BAB XII.

SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR

BAGIAN 1
PEKERJAAN PERSIAPAN
1.1.

UMUM
Dalam uraian ini disebutkan detail dari spesifikasi teknis untuk Pekerjaan Belanja
Modal Perencanaan Pengadaan Konstruksi yang terletak di jalan Tjok Agung Tersna
Telp : (0361) 222642 Niti Mandala Renon dan pengerjaannya akan diselenggarakan
secara hati-hati dan efisien, disesuaikan dengan Spesifikasi Teknis ini dan dengan
petunjuk-petunjuk Direksi.

1.1. PEKERJAAN PERSIAPAN
1.2.1.

Pengukuran/Uitzet
a). Pemborong melaksanakan pengukuran sesuai gambar dan hasilnya agar
dilaporkan untuk mendapatkan persetujuan Pemimpin Kegiatan/Direksi.
b) Penentuan ukuran dan sudut siku-siku, waterpass tetap dijaga dengan
ketelitian yang sebenar-benarnya menggunakan alat waterpass/pesawat
theodolith.
c) Ukuran vertikal dan horizontal
gambar/petunjuk Direksi.

dilaksanakan

sesuai

dengan

d) Ketidak cocokan yang mungkin ada di lapangan antara gambar dan
kenyataan harus segera dilaporkan kepada Direksi/Konsultan Pengawas.
1.2.2.

Papan Nama Kegiatan
Sebagai pertanda bahwa pada lokasi dimaksud ada kegiatan/pembangunan
maka Pemborong harus memasang papan nama kegiatan ukuran 80  120
cm, dengan tebal 2 cm, tiang 5/7 cm, cat dasar putih tulisan hitam huruf
balok sedangkan redaksi berisi :
a) Kop Kota Denpasar pada bagian paling kiri atas
b) Judul Kegiatan
c) Nilai Kegiatan
d) No. Kontrak
e) Masa Kontrak
f) Sumber Biaya
g) Pelaksana
Pemasangan papan kegiatan setinggi 2 m diatas tanah dan tiang bagian
bawah dicor beton untuk memperkuat dan ditempatkan pada tempat yang
mudah terlihat.

1.2.3.

1.2.4.

1.2.5.

1.2.6.

Bangunan Direksi Keet
Pemborong wajib menyediakan ruang direksi, dengan luas 9 m2 atau sesuai
dengan kebutuhan di lapangan. Bangunan direksi terbuat dari atap seng
bergelombang, dinding triplek, lantai dari bata dinat atau beton rabat, jendela
kaca dan pintu. Bangunan tersebut dilengkapi dengan kotak obat P3K, meja
dan kursi tamu, papan kegiatan. Bangunan direksi keet ditempatkan pada
daerah yang tidak mengganggu kelancaran kegiatan, segala biaya dalam
pembuatan bangunan direksi keet ditanggung oleh Pemborong dengan kata
lain tidak dimasukkan dalam penawaran dan apabila tidak ada boleh
menggunakan ruangan yang siap pakai.
Bangsal Pemborong dan Tempat Bahan.
1. Bangsal untuk kantor Pemborong dan gudang bahan dibuat sendiri yang
besarnya sesuai dengan kebutuhan Pemborong dan pekerjaan ini tidak
ditawar.
2. Pemborong wajib minta persetujuan terlebih dahulu kepada Direksi
untuk penempatan bahan – bahan.
Pembersihan Lokasi.
Membersihkan lokasi dari segala sesuatu yang dapat menghambat jalannya
pekerjaan.
Pengadaan Utilitas Sementara.
1. Kontraktor wajib menyiapkan air bersih untuk keperluan pelaksanaan
pekerjaan. Air harus selalu bersih, bebas dari lumpur, minyak dan bahan
– bahan lainnya yang merusak kesehatan.
2. Kontraktor harus mengadakan fasilitas lainnya yang terkait dengan
keperluan pelaksanaan pekerjaan.
3. Semua biaya pengadaan utilitas sementara dan lain – lainnya menjadi
tanggungan Pemborong sepenuhnya.

1.2.7.

Pagar Pengaman.
Pagar pengaman untuk keamanan pelaksanaan pekerjaan dan juga
pemborong agar turut menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan.

1.2.8.

Pekerjaan Pembongkaran Bangunan Lama.
1. Pekerjaan bongkaran agar dilakukan dengan sangat hati-hati sehingga
tidak menyebabkan kerusakan pada bagian pekerjaan lainnya.
2. Semua sisa pembongkaran yang tidak terpakai atau tidak dapat
digunakan lagi dilokasi harus dibersihkan dari bekas bongkaran.
3. Hasil bongkaran yang masih bisa dipakai seperti : kusen, usuk, dll,
harus diserahkan kembali kepada pemilik proyek.
4. Memindahkan barang-barang / bahan yang ada di tempat eksisting /
tempat yang akan digunakan ke tempat yang telah disediakan atau
tempat yang telah disetujui oleh Direksi Pekerjaan/Konsultan
Pengawas.

