You are on page 1of 1

Identifikasi Faktor Pemicu

Rekurensi Hemangioma Kapiler
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
Blok Neoplasia – Kelompok B5
Muhammad Faruq Abdan, Muhammad Izag Faldi, Niswah Zakiyah, Nurfitri Azhri, Putri
Prima Ramadhan, Qeis Ramadhan, Sheila Prilia Andini, Tenny Widya Sari, Widya
Paramita, Witrisyah Putripari Cendana

Fakultas Kedokteran
Smart Campus That
You Can Rely On
Universitas Yarsi

Hemangioma kapiler lobular (LCH) merupakan bagian dari lesi vascular pada kulit dan membrane mukosa leher dan
kulit yang umumnya di diagnosis sebagai Pyogenic Granuloma
Dari sudut pandang diagnostic, pembedaan LCH dengan lesi vaskuler lainnya dikatakan sulit dikarenakan penumpukan
jaringan – jaringan granul terhadap LCH.
Dari sudut pandang klinis, yang dikhawatirkan terhadap LCH ini adalah kecenderungannya untuk kambuh di tempat yg
sama setelah dilakukan eksisi. Namun pada beberapa pengamatan yang dilakukan, di temukan kekurangan kejadian
rekurensi dari LCH, yang merupakan pertentangan dari pengalaman – pengalaman sebelumnya.
Untuk mengklarifikasi temuan – temuan tersebut di atas yang bertentangan, systematic review dilakukan oleh smith et al.
untuk lebih memahami lesi tipe LCH dan potensi biologisnya.

Metode yang digunakan oleh Smith et al. adalah systematic menggunakan tehnik review retrospektif terhadap catatan medis dan
kasus di Department of pathology University of Michigan Health System dari tahun 1989 hingga 2009. Kriteria data yang termasuk
diinklusi antara lain: pasien terdiagnosis sebagai LCH atau PG, lesi pada rongga nasal atau sinus paranasal, dan ketersediaan rekam
medis pasien dari Department.

Smith et al. mengkonfirmasi 38 kasus yang seusai dengan kriteria diatas.

Tabel 1. Perbandingan antara kasus rekuren dan non-rekuren
All Subjects

Non-Recurrent

Recurrent

31 (58.6)

18 (59.0)

13 (58.1)

0-186.5

0.9-186.5

3.2—124.1

36.7

58.9

5.74

Significance*

Follow-up data (month)
Available data, # (mean)

Follow-up range
RFS (mean)
Gender
Males, #

P=0.97
P=1.0

14

8

6

17 (5)

10 (2)

7(3)

P=0.62

39.3

31.5

50.1

P=0.04

Size, mean

0.84

0.89

0.77

P=0.53

Mitoses, mean

3.59

4.2

2.8

P=0.38

21

8

5

P=0.70

7
20
4

3
12
3

4
8
1

P=0.56

Females, # (#pregnant)
Age, mean
Pathologic feature

Ulceration
Cellularity
Low
Intermediate
High

Grafik 1. Hasil penghitungan subjek yang tidak mengalami rekuren menggunakan metode KaplanMeier

m.medicastore.com

www.darplastic.com

neiramedic.blogspot.com

Pada table 1. Terlihat bahwa selain umur tidak ditemukan adanya karateristik khusus yang berpotensi memicu terjadi rekurensi pada
LHC
Pada grafik 1. Terlihat setelah 36 bulan pasca tindakan, tidak ditemukan adanya kejadian rekuren LHC

Kecenderungan kejadian rekuren karena umur belum pernah di observasi sebelumnya, tetapi tidak ditemukan aktifitas
keganasan dan semua subjek yang mengalami rekuren, sembuh pada terapi yang kedua.
Pada kasus kasus lain juga dapat terjadi involusi dan tidak meninggalkan bekas apapun, namun dapat pula mengancam
nyawa jika terjadi pada saluran pernafasan. (Porth, C., 2011)

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Smith et al.,
belum dapat ditemukan adanya factor – factor tertentu yang berpotensial menimbulkan
rekuren, selain dari USIA.
Daftar Pustaka
1.
2.

Porth, C. (2011). Essentials of pathophysiology: Concepts of altered health states (3rd ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer/Lippincott Williams &
Wilkins.
Smith et al. Sinonasal Lobular Capillary Hemangioma: A Clinicopathologic Study Cases Characterizing Potential for Local Recurrence. Head and Neck
Pathol (2013) 7:129-134.