. tetapi juga membutuhkan ketrampilan dan moral dan etika yang kuat dari seroang luaran pendidikan untuk melaksanakan profesi sebagai seorang kesehatan masyarakat melalui jalur pendidikan profesi.

non-verbal . yaitu. Rumusan kompetensi hasil adaptasi dari core competencies Publi Health Canada terdiri atas 8 (delapan) kompetensi. dan bekerja sama dengan media. Public Health Agency of Canada.yang keseluruhannya diturunkan dari gambaran fungsi utama dan profil kesehatan masyarakat. untuk kemudian membuat keputusan berdasarkan bukti 2) Berkemampuan mengembangkan kebijakan dan perencanaan program. yaitu. kemampuan komunikasi verbal. mampu dan terampil berinteraksi dan berkomunikasi dengan internal dan eksternal. kemampuan tertulis. 3) Trampil dalam Komunikasi dengan publik. serta kemampuan dalam teknik pemasaran sosial. Council on Linkages between Academia and Public Health Practice (2001) dan Core Competencies for Public Health in Canada: Release 1. menggunakan komputer. memberikan informasi yang tepat kepada publik yang berbeda. konsep dan teori. menganalisa dan menerapkan informasi (termasuk data. dan mendengarkan. yang termuat dalam referensi. merencanakan. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 55 . Ottawa. kajian tim penyusun berkesimpulan bahwa bahwa rumusan kompetensi utama untuk pendidikan akademik kesehatan masyrakat di Indoenesia.0. September 2007. Kompetensi Utama: Hasil pembahasan dan diskusi forum. mampu dan trampil secara efektif membuat pilihan kputusan atas bukti. penilaian yaitu. fakta. termasuk pengelolaan Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti wabah dan keadaan darurat. 1) Berkemampuan mampu dan melakukan terampil analisis mengumpulkan. menerapkan dan mengevaluasinya . dan menilai. Hasil rumusan yang dengan batasan pengertian yang dapat dijelaskan sebagai berikut. dengan mengacu pada rumusan kesehatan masyarakat sebagai ilmu disertai tiga fungsi di dipandang memiliki kesamaan dengan rumusan kompetensi kesehatan masyarakat Canada.

program dan kebijakan. dan menerapkan berbagi visi. serta kepemimpinan untuk merangsang organisasi. 5) Berkemampuan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dengan yaitu. dan masyarakat untuk menciptakan. mampu dan trampil untuk merencanakan. serta utilitasi biaya 8) Kepemimpinan dan berpikir system yaitu Kepemimpinan untuk membangun kapasitas. mengembangkan dan menyajikan anggaran berdasarkan arah program untuk efisensi dan efektifitas anggaran.4) Berkemampuan mampu dan Dalam terampil Pemahaman Budaya. yaitu. mengidentifikasi kompetensi sosial-budaya yang diperlukan untuk membangun interaksi secara efektif dengan beragam individu. Dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kompetensi Penunjang/Peminatan : Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 56 . yaitu. meningkatkan kinerja . Kemampuan memamahi pengetahuan utama ilmu kesehatan masyarakat. 6) Berkemampuan memahmai dasar ilmu kesehatan masyarakat. yaitu. misi dan nilainilai. dengan metode pengembangan dan pengorganisasi masyarakat dan dapat bekerja bersama dengan orang lain dalam bentuk advokasi dan bermitra bersamna untuk mencapai tujuan bersama. meningkatkan kualitas lingkungan kerja. mampu dan terampil untuk memberdayakan potensi masyarakat. 7) Berkemampuan dalam perencanaan dan manajemen keuangan. kelompok dan masyarakat. sebagai peruwujudan dari sikap moral dan etika terhadap faktor social budaya untuk keberhasilan menerapkan perilaku. ketrampilan berpikir kritis yang berhubungan dengan displin ilmu dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat.

Mampu melakukan sampling. biologi. mengusai ilmu dan dan ahli menerapkan identifikasi dan pemecahan masalah 2. Kompetensi Peminatan Epidemiologi 1. Mampu melakukan penelitian dan pelatihan 5. Menguasai lmu dan ahli menerapkan teknologi informasi Kompetensi Peminatan Promosi dan Pendidikan Kesehatan 1. Memiliki pengetahuan dan terampil dalam merancang kegiatan promosi kesehatan untuk memecahkan masalah kesehatan 4. pengukuran parameter kesehatan lingkungan (fisik. Menguasai ilmu epidemiologi serta ahli memantau dan menilai program penanggulangan penyakit menular dan tak menular 6. Mampu menerapkan konsep dasar promosi kesehatan dalam mengkaji masalah kesehatan yang membutuhkan intervensi promosi kesehatan 3. radioaktif. Mampu mengidentifikasi serta merumuskan dengan tepat dan komprehensif masalah perilaku yang memerlukan intervensi promosi kesehatan 2. pengelolaan limbah. Menguasai ilmu dan ahli menerapkan pemantauan kewaspadaan dini terhadap terjadinya Kejadial Luar Biasa (KLB) penyakit menular dan keracunan 4. dan sosial) 2. Mampu melakukan pelacakan/tracing agen/parameter dan analisis permasalahan dan prediksi dampak kesehatan lingkungan (air. Menguasai ilmu dan ahli melakukan penyelidikan KLB 5. pengendalian Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat vector/binatang penular Page 57 . Mampu dan dapat bekerja bersama dalam tim dan di masyarakat Kompetensi Peminatan Kesehatan Lingkungan 1. kimia. Menguasai ilmu dan ahli menerapkan surveilens epidemiologi 3. pengelolaan sampah.Hasil pembahasan dan diskusi masing-masing departemen dalam rumpun kesehatan masyarakat menyepakati rumusan kompetensi penunjang dan lainnya sebagai berikut.

dan lingkungan sosial). udara. Mampu merancang/rekayasa alternatif perlindungan dan pengelolaan untuk penyelesaian permasalahan kesehatan lingkungan (air bersih. tempat umum. sanitasi makanan. dan lingkungan sosial) 4. tanah. toksikologi lingkungan. Kompetensi Peminatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1. pengelolaan sampah. udara. Mampu melakukan modifikasi dan manipulasi lingkungan untuk mencegah dan mengendalikan resiko kesehatan di permukiman. tempat kerja. sanitasi makanan. sanitasi makanan. pengendalian vector/binatang penular penyakit. pengelolaan limbah. dan lingkungan sosial) 3. pencemaran lingkungan. bangunan. udara. pengelolaan sampah. tempat kerja. pengendalian vektor/binatang penular penyakit. tanah. sanitasi makanan. toksikologi lingkungan. bangunan. udara. 5. pengelolaan sampah. pengelolaan sampah. dan rekreasi (air. toksikologi lingkungan. dan lingkungan sosial) 6. toksikologi lingkungan. bangunan. pengelolaan limbah. udara. udara. Mampu merancang/rekayasa alternatif perlindungan dan pengelolaan untuk penyelesaian permasalahan kesehatan lingkungan (pengelolaan limbah. pengelolaan sampah. dan rekreasi (air. dan lingkungan sosial). Mampu melakukan modifikasi dan manipulasi lingkungan untuk mencegah dan mengendalikan resiko kesehatan di permukiman. pengendalian vector/binatang penular penyakit. bangunan. toksikologi lingkungan. Mampu melakukan pelacakan/tracing agen/parameter dan analisis permasalahan dan prediksi dampak kesehatan lingkungan (air bersih. Memahami konsep. pengendalian vektor/binatang penular penyakit. tanah. tanah. ilmu dan teknologi dalam bidang Kesehatan Keselamatan Kerja dan mampu mengikuti perkembangannya (K1) Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 58 . tanah. sanitasi makanan. pengelolaan limbah.penyakit. bangunan. toksikologi lingkungan. tanah. tempat umum. pengendalian vector/binatang penular penyakit. pengelolaan limbah. dan lingkungan sosial) 7. bangunan. sanitasi makanan.

