RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI FEEDER

DAN KOORDINASI SISTEM MESIN SPB COSMOS
BERBASIS PLC OMRON CPM2A DAN
SCHNEIDER SR3B261BD
Rizqi Santria Mulki

Abstrak : Sistem kendali mesin Sarana Penyimpanan Beras ( SPB ) terdiri atas, pengendali otomatis dan manual. Setiap
bagian mesin memiliki kendali tersendiri dan untuk mengintegrasikan semua bagian mesin terdapat bagian yang bernama
master, yang berfungsi mengkoordinasikan setiap bagian mesin. Mensin press dan folding bagi komponen ( SPB )
merupakan mesin yang membutuhkan pengendali bagi empat bagian mesin yang berbeda. Tiga bagian mesin untuk
melakukan proses press dan folding idgunakan penggerak yang menggunakan sistem hidrolik, karena tenaga yang
dibutuhkan untuk melakukan proses press dan fold sangat besar. Dan untuk melakukan proses pemindahan benda kerja
dari satu stasion menuju ke stasion lain digunakan stasion pembawa benda kerja, memiliki sistem pneumatik yang memiliki
vaccum agar bisa menghisap dan membawa benda kerja, dan rangka stasion pembawa digerakan oleh motor 3 fasa yang
dikendalikan oleh inverter.
Untuk menghasilkan sebuah produk, proses dilakukan dari stasion pertama , kedua dan ketiga secara berurutan.
Yang berfungsi sebagai pemindah benda kerja adalah Feeder yang dikontrol menggunakan PLC CMP2A, prosesnya dengan
cara menghisap benda kerja berupa plat baja dengan vacuum generator dan mengangkat lalu menggesernya menuju stasion
berikutnya.Agar pergerakan antara proses press dan pemindahan benda kerja tidak terjadi bentrok, dibuatlah sistem
kendali koordinasi untuk mengaturnya, sehingga proses bisa berlangsung bergantian. Pemrograman pada sisstem
koordinasi empat bagian mesin digunakan perangkat lunak ZelioSoft yang memprogram Zelio SmartRelay untuk
mengendalikan pergerakan setiap bagian mesin dengan memanfaatkan sinyal dari setiap bagian. Hasil dari program yang
dibuat bisa mengendalikan mesin secara otomatis dan manual. Serta mengatur kecepatan pergerakan dari masing-masing
sistem.
Hasil pengujian menunjukan bahwa, mesin mampu bekerja untuk menghasilkan komponen SPB dengan proses
otomatis dan dengan waktu pengerjaan yang presisi. Juga stasion pembawa benda kerja dapat menempatkan benda kerja
tepat pada temapatnya. Total waktu proses dalam satu siklus memerlukan waktu 21 detik.
Kata kunci : press dan fold, inverter, ZelioSoft, Zelio SmartRelay, Cx-Programmer, SPB

I Pendahuluan
1.1 Tujuan
Pembuatan pengendali mesin press dan folding SPB
sarana penyimpanan beras ini bertujuan untuk :

1. Menghasilkan suatu lintasan produksi
pengerjaan sheet metal (pemotongan dan
pembentukan) untuk komponen SPB
(sarana penyimpanan beras) lima varian,
yang terdiri dari mesin penekan, sistem
pembawa dan alat penekuk.
2. Membuat produk komponen SPB (sarana
penyimpanan beras) dari empat tahapan
3.

proses (pemotongan, penekukan bentuk
U, penekukan L, dan penekukan U)
menjadi tiga tahapan proses yakni tahapan
pemotongan, penekukan U, dan L

4.

5.

6.

7.

8.

9.

