You are on page 1of 20

MAKALAH

INSTRUMENTASI DAN PENSKALAAN
Mata Kuliah Metode Penelitian Bisnis dan Teknik Penulisan
Dosen Pengampu: Andriani Kusumawati, S.Sos., M.Si., DBA

Oleh: Kelompok 9
Maria Goretty Sinaga

(135030218114007)

Moch. Erwinsyah Erlangga

(135030207113025)

Naufal Yafi’ Najy

(135030218114019)

Yunis Nadhifah

(135030207111013)

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI BISNIS
JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS
FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul “INSTRUMENTASI
DAN PENSKALAAN”, yang mana makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata
kuliah Metode Penelitian Bisnis dan Teknik Penulisan Laporan.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam
penyajian data dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran
yang membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah
ini bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan para pembaca.
Demikian makalah ini kami susun, apabila ada kata-kata yang kurang berkenan
dan banyak terdapat kekurangan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Malang, 21 Februari 2016

Penyusun

1

.................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN 1......................2.................................................1.................................................1 Latar Belakang .........2............. 5 2....................................................... 8 2...........2 Jenis-jenis Skala Pengukuran ............................2 Jenis-jenis Instrumen Penelitian ....................................................................................................... 3 2.......................................................4 Proses Pengembangan Instrumen .........................................1 Pengertian Skala Penelitian .1 Kesimpulan ........... 10 2......................................................3 Langkah-langkah Instrumen Penelitian ................. 5 2.. 6 2..................................................................2...........2 Instrumen Penelitian ......................................6 Ciri-ciri Instrumen yang Baik ...... 3 2.................................... 1 1............................................... 3 2..................................... DAFTAR PUSTAKA 2 15 .........2 Rumusan Masalah ........... 9 2............. 1 BAB II PEMBAHASAN 2................................................................................. i DAFTAR ISI .......................... 12 BAB III PENUTUP 3.......................1 Skala Penelitian ...3 Tujuan .........................5 Konstruksi Pertanyaan ..........2..................... 1 1....................1 Pengertian Instrumen Penelitian .........................1.....................................................................................................2.................DAFTAR ISI halaman COVER KATA PENGANTAR .....................................2.......................

Apa saja jenis penskalaan? 3. 1. Apa yang dimaksud dengan penskalaan? 2.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman dan pesatnya ilmu pengetahuan menuntut manusia untuk terus mencari sumber-sumber ilmu baru yang sesuai dengan tuntutan zaman.2 Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan instrumen penelitian? 4. Sebagaimana halnya dengan skala yang memiliki arti sebagai nilai angka yang bertujuan untuk mengukur sifat.BAB I PENDAHULUAN 1. Peneliti perlu mengetahui secara menyelidik permasalahan yang akan diselesaikan melalui teknik-teknik penelitian yang tepat. Suatu penelitian dirancang dan dilakukan untuk dapat memecahakan suatu masalah tertentu. Sebelum melakukan metode penelitian kita harus mengetahui skala pengukuran dan instrumen penelitiaan yang bertujuan agar penelitian yang dilakukan dengan menggunakan instrumen (alat) serta skala. Apa yang dimaksud dengan pengujian validitas dan realibilitas 1 . Instrumentasi sangatlah penting bagi berlangsungnya sebuah penelitian karena kualitas instrumen akan menentukan kualitas data yang terkumpul. diharapkan sebuah penelitian dapat menghasilkan hasil yang berkualitas. Tak bisa dipungkiri untuk mendapatkan berbagai cabang ilmu dibutuhkan sebuah usaha yang matang dan sungguh-sungguh melalui banyak cara salah satunya dengan melakukan penelitian. Untuk melakukan sebuah penelitian dibutuhkan metode-metode dan alat yang valid agar proses dan hasil yang didapatkan dari penelitian dapat dipastikan. Kedua hal ini sangat berperan penting dalam menyusun serta melaksanakan seuah penelitian.

3 Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian dari pengujian validitas dan realibilitas 2 . Untuk mengetahui jenis-jenis penskalaan dalam penelitian 3. Untuk mengetahui pengertian dari instrumen penelitian 4.1. Untuk mengetahui pengertian dari penskalaan dalam penelitian 2.

