1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
PT Coca-Cola Amatil Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi
minuman berkarbonasi di Indonesia. Salah satu produk yang di produksi PT Coca-Cola Amatil
Indonesia adalah Coca-Cola. Minuman ini termasuk minuman ringan, merupakan salah satu
produk olahan dalam bentuk cair yang mengandung bahan tambahan lainnya baik alami maupun
sintetik yang dikemas dalam kemasan siap untuk dikonsumsi yaitu minuman yang tidak
mengandung alkohol. Minuman ringan jenis karbonasi atau yang disebut Carbonated Soft Drink
(CSD) adalah minuman yang dibuat dengan mengabsorpsikan karbondioksida ke dalam
minuman ringan tersebut. Bahan yang digunakan dalam CSD yaitu air, gula, CO2, dan
konsentrat. Agar produk dapat memenuhi standar PT Coca-Cola Amatil melakukan pengawasan
mutu terhadap bahan baku dan proses pengolahannya.
Mutu merupakan hal terpenting dalam proses produksi. Perusahaan dituntut untuk dapat
menghasilkan mutu produk yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan pelanggan agar
kepuasan pelanggan dapat tercapai. Pengendalian mutu produk harus dilakukan sebagai jaminan
pada konsumen bahwa produk yang diedarkan ke pasaran memiliki mutu yang baik (Soekarno
1990).
Pengawasan mutu merupakan suatu tindakan atau kegiatan untuk memastikan apakah
standar yang telah ditetapkan dapat tercermin dalam hasil akhir. Pengawasan mutu menentukan
komponen-komponen mana yang rusak dan menjaga agar bahan-bahan untuk produksi
mendatang tidak sampai rusak. Kegiatan pengawasan mutu proses produksi meliputi pengawasan
bahan baku dan pengawasan selama proses. Pengawasan semua performa dicek berdasarkan
standar. Bila terjadi penyimpangan dari standar dicatat serta dianalisis dan digunakan sebagai
umpan balik sehingga dapat dilakukannya perbaikan (Assuauri 1980).
1.2 Tujuan
Tujuan dari kunjungan industri adalah untuk mengetahui dan mempelajari proses
produksi Coca-Cola serta mengetahui alat dan bahan yang digunakan untuk memproduksi CocaCola di PT Coca-Cola Amatil Indonesia.

Coca-Cola mulai dperdagangkan pada tahun 1932 oleh de Netherlands Indische Mineral Water Fabrick. Hanya dalam waktu 4 tahun Coca-Cola berhasil meluas sampai disetiap Negara bagian dan wilayah Amerika. Georgia Amerika Serikat yang hingga saat ini menjadi kantor pusat Coca-Cola di dunia. Nama Coca-Cola dengan huruf-huruf miring mengalir merupakan saran dari Dr Frank M Robinson. Warna merah kemudian menjadi warna khusus yang dihubungkan dengan merk minuman no. Sirup tersebut kemudian ditempatkan dalam sebuah teko. Hingga beliau sukses membawa bisnis Coca-Cola menjadi produk yang terkenal di seluruh dunia selama lebih dari 6 dekade kepemimpinannya.1 ini.96 untuk iklan. Tahun 1991 Asa Chandler menjual The Coca-Cola Company pada kelompok investor dengan harga $25 juta.1 Sejarah Umum PT Coca-Cola Pada tanggal 8 Mei 1886 seorang ahli farmasi bernama John Styth Pemberton membuat sirup caramel dalam sebuah ketel kuningan di kebun belakang rumahnya. Ternyata nama dari dua huruf miring itu akhirnya membawa keberuntungan dan terkenal diseluruh dunia sampai saat ini. Konsumen dapat menikmati minuman baru tersebut dengan harga 5 sen di tempat penjualan itu.1 Lokasi dan Waktu Kunjungan Industri 3 KEADAAN UMUM 3. Pada tahun pertama Dr Pemberton menjual 25 galon sirup yang diangkut dalam tong kayu berwarna merah menyala. Sebagai hasil usahanya Dr Pemberton memperoleh keuntungan kotor sebesar $50 dan menghabiskan $73. Pertama kali didistribusikan kepada Jacobs Pharmacy.2 METODE KAJIAN 2. seorang pengusaha dari Atlanta bernama Asa G Chandler mengambil alih kepemilikan penuh atas Coca-Cola. Jakarta di bawah manajemen Bernie Vonings dari Belanda. Pada tahun 1892 Chandler mendirikan perusahaan dengan nama The Coca-Cola Company dari Atlanta. Pada tahun 1971 IBL menjalin kerjasama dengan tiga perusahaan Jepang yaitu : . Setelah proklamasi perusahaan ini berganti nama menjadi Indonesia Beverage Limited (IBL). Tahun 1923 Robert W Woodruff diangkat menjadi presiden The Coca-Cola Company. Pada tahun 1891.

