Adsorben

Pengertian Adsorben
Adsorben merupakan zat padat yang dapat menyerap komponen tertentu dari suatu fase fluida
(Saragih, 2008). Kebanyakan adsorben adalah bahan- bahan yang sangat berpori dan adsorpsi
berlangsung terutama pada dinding pori- pori atau pada letak-letak tertentu di dalam partikel
itu. Oleh karena pori-pori biasanya sangat kecil maka luas permukaan dalam menjadi
beberapa orde besaran lebih besar daripada permukaan luar dan bisa mencapai 2000 m/g.
Pemisahan terjadi karena perbedaan bobot molekul atau karena perbedaan polaritas yang
menyebabkan sebagian molekul melekat pada permukaan tersebut lebih erat daripada
molekul lainnya. Adsorben yang digunakan secara komersial dapat dikelompokkan menjadi
dua yaitu kelompok polar dan non polar (Saragih, 2008).

Adsorben Polar Adsorben polar disebut juga hydrophilic. Jenis adsorben yang
termasuk kedalam kelompok ini adalah silika gel, alumina aktif, dan zeolit.

Adsorben non polar Adsorben non polar disebut juga hydrophobic. Jenis adsorben
yang termasuk kedalam kelompok ini adalah polimer adsorben dan karbon aktif.


Menurut IUPAC (Internasional Union of Pure and Applied Chemical) ada beberapa
klasifikasi pori yaitu : a.Mikropori : diameter < 2nm
b.Mesopori : diameter 2 – 50 nm
c.Makropori : diameter > 50 nm
Adsorbat
Adsorbat adalah substansi dalam bentuk cair atau gas yang terkonsentrasi pada permukaan
adsorben. Adsorbat terdiri atas dua kelompok yaitu kelompok polar seperti air dan kelompok
non polar seperti methanol, ethanol dan kelompok hidrokarbon (Suzuki, 1990 dalam saragih,
2008). Karbondioksida merupakan jenis adsorbat yang sesuai digunakan untuk adsorben jenis
hidrofobic seperti karbon aktif. Karbondioksida merupakan persenyawaan antara karbon
dengan oksigen. Pada kondisi tekanan dan temperatur atmosfir, karbondioksida merupakan
gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak reaktif, tidak beracun dan tidak mudah terbakar
(nonflammable). Pada kondisi triple point, karbondioksida dapat berupa padat, cair ataupun
gas bergantung pada kondisinya. Karbondioksida berada pada fase padat pada temperature
-109 °F(-78,5oC) dan tekanan atmosfir akan langsung menyublimasi tanpa melalui fase cair
terlebih dahulu. Sedangkan pada tekanan dan temperatur di atas triple point dan di bawah
temperatur 87,9 °F (31,1oC) maka karbondioksida cair dan gas akan berada pada kondisi
kesetimbangan.
Adsorpsi
Adsorpsi (penyerapan) adalah suatu proses pemisahan dimana komponen dari suatu fase
fluida berpindah ke permukaan zat padat yang menyerap (adsorben). Biasanya partikelpartikel kecil zat penyerap dilepaskan pada adsorpsi kimia yang merupakan ikatan kuat antara
penyerap dan zat yang diserap sehingga tidak mungkin terjadi proses yang bolak-balik.
