You are on page 1of 49

T U G A S M ATA K U L I A H

:

TEKNIK IRIGASI LANJUT

Dosen Pengampu:
Dr. Eng. TRI BUDI PRAYOGO, ST., MT.

OPERASI DAN PEMELIHARAAN
SISTEM IRIGASI SPRINKLER

2015
U N I V E R S I T A S B R A W I J AY A
FA K U LTA S T E K N I K
PROGRAM MAGISTER TEKNIK PENGAIRAN
MANAJEMEN SUMBER DAYA AIR

Disusun Oleh Kelompok:
1. SUSILO BUDI
2. SOLIKIN
3 . E VA R E S M A N I
4 . H E N I S U J AT M I K O

Irigasi sprinkler disebut juga sebagai overhead
irrigation karena pemberian air dilakukan dari
bagian atas tanaman terpancar menyerupai curah
hujan.
A. Sumber air :
dapat berasal dari mata air, sumber air yang
permanen (sungai, danau, dsb), sumur, atau
suatu sistem suplai regional. sumber air terdapat
di atas hamparan, bersih dan tersedia sepanjang
musim.

KOMPONEN IRIGASI SPRINKLER

B. Sumber Energi untuk Irigasi
Sistem
irigasi
dioperasikan
dengan
menggunakan sumber energi yang berasal
dari gravitasi atau pemompaan atau dengan
penguatan tekanan dengan menggunakan
pompa penguat tekanan (booster pump).

KOMPONEN IRIGASI SPRINKLER

KOMPONEN IRIGASI SPRINKLER
Jaringan Pipa yang terdiri dari :
 Lateral, merupakan pipa tempat diletakkannya sprinkler
 Manifold, merupakan pipa dimana pipa-pipa lateral dihubungkan.
 Valve line, merupakan pipa tempat diletakkan katup air.
 Mainline, merupakan pipa yang dihubungkan dengan valve line.
 Supply line, merupakan pipa yang menyalurkan air dari sumber air

Side Roll/Wheel Roll 3. Center Pivot b. Hand Move system b. Traveling Big Gun 4. Sistem permanent (Fixed/Solid Set) 2. Center pivot atau Linear move a.JENIS IRIGASI SPRINKLER Sistem permanent (Fixed/Solid Set) 1. Portable dan semi portable (hand move atau mechanical move) a. Linear Move Hand Move system Side Roll/Wheel Roll .

JENIS IRIGASI SPRINKLER Traveling Big Gun Linear Move Center Pivot .

• Sesuai untuk daerah-daerah dengan sumber atau persediaan air yang terbatas. • Sesuai untuk lahan berlereng tanpa menimbulkan masalah erosi yang dapat mengurangi tingkat kesuburan tanah. 7 .Kelebihan Penggunaan Jaringan Irigasi Sprinkler : Beberapa kelebihan sistem irigasi sprinkler dibanding dengan irigasi konvensional atau irigasi gravitasi adalah : • Sesuai untuk daerah-daerah dengan keadaan topografi yang kurang teratur • Cocok untuk lahan pertanian dengan jenis tanah bertekstur pasir tanpa menimbulkan masalah kehilangan air yang berlebihan. mengingat kebutuhan air pada irigasi curah relatif sedikit.

 Namun jika menggunakan air sungai atau sumur rumah tangga. misalnya sumber air yang berasal dari sungai.  Pemasangan pipa-pipa ini dapat dilakukan dengan cara ditanam atau diletakkan di atas tanah mengikuti rancangan jaringan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. OPERASI & PEMELIHARAAN (1) 1.  Jika menggunakan sumber air yang berada dalam tangki terpasang sudah ada. atau menggunakan pipa galvanis atau baja. Pemasangan jaringan pipa (1)  Untuk menggunakan sistem irigasi sprinkler dapat menggunakan pipa paralon atau PVC diameter 1 inci atau 25 mm. OPERASI (1) 1. waduk. sumur. 2.L. Penetapan sumber air  Ada berbagai jenis sumber air yang dapat digunakan. 8 . maka pipa utama. atau lateral bisa langsung dihubungkan dengan sumber air. maka terlebih dahulu pompa harus dipasang.

