LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN

KEPERAWATAN PADA PASIEN DIARE AKUT
DENGAN GANGGUAN ELIMINASI FEKAL

OLEH :

NAMA
NIM

: PUTU ARI KESUMA DEWI
: 08.321.0214

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA MEDIKA PPNI
BALI 2009

Motilitas dan sensasi menurun  Akibat obat-obatan  Illeus akibat infeksi virus  Penyakit neuromuscular : . KONSEP DASAR PENYAKIT 1.Penyakit Werding-Hoffman . PENYEBAB/ETIOLOGI I. DEFINISI Eliminasi merupakan salah satu proses pengeluaran zat-zat sisa yang tidak diperlukan oleh tubuh. penelanan dan pencampuran) dengan enzim dan zat cair dari mulut sampai anus. Fungsional  Rentensi tinja  Depresi  Latihan berhajat  Fobia toilet  Enggan berhajat di sekolah  Fecal soiling II. Eliminasi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu : eliminasi urine dan eliminasi fekal. dari esofagus kedalam lambung.Obstruksi mekanis  Penyakit Hirschsprung  Masa di pelvis  Obstruksi usus bagian atas  Stenosis rectum  Atresia ani  Illeus mekanium IV. Pencernaan berawal dimulut dan berakhir diusus kecil walaupun cairan akan melanjutkannya sampai direabsorpsi di kolon. Secara normal. Eliminasi fekal sangat erat kaitannya dengan saluran pencernaan yaitu saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan proses pencernaan (Pengunyahan. Nyeri waktu berhajat  Fissura ani  Benda asing  Sexual abuse  Pemakaian pencahar berlebihan  Prolaps rectum  Proktitis III. 2.Hipotoni . makanan & cairan masuk kedalam mulut.A. dikunyah (jika padat) didorong ke faring oleh lidah dan ditelan dengan adanya refleks otomatis.

dan anti kolinergik. Penyakit Beberapa penyakit pencernaan dapat menyebabkan diare atau konstipasi. Tingkat perkembangan Pada bayi system pencernaannya belum sempurna. C. Pseudokonstipasi  Bayi menyusui  Variasi normal 3. Gerakan peristaltic akan memudahkan materi feses bergerak disepanjang kolon. E. Pengobatan Beberapa jenis obat dapat menimbulkan efek konstipasi. dan jumlah makanan yang dikonsumsi. banyaknya makanan yang masuk kedalam tubuh juga berpengaruh terhadap keinginan defekasi. D. Laksasif dan katartik dapat melunakan feses dan meningkatkan peristaltik. Secara fisiologis. Sebagai contoh. opiat. Akan tetapi. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ELIMINASI A. sedangkan pada lansia proses mekaniknya berkurang karena berkurangnya kemampuan fisiologis sejumlah organ.Hiperkalsemi  Botulisme infantil  Tumor medula spinalis V. Tonus otot Tonus otot terutama abdomen yang ditunjang dengan aktifitas yang cukup akan membantu defekasi.. Faktor psikologis Perasaan cemas atau takut akan mempengaruhi peristaltic atau motilitas usus sehingga dapat menyebabkan diare. B. makanan berserat akan mempercepat produksi feses. Ini karena jumlah absorpsi cairan dikolon meningkat. jika digunakan dalam waktu lama kedua obat tersebut dapat menurunkan tonus usus sehingga usus menjadi kurang responsive terhadap stimulus laksatif. G. Diet Ini bergantung pada kualitas.Palsi serebral  Kelainan endokrin : . Asupan cairan Asupan cairan yang kurang akan menyebabkan fese lebih keras. Kelainan tinja  Diet  Dehidrasi  Malnutrisi VI. F. . Obat-obat lain yang dapat menggangu pola defekasi antara lain : analgesic narkotik.Hiperparatiroid . frekuensi.Hipotoni .

