LAPORAN TUGAS BESAR

MATA KULIAH MODEL DAN KOMPUTASI PROSES

JENIS REAKTOR
Simulasi dan Perancangan Non Adiabatic Continuous Stirred Tank Reactor Pada Proses
Oksidasi Etanol Menjadi Asetaldehid dengan Bantuan Katalis Al2CO3 Menggunakan
Program Scilab

Oleh :
Mawarni Anwar
Muhammad Farhan Hekmatyar

21030113120104
21030112170001

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015

Rumusan Masalah Tugas besar praktikum komputasi proses merupakan tugas yang membahas tentang perancangan suatu reaktor dengan program scilab. Mac. problema tersebut dapat diatasi dengan adanya piranti lunak yang bersifat lisensi bebas biaya (FOC). Tulisan ini ditujukan untuk pembuat program pada piranti lunak aplikasi yang lebih interaktif atau lebih akrab (user friendly) dengan pengguna akhir. tekanan. Latar Belakang Pengunaan piranti lunak dalam bidang teknik kimia sudah merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. OS/XUnix. tekanan. Scilab adalah suatu perangkat lunak yang dikembangkan untuk komputasi numerik dan visualisasi data. Kondisi tersebut terdiri dari suhu operasi. Pada tugas ini akan dipelajari pengaruh suhu. yang dapat diunduh (download) di alamat www. dan volume reactor terhadap konversi.2. dan sekarang pengembangan dan pemeliharaan scilab dilakukan oleh konsorsium scilab. dan dapat menyelesaikan masalah numerik lain yang lebih kompleks. 2008). Kelebihan utama scilab yaitu gratis (freeware) dan tersedia untuk berbagai sistem operasi seperti Windows. 1.BAB I PENDAHULUAN 1. dan volume reaktor. mampu mengolah data secara simultan. Piranti lunak digunakan dalam berbagai macam kategori.org (Arief. dan menginterpretasikan data yang didapat dengan program perancangan berbasis scilab. dan Linux.scilab. Dalam suatu perancangan reaktor perlu diketahui kondisi optimum reaktor agar diperoleh produk yang bernilai jual tinggi. Salah satu piranti lunak dengan lisensi bebas biaya adalah Scilab. sampai dengan pembuat program. Kelebihan yang lain dari segi perancangan dengan scilab yaitu dapat mempermudah perhitungan jika dibandingkan dengan hand calculation. . Sebagai tujuan akhir dari tulisan ini adalah mengembangkan piranti lunak pada perancangan reaktor oksidasi ethanol menjadi asetaldehid. Pada awalnya scilab dikembangkan oleh INRIA dan ENPC dari Perancis.1. Akan tetapi. Pada tugas kami ini adalah perancangan reaktor oksidasi etanol menjadi asetaldehid. Salah satu permasalahan yang timbul pada pengembangan piranti lunak adalah masalah harga. mulai dari pengguna akhir (end user) pada piranti lunak aplikasi.

dan tekanan reaktor terhadap konversi. dan dapat mensimulasikan reaksi oksidasi ethanol dengan program scilab.1. Tujuan 1.1 Reaktor kimia . dapat mengetahui kondisi optimum reaktor oksidasi etanol menjadi asetaldehid dengan mengetahui profil suhu. dan volume reaktor terhadap konversi etanol menjadi asetaldehid 3. dapat medapat merancang reaktor oksidasi ethanol menggunakan program scilab.4.1. Mengoperasikan program scilab dengan baik 2. Merancang reaktor oksidasi ethanol menggunakan program scilab 4. volume. tekanan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Mensimulasikan reaksi oksidasi ethanol dengan program scilab 1. Manfaat Dengan membuat tugas besar praktikum komputasi proses diharapkan dapat mengoperasikan program scilab dengan baik dan benar. Mengetahui profil suhu.3.1 Dasar Teori 2.

