HYPERMENORRHEA

Disusun Oleh:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Afifatul Faizah
Afrilinda
Anggriani
Annisa D.K Wardhani
Ayu Suryanti
Azita Nurul .A.
Dinar Ayu Mirunggan .S.
Dwiki Wirayanti

(4993311878)
(4993311879)
(4993311882)
(4993311883)
(4993311884)
(4993311885)
(4993311886)
(4993311887)

Program Studi DIII Kebidanan
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung
Alamat : jl. Raya Kaligawe Km. 14 Semarang 50112 PO BOX 1054/sm
Telepon. (024) 6583584 facsimile (024) 6581278
Tahun 2016

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Menstruasi atau haid merupakan suatu kondisi yang dialami oleh setiap
perempuan. Biasanya seorang gadis dikatakan sudah menginjak remaja bila telah

mengalami menstruasi atau haidnya yang pertama (disebut dengan menarche).
Datangnya haid ini menandakan bahwa fungsi tubuh seorang perempuan berjalan
dengan baik dan normal.
Menstruasi adalah perubahan fisiologis dalam tubuh seorang perempuan yang
terjadi secara berkala dan dialami setiap bulannya secara rutin. Ha ini dipengaruhi
oleh hormon reproduksi. Otak melepaskan hormon reproduksi yang memfasilitasi
indung telur untuk melepaskan hormon estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini
akan mematangkan sel telur sehingga terjadi menstruasi atau kehamilan bila ada
pembuahan.
Meskipun menstruasi normal dialami oeh setiap wanita, namun ada pula
menstruasi atau hadi yang tidak normal. Ada pula gangguan-gangguan dalam
menstruasi itu sendiri. Salah satunya adalah banyaknya darah yang keluar setiap kali
seorang wanita mendapatkan haid atau menstruasi (disebut juga dengan menorraghia
atau hypermenorrhea). Banyak wanita yang mengira banyaknya darah yang keluar
saat menstruasi adalah normal, namun pada kenyataanya hal tersebut tidak normal.
Kondidi tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal dan faktor, diantaranya dipengaruhi
dari dalam tubuh maupun diluar tubuh.
Hal inilah yang menjadi dasar penulis

mengangkat

makalah

mengenai

hypermenorrhea atau menorraghia.
B. RUMUSAN MASALAH
Dengan memperhatikan latar belakang masalah tersebut diatas, dapat dirumuskan
masalah sebagai berikut:
1. Apakah yang dimaksud dengan Hypermenorrhea ?
2. Bagaimana tanda gejala gangguan menstruasi Hypermenorrhea ?
3. Apa saja yang dapat menyebabkan gangguan menstruasi Hypermenorrhea ?
4. Bagaimana penatalaksanaan gangguan menstruasi Hypermenorrhea ?
C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk memahami apa yang dimaksud dengan Hypermenorrhea.
2. Untuk mengetahui apa saja tanda dan gejala gangguan menstruasi
Hypermenorrhea.
3. Untuk mengetahui apa saja yang dapat menyebabkan gangguan menstruasi
Hypermenorrhea.
4. Untuk mengetahui bagaimana penatalaksanaan untuk mengatasi gangguan
mesntruasi Hypermenorrhea.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. PENGERTIAN
Hypermenorrhea (Menoragia) adalah perdarahan haid dengan jumlah
darah lebih banyak dan atau durasi lebih lama dari normal dengan siklus yang
normal teratur. Secara klinis menoragia di definisikan dengan total jumlah
darah haid lebih dari 80 ml per siklus dan durasi haid lebih lama dari 7 hari.
Sulit menentukan jumlah darah haid secara tepat. Oleh karena itu, bisa
disebutkan bahwa bila ganti pembalut 2-5 kali per hari lebih dari 6 kali per
hari. WHO melaporkan 18 juta perempuan usia 30 – 55 tahun mengalami haid
yang berlebih dan dari jumlah tersebut 10 % termasuk dalam kategori
menoragia.
Sumber :

(Ilmu

Kandungan/editor, Mochamad Anwar, Ali

Baziad,R. Prajitno Prabowo, ed 3.cet 1 Jakarta:PT Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo, 2011)
Hipermenorrhea