jarak antara kolom satu dengan yang lain dibuat maksimal 3 (tiga) meter. keras. e) Pemasangan dinding bata dilakukan bertahap. kecuali bila ditentukan lain oleh Konsultan Perencana. g) Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton harus diberi penguat stek-stek besi beton diameter 10 mm jarak 75 cm. h) Tidak diperkenankan memasang bata yang patah lebih dari dua potongan. Bidang dinding bata yang luasnya maksimal 12 m2 harus ditambahkan kolom dan balok penguat praktis dengan kolom ukuran 12 x 12 cm dari tulangan pokok 4 diameter minimal 10 mm. PASANGAN BATU BATA 1. d) Setelah bata terpasang dengan aduk. serta diikuti dengan cor kolom praktis. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas. b) Seluruh dinding dari pasangan bata dengan aduk campuran 1PC : 5PS kecuali pasangan bata semen tasram.1. presisi ukurannya. padat. Produk yang disetujui Konsultan Pengawas. i) Pasangan dinding bata harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm setelah diplester (lengkap acian) pada kedua belah sisinya. f) Perubahan akibat pemasangan perancah pada pasangan bata sama sekali tidak diperkenankan. setiap tahap maksimum 24 lapis perharinya. c) Seluruh dinding tasram/rapat air dengan aduk campuran 1PC : 2PS yakni pada dinding dari atas permukaan sloof/balok/pondasi sampai minimun 20 cm di atas permukaan lantai setempat. beugel diameter 6 mm jarak 15 cm. tidak mengandung lumpur/minyak/asam basa serta memenuhi PUBI-1982 Pasal 9 3. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan meliputi pasangan bata. d) Air untuk adukan pasangan harus air yang bersih. minimal 3 (tiga) contoh dari hasil produk yang berlainan untuk mendapat persetujuannya. b) Bata yang digunakan harus dari satu merk produk. Syarat-syarat Pelaksanaan. dan sampai setinggi 150 cm di atas permukaan lantai setempat untuk sekeliling dinding ruang-ruang basah (toilet. yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang tertanam dalam pasangan bata sekurang-kurangnya 30 cm. 2. bermutu baik dan memenuhi syarat. naad/siar-siar harus dikeruk sedalam 1 cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan setelah kering permukaan pasangan disiram air. Pelaksanaan pasangan harus . c) Pasir aduk harus memenuhi persyaratan dan tidak boleh mengandung lumpur.BAGIAN 2 PEKERJAAN PASANGAN 4. mempunyai ujung persegi. kamar mandi WC) serta pasangan bata di bawah permukaan tanah. Persyaratan Bahan a) Bata yang dipasang adalah dari mutu terbaik. mutu klas satu.syarat. a) Bahan-bahan yang digunakan.

cermat. e) Setelah diplester halus dan atas persetujuan Direksi/Pengawas dinding harus diaci dengan Portland Semen. harus bersih dan melalui ayakan 1. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan ditempat tersebut sebelum kelainan/perbedaan diselesaikan. dibersihkan dan dikupas selanjutnya diplester dengan aduk campuran 1 PC : 5 pasir.1. rapi dan benar-benar tegak lurus terhadap lantai serta merupakan bidang rata. dengan persyaratan sesuai dengan NI-8. Material yang tidak disetujui harus diganti dengan material lain yang bermutu sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan. pada bagian pekerjaan yang diijinkan Konsultan Pengawas.2. Adapun toleransi terhadap as dinding yang diijinkan maksimal 1 cm (sebelum diaci/diplester). 3. c) Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan di atas tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. d) Semua bahan sebelum dikerjakan harus ditunjukkan kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. Kontraktor harus segera melaporkan kepada Konsultan Pengawas.5 cm dengan hasil ketebalan dinding finishing 15 cm atau sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. lengkap dengan ketentuan/persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. b) Pasir pasang yang digunakan harus diayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang dipersyaratkan. memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-8. Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat plesteran. b) Pasir harus memenuhi persyaratan dan tidak mengandung lumpur. j) Pasangan bata dapat diterima/diserahkan apabila deviasi bidang pada arah diagonal dinding seluas 9 m2 tidak lebih dari 0. Kontraktor diharuskan memeriksa site yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulainya pekerjaan. spesifikasi dan lainnya. . g) Tebal plesteran 1. harus bermutu baik dari jenisnya dan disetujui Konsultan Pengawas. h) Plesteran halus (acian) digunakan campuran PC dan mil serta ditambahkan air sampai mendapatkan campuran yang homogen.2. Syarat . acian dikerjakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering betul) sehingga siap untuk difinish. Persyaratan Bahan a) Semen Portland yang digunakan harus dari satu produk. e) Sebelum memulai pekerjaan.6 . d) Untuk area dengan finishing keramik dan lain-lain.5 cm (sebelum diaci/diplester). f) Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar.0 mm. BAGIAN 3 PEKERJAAN PLESTERAN DAN ACIAN 3. bisa dipakai campuran bahan Dryspace ex Durabuilt dengan pemakaian sesuai dengan standard.syarat Pelaksanaan a) Seluruh permukaan dinding yang akan diplester . c) Campuran (aggregates) untuk plester harus dipilih yang benar-benar bersih dan bebas dari segala macam kotoran.

I. Mutu performance beton yang ditargetkan adalah kualitas “Beton Expose” terutama untuk Kolom. b) Pekerjaan beton meliputi pekerjaan beton balok ukuran 25 x 50 Fe 190 posisi dilantai 2 untuk bangunan rehan gedung kantor dispenda Provinsi Bali c) Pekerjaan ini juga mencakup beton talang dengan tebal 10 cm dengan bentuk U ukuran sesuai dengan gambar d) Mutu beton yang akan digunakan pada masing-masing bagian pekerjaan dalam kontrak harus sesuai dengan yang ditunjukkan pada Gambar atau Seksi lain yang berhubungan dengan Spesifikasi ini.BAGIAN 4 PEKERJAAN BETON a. Gambar-gambar detail Pelaksanaan ini akan digunakan sebagai dasar Variasi Pekerjaan. PEKERJAAN BETON BERTULANG Pekerjaan Beton meliputi semua pekerjaan beton atau sesuai dengan yang tertera dalam Gambar kerja dan/atau petunjuk Direksi Pekerjaan. b) Kontraktor harus membuat laporan tertulis atas data-data kualitas beton yang dibuat dengan disahkan oleh Direksi Pekerjaan dan laporan tersebut harus dilengkapi dengan nilai karakteristiknya. atau sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Beton K125 : digunakan untuk lantai kerja. Listplang beton dan Dinding beton dengan finishing expose. Lingkup pekerjaan beton meliputi . UMUM 1) Uraian a) Pekerjaan yang disyaratkan dalam Seksi ini harus mencakup pelaksanaan seluruh pekerjaan beton balok dan beton talang sesuai dengan gambar. penimbunan kembali dengan Beton. 3) Jaminan Mutu a) Mutu bahan yang dipasok dan campuran yang dihasilkan. Beton yang digunakan dalam Kontrak ini sebagai berikut : K 225 atau F’c 25 Mpa : digunakan untuk struktur beton bertulang pada umumnya. . Laporan tertulis tersebut harus disertai . 2) Penerbitan Gambar Kerja / Detail Pelaksanaan (Shop Drawing) Kontraktor wajib membuat gambar-gambar kerja/detail pelaksanaan (shop drawing) sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan pekerjaan di lapangan untuk mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan.Pada Rehab gedung kantor dispenda Provinsi Bali memakai balok beton sesuai gambar untuk menyangga beton talang air dan talang air juga terbuat dari beton dengan bentuk sesuai gambar yang berkedudukan diatas baja WF dan di water frooping agar tidak bocor. cara kerja dan hasil akhir harus dipantau dan dikendalikan seperti yang disyaratkan dalam Seksi Standar Rujukan. Balok. Beton K175 : digunakan untuk beton non struktural.

