You are on page 1of 6

1.

Pendekatan otoriter

Pendekatan ini memandang pengelolaan kelas sebagai suatu proses untuk
mengontrol tingkah laku anak didik. Peranan guru disini adalah menciptakan dan
mempertahankan situasi disiplin dalam kelas. Kedisiplinan adalah kekuatan yang
menuntut kepada anak didik untuk mentaatinya. Didalamnya ada kekuasan dan
norma yang mengikat untuk ditaati anggota kelas. Melalui kekuasaan dalam
bentuk norma itu guru mendekatinya.
Kelebihan dari pendekatan ini adalah terciptanya suatu disiplin tinggi dalam
bentuk peraturan atau norma-norma yang harus ditaati sehingga terciptanya
suatu ketertiban di kelas.
Kelemahannya adalah pendekatan ini kurang efektif. guru yang menganut
pendekatan ini umumnya menganggap apa yang ia katakan adalah mutlak
benar. Guru dianggap yang paling tahu. siswa kurang diberi kesempatan untuk
mengemukakan dan mengembangkan ide atau buah pikirannya.
Contohnya: Seorang guru langsung mengusir anak didiknya yang berbicara di
kelas tanpa mempertimbangkan alasan yang diberikan anak didiknya tersebut.
Guru menganggap anak didiknya tersebut tidak disiplin.
2.

Pendekatan permisif

Pendekatan ini menganggap pengelolaan kelas sebagai suatu proses untuk
membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan apa saja yang
mereka kehendaki dalam proses belajar mengajar. Peranan guru adalah
mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan anak didiknya. Pendekatan ini
memandang kebebasan tersebut dapat mengembangkan setiap potensi yang
ada dalam diri anak didik.
Kelebihan pendekatan ini adalah proses pembelajaran menjadi santai. Siswa
merasa tidak terkekang dan tidak terpaksa dalam belajar. Siswa diberi banyak
kesempatan untuk mengemukakan dan mengembangkan ide atau buah
pikirannya.
Kelemahannya adalah pendekatan ini tidak realistis. Pendekatan ini dapat
menghasilkan anak didik yang serba tidak mamatuhi aturan, nilai budaya, dan
agama baik dilingkungan rumah tangga atau keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Contohnya: Seorang guru membiarkan anak didiknya makan-makan selama
proses belajar mengajar berlangsung dengan anggapan bahwa mereka akan
lebih konsentrasi lagi dalam belajar mengajar.
3.

Pendekatan permisif

Pendekatan ini menganggap pengelolaan kelas sebagai suatu proses untuk
membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan apa saja yang
mereka kehendaki dalam proses belajar mengajar. Peranan guru adalah
mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan anak didiknya. Pendekatan ini
memandang kebebasan tersebut dapat mengembangkan setiap potensi yang
ada dalam diri anak didik.

Pendekatan sosio emotional climate Pendekatan ini memandang pengelolaan kelas sebagai proses penciptaan iklim atau suasana sosio-emosinal yang positif dalam kelas. baik hubungan antara guru dan siswa maupun sesame siswa. Pendekatan ini dapat diandalkan karena dapat meningkatkan keberhasilan dalam proses belajar mengajar. dan mencegah tingkah laku yang kurang baik. walaupun pendapatnya itu kurang tepat. Siswa tersebut akan teransang bertingkah baik bila ada sebuah pujian dari guru dan sebagainya. Kelemahannya yaitu siswa menjadi bergantung kepada guru dalam mengembangkan sikap baiknya. Contohnya: Guru memberikan pujian dan hadiah kepada anak yang bertingkah laku baik dan memberikan sanksi kepada anak yang bertingkah laku buruk dengan tujuan anak tersebut mengulangi perbuatannya itu lagi. peran guru adalah mendorong perkembangan dan kerja sama kelompok. . 5. Kelebihan pendekatan ini adalah dapat memantapkan dan memelihara organisasi kelas yang efektif berupa terciptanya keakraban antar sesama siswa. maksudnya setiap tugas kelompok hanya dibebankan sebagian orang saja. Pendekatan ini berasumsi bahwa belajar dapat dimaksimalkan apabila berlangsung dalam suasana yang positif berupa pemantapan hubungan-hubungan sehat antar pribadi didalam kelas. Dengan adanya rasa kebersamaan dan kepercayaan antara guru dan siswa. siswa tersebut akan bersemangat dalam belajarnya. Namun dalam pendekatan ini ditakutkan adanya tindakan intimidasi dan sikuat menekan silemah. 4. Peranan guru adalah mengembangkan tingkah laku anak didik yang baik. Kelebihan Pendekatan ini cukup efektif untuk dilaksanakan karena tingkah laku positif anak didik dapat terkembangkan sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. selain itu guru harus menjaga kondisi itu agar tetap baik. Pendekatan ini mengajari siswa bertanggung jawab atas kelompoknya. Pengelolaan kelas dengan proses kelompok memerlukan kemampuan guru untuk menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan kelompok menjadi kelompok yang produktif. Namun bila guru tidak pintar-pintar dalam menjaga kebersamaan dengan siswa.Pendekatan ini menganggap pengelolaan kelas sebagai suatu proses untuk mengubah tingkah laku anak didik. Kelebihan dari pendekatan ini adalah. Pendekatan group process (kerja kelompok) Pendekatan group process adalah usaha guru mengelompokkan anak didik kedalam beberapa kelompok dengan berbagai pertimbangan individual sehingga terciptanya suasana kelas yang bergairah. Dalam pendekatan ini. Adanya kecintaan dan penghargaan serta penghormatan guru kepada siswa. Contohnya: Guru menghargai setiap ada anak didiknya yang mengemukakan pendapatnya. Adanya kepercayaan guru kepada siswanya. bisa jadi guru yang dimanfaatkan oleh siswa. Adanya rasa kebersamaan guru dengan siswanya.

