KARSINOMA MAMMAE

DEFINISI
Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan
mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat
dan tidak terkendali. Kanker payudara (Carcinoma mammae) adalah suatu penyakit
neoplasma yang ganas berasal dari parenchyma. Penyakit ini oleh Word Health
Organization (WHO) dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases
(ICD).
Kanker payudara adalah sekelompok sel tidak normal pada payudara yang
terus tumbuh berupa ganda. Pada akhirnya sel-sel ini menjadi bentuk bejolan di
payudara. Jika benjolan kanker itu tidak dibuang atau terkontrol, sel-sel kanker bisa
menyebar (metastase) pada bagian-bagian tubuh lain. Metastase bisa terjadi pada
kelenjar getah bening (limfe) ketiak ataupun di atas tulang belikat. Selain itu sel-sel
kanker bisa bersarang di tulang, paru-paru, hati, kulit, dan bawah kulit.
EPIDEMIOLOGI
Kanker payudara sering ditemukan di seluruh dunia dengan insidens relatif
tinggi, yaitu 20% dari seluruh keganasan (Tjahjadi, 1995). Dari 600.000 kasus kanker
payudara baru yang yang didiagnosis setiap tahunnya, sebanyak 350.000 di antaranya
ditemukan di negara maju, sedangkan 250.000 di negara yang sedang berkembang
(Moningkey, 2000). Di Amerika Serikat, kira-kira 175.000 wanita didiagnosis
menderita kanker payudara yang mewakili 32% dari semua kanker yang menyerang
wanita. Bahkan, disebutkan dari 150.000 penderita kanker payudara yang berobat ke
rumah sakit, 44.000 orang di antaranya meninggal setiap tahunnya (Oemiati, 1999).
American Cancer Society memperkirakan kanker payudara di Amerika akan mencapai
2 juta dan 460.000 di antaranya meninggal antara 1990-2000 (Moningkey, 2000).
Kanker payudara merupakan kanker kedua terbanyak sesudah kanker leher
rahim di Indonesia (Tjindarbumi, 1995). Sejak 1988 sampai 1992, keganasan
tersering di Indonesia tidak banyak berubah. Kanker leher rahim dan kanker payudara
tetap menduduki tempat teratas. Selain jumlah kasus yang banyak, lebih dari 70%
penderita kanker payudara ditemukan pada stadium lanjut (Moningkey, 2000). Data
dari Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan menunjukkan
bahwa Case Fatality Rate (CFR) akibat kanker payudara menurut golongan penyebab
penyakit menunjukkan peningkatan dari tahun 1992-1993, yaitu dari 3,9 menjadi 7,8.
ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO
1. Umur
Risiko Ca mammae bertambah seiring dengan umur. Wanita umur 60 tahun memiliki
risiko terkena ca mammae 100 kali lipat dibanding dengan wanita umur 20 tahun
2. Jenis Kelamin
Risiko terkena ca mammae pada pria sangat rendah, namun prognosisnya lebih buruk
karena cenderung terlambat diagnosis.
3. Herediter
1
widya paramita- 1102010287

BRCA 1 dan BRCA 2 merupakan gen autosomal dominan yang berperan pada
familial breast cancer. Wanita yang mengalami mutasi BRCA berisiko 60%-80%
terkena ca mammae
4. Prior Cancer
Orang yang pernah didiagnosa dengan ca ovarium atau ca uterus memiliki risiko
terkena ca mammae lebih tinggi.
5. Faktor Makanan
a. Alkohol

Mengkonsumsi alkohol 1-2 gelas/hari memiliki risiko terkena ca mammae
150% dibanding normal dan mengkonsumsi alkohol 6 gelas/hari memiliki
risiko terkena ca mammae 330% dibanding normal.

Alkohol dapat meningkatkan :

Kadar estrogen dan androgen

Kerentanan gen terhadap bahan carcinogenik

Kerusakan DNA mammae

Potensi metastase

Proses angiogenesis tumor

a.

Intake Lemak

Tidak terdapat pengaruh signifikan pada ca mammae, namun berdasarkan
statistik, orang dengan diet rendah lemak memiliki risiko yang lebih rendah
Penggunaan kontrasepsi hormonal jangka panjang meningkatkan risiko
terkena ca mammae

daripada diet tinggi lemak

Intake lemak yang tinggi kemungkinan hanya berpengaruh pada wanita
premenopause

b.

Iodine

Iodine dapat menurunkan sensitivitas reseptor estrogen, mengurangi
pertumbuhan sel tumor, dan menyebabkan apoptosis pada sel yang malignant.

b.

