BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Siapa kuat dia yang menang merupakan sebuah prinsip
hukum rimba di hutan, seperti singa yang menjadi raja hutan.
Kekuatan, kualitas, kualifikasinya terbukti karena ia tetap
bertahan dalam sebuah ajang bertahan hidup di tengah
persaingan yang ketat untuk mempertahankan kelangsungan
hidup jenisnya
Sama halnya dengan teori, akan menjadi lebih kuat
keabsahannya jika terus bertahan dari sangkalan atau kritik
dari

teori

lain.

Memanggil

penyangkalannya

menjadi

keharusan dalam pengembangannya, di mana penyangkalan
itu sendiri perlu disangkal, dan seterusnya dikritisi kembali
oleh pemikir generasi selanjutnya.
Karl Raimund Popper dalam

hal

ini

hadir

untuk

mengkritiki beberapa gagasan dasar Lingkaran Wina. Dalam
kritiknya terhadap Lingkaran Wina, Popper terkenal dengan
prinsip falsifikasinya dan kritiknya terhadap kelompok positivistis
logis merupakan pintu masuk ke epistemologinya.
Dalam kaitannya dengan problem filsafat ilmu, pemikiran
Popper

sering

dikelompokkan

menjadi

tiga

tema,

yaitu

persoalan induksi, demarkasi, dan dunia tiga. Ketiga persoalan
tersebutlah

yang

akan

diangkat

dalam

pembahasan

di

makalah ini.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka
dapat ditarik beberapa rumusan masalah, yaitu sebagai
berikut:
1. Bagaimana profil Karl Raimund Popper?
2. Bagaimana metode epistemologi Lingkaran Wina?
3. Bagaimana pemikiran Karl Raimund Popper?

1

Karya Popper dalam konsepsi yang pertama akhirnya terbit pada tahun 1979. Filsafat Barat Kontemporer Ingris-Jerman. Popper diangkat sebagai dosen di London School of Economics. Dalam satu seri buku yang sebagian besar ditulis oleh anggota Lingkungan Wina. selama beberapa tahun ia menganut komunisme. pada tahun 1945 Popper menerbitkan dua karangan dalam bahasa Inggris yang menyangkut filsafat social dan politik yang berjudul: The Poverty of Historicism dan The Open Society and Its Enemies. 74 2 . 1K. Setelah Perang Dunia II selesai. Tetapi tidak lama kemudian dengan tegas ia meninggalkan aliran politik ini. h. Yang dimaksud dengan kedua problem fundamental adalah masalah induksi dan masalah demarkasi. Institut di bawah naungan Universitas London. 2002) h. Filsafat Barat Kontemporer Ingris-Jerman (Jakarta: Gramedia. Riwayat Hidup dan Karya-Karya Karl Raimund Popper lahir di Wina pada tahun 1902.1 Pada tahun 1928 ia meraih gelar doktor filsafat dengan desertasi tentang Zur Methodenfrage der Denkpsychologie (masalah metode dalam psikologi pemikiran). Bertens. akhirnya pada tahun 1937 ia mencari tempat kerja diluar negeri tepatnya di sebuah Universitas di Christchurch. Tetapi buku ini tidak memuat seluruh teks asli yang ditulis antara tahun 19301933 itu karena sebagiannya sudah hilang. Ketika umurnya sekitar 17 tahun. lihat di K. Orang tuanya keturunan Yahudi.BAB II PEMBAHASAN A. yang kemudian di baptis dalam gereja Protestan setelah mereka menikah. karena yakin bahwa para penganutnya menerima begitu saja suatu dogmatism yang tidak kritis. Dan ia menjadi seorang yang anti-marxis untuk seumur hidup. Hasilnya. pada tahun 1934 terbit karya Popper Logika der Forschung (Logika penelitian).2 Karena kondisi politik yang tidak menentu. suatu karangan yang tidak diterbitkannya. Selandia Baru. 74 2Buku ini diberi judul Die beiden Grundproblemen der Erkennumistheorie (kedua problem fundamental dalam teori pengetahuan). Bertens.