Skala Nominal Skala yang dberikan untuk obyek yang bersifat label atau kode saja b. d.1 SKALA PENELITIAN 2. Skala Pengukuran untuk mengukur perilaku sosial dan kepribadian Contoh : skala sikap skala moral.BAB II PEMBAHASAN 2. test karakter. 2001:84) .1.2 Jenis-Jenis Skala Pengukuran Skala pengukuruan terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan kriteria yang ada. Skala Interval Skala yang diberikan pada obyek yang sifatnya menyatakan tingkat dengan baik atau rentang yang harus sama namun tidak terdapat titik nol absolut. Skala Ratio Skala yang diberikan pada obyek yang sifatnya menghimpun semua sifat dari ketiga skala lainnya dan dilengkapi dengan titik nol absolut dengan makna empiris 2) Berdasarkan fenomena sosial a.1 Pengertian Skala Pengukuran Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur. Skala Ordinal Skala yang diberikan untuk obyek yang bersifat menyatakan tingkat dengan jarak atau rentang yang tidak harus sama. c. 2.1. skala partisipasi sosial 3 . alat ukur tersebut digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitaif (Sugiyono. 1) Berdasarkan sifatnya a.

Instrumen skala likert dapat juga dibuat dalam bentu multiple choice atau checklist. Jawaban setiap instrumen memiliki gradasi dari tinggi (sangat positif) ke rendah (sangat negatif). c. persepsi sosial seseorang atau kelompok orang Variabel skala likert dapat disusun menjadi item-item instrumen berbentuk pertanyaan maupun pernyataan. b. Skala disusun sedemikian rupa 4 . Skala Thurstone Dikembangkan oleh L. maka dia juga akan menyetujui pernyataan yan bobotnya lebih rendah. Skala ini memiliki ciri yaitu : - Memiliki sifat uni dimensional Hanya ingin mengukur satu dimensi dari suatu variabel penelitian yang memiliki beberapa dimensi (multi dimensi) - Merupakan skala kumulatif Pernyataan atau pertanyaannya hanya memiliki bobot yang berbeda apabila seseorang menyetujui pernyataan yang berbobot lebih berat. Skala Likert Jenis skala untuk mengukur variabel penelitian (fenomena sosial spesifik) Contoh : sikap. 3) Berdasarkan penggunaannya a. Skala Guttman Dikembangan oleh Louis Guttman. pendapat. Skala pengukuran untuk mengukur beragai aspek budaya lain dan lingkungan sosial Contoh : skala untuk mengukur status soial ekonomi. atau bisa disebut metode skalogram atau juga analisis skala. lembaga-lembaga kemasyarakatan dan kondisi kerumahtanggan.b. L. Thurstone yang bertujuan untuk mengurutkan responden berdasarkan kriteria tertentu.

2. Instrumen dalam melakukan penelitian sangat dibutuhkan untuk mendapatkan data berdasarkan variabel yang dibutuhkan. Maka data yang akan diperoleh dapat terukur. dan mencapi tujuan atas penelitian. Beberapa ahli seperti Darmadi(2008:85) mendefinisikan instrumen adalah sebagai alat ukur untuk mengukur informasi atau melakukan pengukuran. Jika data yang diperoleh tidak akuarat(valid). Untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan dalam penelitian maka diperlukan pengumpulan data dengan instrumen atau alat pengumpul data.sehingga interval antarurutan mendekati interval yang sama besar. mudah divalidasi dan juga mengerucut. skala nominal.2. Hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dari peneliti dan juga data yang ingin dapatkan. dan skala rasio. Dalam melakukan penelitian di dalam pendidikan maupun sosial sudah sering kali kita menjumpai berbagai cara pengumpulan data antara lain dengan skala ordinal. memecahkan permasalahan dalam penelitian. karna hal ini skala ini jua disebut sebagai skala interval sama. Dari keempat cara tersebut maka kita dapat memilih untuk bagaimana cara menilai sebuah data yang kemudian diterapkan dalam sebuah instrumen. skala interval. Biasanya untuk dapat yang bersifat kognitif maka intrumen tersebut menggunakan cara tes. Instrumen dapat dilakukan dengan cara tes dan non tes. maka pengambilan keputusan pun akan tidak tepat. 5 .2 INSTRUMEN PENELITIAN 2. Sedangkan menurut Sukaryana dkk (2003:71) mendifinisikan instrume sebagai alat-alat yang digunakan untuk memperoleh atau mengumpulkan data dalam rangka menyelesaikan masalah penelitian dan mencapai tujuan peneliatian.1 Pengertian Instrumen Penelitian Dalam penulisan laporan dari sebuah penilitian dibutuhkan data-data yang diolah untuk kemudian dianalisis dan didapatkan hasil yang telah disimpulkan. Berdasarakan paparan diatas maka dapat diketahui bahwa instrumen merupakan alat yang digunakan untuk mendapatkan dan merekan data yang mana data tersebut akan diolah sebagai informasi yang mana digunakan sebagai alat ukur.

