2

ABSTRAK
Bahwa secara normatif, etika bisnis menurut hukum Islam memperlihatkan
adanya suatu struktur yang berdiri sendiri dan terpisah dari struktur lainnya. Hal itu
disebabkan bahwa dalam ilmu akhlak (moral), struktur etika dalam agama Islam lebih
banyak menjelaskan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran baik pada tataran niat atau ide
hingga perilaku dan perangai. Nilai moral tersebut tercakup dalam empat sifat, yaitu
shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Keempat sifat ini diharapkan dapat menjaga
pengelolaan institusi-institusi ekonomi dan keuangan secara profesional dan menjaga
interaksi ekonomi, bisnis dan social berjalan sesuai aturan permainan yang berlaku.
Dalam hukum Islam, etika bisnis tidak hanya dipandang dari aspek etika secara parsial,
tetapi dipandang secara keseluruhan yang memuat kaidah-kaidah yang berlaku umum
dalam agama Islam. Artinya, bahwa etika bisnis menurut hukum Islam harus dibangun
dan

dilandasi

oleh

prinsip-prinsip

kesatuan

(unity),

keseimbangan/keadilan

(equilibrium), kehendak bebas/ikhtiar (free will), pertanggungjawaban (responsibility)
dan kebenaran (truth), kebajikan (wisdom) dan kejujuran (fair). Kemudian, harus
memberikan visi bisnis masa depan yang bukan semata-mata mencari keuntungan yang
bersifat ’’sesaat’’, melainkan mencari keuntungan yang mengandung ’’hakikat’’ baik,
yang berakibat atau berdampak baik pula bagi semua umat manusia.
Keyword : Etika Bisnis, Hukum Islam

3

DAFTAR ISI

ABSTRAK........................................................................................................................ii
DAFTAR ISI....................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................1
1.1

Latar Belakang Masalah..................................................................................1

1.2

Rumusan Masalah............................................................................................2

1.3

Tujuan Penulisan Makalah..............................................................................2

BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................3
2.1 Konsep Etika Bisnis Islam....................................................................................3
2.1.1 Konsep Etika Bisnis Secara Umum...............................................................3
2.1.2 Konsep Etika Bisnis dalam Islam..................................................................4
2.2. Konsep Hukum Islam...........................................................................................9
2.3 Bisnis yang Sesuai dengan Hukum Islam..........................................................11
2.4 Relevansi Etika Bisnis Islam dengan Hukum Islam.........................................14
BAB III SIMPULAN......................................................................................................16
3.1 Simpulan...............................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................17

yaitu yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. bisnis baik sebagai aktivitas maupun sebagai entitas. Karena seorang muslim yakin bahwa setiap tindakan pasti Allah selalu mengawasinya. pelaku ekonomi melakukan berbagai inovasi dalam rangka memperbaharui sistem perekonomian. bukan untuk memberikan kerugiaan bagi orang lain. dengan sikap inilah semoga kita mampu melakukan bisnis yang sesuai dengan syariat agama. Sementara itu. Bisnis berjalan sebagai proses yang telah menjadi kegiatan manusia sebagai individu atau masyarakat untuk mencari keuntungan dan memenuhi keinginan dan kebutuhan hidupnya. Dalam kenyataan itu bisnis dan etika dipahami sebagai dua hal yang terpisah bahkan tidak ada kaitannya. jauh dari sekarang islam pernah mendapatkan kejayaan pada masa rosulullah dalam sistem perekonomian perdagangan. Dalam kehidupan realiti. telah ada dalam sistem dan strukturnya yang “baku”. dengan julukan al-amin rosulullah membawa islam bukan hanya di daerah arab akan tetapi dalam pangsa pasar internasional. yang baik atau buruk. Etika adalah ilmu yang berisi patokan-patokan mengenai apa-apa yang benar atau yang salah. Sebaliknya etika bila diterapkan dalam dunia bisnis dianggap dapat . Keberadaan etika mampu memberikan konstibusi dalam berbisnis. Jika pun ada malah dipandang sebagai hubungan negatif dimana.1 Latar Belakang Masalah Dengan kemajuan jaman yang semakin pesat. sistem perekonomianpun menunjukan eksistensinya dalam dunia persaingan yang sangat ketat. yang bermanfaat atau tidak. karena pada waktu itu rosulullah mengedepankan etika bisnis yang bersesuaian dengan hukum islam. menjadikan sesuatu yang lebih menarik dan memiliki nilai tersendiri. praktek bisnis merupakan kegiatan yang bertujuan mencapai laba sebesar-besarnya dalam situasi persaingan bebas.1 BAB I PENDAHULUAN 1. etika telah dipahami sebagai sebuah disiplin ilmu yang mandiri dan karenanya terpisah dari bisnis. Setiap tingkah laku yang kita lakukan dapat menjadi timbal balik apa yang akan kita dapatkan. bisnis merupakan salah satu bagian dari bermuamalah. dalam islam diatur sebagai mana tata cara bermuamalah yang baik.

