Hasil Diskusi SBAR

Kelompok 1
Masalah

:

Pasien baru masuk ke IGD dengan diagnosa observasi DHF. Pasien
mengeluh demam sejak 4 hari yang lalu sebelum MRS. Pasien riwayat
berobat ke praktek dokter dengan terapi yang diberikan Dumin 3x1 tab,
Ciprofloxacin 3x500 mg, Vometa 3x1 tab dan pasien minum obat
terakhir pukul 12.30 WITA. Riwayat alergi obat tidak ada. Vital sign TD:
100/60 mmHg, Nadi: 88x/menit, RR:23x/menit dan suhu: 39,20C.

Komunikasi SBAR
S

:

Selamat Siang dokter. Saya suster Komang dari UGD RSU Puri Raharja.
Apakah benar dengan dokter Agus? Saya akan melaporkan kondisi
pasien bapak Sita dengan umur 40 tahun dengan diagnosa observasi
DHF. Keluhan saat ini pusing, mual, badan terasa nyeri terutama pada
persendian. Hasil pemeriksaan vital sign TD: 100/60 mmHg, Nadi:
88x/menit, RR:23x/menit dan suhu: 39,20C.

B

:

Pasien mengeluh demam sejak 4 hari yang lalu. Sudah sempat berobat ke
praktek dokter. Sudah mendapatkan obat Dumin 3x1 tab, Ciprofloxacin
3x500 mg, Vometa 3x1 tab dan terakhir minum obat setelah makan siang
pukul 12.30 WITA. Pasien tidak memiliki riwayat alergi.

A

:

Menurut saya pengobatan yang diberikan di praktek tersebut tidak
efektif.

R

:

Mohon terapi lebih lanjut. Apakah perlu dilakukan pemeriksaan
laboratorium dan perlu tidaknya rawat inap.

Kelompok II

Pasien MRS 5 hari yang lalu dan dirawat oleh dr. SpJP. Saat ini pasien mengeluh sesak. . Rudi.Masalah : Pasien bapak “S” dengan diagnosa IMA datang dengan keluhan nyeri dada dan sesak nafas. Saat ini pasien sudah terpasang O2 masker dengan posisi semi fowler. RR: 28 x/menit. batuk dan sulit tidur. Kelompok III Masalah : Pasien bapak Latif umur 57 tahun. R : Mohon dokter segera datang untuk melihat kondisi pasien saat ini. Dengan diagnosa STEMI. Nadi: 100 x/menit dan SpO2 90%. Apakah perlu dilakukan pemeriksaan rotgen thorax dan pemeriksaan AGD?. A : Menurut saya pasien saai ini tampak sanagat gelisah dan keluar keringat dingin. Pasien direncanakan dilakukan tindakan cateterisasi dan pemasangan balon. Hasil pemeriksaan vital sign saat ini TD: 140/90 mmHg. Rudi. saya suster Sila dari RS Bros akan melaporkan pasien atas nama Bapak”S” yang dirawat di Ruang “B” kamar nomor 110. Komunikasi SBAR S : Selamat Siang dr. batuk dan sulit tidur. Saat ini mengeluh sesak. Pasien dirawat dengan diagnosa IMA. B : Riwayat pasien masuk 5 hari yang lalu dengan riwayat nyeri dada dan sesak nafas.

B : Pasien dirawat dengan diagnosa STEMI rencana cateterisasi dan pemasangan balon. sesak dan tidak bisa tidur. Hasil pemeriksaan vital sign TD 150/100 mmHg. Kelompok IV Masalah : Pasien bapak Selamet dengan diagnosa ARDS dirawat oleh dr. Edy. R : Pasien segera saya pindahkan ke ruangan ICCU untuk pemantauan dan tindak lanjut. Saat ini pasien mengeluh nyeri dada. A : Menurut saya saat ini pasien mengalami nyeri akut. SpO2 88%. Saat ini pasien mengeluh nyeri dada. Terpasang respirator oleh karena pasien sesak napas. Pasien rencana dipindahkan ke ruangan ICCU. Jawaban : Baik. Pasien atas nama bapak Latif umur 57 tahun masuk dengan diagnosa STEMI. RR: 30 x/menit. sedikit sesak dan sulit tidur. Persiapan tindakan sudah dilakukan. saya akan segera laporkan ke dokter DPJP. vital . Komunikasi SBAR S : Selamat siang suster Putu. Skala nyeri 7.Persiapan sudah dilakukan.

Pasien dengan rencana transfusi 1 orang namun darah belum . R : Mohon ibu laporkan ke DPJP untuk intruksi lebih lanjut dan mohon saran penanganan sementara. cek kepatenan posisi alat dan ibu segera melapor ke DPJP untuk kolaborasi pemberian O2 dan pemeriksaan AGD.sign dalam batas normal. Kelompok V Masalah : Perawat assosiate akan melakukan operan dinas kondisi ruangan saat ini. Jawaban: Berikan posisi semi fowler. Jumlah pasien 35 orang (kapasitas 40 TT). A : Menurut saya pasien mengalami disaturasi. Hasil SpO2 88%. Respirator alarm terus laporkan pada PN Perawat penanggungjawab pasien saudara untuk tindak lanjut. B : Pasien masuk dengan ARDS. Bu? Pasien atas nama bapak Selamet yang dirawat oleh dr. awasi saturasi oksigen pasien dan respirasi. Komunikasi SBAR S : Selamat pagi. Edy mengalami sesak napas dan TTV dalam batas normal. Paien resiko jatuh tinggi 3 orang. Saat ini terpasang respirator dengan alarm terus.

Total tempat tidur yang kita miliki 40 TT dengan jumlah pasien sekarang 35 orang. 2 orang karena post op dan 1 orang karena fraktur tibia fibula. pasien mengeluh nyeri skor VAS >3 orang.diurus ke PMI. . Mohon segera dilakukan pengambilan sampel darah dan segera kirimkan ke PMI dan mohon diajarkan teknik manajemen nyeri dan bila nyeri tidak berkurang tolong segera hubungi DPJP. B : Dari 35 orang pasien terdapat 3 orang pasien dengan resiko jatuh tinggi. saya akan melakukan operan dinas pagi. R : Mohon ditingkatkan safety pasien dengan memasang side trail pada bed pasien dan libatkan keluarga untuk penjaga pasien. Untuk pasien yang belum mendapatkan transfusi jika penanganannya terlambat bisa menimbulkan anemia dan memperburuk kondisi pasien. A : Menurut saya apabila pasien safety tidak diperhatikan maka akan terjadi resiko KNC (Kejadian Nyaris Cidera). pasien dengan rencana transfusi 1 orang. Pasien mengeluh nyeri skor VAS > 3 sebanyak 3 orang diantaranya 2 orang karena post op dan 1 orang karena fraktur tibia di kamar yang berbeda. Dan untuk pasien yang mengalami nyeri dengan skor VAS > 3 bila tidak ditangani akan dapat mempengaruhi kondisi pasien secara umum. Komunikasi SBAR S : Selamat siang suster wayan dan teman-teman.