1.

AL-QUR’AN DITURUNKAN OLEH ALLOH DAN LANGSUNG
DIPELIHARA OLEH-NYA.
Tidak ada keraguan dari pada Al-Qur’an (Al-Baqarah :2) karena Alloh
sendiri yang memeliharanya. Hal ini difirmankan Alloh dalam Surah Al-Hijr ayat
9, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya
Kami benar-benar memeliharanya”.
Salah satu cara Alloh menjaga Al-Qur’an adalah menjadikannya mudah
dihafal sehingga saat ini ada ribuan Muslim di berbagai belahan dunia yang
menjadi penghafal Al-Qur’an dan Hafidzul Qur’an.
Hafidzul Qur’an berarti penjaga Al-Qur’an. Mereka tak sekedar menjadi
penghafal setiap lafadz Al-Qur’an, tetapi penjaga agar terhindar dari pemalsuan,
penambahan, pengurangan ayat-ayatnya. Sebuah amanah dan prestasi besar
tentunya. Merekalah tali-tali Alloh, karena melalui mereka, Alloh menjaga
keaslian Al-Qur’an tetap terjaga. Jika ada satu ayat saja yang diubah, bisa
dibayangkan para Hafidzul Qur’an ini tentu akan berontak.
2. KALAM AL-QUR’AN BEBAS DARI CAMPUR TANGAN MANUSIA,
APALAGI SYETAN.
Untuk membuktikan keaslian Al-Qur’an, selain Alloh menjanjikan
penjagaan atas Al-Qur’an adalah bahwa Al-Qur’an terjaga dari campur tangan
manusia, apalagi syetan.
Dalam Al-Haqqoh ayat 41, “Dan Al Qur’an itu bukanlah perkataan
seorang penyair.” Sedangkan dalam ayat 44 “Seandainya dia (Muhammad)
mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami”.
Jika Muhammad sebagai Rosulullah saja dinyatakan Alloh tidak memiliki
campur tangan atas Kalam Ilah ini, apalagi kita manusia biasa?
Bahkan Alloh memberi tantangan bagi siapa saja yang bisa membuat
tandingan Al-Qur’an sebagaimana yang terfirman dalam Surat Al-Hijr ayat

walaupun surat pendek seperti Al-Fiil yang coba dipalsu olehnya. dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah.” Katakanlah: “(Kalau benar yang kamu katakan itu). jika kamu memang orangorang yang benar. (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.” dan juga ada dalam Surat Yusuf ayat 111 “Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat.9 “… Katakanlah (Muhammad): “(Kalau demikian). akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan . Selain itu. “Tidaklah mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selain Allah. jika kamu orang-orang yang benar. membenarkan apa yang sebelumnya. Dalam Surat Yunus ayat 37 juga dijabarkan. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu”. 3. campur tangan syetan pun tak ada.” Jelas bukan? Tak akan ada seorangpun termasuk Musailamah Al Kadzab yang mampu membuat tandingan Alqur’an. Sebagaimana termaktub dalam At-Takwir ayat 25 “Dan Al Qur’an itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk”. “Tidaklah mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selain Allah… Atau (patutkah) mereka mengatakan: “Muhammad membuat-buatnya. maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah. maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya. BERSIFAT PEMBENAR DARI KITAB-KITAB SEBELUMNYA Hal ini dijabarkan Alloh dalam Surat Al-Maidah ayat 48 “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran. tidak ada keraguan di dalamnya. akan tetapi (Al Qur’an itu) membenarkan kitabkitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya.” Begitu juga dalam Surat Yunus ayat 37-38.

dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. agar mereka bertakwa atau (agar) Al Qur’an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka. 5. 43:3. Dan dari kesemua isi dalam kitab-kitab terdahulu tersebut. 16:103.” Artinya apa? Sudah diketahui bersama bukan bahwa kitab sebelum AlQur’an adalah Zabur.” Dengan kata lain. Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki). Taurat dan juga Injil. Dalam Surat Al-Maidah ayat 48 juga disebutkan“…batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. 41:3. 26:195. di antaranya QS 12:2.menjelaskan segala sesuatu. 4. 13:37. BERSIFAT NASAKH ATAU PENGHAPUS KETENTUAN DARI KITABKITAB SEBELUMNYA Hal ini difirmankan Alloh dalam Surat Ar-Ra’du ayat 38. muamalah. tauhid) akan dituangkan lagi dalam Al-Qur’an untuk menjadi peringatan dan petunjuk manusia.” Dan demikianlah Kami menurunkan Al Qur’an dalam bahasa Arab. Dalam QS Taha (20:113) juga difirmankan Alloh.” Ada juga dalam Surat Al-Ahqof ayat 12 “Dan sebelum Al Qur’an itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian dari ancaman.39” … Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu). DITURUNKAN DALAM BAHASA ARAB DAN BERULANG-ULANG Al-Qur’an dituliskan dalam Bahasa Arab dijelaskan dalam Al-Qur’an dalam beberapa ayat secara berulang-ulang. 44:58 dan 17:89. 39:28. hal-hal yang dibenarkan oleh Alloh (baik aqidah. Alloh menghapuskan ketentuan yang dikehendaki dalam kitab sebelum Al-Qur’an di dalam Al-Qur’an. Dan ini (Al Qur’an) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang dzalim dan memberi kabar gembira kepada orangorang yang berbuat baik.” . 20:113.