Penunjukan Laboratorium Pengujian harus dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. Kekuatan tekan beton karakteristik ( σ ) = 225 kg/cm2 2. Geser oleh lentur dengan puntir :  Tanpa tulangan geser ( σ )  Dengan tulangan geser ( σ ) = 8 kg/cm2 = 20 kg/cm2 Toleransi 1) 2) 3) 4) 5) Toleransi Dimensi :`  Panjang keseluruhan sampai dengan 6 m  Panjang keseluruhan lebih dari 6 m  Panjang balok.5 kg/cm2 = 16 kg/cm2 4. 3 m  Kelurusan atau lengkungan untuk panjang 3 m .6 m  Kelurusan atau lengkungan untuk panjang > 6 m 10 mm 12 mm 15 mm 20 mm Toleransi dari kedudukan (dari titik patokan)  Kedudukan Kolom dari rencana  Kedudukan permukaan horizontal dari rencana  Kedudukan permukaan vertikal dari rencana ± 10 mm ± 10 mm ± 10 mm Toleransi Alinyemen Vertikal :  Penyimpangan ketegakan kolom atau dinding ± 1mm/m’ Toleransi Ketinggian (elevasi)  Puncak lantai kerja di bawah pondasi  Puncak lantai kerja di bawah pelat injak  Puncak kolom.5 mm setiap 4 m panjang mendatar. plat dek.sertifikat dari laboratorium. kolom dinding + 5 mm +15 mm . Lentur tanpa dan/atau dengan gaya normal :  Tekan ( σ ) = 75 kg/cm2  Tarik ( σ ) = 75 kg/cm2 4) 3.0 dan +10mm Toleransi Bentuk :  Persegi (selisih dalam panjang diagonal)  Kelurusan atau lengkungan (penyimpangan dari garis yang dimaksud) untuk panjang s.d.0 dan + 2. dinding. Geser oleh lentur atau puntir :  Tanpa tulangan geser ( σ )  Dengan tulangan geser ( σ ) = 6.0 dan + 5 mm . Mutu beton F’c = 25 Mpa. balok melintang ± 10 mm ± 10 mm ± 10 mm 6) Toleransi Alinyemen Horizontal : 0. 7) Toleransi Selimut Beton/Tulangan :  Selimut beton sampai 3 cm  Selimut beton 3 cm – 5 cm . c) Karakteristik Mutu Beton Struktur adalah sbb : 1.5 mm .

Peraturan-peraturan yang diperlukan supaya disediakan Kontraktor di lapangan (site). Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 (NI-2). Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Direksi/Konsultan Pekerjaan. paling lambat 14 hari sebelum pekerjaan pengecoran dimulai. Pedoman Beton Indonesia SKSNI T-15-1991-03 j. i. g) Pengecoran beton hanya boleh dilakukan setelah seluruh pekerjaan acuan dan pembesian diperiksa serta mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI-1982) NI-3. k. SII 0052-80 “Mutu dan cara Uji Agregat Beton” l. 14 hari dan 28 hari setelah tanggal pencampuran. e) Kontraktor harus mengajukan Gambar Kerja Detail untuk seluruh pekerjaan perancah dan acuan yang digunakan untuk mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan sebelum pekerjaan tersebut dimulai. SII 0013-81 “Mutu dan Cara Uji Semen Portland”. g. Peraturan Perencanaan Tahan Gempa Indonesia untuk gedung 1983. Buku Pedoman Perencanaan untuk Struktur Beton Bertulang Biasa dan struktur tembok bertulang untuk gedung 1983. c) Kontraktor harus segera menyerahkan secara tertulis dari seluruh pengujian pengendalian mutu yang disyaratkan sehingga data tersebut selalu tersedia atau bila diperlukan oleh Direksi Pekerjaan. 6) Pengajuan Kesiapan Kerja a) Kontraktor harus mengirimkan contoh dari seluruh bahan yang hendak digunakan dengan data pengujian yang memenuhi seluruh sifat bahan yang disyaratkan dalam Spesifikasi ini. h. Peraturan Portland Cement Indonesia 1972 (NI-8). Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961 (NI-5).yang lainnya. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat. . Peraturan Bangunan Nasional 1978. d. 7 hari.5) Standar Rujukan / Pedoman Pelaksanaan Kecuali ditentukan lain dalam persyaratan-persyaratan selanjutnya. d) Pengujian kuat tekan beton yang harus dilaksanakan minimum meliputi pengujian kuat tekan beton yang berumur 3 hari. Besi beton agar dicegah tidak karatan dan semua agregat tetap bersih dari lumpur serta tidak tercampur antara yang satu dengan. b. b) Kontraktor harus mengirimkan rancangan campuran (mix design) untuk masingmasing mutu beton yang digunakan. kedap udara dengan lantai yang tidak lembab. f) Kontraktor harus memberitahu Direksi Pekerjaan secara tertulis paling lambat 3 x 24 jam sebelum tanggal rencana mulai melakukan pencampuran atau pengecoran setiap jenis beton. maka sebagai dasar pelaksanaan digunakan peraturan sebagai berikut : a. SII 0784-83 “Jaringan Kawat Baja Las untuk Tulangan Beton” n. f. e. c. 7) Penyimpanan dan Perlindungan Bahan Untuk penyimpanan semen Kontraktor harus menyediakan tempat penyimpanan yang tahan cuaca. SII 0136-84 “Baja Tulangan Beton” m.