Reaktor batch umumnya digunakan jika :  Fase Cair  Skala proses kecil  Mencoba proses baru yang belum sepenuhnya dikembangkan  Memproduksi produk yang mahal  Proses-Proses yang sulit diubah menjadi proses kontinyu . mengalir didalam pipa dengan arah sejajar sumbu pipa. Harga alat (reaktor) dan biaya instalasinya 5. b.2 Jenis Reaktor Kimia a.1. Reaktor pipa Umumnya digunakan tanpa pengaduk sehingga disebut Reaktor Alir Pipa. Fase zat pereaksi dan hasil reaksi 2. Kapasitas produksi 4. Dapat dipakai untuk proses batch. Pemilihan reaktor untuk industri kimia berdasarkan beberapa faktor yaitu: 1. Pemilihan reaktor biasanya disesuaikan dengan kondisi operasi reaksi yg diinginkan. serta ada tidaknya reaksi sa mping 3. Kemampuan reaktor untuk menyediakan luas permukaan yang cukup untuk perpindahan panas ( Fogler. Jadi bahan dimasukkan. dan proses alir 2. dimana terjadi reaksi bahan mentah menjadi hasil jadi yang lebih berharga. Biasanya zat pereaksi dapat berupa gas atau cairan. Berdasarkan prosesnya reaktor dibagi menjadi 3 jenis yaitu : 1. Reaktor Tangki Umumnya berbentuk tangki dan memiliki pengaduk didalamnya sehingga komposisi dan suhu didalam reaktor setiap saat selalu uniform. 2004 ) 2. Reaktor Batch Reaktor yang tidak ada massa masuk dan keluar selama reaksi. Umumnya untuk industri kimia menggunakan reaktor kimia. Tipe reaksi dan persamaan kecepatan reaksi. direaksikan beberapa waktu / hari (residence time) dan dikeluarkan sebagai produk dan selama proses tidak ada umpan-produk mengalir.Reaktor kimia adalah sebuah alat industri kimia . semi batch. Berdasarkan bentuknya reaktor kimia dibagi menjadi 2 yaitu: 1.

  Jika bahan atau hasilnya perlu pembersihan Proses memerlukan waktu yang lama Selain itu. karena rentan bocor pada masukan pengaduknya  Tidak efektif utk skala besar karena waktu yang lama (tidak produktif) 2. Biaya operasi & investasi rendah Pengendalian kondisi operasi yang mudah ( Fogler. Reaktor batch juga memiliki keuntungan dan kelebihan dalam penggunaannya. karena proses dalam kapasitas   kecil. Mixed Flow Reactor (MFR) Merupakan Reaktor tangki berpengaduk (CSTR) dimana umpan masuk. Reaktor jenis ini paling banyak digunakan pada industri kimia karena beberapa faktor yaitu :  Alat lebih kecil dan murah  Dapat di susun secara seri atau pararel  Produk seragam  Pengurangan biaya per satuan produksi. diproses beberapa waktu (residence time) lalu produk keluar. karena diperlukan untuk pengawasan kondisi &  prosedur yg berubah terus dari awal sampai akhir Tidak baik untuk fase gas. Biasanya reaktor jenis ini disusun paralel sehingga mempunyai kapasitas yang besar dan efisien waktu. Reaktor Alir Tangki . 2004 ) Reaktor Kontinyu dibagi menjadi 2 jenis yaitu : a. Reaktor Kontinyu Reaktor yang proses umpan dan produk mengalir secara terus-menerus terhadap waktu. yaitu : Keuntungannya :  Lebih murah  Lebih mudah pengoperasian dan pengontrolan (penambahan bahan per volume) Kerugiannya :  Pengendalian suhu bermasalah  Lebih banyak pekerja.