Dalam melakukan tes afektif atau tes kepribadian maka dalam terminologi yang akan diketahui hasil dari tes tersebut adalah emosional atau EQ. Untuk menggunakan bentuk tes maka yang berkaitan adalah tes psikologis dan tes non psikologis.2. sedangkan untuk bentuk non tes adalah angket atau kuisioner. 2. dan niat. motivasi. Dalam melakukan tolok ukur maka tes dibagi menjadi 2 (dua) yaitu psikologis dan non psikologis.2 Jenis – Jenis Instrumen Penelitian Dalam melakukan pengumpulan data perlu diketahui cara yang akan digunakan serta alat apa yang sesuai dengan data dan subjek yang dituju. hal ini karena kuisioner atau angket memiliki 2 (dua) keungguan yaitu pertama. observasi atau pengamatan. 1. Pada umumnya hasil yang didapatkan adalah semua data informasi hasil jaringan semua skala pengukuran. waktu yang diperlukan untuk pengumpulan data relatif singkat karena dapat 6 . Instrumen Tes Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali yang telah mengetahui tes. Kuisioner atau angket banyak sekali digunakan saat melakukan survey.2. Maka dari itu. wawancara atau interview. Instrumen Non Tes 1) Angket/ Kuisioner Angket atau kuisioner adalah bentuk pengumpulan data berupa pertanyaan yang disusun yang mana digunakan untuk mendapatkan informasi dari responden mengenai data yang ingin didapatkan. perlu diadakan uju skoring dan semua teknik analisis baik secara kualitatif dan kuantitatif. Tes psikologis sendiri dibagi menjadi 2 ( dua) yaitu afektif atau yang sering disebut dengan tes kepribadian dan intelektual. Sedangkan untuk melakukan tes intelektual dapat dibagi menjadi 2 (dua) yaitu tes bakat dan kemahiran yang mana tes ini disebut dengan ability test. sikap. daftar pertanyaan yang dibuat akan lebih teliti dan sistematik. Kedua. sehingga data yang ingin didapatkan akan lebih tercapai. Biasanya tes digunakan sebagi tolok ukur atas apa yang telah lakukan. Dalam instrumen ada 2 (dua) bentuk yang bisa digunakan yaitu tes dan non tes.

sehingga dalam penyusunan jawaban peneliti biasanya telah berpatokan pada skala yang dikehendaki. Tidak ada batasan lagi antara intervier dan interviewe. Dalam kegiatan ini peneliti tidak hanya melihat melainkan mengamati secara seksama sehingga data yang dihasilkan harus dicatat. Wawancara bebas adalah hampir sama dengan wawancara mendalam tetapi pertanyaan yang diajukan bebas. Alat pengumpulan data pada alat angket terdiri dalam 2(dua) praktek yaitu : a. 3) Observasi atau pengamatan Obseravsi atau pengamatan adalah serangkaian kegiatan pengumpulan data dengan melakukan pengamatan terhadap objek. 2) Wawancara atau Interview Wawancara atau interview adalah percakapan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih antara pewawancara yang biasanya juga sebagai peneliti dengan responden atau informan. Wawancara berpedoman adalah wawanara yang dilakukan berdasarkan pertanyaan yang telah disusun terlebih dahulu. b. membuat dan menyusun pertanyaan-pertanyaan apa saja yang akan 7 . Daftar pertanyaan tertutup. Dalam melakukan pengamatan atau observasi beberapa hal yang harus dilakukan adalah menetapkan objek yang diamati. yang dimaksudkan adalah pertanyaan yang ada telah dipersiapakan jawaban.dikerjakan dalam satu waktu. merumuskan definisi operasional yang akan diamati. mendeskripsikan objek yang akan diamati. yang dimaksud adalah jawaban yang diberikan tidak berdasarkan jawaban yang telah disediakan melainkan disediakan kolom alternatif jawaban. Wawancara yang dilakukan oleh peneliti dilakukan untuk mendapatkan informasi pribadi dari informan atau responden. Disini biasanya masalah yang ada dianggap menjadi masalah bersama. Penggunaan alat ini dapat dilakukan dalam kondisi yaitu : a. b. c. wawancara dilakukan lebih mendalam untuk mengetahui informasi tentang responden tersebut. Wawancara mendalam. Daftar pertanyaan terbuka.