Tentu jawabannya adalah dengan metode induksi. A World of Propensities (1990). Lingkaran Wina merupakan kelompok neo- positivistik. h.” pasti akan timbul pertanyaan ‘Bagaimana teori tersebut dapat terbentuk?’. bercorak empiris dan ciri khas kelompok empirisme adalah menggunakan model penalaran induksi untuk membuat suatu teori. Lingkaran Wina merupakan suatu kelompok diskusi yang terdiri dari filsuf-filsuf dan ahli-ahli di lingkungan Universitas Wina filosofis yang bertujuan yang mendiskusikan menyangkut ilmu masalah-masalah pengetahuan yang merupakan lanjutan dari proyek positivistik Auguste Comte pada tahun 1920an. Knowledge and the Body-Mind Problem (1994). Metode induksi Jika ada suatu pernyataan “Semua angsa berwarna putih. The Myth of the Framework (1994). 1. Rudolf Carnap dan lain-lain. Conjectures and Refutations: The Growt of Scientific Knowledge (1963). Lingkaran Wina Berbicara hubungannya tentang dengan Karl Raimund Lingkaran Wina Popper (Vienna erat Circle). maka ditarik sebuah teori umum “semua angsa berwarna putih”. London Selatan dalam usia 92 tahun akibat komplikasi penyakit jantung. Hans Hahn. Victor Craft. yaitu menarik kesimpulan 3 K.3 B. In Search of a Better World (1992). Filsafat Barat Kontemporer Inggris-Jerman. 77 3 . Objective Knowledge (1972). Otto Neurath. yaitu pengalaman empiris bahwa setiap bangau yang ditemukan berwarna putih. Bertens. The Logic of Scientific Discovery (1959). Herbert Feigl.Popper meninggal dunia pada 17 September 1994 di Croydon. The Self and its Brain (1977). Tokoh dari kelompok ini antara lain Moritz Schlick. Adapun beberapa karya tulisnya yang lain ialah sebagai berikut: The Poverty of Historicism (1945).

induksi selalu menjadi problem. C. sejumlah fakta (berapapun banyak jumlahnya) secara logis 4 Waryani Fajar Riyanto. Mengindikasikan bahwa induksi tidak luput dari kritik-kritik.4 Menurut Hume. Persoalan yang paling mendasar bagi mereka adalah bahwa metode induksi yang berangkat dari beberapa kasus partikular kemudian dipakai untuk menciptakan hukum universal (hukum umum) dan mutlak perlu (necessary and sufficient cause). (Yogyakarta: Intregasi Interkoneksi Press. 2011) h. Suatu teori atau statemen harus melalui tahap verifikasi (persesuaian antara pernyataan dengan fakta) terlebih dahulu sebelum pernyataan tersebut bisa dikatakan bermakna dan suatu statement yang tidak dapat diverifikasi (seperti perbincangan metafisika) dianggap sebagai perbincangan yang meaningless (tidak bermakna). dalam hal ini setuju dengan Hume. bahwa peralihan dari yang partikular ke yang universal itu secara logis tidak sah. Metode induksi yang diterapkan dalam ilmu pengetahuan mengandung permasalahan. Analisa logis terhadap bahasa Bagi Lingkaran Wina. tapi analisa terhadap bahasa yaitu memberi batasan-batasan pada makna bahasa. Sementara Popper sendiri. Pemikiran Filosofis Karl Raimund Popper 1. Karena tidak bermakna.hukum umum (grand theory) dari fakta-fakta partikular yang telah dilakukan observasi atau eksperimen atasnya. Persoalan Induksi Bagi para teoritisi dan filsuf ilmu. fungsi dari filsafat bukan sebagai ilmu. 2. 433 4 . Filsafat Ilmu. Filsuf yang secara radikal menolak proses generalisasi ini adalah David Hume. kelompok positivisme logis tidak menyertakan metafisik dalam bidang garapannya.