 Penggunaan asesories untuk penyambungan pipa ini biasanya menggunakan lem pipa atau menggunakan asesoris yang memiliki ulir. sambungan cabang tiga (tee). Pemasangan jaringan pipa (2)  Untuk penyambungan pipa-pipa PVC. sedangkan pada pipa PE bagian ujung cukup dilipat dan dikat agar tidak terjadi kebocoran. 9 . dapat menggunakan asesories pipa untuk penyambungan. misalnya karena kondisi lahan yang memiliki belokan. OPERASI (2) 2. seperti belokan (elbow).  Untuk pipa PVC. pada bagian ujung pipa dipasang penutup (dop) atau end cap. dan sambungan lurus.L. OPERASI & PEMELIHARAAN (2) 1.

L. OPERASI & PEMELIHARAAN (3) 1. OPERASI (3) 3.  Pemasangan sprinkler dilakukan dengan tahapan (1) membuat dudukan sprinkler pada lateral. 10 . Pemasangan Sprinkler  Pemasangan sprinkler disesuaikan dengan desain yang ditetapkan. (3) memasang sprinkler pada riser. Untuk itu sebelum jaringan dipasang harus dipertimbangkan jenis tanaman apa yang akan ditanam. Karena sprinkler harus dipasang pada titik-titik tertentu sesuai dengan rancangan dan jangkauan siraman. (2) memasang riser.

tahapan selanjutnya adalah menghubungkan jaringan dengan sumber air. jika diperlukan. (2) memasang pipa input sesuai dengan letak atau posisi sumber air.  Untuk sistem irigasi sprinkler yang menggunakan sumber air dari sumur atau sungai. OPERASI (4) 4. (6) Memasang katup aliran balik (back flow device) jika diperlukan. (11) Memasang penutup pada ujung pipa. (9) Memasang lateral. (8) Memasang pengatur tekanan (pressure regulator). (10) Memasang sprinkler. (4) Memasang pipa output. (3) mamasang foot valve pada ujung bawah pipa input.L. Adapun tahapan adalah sebagai berikut (1) Menempatkan pompa sesuai dengan lokasi pemasangan. OPERASI & PEMELIHARAAN (4) 1. hubungkan pipa utama dengan pompa. Penyambungan jaringan ke sumber air  Jika jaringan sistem irigasi telah terpasang sesuai dengan rancangan. (7) Memasang filter (jika diperlukan untuk sumber air yang kualitasnya tidak terjamin). 11 . (5) Memasang pipa utama.

dan dipastikan tidak ada lagi kekurangan. dan jika sudah sesuai dengan rancangan jaringan sistem irigasi sprinkler siap dipakai. Pengoperasian sistem irigasi sprinkler  Setelah jaringan dihubungkan dengan sumber air. Lalu kinerja siramannya sesuai dengan kapasitas. Cek semua jaringan sistem irigasi sprinkler. dan pastikan tidak ada kebocoran pada jaringan kecuali pada bagian sprinkler. jika menggunakan pompa hidupkan pompa. OPERASI (5) 4.   12 .L. Jika ada kebocoran atau tidak sesuai dengan rancangan lakukan perbaikan. OPERASI & PEMELIHARAAN (5) 1. hidupkan pompa pada sumber air.