lilmalaaikati misal Al-Baqoroh sjuduu Liaadama ayat 34. Selain itu. perbedaan tanda baca setiap kata (fathah. Bahkan. Dalam Surat Fushilat ayat 44 difirmankan Alloh “Apakah (patut Al Qur’an) dalam bahasa asing. Mengapa demikian? Dalam ilmu nahwu. Bahasanya istimewa. ”Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. maka bisa jadi itu menjadi salah satu alasan. dan juga waktu kejadian berbeda memiliki kosa kata bahasa Arab yang berbeda juga. tanda baca (I’rab) nya adalah Manshub untuk Mufrad (Tunggal).” Di akhir kata “Iblis”. Al-Mutstasna adalah Ism Manshub yang berada setelah kata . fasajaduu illaa iblisa” yang artinya “Dan ingatlah ketika kami berfirman kepada para malaikat. Al-A’raf: 11. Coba deh. ketentuan ini disebut Mustatsna jenisnya Taam Manfiiy (ada 3 jenis Mustatsna). dhlommah. dan karena Rosul adalah seorang Arab. Wallahu a’lam. yaitu fathah (a). tidak hanya bahasa Arab biasa atau bahkan bahasa ‘ajam (Bahasa kasar yang digunakan Arab Badui) yang digunakan. ada ilmu Nahwu dan Sharaf yang digunakan untuk mempelajari bahasa Al-Qur’an. tanwin) bisa jadi memiliki arti kata yang berbeda. perintah maupun larangan untuk menjadi penegasan dan menjadikan manusia berpikir atas peringatan tersebut. Bahasa Arab dipilih oleh Allah karena merupakan bahasa manusia. salah seorang guru saya pernah berpendapat bahwa Bahasa Arab adalah bahasa yang istimewa dimana satu kata. Al-Kahf: 50. Beliau juga berpendapat bahwa kaum Arab cukup bagus dalam menghafal. kasroh. sedang (rasul adalah orang) Arab?” Mengenai hal inipun. Contoh istimewanya bahasa Al-Qur’an ini ada dalam ayat yang juga diulang-ulang dalam Al-Baqoroh: 34. Mengenai bahasa Al-Qur’an. buka Termaktub “Waidzqulnaa salah satu. Al-Isra’: 61.Sedangkan alasan Alloh mengulang beberapa ketentuan. Maka dari itu. Taha: 116. tanda baca mufrad adalah dlommah(u). padahal jika ia berdiri sendiri (tidak dalam kalimat). dengan jumlah orang yang melakukan.

b. Dalam hal ini adalah malaaikati yang punya I’rob Majrur untuk Mufrod.Ikut Ism Minhu nya. Dan tentunya masih banyak lagi jika dikaji dan digali lebih dalam. bahwa iblis dihukumi hukum asli mustatsna (manshub). Oiya ism artinya adalah kata benda. Ism Mansubh tersebut adalah obyek pengecualian. tidak mengikuti ism minhu-nya.. Akan tetapi yag dipilih adalah hukum ASLI mustatsna yaitu manshub. Sepanjang masa dan di belahan bumi manapun. Dosen Nahwu di kelas saat itu. Subhanalloh. sedangkan malaikat taat kepada Alloh. Kira-kira itulah enam keistimewaan Al-Qur’an menurut pemikiran saya. perbedaan tanda baca ternyata mempunyai makna mendalam. Sedangkan jenis Taam Manfiy digunakan untuk kalimat sempurna dan negatif. Iblis dianggap berbeda karena Iblis inkar. Hal ini dibuktikan dalam kalam Ilahi pada Surat Al-Furqon ayat 1. “Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur’an) kepada hamba-Nya. Sehingga di ayat tersebut ditulis Iblisa. Tentunya masih banyaaaak lagi yang saya pun masih harus banyaaak belajar. . yaitu kasroh (i). yaitu fathah (a) atau. Al-Qur’an merupakan kitab yang berlaku untuk seluruh umat manusia.Illaa (Kecuali). dan tidak ikut ism minhu nya karena Iblis tidak dianggap satu golongan dengan malaikat. BERLAKU UNTUK SELURUH UMAT MANUSIA Berbeda dengan Taurat yang berlaku untuk umat nabi Musa dan Harun saja. BUKAN Iblisi. berpendapat. Ini baru satu contoh. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam”. Hukum I’rob nya boleh memilih salah satu di antara dua: a. Sesuai hukum asli Mustatsna. Kitab Zabur untuk kaum Nabi Daud. 6. Dalam hal ini untuk Mufrad (Tunggal).

keterbatasan adalah milik saya.Yang jelas. Wallahu a’lam bisshowab. Kekurangan. Al-Qur’an adalah best book ever. . editor nya adalah Alloh sendiri. Maklum. penulis. yang ketika membacanya bisa menciptakan lompatan-lompatan dalam hati atau bahkan menangis haru. Kesempurnaan hanya milik Alloh.

Related Interests