LAPORAN KASUS

PENYAKIT JANTUNG REUMATIK

1

LAPORAN KASUS

IDENTITAS
Nama Lengkap
: An. I
 Umur
: 6 tahun
 Jenis Kelamin
: Perempuan
 Status dalam keluarga
: Anak kandung
 Masuk RS tanggal : 05/11/2014 pukul 21.20 wita
 No. RM
: 513680

SUBYEKTIF

Keluhan Utama: Sesak nafas

Riwayat Penyakit Sekarang:
 Sesak nafas yang memberat sejak 1 hari sebelum SMRS. Sesak
dikeluhkan terus menerus sejak setengah bulan terakhir hingga
anaknya selalu terlihat lemah dan sedikit beraktivitas.
 sesak tidak dipengaruhi posisi tubuh, tidak terdengar suara “ngik”
dan tidak dipengaruhi cuaca, suhu, makanan ataupun debu. Sesak
sering dirasakan terutama bila aktivitas yang berat.
 Nyeri dada, yang dirasakan pada pertengahan dada. Pasien tidak
dapat mendeskripsikan sakit dada yang dirasakannya seperti apa.
Keluhan tersebut dirasakan oleh pasien saat sesak mulai memberat.
 Batuk yang juga dirasakan pada saat sesak muncul. Batuk yang
dikeluhkam oleh pasien tidak berdahak.
 Nyeri sendi (-), gerakan otot yang tidak disadari (-), kemerahan pada
tangan ataupun benjolan pada tangan dan kaki (-) namun dalam
sebulan terakhir, kedua kaki anaknya selalu terlihat lemas.

SUBYEKTIF

Riwayat Penyakit Dahulu
 Menurut

ibu pasien, pasien sering mengalami keluhan
serupa terutama pada saat melakukan aktivitas yang
berlebih.
 Sejak kecil pasien memang dikatakan sering menderita
batuk pilek terutama dalam satu bulan terakhir. Batuk
pilek terakhir dirasakan sekitar setengah bulan yang
lalu disertai demam naik turun yang tidak terlalu tinggi.
 Ibu pasien mengaku tidak pernah membawa anaknya
berobat ke dokter sejak kecil meskipun anaknya sakit.

Riwayat Penyakit Keluarga:
 Riwayat

penyakit DM(-), HT(-), penyakit jantung
(-),Asma(-), kejang (-)

Riwayat Pengobatan:
 (-)

Riwayat Kehamilan dan Persalinan :
 Ibu mengaku anaknya dulu lahir cukup bulan
dan pada saat hamil rajin memeriksakan
kehamilannya dan ibu tidak ingat berat badan
anaknya saat lahir.

6

Riwayat vaksinasi/imunisasi :
 Menurut

ayah pasien, pasien sudah mendapat
imunisasi dasar lengkap dan rutin membawanya ke
posyandu.

Riwayat Sosial dan lingkungan
 Pasien

merupakan anak tunggal. Pasien tinggal
bersama kedua orang tuanya. Ayah pasien seorang
buruh serabutan dan ibunya seorang ibu rumah
tangga.

7

OBYEKTIF
Status Generalis
 KU
: sedang
 Kesadaran
: composmentis
 GCS (Simpson Relly) : E4V5M6
 Nadi
: 120x/menit
 TD
: 110/70
 RR
: 22 x/menit
 T ax
: 36,6oC.
 CRT
: < 3 detik

STATUS LOKALIS

Kepala/Leher

normocephali, konjungtiva anemis (+/+), refleks pupil (+/+), pupil isokor,
edema palpebra (-/-), NCH (-/-)

Thoraks

Inspeksi: bentuk dada kiri lebih cembung
dibandingkan kanan, retraksi (-), ictus cordis tampak pada
ICS IV linea midclavicula sinistra.
 Palpasi: ictus cordis teraba pada ICS IV linea midclavicula,
thrill (+).
 Auskultasi:
Pulmo: vesikuler (+/+), rhonki (-/-) , wheezing (-/-)
Cor: S1S2 regular, murmur sistolik (+) ICS II parasternal
dekstra dan ICS IV-V midclavicula sinistra, gallop (-),
thrill (+) grade IV/VI di ICS IV linea midclavicula sinistra
 Inspeksi:

Abdomen :
 Inspeksi : bentuk abdomen normal, distensi (-),
massa (-)
 Auskultasi : BU (+) normal
 Palpasi : nyeri tekan (-), hepar, lien dan ginjal
tidak teraba, massa (-), turgor kulit normal
 Perkusi : timpani pada seluruh lapang abdomen

10

Ekstremitas

11

Kulit :
 Ikterus (-), pustula (-), Petekie (-), sianosis (-)
 Eritema marginatum (-)

