You are on page 1of 28

PERPINDAHAN KALOR

Retno Sulistyo Dhamar Lestari
Desember 2013

Kegunaan ilmu perpindahan panas
  Untuk

merencanakan alat-alat penukar panas (heat
exchanger)
  Untuk menghitung kebutuhan media pemanas/pendingin
pada suatu reboiler atau kondenser dalam kolom destilasi
  Untuk perhitungan furnace/dapur  radiasi
  Untuk perancangan ketel uap/boiler
  Untuk perancangan alat-alat penguap (evaporator)
  Untuk perancangan reaktor kimia
 
 

Eksotermis 
Endotermis 

butuh pendingin
butuh pemanas

ENERGI Contoh kasus : Limbah HCl diolah dengan cara dinetralkan menggunakan larutan caustic soda (NaOH)   Ada kenaikan suhu karena reaksi HCl dengan NaOH menghasilkan panas (eksoterm)   Limbah tidak asam lagi tetapi bersuhu tinggi   Ada persyaratan suhu limbah maksimum yang diperbolehkan dibuang ke lingkungan (sungai/danau) supaya biota sungai/danau tidak terganggu   Suhu diturunkan dengan cara dipindahkan panasnya Caranya ? .

NERACA ENERGI   Hukum Thermodinamika I ΔE = Q + W E = energi total sistem W = kerja sistem oleh lingkungan Q = energi yang dipindahkan dari lingkungan ke sistem €   Energi sistem = energi kinetik. potensial. dan energi dalam .

Energi kinetik (per satuan massa) = ½v2   Energi potensial (per satuan massa) = gz   Energi dalam (per satuan massa) = U   Q Aliran masuk Aliran keluar Sistem W   Q Neraca Energi : laju akumulasi = laju input − laju output + Q + W .

Neraca energi pada keadaan steady state 1 v 2 + gz m U + ∑ [ 2 ] out − ∑ m[U + 1 2 v 2 + gz] = Q + W Dengan : m = massa € v = kecepatan linier aliran g = gaya gravitasi z = ketinggian in .

Laju perpindahan panas   Driving force (gaya dorong) perpindahan panas adalah perbedaan suhu   Mekanisme perpindahan panas : Konduksi (pada media padat)   Konveksi (pada media fluida)   Radiasi (tidak perlu media. biasanya karena suhu yg sangat tinggi)   .

Konduksi T1 T2 Hukum Fourier tentang konduksi panas T2 − T1 ΔT Q = −kA = −kA X 2 − X1 ΔX Q = laju perpindahan panas secara konduksi (J/s) A = luas penampang perpindahan panas (m2) € k = konduktivitas thermal material (W/m°K) T = suhu (°K) .

Konveksi ( Q = hA Tpermukaan − Tbulk ) Q = laju perpindahan panas secara konveksi(J/s) € A = luas penampang perpindahan panas (m2) h = koefisien perpindahan panas (W/m°K) T = suhu (°K) .

contoh sinar matahari Q = laju perpindahan panas secara radiasi (J/s) A = luas penampang perpindahan panas (m2) ε = emisivitas (perbandingan emisi radiasi antara permukaan radiasi dengan reference) σ = konstanta Stephen-Boltzman (5.669 x 108 W/m2K4) T = suhu (°K)   .Radiasi Radiasi elektromagnetik ( Q = εσA Tpermukaan ) 4 T permukaan € Tanpa media perantara.

Perbedaan Suhu   Dalam satuan SI : satuan suhu adalah °C atau °K   Dalam satuan Engineering : satuan suhu adalah °F atau °R (Rankine)   Hubungan kedua satuan tersebut adalah : °K = °C + 273 °R = °F + 460   Perbedaan 1°C = 1°K 1°F = 1°R 1.8°F = 1°C °F = 9 5 °C + 32 suhu (ΔT) € .

Contoh Konduktivitas termal baja adalah 53 W/m.°K Tentukan nilai konduktivitas tersebut dalam satuan Btu/hr.478x10 4 Btu /s ⎞⎛ 0.ft.°F Jawab : W ⎛ 9.3048m ⎞⎛ 3600s ⎞⎛ 1°K ⎞⎛ 1°C ⎞ k = 53 ⎟⎜ ⎟⎜ ⎟⎜ ⎟ ⎜ ⎟⎜ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ m°K ⎝ 1W 1ft 1hr 1°C 1.ft°F € .8°F ⎠ ⎠ Btu k = 31 hr.

Kerja (W)   Bila terhadap suatu fluida diberikan kerja. Wpv (flow work) yaitu perpindahan fluida selama mengalir = tekanan x volume   . maka energi fluida tersebut akan meningkat. Sebagai contoh. maka energi dari fluida tersebut akan bertambah (ditandai dengan peningkatan kecepatan alir atau temperatur fluida)   Untuk sistem terbuka dikenal dua macam kerja : Kerja poros. bila suatu fluida dipompa. Ws (shaft work) yaitu bila fluida yg mengalir dalam sistem kontak dengan bagian yg bergerak   Kerja aliran.

Neraca energi kini menjadi : ∑ m[U + 1 2 v 2 + gz] out − ∑ m[U + 1 2 v 2 + gz] = Q + WS + WPV in   Atau € 1 v 2 + gz 1 v 2 + gz m U + PV + − m U + PV + ∑ [ ]out ∑ [ ]in = Q + WS 2 2   Hubungan energi dalam (U) dengan kerja aliran H = U + PV € ∑ m[H + € 1 2 v 2 + gz] out − ∑ m[H + 1 2 v 2 + gz] in = Q + WS .

