Asma akut dalam kehamilan

Sutrisuna
03011281

Anatomi saluran pernapasan

Fisiologi pernapasan

Fisiologi pernapasan

Volume paru saat kehamilan

Definisi

Epidemiologi
 Pengamatan dr. Iris Rengganis dari RS
Ciptomangunkusumo-FKUI, Jakarta, asma
ditemukan pada 4-7% ibu hamil dan komplikasi
terjadi pada 1% kehamilan
 “rule of thirds”
 1/3 better 36%
 1/3 same 23%
 1/3 worse 41%

Patofisiologi

Manifestasi klinis
Wheezing
Batuk malam hari
Sesak napas
Rasa penuh pada
dada
 Ansietas



Pemeriksaan penunjang
1.
2.
3.
4.
5.

Spirometer.
Peak Flow Meter/PFM.
X-ray dada/thorax
Pemeriksaan IgE
Petanda inflamasi

Komplikasi
 Bagi ibu :
 Pre-eklampsia
 Hiperemesis gravidarum
 Hipertensi kehamilan

 Bagi janin:



Kematian prenatal
IUGR
Kehamilan preterm
Hipoksia neonatal

Penatalaksaan
Sebelum

•Konseling

mengenai

kehamilan

kehamilan

dan

pengaruh

asma,

serta

pengobatan.
•Penyesuaian

terapi

maintenance

untuk optimalisasi fungsi respirasi.
•Hindari factor pencetus, allergen.
•Rujukan
antenatal.

dini

pada

pemeriksaan

Selama

•Penyesuaian terapi untuk mengatasi

kehamilan

gejala.
•Pemantauan kadar teofilin dalam darah,
karena selama hamil terjadi hemodilusi
sehingga memerlukan dosis lebih tinggi.
•Pengobatan untuk mencegah serangan dan
penanganan dini bila terjadi serangan.
•Pemberian obat sebaiknya diinhalasi, untuk
menghindari efek sistemuk pada janin.
•Pemeriksaan fungsi paru ibu.,
•Pada pasien yang stabil, NST dilakukan
pada akhir trimester II, awal trismester III.

Penatalaksanaan
Saat persalinan

•Pemeriksaan FEV1, PEFR saat masuk rumah sakit
dan diulang bila timbul gejala
•Pemberian oksigen adekuat
•Kortikosteroid sistemik (hidrokortison 100mg i.v. tiap
8 jam) diberikan 4 minggu sebelum persalinan dan
terapi maintenance diberikan selama persalinan.
•Anestesi epidural darat digunakan selama proses
persalinan.
digunakan

Pada persalinan operatif lebih baik
anestesi

regional

untuk

menghindari

rangsangan pada intubasi trakea.
•Penanganan hemoragi pascapersalinan sebaiknya
menggunakan uterotonika atau PGE2 karena PGF
dapat merangsang bronkospasme

Penatalaksanaan
Pasca

•Fisioterapi

persalinan

pengeluaran

untuk
mukus

membantu
paru,

latihan

pernapasan untuk mencegah atau
meminimalisir

atelektasis,

mulai

pemberian terapi maintenance
•Pemberian

ASI

tidak

merupakan

kontraindikasi

meskipun

mendapatkan

obat

ibu

antiasma

Penatalaksaan




hidrasi intravena,
pemberian masker oksigen
pemeriksaan analisis gas darah,
pengukuran FEV1, PEFR, pulse oximetry

fetal monitoring
MEDIKAMENTOSA
 β adrenergic agonis (subkutan, per oral, inhalasi)
loading dose 4-6 mg/kgBB dan dilanjutkan dengan
dosis 0,8-1mg/kgBB/jam sampai tercapai kadar
terapeutik dalam plasma sebesar 10-20 µg/ml
 Metilprednisolon 40-60 mg I.V. tiap 6 jam