Obesitas

Peningkatan berat badan setelah menopause dapat meningkatkan risiko terkena ca
mammae.
c.
Hormon
Peningkatan estrogen dan androgen darah yang persisten dapat meningkatkan risiko
ca mammae, namun peningkatkan progesteron dapat menurunkan risiko pada wanita
premenopause
2
widya paramita - 1102010287

Karsinoma dengan metaplasia i. Tidak mempunyai anak meningkatkan risiko terkena ca mammae sebesar tiga kali lipat b. Karsinoma medullary f. Tipe squamous 3 widya paramita. Karsinoma invasif duktal b. Karsinoma tubular h. memiliki anak (7%/anak). Radiasi • Wanita umur <30 tahun yang menerima radiasi ionisasi dosis tinggi berisiko terkena ca mammae lebih tinggi dibanding norma • KLASIFIKASI Berdasarkan WHO Histological Classification of breast tumor. Non-invasif a. dan menyusui (4. Karsinoma mucinous e. Faktor Lingkungan a. namun apabila terapi jangka pendek dengan indikasi sindrom menopause. Kontrasepsi hormonal c. Karsinoma invasif lobular d. Non invasive ductal carcinoma b. • Hamil pertama saat umur 30 tahun mengalamin peningkatan risiko terkena ca mammae dua kali lipat dibanding pada umur <25 tahun. maka tidak ada pengaruh pada risiko d.1102010287 .3%/tahun menyusui) dapat menurunkan risiko terkena ca mammae. Invasif a. kanker payudara 1. Lobular karsinoma in situ 2. Karsinoma apocrine k. Karsinoma invasif duktal dengan komponen intraduktal yang predominant c.a. Karsinoma papillary g. Terapi pengganti hormon • Terapi estrogen + progesteron memiliki efek signifikan pada ca mammae dan meningkatkan agresivitas serta prognosis yang lebih buruk. Kehamilan dan menyusui • Umur saat melahirkan anak pertama (<24 tahun). Karsinoma sekretori (juvenile) j. Karsinoma adenoid cystic i. Perokok pasif • Meningkatkan risiko terkena ca mammae 70% pada wanita premenopause b.

Terdapat banyak sebukan limfosit yang menjolok pada stroma di dalam tumor. Lain-Lain 3. Mixed type l. Secara histologi menunjukkan gambaran sel-sel anaplastik yang semuanya terletak di dalam lobulus-lobulus. Karsinoma koloid (3%) Duktus dihambat oleh sel-sel karsinoma dan kista proksimal berkembang. Karsinoma mukoid/musinus (3%) 4 widya paramita . Karsinoma lobular (9%) Separuh kasus karsinoma lobular ditemukan in situ tanpa tandatanda invasi lokal sehingga sering dianggap premaligna dan disebut neoplasia lobular. Karsinoma duktal Karsinoma duktal invasif merupakan kelompok terbesar (78%) dari seluruh tumor ganas payudara. c. tidak teratur dan tidak jelas membentuk kelenjar atau pertumbuhan kapiler. e. Secara mikroskopik tampak proliferasi anaplastik epitel duktus yang dapat memenuhi dan menyumbat duktus.ii. b. Paget’s disease of the nipple Berikut penjelasan beberapa tipe histologis dari kanker payudara: a.1102010287 . Karsinoma medular (4%) Gambaran histologi menunjukkan stroma yang sedikit dan penuh berisi kelompok sel yang belum berdifferensiasi. f. Tipe spindle-cell iii. d. Comedocarcinoma (5%) Duktus yang diisi oleh tumor sel kecil dan debris sentral. Tipe cartilaginous dan osseous iv. Karsinoma duktal noninvasif (karsinoma duktal in situ atau karsinoma intraduktal) biasanya terjadi tanpa membentuk massa karena tidak ada komponen scirrhous.

Ductus ektasia j. N. Sistem limfa dipenuhi oleh tumor memicu perubahan payudara dan kulit yang mirip infeksi. Jenis-jenis tumor jinak payudara antara lain : a. (Mangunkusumo. Kelainan ini ditemukan pada wanita berusia lebih tua dari penderita kanker payudara umumnya dan bersifat unilateral. Ketiga faktor T. Mastitis i. dan M dinilai baik secara klinis 5 widya paramita. hiperkromatik. “N” yaitu node atau kelenjar getah bening regional dan “M” yaitu metastasis atau penyebaran jauh. Tumor filoides f. 1992. Tanda khas adalah adanya penyebukan epidermis oleh sel ganas yang disebut sel paget. Kelainan fibrokistik e.1102010287 . Papilloma intraduktus d. Sel-sel berbentuk bulat atau poligonal.Tumor ini tumbuh perlahan-lahan dan secara mikroskopik sel tumor yang menghasilkan musin tersusun membentuk asinus pada beberapa tempat. sehingga terjadi kelainan menyerupai ekzema yaitu adanya krusta di daerah papil dan areola. i. Kista mammae c. Galaktokel h. tapi jika ada massa tumor termasuk karsinoma duktal invasif. Nekrosis lemak Sistem TNM TNM merupakan singkatan dari “T” yaitu tumor size atau ukuran tumor. Fibroadenoma mammae b. g. h. Harris. Penyakit Paget (1%) Merupakan karsinoma intraduktus pada saluran ekskresi utama yang menyebar ke kulit puting susu dan areola. 1993). Juga tampak sel-sel cincin stempel (signet ring cells). Karsinoma skirus (schirrous) Pada pemeriksaan mikroskopik tumor terdiri dari stroma yang padat dengan kelompok sel epitel yang terlepas atau membentuk kelenjar. Jika tidak ditemukan massa tumor di bawahnya penyakit ini termasuk karsinoma insitu. Karsinoma inflamasi (1%) Karsinoma ini memiliki prognosis paling buruk. Adenosis sklerosis g.

