You are on page 1of 3

1.

Epidemiologi
Hepatitis telah menjadi masalah global. Saat ini diperkirakan 400 juta
orang di dunia terinfeksi penyakit hepatitis B kronis, bahkan sekitar 1 juta orang
meninggal setiap tahun karena penyakit tersebut. Hepatitis menjadi masalah
penting di Indonesia yang merupakan jumlah penduduk keempat terbesar di
dunia (Wening Sari, 2008). Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2011
dalam Anna (2011) menyebutkan, hingga saat ini sekitar dua miliar orang
terinfeksi virus hepatitis B di seluruh dunia dan 350 juta orang di antaranya
berlanjut jadi infeksi hepatitis B kronis. Diperkirakan, 600.000 orang meninggal
dunia per tahun karena penyakit tersebut. Angka kejadian infeksi hepatitis B
kronis di Indonesia diperkirakan mencapai 5-10 persen dari jumlah penduduk.
Hepatitis B termasuk pembunuh diam-diam karena banyak orang yang tidak tahu
dirinya terinfeksi sehingga terlambat ditangani dan terinfeksi seumur hidup.
Kebanyakan kasus infeksi hepatitis B bisa sembuh dalam waktu enam bulan,
tetapi sekitar 10 persen infeksi bisa berkembang menjadi infeksi kronis. Infeksi
kronis pada hati bisa menyebabkan terjadinya pembentukan jaringan ikat pada
hati sehingga hati berbenjol-benjol dan fungsi hati terganggu dan dalam jangka
panjang penderitanya bisa terkena sirosis serta kanker hati.
2. Pemeriksaan diagsnostik
Pemeriksaan diagnostik hepatitis menurut kowalak 2011 yaitu:
a. Pemeriksaan profil hepatitis mengidentifikasi antibodi yang spesifik untuk
virus penyebab sehingga tipe hepatitis dapat ditentukan
b. Kadar SGPT DAN SGOT (AST dan ALT) meningkat pada stadium prodormal
c. Kadar alkali fosfatase serum sedikit meningkat
d. Kadar bilirubin serum dapat tetap tinggi hingga memasuki stadium lanjut,
khususnya pada kasus-kasus hepatitis berat
e. Waktu protrombin akan memanjang (waktu protrombin yang melebihi tiga
detik lebih lama daripada nilai normal menunjukkan kerusakan hati yang
berat)
f. Jumlah sel darah putih menunjukkan neutropenia dan limfopenia sepintas
yang diikuti oleh limfositosis
g. Hasil biopsi hati memastikan kecurigaan akan hepatitis kronis.
Sedangkan menurut Barbara 1998, pemeriksaan diagnostic untuk hepatitis
antara lain:

meningkat menunjukkan cedera hepar d. alkalin fosfatase. aspartat aminotransferase (AST). Untuk hepatitis B. Data Etiologi Ds: Klien merasa cemas akan Masalah Konsumsi alcohol. . alanin aminotransferase (ALT). Biopsi hepar (bila hepatitis menetap selama lebih enam bulan) untuk membedakan antara aktif kronis dan aktif menetap. adanya antigen permukaan (HBSAg) dalam serum. Untuk hepatitis A. 1.Control 1 2 3 4 5 jam. status karier didiagnosa oleh adanya antibodi inti hepatitis B dalam serum c. virus keperawatan Ansietas hepatitis B kondisinya sekarang Do: - Kerusakan sel hati Inflamasi Perubahan status kesehatan Ansietas Diagnosa 3 Ansietas berhubungan dengan ancaman atau perubahan status kesehatan yang ditandai dengan klien merasa cemas akan kondisinya sekarang Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 diharapkan tingkat kecemasan klien berkurang Kriteria hasil: Di dapatkan skor 4 pada indicator NOC NOC: Anxiety Level No. ASUHAN KEPERAWATAN No. 2.a. Indikator Melaporkan ansietas Peningkatan tekanan darah NOC: Anxiety Self. adanya antibody antihepatitis A (Imunoglobulin M) dalam serum b. 3. Pemeriksaan fungsi hepar seperti bilirubin serum dan urine.

9. 3.2013. Jennifer P. ketakutan Mendukung keluarga untuk mendampingi pasien Mendengarkan dengan penuh perhatian Mendukung pengungkapan perasaan. dkk. 2013. Nursing Outcomes Classification (NOC). ansietas Rencana 4.1998. Buku ajar patofisiologi. Mendampingi pasien untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi 4. Elsevier . 5. dkk. 1. 6 Ed. Jakarta: EGC Engram. treatment. Jakarta: EGC Bulecheck. Memahami perspektif pasien terhadap situasi yang menegangkan 2.Nursing Intervention Classification (NIC). Sue.No. Menyediakan informasi faktual mengenai diagnosis. Vol..2011. mengurangi ansietas Menggunakan teknik relaksasi untuk 5. Gloria M. 2. Elsevier Moorhead. prognosis 3. Rencana asuhan keperawatan medical. 8. 5 Ed. mengurangi ansietas Mengontrol respon ansietas strategi koping 1 2 3 4 5 untuk NIC: Anxiety Reduction 1. 6. Indikator Monitor intensitas ansietas Mencari informasi untuk mengurangi 3. Barbara. dan ketakutan Bantu pasien mengidentifikasi situasi yang menimbulkan ansietas Mengajari pasien untuk menggunakan teknik relaksasi Menilai tanda verbal dan non verbal ansietas DAFTAR PUSTAKA Kowalak. persepsi.bedah. 7.