dan memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah. 6. Kelebihan pendekatan kompetensi ini adalah proses pembelajaran disetting secara baik. keterampilan. aktifitas. serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-sehari. serta keterampilan. nilai dan sikap. Peranan guru adalah merencanakan dan mengimplementasikan pealajaran yang baik. nilai. 7. Guru memilih dan menggabungkan secara bebas pendekatan tersebut sesuai dengan kemampuan dan kondisi. Kelebihan dari pendekatan ini adalah: 1) Menguatkan tingkah laku peserta didik yang baik dan atau menghilangkan tingkah laku peserta didik yang kurang baik. Pendekatan ini khusus pada cara memandang anak didik sebagai manusia seutuhnya. bagaimana mengelola perolehannya.Contohnya: Adanya bentuk kerja kelompok disetiap pembelajaran dan setiap ada permasalahan dari seorang siswa. dimana guru memilih dan menggabungkan secara bebas berbagai macam pendekatan sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang ada. Pendekatan keterampilan proses Pendekatan keterampilan proses adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses. pendekatan elektis adalah guru kelas memilih berbagai pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang dihadapi dalam suatu situasi mungkin dipergunakan salah satu dan dalam situasi yang lain mungkin mengkombinasikan pendekatan-pendekatan tersebut. 3) Guru ingin kelompoknya melakukan kegiatan secara produktif. dan kreatifitas peserta didik dalam memperoleh pengetahuan. yaitu pengelolaan kelas yang berusaha menggunakan berbagai macam pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan sesuatu kondisi memungkinkan proses belajar mengajar berjalan efektif dan efisien. 8. Pendekatan keterampilan proses ini menekankan pada bagaimana siswa belajar. . sehingga dipahami dan dapat dipakai seabagai bekal untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupannya di masyarakat. 2) Peningkatan hubungan antar pribadi guru dan peserta didik serta antar peserta didik. guru benar-benar mempersiapkan diri baik penguasaan materi maupun mental untuk dapat menghadapi anak didiknya. Pendekatan kompetensi Pendekatan ini didasarkan atas suatu anggapan bahwa dalam suatu perencanaan dan pelaksanaan akan mencegah munculnya masalah tingkah laku anak didik. sikap. Cara memandang ini dijabarkan dalam kegiatan belajar mengajar memperhatikan pengembangan pengetahuan. Contohnya: Sebelum masuk kelas. Pendekatan ini menganjurkan tingkah laku guru dalam mengajar untuk mencegah dan menghentikan tingkah laku anak didik yang kurang baik. Pendekatan ini mungkin lebih efektif karena cukup fleksibel. Pendekatan electric approach Pendekatan elektis disebut juga pendekatan pluralistik. maka itu dianggap permasalahan kelompok. Menurut Djamarah.