1102010287 . juga sesudah operasi dan dilakukan pemeriksaan histopatologi (PA). penilaian TNM sebagai berikut : 6 widya paramita . Pada kanker payudara.sebelum dilakukan operasi.

5 cm.5 cm dan ≤ 1 cm. T2 T2a T2b Diameter tumor 2-5 cm Tidak ada perlekatan ke fasia atau otot pektoralis Dengan perlekatan ke fasia atau otot pektoralis T3 T3a T3b Diameter tumor ≤ 5 cm Tidak ada perlekatan ke fasia atau otot pektoralis Dengan perlekatan ke fasia atau otot pektoralis T1b T4 T4a T4b T4c T4d Bebepa pun diameternya. DCIS. Ukuran Tumor (T) : Keterangan * : Tis : Karsinoma insitu • Tis (DCIS) : karsinoma in situ hanya ductal • Tis (LCIS) : karsinoma in situ hanya lobular • Tis (Paget) : penyakit Paget dari puting susu tanpa tumor (Catatan: Paget penyakit yang terkait dengan tumor diklasifikasikan menurut ukuran tumor) 2. atau ulserasi di kulit Gabungan T4a dan T4b Karsinoma inflamasi (mastitis karsinomatosa) 0. infiltrasi.Ukuran Tumor (T) Tx Interpretasi Tumor primer tidak dapat dinilai T0 Tidak ada bukti adanya suatu tumor (Tidak terdapat tumor primer) Tis LCIS. atau Paget’s disease* T1 T1a T1c Diameter tumor ≤ 2cm Tidak ada perlekatan ke fasia atau otot pektoralis (Tumor ≤ 0.) Tumor ≥ 1 cm dan ≤ 2 cm.) Dengan perlekatan ke fasia atau otot pektoralis (Tumor ≥ 0. tumor telah melekat pada dinding dada dan mengenai pectoral lymph node Dengan fiksasi ke dinding toraks Dengan edema. Palpable Lymph Node (N): Palpable Lymph Node (N) N0 Interpretasi Kanker belum menyebar ke lymph node 7 widya paramita-1102010287 .

1102010287 .N1 N2 N2a N3 N3a N3b Kanker telah menyebar ke axillary lymph node ipsilateral Kanker telah menyebar ke axillary lymph node ipsilateral dan melekat antara satu sama lain (konglumerasi) atau melekat pada struktru lengan Teraba KGB aksila yang terfiksasi atau berkonglomerasi atau melekat ke struktur lain. Secara klinis metastase hanya dijumpai pada KGB mamari interna ipsilateral dan tidak terdapat metastase pada KGB Metastase pada KGB infraklavikula ipsilateral dengan atau tanpa keterlibatan KGB aksila atau klinis terdapat metastase pada KGB mamaria interna ipsilateral dan secara klinis terbukti adanya metastase pada KGB aksila atau adanya metastase pada KGB supraklavikula ipsilateral dengan atau tanpa keterlibatan KGB aksila atau mamaria interna . Metastase pada KGB infraklavikula ipsilateral Metastase pada KGB mamaria interna ipsilateral dan KGB aksila Metastase pada KGB supraklavikula N3c 8 widya paramita .

3. Metastase (M) : Metastase Mx M0 M1 Interpretasi Metastase jauh belum dapat dinilai Tidak ada metastase ke organ yang jauh Metastase ke organ jauh Stadium klinis Stadium 0 Stadium I Stadium II A Stadium II B Stadium III A Stadium III B Stadium III C Stadium IV Tis T1 T0 T1 T2 T2 T3 T0 T1 T2 T3 T3 T4 T4 T4 Semua T Semua T N0 N0 N1 N1 N0 N1 N0 N2 N2 N2 N1 N2 N0 N1 N2 N3 Semua N M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M1 PATOFISIOLOGI 9 widya paramita-1102010287 .

