PANDUAN LINEN

BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD)
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD)
CUT NYAK DHIEN MEULABOH

POKJAPPI

AKREDITASI VERSI 2012

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BARAT
BADAN LAYANAN UMUM DAERAH
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CUT NYAK DHIEN
MEULABOH
2015

BLUD RSUD Cut Nyak Dhien MeulabohPage 1

 Steril: Adalah kondisi bebas dari semua mikroorganismetermasuk spora.  Linen: Adalah bahan atau alat yang terbuat dari kain atau tenun. sekreta. Infeksi. semua jenis cairan tubuh. Pasien merasa aman/nyaman di tempat tidurnya.   Desinfeksi: Adalah proses inaktivasi mikroorganismemelalui system. dan selaput lendir pasien dianggap sebagai sumber BLUD RSUD Cut Nyak Dhien MeulabohPage 2 . 3. Tujuan 1. Adalah desinfektan yang digunakan pada permukaan kulit dan membrane mukosa untuk menurunkan jumlah mikroorganisme. Untuk mencegah terjadinya infeksi silang melalui linen yang kotor atau terkontaminasi kepada pasien maupun petugas. Adalah proses dimana seseorang yang rentan terkena invasi agen pathogen atau infeksius yang tumbuh. Kewaspadaan universal: Adalah suatu prinsip dimana darah.  Antiseptic. 2.BAB 1 DEFINISI LINEN Yaitu proses pengelolaan linen mulai dari linen kotor sampai dengan linen tersebut siap pakai. Infeksi nosokomial Adalah infeksi yang didapat di rumah sakit dimana pada saat masuk rumah sakit tidak ada tanda/ gejala atau tidak dalam masa inkubasi. berkembang biak dan dan menyebabkan penyakit.  Dekontaminasi: Adalah suatu proses untuk mengurangi jumlah pencemaran mikroorganisme atau substansi lain yang berbahaya sehingga aman untuk penanganan lebih lanjut. Untuk memenuhi kebutuhan linen yang bersih dan siap pakai. kulit yang tidak utuh.

 Limbah bahan berbahaya: Adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan atau merusak lingkungan hidup dan atau dapat membahayakan lingkungan hidup. meskipun mungkin linen yang diklasifikasikan dari seluruh pasien berasl dari sumber ruang isolasi yang terinfeksi.  Linen kotor tidak terinfeksi: Adalah linen yang tidak teerkontaminasi oleh darah. tanpa membedakan resiko. kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya. korosif dan iritasi. cairan tubuh dan feses yang berasal dari pasien lainnya secara rutin. Prinsip ini berlaku bagi semua pasien. bahan dan proses pengolahannya. darah dan feses terutama yang berasal dari infeksi TB paru.  Keselamatan kerja: Adalah keselamatan yang berkaitan dengan alat kerja. kesehatan.  Bahan berbahaya: Adalah zat.potensial untuk penularan infeksi HIV maupun infeksi lainnya. bahan kimia dan biologi baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung yang mempunyai sifat beracun. diagnose ataupun status. teratogenik. mutagenic. karsiogenik. infeksi salmonella dan shigella ( sekresi dan ekskresi). dan lingkungan serta caracara melakukan pekerjaan. BLUD RSUD Cut Nyak Dhien MeulabohPage 3 . HBV dan HIV ( jika terdapat noda darah) dan infeksi lainnya yang spesifik (SARS) dimasukkan kedalam kantong dengan segel yang dapat terlarut di air dan kembali ditutup dengan kantong luar berwarna kuning bertuliskan terinfeksi.  Linen kotor terinfeksi: Adalah linen yang terkontaminasi dengan cairan. tempat kerja.