Mampu melakukan analisis data status gizi di masyarakat 4. Mampu melaksanakan survey cepat gizi pada keadaan darurat 18. K6) Kompetensi Peminatan Gizi Masyarakat 1. (apa. melaksanakan. Mampu menilai. Mampu menggerakkan pekerja dan manajemen dalam melaksanakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K4. bagaimana) 2. Mampu merencanakan. Mampu mengelola makanan di institusi (tempat kerja. Menguasai permasalahan gizi di masyarakat . Mampu mangorganisir pelaksanaan program gizi 15. Mampu melakukan penyuluhan dan pendidikan kesehatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K5) 5. Mampu merencanakan pengaturan menu bagi kelompok tertentu 9. Mampu melaksanakan pemantauan status gizi di masyarakat dan institusi 8. memantau. Mampu merencanakan program gizi kurang di masyarakat pada kelompok umur tertentu 12. Mampu menghitung kebutuhan gizi bagi kelompok masyarakat 7.2. Mampu merencanakan Diet pada penyakit dan kelompok tertentu 10. Mampu merencanakan program gizi pada keadaan darurat Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 59 . Terampil dalam memakai alat-alat pengukur antropometri 5. Mampu melakukan penelitian gizi di masyarakat 16. Mampu merencanakan kebutuhan pangan dalam keadaan darurat 11. mendiagnosis dan menyelidiki status dan masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta menyebar luaskan dan memanfaatkan hasilnya (K2. asrama. Mampu melaksanakan survey cepat gizi pada masyarakat 17. mengapa. Terampil dalam menggunakan perangkat lunak untuk penilaian status gizi masyarakat 6. memantau dan menilai (K3) 4. Mampu merencanakan program gizi lebih di masyarakat pada kelompok umur tertentu 13. K7) 3. Mampu melaksanakan penilaian status gizi di masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung 3. RS dll) 14.

Kesehatan Masyarakat dan kependudukan Mampu menginformasikan hasil identifikasi dan penanggulangan masalah Kesehatan Masyarakat dan Kependudukan Kompetensi Peminatan Kesehatan Reproduksi 1. Mampu melakukan penyuluhan dan pendidikan kesehatan reproduksi & keluarga 5. merancang dan mengorganisir pengumpulan data 3.(K4. Mampu melakukan monitoring program gizi di masyarakat 24. Mampu menilai. menganalisis.19. Mampu merencanakan. 3. memantau. menginterpretasi data 4. Mampu mengidentifikasi kebutuhan informasi. melaksanakan. K6) Komepetensi Pemianatan Manajemen Informasi Kesehatan 1. Mampu melakukan KIE gizi pada kelompok masyarakat 23. Mampu menggerakkan masyarakat dalam menanggulangi masalah kesehatan reproduksi & keluarga. Mampu melakukan advokasi dengan penentu kebijakan 21. Mampu manggerakan masyarakat dalam melaksanakan program gizi 20. Memahami konsep. Mampu melakukan evaluasi program gizi di masyarakat Kompetensi Peminatan AKK (Belum masuk) Kompetensi Peminatan Bisotatistik dan kependudukan 1. Mampu menyiapkan rancangan penelitian untuk mengidentifikasi masalah. kesehatan masyarakat dan Kependudukan Mampu melaksanakan pengolahan. memantau dan menilai program/intervensi kesehatan reproduksi & keluarga secara efektif dan efisien 4. sekaligus mendapatkan solusi aksi perbaikan disuatu organisasi kesehatan Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 60 . 2. ilmu dan teknologi dalam bidang Kesehatan Reproduksi & Keluarga dan mampu mengikuti perkembangannya 2. Mampu menentukan intervensi gizi pada masyarakat 22. dan mengembangkan indicator kesehatan masyarakat dan kependudukan Mampu mendisain. mendiagnosis dan menyelidiki status dan masalah kesehatan reproduksi & keluarga serta menyebarluaskan dan memanfaatkan hasilnya.

Mampu melakukan manajemen. perencanaan keuangan dan operasional 5. Kompetensi Peminatan informatika Kesehatan 1. Mampu merencanakan. mengorganisir dan mengimplementasi kan Sistim Informasi Kesehatan 3. Mampu mengimplementasikan manajemen mutu. Mampu merancang. Memiliki kemampuan untuk mengelola unit perekam medik dan unit-unit lainnya yang terkait dengan informasi untuk pengambilan keputusan 3. manajemen risiko dalam rumah sakit Memahami aktivitas investasi. analisis data kesehatan dan interpretasi informasi 4.2. manajemen pelayanan medik dan pelayanan penunjang medik. keuangan di rumah sakit. mengolah dan menyajikan tabel. dan mengevaluasi 2. organisasi dan program rumah sakit Mampu memahami fungsi dan proses manajemen rumah sakit meliputi sumber daya manusia. Mampu mengorganisir. sistem informasi dan pemasaran serta manajamen pelayanan fungsional di rumah sakit. peta pada SIK 4. mengimplementasikan. patient 4. rumah sakit dengan berbagai pendekatan dan alat manajemen Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 61 . Mampu memberikan rekomendasi melalui pengembangan SIK untuk meningkatkan kinerja program kesehatan Kompetensi Pemianatan Manajemen Pelayanan Kesehatan (Belum masuk) Kompetensi Peminatan Manajemen Rumah Sakit 1. grafik. fakta dan nilai pada suatu organisasi kesehatan. dan mengembangkan indikator kesehatan masyarakat 2. Mampu memahami entrepreneurship dan manajemen bisnis dalam 6. menganalisis masalah dan problem solving di safety . Mampu Memiliki kemampuan untuk pengambil keputusan berdasarkan informasi. Mampu menyiapkan rancangan untuk mengidentifikasi masalah pada sistim informasi kesehatan. logistik dan farmasi. organisasi rumah sakit Mampu mengidentifikasi. yang meliputi 3.