(dilakukan dalam satu proses) bagian tepi,
dan penekukan bentuk U.
Mengotomatiskan sebuah mesin press,
folding dan feeder untuk pembuatan
komponen SPB.
Mampu mengubah bentuk bahan dasar
lembaran plat menjadi sebuah bentukan
komponen sarana penyimpan beras.
Mampu menyelesaikan proses pembuatan
dalam waktu tujuh belas detik setiap
benda kerja.
Membuat pengendali koordinasi antara
panel master dengan bagian yang lainnya
(feeder dan stasion pemotongan,
penekukan U dan L, dan penekukan U).
Membuat pengendali pada setiap stasion.
Membuat pengendali mesin pembawa (
feeder ) sebagai pembawa benda kerja ke
setiap stasion.

1

II Landasan Teori 2. lemari es. dan Tiga 1. Inverter Thosiba VF-S15 (3PH-200/240V0.1 Motor Induksi Tiga Fasa Motor induksi merupakan motor listrik arus bolak balik (AC) yang paling luas penggunaannya. 6. 2. Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa motor ini bekerja berdasarkan induksi medan magnet stator ke statornya. Reedswitch sensor SMT-8-K-1ED-24.75kW/1HP). Motor induksi tiga fasa kehidupan sehari-hari baik di industri maupun di rumah tangga. Vaccum generator 1VN-14-H-T4-PQ3-VQ-3R02-B. Directional Valve 4/3 Bistabil with Selesnoid Yuken DSG-0tiga3C2-A220-NI-50.1. Silinder aksi tunggal Festo DNC-32-50-PPVA 163307 C958. 4. Motor induksi sangat banyak digunakan di dalam a) Bentuk fisik b. Motor induksi tiga fasa dioperasikan pada sistem tenaga tiga fasa dan banyak digunakan di dalam berbagai bidang industry dengan kapasitas yang besar. dimana arus rotor motor ini bukan diperoleh dari sumber tertentu. Dua. Zelio Soft 2. Bagian dalam motor induksi Gambar 1.2 Teknologi yang digunakan Teknologi yang digunakan pada mesin press dan folding SPB Cosmos ini antara lain : 1. CX – Programmer. Limit switch CNTD T2-8104.2. 4. 3. Motor induksi yang umum dipakai adalah motor induksi tiga fasa dan motor induksi satu fasa. Penyaring (filter). 3. 5. Selenoid katup 5/2 MEBH-5/2-1/8/PB. Smart Relay Schneider SR3B261BD dan SR3XT141BD. mesin cuci dan sebagainya karena motor induksi satu fasa mempunyai daya keluaran yang rendah. 5. Silinder aksi ganda (double acting cylinder). 2. 7. 4. Motor induksi satu fasa dioperasikan pada sistem tenaga satu fasa dan banyak digunakan terutama untuk peralatan rumah tangga seperti kipas angin. Directional Valve 4/2 MonoStabil with Selesnoid Yuken BSG-06-2B3B-A220-NI-50. Sensor posisi feeder EE-XX672/672P. 1.2 Teknologi Pada Mesin Pembawa (Feeder) 1. 3. Vaccum switch VPEV-1/8.3 Teknologi Pada Pengendali 1. PLC Omron CPM2A 1. 2. dengan titik netral merupakan titik hubung dari titik bintang (Y) pada beban. Motor tiga fasa Bologna type BLC-160M-4. Terdapat dua jenis mode operasi dari inverter jenis ini. pompa air.2. Tegangan suplai merupakan sumber dc dengan tegangan sebesar Vs.2 Inverter DC ke AC Tiga Fasa Inverter tiga fasa merupakan inverter dengan tegangan keluaran berupa tegangan bolak balik (ac) tiga fasa per segi. yaitu mode kondusi 120° dan mode konduksi 180°. 6.Motor 3 fasa MEZ 3~ Mot 7AA/IM04 (UD 1201/1410590-002 38). Bentuk 2. 2 .2.1 Teknologi Pada Stasion Satu. Sebuah rangkaian dasar inverter tiga fasa tunggal sederhana terdiri dari tiga buah inveter satu fasa dengan menggunakan MOSFET daya (power MOSFET) sebagai sakelar. gambaran motor induksi tiga fasa diperlihatkan pada gambar 1. tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat adanya perbedaan relatif antara \ putaran rotor dengan medan putar (rotating magnetic field) yang dihasilkan oleh arus stator.