  Bila energi kinetik dan potensial diabaikan dan tidak ada kerja poros   Persamaan neraca energi menjadi : ∑ m[H] H = entalpi € H = Cp(T − Tref ) out − ∑ m[H] in = Q .

Beberapa aplikasi neraca energi (pada kondisi steady state) 1.  Panas sensibel pada pemanasan dan pendinginan Tidak ada perubahan fasa Pemanasan : Tin < Tout Pendinginan : Tin > Tout Tin Tout Q ∑ mC [T − T ] p € ref out − ∑ mC p [ T − Tref ] in = Q .

2. Perubahan fasa (panas laten) Panas yang diberikan atau diperlukan adalah panas yang menyertai perubahan fasa Tin Tout Q ∑ mC [T − T ] p € ref out − ∑ mC p [ T − Tref ] in = mmedia ⋅ ΔH perubahan fasa .

Panas reaksi Jika Tin = Tout.3. maka panas reaksi yang dihasilkan harus ditransfer keluar (ke media pendingin) semua atau panas yang diperlukan dipasok dari luar (dari media pemanas) Tin Reaktan Reaktor Tout Produk Q Maka NE menjadi : ∑ (m⋅ H) € out − ∑ (m⋅ H) in = −rkonsumsi ⋅ ΔH reaksi .

Contoh : (mixer = adiabatik) 32°C VNaOH Mixer 60°C Effluen Tf ? VHCl Anggap tidak ada panas pencampuran. mixer bersifat adiabatik Campuran = campuran ideal. densitas sama Jawab : HCl = 11600 L/hr dan NaOH = 6500 L/hr NM : 11600 + 6500 = Effluen = 18100 NE : ∑ VρC p [T − Tref ] out − ∑ VρC p [ T − Tref ] in = 0 VHCl (60 − Tref ) + VNaOH ( 32 − Tref ) − Veffluen ( Tf − Tref ) = 0 →Tf = 50°C . CpHCl = CpNaOH = CpH2O.

Mekanisme dan luas perpindahan panas   Mekanisme perpindahan panas di HE : T1 konveksi →konduksi →konveksi T2 − T3 Q = h1A(T1 − T2 ) = kA = hA(T3 − T4 ) X 2 − X1 gaya dorong Laju = tahanan T1 − T4 Q= 1 ΔX 1 + + h1A kA h 2 A € € T2 T3 T4 .

Perpindahan panas melalui dinding pipa konsentris A1 = 2πr1L dan A2 = 2πr2L Maka persamaan : T1 − T4 Q= 1 ΔX 1 + + h1A kA h 2 A A1 A2 A1 − A2 A= ⎛ A ⎞ ln⎜ 1 A ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2πL(r1 − r2 ) A= ln(r1 /r2 ) 2πL(Δr) A= ln(r1 /r2 ) Menjadi € € T1 − T4 Q= 1 ln(r1 /r2 ) 1 + + h1A1 2πkL h 2 A2 .

Alat penukar panas (Heat Exchanger) b) Counter current a) Co-current Thi Tho Thi Tho Tci Tco Tci Tco .

Contoh alat penukar panas .

sehingga untuk memprediksi nilai h sangat sulit.   Oleh sebab itu persamaan sering kali ditulis menjadi :   Q = U⋅ A⋅ ΔTLMTD U = koefisien perpindahan panas keseluruhan (W/m2°K) ΔT1 − ΔT2 ΔTLMTD = ΔT1 ln ΔT2 € ΔT1 ΔT2 .Perbedaan temperatur pada HE Persamaan diatas melukiskan kontribusi luas area terhadap perpindahan panas. namun dalam kenyataannya untuk memperkirakan total luas perpindahan panas pada peralatan lebih kompleks dari itu.   Sebagai contoh perbedaan temperatur di sepanjang dinding HE berbeda.

ft2°F. Jika keluaran air pendingin hanya diperbolehkan 22°C.17 kJ/kg°C dan 998 kg/m3. Koefisien perpindahan panas keseluruhan. kapasitas air dan limbah serta densitasnya dianggap sama dan tetap 4. U = 50 Btu/jam.  Laju alir air pendingin yang diperlukan b. Oleh sebab itu cairan harus didinginkan menggunakan air pendingin yang bersuhu 15°C dalam HE counter current. Suhu yang diijinkan 27°C.9°C hendak dibuang ke danau. Tentukan a.Soal Cairan hasil pengolahan limbah sebanyak 18100 L/jam bersuhu 49.  Luas perpindahan panas .

000Watt = V (992 kg m 3 ) ( 4.1 m ) lim bah 3 jam x( Tin − Tout ) x992 kg m 3 x 4.9°C 27°C 22°C 15°C Panas yg akan dipertukarkan : ( Q = VρC p Q = 18.ft°F U = 284 mW2 ° C (1055 )( W.9 − 27)°C(1000 J kJ)(1jam 3600s) Q = 477.s Btu 1jam 3600s )(10.Jawab :   49.8°F °C .17 kJ kg°C)(22 −15)°C(1000 J kJ)(1jam 3600s) V = 59.000Watt   Panas yg dilepas limbah = panas yg diserap air pendingin ( Q = VρC p € ) air pend x( Tout − Tin ) 477.764 )( ) ft 2 m2 1.17 kJ kg°C ( 49.2 m   € 3 jam konversi U U = 50 Btu jam.

9 − 22) − (27 −15) ln ( 49.  Menghitung ΔTLMTD ΔTLMTD = (49.9−22) ( 27−15) ΔTLMTD =18.8°C   € Luas perpindahan panas Q U⋅ ΔTLMTD 477.3m2 € .000W A= 284 mW2 °C (18.8°C) A= A = 89.

aliran fluida. dan perpindahan panas serta aplikasinya .  Pelajari materi2 neraca massa.