mengidentifikasi determinasi sosial serta kebutuhan masyarakat berbasis lingkungan sosial budaya. Berikut gambaran kompetensi profesi dari delapan profesi dalam rumpun kesehatan masyarakat sebagai berikut. d) Mampu berperilaku dan besama mitranya berkarya menggunakan ilmu dalam rangka merencanakan. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat untuk Page 62 . melaksanakan dan menilai sistem surveilens c) Mampu berperilaku dan bersama mitranya berkarya menggunakan ilmu dalam rangka merencanakan dan melaksanakan kewaspadaan dini dan penyelidikan kejadian luar biasa (KLB). BSNP-2010) yang merumuskan bahwa program pendidikan profesi umum harus mengacu pada rumusan yang telah ditetapkan. Mampu memahami system thinking.7. leadership. 2) Kompetensi Profesi Promosi Kesehatan a) Mampu dan Terampil mengkaji. Kompetensi Lulusan Pendidikan Profesi Dalam Rumpun Kesehatan Masyarakat Standar kompetensi jenjang pendidikan yang mengacu pada rumusan kompetensi standar kompetensi profesi (Standar Isi. Kompetensi Peminatan Asuransi Kesehatan (Belum masuk) B. and policy dalam mengelola organisasi rumah sakit. memantau dan menilai pelayanan/program kesehatan termasuk pemberantasan penyakit menular dan tak menular e) Mampu berperilaku dan bersama mitranya berkarya menggunakan ilmu dalam rangka merencanakan dan melaksanakan manajemen mutu/audit f) Mampu merencanakan dan berlaku sebagai pelatih dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka merencanakan dan melaksanakan surveilens g) Mampu menggunakan ilmu supaya dapat berlaku sebagai komunikator dan advocator sehingga membantu mensukseskan disetujuinya programprogram kesehatan atas dasar pengambilan keputusan berdasar bukti. 1) Kompetensi Pendidikan Profesi Epidemiologi a) Mampu berperilaku dan bersama mitranya berkarya menggunakan ilmu dalam rangka mengidentifikasi dan memecahkan masalah b) Mampu berperilaku dan bersama mitranya berkarya menggunakan ilmu dalam rangka merencanakan.

b) Mampu melakukan penilaian dan manajemen resiko c) Mampu melakukan surveilans d) Mampu melakukan promosi e) Mampu menyusun. menegakkan dan mengawasi pelaksanaan hukum dan perundangan bidang Kesehatan Lingkungan serta melaksanakan program penyehatan lingkungan dalam rangka promosi kesehatan. dan mengevaluasi program f) Mampu melakukan tindakan emergensi g) Mampu mempraktekkan etika profesi 5) Kompetensi Pendidikan Profesi Biostatistik/Kependudukan Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 63 . dan pemberdayaan. memantau. b) Environmental Health Practitione yaitu Terampil dan berdedikasi dalam melindungi kesehatan masyarakat melalui monitoring kualitas lingkungan. dengan mengembangkan indikator perubahan. melaksanakan. kemitraan. pengendalian pencemaran dan merekomendasikan pemecahan masalah dalam mengatasi masalah kesehatan yang berbasis lingkungan. menyusun regulasi. melatih dan kapasitasi masyarakat. dengan metode pemasaran social c) Mampu dan trampil sebagai evaluator program promosi kesehatan. keselamatan dan lingkungan kerja. dan mendesain media promosi kesehatan b) Mampu dan trampil betindak sebagai pelaksana program promosi kesehatan untuk mengorganisasi dan mendayagunakan sumber daya masyarakat.menyusun rencana program perubahan perilaku. 4) Kompetensi Pendidikan Profesi Kesehatan dan Keselamatan Kerja a) Mampu menggunakan indikator K3 untuk menilai status kesehatan. . mengevaluasi perubahan dan memberikan rekomendasi intervensi untuk perubahan perilaku 3) Kompetensi Pendidikan Profesi Kesehatan Lingkungan a) Environmental Health Officer yaitu Terampil dalam melakukan pengukuran risiko dan pengembangan. dengan menggunakan strategi advokasi.

sosialisasi dan advokasi hasil studi di area kesehatan masyarakat dan Kependudukan sesuai dengan sasaran yang relevan 6) Kompetensi Pendidikan Profesi Gizi Masyarakat a) Mampu melakukan uji efikasi suatu intervensi gizi b) Mampu melakukan uji Effectiveness intervensi gizi c) Mampu menghitung Cost Effectiveness intervensi gizi d) Mampu menghitung Cost benefit intervensi gizi e) Mampu menganalisis faktor penyebab masalah gizi f) Mampu melakukan penelitian gizi g) Mampu menyusun program perbaikkan gizi h) Mampu menyusun Food Balance Sheet i) Mampu menyusun Peta GIS kerawanan gizi j) Mampu menggunakan IT untuk perencanaan dan Intervensi gizi (nutrisoft. antropometri dll ) k) Mampu menyusun strategi dan kebijakkan diseminasi gizi seimbang l) Mampu menjadi pendamping masyarakat dalam penangani masalah gizi m) Mampu menyusun anggaran program gizi berbasis kinerja n) Mampu merencanakan kebutuhan program perbaikkan gizi (tenaga . melaksanakan pengolahan. menganalisis data kesehatan masyarakat dan Kependudukan dengan menggunakan teknik statistik yang tepat b) Terampil menginterpretasi data dan membuat rekomendasi untuk area kesehatan masyarakat dan Kependudukan c) Terampil membuat ringkasan eksekutif (executive summary) seperti policy paper di area kesehatan masyarakat dan Kependudukan d) Terampil mengelola dan memanfaatkan data untuk perencanaan.a) Terampil merancang. pemantauan dan evaluasi kesehatan masyarakat dan kependudukan e) Terampil melakukan komunikasi. biaya . organisasi) 7) Kompetensi Pendidikan Profesi Kesehatan Reproduksi a) Mampu melakukan konseling dan konsultasi dalam bidang Kesehatan Keluarga dan Kesehatan Reproduksi Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 64 .

(7) Gizi Masyarakat. Untuk saat ini peminatan yang disepakati menjadi ketentuan nasional adalah. dan mengembangkan indikatornya dalam menerapkan analisis yang handal di bidang b) Terampil perencanaan. dengan disebut peminatan pada ijazah yaitu setelah penyebutan nama Program Studi Kesehatan Kesehatan dalam kurung peminatan. disingkat S. 8) Kompetensi Pendidikan Profesi Informatika Kesehatan a) Terampil menyiapkan rancangan untuk mengidentifikasi masalah pada sistim informasi kesehatan.K. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 65 . sebagai berikut. (6) Bisotatitik/KKB. 1) Sarjana Kesehatan Masyarakat. (5) Administrasi Kebijakan Kesehatan. (1) Epidemiologi.b) Mampu mengembangkan. merencanakan dan melaksanakan intervensi untuk menanggulangi berbagai masalah Kesehatan Keluarga dan Kesehatan Reproduksi c) Mampu melakukan upaya strategis untuk memberdayakan dan mengembangkan masyarakat dalam menanggulangi masalah Kesehatan Keluarga dan Kesehatan Reproduksi. pada jenjang pendidikan sarjana. dan mengembangkan indikatornya b) Terampil menghasilkan penelitian dan kegiatan pendukung pembuatan keputusan akurat dan dipercaya c) Terampil mengimplementasikan manajemen Informasi Kesehatan d) Terampil memberikan rekomendasi informasi untuk pemenuhan kebutuhan layanan pasien II. (4) Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.4 Nomenklatur Berdasarkan Jenis dan Jenjang Nomenklatur berdasarkan jenis dan jenjang pendidikan dapat dideskripsi yang dipergunakan saat ini dan akan datang. monitoring dan evaluasi dalam pengembangan SIK c) Terampil memberikan rekomendasi untuk peningkatan kinerja program melalui pengembangan SIK 9) Kompetensi Pendidikan Profesi Manajemen Informasi Kesehatan a) Terampil menyiapkan rancangan untuk mengidentifikasi masalah pada sistim manajemen informasi kesehatan.M merupakan jenis pendidikan akademik. (2) Kesehatan Lingkungan. (3) Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