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses adsorbs (Prawira, 2008);

Oleh sebab itu GAC atau PAC dengan berat yang sama memiliki kapasitas adsorbsi yang sama. Dengan memanfaatkan sifat fisik dan kimia zeolit tersebut yaitu sifat hidrofilik dan ukuran pori < 0. atau alkohol biasanya naik diikuti dengan kenaikan ukuran molekul. disamping penyerapan berdasarkan ukuran garis tengah molekul ruang hampa. Molekul yang berkutub lebih atau tidak jenuh akan lebih diterima daripada yang tidak berkutub atau yang jenuh. Apabila ada dua molekul atau lebih yang dapat melintas. 2008). biasanya pada temperatur 250-900 oC.  Kelarutan Adsorbat Senyawa terlarut memiliki gaya tarik-menarik yang kuat terhadap pelarutnya sehingga lebih sulit diadsorbsi dibandingkan senyawa tidak larut. Air dalam etanol dapat teradsorbsi karena gaya tarik dari permukaan membran zeolit lebih besar dari pada gaya tarik yang menahan air tersebut untuk tetap larut dalam etanol.  Temperatur Tingkat adsorbsi naik diikuti dengan kenaikan temperatur dan turun diikuti dengan penurunan temperatur Adsorpsi Oleh Membran Zeolit Dalam keadaan normal maka ruang hampa dalam kristal zeolit terisi oleh molekul air bebas yang membentuk bulatan di sekitas kation. tingkat adsorbsi naik dengan adanya penurunan ukuran partikel. Beberapa jenis mineral zeolit mampu menyerap gas sebanyak 30% dari beratnya dalam keadaan kering. Ukuran partikel karbon mempengaruhi tingkat adsorbsi. Kapasitas total adsorbsi karbon tergantung pada luas permukaannya.  Karakteristik Adsorban (Karbon Aktif) Ukuran partikel dan luas permukaan merupakan karakteristik penting karbon aktif sesuai dengan fungsinya sebagai adsorban. sedang yang lain ditahan atau ditolak.dkk. aldehyde. Daya serap (absorbansi) zeolit tergantung dari jumlah ruang hampa dan luas permukaan. Absorpsi tersebut merupakan . Agitation (Pengadukan) Tingkat adsorbsi dikontrol baik oleh difusi film maupun difusi pori. Tingkat adsorbsi tertinggi terjadi jika pori karbon cukup besar untuk dilewati oleh molekul. Biasanya mineral zeolit mempunyai luas permukaan beberapa ratus meter persegi untuk setiap gram berat. maka hanya sebuah saja yang diloloskan. tetapi karena adanya pengaruh kutub atau hubungan antara molekul zeolit itu sendiri dengan molekul zat yang diserap. tergantung pada tingkat pengadukan pada sistem.44 nm sehingga air dalam etanol dapat diserap secara sempurna dan pada akhirnya kemurniannya meningkat.  pH Asam organik lebih mudah teradsorbsi pada pH rendah. Ukuran partikel karbon tidak mempengaruhi luas permukaanya. Hal ini dapat dijelaskan dengan kenyataan bahwa gaya tarik antara karbon dan molekul akan semakin besar ketika ukuran molekul semakin mendekati ukuran pori karbon. Bila kristal tersebut dipanaskan selama beberapa jam. Pengeringan zeolit biasanya dilakukan dalam ruang hampa dengan menggunakan gas atau udara kering nitrogen atau methana dengan maksud mengurangi tekanan uap ari terhadap zeolit itu sendiri ( Rakmatullah. maka kristal zeolit yang bersnagkutan berfungsi menyerap gas atau cairan. Keuntungan lain dari penggunaan mineral zeolit sebagai bahan penyaring adalah pemilahan molekul zat yang terserap.  Ukuran Molekul Adsorbat Tingkat adsorbsi pada aliphatic. Oleh karena itu adsorbsi menggunakan karbon PAC (Powdered Acivated Carbon) lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan karbon GAC (Granular Acivated Carbon). sedangkan adsorbsi basa organik efektif pada pH tinggi.

micro transport: pergerakan material organik melalui sistem mesopore dan micropore dari membran zeolit.dkk. 2. yaitu: 1. Partikel zeolit memiliki tiga tipe pori. micropore adalah penyebab besarnya luas permukaan membran zeolit. 2008). Di antara keduanya terdapat mesopore. Adsorpsi terjadi pada permukaan pori membran. Sebaliknya. yaitu macropore dan micropore (masing-masing dengan ukuran >50nm dan <2nm).fenomena permukaan yang terjadi pada saat molekul adsorbate tertarik dan menempel pada permukaan dari adsorbent. macro transport: pergerakan material organik melalui sistem macropore membran zeolit. Macropore merupakan jalan masuk ke dalam partikel menuju micropore. mesopore dan micropore. Pada micropore inilah sebagian besar peristiwa adsorpsi terjadi. . Macropore tidak berkontribusi terhadap besarnya luas permukaan membran zeolit. yaitu di permukaan macropore. 3. Proses adsorpsi terjadi melalui tiga tahap. Gaya tarik tersebut disebabkan oleh gugus-gugus hidroksil yang berada di permukaan pori dari membran zeolit (Rakmatullah. Micropore tersebut sebagian besar terbentuk selama proses aktifasi. sorption: melekatnya material organik pada permukaan membran zeolit.