cairan tubuh. Ada bermacam. Steek laken. Kecelakaan kerja: Adalah kejadian tidak terduga dan tak diharapkan.1 Klasifikasi Linen kotor yang dapat dicuci di laundry dapat dikategorikan menjadi: 1. dan feses terutama yang berasal dari infeksi TB paru. Speri atau laken. infeksi salmonella dan shigella. HBV dan HIV dan infeksi lainnya yang spesifik ( SARS ) dimasukkan ke dalam kantong dengan segel yang dapat terlarut dalam air dan kembali ditutup dengan kantong luar berwarna kuning bertuliskan infeksius. Adalah linen yang tidak terkontaminasi darah. Linen kotor tidak infeksius. BLUD RSUD Cut Nyak Dhien MeulabohPage 4 . BAB II RUANG LINGKUP LINEN 2. dan feses yang berasal dari pasien lainnya secara rutin dari seluruh pasien dari ruangan biasa ataupun ruang isolasi yang terinfeksi. cairan. 2. dapat menyebabkan kerugian material ataupun penderitaan dari yang paling ringan sampai dengan berat.2 Jenis Linen.macam jenis linen yang digunakan di rumah sakit. 2. 2. Jenis linen yang dimaksud antara lain: 1. Linen kotor infeksius.  Bahaya ( hazard ): o Adalah suatu keadaan yang berpotensi menimbulkan dampak merugikan atau menimbulkan kerusakan. Adalah linen yang terkontaminasi dengan darah.

macam doek. Steek laken bayi. Sarung bantal. Katun 100%. 6. 3. Silk. Kombinasi seperti 65% aconilic dan 35% wool. Bed cover. 9. Selimut. Selimut bayi. 11. Kelambu bayi. Kelambu. 14. Masker. kain bedong. gurita bayi. Popok bayi. Taplak . troli. 24. Handuk. Celemek. Baju pasien. 19. 2. 21. Baju operasi. 12.3. Schort. Laken bayi. Bahan linen yang digunakan biasanya terbuat dari: 1. topi dan lap. BLUD RSUD Cut Nyak Dhien MeulabohPage 5 . 16. 4.3 Bahan Linen. 2. 27. 22. 4. baju bayi. Perlak. Wool. 13. 5. Washalp. Sarung guling. 5. Kain penyekat. 15. 8. Blacu. 17. 25. 18. 10. Kain penutup untuk tabung gas. Tirai atau korden. Alas kasur. Macam. 7. 26. 23. Linen untuk operasi. 20.

Penerimaan linen kotor dengan prosedur pencatatan. 9. 10. 5.6. Pemilahan dan penimbangan linen kotor 3. BLUD RSUD Cut Nyak Dhien MeulabohPage 6 . Penyetrikaan. Pemilihan bahan linen sebaiknya disesuaikan dengan fungsi dan cara perawatan serta penampilan yang diharapkan. 10. Tetra. 4. Polyester 100%. BAB III TATALAKSANA Tahapan kerja di laundry: 1. 7. Pelipatan. 7. CVC 50% – 50%. Pendistribusian. 2. Pencucian. 9. 8. Penggantian linen yang rusak. Twill atau drill. Pemerasan. Flannel. Pengeringan. 8. Penyimpanan. 6.

Tidak dilakukan pembongkaran muatan untuk mencegah penyebaran organism. 3. Penerimaan linen kotor dan penimbangan prosedur pencatatan.Pada saat penerimaan samapai dengan penyetrikaan merupakan proses yang krusial dimana kemungkinan organism masih hidup. Pemilahan dan penimbangan linen kotor. Penimbangan sesuai dengan kapasitas mesin cuci yang digunakan. a. Pencucian mempunyai tujuan selain menghilangkan noda ( bersih). Lakukan pemilahan berdasarkan linen infeksius dan non infeksius. o Masker digunakan pada proses pemilihan dan sortir o Sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan biasakan untuk mencuci tangan sebagai pertahanan diri. awet (tidak cepat rapuh ).Penggunaan kantong dari ruangan adalah salah satu upaya menghindari sortir. Alat pelindung diri petugas laundry: o Pakaian kerja dari bahan yang menyerap keringat. Linen kotor diterima yang berasal dari ruangan dicatat berat timbangan. b. Pencucian. namun memenuhi persyratan sehat bebas dari mikroorganisme pathogen. Penjelasan lebih lanjut tahapan kerja di laundry: 1. 2. maka petugas diwajibkan memakai APD. BLUD RSUD Cut Nyak Dhien MeulabohPage 7 . c. o Apron o Sarung tangan o Sepatu boot digunakan untuk area basah. Upayakan tidak melakukan pensortiran.