dengan sebutan Ahli Kesehatan Reproduksi. (4) Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.PK) 4) Profesi Kesehatan dan Kesehatan Kerja. dengan sebutan Ahli Kesehatan Lingkungan. diangkat (???) 3) Magister Kesehatan Masyarakat.Epid) 2) Profesi Kesehatan Lingkungan. Untuk saat ini konsentrasi yang disepakati menjadi acuan nasional adalah.dan (8) Kesehatan Reproduksi. (5) Administrasi Kebijakan Kesehatan. disingkat (A.Gz. (1) Epidemiologi. dengan penyebutan pada ijazah yaitu setelah penyebutan nama Program Studi Kesehatan Kesehatan dalam kurung konsentrasi . dengan sebutan Ahli Promosi Kesehatan. (3) Kesehatan dan Keselamatan Kerja. dengan sebutan Ahli Kesehatan.Bios. disingkat A. disingkat M.KL) 3) Profesi Promosi Kesehatan.K3) 5) Profesi Gizi Masyarakat. dengan sebutan Ahli Biostatistik dan Kepundudukan. disingkat A. dengan sebutan Ahli Manajemen Informasi Kesehatan. disingkat A. (6) Bisotatitik/KKB. disingkat (A. dengan sebutan Ahli Gizi Masyarakat.M) 6) Profesi Biaostatistik dan Kependudukan . (2) Kesehatan Lingkungan. dan (13) Asuransi Kesehatan 2) Profesi dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat yaitu.M merupakan jenis pendidikan akademik konsentrasi pada jenjang pendidikan pascasarjana.KK 9) Profesi Manajemen Informasi Kesehatan. disingkat (???) 10) Profesi Informatika Kesehatan. (7) Gizi Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 66 . Keselamatan Kerja.K. dengan sebutan Ahli Kebijakan Kesehatan. disingkat A. dengan sebutan Ahli Informatikan Kesehatan.KR 8) Profesi Administrasi Kebijakan Kesehatan. dan (11) Manajemen Pelayakan Kesehatan.K 7) Profesi Kesehatan Reproduksi. (9) Sistem Informasi Kesehatan. 1) Profesi Epidemiologi. (10) Informatika Kesehatan. (12) Manajemen Rumah Sakit. disingkat A. disingkat (A. dengan sebutan Ahli Epidemiologi.

(10) Informatika Kesehatan. disingkat Dr. pada jenjang pendidikan akademik tertinggi. Pengembangan tenaga profesional kesehatan masyarakat harus diatur dalam sistem jenjang karir yang telah ditetapkan oleh organisasi profesi IAKMI dan AIPTKMI Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 67 . serta tuntutan profesi itu sendiri. merupakan jenis pendidikan akademik. yang perlu dikembangkan dan berkembang sesuai tuntutan kebutuhan masyarakat. Konsentrasi sifatnya terbuka. (12) Manajemen Rumah sakit. Bab 3 Jenjang Karir Tenaga Kesehatan Masyarakat Tenaga kesehatan masyarakat yang bekerja dan mengabdikan diri diberbagai bidang dan level pekerjaan merupakan tenaga profesional.Masyarakat. dan (8) Kesehatan Reproduksi. tuntutan pekerjaan dalam bidang kesehatan masyarakat. dan (11) Manajemen Pelayanan Kesehatan. tidak menggunakan peminatan. dan (13) Asuransi Kesehatan 4) Doktor kesehatan masyarakat. (9) Sistem Informasi Kesehatan. tergantung topik disertasi dan pilihan mata kuliah penunjang.

Sesuai dengan pertimbangan jenis dan jenjang pendidikan. adalah prasyarat utama. selanjut profesi/fungsional muda. penjejangan karir dimulai dari jenjang profesi pertama. Setiap jalur memiliki tiga tingkatan karir. Prof S2 Str. Kairi Peneliti dengan mengacu Karir Pendidik pada berbagai aturan kepegawaian tentang penjenangan struktural dikaitkan dengan jenjang pendidikan. Karir Struktur al Karir Prof/Fun g S3 Str . dengan persyaratan masing-masing untuk meningkatkan karir. 1 Pro/Fun g Utama Prof. setara dengan demikian pula dengan pendidkkan akademik magister dan doktor adalah prasyarat utama . Mud a Asis. Secara rinci. Profesi/fungsional. Ahli Untuk jalur struktural. level kemampuan setiap strata serta rumusan kompetensi yang dimiliki oleh seorang tenaga profesional kesehatan masyarakat. maka dengan jenjang pendidikan akademik strata sarjana. skenario sistem pengembangan jenjang karir dijelaskan pada kerangka berikut: Kerangka 3 Jenjang Karir Berdasarkan Jenjang Pendidikan Kesehatan Masyarakat Jenjang Pend. maka sistem jenjang karir yang dikembangkan meliputi jalur sturktural. Untuk jalur profesi/fungsional. disertai persyaratan kepangkatan setara dengan jabatan struktural eselon 2 dan 1. disertai persyaratan kepangkatan jabatan struktural pada eselon empat dan tiga. madya dan terakhir mencapai Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 68 . dan peneliti. 2 Pro/Fun g Madya Pen. Utam Lek/ Kepal Pro Str. Mady a Ahli Mad S1 Str. pendidik. 4 Pro/Fun g Pertam Pen. 3 Pro/Fun g Muda Pen. Pen.

setelah memperoleh gelar Doktor. Di Indonesia. meningkat menjadi penelitia madya. dimulai dengan tamatan sarjana untuk jabatan karir sebagai asisten ahli. yang dinilai berdasarkan aturan yang telah ada. lektor/lektor kepala dan Profesor setelah mencapai jenjang pendidikan doktor.puncak karir pada jenjang profesi utama. utama dan terakhir mencapai karier Profesor Peneliti. dengan menempatkan jenjang karir profesi sama dengan jenjang karir profesi Dokter dan Dokter Gigi. dimulai dari jenjang peneliti muda. Untuk itu. perlu Direvisi Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2007. . Untuk jalur karir peneliti. meningkat ke ahli madya. tetapi melalui jenjang pelatihan dan prestasi. Dan terkahir untuk jalur karir di bidang pendidikan. Peningkatan ini tidak lagi melalui jenjang pendidikan. Bab 4 Sistem Akreditasi Pendidikan Kesehatan Masyarakat Akreditasi merupakan tindak lanjut keputusan pemerintah untuk upaya pengendalian mutu secara eksternal yang dilakukan suatu badan dibentuk pemerintah dan bekerja secara otonom. saat ini hanya ada satu badan mandiri Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 69 .