2) A i r Air yang digunakan dalam campuran. Bilamana timbul keragu-raguan atas mutu air yang diusulkan dan pengujian air seperti di atas tidak dapat dilakukan. Direksi Pekerjaan dapat meminta Kontraktor untuk melakukan pengujian tambahan yang diperlukan untuk menjamin bahwa mutu pekerjaan yang telah dilaksanakan dapat dinilai dengan adil. IIIA DAN IV. dan harus memenuhi ketentuan dalam AASHTO T26. basa. Air akan diuji sesuai dengan. atau pemakaian lainnya harus bersih. dan bebas dari bahan yang merugikan seperti minyak. atau tidak memeliki permukaan akhir sebagai beton exposed. hanya satu merk semen portland yang dapat digunakan di dalam proyek.  Kelembaban udara tidak kurang dari 40%. iv) Perkuatan atau melakukan pembongkaran menyeluruh dan mengadakan penggantian pada bagian pekerjaan yang tidak memenuhi syarat. tidak memenuhi campuran yang dipersyaratkan. bahan tambahan (aditif) yang dapat menghasilkan gelembung udara dalam campuran tidak boleh digunakan.8) Kondisi Tempat Kerja Kontraktor harus menjaga temperatur semua bahan. atas biaya dan tanggung jawab Kontraktor. IIA. dalam perawatan. Air yang diketahui dapat diminum dapat digunakan tanpa pengujian. Terkecuali diperkenankan oleh Direksi Pekerjaan. maka harus diadakan perbandingan pengujian kuat . asam. c) Perbaikan atas pekerjaan beton yang retak atau bergeser harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang dipersyaratkan dalam Spesifikasi ini. gula. a) II. b) Terkecuali diperkenankan oleh Direksi Pekerjaan. garam. terjadi retak atau rongga. terutama agregat kasar dengan temperatur pada tingkat yang serendah mungkin dan selalu dijaga agar selalu di bawah 30º C sepanjang waktu pencampuran atau pengecoran. iii) Melakukan injeksi dan/atau grouting pada bagian-bagian yang beton yang retak atau berongga. 9) Perbaikan Atas Pekerjaan Beton yang cacat Perbaikan atas pekerjaan beton yang tidak memenuhi syarat toleransi.0 kg/m2/jam. Untuk perbaikannya harus mengikuti petunjuk yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan dan dapat mencakup : i) Perubahan proporsi campuran beton untuk sisa pekerjaan yang belum dicor. Kontraktor tidak boleh melakukan pengecoran bilamana :  Tingkat penguapan melampaui 1.  Acuan beton masih kotor dan pekerjaan persiapan belum tuntas.  Jika turun hujan atau udara berdebu atau tercemar. BAHAN 1) Semen a) Semen yang digunakan untuk pekerjaan beton haruslah jenis semen portland yang memenuhi AASHTO M85 kecuali jenis IA. atau organik. ii) Tambahan perawatan pada bagian struktur yang hasil pengujiannya gagal. b) Bilamana terjadi perbedaan pendapat dalam mutu pekerjaan beton atau adanya keraguan terhadap data pengujian yang ada.

6 Semua pekerjaan harus terpasang dengan rapi. STANDARD a.tekan mortar semen + pasir dengan memakai air yang diusulkan dan dengan memakai air suling atau air minum. Baja WF 200. 3) Ketentuan Gradasi Agregat Gradasi agregat kasar dan halus harus memenuhi ketentuan yang diberikan dalam tabel 3. b.1. Air yang diusulkan dapat digunakan bilamana kuat tekan mortar dengan air tersebut pada umur 7 hari dan 28 hari minum 90% kuat tekan mortar dengan air suling atau minum pada periode perawatan yang sama. . c.9. dengan pasangan murda dan ikut teledu dari paras sesuai gambar 5.2 Atap menggunakan Genteng kodok dan bubungan juga kodok.7 dan Baja gording 150.1 Konstruksi rangka atap untuk gedung dispenda Provinsi Bali kuda-kudanya memakai baja WF 250.1254.5 Untuk pelaksanaan pekerjaan harus sesuai dengan gambar kerja atau petunjuk direksi teknis dilapangan serta sesuai dengan ketentuan pabrik/yang memproduksi alat tersebut 5.5.1.4 Untuk pekerjaan penangkal petir adalah 2 tombak untuk gedung kantor dispenda provinsi Bali sedangkan untuk gedung UPT Dispenda Provinsi Bali di kota Denpasar memakai 1 (satu) tombak untuk spefikasi dilihat di spefikasi Mekanikal dan Elektrkal 5. benar.3 Lisplang menggunakan kayu kamper dengan dimensi sesuai dengan gambar 5.1.50.6.5. Baja WF 100.2 (1) tetapi bahan yang tidak memenuhi ketentuan gradasi tersebut tidak perlu ditolak bila kontraktor dapat menunjukan dengan pengujian bahwa beton yang dihasilkan memenuhi sifat-sifat campuran yang diisyaratkan dalam Tabel : 3.75. kuat dan baik.5.3(2) BAGIAN 5 PEKERJAAN ATAP & PENANGKAL PETIR 5.6. juga sesuai dengan gambar dan petunjuk dari direksi teknis dan pengguna jasa BAGIAN 6 PEKERJAAN LANTAI KERAMIK 6. Warna dan motif sesuai dengan petunjuk dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk Direksi.10 5. Pengujian Semua pengujian yang diperlukan oleh Direksi harus dilakukan di laboratorium dan hasilnya diperlihatkan untuk mendapatkan persetujuan Direksi atas beban Pemborong. Jenis yang dipakai adalah sesuai dengan petunjuk dalam gambar atau finishing material schedule.100.8 .5.