5 L dengan kapasitas 21000 botol/jam. pos keamanan. distribusi.2 Sarana dan Prasarana PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) memiliki ruang induction. mushola. Ruangan ini merupakan tempat untuk memperlihatkan gambaran umum PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) kepada pengunjung yang baru masuk. 3. hydrant pemadam kebakaran. Luas pabrik yaitu ±10 Ha. pembangunan jalan kawasan industri. PT Coca-Cola distribution Indonesia. lampu penerangan. gedung serba guna. Loker yaitu fasilitas yang diberikan kepada karyawan untuk meletakkan barang pribadi. PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) bertanggungjawab sebagai pengelola industri.5 L selain itu juga beroperasinya line 5 dengan produk frestea cup. listrik. tempat peribadatan. PT CocaCola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) bertempat di Jalan Irian VII Blok OO kawasan MM 2100 Bekasi. dan pemasaran produk CocaCola Company yang telah mengambil alih pemilikan DBBC dan berubah nama menjadi CocaCola Amatil Indonesia Jakarta. Pada tanggal 12 Oktober 1993 Coca-Cola Amatil Limited (CCA) sebuah perusahaan publik dari Australia yang merupakan pabrik pembotolan terbesar di dunia untuk pabrikasi.   Mitshu Tootsu Chemical Inc Mitshu Co L td Mikumi Coca-Cola Bottling Co Membentuk PT Djaya Beverage Bottling Company (DBBC). produksi Minute Maid Pulpy Orange PET 350 mL. taman. . area parkir. Perkembangan PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) di mulai dari tahun 2012 dengan beroperasinya line 1 dan line 4 yaitu produksi Frestea 500 mL dengan kapasitas 21000 botol/jam serta Produksi Carbonated Soft Drink (CSD) PET 1. Pada tahun 2012 PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) di akui oleh PT Coca-Cola Amatil Indonesia sebagai pabrik ke sembilan. Kemudian pada tahun 2014 PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) mengoperasikan line 2 yaitu produksi Frestea Extrac dan Fruit PET 500 mL. Kemudian di tahun 2015 Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) mengoperasikan line 3 yaitu produksi CSD 1 L dan CSD 1. Di ruang induction juga dijelaskan tata tertib yang harus dipatuhi pengunjung saat berada di area PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant).

pelepas dahaga guna memenuhi kepuasan konsumen. 2. 4 BAHAN PEMBUATAN MINUMAN COCA-COLA Bahan baku dan bahan tambahan merupakan salah satu komponen terpenting bagi proses produksi suatu produk. dan koperasi. Alat Pelindung Diri (APD). Menyajikan minuman segar non alkohol.1 Visi Perusahaan 1. Menjadi perusahaan minuman yang terkemuka di dunia khususnya di Indonesia. Kecuali untuk gula. 2. dan closure dilakukan pemusnahan. 4.pendidikan/tempat pelatihan dan keterampilan. Pengecekkan dilakukan berdasarkan form incoming material yang terlampir pada lampiran 1 sampai lampiran 5. Misi Perusahaan 1. Bahan yang dikirim ke PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) sudah memiliki Certificate of Analysis (COA). COA merupakan sertifikat dari hasil pemeriksaan kualitas terhadap material yang dikirim. Memberikan nilai terbaik bagi pemegang saham dengan menjadi perusahaan terdepan dalam pasar minuman non alkohol secara global. Oleh sebab itu perusahaan mengadakan sistem pengolahan air limbah yang aman dan tidak berbahaya bagi lingkungan. Bila ditemukannya penyimpangan pada bahan yang disuplai bahan tersebut akan dikembalikan ke suplaier dengan membuat berita acak ketidaksesuaian bahan. Menciptakan bisnis yang berwawasan lingkungan selain perusahaan berpikir untuk memproduksi produk dengan kualitas yang baik. Merk Coca-Cola merupakan tumpuan sukses dalam memuaskan konsumen dengan produk layanan berkualitas tinggi melalui orang-orang yang dinamis dan berdedikasi tinggi.1 Bahan Baku . sarana gedung pertemuan.2 selalu produk yang mempunyai kualitas terbaik. 3. 3. COA ini harus disertakan pada setiap pengiriman bahan karena merupakan jaminan atas konsistensi terhadap kualitas material.3. perushaan juga menunjukkan tanggungjawab terhadap lingkungan. Produk-produk yang dihasilkan dan dipasarkan kepada konsumennya 3.3.3 Visi dan Misi 3. Sebelum bahan baku masuk kedalam tempat penyimpanan dilakukan pengecekkan seperti kondisi fisik dari bahan baku tersebut dan mencocokan nomor pada segel dengan nomor COA. alat-alat P3K. konsentrat.