Ketika vasa limfatik subkutis tersumbat sel kanker. secara klinis disebut ’tanda satelit’ 4. folikel rambut tenggelam ke bawah tampak sebagai ’tanda kulit jeruk’ 3. atau tanda metastasis jauh. Bila tumor bertambah besar. Perubahan pada kulit yang biasa terjadi adalah : 1. ulserasi membentuk bunga terbalik. kemerahan. di sekitar lesi primer dapat muncul banyak nodul tersebar. tampak perubahan berwrna merah atau merah gelap. ulserasi. Ketika tumor menginvasi kulit. Setiap kelainan pada payudara harus dipikirkan ganas sebelum dibuktikan tidak . timbulnya kelainan kulit (dimpling. Invasi. peau de’orange). ulserasi kulit. yang disebut dengan ’tanda lesung’ 2.MANIFESTASI KLINIS Pasien biasanya datang dengan keluhan benjolan atau massa di payudara. lokasi itu dapat menjadi iskemik. Ketika tumor mengenai ligamen glandula mammae. Perubahan kulit jeruk (peau de’orange). ini disebut ’tanda kembang kol’ 10 widya paramita . hambatan drainase limfe menyebabkan udem kulit. Tanda lesung. pembesaran kelenjar getah bening. keluar cairan dari puting susu. ligamen tersebut akan memendek hingga kulit setempat menjadi cekung. rasa sakit.1102010287 . Ketika sel kanker di dalam vasa limfatik subkutis masingmasing membentuk nodul metastasis. Nodul satelit kulit.

kehijauan atau hijau kebiruan. Dengan perkembangan penyakit. Lagi. Perubahan inflamatorik. berasal dari multiduktus dan biasanya menyerupai susu. • Riwayat kanker payudara pada lapis pertama dalam keluarga (ibu. mirip peradangan. Tipe ini sering ditemukan pada kanker payudara waktu hamil atau laktasi. dapat disebut ’tanda peradangan’. distorsi papilla mammae. terlokalisir pada salah satu duktus dan terjadi pada pasien yang sudah tua. ND yang terkait dengan keganasan bisa jernih. Benjolan yang cenderung membesar dan meluas dalam jangka waktu yang cepat cenderung kearah ganas jika dibandingkan dengan lesi yang cenderung membesar seiring dengan waktu haid. • Riwayat nipple discharge (ND) → Lebih signifikan lagi jika ND muncul tanpa harus dipijat. Yang perlu diperhatikan adalah ada sebagian sangat kecil pasien kanker payudara hanya tampil dengan limfadenopati aksilar tapi tak teraba massa mammae. papilla mammae tererosi. Pembesaran kelenjar limfe aksilar ipsilateral dapat soliter maupun multipel. ND juga menjadi menunjang kearah ganas jika terjadi unilateral. namun ada juga yang berkata sampai 5 kali lipat. ND tidak dikaitkan dengan massa maka hanya dibawah 1 % yang terdiagnosis sebagai kanker payudara. Perubahan papilla mammae pada karsinoma mammae adalah : 1. anak atau tante dari ibu) meningkatkan risiko tiga kali lipat . tampil sebagai keseluruhan kulit mammae berwarna merah bengkak. Gejala nyeri juga bisa terjadi. Perubahan ukuran massa juga mengambil peran yang penting dalam mendiagnosis kanker payudara. yaitu spontan. Sementara itu. DIAGNOSIS DAN DIAGNOSIS BANDING Diagnosis 1. Retraksi. Perubahan eksematoid. kelenjar limfe supraklavikular juga dapat menyusul membesar. sekret. ND yang mengarah ke jinak biasanya bilateral. Anamnesis • Benjolan →Terdapat keluhan diketiak atau payudara berupa benjolan merupakan hal yang sering dikeluhkan oleh pasien. darah atau serous. Sering karena karsinoma papilar dalam duktus besar atau tumor mengenai duktus besar 3. jika ND terjadi dikaitkan dengan orang dengan massa curiga ganas maka 11% dari pasien ND yang terbukti ganas. Pembesaran kelenjar limfe regional. pada awalnya mobile. Tanyakan sudah berapa lama benjolan. Secara klinis disebut ’karsinoma mammae inflamatorik’. deskuamasi. Merupakan manifestasi spesifik dari kanker eksematoid (Paget disease). Jika dari lapis pertama terdapat kanker payudara yang mengenai kedua payudara dan sebelum masa menopause akan meningkatkan risiko sebesar 6 sampai 11 widya paramita-1102010287 . Klinis tampak areola. berkrusta. kemudian dapat saling berkoalesensi atau adhesi dengan jaringan sekitarnya. Umumnya akibat tumor menginvasi jaringan subpapilar 2. ini disebut sebagai karsinoma mammae tipe tersembunyi. Sekret papilar (umumnya sanguineus). sangat mirip eksim.5.