melalui program HPEQ DIKTI mulai dilengkapi instrument generik pendidikan akademik yang tersedia di BAN-PT. yang menunjukkan bahwa perguruan tinggi atau program studi tersebut telah melaksanakan program pendidikan telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi NasionalPerguruan Tinggi (BAN-PT). Sistem ini merupakan proses pengakuan terhadap perguruan tinggi atau program studi. tetapi juga menjamin proses tumbuh dan berkembangnya pendidikan profesi. Pendidikan Tinggi kesehatan masyarakat. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 70 . Dengan sifat khusus yang dimiliki oleh program studi kesehatan masyarakat sebagaimana program studi kesehatan lainnya. masukan. Upaya kerjsama dianggap strategis. Penetapan akreditasi oleh BAN-PT dilakukan dengan menilai proses dan kinerja serta keterkaitan antara tujuan. Sejak bulan Agsutus 2010. yang mengakomodasi selain kegiatan akademik juga telah menetapkan untuk melaksanakan pendidkan profesi. Ketetapan ini diharapkan dapat menjamin mutu pendidikan kesehatan masyarakat Oleh sebab itu. karena tidak hanya terbatas untuk menyusun instrumen akreditasi pendidikan kesehatan masyarakat. yang merupakan tanggung jawab perguruan tinggi atau program studi masing-masing. dan merumuskan isntrumen untuk pendidikan profesi. Proses akreditasi ini selain bertujuan untuk memicu peningkatan mutu pendidikan. Naskah akademik tentang system akreditasi pendidikan akademik dan profesi kesehatan masyarakat adapat dijelaskan sebagai berikut. sebagai bagian dari BAN-PT. Dalam menjamin kesinambungan kualitas program akreditasi. AIPTKMI dan IAKMI.akreditasi yaitu Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). telah disepakati suatu Komisi Bersama Akreditasi Program Pendidikan Akadmik dan Profesi yang akan melibatkan BAN-PT. saat ini telah berupaya mengupayakan jaminan terselenggaranya pendidikan yang berkualitas melalui suatu proses akreditasi. sehingga pada waktunya tahun 2012 seperti yang telah ditetapkan suatu lembaga akreditasi mandiri. dan menilai apakah standar mutu yang telah ditetapkan telah terpenuhi. maka diperlukan suatu penyiapan sistem evaluasi diri yang menjamin kualitas penyelenggaraan pendidikan. juga penyiapan wahana pratik lapangan di laboratorium berbasis masyarakat. proses dan keluaran suatu perguruan tinggi atau program studi. yang digunakan dalam proses pendidikan profesi.

tujuan dan sasaran program studi. misi. nilai-nilai dasar yang dianut dan berbagai aspek mengenai organisasi dan pengelolaan Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 71 . dan suasana akademik Standar 6.1) Standar Akreditasi Program Studi Pendidikan Kesehatan Masyarakat Standar akreditasi adalah tolok ukur yang harus dipenuhi oleh program studi. memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga/statuta dan dokumen-dokumen rencana strategis atau rencana induk pengembangan yang menunjukkan dengan jelas visi. keadaan dan perangkat kependidikan program studi. misi. yang dikemas dalam tujuh standar akreditasi. keadaan dan perangkat kependidikan program studi. dan kerjasama Asesmen kinerja program studi didasarkan pada pemenuhan tuntutan standar akreditasi. Pembiayaan. serta sistem informasi Standar 7. dan (4) perumusan rekomendasi perbaikan dan pembinaan mutu program studi. Visi. kepemimpinan. (3) penetapan kelayakan program studi untuk menyelenggarakan program-programnya. Sumber daya manusia Standar 5. dan penjaminan mutu Standar 3. tujuan dan sasaran. Mahasiswa dan lulusan Standar 4. (2) evaluasi dan penilaian mutu kinerja. Standar akreditasi terdiri atas beberapa parameter (indikator kunci) yang dapat digunakan sebagai dasar (1) penyajian data dan informasi mengenai kinerja. yang dituangkan dalam instrumen akreditasi. yaitu: Standar 1. Tata pamong. Dokumen akreditasi program studi yang dapat diproses harus telah memenuhi persyaratan awal (eligibilitas) yang ditandai dengan adanya izin yang sah dan berlaku dalam penyelenggaraan program studi dari pejabat yang berwenang. pembelajaran. serta strategi pencapaian Standar 2. Kurikulum. sarana dan prasarana. Standar akreditasi program studi pendidikan kesehatan masyarakat mencakup standar tentang komitmen program studi sarjana terhadap kapasitas institusional (institutional capacity) dan komitmen terhadap efektivitas program pendidikan (educational effectiveness). Penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat. sistem pengelolaan.

dijabarkan secara logis. tanggung jawab.program studi. Termasuk di dalamnya langkah-langkah yang harus diambil untuk meminimalkan akibat dari kelemahan mutu produk dan untuk meningkatkan mutu secara berkelanjutan. misi. proses pengambilan keputusan penyelenggaraan program. serta norma-norma dan nilai akademik. serta strategi pencapaian Standar ini adalah acuan keunggulan mutu penyelenggaraan dan strategi program studi untuk meraih cita-cita di masa depan. Tata pamong adalah sistem yang menjamin penyelenggaraan program studi dalam memenuhi prinsip-prinsip kredibilitas. Seluruh rumusan yang ada mudah dipahami. sistem pengelolaan. Standar 1. Strategi dan upaya perwujudan visi. sistem pengelolaan. pelaksanaan misi. Tata pamong dikembangkan berdasarkan nilai-nilai moral dan etika. dan pencapaian tujuannya. misi. dan sistem penjaminan mutu program studi sebagai satu kesatuan yang terintegrasi yang menjadi kunci penting bagi keberhasilan dalam mewujudkan visi. Sedangkan Sistem pengelolaan adalah suatu pendekatan sistematik untuk mengelola sumber daya. dipahami dan didukung dengan penuh komitmen serta melibatkan partisipasi seluruh pemangku kepentingannya. infrastruktur. proses. Visi. kepemimpinan. kepemimpinan. dan mencapai tujuan yang dicita- citakan. dan sistem jaminan mutu. berurutan dan pengaturan langkah-langkahnya mengikuti alur pikir (logika) yang secara akademik wajar. transparansi. Seluruh aktifitas ini akan direkam dalam suatu system evaluasi diri Standar 2: Tata pamong. Deskripsi setiap standar akreditasi itu adalah sebagai berikut. dan keadilan. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 72 . tujuan dan sasaran. akuntabilitas. dan penjaminan mutu Standar ini adalah acuan keunggulan mutu tata pamong (governance). Manajemen mutu adalah kegiatan untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pemangku kepentingan serta memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan serta upaya-upaya untuk meningkatkan kinerja organisasi. dan atau kegiatan serta orang.