c. Peneliti menetapkan instrumen mana yang dapat digunakan atau sesuai dengan variable-variable dan kondisi yang ada serta mempertimbangkan indikator yang akan digunakan untuk melakukan penelitian. melakuakan uji coba dan selanjutnya menyusun kembali pertanyaan tersebut. Pengukuran yang spesifik memiliki empat tahap pertanyaan penting : 8 . sehingga data yang didapatkan akan semaikin jelas dan terinci.4 Proses Pengembangan Instrumen a.2. peneliti akan hanya beberapa saat melibatkan diri dengan objek yang sedang diobservasi dan terkadang mengamati dari jauh. Hirarki Pertanyaan Dilihat dari proses dan tujuan atau masalah manajemen umum menjadi tolak ukur untuk mengajukan beberapa pertanyaan. 2. Peneliti akan mengamati dari jauh objek dengan mencatat segala keperluan data yang diperolehnya dari pengamatan tersebut. Yang terakhir adanya melakukan uji kelayakan terhadap pertanyaan yang dibuat sehingga data yang di dapat lebih jelas dan akurat serta melakukan revisi ketika terjadi kesalahan pada pertanyaan yang dibuat. peneliti dalam hal ini ikut terlibat langsung dengan objek yang sedang diamati atau diteliti. Selanjutnya peneliti melakukan penyususnan kisi kisi serta layout instrumen yang akan digunakan. serta jensi pertanya dan banyaknya jumlah pertanyaan yang akan digunakan untuk pengukuran. c. b.2. Observasi setengah terlibat. peneliti tidak terlibat sama sekali dengan objek yang sedang diamati. d. a.diamati. Pengumpulan data pada observasi bisa dilakukan dalam 3(tiga) cara yaitu melalui observasi terlibat. Observasi terlibat. Observasi tidak terlibat. observasi tidak terlibat. 2.3 Langkah – langkah Instrumen Penelitian a. Analisis variable yaitu peneliti melakukan penganalisisan terhadap variable yang akan digunakan menjadi subvariabel dan menjadi subpenelitian. observasi setengah terlibat. ability atau kemampuuan yang diharapkan dari koresponden. e. Dalam hal ini peneliti harus bisa mengukur estimasi waktu pengumpulan data. b. Selanjutnya peneliti dapat menuliskan pertanyaan sesuai dengan jenis pertanyaan yang dipakai yang disesuaikan dengan instrumen yang dipilih.