Bahan kimia. Adalah putaran mesin pada saat proses pencucian.masing mempunyai fungsi tersendiri. d. Suhu yang direkomendasikan sangat bervariasi mulai 30 derajat celcius sampai dengan 90 derajat celcius tergantung dari bahan dan jenis linen. sour.Masing. Mechanical action. untuk linen warna 60-80 derajat celcius. Bahan kimia yang digunakan terdiri dari alkali. dan sehat. dan starch. c. bleach (clorine dan oksigen bleach). – Proses bleaching atau dilakukan desinfeksi celcius 65 atau 70 derajat – Proses bilas 1 dan 2 dengan suhu normal. softerner. – Proses penetralan dengan suhu normal. Untuk dapat mencapai tujuan pencucian harus mengikuti persyaratantehnis pencucian: a. Waktu. – Proses pelembut atau pengkanjian dengan suhu normal. Suhu.Sebelum melakukan pencucian setiap harinya lakukan pemanasan sampai dengan desinfeksi untuk membunuh mikroorganisme yang mungkin tumbuh dimesin cuci. Waktu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan temperature dan bahan kimia guna mencapai hasil cucian yang bersih. emulsifier. b. – proses pra cuci dengan atau tanpa bahan kimia dengan suhu normal.Jika waktu tidak tercapai sesuai dengan yang dipersyaratkan maka kerja bahan kimia tidak berhasil dan yang terpenting mikroorganisme dan jenis petst seperti kutu dan tungau dapat mati. – Proses cuci dengan bahan kimia alkali dan detergent untuk linen putih 45-50 derajat celcius. Factor yang mempengaruhi: BLUD RSUD Cut Nyak Dhien MeulabohPage 8 . detergent.

Level air yang tidak tepat. Penyetrikaan dapat dilakukan dengan mesin setrika otomatis dengan suhu 120 derajat celcius.   Mesin harus dikosongkan 25% dari kapasitas mesin. Takaran detergent yang berlebihan dapat mengakibatkan melicinkan linen dan busa yang berlebihan akan  mengakibatkan sedikit gesekan. jika mikroorganisme yang belum mati atau terjadi kontaminasi ulang diharapkan dapat mati. Menggunakan bahan kimia yang sesuai atau tidak berlebihan. 5. 4. Motor penggerak yang tidak stabil yang disebabkan oleh poros tidak simetris lagi dan automatic reverse yang tidak  bekerja. Pengeringan dilakukan dengan mesin pengering atau drying yang mempunyai suhu mencapai 70 derajat celcius selama 10 menit. Pada proses ini. Loading atau muatan tidak sesuai dengan kapasitas mesin. Pemerasan. Pemerasan dilakukan dengan mesin cuci yang juga memiliki fungsi pemerasan. Pelipatan. Melipat linen mempunyai tujuan selain kerapihan juga mudah digunakan pada saat penggantian linen dimana tempat tidur kosong atau saat pasien diatas tempat BLUD RSUD Cut Nyak Dhien MeulabohPage 9 . namun harus diingat bahwa linen mempunyai keterbatasan terhadap suhu antara 70-80 derajat celcius. 7. Pemerasan merupakan proses pengurangan kadar air setelah tahap pencucian selesai. 6. Penyetrikaan. Pengeringan.

Ada baiknya lemari penyimpanan dipisahkan menurut masing-masing ruangan dan diberi obat anti ngengat yaitu kapur barus. Disini diterapkan system FIFO yaitu linen yang tersimpan sebelumnya harus dikeluarkan atau dipakai terlebih dahulu. 9.Sebaiknya penyimpanan linen 1.5 par di ruang penyimpanan dan 1. Penyimpanan. Proses pelipatan sekaligus juga melakukan pemantauan antara linen yang masih baik dan sudah rusak agar tidak dipakai lagi.Sebelum disimpan sebaiknya linen dibungkus dengan plastic transparan sebelum didistribusikan.penggantian dapat segera dilakukan petugas laundry dengan mengirimkan formulir permintaan linen ke pihak logistic BAB IV DOKUMENTASI BLUD RSUD Cut Nyak Dhien MeulabohPage 10 . juga untuk mengontrol posisi linen tetap stabil. Jenis kerusakan ada yang dapat diperbaikidan adapula yang memas harus diganti. 8. Pendistribusian. 10. – Human error termasuk hilang.tidur. Penggantian linen yang rusak.5 par disimpan diruangan. Penyimpanan mempunyai tujuan selain melindungi linen dari kontaminasi ulang baik dari bahay seperti mikroorganisme dan pest. Linen rusak dapat dikategorikan: – Umur linen yang sudah standart.