4. Seiring bertambahnya usia kehamilan. dan obstruksi mekanis. Gaya hidup Aktivitas harian yang biasa dilakukan . bowel training pada saat kanakkanak. Spingter anus harus berelaksasi sebagai respon terhadap dorongan bolus tinja. rasa penuh pada perut atau nyeri  Penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya .  Resiko konstipasi Keadaan ketika individu beresiko mengalami statis usus besar.komponen yang mengatur defekasi normal akan menimbulkan konstipasi.  Diare. 5. kembung. Kehamilan Konstipasi adalah masalah umum ditemui pada trimester kehamilan. baik itu darah segar maupun yang berwarna hitam. K. J.H. Kelainan komponen. kemudian diafragma dan otot abdomen akan berkontraksi. motilitas saluran cerna. Aktivitas fisik Orang yang banyak bergerak akan mempengaruhi mortilitas usus. Posisi selama defekasi Posisi jongkok merupakan posisi yang paling sesuai untuk defekasi. GEJALA KLINIS Tanda dan gejala yang mungkin muncul pada kanker rektal antara lain ialah :  Perubahan pada kebiasaan BAB atau adanya darah pada feses. atau kebiasaan menahan buang air besar. KLASIFIKASI  Konstipasi dirasakan Keadaan dimana seorang individu yang menggunakan laksatif. Agar terjadi defekasi normal. ibu hamil sering kali mengalami hemoroid permanen karena seringnya mengedan saat defekasi. Posisi tersebut memungkinkan individu mengerahkan tekanan yang terabdomen dan mengerutkan otot pahanya sehingga memudahkan proses defekasi. komposisi tinja. enema. Akibatnya. anak harus merasakan tinja didalam rectum. I. yang mengakibatkan jarang eliminasi dan atau feses keras dan kering. ukuran janin dapat menyebabkan obstruksi yang akan menghambat pengeluaran feses. konstipasi atau merasa bahwa isi perut tidak benar benar kosong saat BAB  Feses yang lebih kecil dari biasanya  Keluhan tidak nyama pada perut seperti sering flatus. 6. atau supositoria sendiri setiap hari untuk menjamin defekasi setiap hari. PATOFISIOLOGIS Dipengaruhi oleh diet.

aktivitas kolinesterase meningkat. PEMERIKSAAN PENUNJANG  Pemeriksaan laboratorium : urin lengkap (terutama pada konstipasi kronik) dan pemeriksaan kemungkinan kearah penyakit spesifik seperti hipertiroid dan hiperkalsemi. natrium sulfosuksinat dan preparat senna pada kasus berat. gerakan peristaltik. Mual dan muntah. Warna (infant : kuning. Unsur abnormal dalam feses (lendir) 8.  Biopsi pada Hirschsprung dapat ditemukan tidak adanya sel-sel ganglion. lesi  Rektum dan anus : Tanda-tanda inflamasi. 9.  Simtomatik terutama pada konstipasi fungsional ringan. distensi. dewasa : kecoklatan) 2. laktusa. PENATALAKSANAAN  Pengobatan kasual pada Hirschsprung diperlukan tindakan bedah.  Barium enema pada dugaan adanya lesi obstruksi distal. sedangkan pada hipotiroidisme dan masalah tubular ginjal berupa terapi spesifik. perubahan warna. Konsistensi (padat/lunak) 4. 7.  Sikap yang baik berupa fleksio pada paha untuk menaikkan tekanan intra abdomen dan evakuasi mudah tercapai dengan mengistirahatkan kaki. adanya masa pada perut.  Kebiasaan buang air besar setiap hari atau ke toilet teratur 2xsehari dan lebih baik sesudah makan. adanya masa.  Manometri rectal perlu untuk diagnosis Hirschsprung atau ultra short segment namun positif atau negative palsu dapat terjadi pada bayi. fistula. lesi.  Karakteristik fekal : 1. Bau (aromatic) 3.  Konservatif untuk menjadikan feses lembek. berupa laksans seperti mineral oil. PEMERIKSAAN FISIK  Abdomen : simetris.  Atasi penyebab psikologis.  Rasa letih dan lesu  Pada tahap lanjut dapat muncul gejala pada traktus urinarius dan nyeri pada daerah gluteus. Frekuensi 5. hemoroid. .  Untuk fissura in-ano perlu salep anestesi dengan kortikostreroid. berupa dietary febre.