Standar ini juga mencakup bagaimana seharusnya program studi memperlakukan dan memberikan layanan prima kepada mahasiswa dan lulusannya. Di dalam standar ini program studi harus memiliki fokus dan komitmen yang tinggi terhadap mutu penyelenggaraan proses akademik dan profesi (pendidikan. tes psikologi. yang meliputi tes akademik atau memiliki prestasi khusus. akuntabel. dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan pemangku kepentingan. transparan dan bertanggung jawab dan adil.  Bagi warga negara asing sesuai dengan peraturan yang berlaku. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 73 . Standar 3: Mahasiswa dan lulusan Standar ini merupakan acuan keunggulan mutu mahasiswa dan lulusan yang terkait erat dengan mutu calon mahasiswa. pemberian layanan akademik/fisik/sosial-pribadi. monitoring dan evaluasi keberhasilan mahasiswa (outcome) dalam menempuh. Seleksi dan Penerimaan Mahasiswa Baru untuk mendapat mahasiswa program studi kesehatan masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai berikut:  Lulus Sekolah Menengah Umum atau setara dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). penelitian.Penjaminan mutu adalah proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan program studi secara konsisten dan berkelanjutan. Termasuk di dalamnya segala urusan yang berkenaan dengan upaya untuk memperoleh mahasiswa yang bermutu tinggi melalui sistem dan program rekrutmen. penelaahan kebutuhan dan kepuasan mahasiswa serta pemangku kepentingan. dan tes kesehatan. seleksi.  Lulus seleksi penerimaan mahasiswa yang diadakan oleh institusi pendidikan yang bersangkutan. dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat) dalam rangka memberikan kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa untuk menjadi lulusan yang mampu bersaing. sehingga semua pemangku kepentingan memperoleh kepuasan. Program studi harus memiliki sistem seleksi yang andal. sehingga mampu menghasilkan lulusan yang bermutu tinggi.

Berkenaan dengan pelayanan akademik mahasiswa disediakan dalam bentuk pembimbing akademik untuk setiap mahasiswa. menyebarluaskan. Rasio dosen terhadap mahasiswa untuk tahap akademik maupun profesi mengukuti Kepmendiknas. dan tenaga kependidikan lainnya. dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat. serta berbagai sarana olahraga dan rekreasi yang disediakan oleh Fakultas/Sekolah Tinggi Standar 4: Sumber daya manusia Standar ini merupakan acuan keunggulan mutu sumber daya manusia. Sumber daya manusia adalah dosen dan tenaga kependidikan yang mencakup pustakawan.  Daya tampung RS Pendidikan dan jejaringnya. teknisi. teknisi. kualifikasi Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 74 . laboran. staf administrasi. mengembangkan. Unit Bimbingan dan Konseling. dan tenaga kependidikan lainnya yang bertanggung jawab atas pencapaian sasaran mutu keseluruhan program tridharma perguruan tinggi. serta bagaimana seharusnya program studi memperoleh dan mendayagunakan sumber daya manusia yang bermutu tinggi serta memberikan layanan prima kepada sumber daya manusianya untuk mewujudkan visi. Program studi yang baik memiliki tenaga kependidikan dengan jumlah. Jumlah mahasiswa Institusi Pendidikan kesehatan didasarkan pada :  Jumlah dosen (sesuai dengan Ekuivalen Waktu Mengajar Penuh).Jumlah mahasiswa baru setiap angkatan maksimal 20% dari jumlah seluruh mahasiswa pendidikan kesehatan masyarakat. baik bagi pustakawan. Jumlah dan mutu dosen menentukan mutu penyelenggaraan kegiatan akademik program studi pendidikan dokter. penelitian. teknologi dan seni melalui pendidikan. Program studi yang baik memiliki sistem pengelolaan mutu yang memadai untuk pembinaan dan peningkatan mutu dosen dan tenaga kependidikan. dan mencapai tujuan yang dicita-citakan. dan menerapkan ilmu pengetahuan. Dosen adalah komponen sumber daya utama yang merupakan pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas pokok dan fungsi mentransformasikan. laboran.  Sarana dan prasarana pendidikan. melaksanakan misi.

Dalam pelaksanaan pembelajaran digunakan berbagai pendekatan. keluasan. yang menantang agar dapat mengkondisikan mahasiswa berpikir kritis. diskusi. lokakarya. magang. keluarga dan masyarakat dalam konteks pelayanan kesehatan primer. misi program studi. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 75 . strategi. Kurikulum adalah rancangan seluruh kegiatan pembelajaran mahasiswa sebagai rujukan program studi tahap akademik maupun profesi dalam merencanakan. Prinsip-prinsip metode ilmiah meliputi metodologi penelitian. dan suasana akademik Standar ini merupakan acuan keunggulan mutu sistem pembelajaran di program studi. Model kurikulum berbasis kompetensi dilakukan dengan pendekatan terintegrasi baik horizontal maupun vertikal. serta berorientasi pada masalah kesehatan individu. Pembelajaran (tatap muka atau jarak jauh) adalah pengalaman belajar yang diperoleh mahasiswa dari kegiatan belajar.dan mutu kinerja yang sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan program yang ada. mahasiswa Pendekatan pembelajaran (student-centered) dengan yang kondisi pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk belajar mandiri dan kelompok. tata urutan. dan bereksperimen dengan memanfaatkan digunakan berbagai berpusat sumber pada belajar. Standar 5: Kurikulum. seminar. kedalaman. dan penyertaan komponen tertentu. melaksanakan. ilmu biomedik. tutorial. Isi kurikulum meliputi prinsip-prinsip metode ilmiah. manajemen yang disesuaikan dengan Standar Kompetensi. ilmu humaniora. filsafat ilmu. Kurikulum disusun berdasarkan kajian mendalam tentang hakikat keilmuan bidang studi dan kebutuhan pemangku kepentingan terhadap bidang ilmu dan penjaminan tercapainya kompetensi lulusan yang dicakup oleh suatu program studi dengan memperhatikan standar mutu. dan teknik. Sesuai dengan kebutuhan masing-masing program. berkreasi. dan biostatistik. pembelajaran. berpikir kritis. pelatihan. dan visi. bereksplorasi. praktikum atau praktek. seperti perkuliahan. program studi menetapkan kurikulum dan pedoman yang mencakup struktur. dan tugas-tugas pembelajaran lainnya. memonitor dan mengevaluasi seluruh kegiatannya untuk mencapai tujuan pendidikan dan standar kompetensi dalam kesehatan masyarakat. dan komunikasi.