secara teoritis dapat dibedakan dalam dua pengertian. Sehubungan dengan itu. 3. dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau . etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik. 3. aturan hidup yang baik. Ini berarti etika berkaitan dengan nilai-nilai.1. etika berasal dari kata Yunani ethos. baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat atau kelompok masyarakat.1 Konsep Etika Bisnis Secara Umum Untuk memahami apa yang dimaksud dengan etika bisnis secara umum. Bagaimana konsep dasar Etika Bisnis dalam Islam ? Apa yang dimaksud dengan Hukum Islam ? Bagaimana bisnis yang sesuai denga Hukum Islam ? Bagaimana relevansi Etika Bisnis Islam dengan Hukum Islam ? 1. 4. berarti “adat istiadat” atau “kebiasaan”. maka kita perlu membandingkan dengan moral. Dengan demikian hubunan antara bisnis dan etika telah melahirkan hal yang problematis. Dalam pengertian ini.mengganggu upaya mencapai tujuan bisnis.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini yaitu : 1. 2. 2. tata cara hidup yang baik. 1. Ini sesungguhnya tidak sepenuhnya salah.1 Konsep Etika Bisnis Islam 2. Baik etika dan moral sering dipakai secara dapat dipertukarkan dengan pengertian yang sering disamakan bagitu saja.3 Tujuan Penulisan Makalah Tujuan dari penulisan makalah ini adalah : 1. Pertama. Hanya saja perlu diingat bahwa etika bisa saja mempunyai pengertian yang sama sekali berbeda dengan moral. 4. walaupun dalam penggunaan praktis sering tidak mudah dibedakan. Untuk mengetahui bagaimana konsep dasar Etika Bisnis dalam Islam Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Hukum Islam Untuk mengetahui bagaimana bisnis yang sesuai denga Hukum Islam Untuk mengetahui bagaimana relevansi Etika Bisnis Islam dengan Hukum Islam BAB II PEMBAHASAN 2. yang dalam bentuk jamaknya (ta etha).

Kebiasaan ini lalu terungkap dalam perilaku berpola yang terus berulang sebagai sebuah kebiasaan. Yang menarik dalam hal ini. manusia dalam seluruh . Jadi. Etika dalam pengertian ini dimengerti sebagai filsafat moral.3 dari satu generasi ke generasi yang lain. Dengan demikian. adalah bahwa pengertian etika justru persis sama dengan pengertian moral yang berasal dari kata Latin “mos”. berisikan nilai dan norma-norma konkrit yang menjadi pedoman dan pegangan hidup kehidupannya. etika juga dipahami dalam pengertian yang sekaligus berbeda dengan moral. Kedua. samasama berarti sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah diinstruksionalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang terulang dalam kurun waktu yang lama sebagaimana layaknya sebuah kebiasaan. berarti “adat istiadat” atau “kebiasaan”. etika dalam pengertian pertama. etika dan moral. yaitu secara harfiah. sebagaimana halnya moral. atau ilmu yang membahas dan mengkaji nilai dan norma yang diberikan oleh moral dan etika dalam pengertian pertama di atas. bentuk jamaknya “mores”. dalam pengertian pertama ini.

4 Ia berkaitan dengan perintah dan larangan langsung yang bersifat konkrit. Dan menurut anoraga dan soegiastuti. 2. dan semangatnya untuk memuaskan mitra bisnisnya. khususnya dalam bermasyarakat. keseimbangan. namun di batasi dalam cara memperolehnya dan pendayagunaan hartanya ( aturan halal dan haram ). kepemilikan hartanya (barang/ jasa) termasuk profitnya. etika dalam pengertian ini lebih bersifat normatif dan karena itu lebih mengikat setiap pribadi manusia. yang dijalankan seseorang.Nilai-nilai di atas . dan (b) masalah-masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma-norma moral yang umum diterima. Adapun menurut pandangan Straub dan Attner bisnis tak lain adalah suatu organisasi yang menjalankan aktivitas produksi dan penjualan barang-barang dan jasa-jasa yang diinginkan oleh konsumen untuk memperoleh profit. Maka. Dalam kaitan dengan itu. Etika bisnis memegang peranan penting dalam membentuk pola dan sistem transaksi bisnis.Sisi yang cukup menonjol dalam meletakkan etika bisnis Nabi Muhammad SAW adalah nilai spiritual. kejujuran. Sebagai sebuah cabang filsafat.2 Konsep Etika Bisnis dalam Islam Secara umum bisnis diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memperoleh pendapatan atau penghasilan (rezeki) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan hidupnya dengan cara mengelola sumber daya ekonomi secara efektif dan efisien. humanisme. Magnis Suseno mengatakan bahwa etika adalah sebuah ilmu dan bukan ajaran. bisnis memiliki makna dasar sebagai “ the buying and selling of goods and services”. etika dalam pengertian kedua sebagai filsafat moral tidak langsung memberi perintah konkrit sebagai pegangan siap pakai.1.Adapun dalam Islam bisnis dapat dipahami sebagai serangkaian aktivitas bisnis dalam berbagai bentuk yang tidak dibatasi jumlahnya. etika lalu sangat menekankan pendekatan kritis dalam melihat dan menggumbuli nilai dan norma moral serta permasalahan-permasalahan moral yang timbul dalam kehidupan manusia. yang ia maksudkan adalah etika dalam pengertian kedua ini. Dengan demikian. etika dalam pengertian kedua ini dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai (a) nilai dan norma yang menyangkut bagaimana harus hidup baik sebagai manusia. Sebaliknya.