2. mangan dan asam belerang (H2S). 13 . Pengecekan kualitas air Penggunaan bahan kimia Penjernihan air     Jika air yang digunakan untuk irigasi sprinkler tidak jernih. dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan pada sistem irigasi sprinkler. 3. Untuk itu perlu dilakukan penjernihan air yang biasa dilakukan dengan penambahan zat klorine ke sumber air. PEMELIHARAAN (1) 1. Klor bebas yang ada juga akan bereaksi secara kuat dengan bahan-bahan yang dapat teroksidasi seperti besi. Klorin bertindak sebagai bahan pengoksidasi di dalam air dan dengan tujuan utama menghilangkan bahan organik. OPERASI & PEMELIHARAAN (6) 2. sisa klor aktif dalam jumlah ppm dari klorin yang tersedia harus dapat terukur pada ujung pipa lateral dari sistem irigasi sprinkler. Agar efektif.L.

5.  Penyumbatan saringan dapat dibersihkan dengan menggunakan kuas rambut kaku atau dengan menyemprotkan air.  Jika kondisi filter sudah tidak dapat berfungsi. OPERASI & PEMELIHARAAN (7) 2. ganti dengan yang baru.L. dan perhatikan besarnya daerah jangkauan siraman pada lahan pertanaman. Perawatan jaringan irigasi (1)  Cek jaringan pipa sistem irigasi untuk mengecek bocoran. 14 . PEMELIHARAAN (2) 4. Perawatan filter  Baik filter penyaring biasa ataupun media penyaring media dalam sistem irigasi sprinkler harus selalu di cek selama atau sesudah masa penggunaan dan harus dalam keadaan bersih. hal ini dapat menunjukkan ada tidaknya kebocoran pada jaringan atau rusaknya sprinkler.  Untuk membersihkan saringan media pasir harus dibilas dengan air dengan menggunakan tekanan.

jika pada jaringan pipa tidak terlihat adanya kerusakan. namun masih diperlukan pekerjaan pengecekan secara manual. PEMELIHARAAN (3) 5. secara berkala untuk menghilangkan endapan yang dapat menyebabkan penyumbatan nozel. tapi jika kerusakannya berat ganti saja.  Pengecekan jaringan sistem irgasi sprinkler.L. OPERASI & PEMELIHARAAN (8) 2. lakukan perbaikan. diawali dengan pengecekan performansi kerja sprinklernya. 15 . Perawatan jaringan irigasi (2)  Juga perlu dilakukan pembilasan pipa lateral dan pipa pembagi.  Pembilasan ini dapat dirancang secara otomatis. maka lakukan analisa tingkat kerusakan.  Namun jika kerusakan sudah terlihat pada jaringan pipanya.  Jika bisa diperbaiki.

PEMELIHARAAN (4) 5. maka perlu penggunaan bahan kimia. dengan kemungkinan ada kebocoran atau penyumbatan. maka ganti saja pipa dengan yang baru. maka bisa dipastikan terjadi kerusakan pada jaringan pipa. maka perlu dilakukan pembilasan balik (flushing). Tapi semua ini harus mempertimbangkan aspek ekonomis dan ketersediaan bahan. OPERASI & PEMELIHARAAN (9) 2. maka perbaiki atau diganti sesuai dengan tingkat kerusakannya.L. misalnya karena penyumbatan telah berlangsung lama. sedangkan jika terjadi penyumbatan. namun performansi kerja alat aplikasi penetesnya tidak maksimal setelah diperbaiki atau diganti.  Pengecekan jaringan sistem irigasi sprinkler harus dilakukan secara periodik dan terus menerus. jika biaya penggunaan bahan kimia lebih tinggi dari pada penggantian pipa yang tersumbat.  Jika yang terjadi kebocoran. Perawatan jaringan irigasi (3)  Dalam kasus dimana tidak terlihat kerusakan pada sistem jaringan.  Jika hal ini tidak membantu. 16 .