pelet diekstrusi dan bidang terbentuk.(D) adsorben seharusnya tidak mengalami penuaan yang cepat.4 yang diambil dari karya BRUNAUER (10). Ketiga plot ditampilkan untuk sistemammonia-arang dalam Gambar 17. Statistik teori yang sedang dikembangkan harus berlaku baik untukkesetimbangan gas-padat dan cair-padat. dan dengan demikian akan mempunyai daya serap yang tinggi. Keaktifan daya menyerap dari karbon aktif . beberapa teori adsorpsi awal masih yangpaling berguna. sering nyaman untuk mengekspresikanC sebagai tekanan adsorbat. konsentrasi Cs dari adsorbat dalam fasepadat dan T suhu sistem. alur C melawan T dikenal sebagaiisostere adsorpsi.(C) adsorben harus mampu menjadi mudah diregenerasi. Untuk alasan ini.(B) daerah tersebut harus dapat diakses melalui pori-pori cukup besar untuk mengakui molekuluntuk teradsorpsi. Kimia fisik yangterlibat mungkin rumit dan tidak ada teori tunggal adsorpsi telah dikemukakan yangmemuaskan menjelaskan semua sistem. meskipun asumsi yang mereka didasarkan terlihat di tahunkemudian menjadi tidak sepenuhnya berlaku. kesetimbangan adsorpsi adalahsebuah konsep dinamis dicapai bila tingkat di mana molekul menyerap padapermukaan adalah sama dengan tingkat di mana mereka desorb.Untuk menjadi menarik secara komersial.Kapasitas adsorben untuk adsorbat tertentu melibatkan interaksi tiga-C sifatkonsentrasi adsorbat dalam fasa fluida. Dalam sistem gas-padat. Karbon aktif merupakkan karbon yang bebas serta memiliki permukaan dalam (internal surface). Karbon Aktif Karbon aktif adalah karbon yang di proses sedemikian rupa sehingga pori – porinya terbuka. Ketika Cs dipertahankan konstan. Kebanyakan teori telahdikembangkan untuk sistem gas-solid karena gas negara lebih baik dipahami daricairan.SIFAT adsorbenAdsorben yang tersedia sebagai butir yang tidak teratur. meskipun ini belum pada tahap ketikamereka dapat diterapkan dengan mudah dan percaya diri dengan desain peralatan. sehingga mempunyai daya serap yang baik. yang dibutuhkanadalah sebuah representasi yang akurat dari keseimbangan.Ukuran mencerminkan kebutuhan untuk paket sebagai daerah permukaan sebanyak mungkin kedalam suatu volume tertentu dari tempat tidur dan pada waktu drop meminimalkan tekanan yangsama untuk mengalir melalui tempat tidur. Ini adalah bonus jika pori-pori juga cukup kecil untuk mengecualikan molekulyang tidak diinginkan untuk menyerap. hal-hal kecil teoritisyang tidak perhatian. Untungnya bagi insinyur. Jika salah satu sifat ini dipertahankan konstan. Menjaga tekanan konstan dan merencanakan Csmelawan T memberikan isobars adsorpsi. adsorben harus mewujudkan sejumlah fitur:(A) harus memiliki luas permukaan besar internal. dualainnya dapat digambarkan untuk mewakili ekuilibrium.(E) harus adbsorbent mekanik cukup kuat untuk menahan penanganan massal dan getaran yangmerupakan fitur dari setiap unit industri. Adsorpsi ekuilibriaBanyak dari karya awal pada sifat adsorben berusaha menjelaskan kapasitasekuilibrium dan kekuatan molekul yang terlibat. Praktek umum adalah untukmenjaga suhu konstan dan untuk plot C melawan Cs untuk memberikan isotermadsorpsi. Ukuran hingga sekitar 6 mm yang umum. yang kehilangan kapasitas serapmelalui daur ulang terus-menerus.

