PELAYANAN LAUNDRY BLUD RSUD KUALA

KURUN

NO. DOKUMEN

NO. REVISI
HALAMAN
1/4

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

TANGGAL TERBIT :
06 Januari 2016

Ditetapkan
Direktur BLUD RSUD Kuala
Kurun,

Dr. RUTH PAKPAHAN
Penata Tingkat I
NIP. 19680413 200501 2 009

PENGERTIAN

TUJUAN

Adalah bahan /kain yang digunakan di rumah sakit untuk
kebutuhan pembungkus kasur, bantal, guling dan alat
instrument steril lainnya.
A. Mencegah tertukarnya linen dari bagian yang satu
kebagian yanglain.
B. Stock linen untuk ruang dialysis terpenuhi .
C. Menjaga kualitas dan kebersihan linen agar tetap tahan
lama.
D. Mengurangi komplain dari pasien,seperti : kusut, robek,
luntur dsb.

KEBIJAKAN
PERALATAN

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

Tersedia trolly yang berbeda untuk linen kotor dan linen bersih
Tersedia kantong pengumpul linen yang berbeda
Tersedianya timbangan duduk (besar)
Tersedia timbangan
Tersedia gelas ukur\
Tersedia mesin cuci
Tersedia mesin pengering
Tersedia ember dan bak plastic
Tersedia alat setrika
Tersedia lemari penyimpanan linen bersih
Tersedia mesin jahit.

PELAYANAN LAUNDRY BLUD RSUD KUALA
KURUN

NO. DOKUMEN

NO. REVISI
HALAMAN
3/4

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

TANGGAL TERBIT :
06 Januari 2016

Ditetapkan
Direktur BLUD RSUD Kuala
Kurun,

Dr. RUTH PAKPAHAN
Penata Tingkat I
NIP. 19680413 200501 2 009

SARANA

PROSEDUR

a. Lokasi jauh dari pasien
b. Lantai: Terbuat dari beton/plester yang kuat, tidak licin rata dengan
kemiringan 2-3%
c. Tersedia kran air bersih untuk mencuci
d. Tersedia kran air panas untuk pencucian
e. Lantai: Terbuat dari beton/plester yang kuat, tidak licin rata dengan
kemiringan 2-3%
f. Tersedia kran air bersih untuk mencuci
g. Tersedia kran air panas untuk pencucian
h. Terdapatnya ruang-ruang sesuai dengan kegunaanya
i. Saluran pembuangan air limbah tertutup
j. Tersedia ruang dan sarana peniris/pengering untuk alat sehabis
dicuci
k. Terdapatnya rak penyimpanan linen bersih
l. Tersedia tempat cuci tangan petugas dapatnya ruang-ruang sesuai
dengan kegunaanya

a. Tahap Pengumpulan.
1. Pemilihan antara linen infeksius dan non infeksius
dimasukan kedalam kantong sesuai dengan jenisnya.
2. Linen infeksius dan non infeksius dipisahkan
3. Linen kotor tidak diletakan dilantai
4. Menghitung dan mencatat linen di ruangan
5. Petugas menggunakan APD lengkap (apron, masker, sarung
tangan, sepatu boot)

PELAYANAN LAUNDRY BLUD RSUD KUALA
KURUN

NO. DOKUMEN

NO. REVISI
HALAMAN
3/4

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

TANGGAL TERBIT :
06 Januari 2016

Ditetapkan
Direktur BLUD RSUD Kuala
Kurun,

Dr. RUTH PAKPAHAN
Penata Tingkat I
NIP. 19680413 200501 2 009

b. Tahap Penerimaan
1. Mencatat linen yang diterima
2. Linen yang telah diterima dipisahkan antara linen infeksius
dan non infeksius
3. Linen dipisahkan berdasarkan tingkat kekotoran
c. Tahap Pencucian
1. Menimbang berat linen terlebih dahulu
2. Sebelum pencucian dilakukan penyortiran terlebih dahulu
3. Pada saat penyortiran, linen tidak diletakan dilantai
4. Linen infeksius langsung didesinfeksi
5. Pencucian linen infeksius dan linen non infeksius
dipisahkan
6. Proses pencucian menggunakan deterjen
7. Proses pencucian menggunakan pemutih.
8. Proses pencucian menggunakan pelembut dan pewangi
9. Petugas linen kotor tidak kontak dengan linen bersih 10.
Suhu air panas yang digunakan pada tahapan penyabunan
adalah 650C - 700C selama 30 menit
10. Petugas memakai APD lengkap ( apron, masker, sarung
tangan, sepatu boot)
11. Mencuci dikelompokan berdasarkan tingkat kekotoran
d. Tahap pengeringan
1. Setelah linen melalui proses pencucian linen langsung
dikeringkan
2. Linen seluruhnya dikeringkan dimesin pengering
3. Tidak melewati/ kontak dengan linen kotor
e. Tahap pengeringan

PELAYANAN LAUNDRY BLUD RSUD KUALA
KURUN

NO. DOKUMEN

NO. REVISI
HALAMAN
4/4

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

TANGGAL TERBIT :
06 Januari 2016

Ditetapkan
Direktur BLUD RSUD Kuala
Kurun,

Dr. RUTH PAKPAHAN
Penata Tingkat I
NIP. 19680413 200501 2 009

1. Setelah linen melalui proses pencucian linen langsung
dikeringkan
2. Linen seluruhnya dikeringkan dimesin pengering
Tidak melewati/ kontak dengan linen kotor
f. Tahap Penyetrikaan
1. Semua linen yang sudah dikeringkan langsung disetrika
2. Linen disetrika satu persatu
3. Linen tidak ada yang terjatuh dan menyentuh lantai
4. Petugas mencuci tangan terlebih dahulu
5. Linen langsung dipisahkan sesuai dengan jenisnya
6. Petugas memakai APD lengkap (sarung tangan, masker
7. Menggunakan mesin setrika pres maupun mesin penyetrika
roll
g. Tahap Penyimpanan
1. Linen dipisahkan ditempat yang tertutup (lemari)
2. Linen dibungkus dengan plastik
3. Linen harus dipisahkan sesuai jenisnya
4. Lipatan linen harus menghadap keluar agar memudahkan
perhitungan maupun pengambilan
5. Pengambilan linen harus sesuai dengan system FIFO (First
In First Out)
6. Pintu lemari selalu tertutup
h. Sesuai dengan prosedur setempat Tahap Pendistribusian
1. Linen dalam keadaan terbungkus rapi dengan menggunakan
plastik transparan dibuat paket
2. Petugas distribusi berbeda dengan petugas pengumpulan
linen kotor
3. Menggunakan trolly yang berbeda dengan trolly linen kotor

PELAYANAN LAUNDRY BLUD RSUD KUALA
KURUN

NO. DOKUMEN

NO. REVISI
HALAMAN
3/4

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

TANGGAL TERBIT :
06 Januari 2016

Ditetapkan
Direktur BLUD RSUD Kuala
Kurun,

Dr. RUTH PAKPAHAN
Penata Tingkat I
NIP. 19680413 200501 2 009

4. Trolly dalam keadaan tertutup
5. Pendistribusian linen berdasarkan blanko pengiriman
6. Petugas menyerahkan linen bersih kepada petugas sesuai
dengan linen yang diterima
7. Linen untuk ruang operasi harus dilakukan sterilisasi
UNIT TERKAIT

1. Rawat Jalan
2. Rawat Inap
3. IBS
4. Ruang-ruang Lain