Strategi Survei Peneliti dapat memahami hubungan antar pertanyaan investigatif dengan pertanyaan pengukuran potensial. dan kondisi wawancara.1. Desain Skedul Ada empat langkah utama dalam mengembangkan survei : 1. tempat. tanggal. Menentukan metode komunikasi yang akan digunakan dalam penelitian. Pertanyaan manajemen – masalah-masalah yang diberikan dan dijawab oleh manajer. 3. Pengujian instrumen 2.2. Yang pertama adalah data target dalam hal ini mengumpulkan fakta. Pengkoonsepan instrumen 4. Berikut beberapa hal penting dalam strategi survei : 1. 2. Penentuan kebutuhan informasi 2. dan topik-topik sentral. preferensi. 2. Dan tipe yang ke tiga yaitu administratif. mencakup beberapa identifikasi mulai dari responden. 9 . pewawancara. Tipe yang kedua adalah memperhatikan karakteristik responden yang akan digunakan untuk klasifikasi dan analsis. Pertanyaan-pertanyaan pengukuran – pengumpulan informasi yang didapat dari para responden. Pertanyaan-pertanyaan investigatif – peneliti mengajukan pertanyaanpertanyaan yang spesifik agar rincian dan cakupan dapat memadai terhadap pertanyaan penelitian. Penentuan banyanyak struktur yang digunakan dalam proses tanya jawab.5 Kontruksi Pertanyaan Instrumen survei terdiri dari tiga tipe informasi. Keputusan proses mengumpulkan data 3. Pertanyaan-pertanyaan penelitian – pertanyaan yang dibuat berdasarkan fakta yang ada agar peneliti dapat memberi andil pada solusi pertanyaan manajemen. Menyusun pendekatan pertanyaan dimana ada beberapa pertanyaan yang disamarkan atau menyembunyikan tujuan dan maksud untuk mendapatkan informasi yang lebih. 3. b. Dalam mengembangkan instrumen survei peneliti harus mengkonsep pertanyaan setelah anda memutuskan informasi apa yang dibutuhkan serta proses pengumpulan data yang akan digunakan. hal ini dilakukan dalam penentuan strategi survei. c. 4. sikap.

Kosa kata umum Penggunaan kosa kata yang tepat dan mudah di mengerti oleh responden. 2. maksud dan tujuan atas pertanyaan yang nantinya diajukan kepada responden yang kemudian akan akan mengalami kesalahan pengukuran. Menuju Pertanyaan yang Lebih Baik 10 . 4. Hal ini dapat menyebablan kesalah pahaman. Berikut adalah perancangan serta peletakan pertanyaan yang tepat sebelum pertanyaan tersebut memenuhi kriteria ini : 1. Oleh karena itu pewawancara harus mengetahui karakteristik atau latar belakang responden. 3. 2.Ada empat keputusan utama : 1. 3. Alternatif yang tepat Pewawancara harus bijaksana dalam menyatakan setiap alternatif secara eksplisit untuk mencegah bias. 5. Asumsi Pewawancara dapat mempelajari kerangka refrensi yang digunakan oleh responden. ekspresi slang. Kejelasan pertanyaan Dapat mengartikan maksud dari pertanyaan yang diberikan kepada responden serta pelafalan kata yang jelas agar. Namun. Pewawancara dapat menciptakan bias tanggapan dengan penggunaan superlatif (pemakaian kata yang berlebihan). Penyusunan kata yang bias Pewawancara harus berhati-hati dalam melakukan pembiasan kata. 6. alangkah lebih baik hal tersebut ditiadkan kecuali bersifat kritis terhadap tujuan pertanyaan. Penyusunan Kata Pertanyaan Kebanyakan orang merasa kesulitan dalam penyusunan kata pertanyaan dalam survei yang dilakukan. 4. Personalisasi Pertanyaan yang dibuat sebaiknya sesuai dengan keadaan yang ada. Dengan demikian pewawancara dapat mespesifikasikan opini responden ke dalam beberapa bagian. 7. Isi Pertanyaan Kalimat Pertanyaan Struktur Tanggapan Tahapan Pertanyaan a. dan kata-kata iseng.