dan pengawet pada minuman Coca-Cola. Gula yang digunakan PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) disuplai dari PT Labinta dan PT Jawamanis Rafinasi.Bahan baku merupakan bahan utama yang digunakan dalam produk. Bahan baku yang digunakan untuk produksi minuman Coca-Cola yaitu : a. Konsentrat Konsentrat merupakan salah satu formula pokok dalam minuman Coca-Cola. Gula Pemakaian gula dalam proses produksi juga mempengaruhi hasil produksi karena gula sebagai pemanis. b. Gelembung-gelembung CO2 tersebut juga memberi efek kepuasan yang sangat khas apabila dikonsumsi yaitu rasanya yang mengigit di lidah (Fepriyana 2007). proses mixing beverage. sanitasi mesin dan seluruh proses produksi. Karbondioksida (CO2) Karbondioksida adalah bahan penting dalam pembuatan minuman Coca-Cola yang berfungsi sebagai pengawet dan penyegar. ikut dalam proses produksi dan terkandung dalam produk akhir. Sebelum CO2 masuk kedalam tanki penyimpanan. warna. Air yang digunakan harus memenuhi standar parameter yang telah ditentukan oleh PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant). Air Air merupakan komponen utama bahan baku dalam pembuatan minuman karbonasi. Air digunakan sebagai media pelarut dalam pembuatan simple syrup. agar produk yang dihasilkan bermutu baik. dan memiliki jaminan halal. Konsentrat berbentuk cairan pekat dikemas dalam wadah yang tahan bocor. dilakukan pengecekkan terhadap kondisi kemasan gula harus dalam keadaan baik dan utuh. CO2 yang digunakan PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) disuplai dari PT Samantor Indonesia. CO 2 yang disuplai di cek secara organoleptik dengan menggunakan larutan gula pH 4. Gula pasir yang digunakan adalah Superior Hight refined Sugar (SHS) karena mempunyai tingkat kemurnian yang lebih tinggi dan warna yang lebih putih dibandingkan gula yang lain (Maria 2009). tidak terdapat bau dan benda asing. Bahan baku pembuatan konsentrat adalah buah cola (Kartika 2011). CO 2 yang disuplai adalah CO2 murni. Berfungsi memberikan rasa. d. bau. Sebelum gula masuk kedalam tempat penyimpanan. c. Didalam minuman CO2 memiliki penampilan gelembung-gelembung yang memberi kesan segar. berbahan plastic food grade berbentuk .5 dan treated water.

