You are on page 1of 8

DASAR TEORI

Setiap unsur mempunyai ciri serta karakteristik yang berberbeda, seperti
logam-logam kelompok alkali dan alkali tanah yang memberi beberapa warna
yang khas jika dibakar.
Salah satu alasan warna yang khas ini muncul ialah karena konfigurasi atomatom itu karena tiap-tiap atom mempunyai konfigurasi yang berlainan dan
karakteristik atau sifat-sifat khas dari kelompok itu.
Warna nyala dihasilkan dari reaksi kimia pergerakan elektron dalam ion-ion
logam yang ada dalam senyawa. Masing-masing perpindahan elektron ini
melibatkan beberapa energi dilepaskan sebagai energi sinar dengan panjang
gelombang yang khas. Panjang gelombang yang spesifik inilah yang
menyebabkan perbedaan warna sinar yang dihasilkan.
Besarnya energi yang dihasilkan dari lompatan/perpindahan elektron ini
beragam antara satu ion logam dengan ion logam lainnya. Ini berarti bahwa
tiap-tiap logam akan mempunyai pola garis-garis spektrum yang berbeda dan
menghasilkan warna nyala yang tidak sama pula.

CARA KERJA
Prosedur uji kualitatif Nyala Logam ini sangatlah sederhana dan dapat dilakukan
oleh siapapun, yaitu sebagai berikut:
1.

Bersihkan sebuah kawat dengan mencelupkannya ke dalam asam

hidroklorat pekat
2.

Panaskan pada Bunsen. Ulangi prosedur ini sampai kawat tidak

menimbulkan warna pada nyala api Bunsen.

 Siswa dapat mengetahui langkah yang baik dan benar mengenai reaksi nyala. Basahi kawat dengan asam dan kemudian celupkan ke dalam sedikit bubuk padatan yang akan diuji sehingga ada beberapa bubuk padatan yang menempel pada kawat tersebut. 4. Dasar Teori . Ulangi prosedur dari awal jika warna nyala memudar Laboratorium Spektro Kompetensi Keahlian Analisis Kimia SMK Negeri 7 Bandung 2012-2013 REAKSI NYALA Tanggal praktikum Tujuan  : 8 MEI 2013 : Siswa Dapat Memeriksa warna nyala logam berdasarkan reaksi nyala. 5.3. Bakar kawat pada nyala Bunsen.

Untuk senyawa-senyawa Golongan 1. HCl pekat . karena garam ini mudah menguap. ZnCl 2 4. Untuk logam-logam lain. biasanya ada metode mudah lainnya yang lebih dapat dipercaya meski demikian uji nyala bisa memberikan petunjuk bermanfaat seperti metode mana yang akan dipakai. uji nyala biasanya merupakan cara yang paling mudah untuk mengidentifikasi logam mana yang terdapat dalam senyawa. Senyawa senyawa dari beberapa logam tertentu dapat menimbulkan warna warna yang khas jika dipanaskan pada nyala api bunsen. KCl 9. Umumnya garam yang digunakan untuk reaksi nyala ini adalah garam garam klorida. MgCl : 2 2 8. SnCl 2 3. NaCl 10. Tidak semua ion logam menghasilkan warna nyala. ALAT BAHAN Bahan bahan 1.Reaksi nyala adalah cara penyelidikan dengan mengambil kesimpulan dari warna nyala yang dihasilkan karena adanya logam logam tertentu. BaCl 3 2. CuCl 2 5. Uji nyala digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan ion logam dalam jumlah yang relatif kecil pada sebuah senyawa. FeCl 7.