Pertanyaan tebuka akan membuka perasaan dan ekspresi intensitas. c. Kemudian kerangka refrensi lebih diperkecil dan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan sebaiknya disusun dengan baik agar tidak mendistorsi jawaban pertanyaan-pertanyaan berikutnya. 4. d. Struktur Tanggapan Ada lima determinan situasional yang mempengaruhi keputusan untuk menggunakan pertanyaan tanggapan terbuka atau tertutup : 1.2. Oleh sebab itu sebaikanya pewawancara melakukan pendekatan serta membangkitkan minat responden dalam melakukan wawancara. Sedangkan pertanyaan tebuka biasanya untuk mempelajari tingkat informasi responden tersebut. Tujuan wawancara Tingkat informasi respinden tentang topik tersebut Hasil pemikiran responden terhadap keseluruhan topik Kemudahan komunikasi dan motivasi responden untuk menjawab pertanyaan 5. jelas. Dan bentuk tanggalan tertutup biasanya mengabaikan opini responden secara menyeluruh dan bagian yang mendahuluinya. Rangkaian Pertanyaan Dengan berbagai rangkaian pertanyaan tidak semua responden memiliki kemauan untuk bekerjasama dan memberikan tanggapan kepada pewawancara. 3.b. 2. mudah. Derajat dimana faktor-faktor responden di atas diketahui oleh pewawancara Tujuan pertanyaan tertutup yaitu untuk mengklasifikasikan reponden ke beberapa titik pandangan. Pengujian ulang sangat disarankan untuk menggeneralisasi reabilitas dan validitas dari instrumen yang sedang dibangun. Untuk pembukaan pertanyaan sebaiknya pewawancara memberikan pertanyaan yang relatif sederhana.6 Ciri-ciri Instrumen Yang Baik 11 . Sumber-sumber Pertanyaan Sumber-sumber pertanyaan dapat berasal dari kuisioner yang dibuat oleh pewawancara yang mencakup beberapa literatur yang berhubungan dengan penelitian. 2. dan tidak mengancam sesuai dengan tujuan pertanyaan yang diajukan.

Metode belah dua Teknik pengukuran dengan cara membelah seluruh instrumen menjadi dua sama besar. Reliabilitas instrumen diketahui melalui pengujian secara eksternal maupun internal. 12 . yaitu. Hal ini menunjukkan apakah instrumen dapat memberikan hasil ukuran yang sama tentang sesuatu yang diukur secara konsisten. - Pembelahan atas dasar nomor ganjil-genap - Pembelahan atas dasar nomor awal-akhir - Pembelahan dengan cara undian Teknik belah dua ini memiliki 2 syarat agar didapat instrumen yang reliabel. Reliabilitas (keandalan. 1. Reliabilitas eksternal : reliabilitas di mana ukuran berada di luar instrumen b. a. Metode konsistensi atau metode paralel Teknik pengukuran yang terdiri atas dua instrumen yang butir-butir pertanyaan atau pernyataannya ekuivalen c.Ada dua syarat yang harus dipenuhi dalam mendapatkan instrumen penelitian yaitu reliabilitas dan validitas. dapat dipercaya) Tingkat ketepatan atau ketelitian sebuah instrumen. Ada tiga cara pembelahan yaitu. a. Reliabilitas internal : reliabilitas di mana ukuran berada di dalam instrumen Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan metode-metode berikut. Metode tes ulang (test-retest) Teknik pengukuran dengan mencobakan instrumen beberapa kali pada responden b.

Validitas butir dilakukan dengan sebuah asumsi. jika setiap faktor yang membentuk instruem tersebut sudah valid Sevill (1988) menambahkan 3 syarat validitas. Validitas faktor Validitas tinggi apabila faktor-faktor bagian dari instrumen tidak menyimpang dari fungsi instrumen. Validitas faktor dilakukan dengan sebuah asumsi. jika setiap butir yang membentuk instrumen tersebut sudah valid 2. Hal ini dapat diketahui dengan pengujian secara eksternal dan internal a. Disusun menurut teori yang relevan atau program yang telah ada. Validitas butir atau analisis butir Validitas tinggi apabila butir-butir pembentuk instrumen tidak menyimpang dari fungsi instrumen. Validitas eksternal (empiris) Dicapai apabila data yang dihasilkan dari instrumen sesuai dengan data lain yang mengenai variabel penelitian terebut. Jumlah butir yang ada pada instrumen harus genap agar dapat dibelah menjadi dua 2. Pengukuran validitas dapat dilakukan dengan mengunakan metode berikut.1. 1. Sensitivitas 13 . Validitas (sahih) Suatu ukuran untuk menunjukan tingkat kesahihan suatu instrumen. Butir-butir yang ada dalam instrumen hendaknya memenuhi untuk persyaratan untuk dibelah. 2. yaitu. 1. Validitat internal (rasional) Dicapai apabila terdapat kesamaan antara bagian-bagian instrumen dengan instrumen secara keseluruhan. Disusun dari fakta empiris yang telah terbukti b.