Sedangkan karbon aktif granular ukuran diameter butirannya lebih besar dari 325 mesh. Aktifasi kimia. katalisator. Selain di bidang pengolahan air. Karbon aktif ini mempunyai dua bentuk sesuai ukuran butirannya. penyerap logam. Karbon aktif yang berwarna hitam. Mutu karbon aktif yang dihasilkan dari tempurung kelapa mempunyai daya serap tinggi. dan ornamen meja. 1. Proses ini biasanya berlangsung pada temperatur 800 – 11000C. arang direndam dalam larutan pengaktifasi selama 24 jam lalu ditiriskan dan dipanaskan pada suhu 600 – 9000C selama 1 – 2 jam. dan berbagai macam penggunaan lain. menghilangkan polutan mikro misalnya zat organic maupun anorganik.ini tergantung dari jumlah senyawa kabonnya yang berkisar antara 85 % sampai 95% karbon bebas. dan menghilangkan spesies non karbonnya. Pada proses aktifasi kimia. farmasi. penyerap gas. senyawa phenol dan lain sebagainya. Aktifasi fisika. Apabila seluruh permukaan arang aktif sudah jenuh. tidak terasa dan mempunyai daya serap yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kabon aktif yang belum menjalani proses aktivasi. atau sudah tidak mampu lagi menyerap maka kualitas air yang disaring sudah . Pelat-pelat tersebut bertumpuk-tumpuk satu sama lain membentuk kristal-kristal dengan sisa hidrokarbon. 2 sampai 3 persen abu dan sisanya terdiri dari karbon. 2. dan meningkatkan penyerapan. detergen.zat yang akan dihilangkan oleh permukaan arang aktif. Pada saringan arang aktif ini terjadi proses adsorpsi. termasuk CaCo3 yang menyebabkan kesadahan. Di balik legamnya. Karbon aktif bubuk ukuran diameter butirannya kurang dari atau sama dengan 325 mesh. penyegar kulkas. industri minuman. yaitu memiliki luas antara 300 sampai 2000 m/gram. Karbon aktif mengandung 5 sampai 15 persen air. Luas permukaan arang adalah 2 x 104 cm2 per gram. Karbon Aktif digunakan untuk menjernihkan air. tetapi sesudah pengaktifan dengan bahan kimia mempunyai luas sebesar 5 x 106 sampai 15 x 107cm2 per gram . Pada umumnya karbon aktif dapat di aktifasi dengan 2 (dua) cara. yaitu karbon aktif bubuk dan karbon aktif granular (butiran). Pada proses ini terjadi dekomposisi termal dari bahan yang mengandung karbon. vas bunga. karbon aktif dapat digunakan di berbagai industri seperti pengolahan/tambang emas dengan berbagai ukuran mesh maupun iondine number. serta mempunyai permukaan yang luas. Bahan baku karbon aktif dapat berasal dari bahan nabati atau turunannya dan bahan hewani. Dijelaskan bahwa secara umum proses karbonisasi sempurna adalah pemanasan bahan baku tanpa adanya udara sampai temperatur yang cukup tinggi untuk mengeringkan dan menguapkan senyawa dalam karbon. Ada 2 tahap utama proses pembuatan karbon aktif yakni proses karbonasi dan proses aktifasi. Juga digunakan untuk dinding partisi. Karbon aktif bersifat sangat aktif dan akan menyerap apa saja yang kontak dengan karbon tersebut. Proses aktifasi bertujuan untuk meningkatkan volume dan memperbesar diameter pori setelah mengalami proses karbonisasi. Karbon aktif dapat digunakan sebagai bahan pemucat. Karbon aktif merupakan suatu bentuk arang yang telah melalui aktifasi dengan menggunakan gas CO2. karena arang ini berpori-pori dengan diameter yang kecil. barang gosong itu ternyata sangat kaya manfaat. yaitu proses menggunakan gas aktifasi misalnya uap air atau CO2 yang dialirkan pada arang hasil karbonisasi. pemurnian gas. yaitu dengan cara aktifasi kimia dan aktifasi fisika. uap air atau bahan-bahan kimia sehingga pori-porinya terbuka dan dengan demikian daya absorpsinya menjadi lebih tinggi terhadap zat warna dan bau. Karbon aktif berbentuk amorf terdiri dari pelat-pelat datar. tidak berbau. sehingga mempunyai internal yang luas. yaitu proses penyerapan zat . ter dan senyawa organik lain yang tertinggal pada permukaannya. bau. arang hasil karbonisasi direndam dalam larutan aktifasi sebelum dipanaskan. disusun oleh atom-atom C yang terikat secara kovalen dalam suatu kisi heksagonal datar dengan satu atom C pada setiap sudutnya.