seperti truk pengangkat (dump truck). kendaraan berat. menggunakan udara terkompresi. mesin press. baik untuk mulai (start). Gambaran vacuum 2.4 Vacuum Generator Komponen ini digunakan untuk menghasilkan udara 2. mesin moulding. sistem pneumatik digunakan untuk Sistem hidrolik adalah suatu sistem yang memanfaatkan tekanan fluida sebagai sumber tenaga pada sebuah mekanisme. Gambaran sistem pneumatik dasar Sistem Pneumatik adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan udara terkompresi sebagai tenaga untuk menghasilkan efek gerakan mekanis. Sistem hidrolik menggunakan fluida inkompresibel. sebuah alat yang berfungsi untuk menghasilkan udara bertekanan tertentu. Alat ini bekerja pada prinsip venturi meter (vacuum). Dan pada aplikasinya. Diagram blok inverter tiga fasa 2. pada sistem hidrolik dibutuhkan power unit untuk membuat fluida bertekanan. kerja sistem hidrolik. Berikut adalah contohcontoh penggunaan sistem hidrolik: Dongkrak hidrolik hydrostatic transmission. Jadi katup pneumatik adalah perlengkapan pengendali ataupun pengatur. Digunakan bersamaan dengan mangkuk hisap untuk memindahkan berbagai benda kerja. Gambar 2. forklift. crane. Sistem kendali pneumatik terdiri dari beberapa komponen sinyal dan bagian kerja.3 Sistem Pneumatik vakum atau udara hisap. Sistem pneumatik bekerja pada tekanan rendah 550-690 KPa. Dalam industri banyak ditemui penggunaan sistem hidrolik pada alat-alat berat. Gambar 4.Diagram blok dari inverter tiga fasa dapat dilihat pada memindahkan beban yang relatif ringan dibanding beban gambar 2. sistem hidrolik bekerja pada tekanan 6. Kemudian fluida tersebut dialirkan sesuai dengan kebutuhan atau mekanisme yang diinginkan. mesin pertanian dan mentransmisikan tenaga ke aktuator tipe rotasi. berhenti (stop).5 Sistem Hidrolik Gambar 3. maka Karena sistem pneumatik tidak dapat dipisahkan dengan kompresor. Pada sistem pneumatik menggunakan fluida kompresibel.9-34 MPa. Karena itu. Pada kebanyakan aplikasi. sistem hidrolik banyak digunakan seperti memindahkan beban yang berat. arah aliran angin. sebagai alat penekan dan pengangkat. dan lain-lain. Tekanan kerjanya juga pada rentang yang kecil jika dibaningkan denga sistem hidrolik. Komponen yang digunakan pada sistem hidrolik: 3 . Ada sementara orang yang menyebut ventil (dari bahasa Jerman atau Belanda). Komponen- komponen sinyal dan kendali menggunakan rangkaian atau urut-urutan kerja dari bagian kerja yang disebut sebagai katup (valve). untuk menggerakkan peralatan konstruksi.