yang meliputi kehidupan manusia di bumi secara keseluruhan. pada tingkat absolut menempatkan makhluk untuk melakukan penyerahan tanpa syarat pada kehendakNya: . 1.Manajer profesional. firman Allah swt : Artinya : “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri.5 telah melandasi tingkah laku dan sangat melekat serta menjadi ciri kepribadian sebagai . Secara prinsip. Implementasi bisnis yang ia lakukan berporos pada nilainilai tauhid yang diyakininya. hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tauhid Sistem etika Islam.Tidakkah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu”. Umat manusia tak lain adalah wadah kebenaran. ia telah menjadikan empat pilar berikut ini sebagai dasar transaksi ekonominya. dan harus memantulkan cahaya kemuliaannya dalam semua manifestasi duniawi. selalu tercermin dalam konsep tauhid yang dalam pengertian absolut hanya berhubungan dengan Tuhan. (QS:Fushshilat: 53) Tauhid.

transaksi fiktif (gharar). tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.Tauhid rububiyyah merupakan keyakinan bahwa semua yang ada dialami ini adalah memiliki dan dikuasai oleh Allah SWT. yaitu Allah swt. Tauhid uluhiayyah menyatakan aturan darinya dalam menjalankan kehidupan.Kedua diterapkan Nabi Muhammad SAW dalam kegiatan ekonomi. Tauhid memadukan di sepanjang garis vertikal segi politik. perjudian dan spekulasi (Maysir) dan komoditi haram adalah wujud dari keyakinan tauhid ini. Dalam meninggalkan praktik riba . konsep tauhid merupakan dimensi vertikal Islam.Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu.dia Telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. sosial. (QS : Yusuf: 40) Dalam pengertian yang lebih dalam. Itulah agama yang lurus. Pelaku ekonomi (manusia) hanya mendapatkan amanah mengelola (istikhlaf). dan agama dari kehidupan manusia menjadi suatu kebulatan yang homogen dan konsisten.Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. .”. bahwa setiap harta (aset) dalam transaksi bisnis hakekatnya milik Allah swt.6 Artinya : “Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali Hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. dan oleh karenanya seluruh aset dan transaksi harus dikelola sesuai dengan ketentuan pemilik yang hakiki. ekonomi. Kepeloporan Nabi Muhammad saw.

Keseimbangan juga harus terwujud dalam kehidupan ekonomi.” (QS Al Mulk: 3-4) Seimbangan atau keharmonisan sosial. Keseimbangan (Adil) Pandangan Islam mengenai kehidupan berasal dari suatu persepsi Ilahi mengenai keharmonisan alam. karena sistem “Profit and lost sharing system” 3. dalam segala jenis bisnis yang dijalaninya.7 2.Maka Lihatlah berulang-ulang. Ia meninggalkan tradisi riba dan memasyarakatkan kontrak mudharobah (100% project financing) atau kontrak musyarakah (equity participation).Prinsip kebebasan ini pun mengalir dalam ekonomi . tetap kebebasan manusia juga diberikan oleh Tuhan. Kehendak Bebas Salah satu kontribusi Islam yang paling original dalam filsafat sosial adalah konsep mengenai manusia ‘bebas’. Benar. Kemahatahuan Tuhan meliputi segala kegiatan manusia selama ia tinggal di bumi. Kedudukan dan tanggung jawab para pelaku bisa ia bangun melalui prinsip “akad yang saling setuju”.Hanya Tuhanlah yang mutlak bebas. Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. Nabi Muhammad Saw. menjadikan nilai adil sebagai standard utama. Artinya : “Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.Sungguh.merupakansuatu sifat dinamis yang mengerahkan kekuatan hebat menentang segenap ketidakadilan. tetapi dalam batas-batas skema penciptaan-Nya manusia juga secara bebas.