dan hidrogenkarbonat. dan lumpur. di antaranya mampu menyerap zat organik maupun anorganik. sehingga arang aktif harus diganti dengan arang aktif yang baru. klorida dan bikarbonat dalam jumlah kecil Dewasa ini. dapat berlaku sebagai penukar kation. Kesadahan air alam biasanya disebabkan garam karbonat atau garam asamnya. berbentuk granule. Yaitu: CIP (Carbon in Pulp). Atau dapat juga disebabkan karena adanya ion-ion lain dari polyvalent metal (logam bervalensi banyak) seperti Al. setiap kg karbon aktif memiliki daya adsorbsi emas hingga 8 . penyerapan dengan menggunakan karbon aktif berkembang luas diantaranya dalam proses sianidasi pada skala industri pertambangan besar maupun pertambangan rakyat di Indonesia. Proses CIL diterapkan jika pelindian dilakukan dengan pengadukan dalam waktu yang singkat (kurang dari 10 jam) dan/atau jika emas pada fase cair diadsorp lagi ke permukaan fase padat residu melalui efek material berkarbonasi atau mineral lempung pada bijih. Proses ini sangat efektif dan telah menjadi faktor utama dalam memperbaiki produktifitas industri tambang emas selama 25 tahun terakhir. lempung ( clay ). Konsentrasi emas dalam ore sangat menentukan hasil produksi. batu lunak ( domato ). Untuk kualitas baik. Jenis karbon aktif tempurung kelapa ini sering digunakan dalam proses penyerap rasa dan bau dari air. CIL (Carbon in Leach). dan juga penghilang senyawa-senyawa organik dalam air. Sr dan Zn dalam bentuk garam sulfat. Karbon aktif adalah sejenis adsorbent (penyerap). Ore hasil tambang sangat bervariasi. namun kualitas karbon aktif yang tersedia dipasaran rata-rata hanya mampu mengadsorpsi berkisar 2 . Dengan pengolahan tertentu yaitu proses aktivasi seperti perlakuan dengan tekanan dan suhu tinggi. berwarna hitam. Adsorpsi kompleks emas (khususnya ion disianoaurat (I)) pada karbon aktif merupakan dasar dari teknik modern untuk proses ekstraksi emas. Untuk mengurangi kesadahan (Hardness) pada air dapat digunakan filtrasi (penyaringan) dengan media karbon aktif yang memiliki sifat kimia dan fisika. Ion-ion ini terdapat dalam air dalam bentuk sulfat. air dapat membentuk busa apabila dicampur dengan sabun. Fe. Tiga proses berbeda yang telah dikembangkan didasarkan pada teknik pelindian dalam ekstraksi padat-cair dan sifat-sifat kimia serta fisika dari bijih. Mn. Dengan cara ini. khususnya pengolahan emas. bulat. Proses CIP digunakan dalam proses pelindian terdiri dari waktu pengadukan yang lama dan penambahan karbon aktif dengan ukuran 1-3 mm (mesh: 8-25) terhadap bubur (padatan dan cairan) setelah selesai proses pelindian. klorida. sedangkan air yang berkesadahan tinggi tidak akan membentuk busa. dapat diperoleh karbon aktif yang memiliki permukaan dalam yang luas. Air sadah adalah air yang mengandung ion Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Proses Sianida yang didasarkan pada recovery melalui adorpsi kabon aktif dari larutan leach yang mengandung emas low-grade (konsentrasi) telah dikembangkan sejak 1970an dan sampai sekarang 85% recovery emas telah dilengkapi dengan teknik ini. Untuk Pengolahan Emas Karbon aktif yang dipergunakan dapat berasal dari arang batok kelapa. Yang paling banyak dipakai adalah karbon aktif granular dari arang batok kelapa. dan CIC (Carbon in Column atau Carbon in Clear Solution). emas yang terkandung pada fase cair akan teradsorp pada permukaan karbon aktif.tidak baik lagi. dan sebagai katalis untuk berbagai reaksi.16 g. Kesadahan merupakkan petunjuk kemampuan air untuk membentuk busa apabila dicampur dengan sabun.5 g emas untuk setiap kg-nya. Kesadahan atau Hardness adalah salah satu sifat kimia yang dimiliki oleh air. batu keras ( kuarsa ). ada yang berupa pasir.Penyebab air menjadi sadah adalah karena adanya ion-ion Ca2+. maupun arang kayu atau batu bara. Pada air berkesadahan rendah. Mg2+. Proses ini lebih ekonomis karena pelarutan dan adsorpsi dilakukan pada . pellet ataupun bubuk.