L. terutama daya tetesnya jika tidak sesuai dengan desain yang diinginkan. OPERASI & PEMELIHARAAN (10) 2. (2) Bersihkan kotoran yang ada pada nozel sprinkler. 17 . PEMELIHARAAN (5) 6. (4) Hidupkan jaringan dan cek kembali performasi sprinkler. jika performansinya tidak maksimal ganti. Perawatan sprinkler  Masalah yang paling sering terjadi pada sistem irigasi sprinkler adalah komponen sprinklernya. (3) Pasang kembali sprinkler pada riser. Gangguan tersebut biasanya tersumbatnya bagian nozel.  Untuk pengecekan nozel yang perlu diperhatikan adalah performansi kerjanya. (1) Lepaskan sprinkler dari riser. hal ini disebabkan karena kondisi air yang tidak baik.  Jika hal ini terjadi maka lakukanlah hal-hal berikut.

Contoh Skema Jaringan Sprinkler Pipa lateral Pipa utama Pipa riser Pompa JIAT pompa 18 .

252 m 18 m 9m E 429000 15 m 28.078 m Y = 9090548.A2 X = 429266.3 PUSAIR Z = + 45.913 m BM.601 m Pompa SPB-233 Sprinkler Type Biggun Sprinkler Type Rotator 19 60 63 E 429400 .5 m 66m 66m 44 33 m 66m 40 41 42 49 40 Y = 429030.095 m 41 Y = 9090629.E 428800 BM.720 m Dusun Batu Gembung PAT BK 140 BM.589 m 45 46 45 47 43 48 43 66 m 50 58 m 33 m 51 33 m 8m 33 m 33 m 33 m 45 28 m 66 m 66 m 66 m 66 m 66 m 52 66 m 33 m 33 m 39 38 37 9m 33 m 66 m 9m 53 9m 18 m 33 m 33 m 33 m 58 m 33 m 33 m 33 m 33 m 54 9m 66 m 9m 18 m 66 m 9m 55 44 43 42 33 m 214°55'25" 59 58 33 m 36 m 36 m 33 m E 429200 24 m 30m 30 m 30 m 33 m 145°04'35" 33 m 56 9m 18 m 66 m 9m 57 9m 18 m 66 m 9m 66 m 9m 18 m 66 m 9m 66 m 9m 18 m m 60 18 m 55 61 ram Mata 66 m Ke An yar 62 44 Ke 64 233 Z = + 50.932 m Y = 9090490.A1 Z = + 49.5 m 44 42 43 143.223 m X = 429253.

20 . • Pemborosan air dapat dihindarkan. tepat waktunya dan tepat jumlahnya). • Air yang tersedia dibagi secara adil dan merata. operasi jaringan irigasi sprinkler ini adalah kesatuan proses penyadapan air dari sumber air (pompa) ke lahan-lahan pertanian sehingga : • Air yang tersedia dapat digunakan dan dimanfaatkan secara efektif dan efisien. • Air diberikan ke lahan-lahan pertanian secara tepat sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman (tepat caranya.Operasi Irigasi Sprinkler Dalam pengertian luas.

Kegiatan Operasi Jaringan Sprinkler Upaya pengaturan air irigasi pada jaringan irigasi sprinkler meliputi : • Penyediaan lahan • Pemberian air irigasi • Penggunaan jaringan (membuka/menutup kran) • Menyusun Rencana Tata Tanam (RTT) • Pengumpulan data selama operasi jaringan dilakukan • Pemantauan dan Evaluasi 21 .

Rencana Tata Tanam (RTT) • Luas lahan yang diairi (irigasi) • Waktu tanam • Jenis tanaman Pipa lateral Pipa utama Pipa riser Pompa JIAT pompa 22 .

Kebutuhan Air Untuk Tanaman • Sesuai kebutuhan dan jenis tanaman • Kondisi iklim (kemarau dan hujan) • Setiap fase pertumbuhan tanaman Contoh fase tanaman jagung 23 .