12

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah Lengkap
(05/11/2014)
 WBC : 12.3 x 103 m/µl
 RBC
: 3.45 x 106 m/µl
 Hb
: 8.9 gr/dl
 HCT
: 26.6 %
 PLT
: 483 x 103 m/µl
 LED : 120 mm/jam
 Golda : B

Pemeriksaan Lainnya
(06/11/2014)

Pemeriksaan ASTO : 800 IU/ml

RONTGEN THORAX AP (06/11/14)

Cardiomegali

14

EKG
 Sinus Takikardi HR = 140x/mnt
 P-R interval tidak memanjang
 R di V5+R di V6 = 27mm  LVH

15

DIAGNOSIS
 Dyspnea

e.c suspek penyakit jantung reumatik

DIAGNOSA BANDING
 penyakit jantung bawaan non sianotik

TERAPI
O2 1 lpm (nasal kanul)
 IVFD D51/4NS 12 tpm + KCl 10cc
 Inj. Ampicillin 4X500 mg
 Inj. Lasix 3x10 mg
 Spironolacton 2x1/2tab
 Aspirin 4x250mg
 Rawat ICU

PROGNOSIS
Ad.Vitam: tergantung berat ringannya karditis
 dubia ad bonam
 Ad.Sanasionam: Faktor yang mempengaruhi
kekambuhan ialah faktor
 imun dan gejala sisa penderita. Prognosis untuk
sembuh dari infeksi baik dengan terapi
antibiotik yang adekuat. Namun karena telah
terjadi gagal jantung maka kegiatan sehari-hari
akan terbatasi.
 Ad.Fungsionam: telah terjadi gagal jantung 
dubia ad malam.

18

Monitoring :
 Kesadaran, tanda vital, keluhan, urin output.
 Edukasi:
 Menjaga aktivitas pasien tidak telalu berat yang
dapat memicu sesaknya
 Menjelaskan penyakit yang diderita oleh pasien,
serta pengobatan yang akan dilakukan

19

20

21

22

23

24

25

26

ASSESSMENT
27

Demam reumatik dan penyakit jantung reumatik

ASSESSMENT
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Usia 6 tahun
Sesak nafas
Batuk
Murmur sistolik pada ICS IV
ASTO>> dan LED>>
Cardiomegali

28

EPIDEMIOLOGI
Demam reumatik sering menyerang anak antara 5-15 tahun
di negara berkembang.
 Prevalensinya di negara berkembang berkisar antara 7,9
sampai 12,6 per 1000 anak sekolah.
 Data terakhir prevalensi demam reumatik di Indonesia tahun
1981-1990 menunjukkan angka kejadian 0,3-0,8 diantara
1000 anak sekolah.
 Sedangkan di negara maju insiden demam reumatik dan
prevalensi penyakit jantung reumatik sudah jauh berkurang.
 Angka mortalitas untuk penyakit jantung reumatik 0,5 per
100.000 penduduk di negara maju, 8,2 per 100.000 penduduk
di negara berkembang dan di daerah Asia Tenggara
diperkirakan 7,6 per 100.000.
 Diperkirakan sekitar 2000-332.000 meninggal di seluruh
dunia akibat penyakit tersebut

30

Carditis

LED>>
Leukosit>>

ASTO>>

31

Pada 2002–2003 WHO mengajukan kriteria untuk diagnosis DR dan PJR
(berdasarkan kriteria Jones yang telah direvisi).
 Revisi kriteria WHO ini memfasilitasi diagnosis untuk:
— a primary episode of RF
— recurrent attacks of RF in patients without RHD
— recurrent attacks of RF in patients with RHD
— rheumatic chorea
— insidious onset rheumatic carditis
— chronic RHD.

32

Nyeri
Nyeri Tenggorokan
Tenggorokan

Respon
Respon Imun
Imun
HLA
HLAHaptotipe
Haptotipe
DR
DR1-4
1-4

Antibodi
Antibodi thd
thd protein
protein
M
M streptokokus
streptokokus
Reaktivitas
Reaktivitas silang
silang

Protein
Protein M
M
Steptolisin
Steptolisin O
O
DNAase
DNAase BB

Otitis
Otitis Media
Media

Demam Rematik Akut

Antigen
Antigen

Nasofaringitis
Nasofaringitis
6/03/2009

Streptococcus
Streptococcus ββ hemoliticus
hemoliticus

Tonsilitis
Tonsilitis

Tipe
Tipe 1,3,5,6,18
1,3,5,6,18
ANTI
ANTI ~~
Tes
Tes titer
titer
antibodi
antibodi

Nekrosis
Nekrosis
Fibrinoid
Fibrinoid Lokal
Lokal

33

34

Nekrosis
Nekrosis
Fibrinoid
FibrinoidLokal
Lokal
JANTUNG
JANTUNG
Endokarditis
Endokarditis
Miokarditis
Miokarditis
Perikarditis
Perikarditis