Dan jika terjadinya kanker payudara pada usia yang lebih muda maka persentasenya bisa lebih tinggi sehingga membutuhkan pengawasan yang lebih intens Untuk penggunaan HRT dan exogen esterogen telah dijelaskan di tajuk factor risiko. Perhatikan bentuk kedua payudara. Cairan yang keluar dari kedua puting harus dibandingkan. • Dengan memijat halus puting susu dapat diketahui adanya pengeluaran cairan. seperti kulit jeruk. Telapak tangan digerakkan perlahan tanpa tekanan pada setiap kuadran payudara.• 7 kali lipat. • Yang diperhatikan pada cairan dari puting payudara: − Sifat cairan (serous. Adanya riwayat terkena kanker payudara harus membuat para wanita menyadari bahwa kemungkinan terjadi kanker payudara berikutnya di payudara yang tersisa. adanya kulit berbintik. kelainan terlihat lebih jelas.6 kali. insidens terjadinya kanker payudara pernah dilaporkan meningkat 1. Dengan mengkonsumsi minimal 3-9 gelas perminggu. ulkus. Selain riwayat HRT.1102010287 . Dengan lengan terangkat lurus keatas. 2. Pemeriksaan aksila lebih mudah pada posisi duduk tegak. warna kulit. hemoragik. Konsumsi alcohol lebih dari 15 g per hari bisa meningkatkan risiko mejadi 1. berbaring atau keduanya. Lebih kurang 15% pada populasi yang terkena kanker payudara unilateral akan berkembang menjadi kanker yang mengenai payudara yang tersisa. • Palpasi → lebih baik dilakukan pada pasien yang berbaring diatas bantal tipis dipunggung. melakukan profilaksis mastektomi bisa dipertimbangkan pada orang tersebut. susu) − Ada/tidaknya sel tumor − Unilateral atau bilateral − Dari satu atau dari beberapa duktus − Keluar spontan atau setelah dipijat − Keluar bila seluruh mamma dipijat atau dari segmen tertentu − Berhubungan dengan daur haid − Pramenopause/pascamenopause − Penggunaan obat hormon 12 widya paramita . lekukan. tonjolan. riwayat mengkonsumsi minuman berakohol juga bisa memicu terjadinya kanker payudara.3 kali dari rata-rata normal. Pemeriksaan Fisik • Inspeksi → pasien diminta duduk tegak. nanah. atau darah.

Frekuensi lokasi Ca Mamae (Dikutip dari Current Medical Diagnosis and Treatment 2009) Algoritme Massa di Payudara (Dikutip dari Harrisons. 13 widya paramita-1102010287 . Pemeriksaan Penunjang Laboratorium meliputi: o Morfologi sel darah o Laju endap darah o Tes faal hati o Tes tumor marker (carsino Embrionyk Antigen/CEA) dalam serum atau plasma o Pemeriksaan sitologik Pemeriksaan ini memegang peranan penting pada penilaian cairan yang keluar spontan dari puting payudara. cairan kista atau cairan yang keluar dari ekskoriasi. Namun secara umum terbagi dua yaitu noninvasive dan invasive. Ada beberapa pemeriksaan penunjang. Principle of Internal Medicine) 3.

Faktor yang mempengaruhi gambaran mammografi : 1. Indikasi mammografi : − Evaluasi benjolan yang diragukan atau perubahan samar dipayudara − Mamma kontralateral jika (pernah) ada kanker payudara − Mencari karsinoma primer jika ada metastasis sedangkan sumbernya tidak diketahui − Penapisan karsinoma mamma pada resiko tinggi − Penapisan sebelum tindak bedah plastik atau kosmetik 14 widya paramita .Non-Invasif 1. Siklus haid/laktasi Kompresi pada payudara akan memberikan rasa tidak nyaman bahkan nyeri pada payudara. bila ada kalsifikasi berbentuk bulat dan jarang berkelompok. distorsi parenkim disekitar lesi. Lesi jinak mempunyai batas tegas dan bulat.1102010287 . Prediksi malignansi dapat dipermudah dengan menerapkan kategori BI-RADS (Breast Imaging Reporting and Data system). diperlukan follow up 6 bulan 5. Dengan meningkatnya usia. struktur fibroglandular akan berkurang kepadatannya sehingga gambaran mammografi lebih lusen dan memudahkan untuk mendeteksi kelainan pada payudara. Kategori 2 : lesi benigna 4. kelompok mikrokalsifikasi yang berspikula. Kategori 1 : tidak tampak kelainan 3. Mammogra • • f • • • Dapat ditemukan benjolan yang kecil sekalipun. Kategori 4 : kemungkinan maligna 6. Adapun kategori BIRADS. 2. Kategori 3 : kemungkinan lesi benigna. Oleh karena itu pemeriksaan mammografi dianjurkan dilakukan setelah haid dan sekaligus memastikan tidak ada kehamilan. Kategori 0 : diperlukan pemeriksaan tambahan 2. Usia Bila usia < 30 tahun. yaitu : 1. Kategori 5 : sangat dicurigai maligna atau maligna Lesi ganas memperlihatkan gambaran stelata dan batas irreguler. struktur fibroglandular yang padat akan memberikan gambaran densitas yang tinggi sehingga sulit mendeteksi mikrokalsifikasi atau distorsi parenkim.

