You are on page 1of 12

macam bridge

bahan bridge indikasi+kontranya
Bridge
Gigitiruan cekat merupakan piranti prostetik permanen yang menggantikan
satu atau lebih kehilangan gigi dan dicekatkan atau disemenkan pada gigi
penjangkarnya, sehingga tidak mudah dilepaskan baik oleh pasien maupun dokter
gigi.. Jenis restorasi ini telah lama disebut dengan gigitiruan jembatan (bridge)(1).
Fungsi dari gigitiruan jembatan yaitu untuk mengembalikan fungsi estetik,
mengembalikan fungsi mastikasi, mengembalikan fungsi fonetik, dan menjaga
kelestarian jaringan sekitarnya agar tetap sehat(2).
Indikasi penggunaan gigitiruan jembatan yaitu (1):
1.
2.
3.
4.

Oral hygiene baik
Keadaan umum baik
Tidak ada kelainan periodontal
Kehilangan 1-2 gigi untuk gigi posterior, maksimal 4 gigi untuk gigi
anterior berturut-turut

5. Mutlak ada gigi penjangkaran pada ujung daerah edentulous
6. Rentang umur 18 tahun hina 55 tahun
7. Daerah gigi yang hilang harus memiliki oklusi dan dalam lengkung
8. Gigi penjangkar tidak goyang
9. Perbandingan mahkota dan akar yaitu 3 : 2, minimal 1 : 1
Kontraindikasi penggunaan gigitiruan jembatan yaitu (1):
1.
2.
3.
4.

Kasus free end
Rentang umur (umur kuran dari 18 tahun rongga pulpa relatif masih besar)
Gigi penjangkar goyang, tidak memiliki oklusi, serta diluar lengkung
Kehilangan gigi terlalu banyak sehinga tidak dapat memenuhi hukum Ante
Prinsip perawatan gigitiruan jembatan yaitu, luas permukaan akar gigi

penjangkar harus lebih besar dari luas permukaan akar gigi yang digantikan. Luas
permukaan akar gigi berdasarkan Hukum Ante seperti pada tabel dibawah ini (1):
Rahang Atas
Insisivus sentral

204

Rahang Bawah
Insisivus sentral

154

Pontik. Konektor. Kontur dan tekstur sadel akan mempengaruhi desain pontik. akrilik atau logam. jika terbuat dari porselen seluruhnya). Abutment. adalah gigi penyangga dapat bervariasi dalam kemampuan untuk menahan gigitiruan jembatan dan tergantung pada faktor-faktor seperti daerah membran periodontal. 4. Pada bagian gigi yang hilang yang terhubung dengan gigi penyangga. Retainer dapat dibuat intrakoronal atau ekstrakoronal. Dapat dibuat dari porselen. adalah gigi buatan pengganti dari gigi atau gigi-geligi yang hilang. panjang serta jumlah akar. 3. 2. Sadel. konektor. yang dapat diuraikan sebagai berikut (2): 1. Tulang alveolar akan berubah kontur selama beberapa bulan setelah hilangnya gigi. Retainer. Kelima desain ini adalah (3): a. harus mampu mendukung fungsional dari gigi yang . yang terutama adalah tulang alveolar yang ditutupi oleh jaringan lunak.Insisivus lateral Caninus Premolar 1 Premolar 2 Molar 1 Molar 2 179 273 234 220 433 431 Insisivus lateral Caninus Premolar 1 Premolar 2 Molar 1 Molar 2 168 268 180 207 431 426 Gigitiruan jembatan terdiri dari beberapa komponen. abutment. retainer. 5. Fixed-fixed bridge Suatu gigitiruan yang pontiknya didukung secara kaku pada kedua sisi oleh satu atau lebih gigi penyangga. dan sadel. yaitu pontik. struktur cor (alumina derajat tinggi. adalah daerah diantara gigi-gigi penyangga. Konektor dapat berupa sambungan yang disolder. atau gabungan dari bahanbahan ini. adalah restorasi tempat pontik dicekatkan. Gigitiruan jembatan memiliki 5 macam desain yang perbedaannya terletak pada dukungan yang ada pada masing-masing ujung pontik. adalah bagian yang mencekatkan pontik ke retainer.