Bertens. suatu teori dapat bersifat ilmiah tidak hanya karena dapat dibuktikan kebenarannya. Menurut Popper. Baginya. 5 Membuat pernyataan universal dari fakta-fakta partikular tentunya terdapat kelemahan-kelemahan karena pernyataan umum tidak mungkin dapat diverifikasi. perlu adanya kemungkinan untuk menjalankan kritik. makin besar kemungkinan untuk menyangkal suatu teori dan jka teori itu terus bisa bertahan. Anggapannya berbeda dengan mereka yang mengatakan bahwa suatu teori umum dapat dirumuskan dan dibuktikan kebenarannya dengan prinsip verifikasi.tidak pernah bisa disimpulkan menjadi kebenaran umum.6 5 K. Apabila suatu hipotesa atau teori dapat bertahan melawan segala penyangkalan. Popper mengkritik pandangan neo-positivisme Lingkaran Wina yang menerapkan pemberlakuan hukum umum dan menggapnya sebagai teori ilmiah. dalam arti dapat diuji dengan langkah yang sistematis untuk menyangkalnya. Sebaliknya. tidak ada kebenaran terakhir. Popper sangat mengharapkan kritik. teori-teori ilmiah selalu dan hanyalah bersifat hipotesis (dugaan sementara). Setiap teori selalu terbuka untuk digantikan oleh teori yang lebih tepat. Upaya ini. h. Popper sebut dengan prinsipil terdapat kemungkinan untuk menyangkalnya (refutability). sebab hanya melalui jalan kritik ilmu pengetahuan dapat maju. Untuk itu Popper lebih suka menggunakan istilah ‘hipotesa’ atas dasar kesementaraanya. maka semakin kokoh pula kebenarannya. 78 5 . Filsafat Barat Kontemporer Inggris-Jerman. Atau dengan kata lain. tapi juga karena dapat diuji (testable).

London.. 79 7 B. Filsafat. Popper menggunakan suatu kebenaran logis yang sebenarnya sederhana sekali.. Kita harus selalu rela meninggalkan suatu teori. maka pernyataan “semua angsa berwarna putih” dapat dianggap benar. Filsafat Barat Kontemporer Inggris-Jerman. Bertens.”7 Pandangan tentang ilmu pengetahuan yang berdasarkan metode induktif sebenarnya tidak lain untuk membuktikan bahwa semua angsa berwarna putih. Sedangkan Popper beranggapan bahwa ilmu pengetahuan harus berusaha mencari satu ekor angsa yang tidak berwarna putih. Magee (ed. Modern British Philosophy.Untuk mencapai pandangan ini. h. dalam arti pengumpulan bukti-bukti positif atau bukti-bukti yang mendukung suatu teori sebagaimana pandangan neo-positivisme. orang tidak dapat sampai pada teori bahwa semua angsa berwarna putih. Bartens. 1971. Tetapi cukuplah satu observasi terhadap seekor angsa hitam untuk menyangkal teori tadi. h. Bertens. h. Dalam perkataan terhadap Popper angsa-angsa sendiri: putih “Dengan observasi (berapapun banyak jumlahnya). 79 8 K. h. 79 6 . pengembangan ilmu adalah Bagi dengan Popper. Dan selama belum ditemukan angsa berwarna selain putih. 71 dalam K. sekaligus menunjukkan bahwa proses pengembangan ilmu bukanlah dengan jalan akumulasi.. Filsafat. jalan proses eliminasi terhadap kemungkinan kekeliruan dan kesalahan (error elimination).8 Pandangan Popper ini.. h. Filsafat Barat Kontemporer Inggris-Jerman.. jika muncul teori yang ternyata lebih memuaskan 6 Waryani Fajar Riyanto. 434 lihat juga K.).

epistemolog permasalahan Sebenarnya dengan demarkasilah alasan kecenderungan yang utama paling mengapa empiris.436 7 . Dan juga menurutnya. 137 11 Waryani Fajar Riyanto.. diantara permasalahan induksi dan demarkasi. fundamental. begitu juga sebaliknya. h.untuk menjelaskan fakta-fakta.. condong menggunakan metode induksi tampaknya ialah keyakinan 9 Waryani Fajar Riyanto.9 2. tapi sebagai analalis bahasa. Pembedaan itu digantinya dengan apa yang disebut demarkasi atau garis batas. Problem demarkasi Popper ini berkaitan dengan upayanya mengoreksi gagasan dasar Lingkungan Wina. fungsi filsafat itu bukan sebagai ilmu.. h. 2012). Filsafat. Menentukan batas-batas antara bermakna atau tidaknya suatu pernyataan. Analisis bahasa bertujuan untuk menghubungkan ungkapan- ungkapan dengan pengalaman-pengalaman nyata. (Yogyakarta:IRCiSoD. dalam hal ini pembedaan antara ungkapan yang disebut bermakna (meaningful) dari ungkapan tidak bermakna (meaningless) berdasarkan kriteria dapat atau tidaknya dibenarkan secara empiris (verifikasi-konfirmasi).11 Menurut Popper. 436 10 Fu’ad Farid Ismail dan Abdul Hamid Mutawalli. dalam hal ini... Namun menurut Popper.. kemajuan ilmiah itu dicapai lewat dugaan dan penyanggahan dan semangat kritik diri (self-critical). antara ungkapan ilmiah dan tidak ilmiah. Filsafat. ungkapan yang tidak bersifat ilmiah mungkin sekali sangat bermakna (meaningful).10 Menurutnya. Persoalan demarkasi Hal penting bagi positivisme logis yang pertama adalah bekerja untuk ambiguitas membersihkan dengan cara filsafat menganalisa dari semua bahasa dan ungkapannya baik apa yang dikatakan oleh para ilmuan maupun orang awam dalam kehidupan mereka. Filsafat Ilmu. h.