Hal serupa juga terjadi apabila suatu lingkungan terutama di perairan telah terkontaminasi (tercemar) logam berat maka proses pembersihannya akan sulit sekali dilakukan. sehingga proses metabolisme tubuh terputus. Hasil menunjukkan bahwa penambahan karbon aktif sebanyak 25 g/l pada pH 10. petrokimia. Timbal yang terserap oleh ibu hamil akan berakibat pada kematian janin dan kelahiran prematur. Karbon aktif juga digunakan untuk menyerap kandungan logam berat Pb (Plumbum = Timbal) dan Cd (Cadmium).5 dapat menurunkan konsentrasi sianida sebesar 20 % dalam waktu 8 jam. Logam berat menimbulkan efek kesehatan bagi manusia sebagai penghalang kerja enzim. mutagen. Mn dan lain sebagainya. karbon aktif juga bisa digunakan untuk mengadsorbsi senyawa sianida termasuk bahan beracun berbahaya (B3) pada aliran air sungai. Proses ketiga adalah (CIC) digunakan dalam ekstraksi padat-cair dimana residu padatan dan larutan leaching diperoleh secara terpisah misalnya heap leaching. Fe. Penyerapan ion sianida dengan karbon aktif yang telah direndam dengan larutan Cu2+ (0. Sedikitnya terdapat 80 jenis dari 109 unsur kimia di muka bumi ini yang telah teridentifikasi sebagai jenis logam berat. Secara prinsip. berat lahir rendah bahkan keguguran. Penambahan ion Cu2+ (100 mg/l) pada larutan sianida telah meningkatkan penyerapan sebesar 55 % dalam waktu 2 jam. Sedangkan jenis kedua adalah logam berat tidak esensial atau beracun.5 %) meningkat menjadi 82 % dalam waktu 2 jam. Sebagai akibat dari pemakaian bahan beracun dan berbahaya tersebut. dapat menyebabkan gangguan pada fase awal pertumbuhan fisik dan mental yang kemudian berakibat pada fungsi kecerdasan dan kemampuan akademik. Cd. walaupun dalam jumlah kecil. Sianida banyak digunakan dalam berbagai industri seperti serat sintetik (akrilonitril). Berdasarkan sudut pandang toksikologi. seperti Hg. Cr dan lain-lain. di mana keberadaannya dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh organisme hidup. teratogen atau karsinogen bagi manusia. Kontaminasi logam berat terutama Pb dan Cd di lingkungan merupakan masalah besar dunia saat ini. namun dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan efek racun. Logam berat jika sudah terserap ke dalam tubuh maka tidak dapat dihancurkan tetapi akan tetap tinggal di dalamnya hingga nantinya dibuang melalui proses ekskresi. salah satunya dengan penyerapan karbon aktif yang ditentukan melalui pengamatan pengaruh pH. di mana keberadaannya dalam tubuh masih belum diketahui manfaatnya atau bahkan dapat bersifat racun.tangki yang sama secara serempak dengan penambahan karbon aktif selama pelindian. Penelitian menunjukkan bahwa timbal yang terserap oleh anak. Contoh logam berat ini adalah Zn. Berbagai upaya digunakan untuk mengurangi pencemaran lingkungan tersebut. Lebih jauh lagi logam berat akan bertindak sebagai penyebab alergi. Jalur masuknya adalah melalui kulit. pada konsentrasi . Jenis pertama adalah logam berat esensial. Co. Suatu organisme akan kronis apabila produk yang dikonsumsikan mengandung logam berat tersebut. umumnya kegiatan-kegiatan itu menghasilkan limbah yang masih mengandung sianida yang berpotensi mencemari lingkungan di sekitarnya. pernapasan dan pencernaan. Penambahan ion Cu2+ sebagai katalis telah diteliti pula. Proses industri dan urbanisasi memegang peranan penting terhadap peningkatan kontaminasi tersebut. Kadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu yang panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khusunya hati dan ginjal. konsentrasi penyerap dan waktu. Pb. logam berat ini dapat dibagi dalam dua jenis. pertambangan dan pelapisan logam (electroplating). baja. Cu. Larutan hasil pelindian dilewati melalui kolom adsorpsi yang mengandung karbon aktif untuk mendapatkan logam emasnya Selain untuk mengadsobrsi pada emas.