Pembakar bunsen 6.Spatula 7. Rak tabung 3. 2. Ambil sedikit garam garam tersebut diatas. lalu panaskan .6. CaCl 2 Alat-alat : 1. Nyalakan pembakar bunsen perlahan lahan. 4.Kawat nikrom 4.Plat tetes PROSEDUR KERJA 1.Plat Tetes 5.atur waran nyalanya sampai diperoleh warana nyala tak berwarna. Ambil HCl pekat secukupnya simpan dalam 2 tabung reaksi. 3. dengan cara masukkan kawat nikrom dalm HCl pekat dalam tabung ke satu. simpan dalam plat tetes. Tabung reaksi 2. Bersihkan kawat nikrom.

5. 6. Ulangi pekerjan ini sampai tak nampak warna lain dalam nyala. Dengan cara yang sama ulangi pekerjaan tersebut diatas untuk memeriksa warna nyala logam dari senyawa asam klorida yang disediakan.ungu. lalu benamkan pada salah satu garam sampai garam menempel pada kawat nikrom. Panaskan nyala tersebut di dalam nyala api bunsen (nyala api oksidasi dan nyala api reduksi).kawat nikrom dalam api bunsen. amati warna nyala yang terjadidan catat dalam pengamatan. DATA PENGAMATAN Warna Nyala Logam NO Garam klorida 1 FeCl Nyala reduksi Oranye Hijau Ungu Ungu Oranye Oranye Hijau.biru Hijau kebiruan 3 2 SnCl 2 3 ZnCl 4 Nyala oksidasi 2 CuCl 2 . 7. Celupkan kawat nikrom yang sudah bersih ke dalam HCl pekat dalam tabung ke-2.

saat melakukan pembakaran uji nyala dilakukan pada api yang berbeda (api oksidasi diatas . CuCl .5 MgCl Merah Merah Hijau Oranye 2 7 BaCl Biru 2 6 CaCl Biru. BaCl . 3 SnCl . KCl. guna salah satu HCl pekat tersebut untuk membuat sampel menempel pada kawat nikrom yang nantinya kita lakukann. HCl pekat yang satu lagi untuk membersihkan kawat nikrom agar tidak mempengaruhi warna nyala saat akan menguji sampel yang lainnya. NaCl. MgCl . CaCl . sampel tersebut 2 2 2 2 2 2 disimpan diatas plat tetes.ungu 2 8 KCl oranye Ungu 9 NaCl Oranye Oranye PEMBAHASAN Pada prraktikum uji nyala kali ini sampel yang akan diuji adalah FeCl . ZnCl . lalu disiapkan 2 tabung reaksi yang bersi HCl pekat.

Perludiketahui bahwa suatu atom yang mengalami keadaan tereksitasi amat tidak stabil. Ketika suatu atom atau molekul menyerap suatu radiasi/energi akibat proses pembakaran (oksidasi) maka elektron pada kulit terluar atom tersebut akan tereksitasi ke keadaan yang lebih tinggi energinya. .Perbedaan ini berhubungan erat dengan peristiwa penyerapan energi atau radiasi oleh suatu atom/molekul. KESIMPULAN Bahwa perbedaan warna nyala dapat dijelaskan dengan cara menghubungkannya dengan perbedaan jumlah elektron yang dimiliki oleh setiap atom/molekul. maka dalam keadaan ini secara spontan ia akan kembali ke keadaan semula dengan memancarkan cahaya. Perbedaan ini berhubungan erat dengan peristiwa penyerapan energi atau radiasi oleh suatu atom/molekul. Nyala yang yang dihasilkan sangat bervariasi mulai dari warna merah sampai ungu mengapa demikian? Bahwa perbedaan warna nyala dapat dijelaskan dengan cara menghubungkannya dengan perbedaan jumlah elektron yang dimiliki oleh setiap atom/molekul.api bunsen dan api reduksi pada bagian tengah atau dasar api). Keadaan semula atau keadaan dasar diistilahkan dengan “ground state”. Ketika suatu atom atau molekul menyerap suatu radiasi/energi akibat proses pembakaran (oksidasi) maka elektron pada kulit terluar atom tersebut akan tereksitasi ke keadaan yang lebih tinggi energinya.