modifikasi dan ekspansi seluas sebesar-besarnya. ‘ijarah. bahkan transaksi bisnis dapat dilakukan dengan siapa pun secara lintas agama. (QS AI-Muddatstsir:38). murabahah.8 Islam Prinsip transaksi ekonomi yang menyatakan asas hukum ekonomi adalah halal. Kebebasan harus diimbangi dengan pertanggungjawaban manusia. salam. 4.Model-model usaha tersebut antara lain. harus menjalani konsekuensi logisnya: Artinya : “Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya”. istishna. Bertanggung Jawab Nabi Muhammad SAW mewariskan pula pilar tanggung jawab dalam kerangka dasar etika bisnisnya. seolah mempersilahkan para pelakunya melaksanakan kegiatan ekonomi sesuai yang diinginkan. termasuk skema kerja sama bisnis yang dieksplorasi Nabi Muhammad Saw. mudharabah. menumpahkan kreativitas. musyarakah. setelah menetukan daya pilih antara yang baik dan buruk. dan lainlain.Dalam kaitan ini. kita memperoleh pelajaran yang begitu banyak dari Nabi Muhammad Saw. . Di luar praktek ribawi yang dianut masyarakat masa itu. wakalah.

Di samping itu. maka setiap individu harus mempertanggungjawabkan tindakannya.9 Karena keuniversalan sifat al-’adl. dan seorang yang berdosa tak akan memikul dosa orang lain”(QS Al-An’am :164). Nabi menunjukkan integritas yang tinggi dalam memenuhi segenap klausul kontraknya dengan pihak lain seperti dalam hal pelayanan kepada pembeli. manusia juga dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan yang berlangsung di sekitarnya. dan kualitas barang yang dikirim. Manusia kan mendapatkan sesuai dengan apa yang diusahakannya. pengiriman barang secara tepat waktu. Artinya : “Dan tidaklah seseorang berbuat dosa melainkan mudaratnya kembali kepada dirinya sendiri. manusia telah diperingatkan lebih dahulu. Wujud dari etika ini adalah terbangunnya transaksi yang fair dan bertanggungjawab. Artinya : “Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orangorang yang zalim saja di antaramu”(QS Al-Anfal :25).Tak seorang pun dapat lolos dari konsekuensi perbuatan jahatnya hanya dengan mencari kambing hitam.Karena itu. beliaupun kerap mengaitkan suatu proses ekonomi dengan pengaruhnya terhadap . Bukan itu saja.

.. pengertian hukum islam memiliki pengertian tersendiri yang berbeda dari pengertian hukum di atas. Untuk itu. yaitu hukum sebagai peraturan-peraturan atau seperangkat norma yang mengatur tingkah laku manusia dalam suatu masyarakat. Dr. Konsep Hukum Islam Kata hukum memiliki banyak pengertian . hukum islam tidak dapat dipisahkan dari agama islam. Ada pula pengertian hukum lainnya . Purwosutjipto. menurut H. hukum islam adalah peraturan yang dirumuskan berdasarkan wahyu Allah dan sunah rasul tentang tingkah laku mukallaf yang diakui dan berlaku serta mengikat bagi semua pemeluk islam .al-hadis (yang shahih) sebagai perwujudan dari sunnah rasul dan ijtihad (ulil amri) sebagai pedoman penerapan dari kedua sumber utama. Adalah pegertian hukum yang dikenal di dalam ilmu hukum sebagai “hukum positif” dalam pengertian hukum yang sengaja dibuat dengan cara tertentu dan ditegakan oleh penguasa di suatu Negara atau masyarakat tertentu pada waktu tertentu pula. SH.N.M.H.H. Dari kedua pengertian tersebut dapat diambil kesamaan yaitu keduanya merupakan seperangkat aturan yang dibuat oleh manusia untuk mengatur yang dibuat oleh manusia untuk mengatur kepentungan manusia itu sendiri. yamg oleh penguasa negara atau penguasa mayarakat yang berwenang menetapkan hokum . menurut Prof. SH.10 masyarakat dan lingkungan. Apabila dikaitkan dengan kata islam. karena hukum islam itu sendiri bersumber dan merupakan bagian dari agama islam. Hukum adalah keseluruhan norma .SH. menurut Prof. yaitu al-qur’an sebagai wahyu allah swt. yang biasanya menggambarkan sekumpulan peraturan-peraturan yang mengikat dan memiliki sanksi.2. ia melarang diperjualbelikannya produk-produk tertentu (yang dapat merusak masyarakat dan lingkungan). menurut beliau sumber dari hukum islam terdiri atas tiga macam yang saling berkaitan satu dengan yang lain . yang berupa kenyataan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat tersebut.N.M. dinyatakan atau dianggap sebagai peratuaran yang mengikat bagi sebagian atau seluruh anggota masyarakat. 2. dengan tujuan untuk mengadakan suatu tata yang dikehendaki oleh penguasa tersebut. Daud Ali. . Pengertian sebagaimana yang digambarkan oleh H. Purwosutjipto. SH.Ahmad sukardja.M.