5 PROSES PEMBUATAN MINUMAN COCA-COLA Minuman ini dibuat dengan melarutkan gas CO 2 kedalam air. Plastik LDPE Berfungsi melapisi produk yang sudah tersusun. Pada closure sudah terdapat logo perusahaan yaitu logo Coca-Cola Company. c. Asam karbonat ini yang menimbulkan sentuhan khas di mulut. memiliki ulir yang berfungsi untuk mengunci tutup dengan botol. Setelah botol disusun. 1 pallet terdiri dari 30 pack. Layer Pad Pembatas antara lapisan pack produk yang telah disusun diatas pallet. Plastik LDPE yang digunakan disuplai dari PT Polytech Indo Hausen. Bertujuan agar produk yang disusun dapat berdiri tidak terjatuh saat distribusi. b. Plastik Warp Berfungsi pada saat proses palletiser. e. Preform memiliki bentuk yang hampir sama dengan tabung reaksi dimana memiliki ukuran yang berbeda-beda sesuai dengan volume botol yang akan diproduksi. Preform Merupakan bahan baku pembuatan botol plastik PET. Itulah sebabnya minuman ini disebut CSD. Akan tetapi bahan tersebut mempertinggi tampilan dan fungsi sebagai pengaman dari produk atau dikenal sebagai pengemasan. botol ditutup menggunakan plastik LDPE kemudian dilakukan proses pemanasan agar plastik dapat mengepak secara rapat susunan botol tersebut. Setiap pack terdiri dari 12 botol. Layer pad yang digunakan di suplai dari PT Cakrawala Mega Indah. Bahan tambahan pada proses pembuatan minuman Coca-Cola yaitu : a. yaitu mengemas produk dalam skala besar. Bila diinjeksikan dalam tekanan tinggi karbondioksida akan membentuk asam karbonat. Closure disuplai dari PT Namasindo plast.2 Bahan Tambahan Bahan tambahan merupakan bahan yang terpisah dari produk. 4. Closure Berfungsi sebagai penutup botol. kemudian dililit dengan plastik warp agar produk terlindungi dari gesekan pada saat distribusi. d.jerigen. Pembuatan konsentrat dilakukan oleh The Coca-Cola Company yang berpusat di Atlanta. Preform yang digunakan PT CocaCola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) di suplai dari PT Coca-Cola Bottling Indonesia. Proses pembuatan .

Bahan baku air (Raw Water) PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) disuplai dari kawasan MM . 5. Proses produksi mencakup proses pembuatan kemasan.minuman berkarbonasi mencakup tahap proses pengolahan air. dan proses produksi. pencampuran. proses pengolahan sirup.1 Proses Pengolahan Air Raw Water Chlorine Multi Layer Filter Filter Water Tank Active Carbon Filter Chlorine Rever Osmosis System Holding Tank Active Carbon Filter (Treatment) Poalishing Filter Syrup Area Filter Area Gambar 1 Flow chart pengolahan air Sumber : PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) (2015) Air merupakan salah satu bahan baku pembuatan minuman Coca-Cola. dan pengemasan (Riandi 1997).

Filter Water Tank. Holding Tank. sehingga material akan tertahan di dalam pori karbon aktif. Air diolah kembali hingga menjadi treated water. Di dalam filter water tank dilakukan pemberian chlorine untuk menghilangkan mikroorganisme pada air. Apabila raw water masih terdapat mikroorganisme hal ini akan menyebabkan media penyaring di dalam multi layer filter lama kelamaan akan tersumbat. Kapasitas holding tank yaitu 150 m3. Laju air pada penyaringan di dalam multi layer filter ±60 m3/ jam. kemudian air dialirkan melalui chlorine scavenger berfungsi untuk menyaring chlorine dan karbon aktif yang lolos setelah penyaringan. Filter Water Tank Air yang disaring menggunakan multi layer filter di tamping di filter water tank dengan kapasitas 300 m3. PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) menggunakan karbon aktif berbahan arang tempurung kelapa karena mudah didapat. raw water dossing chlorine bertujuan untuk menghilangkan mikroorganisme yang terdapat pada raw water. Untuk membunuh mikroorganisme dibutuhkan kontak 30 menit dengan kadar chlorine 1-3 ppm. Reverse Osmosis (RO) Setelah disaring dengan karbon aktif. Bertujuan agar membran yang terdapat pada reverse osmosis tidak rusak. Active carbon filter. Selain itu untuk di tampung sementara sebelum masuk ke active carbon filter.2100. Di dalam multi layer filter terdapat sand filter yang terdiri dari 2 lapis penyaringan yaitu pasir silika dan antrasit. Kualitas air yang disuplai dari kawasan MM 2100 masih keruh sehingga perlu diolah kembali. b. Multi Layer Filter (MLF) Sebelum raw water masuk ke dalam proses multi layer filter. Reverse Osmosis. dan menjerap chlorine. Pengolaha air dilakukan di Water Treatment Plant (WTP) PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) yaitu Multi Layer Filter. a. PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) melakukan 2 kali penyaringan menggunakan karbon aktif yaitu pretreatment dilakukan proses penyaringan reverses osmosis dan treatment dilakukan setelah penyaringan reverse osmosis. Material pada air yang dialirkan melalui karbon aktif akan dijerap melaui pori-pori yang terdapat pada karbon aktif. Penyaringan ini bertujuan untuk menghilangkan endapan dan menjernihkan. rasa. dan Poalishing Filter. . Active Carbon Filter (ACF) Penyaringan menggunakan karbon aktif ini berfungsi untuk menghilangkan bau. d. c.