Pengetahuan yang diberikan harus memberi jalan keluar bagi peserta didik dalam menanggapi lingkungannya. tugas guru adalah memberikan kemudahan belajar melalui bimbingan dan motivasi untuk mencapai tujuan. d) Dalam kegiatan pembelajaran. studi kasus dan lain-lain untuk mendorong aktifitas dan kreatifitas peserta didik 9. 2) Peserta didik dapat menanyakan sesuatu yang ingin diketahui kepada orang lain dilingkungan mereka yang dianggap tahu tentang masalah yang dihadapi. karyawisata. baik dilingkungan rumah maupun dilingkungan sekolah. pengamatan. Suasana kelas harus dikelola dengan baik agar dapat merangsang aktifitas dan kreatifitas belajar peserta didik. b. b) Keaktifan peserta didik akan berkembang jika dilandasi dengan pendayagunaan potensi yang dimilikinya. Dalam pendekatan lingkungan. Kelebihan dari Pendekatan Keterampilan Proses adalah. Isi dan prosedur disusun hingga mempunyai makna dan ada hubungannya antara peserta didik dengan lingkungannya. mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Pembelajaran berdasarkan pendekatan lingkungan dapat dilakukan dengan cara berikut: a. praktikum. c) Suasana kelas dapat mendorong atau mengurangi aktifitas peserta didik . penelitian. 1) Setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda. Belajar dengan pendekatan lingkungan berarti peserta mendapatkan pengetahuan dan pemahaman dengan cara mengamati sendiri apa-apa yang ada dilingkungan sekitar. tanya jawab. sehingga apa yang dipelajari berhubungan dengan kehidupan dan berfaedah bagi lingkungannya. Pendekatan ini berasumsi bahwa kegiatan pembelajaran akan menarik perhatian peserta didik. Pendektan lingkungan Pendekatan lingkungan merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar.Pembelajaran berdasarkan pedekatan keterampilan proses perlu memperhatikan hal-hal berikut yaitu: a) Keaktifan peserta didik didorong oleh kemauan untuk belajar karena adanya tujuan yang ingin dicapai. jika apa yang dipelajari diangkat dari lingkungan. . baik dilingkungan rumah tangga maupun dilingkungan sekolah. Kelebihan dari Pendekatan Lingkungan adalah: 1) Peserta didik mendapatkan pengetahuan dan pemahaman apa-apa yang ada dilingkungan sekitar. 2) Guru memberikan kemudahan belajar melalui bimbingan dan motivasi untuk mencapai tujuan. pelajaran disusun sekitar hubungan dan faedah. Dalam kegiatan pembelajaran diadakan antara lain diskusi. Membawa sumber-sumber belajar dari lingkungan ke sekolah. Membawa peserta didik kelingkungan untuk kepentingan pembelajaran.

11. 3) Peserta didik akan memperoleh makna yang mendalam terhadap apa yang dipelajari. karena pembelajaran secara alamiah. Guru hanya mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk menemukan suatu yang baru bagi siswa. Sebuah tema bisa memuat beberapa bidang keahlian yang dipelajari. mengingat. sehingga memungkinkan mereka rajin dan termotivasi untuk senantiasa belajar. dan memahami. karena pembelajaran dilakukan secara alamiah.10. Maksudnya. Pendekatan tematik. makna dan manfaat belajar. Keunikan masingmasing anak harus dihargai. Pendekatan tematik ialah cara pengemasan pelajaran dalam sebuah tema dari mata pelajaran. Tugas guru dalam pembelajaran kontekstual ini adalah membantu siswa dalam mencapai tujuannya. tidak harus sama pada setiap anak didik tersebut. Pendekatan kontekstual berlatar belakang bahwa siswa belajar lebih bermakna dengan melalui kegiatan mengalami sendiri dalam lingkungan alamiah. Hasil akhir bukanlah hal yang utama melainkan pemaparan. makna. guru lebih berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. pembukaan cakrawala. 2) Peserta didik dapat merasakan pentingnya balajar. dan sebagainya.. Beberapa anak mungkin bisa membaca lebih dahulu dari anak lain. 5) Mendorong peserta didik dapat mempraktekkan secara lansung apa-apa yang dipelajarinya. Pendekatan kontekstual (contextual teaching and learning / CTL) Pendekatan kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pendekatan kontekstual mendorong peserta didik memahami hakekat. Kelebihan dari pendekatan ini adalah: 1) Peserta didik mampu menghubungkan dan menetapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan yang diperoleh oleh anak bisa jadi beragam. Kelebihan dari pendekatan ini adalah: . 4) Proses pembelajaran atau belajar yang tenang dan menyenangkan. bahkan kecanduan belajar Contohnya: Guru memulai pembelajaran yang dimulai atau dikaitkan dengan dunia nyata yaitu diawali dengan bercerita atau tanyajawab lisan tentang kondisi aktual dalam kehidupan siswa (daily life). sehingga peserta didik dapat mepraktekkan secara langsung apa-apa yang dipelajarinya. dan manfaat belajar sehingga memungkinkan mereka rajin dan termotivasi untuk belajar yang tenang dan menyenangkan. 6) Mendorong peserta didik memahami hakekat. tidak hanya sekedar mengetahui.

2) Menyesuaikan pembelajaran dengan perbedaan peserta didik.1) Membentuk pribadi yang harmonis dan sanggup bertindak dalam menghadapi berbagai situasi. misalnya: sambil belajar mengenal hewan ia juga belajar mewarnai. . 3) Memperbaiki dan mengatasi kelemahan.kelemahan yang terdapat pada metode mengajar hafalan. serta menyeroti dari berbagai aspek Pendekatan tematik adalah sebuah cara untuk tidak membatasi anak dalam sebuah mata pelajaran dalam mempelajari sesuatu. 4) Sangat menuntut kreatifitas guru dalam memilih dan mengebangkan tema pembelajaran.