yang di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur dan sifatsifat yang terpuji (mahmudah). Ekonomi juga bukan lambang peradaban suatu umat. yang berpedoman kepada Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW. berterima kasih (Syukur). sesuai atau tidak sesuai dengan garis Islam. malu (Haya’). keberanian (Syaja’ah). Dipandang dari segi ajaran yang mendasar. yang sudah dijelaskan dalam kitab suci. bahwa yang menjadi ukuran etika theologis adalah baik buruknya perbuatan manusia didasarkan atas ajaran Tuhan. memelihara kesucian diri (Al Iffah).. berlaku hemat (Al Iqtishad). tolong menolong. perikelakuan baik (Ihsan). kesabaran (Shabr). Etika Islam mengajarkan manusia untuk menjalain kerjasama. penyantun (Hindun). mengatakan bahwa. Berkaitan dengan nilai-nilai lihur yang tercakup dalam Etika Islam dalam kaitannya dengan sifat yang baik dari perbuatan atau perlakuan yang patut dan dianjurkan untuk dilakukan sebagai sifat terpuji. Segala perbuatan yang diperintahkan Tuhan itulah yang baik dan segala perbuatan yang dilarang oleh Tuhan itulah perbuatan yang buruk. lebih jauh Sudarsono menyebutkan. bahagian ilmu positifnya akan lahir apabila telah dilakukan penyelidikanpenyelidikan empiris mengenai yang sesungguhnya terjadi. pemaaf (‘Afu). dengki dan dendam. berbuat baik kepada kedua orang tua (Birrul Waalidaini). antara lain : ’’Berlaku jujur (Al Amanah). ukuran kebaikan dan ketidakbaikan bersifat mutlak. etika ataupun perilaku serta tindak tanduk dari manusia telah diatur sedemikian rupa sehingga jelas mana perbuatan atau tindakan yang dikatakan dengan perbuatan atau tindakan asusila dan mana tindakan atau perbuatan yang disebut bermoral atau sesuai dengan arturan agama. Ekonomi Islam adalah bertitik tolak dari Tuhan dan memiliki tujuan akhir pada Tuhan. Ekonomi merupakan bagian dari kehiupan. kuat (Quwwah)’’ Dalam etika Islam. Tujuan ekonomi ini membantu manusia untuk . etika Islam adalah doktrin etis yang berdasarkan ajaran-ajaran agama Islam yang terdapat di dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. ia bukan pondasi bangunannya dan bukan tujuan risalah Islam. rasa sepenanggungan (Muwastt). Mempelajari etika ekonomi menurut Al-Qur’an adalah bahagian normatif dari ilmu ekonomi. Menurut Hamzah Ya’qub. dan menjauhkan sikap iri. kebenaran (Shiddiq). Namun. keadilan (‘Adl). etika Islam tergolong Etika Theologis. Sudarsono dalam bukunya yang berjudul Etika Islam tentang Kenakalan Remaja. kasih sayang (Ar Rahman dan Al Barry). menerima apa adanya dan sederhana (Qona’ah dan Zuhud). Dalam agama Islam.11 Mengenai etika bisnis dalam Islam.