Reverse osmosis merupakan proses penyaringan bertekanan tinggi dengan menggunakan membran semipermeable yang berfungsi sebagai penghalang semua garam terlarut dan molekul organik. Untuk membunuh mikroorganisme dibutuhkan kontak 30 menit dengan kadar chlorine 13 ppm. Holding Tank Setelah air di alirkan ke reverse osmosis. Kemudian air di suplai ke area produksi dan area sirup. e. Kapasitas holding tank yaitu 150 m3. Laju penyaringan air di dalam reverse osmosis yaitu 55 m3/jam. hal ini bertujuan untuk membunuh mikroorganisme dalam air. f. 5. air ditampung di dalam holding tank untuk diberi chlorine. Poalishing Filter Alat penyaringan berukuran 1 mikron yang bertujuan untuk menyaring partikel karbon yang lolos setelah penyaringan karbon aktif.2 Proses Pengolahan Sirup Treated Water Gula Hopper Screw Conveyor Dissolver Tank Filter Bag Plate Heat Exchanger (Preheating) Filter Bag Plate Heat Exchanger (Heating & Cooling) Simple Syrup Tank .

Hopper Penampungan gula sementara sebelum dilarutkan. Srew Conveyor Merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan gula ke dissolver tank. Bahan utama pembuatan sirup yaitu gula. Hopper yang terbuat di pengolahan sirup PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) berkapasitas 3. sehingga sirup yang akan ditansfer ke dalam simple syrup tank sudah mencapai brix yang ditetapkan. Alat ini berupa pipa ulir yang disusun pada pipa atau pada poros yang berputar di dalam tabung. Alat ini mengalirkan kristal gula ke dalam dissolver tank secara horizontal. . a. treated water dan konsentrat. rasa.5 ton. b. Disolver Tank Terjadi proses dissolving yaitu pelarutan guka dengan treated water dengan suhu 600C sampai larut dan homogen. c. dan aroma minuman Coca-Cola. Alat ini terbuat dari stainless steel berbentuk kerucut untuk memudahkan pada saat memasukkan bahan. karena sirup dapat mempengaruhi kualitas. Di dalam dissolver tank terdapat pengukur derajat brix. Kapasitas dissolver tank yang terdpat di PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) yaitu 1500 L.Concentrate Tank Mixing Tank Finished Syrup Gambar 2 Flow chart pengolahan sirup Sumber : PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) Sirup merupakan bagian terpenting dalam produk minuman Coca-Cola Sirup yang dibuat harus memenuhi standar yang telah ditetapkan.

f. Ukuran filter bag yang terdapat di pengolahan sirup Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) yaitu 10 mikron dan 1 mikron. Pada proses pembuatan sirup dilakukan proses preheating dengan suhu ±600C. Prinsip kerja PHE yaitu terjadinya perpindahan panas secara langsung yaitu fluida panas akan bercampur dengan fluida dingin tanpa adanya pemisah dan secara tidak langsung begitupun sebaliknya untuk suhu dingin. Proses Paramix Treated Water Deaeration Finished Syrup 5. Kapasitas concentrate tank yaitu 500 L. Di dalam mixing tank terdapat pengaduk yang berputar sehingga campuran yang terdapat dalam minuman tercampur secara homogen. fluida dingin akan bercampur dengan fluida panas (Artono. Kapasitas simple syrup tank yang terdapat di PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) yaitu 30 000 L. 2002).3 Proses Produksi PHE Preform CO2 Beverage Syrup . Mixing Tank Tempat pencampuran dan pengadukkan konsentrat dan simple syrup dengan perbandingan yang telah ditetapkan. Concentrate Tank Tempat penampungan konsentrat sebelum dilakukan pencampuran dengan simple syrup. heating dengan suhu 800C dan cooling dengan suhu <300C. Plate Heat Exchanger (PHE) Alat yang digunakan untuk mengatur suhu saat proses pembuatan sirup. h. Filter Bag Seperangkat alat penyaringan dengan ukuran tertentu yang berfungsi sebagai penyaring larutan gula dari benda asing. e. g.d. Di dalam concentrate tank terjadi pengenceran konsentrat dengan treated water. Simple Syrup Tank Tempat penampungan simple syrup dengan suhu <300C.

