OLEH

Dr. ZURAINI,
Sp.S

HOMEOSTASIS
 Ketahanan atau mekanisme

pengantaran lingkungan
keseimbangan dinamis dalam
(badan organisme) yg konstan.
 Konsep yang paling penting dalam
biologi.

2

 Organisme multisel yg komplek dpt hidup di lingkungan yg berubah2  memiliki kemampuan mempertahankan keadaan lingkungan dalamnya 3 . Umpan balik homeostasis terjadi pada setiap organisme  Organisme unisel  tdk dpt bertahan hidup dlm lingkungan yg berubahubah  memiliki sedikit/hampir tdk memiliki mekanisme perlindungan terhadap lingkungan dalamnya.

peran sistem saraf dlm mempertahankan kesesuaian lingkungan dlm dgn kehidupan 2. suatu sinyal kimia dpt mempunyai pengaruh yg berbeda di jaringan tubuh yg berbeda 4 .Walter Cannonhomeo (sama) stasis (mempertahankan keadaan) 4 postulat yg mendasari homeostasis : 1. adanya kegiatan pengendalian yg bersifat tonik 3. adanya pengendalian yg bersifat antagonistik 4.

 Pengendalian jarak jauh (ekstrinsik)  lebih komplek reflek  Sistem saraf (lengkung reflek)  Sistem endokrin (pengaturan umpan balik) 5 . Penyelenggaraan homeostasis  komunikasi antar sel tubuh  media penopang  pengendalian fungsi sel  Pengendalian lokal (intrinsik) antar sel yg berdekatan.

Perubahan lingkungan dalam atau luar Respons yang sesuai Reseptor Sinyal eferen Pusat integrasi sistem endokrin Pusat intergrasi sistem saraf Sinyal eferen Sinyal eferen Efektor 6 .

Sistem hormonal/endokrin  Sistem saraf  mengatur aktivitas otot & sekresi tubuh  Sistem hormonal  mengatur fungsi metebolisme 7 . Fungsi tubuh diatur oleh 2 sistem pengatur utama : 1. Sistem saraf 2.

Sistem saraf pusat : integrasi. dan penetuan respon. Sensoris : keadaan tubuh atau lingkungan. membangkitkan pikiran.Bagian utama Persarafan 1. yaitunya menyimpan informai. ambisi. 3. 8 . Motorik :pelaksana keinginan. 2. seperti apa yang terlihat atau terdengar.

terutama hipotalamus  bila terangsang akan merangsang koordinasi tubuh.  Mekanisme ini diatur oleh otak. Sebagian besar sistem saraf  sistem otonom. kontrol gerakan saluran pencernaan.  Sistem saraf otonom  kontrol pemompaan jantung. sekresi berbagai kelenjar. dll semuanya bekerja untuk menjaga homeostasis lingkungan dalam. 9 .

 Paling sedikit ada 2 kelenjar  hormon  sebagai respon terhadap rangsangan saraf  kelenjar medula adrenal & kelenjar hipofisis. Antara sistem hormon & sistem saraf  banyak hubungan.  Sebaliknya  kelenjar hipofisis  mengatur sekresi sebagian besar kelenjar endokrin lain. 10 .

 Mekanisme pengatur bekerja pada prinsip umpan balik  penyimpangan dari suatu titik patokan normal  dideteksi oleh suatu sensor  pengirim sinyal untuk mencetuskan perubahan2 kompensatorik yg terus berlangsung  titik patokan tercapai kembali. 11 .

) ↓Rangsang Siklus umpan balik ( + ) ↑Rangsang Faktor luar menghentikan 12 .Umpan balik negatif Respon berhenti Umpan balik positif Rangsang Awal Rangsang Awal Respon Respon Siklus umpan balik ( .

 Jika cairan tubuh meningkat  produksi ADH menurun.  ADH tersebut masuk pada lairan darah dan berakhir di ginjal tubuli distal dan duktus koligentes menarik air.Berikut adalah contoh-contoh kontrol saraf pusat dalam homeostasis: ADH  Jika kadar air tubuh menurun  ADH akan meningkat.  Mekanismenya berawal dari turunnya kadar air pada hipotalamus  soma neuron hipotalamus merangsang ADH ujung akson di hipofisis posterior menghantarkan impuls untuk sekresi. 13 .

14 .  prolaktin merangsang produksi ASI  berkaitan dengan makanan yang sangat berperan penting untuk homeostasis bayi. OKSITOSIN  Rangsangan pada papilla mammae  merangsang produksi hormone di hipotalamus. oksitosin merangsang pengeluaran ASI.

 Endorphine  merupakan hormone di otak yang aktif ketika dalam keadaan stress mental. Aktivitasnya mirip dengan morfin. signal baroreseptor dikirim ke hipotalamus. 15 . Aktifitas simpatis meningkat yang menyebabkan vasokonstriksi.  Baroreseptor  Jika tekanan darah turun.

Aliran darah ke kelenjar meningkat yang menyebabkan produksi cairan kelenjar meningkat. Proses ini diakhiri oleh enzim (acetyl) choline esterase. 16 .Sistem saraf efferent  Neuromuscular junction  Ujung axon motorik merangsang acetylcholine di otot yang merangsang kontraksi.  kontrol kelenjar  proses ini melibatkan ujung sarat yang merangsang pengeluaran acetylcholine.

 Hormone/neurotransmitter  Pre-ganglion : acetylcholine  Post-ganglion simpatis : nor-epinephrine  Post-ganglion parasimpatis : acetylcholine 17 . Saraf otonom  Terdiri dari dua komponen saraf. yaitu pre-ganglion yang menghantarakn rangsangan dari SSP ke ganglion dan post-ganglion yang menghantarkan rangsangan dari ganglion ke target.

Aktifitas saraf usus dan peristaltic naik Kontraksi jantung melemah dan jarang Pelebaran pembuluh darah pipi 18 . lambung aktif. saliva.Efek parasimpatis  Efek parasimpatis  Pupil mengecil : cahaya masuk     berkurang. Kelenjar hidung. air mata. mulut. Kekuatan focus lensa mata bertambah .

Efek Simpatis  Pelebaran pupil  Kelenjar pencernaan pekat dan kaya     enzim Keringat dan apokrin bertambah Peristalsis usus berkurang Jantung makin kuat dan cepat Vasokonstriksi yang mengakibatkan tekanan darah naik. 19 .

getar. IX dan X  smell: dibawa NC I 20 . dan VI Indera pendengaran  dibawa NC VIII  bersama dengan indera keseimbangan Indera kimiawi  taste: dibawa NC VII. IV.tekanan.Sistem saraf afferent     Kontrol kontraksi otot  muscle spindle dan golgi tendon organ  regangan pada serat otot & tendon Indera somatik  reseptor mekanik taktil: raba. dibawa NC II  gerakan bola mata oleh NC III.dan tickle posisi: statik dan gerakan  reseptor suhu: panas atau dingin  reseptor nyeri: informasi kerusakan    Indera penglihatan  cahaya diterima oleh retina.

21 .