1. Kelemahan : ketidakmampuan untuk menentukan secara akurat reseptor esterogen dan progesteron pada specimen yag sangat kecil. Bisa dilakukan secara stereotaktik atau dengan bantuan ultrasound. Tidak dapat untuk memeriksa gambaran histopatologi jaringan sebab pemeriksaan ini tidak mampu mengambil struktur jaringan sekitarnya. Lebih akurat dan bisa digunakan untuk menentukan reseptor esterogen dan progesteron serta bisa dilakukan untuk memeriksa gambaran histopatologi. Computed • Tomograph y dan • Magnetic Resonannc e Imaging Scans Untuk mengevaluasi aksila. Sitologi Aspirasi Sitologi aspirasi dilakukan menggunakan jarum halus (ukuran 20 atau lebih kecil) dengan spuit untuk mengaspirasi sel pada area yang dicurigai. lalu dismear di atas slide dan difiksasi segera dan diwarnai untuk evaluasi sitologi. 15 widya paramita-1102010287 . mediastinum dan area supraklavikula untuk adenopati dan membantu dalam melakukan staging pada proses keganasan. • • • 2. Ultrasound • • • • Invasif Untuk mengevaluasi densitas payudara dan dalam membedakan antara kista dengan massa padat. Hal tersebut lebih invasive dibandingkan dengan aspirasi jarun. prosedur ini sangat akurat. Core Needle Biopsy (CNB) • • • Biopsi jarum menggunakan jarum bor yang besar sering dilakukan. Tidak dapat divisualisasi untuk massa yang lebih kecil antara 5-10 mm Massa pada jaringan lemak payudara sulit dievaluasi. Keuntungannya adalah tidak ada radiasi dan tidak nyeri. Publikasi terkini menyatakan bahwa MRI dapat mengidentifikasi secara tepat antara tumor primer atau residual dan secara akurat memprediksi ekstensi penyakit pada pasien dengan diagnosis kanker payudara. 3. Jika specimen diambil secara tepat.2.

• • d. terlihat gambarannya melalui ultrasound. NeedleGuided Biopsy (NGB) Tehnik ini dilakukan atas dasar prinsip menghilangkan lesi secara presisi tanpa mengorbankan jaringan sehat sekitarnya. UGB dilakukan dengan pasien pada posisi supine. b. Aspirasi kista juga bisa dilakukan dengan bantuan ultrasound Setelah menekan daerah putting maka akan keluar cairan. Lalu kulitnya ditandai dengan pensil. Nipple Discharge Smear (NDS) Untuk lesi yang tidak teraba namun. Biopsi eksisi sedikit batas jaringan yang sehat. lalu dilakukan biopsy secara standard.1102010287 .3. Bisa dilakukan biopsy dengan bantuan ultrasound. Biopsi Terbuka Mengangkat seluruh masa yang terlihat dan biasanya dengan a. UltrasoundGuided Biopsy (UGB) e. Biopsi insisi Untuk lesi yang besar dan sulit untuk dilakukan biopsy eksisi biasanya dilakukan biopsy insisi dengan hanya mengambil sedikit jaringan. c. dan payudara discan menggunakan transducer. 16 widya paramita . Cairan yang keluar bisa diusap pada gelas kaca difksasi dan dilihat untuk dievaluasi secara sitologi.

5-1cm T1c : diameter tumor 1-2 cm T2 : Tumor diameter lebih besar dari 2 cm tapi kurang dari 5 cm T3 : Tumor diameter > 5 cm T4 : setiap tumor yang diekstensi ke kulit atau dinding dada T4a : ekstensi ke dinding dada 17 widya paramita-1102010287 . Stadium kanker Stadium T N M 0 Tis (LCIS/DCIS) N0 MO I T1 N0 M0 IIA T1 T2 N1 N0 M0 M0 IIB T2 T3 N1 N0 M0 M0 IIIA T1/T2 T3 N2 N1/N2 M0 M0 IIIB T4 Semua N M0 III C Semua T N3 M0 IV Semua T Semua N M1 Keterangan TX : Lokasi tumor ganas tidak dapat dinilai Tis : Tumor in situ (pre invasive carcinoma) dan penyakit paget pada papilla tanpa teraba tumor T0 : Tidak ada bukti adanya tumot primer T1 : Tumor diameter « 2 cm T1a : diameter tumor < 0. Nipple Biopsy • Perubahan epithelium dari putting sering terkait dengan gatal atau nipple discharge biasa diperbolehkan untuk dilakukan biopsi puting. Sebuah potongan nipple/areola complex bisa dieksisi dalam local anstesia dengan tepi yang minimal.5 cm T1b : diameter tumor 0.• f.

ulserasi.1102010287 . satelit nodul pada payudara ipsilateral T4c : kedua-duanya T4a dan T4b T4d : mastitis karsinomatosa Nx : Penyebaran pada KGB tidak dapat dinilai N0 : KGB tidak terlibat N1 : Metastasis KGB ipsilateral aksila dapat digerakkan N2 : Metastasis KGB ipsilateral terfiksasi dengan jaringan sekitar N3 : Metastasis KGB ipsilatral KGB mammae atau ipsilateral KGB supraklavikuler Mx : Metastasis tidak dapat dinilai M0 : Tidak ada metastasis M1 : Metastasis pada organ .T4b : edema (peau d’orange).organ lainnya Stadium 1 Stadium II B Stadium III B Stadium II A Stadium III A Stadium III C 18 widya paramita .