Bila preform tidak layak gate tersebut secara otomatis akan membuang preform. pengisian hingga pengemasan. a.Blowing Post Inspection Base Cooling Filling Neck Spray Capping Closure Cek Mat Date Decoding Labeling Packaging Palletiser Gambar 3 Flow chart proses produksi Sumber : PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cikedokan Plant) Proses produksi yang terjadi pada pembuatan minuman Coca-Cola dimulai dari pembuatan botol PET. Blowing Merupakan proses pembuatan botol plastik. Setelah masuk kedalam cetakan kemudian . Preform yang telah dipanaskan kemudian dilewatkan pada gate yang akan mendeteksi apakah preform tersebut layak untuk dibentuk menjadi botol. Preform dimasukkan kedalam tempat penampungan kemudian ditansfer menuju proses pemanasan menggunakan sinar ultra violet dengan suhu 1260C. Pemanasan ini bertujuan untuk melunakkan tekstur preform agar mudah dibentuk. Kemudian preform masuk kedalam pencetakan (Mold).

h. g. Bertujuan untuk membilas sisa filling yang menempel pada bagian mulut botol. Cek mat berupa sensor yang akan mendeteksi botol yang low fill dan high fill. Setelah itu sirup diinjeksikan CO2 kemudian dilakukan pengisian pada botol. Pengisian dilakukan dengan menggunakan 100 buah filling valve yang mengalir melalui dinding botol. Base Cooling Proses penyemprotan bagian bawah botol dengan air dingin. finished syrup dan CO2. Kemudian air yang telah dideaersikan dicampur dengan finished syrup dengan perbandingan yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi. b. Penutupan ini dilakukan menggunakan capper mechine. Perbandingan ini bertujuan agar CO2 yang terdapat pada produk tidak menguap. Setelah dilakukan filling dan neck spray.dihembuskan udara dengan tekanan tinggi ±28 bar dengan suhu 710C. Post Inspection Pemeriksaan yang dilakukan pada botol yang sudah terbentuk. Filling Sebelum proses pengisian terjadi proses paramix yaitu pencampuran air. Neck Spray Penyemprotan dengan treated water bagian mulut botol setelah proses filling. untuk mempermudah proses karbonasi. Deaersi adalah proses pengeluaran udara dari dalam air. Bertujuan agar CO2 mudah terikat oleh sirup. Date Decoding . Proses ini bertujuan untuk membentuk botol. c. Air yang dicampurkan sebelumnya dideaerasikan. e. Di dalam proses ini terdapat sensor yang otomatis akan membuang kemasan yang tidak terbentuk sempurna. Hal ini bertujuan agar pada saat proses pengisian bagian bawah botol tidak cembung. Capping Proses penutupan botol menggunakan closure. Cek Mat Botol yang sudah ditutup kemudian dilakukan cek mat. f. Untuk mengukur level ketinggian isi botol dan juga untuk menghitung jumlah produk yang telah di produksi dan produk yang keluar dari conveyor. Berfungsi untuk mendinginkan botol dan memadatkan bagian bawah botol. d. Hasil pencampuran dilewatkan melalui PHE untuk didinginkan agar suhu sirup brubah menjadi 4-70C. Hal ini bertujuan untuk mencegah timbulnya buih yang berakibat reject karena gas volume.

5 L dan 42 pack untuk produk 1 L dengan susunan bertumpuk 3. Kode tersebut memberikan informasi waktu penyimpanan produk yang baik dan kode produksi. . komposisi dan lain-lain. Label berisi tentang identitas produk seperti informasi nilai gizi. Setiap kemasan pack berisi 12 botol. i. k. Setelah disusun kemudian dililit dengan plastik warp. j. Labeling Produk yang telah diberi kode pada botol kemudian dilabeli.Pemberian kode pada botol. Palletiser Produk yang sudah di pack kemudian disusun di atas pallet untuk mempermudah transportasi dan penyimpanan. Label yang disuplai sudah dalam bentuk label yang sudah siap digunakan. Dalam 1 pallet terdiri dari 30 pack untuk produk 1. Packaging Proses pengemasan kedalam kemasan plastik LDPE yang telah dipanaskan dengan suhu 2200C agar mendapatkan hasil pengemasan yang baik. Label yang digunakan disuplai dari PT Karisma.