CODE BLUE

No. Dokumen
MED / XI / 097 / 15

No. Revisi
00

Halaman
1/2

Ditetapkan:
Direktur Utama
Standar Prosedur
Operasional

Tanggal terbit
01 November 2015
dr. Sari Dewi Rosady, M. Gizi

Pengertian

:

Suatu
kode
atau
sinyal
yang
mengindikasikan
adanya
kegawatdaruratan khususnya henti jantung dan henti napas yang
memerlukan tindakan resusitasi segera, kecuali pasien sudah
menyatakan DNR tidak perlu Code Blue.

Tujuan

:

1. Untuk menyelamatkan nyawa pasien.
2. Untuk mengumpulkan tenaga penolong dengan seketika dalam
rangka memberikan tindakan resusitasi.

Kebijakan

:

1. Semua tenaga medis dan pendukung ( Dokter, perawat, petugas
laboratorium) yang bekerja di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Family
berkewajiban melaksanakan prosedur CODE BLUE sesuai
dengan Standar Prosedur Operasional yang dibuat oleh Rumah
Sakit.
2. Standar Prosedur Operasional ini adalah acuan yang menjadi titik
tolak pelaksanaan CODE BLUE di Rumah Sakit Ibu Dan Anak
Family.

Prosedur

:

A.
1.
2.
3.
4.

Persiapan Alat
Troli Emergency.
Tabung O2 Portable
DC shock.
Alat suction.

B. Cara Kerja
1. Orang pertama yang mendapati pasien henti jantung,
meneriakkan kata ” CODE BLUE ” 3 ( tiga ) kali berturut –
turut atau menekan tombol emergency ( nada panjang ).
2. Perawat di nurse station yang mendengar tanda code blue
segera menghubungi operator telepon ( no. ext 111 ).
3. Perawat di lokasi CODE BLUE langsung melakukan RJP.
4. Operator telepon menyebarkan informasi CODE BLUE melalui
’ paging ’ sebanyak tiga kali.
5. Informasi berisi :
a.
Keadaan CODE BLUE,
b.
Lokasi kejadian ( Nama ruangan, Nomor Kamar,
Lantai ).
6. Petugas yang terkait mendatangi lokasi
a.
dr. Anestesi / dr. ICU / dr. Ruangan,
b.
Perawat yang bertugas sebagai tim Code Blue
( disetiap bagian dan setiap shift ada perawat sebagai
petugas Code Blue ), dengan membawa trolly emergency

6) Memastikan letak ETT tepat. Keperawatan. Pemimpin Code Blue : dr. 3) Mengambil alih tugas bila diperlukan. . 5) Melakukan inkubasi. 3) Memberi obat – obatan yang di intruksikan oleh leader. 6) Mengecek tugas Sirkulator ( orang yang melakukan pemasangan IV line dan persiapan alat ). Revisi 00 Halaman 2/2 dibagiannya. Leader 1) Menguasai seluruh algoritma. Anastesi / dr. 6. nadi dan irama. 10. Ruangan / Perawat yang menguasai seluruh Algoritme. d. Sirkulator 1) Melakukan pengecekan tekanan darah. 5) Mengecek tugas Kompresor ( orang yang melakukan pijat jantung ). ICU. c.CODE BLUE No. 5. jika diperlukan. Kompressor : Melakukan pijatan jantung luar. 8) Memperhatikan pengembangan dada. 7) Melakukan fiksasi. 2) Memasang IV Line. Yang berhak menetapkan CODE BLUE berakhir. Unit Terkait : 1. Ventilator 1) Melakukan tindakan Airway / Breathing / Circulation. Bila memungkinkan DPJP datang ke lokasi. 7. IGD. 4) Melakukan Bagging. 2) Memberikan intruksi dengan jelas dan sistemik. Uraian Tugas a. 4) Mengecek tugas Ventilator ( orang yang melakukan pembebasan jalan nafas / Airway & Breathing ). c. Instalasi Farmasi. 2) Memasang oropharingeal airway. 3. Semua tindakan dalam code blue didokumentasikan dalam catatan Rekam Medis pasien di sistem vesalius. mengambil sample darah dan pencatatan. 8. 9. Administrasi ( Informasi ). Dokumen MED / XI / 097 / 15 No. 2. b. Laboratorium Klinik. 4. ICU / dr. adalah pimpinan CODE BLUE saat itu. 3) Memasang sungkup muka dengan benar.

Related Interests