Pada pokoknya kegiatan bisnis meliputi : (1) Perdagangan. (5) Pemberian informasi. dan selanjutnya memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui perdagangan tersebut. Manusia muslim. (2) Pengangkutan. kehidupan individu dan masyarakat. ia terikat dengan iman dan etika (moral) sehingga ia tidak bebas mutlak dalam menginvestasikan modalnya atau membelanjakan hartanya. keadilan. sosial dan politik. Namun di sisi lain. Apabila perilaku manusia yang dipengaruhi oleh nilai-nilai moral Islam itu ternyata . (3) Penyimpanan.12 menyembah Tuhannya yang telah memberi makan kepada mereka untuk menghilangkan lapar serta mengamankan mereka dari ketakutan. Ekonomi adalah bagian dari tatanan Islam yang perspektif. Manusia dalam perspektif Islam adalah sebagai “UmmatanWaahidatan”. di satu sisi diberi kebebasan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya. kaidahkaidah yang berlaku dan terdapat dalam sistem hukum Islam secara umum. dari membeli barang mentah sampai menjual barang jadi. materi maupun spiritual yang didampingi oleh ekonomi. Di samping itu. individu mauun kelompok dalam lapangan ekonomi atau bisnis.3 Bisnis yang Sesuai dengan Hukum Islam Mengenai bisnis yang sesuai dengan hukum Islam adalah semua aspek kegiatan untuk menyalurkan barang-barang melalui saluran produktif. Ia harus melakukan kegiatan usahanya sesuai dengan prinsip-prinsip nilai-nilai kejujuran. serta kemanfaatan bagi usahanya. ia harus mepedomani norma-norma. malayani masyarakat dan mengamalkan sikap kerja sama. 2. baik aspek rasio. Juga untuk merendahkan suara orang zalim di atas suara orang-orang beriman. Islam adalah agama yang mengatur tatanan hidup manusia dengan sempurna. kelompok yang bersatu pada dalam kesatuan atau entitas yang utuh. dan kebenaran. Aspek penting tentang aktivitas pengusaha dalam masyarakat Islam bertumpu pada tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang memuaskan. Sebagaimana diketahui bahwa. (4) Pembelanjaan. ekonmoi adalah suatu ilmu yang mempelajari perilaku manusia sebagai hubungan antara berbagai tujuan dan alat-alat untuk mencapai tujuan yang langka adanya dan karena itu mengandung alternatif dalam penggunaanya. Pengusaha Islam adalah manusia Islam yang bertujuan untuk mendapatkan kebutuhan hidupnya melalui usaha perdagangan. Juga untuk menyelamatkan manusia dari kemiskinan yang bisa mengkafirkan dan kelaparan yang bisa mendatangkan dosa.

Ide mengenai etika bisnis bagi banyak pihak termasuk ahli ekonomi merupakan hal yang problematik. Selain itu. Munculnya wacana pemikiran etika bisnis. Pada satu sisi. Secara umum. Antara bisnis dan moral tidak ada kaitan apa-apa dan karena itu. Berlawanan dengan kelompok pertama. sementara prinsip-prinsip moral “membatasi” aktivitas bisnis. atau juga sebagai suatu lembaga yang menghasilkan barang atau jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Aspek moral dalam persaingan bisnis. Hal inilah yang terlihat jelas dalam sistem ekonomi yang dianut oleh paham Ketuhanan. Konsekuensinya bagi pihak ini. De George dalam Business Ethic. Dari kalangan yang menyangsikan kemudian muncul istilah “mitos bisnis amoral”. Persaingan dalam dunia bisnis adalah persaingan kekuatan modal. mitos bisnis amoral berkeyakinan bahwa perilaku tidak bisa dibarengkan dengan aspek moral. apabila telah disusun secara sistematis. Karena itu.13 manghasilkan perilaku ekonomi yang berbeda atau khusus. Kalangan ini beralasan bahwa etika merupakan alasan-alasan rasional tentang semua tindakan manusia dalam semua aspek kehidupan. merupakan kekeliruan jika aktivitas bisnis dinilai dengan menggunakan tolak ukur moralitas. bisnis merupakan suatu kegiatan usaha individu yang terorganisir untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. aktivitas bisnis dimaksudkan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya. Menurut Ricard T. dalam realitas bisnis kekinian terdapat kecenderungan bisnis yang mengabaikan etika. cara apapun boleh dilakukan demi meraih tujuan tersebut. tidak terkecuali aspek bisnis. maka akulmulasi pengetahuan atau pengalaman dalam menerapkan prinsip-prinsip moral atau suatu ketika. akan menghasilkan suatu pengetahuan khusus dan itulah yang disebut dengan ilmu ekonomi Islam. bisnis adalah aktivitas ekonomi manusia yang bertujuan mencari laba semata-mata. dianggap akan menghalangi kesuksesannya. . yaitu perasaan yang selalu ada yang mengawasi (dhamir). aspek moral tidak bisa dipakai untuk menilai bisnis. Bagi sementara pihak. didorong oleh realitas bisnis yang mengabaikan nilainilai moral atau akhlak. Problematikanya terletak pada kesangsian apakah moral atau akhlak mempunyai tempat dalam kegiatan bisnis dan ekonomi pada umumnya. kelompok kedua berpendapat bahwa bisnis bisa disatukan dengan etika.