menghilangkan ammonia. karbon aktif diperlukan untuk menghilangkan belerang. Untuk pemurnian gas. KEGUNAAN tempurung kelapa yang sudah diolah menjadi karbon aktif sangat banyak dan dibutuhkan di industri-industri besar. Dari evaluasi beberapa teknik pengolahan logam berat dengan mempertimbangkan akan kemudahan sistem aplikasi lapangan dan sumber daya yang melimpah. sedimentasi. Efektifitas adsorpsi karbon aktif terhadap logam timbal Pb2+ telah ditunjukkan pada sertifikat NSF (National Sanitation Foundation) yang merefleksikan isotherm Langmuir dimana adsorbsi logam berat Pb akan berlangsung sampai mencapai titik keseimbangan dimana proses adsorbsi tidak akan berjalan lagi atau berhenti meskipun dosis karbon aktif diperbesar. yang lebih sederhana adalah sebagai bahan pembersih udara di ruangan yang kandungan uap air dan gas berbau/beracunnya tinggi. Penyerapan karbon aktif bubuk dapat digunakan pada instalasi pengolahan di hampir seluruh tempat/titik pembubuhan. bau busuk. Aplikasi sistem ini sangat cocok diterapkan dalam industri – industri pengolahan yang menghasilkan limbah cair yang relatif banyak dan sangat dianjurkan terutama pada Instalasi Pengolahan Air Bersih atau Air Minum (IPAM). dan waktu singgung karbon aktif dengan Pb. Penyerapan menggunakan karbon aktif adalah efektif untuk menghilangkan logam berat. Pori-pori ini dapat menangkap partikel-partikel sangat halus (molekul) terutama logam berat dan menjebaknya disana. katalisator untuk mengangkut vinil klorida dan vinil asetat. Untuk meningkatkan kecepatan adsorpsi. Dalam perspektif yang lebih luas. bau dan rasa tidak enak pada makanan. Logam berat ini tergabung bersama timbal dan merkuri sebagai “the big three heavy metals” yang memiliki tingkat bahaya tertinggi pada kesehatan manusia. Proses eliminasi logam berat Pb dan Cd dengan karbon aktif akan semakin efektif dimana selain sebagai adsorben karbon aktif secara simultan juga bertindak sebagai pemberat (weighing agent) demikian pula jika berbagai metode pengolahan digabung misalnya metode adsorbsi karbon aktif dengan metode konvensional (koagulasi. filtrasi dan khlorinasi). Pembubuhan karbon aktif dapat dilakukan dengan sistem kering maupun basah. dianjurkan agar menggunakan arang aktif yang telah dihaluskan. Sedangkan penyerapan Cd relatif merefleksikan isotherm Freundlich. Kemudian dipakai juga pada industri pengolahan gas alam cair (LNG). Dan. Metode tersebut adalah adsorpsi dengan media karbon aktif. Kecepatan penyerapan ini tergantung dari sifat adsorbsi. penghilang warna. Titik pembubuhan ini tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing – masing. karbon aktif digunakan sebagai bahan pemurnian. Karbon aktif memiliki ruang pori sangat banyak dengan ukuran tertentu. botol obat-obatan serta peralatan-peralatan yang harus dilindungi dari proses perkaratan. emphysemia dan renal turbular disease yang kronis. Di bidang perminyakan juga karbon aktif dipakai sebagai bahan penyulingan bahan mentah dan zat perantara. Kemudian karbon aktif juga digunakan di industri obat dan makanan sebagai penyaring. fenol. misalnya. temperatur. seperti pada mobil. asap dan pencegahan racun. nitrit. pH. Dalam industri pembersihan air dipakai juga sebagai bahan penghilang bau. aplikasi teknologi karbon aktif ini dapat digunakan tidak hanya untuk mengolah logam berat Cd dan Pb tetapi juga pada unsur pecemar lainnya. warna dan logam berat.rendah berefek terhadap gangguan pada paru-paru. Ion logam berat ditarik oleh karbon aktif dan melekat pada permukaannya dengan kombinasi dari daya fisik kompleks dan reaksi kimia. Karbon aktif memiliki jaringan porous (berlubang) yang sangat luas yang berubah-ubah bentuknya untuk menerima molekul pengotor baik besar maupun kecil. Kadmium lebih mudah terakumulasi oleh tanaman jika dibandingkan dengan timbal (Pb). . kamar pendingin. gas beracun. Bahkan dalam industri pulp (bahan kertas) dan tambang emas. maka diperoleh suatu metode yang lebih representatif dalam mengolah logam berat timbal dan kadmium. flokulasi.