89 Pembentukan buah/umbi 66-105 0.64 Pembungaan 51-65 0.48 24 .67 Pematangan 106-120 0.32 Vegetatif 21-50 0.Contoh kebutuhan air rata-rata untuk tanaman jagung pada tiap periode tumbuh (fase pertumbuhan) Periode Tumbuh Umur (Hari) Kebutuhan Air (Etc) (Ltr/det ) Pertumbuhan awal 1-20 0.

Persiapan a) Pemeriksaan terhadap tenaga penggerak: .Persiapan melakukan operasi jaringan sprinkler 1.Bahan bakar 25 .

Persiapan melakukan operasi jaringan sprinkler .Periksa Minyak Pelumas .Periksa Air Pendingin .Periksa Air Accu 26 .

Persiapan melakukan operasi jaringan sprinkler b) Pemeriksaan terhadap pompa .Pompa sudah di pancing c) Pemeriksaan terhadap jaringan .Kelengkapan sprinkler head 27 .Kondisi katup .Kondisi pipa .

Memasang gun sprinkler pada pipa riser  Periksa apakah seal karet sudah terpasang pada soket pada pipa riser  Pastikan posisi Stop Kran dalam posisi terbuka (on)  Pasang gun sprinkler pada soket lalu kunci dengan memasang klem pengunci  Periksa apakah pemasangan sudah benar Persiapan melakukan operasi jaringan sprinkler 28 .2.

Persiapan melakukan operasi jaringan sprinkler - Periksa apakah pemasangan sudah benar Tuas klem perputaran sprinkler (berputar penuh atau tidak) 29 .

Sprinkler yang beroperasi bersamaan .3.Tipe gun sprinkler : 2 buah sprinkler Pipa lateral Pipa utama Pipa riser Pompa JIAT pompa 30 .

terlalu kecil Tanah Tanaman 31 . optimum Tek. terlalu besar Tek.METODE VISUAL UNTUK EVALUASI TEKANAN OPERASI Tek.

Pastikan katup pada 2 buah pipa riser yang menerima giliran pertama dalam posisi terbuka . 32 .Naikkan putaran motor sampai putaran operasi maksimal (±2000 rpm) atau pressure 5 – 10 cm2/kg .Hidupkan motor bakar pada putaran rendah (idle) selama 5 menit sebagai pemanasan .4. Menjalankan dan menghentikan tenaga penggerak dan pompa a) Tipe Gun-Sprinkler .Menghentikan unit pompa dilakukan dengan urutan : menurunkan putaran motor bakar secara bertahap. menekan atau menggeser saklar ke posisi off.

Rotasi (Pergiliran) sprinkler head  Pasang 2 sprinkler (pada satu pipa lateral)  Pada saat 2 gun sprinkler sedang beroperasi (2 pipa riser giliran I). 33 . buka katup pada 2 pipa riser giliran II  Tutup katup pada 2 pipa riser giliran I  Pindahkan 2 gun sprinkler dari pipa riser giliran I ke 2 pipa riser giliran III. lakukan persiapan untuk 2 gun sprinkler lainnya (2 pipa riser giliran II)  Setelah tanah cukup basah (misal 1 jam).5. dan seterusnya  lakukan perpindahan gun sprinkler sampai semua lahan terairi.

Rotasi operasi sprinkler 34 .

6. Melepas gun sprinkler dari pipa riser a) Tipe Gun-Sprinkler     Lepaskan klem pengunci Lepaskan Gun Sprinkler dari soket dengan hati-hati Pastikan stop kran kembali pada posisi off (tertutup) Simpan kembali sprinkler pada tempatnya semula (gudang) 35 .

Pemeliharaan Rutin • Pekerjaan pemeliharaan dilakukan secara terus menerus sesuai dengan kebutuhan • Pemeliharaan berkala • Pekerjaan dilaksanakan secara periodik disesuaikan dengan tersedianya anggaran • Secara swakelola 36 .

