MODEL KONSEP KEPERAWATAN KELUARGA

(BETTY NEUMAN)

A. PERKEMBANGAN MODEL KONSEP KEPERAWATAN
Model system Neuman memberikan warisan baru tentang cara pandang terhadap
manusia sebagai makhluk holistik meliputi aspek (variable) fisiologis, psikologis,
sosiokultural, perkembangan dan spiritual yang berhubungan secara dinamis seiring dengan
adanya respon-respon system terhadap stressor baik dari lingkungan internal maupun
eksternal. Komponen utama dari model ini adalah adanya stress dan reaksi terhadap stress.
Klien dipandang sebagai suatu system terbuka yang memiliki siklus input, proses, output
dan feedback sebagai suatu pola organisasi yang dinamis. Dengan menggunakan perspektif
system ini, maka kliennya bias meliputi individu, kelompok, keluarga, komunitas atau
kumpulan agregat lainnya dan dapat diterapkan oleh berbagai disiplin keilmuan.
B. KONSEPTUAL MODEL BETTY NEUMAN (1972) “Model Health Care System”
Health care system yaitu, memberi penekanan pada penurunan stress dengan cara
memperkuat garis pertahanan diri yang bersifat; fleksibel, normal, dan resisten.
a. Konsep Utama Menurut Betty Neuman
 Manusia
Merupakan suatu system terbuka yang selalu mencari keseimbangan dari harmoni
dan

merupakan

satu

kesatuan

dari

fisiologis,

psikologis,

sosiokultural,

perkembangan dan spiritual.
Lingkungan
Yaitu meliputi semua faktor internal dan eksternal atau pengaruh-pengaruh dari

sekitar klien atau system klien.
Sehat
Suatu kondisi terbebasnya dari gangguan pemenuhan kebutuhan sehat merupakan
keseimbangan yang dinamis sebagai dampak dari keberhasilan menghindari atau
mengatasi stressor.

b. Tahap ProsesPendekatanMenurut B. Neuman :
1. Pengkajian
Delapan sub sistem yang mempengaruhikomunitas
1) Perumahan.

8) Rekreasi. 7) Sistemekonomi. Bagaimanakeselamatandankeamanan di lingkungantempattinggal. Sistemkomunikasiapasaja yang tersediadandapatdimanfaatkan di komunikasitersebutuntukmeningkatkanpengetahuanterkaitdengangangguanpeny akit.dll) danjenislantai. lamputemple. 5) Pelayanankesehatan yang tersedia. semi permanen. Apakahadasaranapendidikan yang dapatdigunakanuntukmeningkatkanpengetahuannya. kepadatannyamerupakan stressor bagaimanapenerangannya. 2.Selanjutnyadirrumuskandalam 3 komponen : 1) P( problem ataumasalah ) 2) E ( etilogiataupenyebab) 3) S (symtomataumenifestasi/ data penunjang) 3. Perencanaan Perencanaan yang dapat dilakukan adalah : 1) Lakukanpendidikankesehatantentangpenyakitgangguankardiovaskuler . Apakahcukupmenunjangsehinggamemudahkankomunitasmendapatkanpelayanan di berbagaibidangtermasukkesehatan. 4) Politikdankebijakanpemerintahterkaitkesehatan. Untukmelakukandeteksidinigangguanataumerawatataumemantaugangguan yang terjadi. :Jenisbangunan (permanen. Diagnosis keperawatankomunitasataukelompok Diagnosis ditegakkanberdasarkantingkatreaksikomunitasterhadap stressor yang ada. tidakada).biayanyaapakahterjangkaukomunitasatautidak.Misalnya sirkulasi. 6) Sistemkomunikasi. Tingkat sosialekonomikomunitassecarakeseluruhanapakahsesuaidenganupah minimum regional. bagipenduduk. ventilasirumah(ada. apakahtidakmenimbulkanstress. 2) Pendidikankomunitas. Apakahtersediasarana.Perumahan yang dihunipenduduk. 3) Keamanandankeselamatan. dibawahataudiatassehinggaupayapelayananditujukanpadaanjuranuntukmengkons umsijenismakanansesuai status ekonomimasing-masing. non permanen). kapansajadibuka. penerangan (listrik.

Pelaksanaan Perencanaan yang dapatdilakukanadalah : 1) Lakukanpendidikankesehatantentangpenyakitgangguankardiovaskuler 2) Lakukandemonstrasiketerampilancaramenangani stress danteknikrelaksasi 3) Lakukandeteksidinitandatandagangguanpenyakitkardiovaskulermelaluipemeriksaantekanandarah 4) Lakukankerjasamadenganahligiziuntukmenetapkan diet yang tepatbagi yang berisiko 5) Lakukankerjasamadenganpetugasdanaparatpemerintahsetempatuntukmemperbai kilingkunganataukomunitasapabilamenjadipenyebab stressor 6) Lakukanrujukankerumahsakitbila di perlukan 5.2) Lakukandemonstrasiketerampilancaramenangani stress danteknikrelaksasi 3) Lakukandeteksidinitandatandagangguanpenyakitkardiovaskulermelaluipemeriksaantekanandarah 4) Lakukankerjasamadenganahligiziuntukmenetapkan diet yang tepatbagi yang berisiko 5) Lakukankerjasamadenganpetugasdanaparatpemerintahsetempatuntukmemperb aikilingkunganataukomunitasapabilamenjadipenyebab stressor 6) Lakukanrujukankerumahsakitbila di perlukan 4. Evaluasi 1) Menilairespons verbal dan nonverbal komunitassetelahdilakukanintervensi 2) Mencatatadanyakasusbaru yang di rujukkerumahsakit. .