Hukum-hukum umum dalam ilmu pengetahuan tidak pernah dapat diverifikasi. Konsep ini memunculkan konsekuensi bahwa sesuatu yang tidak lulus verifikasi –seperti halnya metafisika- adalah pembicaraan yang tak bermakna. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar.13-14 13 Ibid h. Kelompok ini terus-menerus mencoba membuktikan bahwa metafisika pada hakikatnya tak lain dari omong kosong yang tak masuk akal (twaddle nonsensical). metafisika tidak bermakna. harus diakui juga bahwa (sepertihalnya dengan metafisika) seluruh ilmu pengetahuan alam (yang sebagian besar terdiri dari hukum-hukum umum) tidak bermakna. Popper. Tetapi dalam sejarah dapat kita saksikan bahwa acapkali ilmu pengetahuan 12 Karl R. Logika Penemuan Ilmiah.mereka bahwa metode inilah yang dapat memberikan sebuak kriteria demarkasi. 2. 2008). Hal ini juga diterapkan kepada para empirisis yang mengikuti faham positivisme. Kelompok ini menganggap suatu pernyataan yang tidak dapat dibuktikan secara empiris sebagai pernyataan yang tidak bermakna. h. Karena. 81 8 Kontemporer Inggris- . h. seperti dikatakan hume “yang harus kita bakar dalam nyala api”. Dengan digunakannya prinsip verifikasi tidak pernah mungkin untuk menyatakan kebenaran hukum-hukum umum. Bertens. 13 Padahal ada juga ilmu pengetahuan yang lahir dari pandangan metafisika Popper melihat beberapa kelemahan prinsip verifikasi Lingkungan Wina antara lain:14 1.12 Pada dasarnya metode verifikasi Lingkaran Wina adalah untuk menentukan ilmiah atau tidak ilmiahnya suatu pernyataan atau teori. Filsafat Barat Jerman. Berdasarkan prinsip verifikasi.15 14K.

Itulah maksud dari “prinsip falsifiabilitas”. Filsuf dalam dan membedakan ahli antara pernyataan itu sendiri (the statement in itself) dan proses pemikiran (proses subjektif yang membentuk dan mengeluarkan pernyataan tersebut). jika terdapat kemungkinan secara prinsipil untuk menyatakan salahnya. Filsafat Ilmu. Pada G. selama suatu teori bisa bertahan dalam upaya falsifikasi. Waryani Fajar (Yogyakarta: Intregasi Interkoneksi Press. The Encyclopedia of Philosophy. Untuk menyelidiki bermakna tidaknya suatu ucapan atau teori. maka selama itu pula teori tersebut tetap kokoh. 437 9 . 437 16 Waryani Fajar Riyanto. (Yogyakarta: Intregasi Interkoneksi Press. Dunia Tiga Tema pemikiran matematika ini memegang Popper F. jika teori itu tidak mengandung makna? Lantas apa yang disebut teori? Kiranya atas dasar inilah Popper selanjutnya mengajukan prinsip falsifikasi sebagai ciri utama teori ilmiah. Menurutnya.lahir dari pandangan-pandangan metafisika atau mistis tentang dunia. di peranan kemudian Bolzano pernah penting hari. Suatu teori yang secara prinsipil mengeksklusikan setiap kemungkinan untuk mengemukakan suatu fakta yang menyatakan salahnya teori itu. sebuah preposisi (ataupun teori) empiris harus dilihat potensi kesalahannya. (289-296). Filsafat Ilmu. menurut Popper pasti tidak bersifat ilmiah. 294 dalam Riyanto. Tetapi bagaimana kita dapat mengerti suatu teori. 2011) h. Sejarah menunjukkan. Ferge. lebih dulu kita harus mengerti ucapan atau teori itu.16 3. VI. Suatu metafisis bukan saja dapat bermakna.15 Suatu teori tetap bersifat ilmiah. 2011) h. meskipun baru menjadi ilmiah kalau sudah diuji dan dites. vol. tetapi dapat benar juga. juga 15 Paul Edward (ed). hlm. meski ciri kesementaraannya tetap tidak hilang. 3.