(menoragia)

adalah

bentuk

gangguan

siklus

menstruasi tetap teratur, jumlah darah yang dikeluarkan cukup banyak dan
terlihat dari jumlah pembalut yang dipakai dan gumpalan darahnya.
Sumber : ( memahami kesehatan reproduksi wanita/ penulis,Ida
ayu Candranita Manuaba,Ida bagus Gde Fajar Manuaba, ida Bagus Gde
Manuaba: editor Monica Ester.Ed 2.jakarta:EGC,2009).
Yang di maksud Hipermenorrhea atau menoregia adalah perdarahan
berkepanjangan atau berlebihan pada waktu menstruasi teratur (smelzer dan
bare, 2001). Menurut Proverawati dan Misaroh (2009), Hipermenorrhea
adalah perdarahan menstruasi yang banyak dan lebih lama dari normal, yaitu
6-7 hari dengan ganti pembalut 5-6 kali perhari.
Menstruasi normal biasanya 3-5 hari, jumlah darah rata-rata 35cc (1080cc masih danggap normal), kira-kira 2-3 kali ganti pembalut perhari.
Hipermenorrhea adalah perdarahan haid yang lebih banyak dari normal atau
lebih lama dari normal lebih dari 8 hari (winkjosastro, 2005).

Penyebab menoragia terletak pada kondisi dalam uterus. Hemostasis di
endometrium pada siklus haid berhubungan erat dengan platetet dan fibrin.
Formasi trobin akan membentuk plugs dan selanjutnya diikuti vasokontriksis
sehingga terjadi hemostasis. Pada penyakit darah tertentu misalnya penyakit
von Willebrands dan trombositopenia terjadi defisiensi komponen tersebut
sehingga menyebabkan terjadi menoragea. Gangguan anatomi juga akan
menyebabkan terjadi menoragea, termasuk diantaranya adalah mioma uteri,
polip dan hiperplasia endometrium. Mioma yang terletak pada dinding uterus
akan mengganggu kontraktilitas otot rahim, permukaan endometrium menjadi
lebih luas dan akan menyebabkan pembesaran pembuluh darah serta berisiko
mengalami nekrosis. Proses patologi ini akan menghambat hemostasis normal.
Sumber : (Ilmu

Kandungan/editor,Mochamad Anwar, Ali Baziad, R.

Prajitno Prabowo, ed 3.cet 1 Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo, 2011).
Penyebab terjadinya menoragia kemumgkinan terdapat mioma uteri
(pembesaran rahim), polip edometrium, atau hiperplasia endometrium
(penebalan dinding rahim ).
Sumber : ( memahami kesehatan reproduksi wanita/ penulis,Ida
ayu Candranita Manuaba, Ida bagus Gde Fajar Manuaba, ida Bagus Gde
Manuaba: editor Monica Ester.Ed 2.jakarta:EGC,2009)
B. Tanda Gejala
1. Masa menstruasi lebih dari 7 hari
2. Aliran menstruasi yang terus menerus selama beberapa jam
3. Membutuhkan pembalut wanita secara berlapis
4. Membutuhkan penggantian pembalut pada tengah malam
5. Terdapat gumpalan darah dalam jumlah yang tidak sedikit
6. Perdarahan berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari
7. Nyeri terus menerus pada perut bagian bawah selama masa menstruasi
8. Waktu menstruasi tidak teratur
9. Keletihan, kelelahan dan nafas pendek-pendek (mirip gejala anemia)
C. Etiologi
1. Hormon tidak seimbang
Dalam siklus menstruasi normal, keseimbangan hormon estrogen dan
progesteron menyesuaikan kondisi dinding uterus (endometrium), untuk
mengatur pancaran darah mentruasi. Jika timbul ketidakseimbangan
hormon, endometrium menghasilkan aliran darah hebat.