atau sesuai detail gambar serta petunjuk Konsultan Pengawas. k) Pinggulan pasangan bila terjadi. Tebal bahan minimal 8 mm untuk keramik . BAHAN DAN PERALATAN a. sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi. b) Sebelum pekerjaan dimulai Kontraktor diwajibkan membuat shof drawing dari pola pemasangan bahan yang disetujui Konsultan Pengawas. warna bahan pengisi sesuai dengan warna bahan yang dipasang. f) Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar). Semen portland harus memenuhi NI-8. 5. i) Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda yang terjadi pada permukaan hingga betul-betul bersih. untuk masing-masing warna harus seragam. 4. Toleransi terhadap panjang = 1%. tidak retak. h) Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong khusus sesuai persyaratan dari pabrik bersangkutan. Pengendalian pekerjaan keramik ini harus sesuai dengan peraturan. 6.3. c) Pemasangan lantai dan plint keramik dilakukan setelah alas dari lantai keramik sudah selesai dengan baik dan sempurna serta disetujui Konsultan Pengawas baru pemasangan keramik dilaksanakan. toleransi tebal = 6%. lurus dengan tepian yang sempurna. tidak cacat dan tidak ternoda. 6.Keramik lantai 30 x 30 cm Untuk mengganti dibawah tembok yang dibongkar 2. . SYARAT . Warna akan ditentukan kemudian yang disesuaikan dengan warna Existing dan disetujui direksi. Pasangan lantai memakai keramik standard ex Asia Tile atau yang setara dengan warna ditentukan kemudian dengan semua keramik kwalitas klas I atas persetujuan Direksi. pasir harus memenuhi PUBI 1982 pasal 11 dan air harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 9. harus sama lebar maksimum 5 mm dan kedalaman maksimum 2 mm. j) Diperhatikan adanya pola tali air yang dijumpai pada permukaan pemasangan atau hal-hal lain seperti yang ditunjukkan dalam gambar. untuk siar-siar yang berpotongan harus membentuk siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. a) Bahan-bahan yang digunakan sebelum dipasang terlebih dahulu diserahkan contoh-contohnya (minimum 3 contoh bahan dari 3 jenis produk yang sama) kepada Konsultan Pengawas/Direksi. yang membuat garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya. kekuatan lentur 250 kg/cm2 dan mutu tingkat I (satu). siku.2. harus dilakukan dengan gurinda.6. Persyaratan Bahan Ukuran Bahan adalah : . 3. d) Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik. l) Keramik yang terpasang harus dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain selama 3 x 24 jam dan dihitung dari kemungkinan cacat pada permukaannya. e) Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benar-benar rata. 1. g) Siar-siar diisi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan dalam persyaratan bahan. finishing berglazuur. warna yang tidak seragam akan ditolak.SYARAT PELAKSANAAN.

d. PELAKSANAAN PEMASANGAN LANTAI a. ventilasi dan jendela yang baru atau yang diganti menggunakan bahan kayu kamper.5. tetapi tidak berlebihan. dengan memasang ubin kepala dan memilih keramik yang warna dan ukuran yang sama dan dibuat contoh pemasangan minimal 1 m2.4. - Alur-alur/siar lurus dengan ukuran yang sama dan rapi. diinjak atau diberi beban lainnya. . - Lantai harus bersih dari sisa-sisa adukan semen. cat atau kotoran lainnya. - Air harus dapat mengalir dengan lancar ke arah kemiringan yang sesuai gambar. Keramik yang baru dikerjakan minimal selama tiga hari tidak boleh diganggu. maupun elevasi setiap lantainya. pintu yang baru hanya 1 (satu) buah yang ada dipartisi di ruang kepala bagian kepegawaian yang tertera dalam Gambar kerja dan/atau petunjuk Direksi Pekerjaan. - Di bawah keramik tidak boleh berongga sehingga keramik dapat melekat dengan baik. - Lantai Sudut-sudut nossing dan tekukan tajam dan rapi. HASIL AKHIR YANG DIKEHENDAKI - Lantai tidak bergelombang. BAGIAN 7 PEKERJAAN KUSEN PINTU Pekerjaan kusen.6. - Kerataan/kemiringan harus sesuai dengan gambar rencana. Bekas-bekas semen harus segera dibersihkan dari permukaan keramik sampai bersih benar. meliputi pekerjaan – pekerjaan berikut : 1. Siar diisi dengan adukan 1 pc : 2 ps halus sesuai dengan warna keramik ditambah bahan additive yang disetujui Direksi sampai mengisi penuh celah siar. e. d) Kaca jendela & pintu yang digunakan kaca bening 5 mm ( lihat detail pintu dan jendela ). padat/tidak berongga dan tidak cacat. b. 6. kerataan. b) Daun jendela menggunakan bahan kayu kamper c) Daun pintu panel menggunakan bahan kayu kamper. Persyaratan Bahan a) Kusen pintu. dan pemakaian pembersih kimia tidak diperkenankan tanpa persetujuan Direksi. Pekerjaan keramik dapat dimulai setelah pekerjaan-pekerjaan yang akan tertanam dibawah keramik selesai dikerjakan. c. Lantai yang akan dipasangi keramik harus dipersiapkan dengan teliti terlebih dahulu mengenai kepadatan. Pola pemasangan keramik harus ditentukan terlebih dahulu.

Untuk kaca yang digunakan ukuran tebal 5 mm atau sesuai gambar dan disetujui Direksi/Konsultan Pengawas. politur atau finishing lainnya sebelum diperiksa dan diteliti oleh Direksi/Konsultan Pengawas. sehingga mekanisme pembukaan pintu bekerja dengan sempurna. licin dan bening. f) Kusen yang terpasang harus sesuai petunjuk gambar dan diperhatikan ukuran.5 mm. h) Pembuatan dan penyetelan/pemasangan kusen-kusen harus lurus dan siku. Ukuran panjang dan lebar tidak boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik. Kedua permukaannya rata. Toleransi kesikuan maximum yang diperkenankan adalah 1. . pola. 3. bentuk. lay out/penempatan.2. i) Kaca harus bebas dari bintik-bintik ( spot ). bahan-bahan di tempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik. j) Semua kusen yang melekat pada dinding beton/batako diberi penguat angker diameter minimum 10 mm. h) Kaca harus terbebas dari gumpilan tepi ( tonjolan pada sisi panjang dan lebar kearah luar /masuk ). tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. g) Kaca harus bebas dari keretakan ( garis-garis pecah pada kaca baik sebagian atau atau seluruh tebal kaca ). j) Semua bahan kaca sebelum dan sesudah terpasang harus mendapatkan persetujuan Direksi / Konsultan Pengawas. awan ( cloud ) dan goresan ( scratch ). mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambargambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubang-lubang). e) Semua ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi pemotongan. i) Untuk kusen kayu tidak diperkenankan dipulas dengan cat. Persyaratan Bahan dan Pemasangan Kaca a) Digunakan kaca lembaran bening ( clear float glass ) yang dihasilkan dengan proses tarik. Cacat – cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai ketentuan dari pabrik. c) Kesikuan Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut siku serta tepi potongan yang rata dan lurus. vernis. Pada setiap sisi kusen pintu yang tegak dipasang 3 angker. kemudian dipotong menjadi lembaran dengan ukuran tertentu. Ketebalan kaca yang dipakai adalah dengan ketebalan 5 mm atau seperti ditunjukan dalam gambar. b) Toleransi lebar dan panjang. cara pemasangan. k) Setelah terpasang perlu diberi pelindung terhadap benturan dan pengecoran dari akibat pelaksanaan pekerjaan lain. e) Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung ( ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca ). termasuk mempelajari bentuk. d) Cacat – cacat . f) Kaca yang digunakan harus bebas dari komposisi kimia yang dapat mengganggu pandangan. g) Detail kusen dan sambungan dengan material lain harus disesuaikan dengan type pintu/jendela yang akan terpasang. meni. Persyaratan Pelaksanaan / Pemasangan a) Sebelum melaksanakan pekerjaan. type kusen dan arah pembukaan pintu/jendela. b) Sebelum pemasangan.