yaitu terdiri dari pikiran-pikiran dalam arti sisi pikiran. 84 18 Ibid 10 . sedangkan antara proses-proses pemikiran tidak pernah mungkin ada kontradiksi. Pernyataan-pernyataan berkaitan satu sama lain. Dunia 1. dan seterusnya. Dunia 3. antara pernyataan-pernyataan dapat muncul kontradiksi. yaitu segala segala sesuatu yang dialami secara c. dapat mengajak kita beraksi.seorang filsuf dan ahli matematika. dapat mengingatkan kita pada suatu pengalaman. subjektif.dapat menggelisahkan kita. serupa itu antara pikiran dan isi pikiran. gejala psikis. dalam ilham yang mengalir dalam diri para seniman. Bertens. Jelaslah satu pemikiran di satu pihak dan pemikiran dalam arti proses pemikiran di lain pihak merupakan dua ‘dunia’ yang berlainan satu sama lain. Tetapi proses-proses pemikiran hanya terdapat perkaitan psikologis saja. dalam studi yang sedang berlangsung.17 Popper berpendapat pembedaan-pembedaan seperti itu sangat penting. dapat memuaskan kita atau –sebaliknya. Sesudah penghayatan 17 K. h. Dunia 3 ini hanya ada selama dihayati. yaitu dalam karya dan penelitian ilmiah. dalam penulisan ilmiah. Filsafat Barat Kontemporer InggrisJerman. b. Maka dari itu menurut Popper. yaitu semua kenyataan fisis yang disajikan kepada panca indra seperti benda-benda yang ada di sekitar kita. Dunia 2. kita perlu membedakan tiga macam dunia:18 a. satu pernyataan dapat disimpulkan dari pernyataan lain atau beberapa pernyataan secara logis cocok satu sama lain atau tidak.

karya seni.20 Seperti jika buku (bentuk fisik) merupakan dunia 1. yaitu pada orang tertentu. 2004). Dalam pergaulan manusia dengan sisa-sisa dunia 3 dalam dunia 1 itu. yaitu ide-ide pengarang yang terkandung dalam penulisan buku tersebut. artinya tidak semata-mata begitu saja terikat pada dunia 1. maupun pada periode sejarah tertentu. h. yang semuanya merupakan bagian dari dunia 1. (Jakarta: Bumi Aksara.151-152 20 Surajiyo. buku-buku. teori. h. kitab-kitab suci. hukum ciptaan manusia). dunia 3 itu mempunyai kedudukan sendiri. 2007). Filsafat Ilmu. Jika kita menerima adanya dunia 3 ini. Dengan demikian kita dapat terhindar dari suatu pandangan yang terlalu subjektifistis mengenai 19 Rizal Musytansyir & Misnal Munir.itu. Filsafat Ilmu dan perkembangannya di Indonesia. tetapi sekaligus tidak terikat juga pada subjek (dunia 2). gagasan. maka dunia 2 nya adalah ketika ada orang membaca buku tersebut (terdapat proses berfikir) dan dunia 3 nya adalah pemikiran pengarang buku tersebut (ide. maka menurut Popper terbukalah banyak perspektif baru dalam filsafat. tapi dunia 3 masih ada. 19 Menurut Popper. Jadi misalkan buku tersebut dibakar maka dunia 1 akan hangus terbakar atau musnah jadi abu. semuanya langsung ‘mengendap’ dalam bentuk fisik alat-alat ilmiah. Dunia 3 bedaulat. dan lain sebagainya. pada suatu lingkungan masyarakat. hipotesa.69 11 . dunia 2-lah yang membuat manusia bisa membangkitkan kembali dan mengembangkan dunia 3 tersebut. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. khusus epistemologi.