lahan percobaan. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 76 . melaksanakan/menyelenggarakan misi. perpustakaan dengan koleksi yang cukup. dan akuntabel dengan menggunakan instrumen yang sahih dan andal. serta sistem informasi yang diperlukan untuk mewujudkan visi. antara lain bangunan. Untuk pendidikan klinik sarana yang sangat penting bagi pencapaian kompetensi adalah rumah sakit. dan lingkungan akademik lainnya. dalam rangka mencapai Standar Kompetensi. Puskesmas dan Dinas Kesehatan serta lainnya. dan menggunakan hasilnya dalam membantu mahasiswa memperoleh hasil yang optimal. dan untuk mencapai tujuan program studi. Evaluasi hasil belajar difungsikan dan didayagunakan untuk mengukur pencapaian standar kompetensi kesehatan masyarakat. sarana dan prasarana. serta menggunakan penilaian acuan patokan (criterion-referenced evaluation). dan fasilitas lainnya. Pembiayaan adalah usaha penyediaan. laboratorium kesmas dasar. peralatan dan perlengkapan pembelajaran di dalam kelas. pengelolaan serta peningkatan mutu anggaran yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan program-program akademik yang bermutu di program studi lembaga nirlaba. Sarana pendidikan adalah segala sesuatu yang dapat digunakan dalam penyelenggaraan proses akademik sebagai alat teknis dalam mencapai maksud. transparan. tujuan.Evaluasi hasil belajar adalah upaya untuk mengetahui sampai di mana mahasiswa mampu mencapai tujuan pembelajaran atau pencapaian kompetensi. antara lain komputer. kantor. Standar 6: Pembiayaan. serta sistem informasi Standar ini merupakan acuan keunggulan mutu sumber daya pendukung penyelenggaraan proses akademik yang bermutu mencakup pengadaan dan pengelolaan dana. sarana dan prasarana. Prasarana pendidikan adalah sumber daya penunjang dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang pada umumnya bersifat tidak bergerak/tidak dapat dipindahpindahkan. Evaluasi mencakup semua ranah belajar dan dilakukan secara objektif. dan sasaran pendidikan yang bersifat mobil (dapat dipindah-pindahkan). kebutuhan remedial oleh mahasiswa serta meta-evaluasi yang memberikan masukan untuk perbaikan sistem pembelajaran.

teknologi. antara lain penyelenggaraan forum/seminar ilmiah. dan/atau seni. memiliki peta-jalan (road-map). dan/atau penelitian dalam bidang ilmu pengetahuan. Program studi pendidikan dokter yang baik memiliki sistem pengelolaan kerjasama dengan pemangku kepentingan eksternal dalam rangka penyelenggaraan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan program-program akademik dan profesi. pengembangan ilmu pengetahuan. dalam upaya memenuhi permintaan dan/atau memprakarsai peningkatan mutu kehidupan bangsa. publikasi dalam jurnal nasional terakreditasi dan/atau internasional yang bereputasi. dan mencapai tujuan yang dicita-citakan program studi. dan kerjasama Standar ini adalah acuan keunggulan mutu penelitian. melaksanakan penelitian serta mengelola dan meningkatkan mutu hasilnya dalam rangka mewujudkan visi. Pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan sebagai perwujudan kontribusi kepakaran. presentasi ilmiah dalam forum nasional dan internasional. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Hasil Page 77 . pelayanan pengabdian kepada masyarakat. Sistem pengelolaan ini mencakup akses dan pengadaan sumber daya dan layanan penelitian bagi pemangku kepentingan. dan seni. kegiatan pemanfaatan hasil pendidikan. pelayanan/pengabdian kepada masyarakat. serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. melaksanakan misi. Program studi memfasilitasi dan melaksanakan kegiatan diseminasi hasil-hasil penelitian dalam berbagai bentuk.Standar 7: Penelitian. Program studi menciptakan iklim yang kondusif agar dosen dan mahasiswa secara kreatif dan inovatif menjalankan peran dan fungsinya sebagai pelaku utama penelitian yang bermutu dan terencana. Program studi harus memiliki sistem perencanaan pengelolaan serta implementasi programprogram penelitian yang menjadi unggulan. teknologi. dan kerjasama yang diselenggarakan untuk dan terkait dengan pengembangan mutu program studi. Penelitian adalah salah satu tugas pokok yang memberikan kontribusi dan manfaat kepada proses pembelajaran.

Semua program studi akan diakreditasi secara berkala. Borang akreditasi merupakan kumpulan data dan informasi mengenai masukan. Penjelasan dan rincian masing-masing standar akreditasi tersebut menjadi elemen-elemen yang dinilai. keadaan dan perangkat kependidikan program studi secara berkelanjutan. Borang akreditasi adalah dokumen yang berupa laporan diri (self-report) suatu program studi. yang dirumuskan sesuai dengan petunjuk yang terdapat pada Buku IV dan digunakan untuk mengevaluasi dan menilai serta menetapkan status dan peringkat akreditasi program studi yang diakreditasi. elemen dan butir penilaian seperti dijelaskan dalam Bagian A dari bab ini. Akuntabilitas pelaksanaan tridarma dan kerjasama diwujudkan dalam bentuk pemanfaatannya untuk memberikan kepuasan pemangku kepentingan terutama peserta didik. Data. Program studi yang baik mampu merancang dan mendayagunakan program-program kerjasama yang melibatkan partisipasi aktif program studi sarjana dan memanfaatkan dan meningkatkan kepakaran dan mutu sumber daya yang ada. Akreditasi dilakukan oleh BAN-PT terhadap program studi pendidikan dokter negeri dan swasta. hasil. dan dampak yang bercirikan upaya untuk meningkatkan mutu kinerja. 3) Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Kesehatan Masyarakat Instrumen yang digunakan dalam proses akreditasi program studi dikembangkan berdasarkan standar. informasi dan penjelasan setiap standar dan elemen serta butir yang diminta dalam rangka akreditasi dirumuskan dan disajikan oleh program studi dalam instrumen yang berbentuk borang.kerjasama dikelola dengan baik untuk kepentingan akademik dan sebagai perwujudan akuntabilitas lembaga nirlaba. keluaran. disajikan dalam buku tersendiri 2) Posedur Akreditasi Program Studi Pendidikan Kesehatan Masyarakat Evaluasi dan penilaian dalam rangka akreditasi dilakukan melalui peer review oleh tim asesor yang terdiri atas para pakar dalam berbagai bidang ilmu kesehatan masyarakat yang memahami penyelenggaraan/pengelolaan program studi. proses. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 78 .

Standar dan indikator akreditasi tersebut dijelaskan dalam pedoman penyusunan borang akreditasi. dan para anggota dan staf sekretariat BAN-PT. tidak Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 79 . 4) Kode Etik Akreditasi Program Studi Pendidikan Kesehatan Masyarakat Untuk menjaga kelancaran. program studi yang diakreditasi. objektivitas dan kejujuran dalam pelaksanaan akreditasi. yaitu asesor. bahwa kebutuhan akan suatu terlihat pendidikan kesehatan masyarakat yang baku. Penjelasan dan rincian aspek instrumen ini disajikan dalam buku tersendiri. Kode etik tersebut berisikan pernyataan dasar filosofis dan kebijakan yang melandasi penyelenggaraan akreditasi. hal-hal yang harus dilakukan dan yang tidak layak dilakukan oleh setiap pihak terkait. BAN-PT mengembangkan kode etik akreditasi yang perlu dipatuhi oleh semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan akreditasi. Penjelasan dan rincian kode etik ini berlaku umum bagi akreditasi semua tingkat dan jenis peguruan tinggi dan program studi. yaitu Buku III dan Buku IV. serta sanksi terhadap “pelanggaran”nya. Oleh karena itu kode etik tersebut disajikan dalam buku tersendiri di luar perangkat instrumen akreditasi program studi Bab 5 Pertimbangan Dan Kebijakan Beranjak dari uraian pada bab bagian satu dan dua sebelumnya.Isi borang akreditasi mencakup deskripsi dan analisis yang sistematis sebagai respons yang proaktif terhadap berbagai indikator yang dijabarkan dari standar akreditasi program studi.