derajat kecil .hilang. Gambaran fixed-fixed bridge pada gigi Insisivus Walmsley sentralis AD. Seperti pada gambar 1. Semi fixed bridge Suatu gigitiruan yang didukung secara kaku pada satu sisi.2001. biasanya pada akhir distal dengan satu atau lebih gigi penyangga. Indikasi dari perawatan ini yaitu jika gigi yang hilang dapat terhubung dengan gigi penyangga yang mampu mendukung fungsional dari gigi yang hilang. Satu gigi penyangga akan menahan perlekatan intracoronal yang memungkinkan pergerakan antara komponen rigid dan penyangga gigi lainnya. Fixed-fixed bridge dengan menggunakan bahan porselen pada gigi insisivus sentralis.p. 115) b. prosthodontics. livingstone. 2nd (Sumber : Fixed and removable Tottenham: Churchill ed. Barclay CW. Gambar 1.

Walmsley AD.p. Gambaran semi-fixed bridge (Sumber : Barclay CW.2001.118) .Gambar 2. Fixed and removable prosthodontics. 2nd ed. Tottenham: Churchill livingstone.

2001. Gambaran cantilever bridge (Sumber : Barclay CW. Walmsley AD.c. 2 nd ed. Lengan dari bar mengikuti kontur dari palatum untuk memungkinkan adaptasi pasien. 120) d. Spring cantilever bridge Suatu gigitiruan yang didukung oleh sebuah bar yang dihubungkan ke gigi atau penyangga gigi. Pada cantilever bridge ini. Tottenham: Churchill livingstone. Cantilever bridge Suatu gigitiruan yang didukung hanya pada satu sisi oleh satu atau lebih abutment. Fixed and removable prosthodontics.p. gigi penyangga dapat mengatasi beban oklusal dari gigitiruan. tergantung pada posisi dari lengkung gigi penyangga dalam kaitannya dengan gigi yang hilang. Jenis gigitiriruan ini digunakan pada pasien yang kehilangan gigi anterior dengan satu gigi yang hilang atau terdapat diastema di sekitar anterior gigi yang hilang. Lengan dari bar yang berfungsi sebagai penghubung ini dapat dari berbagai panjang. Gambar 3. .

2nd ed. All metal bridge . Gigi tiruan yang menggunakan bahan ini juga tidak cocok digunakan pada penderita dengan bruxism. Kontraindikasi dari bahn ini adalah tidak digunakan pada gigi yang memiliki beban kunyah yang besar karena kekerasan akrilik hanya 1/16 kekerasan dentin. Walmsley AD. Fixed and removable prosthodontics. Kelebihannya adalah pilihan gradasi warna yang sangat estetis dan permukaannya mengkilat. Bahan porselen ini tidak cocok digunakan pada pasien dengan kebiasaan buruk bruxism karena gesekan yang terus menerus dengan gigi antagonisnya akan menyebabkan porcelain cepat pecah. All porcelain bridge Bahan porselen adalah bahan yang sangat populer saat ini. Bahan porselen sulit dibedakan dengan gigi yang asli. Berdasarkan bahan yang digunakan. 122) e. Compound bridge Ini merupakan gabungan atau kombinasi dari dua macam gigitiruan cekat dan bersatu menjadi suatu kesatuan. yaitu (1): 1.p. All acrylic bridge Bahan akrilik biasanya digunakan untuk pembuatan mahkota jaket sementara (menunggu mahkota jaket permanen). Gambaran spring cantilever bridge (Sumber : Barclay CW.Gambar 4. namun mudah berubah warnanya.2001. gigitiruan jembatan dibagi menjadi 3. Kelebihan dari bahan akrilik warnanya dapat disesuaikan dengan gigi asli. 2. Kekuatannya lebih besar daripada akrilik tetapi tidak sekuat logam. Tottenham: Churchill livingstone. Biasaya juga digunakan untuk gigi yang memerlukan estetik tinggi. Kekurangan dari bahan porselen ini bersifat rapuh dan sehingga tidak dapat diasah dan tidak dapat diletakkan pada permukaan kunyah gigi belakang. 3. Harganya pun murah tetapi tampilan menarik. Bahan akrilik biasanya dikombinasikan dengan logam karena sifat bahan akrilik tidak kuat menahan beban kunyah.