• Mastektomi radikal modifikasi Lingkup reseksi sama dengan tekhnik radikal.8. Galactocele 5. pektoralis mayor dan minor. b) Kemoterapi • Kemoterapi pra-operasi (neoadjuvan) 19 widya paramita-1102010287 . Fibro adenoma 2. Kistosarkoma filoides 4. tapi mempertahankan m. lemak subskapular. • Mastektomi segmental Diseksi kelenjar limfe aksilar. seluruh kelenjar mammae. PENATALAKSANAAN a) Terapi Bedah • Mastektomi radikal Reaksinya mencakup kulit berjarak minimal 3cm dari tumor.Stadium IV Diagnosis Banding 1. Kelainan fibrokistik 3. Secara umum disebut dengan operasi konversi mammae. Mastitis 1. m. pektoralis mayor dan minor dan jaringan limfatik. • Mastektomi total Hanyamembuang seluruh kelenjar mammae tanpa membersihkan kelenjar limfe. Bartujuan mereseksi sebagian jaringan kelenjar mammae normal di tepi tumor. Model operasi ini terutama untuk karsinoma insitu atau pada pasien lanjut usia. Biasanya dibuat insisi dua terpisah di mammae normal dan aksila.

c) Terapi Hormon Terapi hormonal diberikan pada kanker payudara stadium IV. Jaringan payudara mengandung reseptor estrogen. Pada pasien dengan kanker payudara yang telah metastasis. sedangkan jika memiliki reseptor estrogen dan progesteron. terapi endokrin inisial berupa inhibitor aromatase. Pada banyak pasien.• • Terutama kemoterapi sistemik. respon terhadap inhibitor aromatase lebih besar dibandingkan dengan tamoxifen. Efek samping yang harus diperhatikan adalah bahwa tamoxifen dapat menyebabkan penurunan densitas tulang pada wanita premenopause dan kanker endometrium. lebih sering digunakan inhibitor aromatase. bila perlu dapat dilakukan kemoterapi intra-arterial. reseptor ini mengurangi transkripsi gen dan menginduksi apoptosis. Prinsip terapi ini berdasarkan adanya reseptor hormon yang menjadi target dari agen terapi kanker. Ketika berikatan dengan ligand.1102010287 . semakin banyak yang memakai kemoterapi kombinasi berbasis golongan antrasiklin. tamoxifen juga bermanfaat sebagai kemopreventif kanker payudara. respon terapi dapat mencapai 70%. walaupun tidak mengancam penglihatan. o Postmenopause Terapi hormonal yang diberikan berupa pemberian obat anti estrogen. o 1-5 Tahun Menopause 20 widya paramita . Dosis standard tamoxifen adalah 20 mg. terhadap semua pasien karsinoma invasif dengan diametr terbesar tumor lebih besar atau sama dengan 1 cm harus dipikirkan kemoterapi adjuvant. Kanker payudara primer atau metastasis juga mengandung reseptor tersebut. bagi pasien yang yang memburuk setelah mendapat inhibitor aromatase. Pemberian terapi hormonal dibedakan tiga golongan penderita menurut status menstruasi: o Premenopause Terapi hormonal yang diberikan berupa ablasi yaitu bilateral oopharektomi. Kemoterapi terhadap kanker mammae stadium lanjut atau rekuren dan metastatik Kemoterapi adjuvant karsinoma mammae selain sebaian kecil masih memakai regimen CMF. tamoxifen dapat memberikan manfaat. Tamoxifen paling sering digunakan sebagai terapi adjuvant pada perempuan dengan kanker payudara yang telah di reseksi. Penggunaan tamoxifen harus diteruskan selama 5 tahun. Efek samping yang dapat ditimbulkan antara lain hot flushes. Selain itu. kelainan sekresi cairan vagina dan toksisitas retina. Untuk wanita dengan reseptor estrogen yang positif. Kemoterapi adjuvant pasca operasi Dewasa ini indikasi kemoterapi adjuvant pasca operasi relative luas. Tumor dengan reseptor estrogen tanpa ada reseptor progesteron memiliki respon sebesar 30%. Namun. Pemilihan terapi endokrin atau hormonal berdasarkan toksisitas dan ketersediaan. dengan pemberian 1 kali sehari karena waktu paruh yang panjang.