Masukan atau kombinasi masukan yang menjadi syarat awal pemicuan suatu transisi tertentu disebut sebagai kondisi C (condition). Manometer (pressure gauge): mengukur tekanan kerja fluida pada saat piston melakukan langkah maju dan langkah mundur Hose Hose Couplers (penyambung hose) Gambar 5. 2000a. 5. menghindari pressure drop apabila sejumlah besar minyak dipakai dalam waktu singkat. sistem pompa dan sistem turbin angin dan PV surya. JPST memberikan penjabaran yang lebih luas dari JP.2000). Joelianto.A. 1.6 Silinder Kerja Ganda Aktuator adalah bagian keluaran untuk mengubah energi suplai menjadi energi kerja yang dimanfaatkan. 4. 2006. b. ini digunakan untuk mempercepat proses scanning program. Aktuator yang berputar (ayun). 2000b). dapat dilihat pada (Joelianto dan Loeis. Frey. b. 2. Motor udara. Piston sebagai aktuator Pompa mengubah energi mekanis dari putaran poros menjadi energi fluida dan juga untuk menaikkan fluida kerja Tangki menstabilkan sirkulasi tekanan minyak yang dikeluarkan pompa. Hubungan antara algoritma dengan lingkungannya digambarkan melalui sinyal masukan dan sinyal keluaran. dimana C(Ti) ® Ti. Sistem otomasi yang dibangun bisa dirancang menggunakan JPST. kemudian diterapkan ke dalam bahasa pemrograman PLC dalam bentuk diagram tangga. Mostavan. Gerakan lurus (gerakan linear) a. 1998. JP biasa diperkenalkan pertama kali oleh C. Silinder kerja ganda. Aktuator pneumatik dapat digolongkan menjadi dua kelompok yakni gerak lurus dan putar. Sinyal keluaran dikendali oleh sistem kendali dan aktuator bertanggung jawab pada sinyal kendali melalui elemen kendali terakhir. dkk. 2006. Salah satu metode formal yang banyak digunakan untuk merancang dan menganalisis sistem otomasi adalah JPST atau SIPN (Frey and Schettler. 1998) dan grafik ketercapaian (Frey. 3. Syarat kondisi pada transisi JPST Dalam pemrograman PLC yang memiliki banyak I/O. dikembangkan berbagai JP khusus yang digunakan dalam kasuskasus tertentu. Aplikasi JPST untuk merancang berbagai sistem otomasi. JP dimungkinkan untuk menerima aliran informasi dari luar dan memberikan informasi ke luar sistem. sebagai contoh boiler. diperlukan efesiensi program yang dibuat. Gambaran sistem hodrolik dasar 2. Pada JPST. 2.1. 2006). Silinder kerja tunggal. Syarat kondisi terpicunya suatu transisi selain kondisi pengisian token pada tempat (place) yang dihubungkan dengan busur ke transisi tersebut adalah aktifnya masukan (input) tertentu yang akan memulai pemicuan suatu transisi. Berdasarkan JP biasa ini.. Metoda Efisiensi Program PLC ( Petri Net ) Gambar 6. menyimpan fluida bertekanan. Salah satunya adalah JPST. Gerakan putar a. JPST ( Jala Petri Sinyal Tertinterpretasi ) merupakan pengembangan lanjut dari Jala Petri (JP) (Petri Net (PN)) biasa. Petri dalam disertasi doktornya pada akhir tahun 1960-an. Analisis digunakan untuk melihat kinerja algoritma yang telah dibangun dengan menggunakan metode analisis invarian (Wang. Contoh pada Gambar 6 memperlihatkan terpicunya suatu transisi apabila syarat masukan (input) pada kondisinya C(Ti) telah terpenuhi. dkk. 4 . yaitu JP yang bisa menggambarkan hubungan antara algoritma yang disusun dengan lingkungannya.