Krisis moneter yang berkepanjangan di Indonesia. serta pemerasan manusia atas manusia dalam bidang sosial. Ia merupakan kumpulan aturam-aturan ajaran (doktrin) dan nilai-nilai yang dapat menghantarkan manusia dalam kehidupannya menuju tujuan kebahagiaan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Al-Qu’an merupakan wahyu yang diturunkan dengan berbagai tujuan. Ia juga merupakan suatu sistem untuk seluruh aspek kehidupan. Di antara tujuan tersebut adalah untuk membasmi kemiskinan material dan spiritual. Al-Qur’an merupakan sumber . Dengan kondisi demikian. Korupsi dan Nepotisme (KKN) telah memainkan peranan penting dalam proses tersebut. Namun. politik. Selain tiu. dengan landasan bahwa Islam adalah agama yang sempurna. seperti jual beli. pemikiran etika bisnis dalam Islam muncul ke permukaan. Al-Qur’an seringkali menggunakan istilah-istilah yang dikenal dalam dunia bisnis. dan lain sebagainya. penyakit dan penderitaan hidup lainnya. dan lain-lain. keharaman jual beli (gharar). maka pengembangan etika bisnis Islam yang mengedepankan etika sebagai landasan filosofisnya merupakan agenda yang signifikan untuk dikembangkan. Misalnya. termasuk sistem spiritual maupun sistem perilaku ekonomi dan politik. Dalam mengajak dan mengamalkan tuntutan-tuntutannya. Islam merupakan agama yang memberikan cara hidup terpadu mengenai aturan-aturan aspek sosial. etika bisnis Islam. Dengan tujuan dan eksistensinya. kebodohan. AlQur’an relatif lebih banyak memberikan prinsip-prinsip mengenai bisnis yang bertumpu pada kerangka penanganan bisnis sebagai pelaku ekonomi dengan tanpa membedakan kelas. menimbun. Demikian juga praktek Kolusi. pada kenyataannya tidak bisa dilepaskan dari proses kegiatan perekonomian yang demikian. secara normatif. hukum dan agama. mengurangi timbangan. dalam perkembangannya etika bisnis Islam tidak sedikit dipahami sebagai representasi dan pengejewantahan dari aspek hukum. Dari realitas inilah yang melahirkan anggapan bahwa bisnis adalah “dunia hitam”. ekonomi. dalam Muhammad Fauroni R Lukman. Sementara itu. budaya. tidak jauh berbeda dengan pengejawantahan hukum dalam fiqih muamalah. sewa menyewa. Menurut Quraish Shihab. Pada tataran ini. ekonomi. yakni menipisnya nilai-nilai moral dalam aktivitasnya. utang-piutang.14 Pelaku bisnis dengan modal besar berusaha memperbesar jangkauan bisnisnya. sehingga para pengusaha kecil (pemoda kecil) semakin terseret. sipil dan politik. Al-Qur’an juga merupakan sumber ajaran agama Islam yang menyangkut semua dimensi kehidupan manusia.

kecakapan dan keterampilan tiap-tiap orang. merupakan momentum dan bukti adanya upaya-upaya pengembangan konsep ekonomi Islam (syari’ah) dalam wilayah praktis. baik melaui lembaga pendidikan tinggi formal maupun non formal. serta tidak menganiaya orang lain dan tidak membahayakan masyarakat. semangat pengembangan pemikiran ekonomi Islam sedang giat-giatnya digalakkan oleh berbagai kalangan. Dalam hal pemilikan harta ini islam mengakui adanya perbedaan tingkat kemampuan. kecakapan dan keterampilan masing-masing orang. diharapkan etika bisnis menurut Al-Qur’an melalui kajian yang mendalam dapat menghasilkan atau memberikan konstribusi positif bagi pengembangan etika bisnis Islam yang bersih dan sehat. Setiap orang leluasa melakukan usaha dengan sekuat tenaga untuk memperoleh hasil sebanyak mungkin yang dapat di capai. demikian pula perbedaan hasil usaha yang diperoleh.15 ajaran yang memuat nilai-nilai dan normanorma yang mengatur aktivitas-aktivitas manusia termasuk aktivitas ekonomi dan bisnis. 10 Tahun 1998 yang telah dirubah dengan Undang-Undang Perbankan Syari’ah No. Hal ini tergantung pada kemampuan. Dengan demikian. Di Indonesdia.4 Relevansi Etika Bisnis Islam dengan Hukum Islam Pada prinsipnya islam tidak membatasi bentuk dan macam usaha bagi seseorang untuk memperoleh harta. 2. kemudian Bank Syari’ah Mandiri (BSM) dan Bank Negara Indonesia Syari’ah (NI Syari’ah) yang didukung oleh Undang-Undang Perbankan No.dalam firman Allah swt disebutkan : . demikian pula islam tidak membatasi kadar banyak sedikit hasil yang dicapai oleh usaha seseorang. Pemberlakuan sistem perbankan syari’ah oleh Bank Muamalat Indonesia (BMI) pada tahun 1991. 23 Tahun 2008. sesuai dengan keterampilan dan kemampuannya. artinya sah menurut hokum dan benar menurut ukuran moral. selama usaha itu dilakukan dengan wajar dan halal.