terjadi reaksi sepanjang pipa lalu keluar. yaitu : Keuntungannya :  Suhu & campuran dalam reaktor sama (homogen) karena pengadukan  Pengontrolan suhu mudah sehingga kondisi operasi yang isotermal bisa terpenuhi Kerugiannya :  Untuk volume yg sama konversi lebih rendah daripada PFR  Tidak baik utk fase gas karena rentan bocor b.Berpengaduk ( CSTR ) merupakan reaktor yang paling sering dijumpai dalam industri kimia. Reaktor semi-batch pada operasinya terdapat satu arus masuk atau arus keluar. Reaktor alir pipa (PFR) memiliki keuntungan dan kerugian dalam penggunannya. terutama di cabang kimia halus. Alasan menggunakan reaktor Semi-batch karna beberapa faktor yaitu : . Reaktor Semi Batch Reaktor semi-batch merupakan jenis reaktor yang paling sering dijumpai dalam industri kimia. Reaktor PFR umumya digunakan untuk fase gas dengan tekanan tinggi ( Levenspiel. Evaluasi variabel-variabel operasi sangat mudah dilakukan pada kondisi steady state. kondisi kontinyu dan kontinyu steady state. Pada tangki pencampur yang digunakan pada reaktor kimia. 1999 ). dimana umpan masuk pada masukan pipa. di laboratorium kimia organik dan dalam proses bioteknologi. Reaksi ini terjadi pada temperatur tertentu yang harus dipertahankan tetap besarnya atau konstans agar dapat dihasilkan temperatur dan jenis fluida keluaran yang diinginkan Reaktor Alir Tangki Berpengaduk ( CSTR ) memiliki keuntungan dan kelebihan dalam penggunaannya. Konversi semakin lama semakin tinggi di sepanjang pipa. dua fluida atau lebih direaksikan bersama untuk menghasilkan suatu fluida yang berbeda dari fluida sebelumnya. Plug Flow Reaktor (PFR) Reaktor alir pipa. Pada industri berskala besar pengoperasian reaktor alir tangki berpengaduk meliputi tiga tahap yaitu pengisian reaktor tinggi overflow. 2004 ) yaitu : Keuntungannya :  Konversi yg cukup tinggi dibanding MFR  Waktu yg relatif lebih singkat Kerugiannya :  Perawatan yang mahal  Memerlukan waktu untuk mencapai kondisi steady state 3. Reaktor Alir Tangki Berpengaduk ( CSTR ) ini dapat dipanaskan baik menggunakan sistim tertutup di dalam tangki atau jaket yang mengelilingi tangki. (Fogler.

Butiran-butiran katalisator yang biasa dipakai dalam reaktor fixed bed adalah katalisator yang berlubang di bagian tengah. dan aliran gas lebih lancar Reaktor ini terdiri dari satu atau lebih tubes packed dengan partikel katalis. Packed Bed reaktor ( PBR ) Reaktor ini biasa disebut dengan istilah Fixed bed Reaktor. Packed Bed Reaktor memiliki keuntungan dan kerugian dalam penggunannya yaitu : Keuntungannya :  Biaya operasi dan perawatan murah dibandingkan dengan Fluidized bed Reacktor  Bisa digunakan disuhu dan tekanan tinggi  Bisa dioperasikan dengan waktu tinggal yang bervariasi Kerugiannya :  Sulit untuk menjaga distribusi aliran agar seragam  Bed yang kecil lebih efektif karena internal area yang besar tapi pressure drop tinggi  Regenerasi bed sulit dilakukan karena cenderung permanen b. karena luas permukaan persatuan berat lebih besar jika dibandingkan dengan butiran katalisator berbentuk silinder. Umumnya reaktor ini sangat cocok untuk reaksi antara reaktan gas/cair dengan katalis padat. Reaktor Fixed bed Reaktor beroperasi pada posisi vertikal dan keadaan adiabatis. Fluidized Bed Reaktor ( FBR ) Reaktor Fluidzed Bed adalah jenis reaktor kimia yang dapat digunakan untuk mereaksikan bahan dalam keadaan banyak fasa.a) Mengontrol konsentrasi reaktan untuk meningkatkan selektivitas reaksi b) Penambahan reaksi sedikit demi sedikit untuk mengontrol distribusi komposisi produk c) Untuk mengontrol produksi panas reaksi (reaksi eksoterm) d) Untuk menghindari toksisitas substrat yang dapat memproduksi organisme atau enzim yang terisolasi e) Mengurangi produk samping untuk meningkatkan konversi dan selektivitas f) Untuk menghindari akumulasi memberi reaksi terhadap dekomposisi g) Untuk mensimulasikan kelanjutan produksi terutama untuk skala kecil Reaktor semi-batch dibagi menjadi 2 jenis yaitu : a. Reaktor jenis ini menggunakan fluida (cairan atau gas) yang dialirkan melalui katalis padatan (biasanya berbentuk butiranbutiran kecil) dengan kecepatan yang cukup sehingga katalis akan terolak sedemikian rupa . Reaktor Fixed Bed adalah reaktor dengan menggunakan katalis padat yang diam dan zat pereaksi berfase gas.