dan sampai restorasi 3-unit jembatan. yaitu: a. Alumina: untuk posterior unit tunggal dan kasus anterior. dan sampai restorasi 5-unit jembatan. Mereka terutama dipilih untuk gigi depan tetapi tidak menutup kemungkinan juga digunakan pada gigi posterior. . Porcelen fuse to metal ini lebih kuat daripada all porselen bridge. ada beberapa kelemahan utama yang terkait dengan logam menyatu di dalamnya.5-2 mm dengan sudut 45 derajat. Zirkonia: untuk posterior unit tunggal dan kasus anterior. keuntungan yang lain adalah logam danemas tidak korosif dan tidak berkarat. maka akan lebih sensitif terhadap panas dan dingin. 4. c. b. Biasanya diindikasikan pada gigi posterior dan kontraindikasinya adalah gigi abutmen yang digunakan mempunyai ketebalan dentin yang kecil. Meskipun porcelen fuse to metal dipilih untuk penampilan yang sangat baik karena keestetikannya. yaitu gigi mungkin sensitif setelah prosedur. Memiliki estetika yang sangat baik dan cukup kuat untuk dapat disemen dengan semen gigi tradisional. Bagian porselen bisa terkelupas dan logam yang mendasari dapat terlihat sebagai garis gelap. Pengurangan bagian insisal Pengurangan pada bagian insisal adalah sebesar 1. Tetapi gigi tiruan dari bahan logam dan emas tampilan warnanya sangat berbeda dengan gigi asli. Spinell: untuk kasus anterior unit tunggal yang memerlukan estetika unggul dan tembus. 5.Gigi tiruan permanen yang terbuat dari logam atau emas mempunyai kekuatan yang sangat bagus bahkan dapat bertahan sampai bertahun-tahun. Jika gigi dimahkotai masih vital. Prosedur preparasi perawatan gigitiruan jembatan yaitu: Tahap-tahap preparasi gigi penyangga 1. Kombinasi (porselen dan metal) Porcelain fuse to metal adalah jenis hibrida antara mahkota logam dan mahkota porselen. Ada 3 macam bahan jembatan keramik. dan ada beberapa kasus di mana permukaan mahkota menciptakan keausan pada gigi antagonisnya. In Ceram (keramik bridge) Terbuat dari porselen alumina yang sangat tangguh.

Pengurangan permukaan labial Tujuan : untuk ketebalan mahkota jaket bagian labial (estetika) Pengasahan pada 2/3 incisal sebesar 1-1. Jika menggunakan porselen ketebalan pengasahan sekitar 1. Pengasahan bagian proksimal dengan menggunakan pointed tapered cylindrical diamond bur dengan ketebalan 11. Pengurangan permukaan lingual atau palatal Preparasi bagian palatal mengikuti kontur gigi dengan tidak menghilangkan singulum. 5.5mm pada 2/3 incisal dan 0. 4. Tujuan pengurangan permukaan proksimal : § Menghilangkan kecembungan gigi yang menghalangi masuknya mahkota jaket sepanjang servikal § Mensejajarkan bidang proksimal mesial distal sehingga mahkota jaket masuk tanpa halangan § Untuk ketebalan bahan mahkota jaket § Membuat jalan bur untuk preparasi dan toilet form cavity 3.Tujuan pengurangan pada bagian insisal adalah a) Memberi ketebalan mahkota jaket antara inti dengan gigi antagonis b) Menghindari patahnya mahkota jaket terhadap pengunyahan c) Oklusi dapat diperbaiki 2.5mm pada 1/3 servikal.5-2mm. Pengasahan menggunakan flame type diamond bur sebesar 1-1.5mm dengan round end tapered cylindrical diamond bur.5 mm. Preparasi daerah servikal . Pengurangan permukaan proksimal Pengurangan pada bagian proksimal adalah sebesar 6 derajat Pengurangan bagian proksimal yang melebihi 6 derajat akan mengurangi resistensi dan retensi inti kurang.