Allah berbicara benar dan memerintahkan semua muslin untuk jujur dalam segala urusan dan perkataan (QS. menipu( QS.Nilai kebenaran ini memberikan pengaruh pada pihak-pihak yang melakukan bisnis untuk tidak berdusta. agar harta tersebut bermanfaat sesuai dengan kedudukannya dan fungsinya. melakukan penggelapan(QS. Dalam hal ini islam telah memberikan garis-garis pokok berupa ajaran dan ketentuan yang wajib dipenuhi dan dilaksanakan oleh setiap orang terhadap harta yang telah menjadi miliknya. Di dalam berbinis kejujuran adalah satu nilai etika mendasar dalam islam. yaitu : merampas harta benda orang lain (QS. yaitu tidak saja bermanfaat bagi diri nya tetapi juga bagi masyarakat. menyuap dan disuap (QS 2 : 188). . Ini semua dikarenakan cara usaha untuk memperoleh harta dan penggunaanya adalah juga merupakan amanat Allah. agar sebagian mereka dapat bekerja untuk sebagian yang lain. 2:215) dan memakan riba (QS.dan masyarakat. 5:33). 3: 95). 3 :130). Ketentuan khusus tentang bentuk pelanggaran yang dilarang dalam memperoleh harta dengan jalan usaha. agama. 2: 275-279. menipu dan melakukan pemalsuan. mencuri. Dan rahmat tuhanmu lebih baik dari pada apa yang mereka kumpulkan. 4: 58). 5: 38). berjudi (QS.16 Artinya : “ apakah mereka yang membagi-bagi rahmat tuhanmu? Kamilah yang akan menentukan antara mereka penghidupan dalam kehidupan dunia.”(QS.43: 32) Dan untuk itu islam mewajibkan setiap orang untuk menggunakan sebagian dari hak miliknya untuk kepentingan baik perseorangan. islam adalah nama lain dari kebenaran (QS. dan kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat. 33: 70).Islam dengan tegas melarang kebohongan dan penipuan dalam bentuk apapun.

Pada prinsipnya islam tidak membatasi bentuk dan macam usaha bagi seseorang untuk memperoleh harta. hukum islam adalah peraturan yang dirumuskan berdasarkan wahyu Allah dan sunah rasul tentang tingkah laku mukallaf yang diakui dan berlaku serta mengikat bagi semua pemeluk islam . bertanggung jawab. SH.17 BAB III SIMPULAN 3.H.1 Simpulan Secara umum bisnis diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memperoleh pendapatan atau penghasilan (rezeki) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan hidupnya dengan cara mengelola sumber daya ekonomi secara efektif dan efisien.Ahmad sukardja. kepemilikan hartanya (barang/ jasa) termasuk profitnya.. Empat pilar berikut ini sebagai dasar transaksi ekonominya yang dilakukan oleh rosulullah SAW. namun di batasi dalam cara memperolehnya dan pendayagunaan hartanya ( aturan halal dan haram ). Adapun dalam Islam bisnis dapat dipahami sebagai serangkaian aktivitas bisnis dalam berbagai bentuk yang tidak dibatasi jumlahnya. demikian pula islam tidak membatasi kadar banyak sedikit hasil yang dicapai oleh usaha seseorang. . Dr.yaitu tauhid.keseimbangan (adil). Menurut Prof. Kehendak Bebas.

Faurori R. hal. Akuntasi keuangan islam. (Jakarta:Gema Insani Press’ 1995). 3 Sudarsono. Etika Islam tentang Kenakalan Remaja. (Jakarta : kencana. Jakarta : Diniyah. Asfek-asfek hokum dalam perbankan dan perasuransian di Indonesia. 2007). 1997). Yogyakarta : Liberty. Ibnu Sukotjo. 41. Lukman. sofyan.LL. hal. hal.1-3 Muhammad. (Jakarta: bumi aksara. Jakarta : Bina Aksara. 1989.H. hal 33. hal. 44.. 1988.S..M. 228 Yusuf Qardhawi. Syafri harahap. Pengantar Bisnis Modern (Pengantar Ekonomi Perusahaan Modern). . Visi Al-Qur’an Tentang Etika dan Bisnis.18 DAFTAR PUSTAKA Basu Swasta. Gemala dewi. 2002. Daurul Qiyam wal Akhlaq fil Iqtisadil Islam (Norma dan Etika Ekonbomi Islam). hal. 1.