SENDI
SENDI
Arhtritis
Arhtritis
sendi
sendibesar
besar
Sebukan
Sebukansel
sel
radang
radangkronis
kronis
dan
danedema
edema
sendi
sendiyang
yang
terkena
terkena++
jaringan
jaringanlunak
lunak
periartikuler
periartikuler

PULMO
PULMO
Infiltrat
Infiltrat
peradangan
peradangan
interstisial
interstisial
kronis
kronisdan
dan
peradangan
peradangan
fibrosa
fibrosa
permukaan
permukaan
pleura
pleura

KULIT
KULIT
Nodus
Nodus
Subkutis
Subkutis
Eritema
Eritema
Marginatum
Marginatum
Ruam
Ruam
makulo
makulo
papular
papular
Lesi
Lesifokal
fokal
35
Badan
BadanAschoff
Aschoff
besar
besar

JANTUNG
JANTUNG
Endokarditis
Endokarditis

Merah,
Merah, menebal,
menebal,
edema,
edema, vegetasi
vegetasi
Tebal,
Tebal, fibrotik,
fibrotik,
pendek,
pendek,
tumpul
tumpul
STENOSIS
STENOSIS

Perikarditis
Perikarditis

Jaringan
Jaringan ikat
ikat (Badan
(Badan
Aschoff)
Aschoff)

Efusi
Efusi
perikardium
perikardium
Demam Rematik Akut

Peradangan
Peradangankatup
katup
mitral
mitral &&aorta
aorta

Miokarditis
Miokarditis

Fokus
Fokus mengandung
mengandung daerah
daerah
nekrosis
nekrosisfibrionid
fibrionidsentral
sentral dikelilingi
dikelilingi
infiltrat
infiltrat radang
radangMN
MNkronis
kronisdan
dan
makrofag
makrofagdg
dginti
inti vesikuler
vesikuler dan
dan
banyak
banyaksitoplasma
sitoplasmabasofilik
basofilik
(Anitschow
(Anitschow cell)
cell)
Iskemia
Iskemia

Tamponade
Tamponadejantung
jantung

Dilatasi
DilatasiGeneralisata
Generalisata
rongga
ronggajantung
jantung

36

Perikarditis
Perikarditis
konstriktiva
konstriktiva

PERADANGAN
PERADANGANKATUP
KATUPMITRAL
MITRALDAN
DANAORTA
AORTA
Valvulitis
Valvulitismitral
mitral
rematik
rematikkronis
kronis

Regurgitasi
Regurgitasimitral
mitral

At.
At.Sn
Snmelebar,
melebar,
hipertrofi
hipertrofi
Endokardium
Endokardium
menebal
menebal
Trombus
Trombusmitral
mitral

embolus
embolussistemik
sistemik
Paru2
Paru2mjd
mjdpadat
padat
&&berat
berat
Hipertrofi
Hipertrofiventrikel
ventrikel&&
atrium
atriumdx
dx

Volume
Volumeoverload
overload
Dilatasi
Dilatasi&&hipertrofi
hipertrofi
vent.
vent.kiri
kiri

Stenosis
Stenosisaorta
aorta
(ujung
(ujungkatup
katup
menebal,
menebal,padat,
padat,
dan
danmelekat
melekatsatu
satu
sama
samalain
laindan
dan
orifisium
orifisiumaorta
aorta
menjadi
menjadikaku;
kaku;
bentuk
bentuksegitga)
segitga)
Demam Rematik Akut

Stenosis
Stenosismitral
mitral

Daun
Daunkatup
katupretraksi
retraksi

Valvulitis
Valvulitis
aorta
aortakronis
kronis

Beban
Bebantekanan
tekananvent.
vent.kiri
kiri
37
Hipertrofi
Hipertrofikonsentrik
konsentrik

Gagal
Gagaljantung
jantungkongestif
kongestif

38

ASSESSMENT
1.
2.

3.

Usia 6 tahun  sesuai dengan epidemiologi
PJR yaitu 5-15 tahun
Sesak nafas  telah terjadi gagal jantung
akibat karditis berat dan telah terjadi stenosis
dan regurgitasi mitral sehingga kerja jantung
menjadi berat.
Batuk  terjadi pada mitral stenosis berat dan
juga dapat terjadi karena terjadi re-infeksi
pada faring oleh streptokokus beta hemolitikus.
39

ASSESSMENT

pada keadaan mitral stenosis, darah sedikit
dapat melewati katup yang sempit dari atrium
kiri
ke
ventrikel
kiri(restriksi&obstruksi
pengisisan ventrikel)  darah banyak terkumpul
di atrium menyebabkan atrium dilatasi dan
hipertrofi. Tekanan di atrium meningkat
sehingga ia bergerak pasif menyebabkan tekanan
di pulmo meningkat edema pulmonal
dispnea