3 Diagram Alir Sistem 3. 1. mesin. dan barangnya. dan membentuk collar.2. penyimpanan beras 4. Mesin press dan folding sarana 2. sistem pembawa kembali membawa plat SPB ke stasion tiga yakni penekukan U. Pilihan Mode Single/Integrasi A Mode Single Kirim Signal Q2 Pada Stasion 1.2. pemilihan mode ini merupakan pengaturan dari sistem kerja mesin.3 A Gambar 8.3.3 dan feeder aktif Sinyal Home Stasion 1. folding dan feeder sarana pengguna. Tiga tahapan tersebut adalah proses III Penyelesaian Proyek pemotongan. Setelah lembaran plat SPB selesai dipotong. folding dan feeder sarana penyimpanan beras ( SPB ) Cosmos : proses penekukan Udan L.1 Diagram Alir Stasion Master Mulai Single Terdapat dua mode pengoperasian yakni single dan integrasi.3 Masuk ? Tidak Ya Ya Fungsi single stasion 1. 3.2 Tuntutan Sistem Mampu melakukan pembuatan satu produk dalam waktu tujuh belas detik ( memiliki cycle time tujuh belas detik ). 3. sistem pembawa benda kerja (feeder) memindahkan benda kerja dari stasion pemotongan selanjutnya masuk menuju proses penekukan U dan L. bagi Mesin press.pembentukan. Mesin dapat bekerja dengan aman.2.3 dan Feeder Integrasi Sinyal Homeposition Feeder Stasion 1. Diagram alir sistem master 5 . 1 Gambaran Umum Sistem Berikut adalah gambar perancangan umum mesin press. Pada stasion pemotongan. penyimpanan beras (SPB) memiliki tiga tahapan 3. serta sistem pemindah benda kerja atau produk (feeder) menuju stasion selanjutnya. silinder dengan membawa alat penekan digerakan untuk memotong bagian tepi lembaran plat SPB.2.2. proses penekukan U. Mesin dapat bekerja secara otomatis maupun secara manual. 3.3 Masuk ? Pilihan Mode Cycle Tombol Siap Stasion 3 Tidak Mode Step Ya Penekanan Tombol Siap Stasion 3 Kirim Sinyal Q3 Pada Feeder Ya Dua Tombol Mulai Stasion 1 Penekanan Dua Tombol Mulai Dua Tombol Mulai Stasion 1 Tidak Feeder Mengirimkan Sinyal Home Tidak Selesai Ya Kirim Sinyal Q1 Pada Stasion 1. Gambar 7. melubangi (piercing). Mesin mampu membuat lima varian produk.

4 Perancangan Sistem 3. Proses ini melibatkan empat langkah kerja yaitu : “forward Tidak Ya fetch Silinder Pembawa Vaccum Turun Tidak Ya Feeder Bergerak ke Kiri Lambat Sensor 1A Aktif ? produk station penekukan U dan L ataupun dari Feeder Bergerak ke Kanan Lambat Sensor 1B Aktif ? untuk diproses oleh station pemotongan ke Tidak Ya Tombol Start digunakan Reed Switch B Aktif ? forward home ”.1 Proses Pembawa Benda Kerja (Feeder) Diskripsi kerja Otomatis Feeder A Homeposition Stasion Silinder Diatas Aktif ? Tidak memindahkan Sensor 2A Aktif ? Ya Feeder Feeder Bergerak ke Kanan Cepat telah yang stasion penekukan U dan L ke stasion Tidak Penekanan Tombol Sensor 2B Aktif ? Ya Feeder Bergerak ke Kiri Cepat penekukan U. Tidak Ya Feeder Bergerak ke Kiri Cepat Tidak Ya Penghisap dan Tekanan Penghisap Aktif t Motor feeder Sensor 3C Aktif ? Tidak Ya Feeder Bergerak ke Kiri Lambat Silinder Pembawa Vaccum Naik Silinder Reed Switch A Aktif ? Sensor 3B Aktif ? Tidak Ya A Tidak Ya Selesai Penghisap t Gambar 10.2 Diagram Alir Sistem Pembawa Benda Kerja a.3. setdown setdown  Proses fetch dan dilakukan dengan menggunakan sistem kerja pneumatik ( Tidak Ya Penghisap dan Tekanan Penghisap Tidak Aktif Tidak backward vacuum dan silinder up/down ) sedangkan proses forward dan backward Silinder Pembawa Vaccum Naik dilakukan dengan menggunakan motor Ya listrik dengan variable speed dan kendali Feeder Berhenti Reed Switch A Aktif ? Silinder Pembawa Vaccum Turun Reed Switch B Aktif ? posisi. Diagram Alir Mode Otomatis 3.3. Diagram waktu siklus kerja Gambar 9.4. Diagram alir pembawa feeder benda kerja mode otomatis 6 .