Kementerian Pendidikan Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 80 . Sistem pendidikan kesehatan masyarakat yang sistematis dan terukur secara tepat dan obyektif akan terwujud bila komponen yang terkait dengan sistem yaitu sistem akreditasi yang dikembangkan memiliki substansi generik kesehatan masyarakat. yang kesemuanya dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan masyarakat terhadap promotif preventif. yang pada gilirannya beresiko menghasilkan layanan kesehatan masyarakat yang tidak sesuai kebuhuan yang sebenarnya dari seorang tenaga kesehatan masyarakat Kebutuhan untuk menata sejak awal sistem pendidikan kesehatan masyarakat perlu untuk dilakukan sesegera mungkin. kelompok. dan kemudian akan tertinggal dibandingkan dengan peran profesional tenaga kesehatan lainnya di Indonesia. dan masyarakat maupun di tingkat industri. tegas dan terarah serta tidak berpotensi untuk disalah tafisirkan oleh perguruan tinggi pelaksana. sistem uji kompetensi yang obyektif. sistem pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan yang terrencana. Untuk menuju ke arah sistem pendidikan kesehatan masyarakat sesuai kesepakatan nasional. sehingga luarannya sulit mempertanggung jawabkan kompetensi. dan kuratif. maka Beberapa pertimbangan yang dapat disampaikan bahwa sampai saat ini perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan kesehatan masyarakat tidak/belum mengetahui kaidah profesi kesehatan masyarakat yang sebenarnya. maka tuntutan kebutuhan terhadap sistem pendidikan yang dipayungi oleh aturan dan kebijakan. dan lulusan pendidikan yang berkualitas. serta sistematika dalam pola pendidikan. terutama dlam merumuskan standar isi (standar pendidikan. standar kompetensi. agar pendidikan kesehatan masyarakat di Indonesia tidak bervariasi orientasi dan terutama luarannya.bervariasi antara satu perguruan tinggi yang satu dengan lainnya. baik kebutuhan ditingkat individu. sistem pendidikan yang sesuai dengan perkembangan. diperlukan beberapa langkah sistematis dan strategis berikut: 1. dan standar kurikulum) menjadi suatu keharusan untuk dibenahi Setelah adanya kesepakatan nasional tentang perlunya satu sistem pendidikan tinggi kesehatan masyarakat pada tahun 2010 (sesuai dekalarasi Bogor dan Bandung). Melakukan konsolidasi dan sinkronisasi dengan Kementrian terkait meliputi Kemeterian Kesesehatan.

7. 4. serta pendidikan profesi dalam rumpun ilmu kesehaan masyarakat. Memperjuangkan terbentuknya Peraturan Pemerintah tentang pendidikan kesehatan masyarakat. Menetapkan sistem uji kompetensi sebagai standar nasional pendidikan profesi dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat pada program studi pelaksana. Badan Kepagawaian Nasional. Kementerian Aparatur Negera. dan pendidikan profesi dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat dengan gelar dan sebutan profesi yang sesuai dengan nama jenjang pendidikannya. baik perguruan tinggi sebagai pelaksana maupun stake holder sebagai pengguna 3. Memfasilitasi terbentuknya Lembaga Akreditasi Mandiri yang mampu berperan dan fungsi secara optimal untu melaksanakan penilaian secara orbyketif serta melaksanakan pendampingan pembinaan secara terprogam Bab 6 Penutup Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 81 .nasional. Kementerian Tenaga Kerja. Mengembangkan sistem pengembangan program studi baru kesehatan masyarakat yang menjamin tata laksana penyelenggaraaan yang berkualitas. tidak menimbulkan peluang atau multi interpretasi dari semua pihak. yang dimulai dari pendidikan akademik sarjana dan pascasarjana dengan peminatan dan konsentrasinya. dan stake holder lainnya untuk menyapakati pendidikan kesehatan masyarakat yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan perkembangan profesi 2. Menetapkan nomenklatur dan kodifikasi pendidikan dan ketenagaan yang mengakomodasi kebutuhan pendidikan akademik sarjana dan pascasarjana kesehatan masyarakat. Menyusun kebijakan dan pedoman perizinan program studi pendidikan akademik dan profesi yang memisahkan antara tahap akademik dan profesi. 5. 6. Kementerian Dalam Negeri.

dan Pemangku Kepentingan lainhya dalam menetapkan plihan jenis dan pendidikan kesehatan masyarakat yang dianut di Indonesia 2. 1. Naskah Akademik Pendidikan Kesehatan Masyarakat Page 82 . magier dan doktoral. perpanjangan pendidkan kesehatan masyarakat dan masyaraat pengguna dipahami sesuai norma-norma pendidikan yang telah ditetapkan dalam naskah akademik oleh para penyelggara pendidikan kesehatan amsyarakat dan pemangku kepentingan agar membuat kebijakan yang adil dalam pendidkan kesehatan di Indonesia. Kementerian Tenaga Kerj dan Transmigrasi. serta jenjang pendidikan profesi umum. Pilihan terhadap jenis pendidikan adalah jenis akademik. Pelihan pada jenis pendidikan adalah jenis pendidikan akademik. Pilihan ini diharap akan menjadi dasar kebijakan dari Kementerian Pendidikan Nasional. 4. Kementerian Kesehatan. dan pendidikan profesi. yang dapat dismpulkan sebagai berikut. dan profesi.. disertai dengan gelar-gelar akademik dan profesi umum dalam rumpun ilmu kesehatan masyarakat yang telah ditetapkan dalam naskah akademik ini dapat dijadikan pijakan untuk selanjutnya menetapkan nomenklatur pendidikan dan gelar 3.Naskah akademik yang tersusun pada bagian dua ini tujuannya memberikan gambaran yang jelas dan tegas tentang arah perkembangan pendidikan kesehatan masyarakat saat ini dan ke masa depan termasuk tantangan globalisasi. Demikian pula dengan jenjang penddikan. Naskah akademik akan menjadi pedoman dan daat dimanfaatkan oleh para penyelenggara pendidikan kesehatan masyarakat dalamr angka meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan pengguna renaga kesehatan masyarakat dalamrangka utilisasi yang tepat sesuai jenjang pendidikan dan perencanaan jenjang karir tenaga bersangkutan. Kementerian Dalam Negeri. Diharapkan penyajian Naskah Akademik ini sebagai bahan informasi kepada seluruh pihak agar penyelenggaraan aspek yang terkait dengan perizinan. yaitu jenjang pendidikan akademik starata sarjana.