Tepi lereng (bevel) d. Tepi bahu (shoulder)  Shoulder untuk bahan porselen  Shoulder with bevel untuk bahan porselen fuse to metal  Bevel untuk bahan full metal  Champer untuk bahan akrilik Karena akrilik rapuk sehingga dengan akhiran preparasi berbentuk champer dapat memberi retensi.Ada beberapa bentuk servikal: a. • Cetak dengan bahan alginate • Setelah gigi selesai dipreparasi. Tepi demarkasi (feater edge) b. diolesi vaselin • Isi cetakan alginate dengan self curing akrilik di bagian gigi yang dipreparasi • Cetakan dikembalikan di mulut penderita pada posisi semula • Kelebihan akrilik diambil dengan bur hingga bentuk mahkota sementara sesuai dengan bentuk gigi sebelum dipreparasi • Pulas • Lekatkan/pasang dengan Fletcher b) Gigi tiruan akrilik (unifast) • Penyesuaian warna dan bentuk gigi tiruan mahkota akrilik • Palatal mahkota akrilik diambil dengan bagian tipis labial . Tepi bahu liku (chamfer) e. Tepi pisau (knife edge) c.

tehnik sementasi pemasangan crown ialah sebagai berikut : a) Menyiapkan crown . perhatikan bagian servikal harus tepat • Palatal mahkota akrilik diberi adonan self curing akrilik. mahkota akrilik disesuaikan dengan gigi yang telah dipreparasi. tunggu sampai mengeras • Periksa peninggian gigit .• Setelah dipreparasi. oklusi. pasang kembali. kemudian poles bagian yang kasar Tehnik Sementasi Tahap selanjutnya pemasangan mahkota jaket (crown) pada gigi yang telah dipreparasi adalah penyemenan. artikulasi. kelebihan akrilik diambil. kemudian diletakkan pada gigi yang telah dipreparasi • Sebelum mengeras diangkat sebentar. selanjutnya dipulas • Lekatkan/pasang dengan Fletcher c) Mahkota sementara siap pakai (buatan pabrik) • Mahkota sementara dari akrilik buatan pabrik • Bentuk dan ukuran bermacam-macam sesuai ukuran gigi • Macam: Akrilik (anterior) dan logam (posterior) • Cari bentuk dan ukuran yang sesuai • Mahkota sementara diisi dengan self curing akrilik dorong perlahan-lahan pada posisinya • Ambil kelebihan akrilik • Bagian palatal/oklusal diambil agar tidak mengganggu oklusi/artikulasi.

c) Semen yang biasa digunakan: § Zinc phosphate cement § Resin-based and adhesive cement § GIC d) Mencampur dan mengaplikasikan semen Semen diaduk sesuai dengan aturan pabrik di atas glass plate. Kemudian dikeringkan dengan hembusan angin. e) Semen diaplikasikan pada daerah cekungan crown dan permukan gigi f) Insersi Crown Crown dipasang secepatnya dan ditekan dengan kuat secara terus menerus untuk memaksa keluar ekses-ekses semen dari margin. Sebaiknya dibersihan dengan alat pembersih ultrasonik atau apabila tidak ada alat tsb. Penekanan bisa dilakukan operator ataupun pasien dengan . tidak boleh kekeringan dan isolasi sempurna/ketat. crown disikat dgn sikat gigi dan detergen. b) Menyiapkan gigi Gigi dicuci dengan semprotan air dan dikeringkan dengan udara.Crown dalam keadaan bersih.

5. North Kimberly Drive: Quintessence Publishing Co. Tottenham: Churchill livingstone. .81 3.p. Walmsley AD. 115-22 4. Fixed and removable prosthodontics. Allan DN. Barclay CW. Juwono L. Shilingburg H. New York: Informa Healthcare. Fundamentals of fixed prosthodontics. Brackett S. Foreman PC. 1997. p. Alih bahasa: Djaya A.Howe. Tekanan harus dipertahankan dan area harus tetap kering selama semen belum seting. g) Menghilangkan ekses-ekses semen setelah semen seting 1. 2. Editor. Jakarta : Hipokrates.1. 1994. Whitsett L. Inc. Leslie C. 3rd Ed.p.Bernard G N. 2007. Smith. 2 nd ed. Hobo S. Planning and Making Crown and Bridges. Richard J.2001. Mahkota dan jembatan (crown and bridge prosthodontics:an illustrated handbook). 4th ed.cara menggigit di suitable prop seperti gulungan kapas.