The seat of the soul : Visi baru tentang takdir manusia

Bab 13 : Kekuatan - Psikologi

Sedikit rangkuman.
Dalam buku ini disajikan salah satu kekuatan dalam diri manusia adalah
kekuatan psikologi, sebuah kekuatan bawah sadar yang dalam beberapa aspek bisa
kita manipulasi secara sadar, dan tidak jarang berjalan, berkembang, dan hancur
secara tidak kita sadari. Psikologi yang ditekankan di sini adalah Psikologi
Spiritual, yang terfokus pada ruh, tentu saja, karena buku ini mengenai ruh atau
jiwa (soul) manusia.
Pada paragraf kedua sudah muncul pernyataan menarik, sebuah kritik
bahwa psikologi hanya menekankan pada pemahaman melewati persepsi jiwa
pancaindra. Jadi dinyatakan pula bahwa psikologi tidak dapat mencapai tingkatan
memahami ruh. Jadi saat "memperbaiki" jiwa manusia, psikologi tidak dapat
membenahinya sampau tingkatan memperbaiki ruh. Disebutkan sama halnya
kedokteran yang mencoba memperbaiki tubuh tapi tidak tahu bagaimana itu tubuh
sebetulnya.
Selanjutnya dipaparkan tentang keterkaitan antara ruh kita dengan ruh
orang lain kita. Keterkaitan antara mereka yang muncul secara otomatis dan
beberapa ungkapan-ungkapan yang menurut saya intinya menyatakan "Jangan
menyakiti diri sendiri untuk menyenangkan orang lain, karena itu secara tidak
langsung menyakiti orang lain yang kita senangkan."
Lebih lanjut dikatakan pula tentang psikologi yang mulai mempelajari ruh,
yaitu Psikologi Spiritual, sebuah psikologi yang benar-benar mempelajari ruh dan
mulai berusaha "melafalkan" kata-kata dari ruh manusia. Dari berbagai hal-hal
dan perilaku manusia, muncul pula yang namanya racun bagi ruh. Dan terkadang
manusia terus saja memberi makan racun tersebut terhadap ruhnya, baik secara
langsung dan tidak langsung, dan hal inilah yang menjadi inti dari Psikologi
spiritual.
Sisa bab tersebut diteruskan dengan pemaparan tentang Psikologi spiritual
dan penerapannya pada diri kita.

tapi sering kita tutup telinga saat dia bicara. Secara garis besar saya setuju pendapat ini. yang saya pahami sang penulis menunjukkan bahwa terapi yang kita miliki dalam memperbaiki pola pikir yang salah pada diri kita (termasuk gila). memiliki banyak kekurangan. baik secara langsung ataupun tidak langsung. tiap hari juga gitu". kekerasan dalam rumah tangga seperti saat ini adalah hal yang relatif jarang dan. sang penulis membagi "alam bawah sadar" manusia menjadi dua.Tanggapan & Kritik Dari awal bab ini. Sama seperti saat kita mengajak seorang anak untuk belajar.D (Quod Erat Demonstrandum – seperti yang sudah diperagakan) karangan Motohiro Katou. Kemudian tentang munculnya psikologi spiritual. Bagian kedua yang saya tangkap. dan masyarakat saat ini paling cuma bilang "jaman udah edan" atau parahnya lagi "ah biasa. karena menurut saya kadang manusia menjadi gila karena dia memilih untuk menjadi gila. Dikatakan bahwa untuk menyembuhkan . sedangkan ruh kalau saya boleh menggunakan kata yang sering keluar di sinetron. sekuat apapun kita mengajak. tapi saat ini kejadian tersebut dengan mudahnya dapat kita temui dalam berita sehari-hari. satu hal yang saya pernah baca beberapa waktu lalu di sebuah manga. Dalam pernyataan ini saya lebih setuju kalau dikatakan perilakuperilaku dan contoh-contoh buruk tersebut menjadi sebuah sarana mengurangi nilai empati dalam diri kita. selanjutnya sang penulis mengatakan bahwa perilaku-perilaku dan contoh-contoh buruk dapat merusak ruh (menjadi racun bagi ruh). tubuh anak itu untuk belajar. Sebagai contoh. dimana jiwa adalah yang paling dekat dengan manifestasi tubuh dan perilaku. penganiayaan. bahkan memaksa. judulnya Q. tidak ada gunanya apabila pikiran dan hati sang anak tidak ingin untuk belajar. sang ruh adalah "pendamping" yang dikirim Tuhan untuk mendampingi jiwa agar dia dapat terus berbuat baik dan jauh dari perbuatan dosa.E. Dimana jiwa lebih mudah tercemar dan hati kecil kita selalu mengatakan yang sebaiknya dan seharusnya kita lakukan. jiwa dan ruh. dahulu jaman 80-an mungkin yang namanya kejadiankejadian kriminal seperti pembunuhan. Sesaat yang tergambar dalam pikiran saya. Dan memang. adalah hati kecil kita. komik kalau lebih umumnya di Indonesia.

Jadi saya tidak dapat menuliskannya di bagian rangkuman. Karena saya tidak setuju dengan kejadian inkarnasi. sundel bolong.wordpress.pdf .files. entah itu pocong. Selain itu juga mengajak kita untuk jujur pada diri sendiri.com/2008/11/rev_the_seat_of_the_soul. Hal paling umum yang saya tangkap pada bagian ini adalah ruh manusia jika dinyatakan sebagai inkarnasi dari ruh sebelumnya. Sama seperti saat kita takut pada namanya hantu. dan lain-lain. Secara garis besar menurut bab ini mengajak kita untuk tidak hanya melihat hal-hal yang tampak saat kita mengalami sebuah musibah. Sejujurnya saya sendiri agak "lost" saat mencapai bagian inkarnasi. kegagalan. tidak terlalu terpaku pada yang namanya nafsu dan pikiran-pikiran negatif. Saya rasa kejadiannya sama dengan "perbaikan ruh" dengan psikologi spiritual ala buku ini. sudah memiliki cetak biru dari ruh sebelumnya. atau saat kita memiliki sebuah disorder pada pikiran kita. Tapi juga melihat bahwa ada hal tak tampak dalam diri kita (dinyatakan sebagai ruh) yang rusak saat kita memiliki hal-hal di atas. Baru kemudian muncul do'a do'a atau cara-cara untuk mengusir hantu alias ketakutan yang kita namai tersebut. kuntilanak. Pulung Septyoko 06/195507/SP/21545 File ini dapat di download di : http://pikokola.ketakutan yang perlu dilakukan pertama kali adalah memberi nama pada ketakutan tersebut. pemberian Tuhan dan dipengaruhi oleh keluarga dan pola pendidikan kita. saya lebih memilih menganggap cetak biru tersebut adalah paket pola perilaku yang kita miliki. yang perlu kita lakukan adalah memberi nama bagi hantu tersebut. Pemberian atau pengupayaan memanifestasikan keinginan ruh menjadi sebuah kata-kata (nama) menjadikan kita mengerti secara literatur sehingga mudah dalam memperbaiki apa yang "rusak" dalam ruh tersebut. Rangkuman Keseluruhan. karena saya sendiri tidak percaya pada adanya inkarnasi.