Fludized bed Reaktor juga memiliki keuntungan dan kerugian dalam penggunaannya yaitu : Keuntungannya :    Suhu konstan sehingga mudah dikontrol Regenerasi bed yang mudah Reaksinya memiliki efek panas yang tinggi Kerugiannya :  Bisa menyebabkan keausan dinding reaktor karena gerakan bed yang  terus-menerus bergesekan dengan dinding Karena bergerak terus-menerus yang menyebabkan antar bed bergesakan sehingga partikel bed mengecil dan terikut keluar sebagai produk. ( Fogler. 2004 ) c.dan akhirnya katalis tersebut dapat dianalogikan sebagai fluida juga. Berdasarkan kondisi Operasinya. Sehingga perlu ditambahkan cyclone separator. Fludized bed Reaktor memiliki kelebihan ketimbang Packed bed Reaktor antara lain :  Dapat memprediksikan penurunan konversi pada pencampuran dalam    reaktor Jumlah bed lebih sedikit daripada PBR Luas permukaan lebih besar daripada PBR Beroperasi pada keadaan isothermal Selain itu. 3. Sehingga dapat dikatakan isothermal artinya tidak ada perubahan suhu selama prosesnya. Reaktor Isothermal Reaktor Isotermal adalah jika suhu umpan atau fluida yang masuk dan tercampur dalam reaktor dengan aliran fluida yang keluar dari reaktor bersuhu sama. Reaktor adibatis biasanya menggunakan jaket pemanas/pendinginan tergantung keadaan reaksi yang berlangsung sehingga perpindahan panas dalam reaktor adalah tetap ( Q = 0 ). Reaktor NonAdibatis . 2. reaktor dibagi menjadi 3 jenis yaitu : 1. Reaktor Adiabatis Reaktor Adiabatis adalah reaktor yang selama prosesnya tidak ada perpindahan panas antara reaktor dengan sekelilingnya.

Biasanya reaktor nonadiabatis bersifat nonisothermal yaitu suhu masuk fluida ke reaktor tidak sama dengan suhu masuk fluida keluar reaktor. Cara untuk mengetahui reaksi tersebut menghasilkan panas atau memerlukan panas adalah dengan mengetahui entalpi (∆H) dari reaksi tersebut. dimana pada tinjauan dinamika ini ada 2 hal yang harus kita ketahui yaitu panas reaksi dan arah reaksinya. Karena hal tersebut maka setiap perancangan reaktor diperlukan tinjauan themodinamika dan tinjauan kinetika untuk reaksi yang diinginkan.3 Tinjauan Thermodinamika Dalam perancangan sebuah reaktor ada beberapa hal yang perlu di tinjau salah satunya adalah tinjauan termodinamika. Perpindahan panas terjadi karena adanya perbedaan nilai kalor dalam reaktor dengan nilai kalor di lingkungan. ( Levenspiel. perpindahan panas. Kalor pada reaktor dihasilkan dari panas reaksi.Reaktor NonAdibatis adalah reaktor yang selama prosesnya terjadi perpindahan panas antara reaktor dengan sekelilingnya. Akan tetapi sebagai pertimbangan baik secara umum maupun khusus lebih ditekankan pada bidang termodinamika serta kinetika dari reaksi kimia. 2. perpindahan massa serta ekonomi. Dalam panas reaksi kimia ada 2 kemungkinan yang terjadi reaksi tersebut menghasilkan panas atau memerlukan panas dari lingkungan. Jika ∆Hrx nya bernilai negatif maka reaksi tersebut menghasilkan panas atau eksotermis. Sedangkan jika reaksi bersifat endotermis artinya reaksi membutuhkan panas sehingga suhu dalam reaktor akan turun. Misalkan reaksinya: A+B→C Jika ∆Hrx = negatif → eksotermis . mekanika fluida. tetapi apabila ∆Hrx pada reaksinya bernilai positif maka reaksi tersebut membutuhkan panas atau endotermis. pengetahuan maupun pengalaman dari berbagai bidang antara lain termodinamika.1. Jika reaksi bersifat eksotermis artinya reaksi menghasilkan panas sehingga suhu dalam reaktor akan naik. kinetika kimia. 1999 ) Dalam perancangan reaktor diperlukan informasi.