Di dalam penelitian.Kemampuan instrumen untuk melakukan diskriminasi yang diperlukan untuk masalah penelitian 2. Masalah dan variabel yang diteliti harus jelas dan spesifik sehingga dapat dengan mudah menetapkan jenis instrumen yang akan digunakan b. Sumber data atau sumber informasi harus diketahui terlebih dahulu sebagai bahan dasar dalam menentukan isi. Kualitas data yang terkumpul ditentukan berdasarkan instumen atau alat yang digunakan. Obyektivitas Tingkat pengukuran yang dilakukan bebas dari penilaian subyektif. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun instrumen penelitian. 3. maupun sistematika yang akan digunakan dalam melakukan penelitian. pendapat. bahasa. penggunaan sumber daya dan waktu.1 Kesimpulan Berdasarkan dari pembahasan di atas. antara lain: a. dapat disimpulkan bahwasanya untuk melakukan sebuah penelitian diperlukan sebuah alat bantu bagi peneliti untuk mengumpulkan data. bias. BAB III PENUTUP 3. dan perasaan orang-orang yang menggunakan instrumen tersebut. Fisibilitas Aspek-aspek keterampilan. selain perlu menggunakan metode yang tepat juga perlu 14 .

teknik pengukuran. Penggunaan teknik pengumpulan data yang tepat memungkinkan diperolehnya data yang objektif. Jenis metode yang dipilih dan digunakan dalam pengumpulan data tentunya harus sesuai dengan sifat dan karakteristik penelitian yang dilakukan. Di samping teknik pengumpulan data. teknik komunikasi. adapun prasyarat alat pengumpul data yang mana sebuah alat tersebut bersifat reliable. Ada beberapa jenis teknik pengumpulan data yang lazim dipakai oleh peneliti antara lain seperti teknik observasi. perhatian ditujukan pada isi dan kegunaan instrumen. Dalam hal ini reliablitas mudah untuk dimengerti dengan memerhatikan tiga aspek yaitu kemantapan.memilih teknik pengumpulan data yang relevan. teknik sosiometris. sejauh mana suatu alat pengukuran dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Dalam proses tersebut akan digunakan satu atau beberapa metode. Di sisi lain dalam mengukur validitas. dan teknik dokumenter. Dalam suatu penelitian selalu terjadi proses pengumpulan data. 15 . ketepatan dan homogenitas.

Metodologi Penelitian. Surabaya: SIC. Riyanto. Ibnu. N. 2010. 1996. Mohammad. Jakarta: Rajawali. 2008. Metode Penelitian Kualitatif Di Bidang Pendidikan: Teori dan Aplikasiya. Bandung: CV. Metode Penelitian. Amirin. Alfa Beta. 1988. 1989. 2002. Iqbal. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 1997. Hadjar. dan Kebijakan Publik Serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya. Malang: Bayumedia. Metode Penelitian Pendidikan. Nazir. Sumadi. Dasar Metode dan Teknik. 2005. 1990. Ulfatin. M. Menyusun Rencana Penelitian. Tatang. Moh.Daftar Pustaka Faisal. Jakarta: Ghalia Indonesia. Sugiyono. Sanapiah. Kuantitatif. Jakarta: Ghalia Indonesia. M. Suatu Tinjauan Dasar. Burhan. dan R&D. Jakarta: Prenada Media. 2014. Pengantar Penelitian Ilmiah. Suryabrata. Metodologi Penelitian Sosial Dalam Bidang Ilmu Administrasi dan Pemerintahan. Metodologi Penelitian. Bandung: Tarsito. Fried. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Metode Penelitian Kualititatif. Margono. Bungin. Ali. Metode Penelitian Pendidikan. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif Dalam Pendidikan. Format-format Penelitian Sosial. 1989. Jakarta: PT Rineka Cipta. 1981. Zainudin. 1997. Surachman. Surya Brata. Suarabaya: Unversitas Airlangga. Metode Penelitian. Jakarata: Bina Aksara. Metodologi Penelitian Kumulatif: Komunikasi. 1988. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 1996. Hasan. 16 . M. Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian Dan Aplikasi. S. Yatim. Winarno. Sumadi. Ekonomi. Jakarat: Raja Grafindo Persada.

17 .