Lampu indicator pada panel operator master berfungsi sebagai penanda aktifnya mode integrasi atau single.4.1. selector pertama Mulai digunakan untuk mengaktikan mode Single integrasi atau single dan selector kedua Station-1 Station-2 Station-3 Feeder digunakan untuk mengaktifkan mode Pemotongan Penekukan U dan L Penekukan U Pembawa Benda Kerja cycle atau step. Step ladder sistem kordinasi mode integrasi IV Hasil Implementasi 4. berfungsi untuk memerintahkan feeder kembali ke posisi aman (home) secara otomatis. Gambar 12. tiga dan pembawa benda kerja/feeder ) di atas sehingga masingmasing sub-sistem tersebut dapat dijalankan satu per satu atau bekerja bersamaan secara sekuensial dari awal Panel operator feeder Feeder terdiri dari sistem penggerak linear. Oleh karena itu dipasang jumlah tombol pada panel yang disesuaikan dengan jumlah aktuator. Panel operator master Pada panel operator master terdapat dua buah selector. 3. Pneumatik diagram Hasil Implementasi Panel Operator a. dan sistem pneumatik.1 Gambar 11. Memiliki lebih banyak aktuator yang dikontrol. Satu tambahan tombol. yaitu tombol home. dua.Mulai Integrasi Cycle Start Step Start Pemotongan Penekukan U dan L Penekukan U Pemotongan Penekukan U dan L Start Pembawa Benda Kerja Pembawa Benda Kerja Gambar 13.2 Sistem Koordinasi Stasion dan Feeder ( Master ) Diskripsi Kerja Sistem ini berfungsi untuk mengatur sistem kerja ke-empat stasion/sub-sistem ( stasion satu. hingga akhir yang melibatkan semua proses. jika dibandingakan dengan stasion lain. Step ladder sistem koordinasi mode single 7 Penekukan U . b.

karena tegangan diberikan dari satu sumber ( panel master ).1Pengujian Ketercapaian Waktu Kerja a.08 19 20.46 7 20. Juga terdapat relay yang digunakan sebagai pengaktif aktuator pada sistem pneumatik dan penggerak motor.1. Panel kontrol master Desain elektrik panel kontrol master tidak mengalami perubahan.Hasil Implementasi Panel Kontrol 4. Tabel 1.56 13 21.18 16 20. Panel kontrol feeder 4. Pengujian Cycle time (s) Pengujian Cycle Time (s) untuk 1 21. 2 21. Ketercapaian waktu integrasi Yang awalnya menggunakan Zelio Smart Relay.22 12 20. Ketercapaian waktu integrasi dikarenakan kekurangan jumlah i/o yang Master tersedia. Cycle Time 25 20 15 Cycle Time (s) 4. Terdapat catu daya DC 24 volt yang berfungsi sebagai sumber tegangan keseluruhan stasion.62 memudahkan kontrol emergency pada pergerakan motor 3 fasa agar bisa memiliki beberapa tahapan kecepatan.68 10 20.48 18 20. 14 Diagram waktu Cycle Time Integrasi 8 .31 11 20.49 9 21.84 17 20. Panel kontrol master menggunakan smart relay Schneider SR3B261BD yang berfungsi sebagai otak untuk mengatur kerja Rata-rata : 20.29 5 20.96 keseluruhan sistem.92 6 21.2.2 Pengujian Sistem a.12 4 20.22 14 20.57 Terdapat Inverter sebagai pengatur 3 20. Lalu PSU yang berfungsi sebagai sumber tegangan juga dilepas.41 15 20.2 10 5 0 0 5 10 15 20 Pengujian ke Gambar. b.7335 keseluruhan stasion. namun digantikan dengan PLC Omron-CPM2A sebagai pengendali.58 8 20.68 20 20.