jika efek estrogen negatif maka dilakukan pemberian obat-obatan anti estrogen. KOMPLIKASI Adanya metastase ke jaringan sekitar secara limfogen dan hematogen merupakan komplikasi pada carcinoma mamae. Hal ini terjadi karena radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel berasal dari oksigen.9. Sel yang hipoksia akan lebih resisten terhadap radiasi dibandingkan dengan sel yang tidak hipoksia.10. Teleterapi paling sering digunakan dalam radioterapi. dan organel sel. Metastase secara limfogen menyebar sampai ke paru. Stadium Kanker Semakin dini semakin baik prognosisnya.dan dapat diikuti oleh modalitas lain yaitu terapi hormonal dan kemoterapi. Efek estrogen positif dilakukan terapi ablasi. d) Radioterapi Merupakan terapi utama untuk kanker payudara stadium IIIb (locally advanced). 5-years survival rate Stadium Survival rate (%) 0 99 21 widya paramita-1102010287 . PROGNOSIS Prognosis kanker payudara ditentukan oleh : 1. hati dan tulang. Tingkat keparahan radiasi tergantung pada oksigen. Teknik ini dapat digunakan sendirian atau kombinasi dengan kemoterapi untuk memberikan kesembuhan terhadap tumor atau kanker yang lokal dan mengkontrol tumor primer. Radioterapi dapat diberikan dengan tiga cara.Jenis terapi hormonal tergantung dari aktifitas efek estrogen. protein. Radiasi terkadang diperlukan untuk paliasi di daerah tulang weight bearing yang mengandung metastase atau pada tumor bed yang berdarah difus dan berbau yang mengganggu sekitarnya. Sedangkan metastase secara hematogen menyebar sampai ke otak. Oleh karena itu. pelura. Prinsip dasar radiasi adalah memberikan stress fisik pada sel kanker yang berada pada keadaan membelah sehingga terjadi kerusakan DNA dan menyebabkan terbentuknya radikal bebas dari air yang dapat merusak membran. b) Bachytherapy Teknik ini berupa implantasi sumber radiasi ke dalam jaringan kanker atau jaringan disekitarnya. 1. yaitu : a) Teleteraphy Teknik ini berupa pemberian sinar radiasi yang memiliki jarak yang cukup jauh dari tumor. pemberian oksigen dapat meningkatkan sensitivitas radiasi. c) Systemic therapy Teknik ini berupa pemberian radionuklida ke dalam masa tumor atau kanker. 1.

skrining dengan mammografi tetap dapat dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan antara lain: . -Pada wanita dengan faktor dilakukan mammografi setiap tahun.I 98 II a 82 II b 65 III a 47 III b 44 IV 14 2. PENCEGAHAN Pada prinsipnya. Setiap wanita yang normal dan memiliki siklus haid normal merupakan populasiat risk dari kanker payudara. strategi pencegahan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar.1102010287 . risiko mendapat rujukan untuk .Wanita normal mendapat rujukan mammografi setiap 2 tahun sampai mencapai usia 50 tahun. Tipe Histopatologi CIS (Carsinoma In Situ) mempunyai prognosis yang lebih baik dibandingkan invasif. Skrining melaluimammografi diklaim memiliki akurasi 90% dari semua penderita kanker payudara. Beberapa metode deteksi dini terus mengalami perkembangan. Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan deteksi dini. Reseptor Hormon Kanker yang mempunyai reseptor (+) dengan hormon memiliki prognosis lebih baik. 22 widya paramita . tetapi keterpaparan terus-menerus pada mammografi pada wanita yang sehat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara. dan milestone. Begitu pula pada kanker payudara. 1. Pencegahan sekunder Pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu yang memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. Karena itu.Wanita yang sudah mencapai usia 40 tahun dianjurkan melakukan cancer risk assessement survey. 3. yaitu pencegahan pada lingkungan. Pencagahan primer ini juga bisa berupa pemeriksaan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) yang dilakukan secara rutin sehingga bisa memperkecil faktor risiko terkena kanker payudara. pada pejamu. Hampir setiap epidemiolog sepakat bahwa pencegahan yang paling efektif bagi kejadian penyakit tidak menular adalah promosi kesehatan dan deteksi dini. pencegahan yang dilakukan antara lain berupa: Pencegahan primer Pencegahan primer pada kanker payudara merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan karena dilakukan pada orang yang "sehat" melalui upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup sehat.11.

3.Foster dan Constanta menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit pada wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dibandingkan yang tidak. Seseorang yang bertawakal adalah seseorang yang menyerahkan. SIKAP SABAR DALAM MENGHADAPI PENYAKIT MENURUT ISLAM Makna Dan Hakekat Tawakal Dari segi bahasa. tawakal berasal dari kata ‘tawakala’ yang memiliki arti. 23 widya paramita-1102010287 . mempercayakan dan mewakilkan. Penanganan yang tepat penderita kanker payudara sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecatatan dan memperpanjang harapan hidup penderita. dilakukan tindakan kemoterapi dengan sitostatika. mempercayakan dan mewakilkan segala urusannya hanya kepada Allah SWT. Pencegahan tertier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. Tindakan pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita. Walaupun sensitivitas SADARI untuk mendeteksi kanker payudara hanya 26%. pengobatan yang diberikan hanya berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan alternatif. bila dikombinasikan dengan mammografi maka sensitivitas mendeteksi secara dini menjadi 75% Pencegahan tertier Pencegahan tertier biasanya diarahkan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara. Bila kanker telah jauh bermetastasis. Pada stadium tertentu. 1984 : 1687). (Munawir. menyerahkan.