Riwayat penyakit terdahulu a. Keluhan Utama saat masuk MRS 2. IDENTITAS PASIEN Nama : Umur : Jenis Kelamin : Agama : Pendidikan : Status Perkawinan : ( )Kawin. ( ) Tidak. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN 1.B. ( ) Tidak 4. ( ) Duda Alamat : II.Riwayat penyakit keturunan : ( )Jantung.Pernah MRS sebelumnya ? ( ) Ya. ( )Sulit dinilai IV. SISTEM GASTRO INTESTINAL BAB : Pola : ( )Teratur.KEADAAN UMUM Suhu :…0C Nadi : Frekuensi…. ( )Tdk teratur Tekanan Darah :…. ( )Penyakit Paru. ( ) Tidak Alasan … Lamanya … b. DATA FISIK 1.x/mnt Kesadaran : ( )Composmentis. ( ) Lain-lain d. ( )Coma. ( ) Tdk Kawin ( ) Janda. Riwayat alergi ? ( ) Ya. Kebiasaan Sehari-hari 6. ( )Soporo coma. ( )Hipertensi. Riwayat penyakit sekarang 3. ( )Apatis. ( )Tidak Frekuensi : …. ( )DM.x/hr . c. ( )Epilepsi. Keadaan emosi III. Riwayat Pengobatan 5. Pernah dioperasi ? ( ) Ya. PENGKAJIAN I.mmHg Pernafasan :….x/mnt. ( )Hepatitis. ( )Kelainan Jiwa. Irama :( )Teratur. Jenisnya….

Di….…. ( )Tidak Nyeri Tekan : ( )Ya. DIAGNOSA KEPERAWATAN  Gangguan eliminasi fekal : konstipasi. posisi.d inkontinensia fekal 3. ..d imobilitas. EVALUASI Asuhan keperawatan yang kita berikan dikatakan berhasil bila :  Klien memverbalisasikan hubungan antara eliminasi fekal dengan nutrisi. ( )Tidak Keluhan lain : …. Di…. ( )Lunak Warna : …. privasi terjaga  Nutrisi perlu diperhatikan  Pemasukan cairan 2000-3000 ml  Mengkonsumsi makanan tinggi serat untuk menurunkan kemungkinan terjadinya konstipasi  Hindari makanan yang pedas  Beri makanan rendah serat untuk menurunkan stimulasi gerakan usus. ( )Tidak Benjolan : ( )Ya. beri cairan pengganti dan elektrolit  Latihan olahraga teratur dapat meningkatkan motilitas lambung dan membantu memperlancar defekasi  Latihan juga dapat menurunkan distensi risiko terjadinya konstipasi  Obat-obatan pencahar yang dapat menstimulasi peristaltik 4. kurangnya privasi  Nyeri akut b. 2. ( )Tidak Bising Usus : ( )Ya. Darah : ( )Ya. ( )Tidak Nanah : ( )Ya. pemasukan cairan.d diare yang lama  Gangguan body image b. inkontinensia fekal b. diare.x/mnt.Konsistensi : ( )Padat. ( )TidaK Kembung pada perut : ( )Ya.d inflamasi hemoroid  Gangguan integritas kulit b. IMPLEMENTASI  Meningkatkan kebiasaan BAB teratur : waktu.. latihan dan kontrol nyeri  Mengembangkan faktor-faktor yang dapat mengatasi eliminasi  Mengembangkan kebiasaan eliminasi normal.

Anonim. Kapita Selekta Kedokteran. Rectal Cancer. Jakarta.republika.id 4.com 2. Elizabeth 2005. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Cirincione. Isaac 2006. 2000. . Rectal carcinoma. Mengatasi Kanker Rektal. www.com 3.co. Edisi 3. Buku Ajar Ilmu Bedah. Mansjoer Arif et all. De Jong Wim. Penerbit Buku Media Aesculapius. Republika online.emedicine. Samsuhidajat R. 2006. Hassan . www.emedicine.www.DAFTAR PUSTAKA 1. 2004. Jakarta. Edisi 2. 5.