Kinetika reaksi juga mempelajari tentang mekanisme reaksi. Konstanta tersebut merupakan perbandingan antara konstanta kecepatan reaksi kekanan (k1) dengan konstanta kecepatan reaksi kekiri (k2). Kontanta kecepatan reaksi(k) dapat menjadi parameter dalam menentukan orde reaksi yang nantinya akan berpengaruh pada . tekanan. 2001 ) Contohnya reaksinya:  Reaksi searah (irreversible)  Reaksi bolak – balik (reversible) ( Fogler. Nilai konstanta kesetimbangan K.4 Tinjauan Kinetika Kinetika reaksi mempelajari kecepatan reaksi secara kuantitatif dan faktor-faktor yang mempengaruhi (suhu.∆G°f Reaktan = ∆G°f C .(∆G°f A + ∆G°f B) ( Smith Vannes. komposisi).1. hal ini berarti nilai k1 >>> k2. 2004 ) 2. Apabila nilai K konstanta kesetimbangan tersebut besar. menandakan reaksi tersebut bersifat searah (irreversible).Jika ∆Hrx = positif → endotermis Dimana : ∆Hrx = Hf Produk – Hf Reaktan = Hf C – (Hf A + Hf B) Sedangkan untuk mengetahui arah reaksinya searah (reversible) atau bolak – balik (irreversible) adalah dengan dapat dilihat dari harga konstanta kesetimbangan (K). Didalam hal kinetika reaksi tidak diperlukan data-data kinetika dan hanya dibutuhkan data-data thermodinamika untuk mencari harga konstanta kecepatan reaksi (k). sehingga reaksinya searah. dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut : ∆G° = -RT ln K ∆G° dapat di cari dari perubahan energy gibs dalam suatu reaksi atau dapat menggunakan persamaan berikut : Misalkan untuk reaksi: A+B→C dimana ∆G° rx = ∆G°f Produk .

dapat diketahui dari nilai konstanta keseimbangan reaksi dengan persamaan archenius: ( k =A . Misalkan reaksinya sebagai berikut: k1dan k2 = konstanta kecepatan reaksi Untuk menyatakan persamaan kecepatan reaksi adalah : − rA = k1CA − rB = k2CB ( Levenspiel. 1999 ) Dari persamaan diatas harga konstanta kecepatan reaksi (k) dapat ditentukan jika mengetahui data-data thermodinamika suatu reaksi tersebut.314 J/mol K T = Suhu Operasi ( Levenspiel. Apabila pangkat/orde reaksi tidak sama dengan koefisien reaksi maka reaksi tersebut disebut dengan reaksi non-elementer.2 Studi Kasus Pada studi kasus kali ini yaitu pembuatan asetaldehid dari oksidasi etanol dengan bantuan katalis dan menggunakan program scilab. Pada reaksi oksidasi etanol menjadi asetaldehid kemudian asetaldehid teroksidasi menjadi karbon dioksida ditunjukkan oleh reaksi di bawah ini: . T k = harga konstanta kecepatan reaksi A = frekuensi tumbukan Ea = Energy Aktivasi R = 8. 1999 ) Selain itu. e Dimana : −Ea ) R. 2. Harga konstanta reaksi (k) suatu reaksi juga dapat dijadikan parameter apakah suatu reaksi bersifat elementer atau nonelementer. untuk mengetahui besar konstanta kecepatan reaksi.design reaktor yang digunakan. Reaksi elementer merupakan reaksi dimana pangkat / orde reaksi sama dengan koefisien reaksi. Untuk menentukan harga konstanta kecepatan suatu reaksi dapat menggunakan persamaan berikut.