b) Jarak balok-balok disesuaikan dengan pemasangan penutupnya. c) Garis-garis alur. b) Plafond rata. HASIL AKHIR YANG DIKEHENDAKI a) Pola sesuai dengan rencana atau petunjuk Direksi.2. tidak bergelombang dan retak. d) Sistem sambungan harus sudah cukup kuat. dan plapon kayu lamsering juga rangka kayu kruing dan plapon lambisering siatas usuk expose di ruang rapat dan di overstack list Plafond gypsum dan lis kayu kamper yang ada di overstack yang memakai bahan plapon lambisering b) Ukuran : - rangka plafond kayu kruing ukuran 5x7 cm sesuai petunjuk direksi - Plafond gypsum 9 mm dan plafond kayu lambisering kayu kamper - list Plafond gypsum dan lis kayu kamper sesuai petunjuk direksi - Atau bahan lain atas petunjuk dan persetujuan Direksi c) Penutup : Bentuk penutup plafond sesuai dengan gambar rencana. BAGIAN 8 PEKERJAAN PLAFOND 8. dengan jarak alur seragam. 8. sedang paku-paku dan alat penyambung lainnya hanya sebagai pelengkap. Penutup plafond memakai gypsum dan kayu atau bahan lain atas petunjuk dan persetujuan Direksi. 8. c) Rangka plafond harus digantung dengan baik dan kokoh. rapi.k) Sisi-sisi kaca yang tampak maupun yang tidak tampak akibat pemotongan. f) Sedangkan antara penutup langit-langit dengan tembok diberi list plafond dengan ukuran dan bahan sesuai dengan gambar kerja atau atas petunjuk Direksi . harus digurinda / dihaluskan.1. . e) Ukuran dan pola plafond harus sama dengan gambar atau mendapat persetujuan Direksi.3. lurus. PELAKSANAAN a) Balok induk minimum dipasang tiap jarak 60 cm. BAHAN a) B a h a n Plafond gypsum 9 mm dengan rangka kayu kruing.

5 mm untuk 4 5 II Spesifikasi teknis yang disyaratkan Plumbing Works/Pekerjaan Pemipaan 1 Pekerjaan Instalasi Pemipaan a Instalasi pemipaan untuk air bersih : : : : Thermaflex. Rucika.1 mm untuk 50mm≤Ø≤65mm 5. wolverin atau setara 3 Drain AC Material : uPC AW Maspion. Aeroflex atau setara Thermaflex.6 mm untuk Ø40mm 4.BAGIAN 9 PEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL No I Uraian Pabrik/Merek yang disarankan Pekerjaan Mekanikal (HVAC) 1 Main Unit Air Conditioning Type : Wall Mouted Inverter dan Ceiling Mounted Cassette Sky Air Daikin atau Setara dengan spesifiasi yang disyaratkan 2 Refrigerant Grade Copper Tubes Type : Annealed Coils Crane enfield. Aeroflex atau setara Maspion.7 mm untuk Ø≤20mm 3. Pralon. Rucika atau setara . atau setara Klas : 10 kg/cm2 : Isolasi untuk pipa refrigerant Tebal minimal Type : 5 mm untuk Ø 15 sampai Ø 25 Closed Cell : 19 mm Isolasi untuk pipa drain Tebal minimal Type : Closed Cell Tebal minimal : 13 mm Material : uPVC Class : Tebal minimal : 10 kg/m2atau klas AW 2.1 mm untuk 25mm≤Ø≤32mm 3.

0 mm untuk Ø125mm : d Pemipaan untuk air hujan Material : uPVC Class : Tebal minimal : 10 kg/m2atau klas AW 6.6 mm untuk Ø100mm 7.9 mm untuk Ø150mm Material : uPVC Class Tebal minimal : : 10 kg/m2/ AW 3. Rucika atau setara . Pralon.5 mm untuk Ø80mm 6.6 mm untuk Ø40mm 4.9 mm untuk Ø150mm : : e Pemipaan untuk venting udara Ø80mm 6. Pralon. Pralon.0 mm untuk Ø125mm 8. Pralon.6 mm untuk Ø100mm 7.6 mm untuk Ø100mm 7. Rucika atau setara Maspion.1 mm untuk 25mm≤Ø≤32mm Maspion.6 mm untuk Ø100mm 7.0 mm untuk Ø125mm 8.9 mm untuk Ø150mm : : : : : c Pemipaan untuk air kotor Material : uPVC Class : Tebal minimal : 10 kg/m2atau klas AW 6.: : : b Instalasi pemipaan untuk air buangan Material : uPVC Class : Tebal minimal : 10 kg/m2atau klas AW 3. Rucika atau setara Maspion. Rucika atau setara Maspion.1 mm untuk 50mm≤Ø≤65mm 5.0 mm untuk Ø125mm 8.