2. Kista Ovarium
Timbulnya kantung-kantung cairan didalam atau diatas ovarium, yang
terkadang

menyebabkan

ketidaknormalan

mentstruasi

termasuk

menoragia.
3. Polip
Timbulnya polip pada dinding uterus menyebabkan perdarahan menstruasi
dalam waktu lama. Polip dari uterus biasanay muncul pada wanita usia
produktif yang menghasilkan kelebihan hormon, menyebabkan perdarahan
yang tidak terkait dengan menstruasi.
4. Disfensi Ovarium
Kegagalan fungsi ovarium, anovulation (proses pelepasan telur) dapat
menyebabkan ketidakseimbangan hormon, berujung pada menoragia.
5. Pengguanaan IUD
Efek samping alat KB IUD yang sering ditemui adalah menstruasi hebat.
6. Kanker
Walaupun jarang ditemui, kanker pada alat reproduksi wanita dapat
manyebabkan menoragia. Kanker uterus, kanker ovarium dan kanker leher
rahim dapat menyebabkan perdarahan berlebih saat menstruasi.
7. Obat-Obatan
Obat-obatan tertentu, termasuk obat pencegah penggumpalan darah
(anticoagulants) dan pengobatan anti radang/infeksi, dapat menyebabkan
menstruasi berat atau dalam waktu lama.
D. Penatalaksanaan
1. Terapi Hipermenore meliputi:
a) Suplemen zat besi
Jika kondisi ini disertai dengan anemia, dokter mungkin
mengrekomendasikan anda untuk mengkonsumsi suplemen zat besi
secara teratur. Jika level zat besi di dalam tubuh rendah tapi anda
belum mengalami anemia, anda juga mungkin di sarankan untuk
mengkonsumsi untuk mencegah terkena anemia.
b) Kontrasepsi oral
Kontrasepsi oral (seperti pil KB) dapat di pilih untuk membantu
keteraturan ovulasi dan mengurangi pendarahan hebat dan jangka
waktu lama menstruasi
c) Obat- obatan
Obat – obatan yang termasuk dalam NSAID (Nonsteroidal Antiimflammatory drugs) seperti ibuprofen (advil dan motrin)
membantu mengurangi derasnya aliran darah
d) Progesteron

Hormon progesteron dapat membantu mengoreksi ketidaknormalan
hormon dan mengurangi menorhagia.
2. Penatalaksanaan Hypermenorhoe
a) Istirahat cukup
Dokter akan merekomendasikan cukup istirahat jika mengalami
pendarahan hebat dan ketidak teraturan menstruasi.
b) Catat pembalut yang digunakan
Catat jumlah pelindung wanita yang telah digunakan agar dokter
dapat menarik kesimpulan kurang lebih jumlah darah yang keluar.
Gantilah secara teratur pelindung yang digunakan paling tidak
setiap 4 jam.

Sumber : Manuaba, IBG,1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita.
Archan. Jakarta

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Menstruasi normal biasanya 3-5 hari, jumlah darah rata-rata
35cc (10-80cc masih danggap normal), kira-kira 2-3 kali ganti
pembalut perhari. Hipermenorea adalah perdarahan haid yang lebih
banyak dari normal atau lebih lama dari normal lebih dari 8 hari
(winkjosastro, 2005).
Siklus menstruasi normal terjadi karena perubahan kadar
hormon dibuat dan dikeluarkan oleh indung telur. Ovarium merespon
sinyal hormon dari kelenjar pituitari yang terletak di dasar otak, yang,
pada gilirannya, dikendalikan oleh hormon yang diproduksi di
hipotalamus otak. Pengobatannya dapat berupa pemeriksaan USG,
Histerosalpingografi, Histeroskopi, danMagnetic Resonance Imaging
(MRI).

B. SARAN
Diharapkan Karya Tulis Ilmiah ini dapatmenjadi pedoman dan
pertimbangan untuk meningkatkan pengetahuan tentang konsep dasar
amenorrhea dan bagaimana cara penanganannya

DAFTAR PUSTAKA
Sumber : (Ilmu Kandungan/editor, Mochamad Anwar, Ali Baziad, R. Prajitno
Prabowo, ed 3.cet 1 Jakarta:PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 2011).
Sumber : (memahami kesehatan reproduksi wanita/ penulis, Ida ayu
Candranita Manuaba, Ida bagus Gde Fajar Manuaba, ida Bagus Gde Manuaba:
editor Monica Ester. Ed 2. Jakarta:EGC, 2009).
Sumber : Manuaba, IBG,1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita.
Archan. Jakarta.