Pelaksanaan Pemeliharaan • Pekerjaan bersifat darurat agar jaringan dan komponennya dapat berfungsi kembali dapat dilakukan secara swakelola • Apabila kerusakan berat dapat dilakukan secara kontraktual 37 .

Pompa Air a) Pompa Centrifugal  Penggantian bantalan peluncur poros (bearing) bila pompa pada waktu operasi sudah mengeluarkan suara bising atau pompa bergetar  Penggantian spearpat mekanis & non mekanis bila tekanan pompa sudah berkurang b) Pompa Turbin  Pelumasan poros pompa dan poros penghubung  Pemeriksaan komponen pompa dilakukan bila pompa telah berkurang tekanannya 38 .Pelaksanaan Pemeliharaan 1.

pengencangan baut-baut yang longgar.MESIN POMPA  8 jam operasi (pembersihan & penggantian saringan oli)  100 jam operasi (pembersihan tutup oli mesin & saringan udara serta pembersihan sirip-sirip pendingan mesin  300 jam operasi (ganti oli mesin. saringan bahan bakar. saringan oli. pemerikasaan rocker arms pengatur katup (buang dan masuk)  400 jam operasi (penyetelan kedudukan/posisi kopel)  1500 jam operasi (pembongkaran/turun mesin ringan. pengecekan baut silinder head dan bagian-bagian injektor)  3000 jam operasi (pembongkaran/turun mesin total 39 . pengecekan timing penyemprotan.

Saringan  Pembersihan saringan dilakukan sesering mungkin  Bila terdapat lubang/sobek harus diganti. 4.Pelaksanaan Pemeliharaan 3. Jaringan Perpipaan  Pencucian bagian dalam pipa dilakukan dg membuka dop pipa yang terdapat di ujung pipa sub utama (wash-out)  Pencucian dilakukan secara bergantian per sub utama pada waktu selesai musim tanam 40 .

apakah terdapat kerusakan ringan (cacat)  Cuci dan bersihkan dari kotoran dengan air bersih  Periksa tekanan pegas ulir swing (drive atau oscilating) arm  Periksa pola penyebaran air setiap sprinkler 41 . Sprinkler a) Berkala Bersihkan lubang nozzle menggunakan benda lunak Swing arm harus benar-benar bebas bergerak Periksa lubang jalannya air dalam body sprinkler b) Akhir musim  Periksa bagian main bearing dan swing arm bearing pada semua sprinkler.Pelaksanaan Pemeliharaan 5.

Inspeksi Rutin • Sepuluh (10) hari atau 15 hari sekali mengecek untuk memastikan jaringan tidak ada yang bocor • Kerusakan-kerusakan ringan harus segera diperbaiki • Melakukan identifikasi dan analisis kerusakan secara berkala 42 .

Tabel Nilai Kerusakan Kondisi Tingkat Kerusakan Jenis Pemeliharaan Baik < 10 % Rutin Rusak Ringan ( 10 – 20 ) % Berkala Rusak Sedang ( 21 – 40 ) % Perbaikan Rusak Berat > 40 % Perbaikan Berat 43 .

Contoh Foto-foto Dalam Pelaksanaan Operasi & Pemeliharaan Jaringan Irigasi Gun Sprinkler 44 .

Kegiatan Operasi Jaringan 45 .

Pemeliharaan Jaringan 46 .

Pemeliharaan Jaringan 47 .

48 .

5 33 2.365 Hujan 16 1.5 24 3.146 Kemarau 22 1.970 Musim Sumber data: Hasil Kajian Balai Irigasi.456 Kemarau 22 22 48. 2008. durasi dan konsumsi air total sistem irigasi alur dengan irigasi sprinkler pada musim hujan dan kemarau Sistem irigasi Sprinkler Alur Frekuensi (kali/MT) Durasi (jam) Total durasi irigasi (jam/MT) Kebutuhan irigasi (m3/MT) Hujan 16 1 16 1. 49 .4 6.Tabel Perbandingan frekuensi.