dan pembawa benda kerja ( feeder ).32 ditentukan. 3. Pengurangan penekukan lintasan U dan kerja L pada sehingga stasion dapat mempercepat waktu pemrosesan. Ketercapaian waktu feeder Ketercapaian Tujuan dan Tuntutan Dari hasil pembuatan dan pengujian dari Feeder Pengujian Cycle time keseluruhan mesin SPB.18 7 6. Penyebabnya dikarenakan beban kerja yang dialami pada stasion tersebut merupakan 10 6.23 19 6. mampu membuat (s) produk komponen SPB. untuk rangkaian hidrolik.31 13 6.27 8 6. Solusi Permasalahan Solusi yang didapat dari penulis dapatkan untuk 6. sehingga menjadikan cycle time keseluruhann menjadi lebih lambat dari waktu yang ditargetkan.2 20 yang terbesar diantara stsion lainnnya.16 12 6. Dengan tutuntan yaitu. Namun untuk waktu tempuh dengan mode integrasi seluruh stasion dan feeder masih belum memenuhi waktu yang 3 6. Cycle Time (s ) 2.29 6 6. dalam hal ini adalah 21 detik. agar memperbesar Cycle Time 7 6 5 4 3 2 1 0 Penambahan diameter selang yang digunakan nilai debit fluida yang bekerja pada sistem hidrolik. Penambahan daya motor yang digunakan untuk memperbesar nilai tekanan dari kerja sistem hidrolik.19 15 6.b.22 17 6. 0 5 10 15 20 Pengujian keGambar 15. sebagian besar tujuan pembuatan Pengujian Cycle time telah tercapai. membuat kontrol dari masing- (s) masing stasion.3 2 6. Diagram Cycle Time feeder 9 .257 1. serta 1 6.24 16 6.25 4 6.29 11 6.27 pembuatan kontrol otomatis pada mesin SPB.2 18 6.29 9 6. Ketercapaian waktu feeder V Penutup Tabel 2.35 14 6.3 5 6.  Permasalahan yang Ditemukan Cycle Time yang terjadi pada stasion penekukan U dan L terlalu lama.28 permasalahan yang ditemukan diantaranya : Rata-rata :6.

Esposito. Bioetanol Menggunakan Jala Petri Sinyala 2. 4.web. Perencanaan Lini Produksi Cosmos. (2008) Perancangan dan Analisis Teriternpretasi ( JPST ). Industrial Inverter ( For – 3 Phase induction motors ). Jepang. Politeknik Manufaktur Negeri Bandung. (2004) Perancangan Lengan Robot Pneumtatik Pemindah Plat Menggunakan Programmable Logic Controller. Anthony. Joelianto. Cara Memilih Motor Penggerak [online] Tersedia : https://noerpamoengkas. Teknik Komputer Volume 10 No 1 ITB. 9.com/ diakses pada [27 Juni 2015]. Thosiba.DAFTAR PUSTAKA Sistm Otomasi Pada Proses Produksi 1. Bandung. 1994.id/ diakses pada [16 April 2015].com/ diakses pada [16 April 2015].6.wordpress. Inverter DC ke AC [online] Tersedia : http://elektronika-dasar. Endra dan Alex Dananjaya. Prinsip Kerja Solenoid Valve Pneumatik [online] Tersedia : http://electricmechanic. 2004.blogspot. Setiawan. Anonim. Oxford Ohio. Silinder Pneumatik [online] Tersedia : https://maswie2000. Ari dan Setiawan. 60 Gematek Jurnal Bandung. Anonim. 10 .com/ diakses pada [16 April 2015]. Departement of Manufacturing Engineering Miami University. Fluid Power With Aplications. 3. 7. 2008. Iwan. 8.wordpress. 2013. Teknik Elektro UNDIP. 5. Tugas Akhir.

Related Interests