Smith Vannes.  Harga ∆H reaksi Data-data entalpi pembentukan asetaldehide dan karbon dioksida pada reaksi oksidasi etanol sebagai berikut: ∆HCH3CH2OH = -235100 J/mol K ∆HCH3CHO = -166190 J/mol K ∆HCO2 = -393509 J/mol K ∆HRx 1 = -643108 J/mol K ∆HRx 2 = -953208 J/mol K ( Fogler. dapat dijelaskan sebagai berikut:  Dasar Reaksi Salah satu metode dalam memproduksi asetaldehid adalah dengan proses oksidasi etanol dengan bantuan katalis. reaksi diatas menunjukan bahwa pereaksi membentuk produk kemudian produk yang terbentuk bereaksi dan menghasilkan produk yang berbeda sehingga dapat diketahui bahwa jenis reaksi tersebut adalah seri. Selain itu. 2001) . Ada beberapa jenis katalis yang biasanya digunakan untuk membantu proses oksidasi etanol menjadi asetaldehid.Untuk memproduksi asetaldehid dengan menggunakan etanol sebagai umpan diperkirakan dapat menjadi salah satu cara untuk mempelajari kondisi operasi reaktor. sehingga dapat membuat program perancangan berbasis scilab.2004. yaitu terdiri dari satu reaktan dalam hal ini adalah etanol. salah satunya adalah Al 2CO3. Proses oksidasi etanol menjadi asetaldehid dengan reaksi sebagai berikut: Berdasarkain uraian diatas disimpulkan bahwa reaksi tersebut merupakan reaksi monomolekuler. Pembuktian bahwa reaksi tersebut memenuhi syarat permasalahan.

314 )( 298 ) ln¿ Krx2 = 1.332 J/mol K R = 8.314 J/mol K ∆G = RT ln K K=¿ 76.261 J/mol K ∆GRx 2 = -266. dapat disimpulkan bahwa kedua reaksi tersebut bersifat eksotermis yang berarti menghasilkan panas.0313 K=¿ 266.261 ( 8. Berdasarkan persamaan Van Hoff dimana: d ln K ∆ H = 2 dT RT ∆HRx 1 = -643108 J/mol K ∆HRx 2 = -953208 J/mol K ∆GRx 1 = -76. Dari nilai ∆H yang diperoleh yang besarnya negatif. sehingga reaksinya merupakan reaksi eksotermis.1132 ( Smith Vannes.  Harga konstanta kesetimbangan reaksi (K) Seperti terlihat pada panas reaksi yang menunjukkan angka negatif.Ditinjau dari harga enthalpy yang terjadi. 2001) .314 )( 298 ) ln¿ Krx1 = 1.332 ( 8. untuk reaksi 1 dan reaksi 2 berturut – turut mempunyai nilai ∆H yaitu -643108 J/mol K dan -953208 J/mol K.

 Data – data yang di butuhkan untuk perancangan ini yaitu: k2 =4.125 Feed rate = 10 mol/s .03 min-1 pada suhu 300 K T = 45oC Tin = 57oC E1 = 9000 cal/mol E2 = 18000 cal/mol UA = 20000 J/min K X = 0.58 min-1 pada suhu 500 K ∆HRx 1 = -643108 J/mol K ∆HRx 2 = -953208 J/mol K ∆GRx 1 = -76.506 J/mol K Cp CO2 = 4.948 J/mol K Cp asetaldehide = 6.261 J/mol K Cp etanol = 8. Karena harga K > 1 maka reaksi berjalan ke kanan dan dianggap satu arah (irreversible).Dari persamaan di atas didapat harga K pada reaksi 1 dan reaksi berturur .1132.0313 dan 1.1132 k1 = 3.2 mol KRx 1 = 1.turut yaitu 1.467 J/mol K CA = 0.0313 Krx2 = 1.

2001. Inc.1999. Chemical Reaction Engineering 3st Edition. Element of Chemical Reaction Engineering 3rded.htm diakses pada tanggal 28 November 2015 pukul 14. http://www. Graw Hill Book Kogakusha Ltd. Smith. Mc.tripod. H Scout.2004.com/index. Octave.DAFTAR PUSTAKA Chemical Engineering Dept. Newyork :John Wiley & Sons.Teknik Kimia Universitas Diponegoro.30 WIB Fogler. Introduction to Chemical Engineering Thermodynamic 6th edition.tkundip. India : Prentice-Hall of India Levenspiel. J M et all. Diponegoro University. Tokyo . 2004.