Tes IGRA ada dua macam, yaitu berbasis Immunospot Enzyme-Linked (ELISpot) dan

Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA). Beberapa nama dagang beserta pedoman
pemeriksaan ini sudah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) Sejak tahun
2001-2005 yaitu T-SPOT.TB (T-Spot), QuantiFERON-TB (QFT), QuantiFERON-TB Gold
(QFT-G), dan QuantiFERON-TB In-Tube (QFTGIT).
QuantiFERON-TB
QuantiFERON-TB merupakan pemeriksaan in vitro menggunakan protein simulasi
ESAT-6, CFP-10 dan TB7.7 (berperan sebagai antigen M. Tuberculosis) untuk menstimulasi
sel dalam sampel darah heparin. Deteksi interferon-γ (IFN-γ) menggunakan Enzyme-Linked
Immunosorbent Assay(ELISA) untuk mengidentifikasi respon in vitro terhadap protein
simulasi ini yang dapat diasosiasikan sebagai infeksi Mycobacterium tuberculosis.
Prosedur Pemeriksaan Secara Singkat
QuantiFERON-TB dibagi kedalam dua tahap besar, pertama inkubasi darah dan
pemisahan plasma, lalu kedua pemeriksaan IFN-γ dengan metode ELISA.
1. Tes ini menggunakan tabung khusus untuk mengumpulkan darah. Ada tiga tabung
yang digunakan yaitu Nil Control (tutup abu) sebagai kontrol negatif, TB Antigen
(tutup merah) sebagai tabung tes, dan Mitogen Control (tutup ungu) sebagai kontrol
positif (opsional). Kontrol positif digunakan untuk memastikan kondisi imun tubuh
pasien, dan memastikan penanganan sampel serta inkubasi dilakukan dengan benar
2. Pertama darah vena diambil lalu dikocok dan diinkubasi selama 16 sampai 24 jam
pada suhu 37oC.
3. Darah di sentrifuge, lalu plasma dipisahkan kedalam tabung plasma.
4. Dilalukan pemeriksaan jumlah produksi IFN-γ dalam responnya terhadap peptida
antigen menggunakan metode ELISA. IFN-γ dinyatakan dalam satuan IU/mL
5. Hasil tes dikatakan positif jika respon IFN-γ terhadap tabung TB Antigen secara
signifikan nilainya diatas tabung Nil Control.
6. Nilai rendah pada tabung Mitogen Control (<0,5 IU/mL) menunjukkan
hasilindeterminate (tak tentu) ketika respon yang sama juga terjadi pada tabung TB
Antigen.
7. Pola seperti ini dapat terjadi karena jumlah limfosit tidak cukup, pengurangan
aktivitas limfosit karena penanganan spesimen yang tidak tepat, tidak benar ketika
memasukan darah / pengocokan tabung mitogen, atau ketidakmampuan sel limfosit
pasien untuk menghasilkan IFN-γ.
Pemeriksaan imunologi penyakit TBC bertujuan untuk mengetahui apakah tubuh pasien
sudah terpapar bakteri M. Tuberculosis. Hasil positif menunjukan tubuh sudah terpapar
bakteri M. Tuberculosis tetapi belum tentu menyebabkan sakit. Oleh karena itu untuk
penegakan diagnosa penyakit TB secara menyeluruh, pemeriksaan IGRA harus diikuti

dengan pemeriksaan lain seperti pemeriksaan riwayat penyakit. radiografi dan sputum (BTA dan kultur). pgejala klinis. .