Kabel Metal dan Kabelindo Penerangan umum Saklar dan stop kontak a 1 gang 1 way b 2 gang 1 way Clipsal Vivace atau setara . Kabel Metal dan Kabelindo Supreme.f III Pemipaan untuk Hydrant Bahan : Carbon Steel Pipe SCH 40 B/ASTM A53 Primary coating dan Wraping untuk yg tertanam Spindo. Tranka. Bakrie atau setara Class Isolasi : : Material : Cu Cable (NYM) 3cx2. Kabel Metal dan Kabelindo Armature Lampu/ Luminairies a 3 Instalasi kabel untuk General Purpose Outlet (GPO) Supreme. Starlite atau setara Type : Standard Vivace Clipsal Vivace atau setara Rated Voltage Warna : : : 10A 250 V White/Putih. Philips. Polyken atau setara Pekerjaan Listrik 1 Pekerjaan Instalasi Listrik a Instalasi kabel untuk General Lighting b c d 2 Instalasi kabel untuk Low Voltage Lighting Services Conduit Supreme. Legrand atau setara Warna : PVC Hight Impact Putih Type : RM 300 2x36 AP Artolite.5 mm2 Voltage : 300V/500V Material : Cu Cable (NYM) 3cx2. Clipsal.5 mm2 Voltage : 300V/500V Material : Cu Cable (NYYHY) 3cx2.5 mm2 Voltage : 500V/1000V Material : Ega. Type : Standard Vivace Rated Voltage : : 10A 250 V Densotape. Tranka. Tranka.

1 mm for Max. Hager. 900 mm diagonal Light grey Dimension : Polyester IP 65 Material Enclosure : : minimal 600 mm x 600 x 40 mm Mild Shett Steel IP 55 Clipsal Vivace atau setara Clipsal Vivace atau setara Clipsal Standard E series atau setara Legrand. Type : Standard Vivace Rated Voltage Warna : : : : 10/16A (2P+E) 250 V White/Putih.c d e f 4 3 gang 1 way General Power Outlet (GPO) Isolating Switch/Weath er Protected Switch Weather Proof Electrical Plug Warna : : White/Putih. Type : Standard Vivace Rated Voltage Warna : : : : 10A 250 V White/Putih. DB 2 dan DB. ABB atau setara Low Voltage Electrical Switch Board/Panel Listrik Tegangan Rendah 1 Box and Enclosure: a b DB 1.3 PP AC . Type : WHS20 Rated IP ø terminal : : : 20A/250 Volt IP 56 16 mm2 Type : Plexo Rated IP : : 16 A/220 Volt IP 55 Dimension : Polyester IP 65 Material Enclosure Thickness : : : Colour : Minimal 600 x 400 x 200 Mild Shett Steel IP 55 2.

Siemens. ABB.400 A 240 Volt/400 V/ 50 Hz 150 kA Merlin Gerin. ABB. atau setara Legrand. Hager atau setara . Siemens IEC 947-2 1 Pole and 3 Pole Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB) 30 mA 240 V/50 Hz Rated Voltage Breaking Capacity :6 kA Standard Pole : : : : : IEC 947-2 1 Pole Voltage : 380 Volt Rated Aux. Siemens Telemecanique. with motorized 160 A .1 mm for Max. ABB. Siemens IEC 947-2 : : Type Mini Circuit Breaker (MCB) 6 A to 32 A 240 V/50 Hz Merlin Gerin. 16A to 32 A : NO Voltage : : : : Rated Program : : : 16 A : 100 hour back up : 230 V +10%15% Merlin Gerin. ABB.2 a b c d e Switch Board Main Component: Main Breaker Load breaker Earth Leakage Protection Contactor Time Switch Thickness : Colour : Type : Rated Voltage : : Breaking Capacity Standard : : Type : Rated Voltage Breaking Capacity : 8 kA Standard Pole : : : 2. 900 mm diagonal Light grey Moulded Case Circuit Brekaer (MCCB).

Kelebihan Arus Suhu maksimum : 55°C : CEI 831-1 dan 2 Feeder Cable/Kabel anslet a b c 6 Shneider electric. +10% : 10% Kapasitansi Tol. Kabel Metal atau setara Supreme. Kabel Metal atau setara Supreme.3 DariLVMDP ke Panel AC L1. atau setara : 30% Standard 5 : 50 .1 ke UPS Material : Cu Cable (NYY) 4cx35mm2 Voltage : 600 v/1000 V Material : Cu Cable (NYY) 4cx16 mm2 Voltage : 600 v/1000 V Material : Cu Cable (NYY) 4cx16 mm2 Voltage : 600 v/1000 V Supreme. Kabel Metal atau setara . 25 kV peak : 0. Kelebihan tegangan Tol. Siemens. Nokian.Freq Interval f Switch Board Accessories Voltmeter Ampermeter Fuse Selector Switch g Surge Protector h Bank kapasitor : : MG. Hager atau setara Type : Varplus Koneksi Insulasi : Delta : 6 kV RMS.60 Hz : 15 minute Penangkal Petir/Lightning Dari LVMDP ke DB.2 dan DB. L2 dan L3 DariL DB.

Belden dan RG 6 Socket 75 Ω E203 Clipsal C-Cosmo Mega LTV PVC Hight Clipsal. AMP atau setara Cable Lader/Cable Tray Tri Star atau setara Pekerjaan Elektronika 1 Master Antenna Television (MATV) a UHF Antenna b VHF Antenna c Splitter d e f g h 2 Channel Amplifier Cabling MATV Socket Outlet Conduit DX Fagor Telephone System a .Protection a b Conductor c Ground Resistant Earthing Electrode d 7 IV Air Terminal/Head Type : electrostatis Radius proteksi Material : 70 meter : CU Cable (NYY) 1C x 70 mm2 R<1 Ω : Guardian.9 Type : Type : Material : : Box Warna/Colou r Material Coaxial RG 11 Comscope. LPI Supreme. Viking.6 mm2 Belden. Kabel Metal atau setara Material : Copper Rod Ø 20 mm Type : Material : Thikness Finishing : : : SLU Stright Ladder Hot Rolled Mild Steel Sheet Side Rail : 2 mm Rung : 2 mm Hot Dip Galvanized Type Type Cabang Type Type : : : : : PF 2000 VHF 22 2/3/4 ways Passive Micro TV 1.Ega Impact White Hitam/Black : Polyester Hagger Cabling Type : ITC 2 × 2 × 0.