sudah tentu kenyataan fisis-objektif tidak mengalami perubahan. Filsafat Ilmu. Karena adanya objek-objek dunia 3 maka pengetahuan kita memiliki aspek objektif. manusia terus bergerak semakin mendekati kebenaran.22 21 K.85 22 Mohammad Muslih. Popper memang ingin menghindari dua ekstrim. h. Bertens. yaitu objektivisme yang memandang hukum alam ada pada kenyataan fisis dan subjektivisme yang berpandangan bahwa hukum alam adalah dimiliki dan dikuasai manusia. Jika suatu teori mengalami gugur setelah dilakukan kritik. Bagi Popper. terutama untuk memahami konsep falsifikasinya.124-125 12 . 2008).pengetahuan. h. (Yogyakarta: Belukar. Filsafat Barat Kontemporer InggrisJerman.21 Pemikiran Poper ini akan terlihat signifikansinya.

yaitu teori dianggap sah apabila mempunyai kemungkinan dapat digugurkan oleh teori lain yang menentangnya. pemikirannya yang lain adalah dunia tiga. dan untuk menyatakan ilmiah atau tidaknya menggunakan metode verifikasi Pemikiran popper meluputi dua permasalahan Lingkaran Wina. yaitu permasalahan Induksi. Popper meninggal dunia pada 17 September 1994 di Croydon. London Selatan dalam usia 92 tahun akibat komplikasi penyakit jantung. Rudolf Carnap dan lain-lain. Ia menolak itu dan menawarkan metode falsifikasi. Selain metode falsifikasi.BAB III PENUTUP A. dan demarkasi. Dia adalah seorang penggagas metode falsifikasi dalam kaitannya dengan metode verifikasi Lingkaran Wina. Herbert Feigl. Otto Neurath. Semakin teori itu bertahan atas kritikan teori lain maka semakin kuat teori tersebut. Lingkaran Wina merupakan suatu kelompok diskusi yang terdiri dari filsuf-filsuf dan ahli-ahli di lingkungan Universitas Wina yang bertujuan mendiskusikan masalah-masalah filosofis yang menyangkut ilmu pengetahuan yang merupakan lanjutan dari proyek positivistik Auguste Comte pada tahun 1920an. tetapi teori falsibialitas ini dapat 13 . yaitu dunia fisik. Hans Hahn. Corak dari Lingkaran wina ini adalah penerapan model penalaran induksi. Kritik `Teori falsibialitas bagus jika ditinjau dari pengembangan keilmuan dan peradaban bangsa karena teori ini selalu menghasilkan ilmu-ilmu yang lebih kuat dasar dan bukti-bukti keilmiahan teori tersebut. Kesimpulan Karl Raimund Popper lahir di Wina pada tahun 1902. Victor Craft. B. Tokoh dari kelompok ini antara lain Moritz Schlick. psikis dan dunia hasil persilangan dari dunia fisik dan psikis.

terbukti dari nama teori yang dipakai dalam falsibialitas adalah bukan teori tetapi lebih dinamakan sebagai hipotesa. teori ini selalu menuntut teori baru yang lebih valid lagi secara terus menerus dengan prinsip refutability. sehingga akan timbul suatu ketidakpastian. 14 .menimbulkan skeptisme dalam diri seseorang karena dalam pengembangan keilmuan.

Mohammad. Karl R. 2012 Muslih. Yogyakarta: Belukar.. Filsafat Ilmu. K. 2008 Riyanto.DAFTAR PUSTAKA Bertens. Misnal. Filsafat Ilmu. 2007 15 . Logika Penemuan Ilmiah. Jakarta: Gramedia. 2008 Musytansyir. Filsafat Ilmu. Fu’ad Farid & Mutawalli.. Yogyakarta: PustakaPelajar. 2002 Ismail. 2004 Popper. Abdul Hamid. Rizal & Munir. Waryani Fajar. Jakarta: Bumi Aksara. 2011 Surajiyo. Yogyakarta: IRCiSoD. Filsafat Ilmu dan perkembangannya di Indonesia. Filsafat Barat Kontemporer Ingris-Jerman. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Intregasi Interkoneksi Press.

SS.KAJIAN METODOLOGI: KARL RAIMUND POPPER Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Filsafat Ilmu: Topik-Topik Epistemologi Dosen Pengampu Dr. Usman.Ag Disusun Oleh: Nizar Latifu Asy’ary 1520410006 KONSENTRASI MANAJEMEN KEBIJAKAN DAN PENDIDIKAN ISLAM PRODI PENDIDIKAN ISLAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2015 16 . M.

Related Interests