40

apabila terjadi regurgitasi mitral, darah yang
mengalir ke ventrikel kiri balik lagi ke atrium
kiri. Pada masa yang sama, atrium kiri turut
menerima darah dari v.pulmonalis banyak
darah dari atrium akan masuk ke ventrikel
kiri kerja ventrikel bertambah hipertrofi
ventrikel kiri.
 oleh karena ventrikel gagal berfungsi dengan
baik untuk memompa darah ke aorta, darah
kurang melewati aorta untuk ke seluruh tubuh
perfusi ke jaringan berkurang darah ke organ
berkurang, fungsi organ berkurang

41

DEMAM
Demam hampir selalu dirasakan pada pasien
dengan poliartritis reumatik, sering dikeluhkan
juga pada pasien dengan karditis murni.
 Jenis demam

 remiten

tanpa variasi diurnal yang lebar,
 suhu jarang >39 derajat celcius
 biasanya kembali normal atau hampir normal dalam
waktu 2-3 minggu walau tanpa pengobatan.

42

MURMUR

murmur sistolik (+) pada ICS IV-V linea
midclavicula

Murmur sistolik pada ICS II
parasternal dekstra

43

THRILL
Adanya getaran seringkali menunjukkan adanya kelainan
katup atau penyakit jantung congenital.
 Disini harus diperhatikan :

a. Lokalisasi dari getaran
b. Terjadinya getaran : saat systole atau diastole
c. Getaran yang lemah akan lebih mudah dipalpasi apabila orang
tersebut melakukan pekerjaan fisik karena frekuensi jantung dan
darah akan mengalir lebih cepat.
d. Dengan terabanya getaran maka pada auskultasi nantinya akan
terdengar bising jantung.

VSD  teraba getaran di parasternal kiri bawah
 stenosis pulmonal  teraba getaran di parasternal kiri atas.
 Stenosis mitral teraba getaran di apeks jantung
 Stenosis aorta  teraba getaran di bagian basis jantung.

44

LED
Acute-phase reactants, Erythroscyte  Sedimentation
Rate (ESR) atau LED dan C-reactive protein (CRP) 
non-spesific
tapi
berguna
untuk
memonitoring
perjalanan penyakit
 LED : 120 mm/jam
 Kadar normal

 Pria

dewasa: <15mm/jam
 Wanita dewasa: <20mm/jam
 Anak - anak: <10mm/jam

LED meningkat


selama proses inflamasi/ peradangan akut,
infeksi akut dan kronis,
kerusakan jaringan (nekrosis), penyakit kolagen, rheumatoid,
malignansi, dan kondisi stress fisiologis (misalnya kehamilan).

45

Bila diperiksa berulang  laju endap darah
dapat dipakai untuk menilai perjalanan penyakit
seperti tuberkulosis, demam rematik, artritis
dan nefritis.
 Laju
Endap Darah (LED) yang cepat
menunjukkan suatu lesi yang aktif, peningkatan
Laju Endap Darah (LED) dibandingkan
sebelumnya menunjukkan proses yang meluas,
sedangkan Laju Endap Darah (LED) yang
menurun
dibandingkan
sebelumnya
menunjukkan suatu perbaikan.

46

ASTO (ANTIBODY STREPTOCCOCUS
TITER O)
Titer ASTO (+) > 210 Todd pada orang dewasa
dan > 320 Todd pada anak-anak.
 Antibodi ini dapat terdeteksi pada minggu
kedua-minggu ke tiga setelah fase akut DR atau
4-5 minggu setelah infeksi kuman SGA di
tenggorokan.
 Pada pasien  ASTO 800

47

Diagnosis banding PJR yaitu PJB asianotik
dapat disingkirkan berdasarkan adanya riwayat
infeksi streptokokus sebelumnya dengan disertai
adanya bukti infeksi streptokokus berupa
peningkatan kadar ASTO.
 Selain itu, pada pasien PJB asianotik biasanya
terdapat gangguan pertumbuhan.

48

ANTIBIOTIK

Benzantin Penicillin G dosis tunggal
 Dosis

1,2 juta U untuk BB >30 kg
 Dosis 600.000 U untuk BB <30 kg

Eritromisin 40mg/kgBB/hari terbagi dalam 2-4
dosis selama 10 hari

51

ANTI NYERI DAN ANTI RADANG
Antiinflamasi asetosal biasanya diberikan pada
karditis ringan hingga sedang
 Sedangkan prednison hanya diberikan pada
karditis berat yang jelas terdapat kardiomegali
disertai tanda gagal jantung
 Dosis Prednison : 2mg/kgBB/hari terbagi 4 dosis
 Dosis Aspirin : 100mg/kgBB/hari terbagi 4-6
dosis, dan setelah itu dapat diturunkan menjadi
60mg/kgBB/hari

52


TERIMA KASIH