Supreme Viking atau setara : Anounciator Panel 15 Z Local Watt : 2 Viking atau setara Type : HC 300 L Viking atau setara Type Type Type : : : HC 6024 ROR HC.306 A HC-202 D Viking atau setara Viking atau setara Viking atau setara Clipsal.b c 3 Public Address a b c d e f g 4 Fire Alarm a b c d e f g h i j Telephone Socket Outlet Conduit Type : Material : Warna : Type : Power Type : : V-1501B TOA atau setara Type : ZV 303 TOA atau setara Power Type : : 6.0 Watt S102C TOA atau setara Cabling Watt Material : : Conduit Type Material : : Warna : 25 Cu Cable multi core 6471 PVC Hight Impact (HIC) Hitam Instalasi Fire Alarm Material : Conduit Material : Warna Type : : Type : Type Power Amplifier Graphic Equalizer Sound Attunuator Ceiling Speaker Columm Spekaer Master Controll Fire Alaram Display Anounciator Combination Box Manual push bottom Indicator Lamp Alarm Bell Heat Detektor Ionization Smoke Socket RJ 11 E203 1LRJ64A PVC Hight Impact Hitam Clipsal C-Cosmo Mega 2000.5 mm2 PVC Hight Impact Black/Hitam MCFA HC .15 AL PCM.Ega Viking atau setara . Vatau Vivace Clipsal/Ega TOA atau setara Belden Clipsal.0 Watt ZS2369 TOA atau setara Watt Type : : 6.Ega Cu Cable (NYYHY) 2x1.

f) Pengendalian seluruh pekerjaan ini. f) Sebelum pekerjaan pengecatan dilaksanakan pekerjaan plafond dan lantai harus sudah selesai dikerjakan. pengecatan plafond dan lis plafond. lubang dan pecah-pecah). lemak. Pemborong harus mengajukan daftar cat yang akan digunakan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuannya. c) Untuk cat kayu digunakan produk setara Emco atau cat yang mengandung sintetis (Synthetic Super Gloss) dengan lapisan menie/primer A931-9054 sebagai cat dasar. minyak dan kotoran-kotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan.B dan C 6 kgs Masing-masing lantai Powder Gunebo Gunebo atau setara BAGIAN 10 PEKERJAAN PENGECATAN 10. Pemborong menyiapkan bahan dan bidang pengecatan untuk dijadikan contoh. d) Pengecatan dan polituran tidak dapat dilakukan selama masih adanya perbaikan pekerjaan pada bidang pengecatan. Polituran listplank dan usuk expose serta polituran plapon kayu. harus memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan dan memenuhi persyaratan pada PUBI 1982. e) Politur ultran P 03 UV digunakan untuk polituran kayu yang kena sinar matahari langsung dan politur ultran P 01 digunakan untuk polituran kayu lainnya. PELAKSANAAN a) Bagian-bagian bangunan yang dicat dan dipolitur adalah sesuai dengan gambar kerja dan atau sesuai dengan petunjuk Direksi. d) Jenis dan warna cat sesuai dengan petunjuk Direksi selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum pekerjaan pengecatan. 10.2. PEKERJAAN a) Meliputi Pekerjaan pengecatan tembok. b) Segera setelah Direksi / Pemberi Tugas menentukan warna pilihannya. tidak terdapat cacat (retak. . Pekerjaan ini dilakukan atas biaya Pemborong. b) Cat yang digunakan dari produk Vinilex atau yang setara. e) Bidang pengecatan dan bidang polituran harus bebas dari debu.1. c) Semua bidang pengecatan dan polituran harus betul-betul rata. yang tahan terhadap cuaca atau sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Direksi.Detektor Fire Extinguishier k Type : Class Capacity Lokasi : : : Type : Carbon dioxide (CO2) A.

g) Bagian / bidang-bidang yang akan dicat terlebih dahulu dibersihkan dan dijaga agar tidak kena debu. permukaan diamplas halus dan dibersihkan dari debu dempul. k) Pekerjaan Politur Ultra - Bagian permukaan kayu yang tidak dicat tapi akan dipolitur dan ingin diperlihatkan serat permukaannya.3. Pembersihan akhir dilaksanakan didalam atau diluar bangunan supaya bersih dari kotoran dan sisa-sisa bahan lainnya. i) Setelah dempul kering. kemudian didempul kayu sampai lubang-lubang/pori-porinya terisi penuh. tetapi merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pekerjaan ini dan menurut peraturan yang berlaku hal tersebut harus ada. 11. c) Benangan dan alur-alur harus tajam dan lurus. tidak retak dan warnanya sama. tidak bergelombang.1. maka diadakan pengecatan kembali sampai hasil pengecatan mendapat persetujuan Direksi. bahan-bahan yang tidak berguna harus dibersihkan. b) Bebas dari kotoran-kotoran / noda-noda lain. Kayu yang telah dicat. j) Pengecatan harus diselesaikan dengan baik dan rapi sehingga berbentuk bidang cat yang utuh.2. Bidang pekerjaan dicat akhir 2  jalan hingga rata. Pemborong wajib menjaga lingkungan agar aktifitas pelaksanaan pekerjaan fisik tidak mengganggu lingkungan setempat. maka bidang pekerjaan tersebut dicat dengan Politur P 01 UV. rata dan tidak ada bentuk atau gelembung udara. kemudian tergores lagi. Setelah pembangunan selesai 100% gudang bahan dan semua sampah. Hal-hal lain yang tidak tercantum dalam bestek ini. Kemudian permukaan tersebut dipolitur lapis demi lapis sebanyak tiga kali.. . 11. yang sebelumnya diamplas mesin hingga halus dan rata. Bidang cat dijaga terhadap pengotoran. BAGIAN 11 PENUTUP 11. pemborong dianggap telah tahu dan harus mentaati serta wajib untuk melaksanakanya sesuai petunjuk Direksi. - Permukaan yang dipolitur harus diamplas halus dan rata dengan amplas dan harus benar-benar bersih dari debu dan kotoran lainnya. HASIL AKHIR YANG DIKEHENDAKI a) Bidang cat rata.3. h) Bidang kayu yang akan dicat diberi cat dasar menie 1 kali (cat Acrylic Primer Undercoat). 10.

ST Direktur . 11 Juli 2014 PT. CATUR HARAPAN UTAMA A.A Nanik Suryani. Hal-hal yang belum jelas tentang RKS ini akan dijelaskan pada waktu diadakan rapat penjelasan pekerjaan / Anwijzing.15. Denpasar.5. Persyaratan lain yang belum jelas akan diberikan pada waktu penjelasan dan peninjauan lapangan. 15.4.