bau busuk. Plumbum/Pb/Timbal. Pada pemurnian gas dengan menyerap belerang. Pada pengolahan emas untuk menyerap konsentrasi emas (ore) dalam bentuk Carbon in pulp (CIP). Pada bidang perminyakan dipakai sebagai bahan penyulingan bahan mentah dan zat perantara . Carbon in Leach (CIL). Carbon in Clear Solution (CIC) biasanya dari batok kelapa mesh 8-25 3. Pada pengolahan air untuk penjernihan dan mengurangi kesadahan dengan menyerap bau. seperti pada mobil. petrokimia.Secara ringkas kegunaan karbon aktif : 1. 5. 4. Pada pengolahan limbah untuk menyerap Bahan Beracun Berbahaya (B3) yaitu menyerap sianida yang terdapat pada limbah industri serat sintetik (akrilonitril). botol obat-obatan serta peralatan-peralatan yang harus dilindungi dari proses perkaratan. Cromium/Cr penyebab sakit kanker 6. logam berat 2. bau dan rasa tidak enak pada makanan. rasa. pertambangan dan pelapisan logam (electroplating) dengan cara merendam karbon aktif dengan larutan Cu2+ (0. gas beracun. Untuk menyerap logam berat Raksa/Hg. 8. kapur (CaCO3). 7. Penyegar/pembersih udara ruangan dari kandungan uap air/gas berbau/beracun. kamar pendingin. Pada industri obat dan makanan sebagai penyaring. penghilang warna. Cadmium/Cd.5%) yang menghasilkan daya serap sianida menjadi 82% dalam waktu 2jam. baja. asap dan pencegahan racun. warna. kaporit.

Ukuran diameter dalam bentuk butir adalah lebih dari 0. KOnsentrasi zat-zat organic akan turun apabila kontaknya cukup dan waktu kontak biasanya sekitar 10-15 menit. sedangkan ukuran diameter dalam bentuk serbuk adalah 200 mesh. sehingga proses adsorpsi dapat semakin efektif. semakin banyak asorbat yang diserap. Kebanyakan zat pengasorpsi atau adsorben merupakan bahan yang sangat .Luas permukaan adsorben Semakin luas permukaan adsorben. 4. 2.Ukuran partikel Makin kecil ukuran partikel yang digunakan maka semakin besar kecepatan adsorpsinya.Waktu kontak Semakin lama waktu kontak dapat memungkinkan proses difusi dan penempelan molekul adsorbat berlangsung lebih baik.1 mm.Faktor-Faktor yang Mempengaruhi adsorpsi Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan adsorpsi suatu adsorben diantaranya adalah senagai berikut: 1. 3.Distribusi ukuran pori Distribusi pori akan mempengaruhi distribusi ukuran molekul adsorbat yang masuk kedalam partikel adsorben. Semaki kecil ukuran diameter partikel maka semakin luas permukaan adsorben.

berpori dan adsorpsi berlangsung terutama pada dinding-dinding pori atau letak-letak tertentu didalam partikel terse .