You are on page 1of 103

MATERI PELATIHAN

PENGUJIAN DT DAN NDT
MENHAM

Oleh :
Ir Sukirman
KABIRO DT &
NDT

QUALIFICATION NDE
PERSONNEL
• Pelaksana Non destructive test harus mampu
(qualified) mengacu pada salah satu persyaratan
dukumen:
• SNT-TC-IA Personil Qualification dan certification in
nondestructive testing.
• ANSI/ASNT –CP-189, ASNT standard for qualification
of nondestructive testing personal.
• ACCP, ASNT Central certification testing personal.
• ISO 9712, Nondestructive testing qualification and
certification of personal.
• ASNT ( American society for nondestructive testing ),
memberikan recomendasi untuk menggunakan
dukumen ( recomeded Practice No SNT-TC-IA ).

NDE PERSONNEL
RESPONSIBILITY

 LEVEL I
Cakap untuk melaksanakan
- kalibrasi khusus (specific calibration)
- pemeriksaan khusus (specific test) dan
- evaluasi khusus (specific evaluation)

Practical Examination ( ujian Praktek ) • Sedangkan untuk personal level III harus mengikuti ujian sebagai berikut: A. Basic Examination ( ujian dasar ) B. Method Examination ( ujian metode ) C. Sfecific Examination ( ujian sfesifik ) C. • Dokumen SNT-TC IA merekomendasikan bahwa untuk teknisi level I dan level II harus mengikuti ujian sebagai berikut: A. General Examination ( uji general ) B.QUALIFICATION NDE PERSONNEL • Dukumen ini berisikan petunjuk yang dibutuhkan bagi perusahaan untuk melaksanakan pelatihan dan sertifikasi para teknisi pemeriksa Uji tak merusak untuk semua metode UTR. Sfesific Examination ( uji Sfesifik ) .

Harus mampu membuat petunjuk pelaksanaan (procedure) dan . standard dan spesifikasi.membuat report hasil pemeriksaan.NDE PERSONNEL RESPOSIBILITY * LEVEL II . .Cakap dalam melaksanakan set up (pemasangan awal) dan kalibrasi peralatan serta evaluasi hasil pengujian dengan mengacu pada codes. .

Harus mempunyai pengalaman /jam terbang dan familiar (menguasai metode lain dari uji tak merusak yang bisa digunakan).NDE PERSONNEL RESPONSIBILITY • LEVEL III .Harus mampu dan bertanggung jawab untuk menetapkan teknik pelaksanaan. . . interpretasi code dan merencanakan metode pemeriksaan serta teknik yang akan digunakan.

Mata tidak buta warna .mata harus mampu membaca huruf ukuran dan jarak tertentu .EXAMINATIOM Pengujian Pengelihatan .

direview oleh Employer representative atau seorang level III. dan 5 tahun untuk level III • Pengujian kembali merupakan kebutuhan dari seorang pekerja.RECERTIFICATION • Semua level dari NDE personil harus diresertifikasi setiap periode maximum interval 3 tahun untuk level I &II. . • Personil dinyatakan mampu. yaitu yang mengacu pada SNT-TC-IA atau Written practice.

PROCEDURE • Suatu urutan tindakan yang rapi. yaitu menggambarkan bagaimana suatu teknik spesifik akan diterapkan. prosedure tertulis harus dibuat. • Prosedure NDT. dan siap sedia bila diminta inspektur. prosedure sertifikasi personil. . menyesuaikan dengan standard/ code. • Bilamana dipersyaratkan. • Prosedure ini akan didemontrasikan untuk menjamin kepuasan inspektur. • Prosedure ini menjadi tanggung jawab pabrikator atau penginstol .

• Pabriksi/Fabrikator mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa peralatan pengujian yang digunakan sesuai persyaratan standard /code.EQUIPMENT and CALIBRATION Kalibrasi adalah membandingkan suatu peralatan /instrumen dengan suatu acuan /standard. • Pabrikasi/Fabrikotor akan menyakinkan bahwa semua kalibrasi peralatan telah sesuai dengan standard/code. .

EVALUATION
• Suatu tinjauan/tafsiran dari suatu indikasi
dicatat untuk menentukan apakah
indikasi sudah sesuai dengan aceptance
creteria (Keberterimaan ).
• Standard/kreteria keberterimaan untuk
masing-masing methode akan dinyatakan
pada referencing standard/code.

PENGUJIAN DT



MAKSUD & TUJUANNYA
CARA PENGGUNAANNYA
STANDAR YANG
DIGUNAKAN
• EVALUASI

UJI MERUSAK /
DESTRUCTIVE TEST
 
      Uji  merusak  merupakan  salah  satu  cara  / 
metode  pengujian  yang  digunakan  untuk 
mengetahui  sifat  –  sifat  mekanis  suatu  bahan, 
yang  dilakukan  dengan  jalan  merusak  atau 
melukai bahan yang diuji.
 

TUJUAN PENGUJIAN DT Tujuan  pengujian  DT  adalah  untuk  mengetahui  sifat  –  sifat  mekanis suatu bahan.  juga  untuk  mengetahui  stuktur  mikro  dari  bahan uji. Ada  juga  beberapa  jenis  uji  merusak  yang  tujuannya  untuk  mengetahui  cacat  yang  terdapat  didalam  bahan  uji. .

uji lengkung (Bending) -  uji pukul (Impect) -  uji kekerasan .PENGUJIAN MERUSAK • Yang termasuk metode pengujian merusak adalah : -  uji tarik .

UJI TARIK Uji tarik dilakukan dengan jalan menarik  material  uji  yang  telah  dibentuk  sesuai  dengan  standar  uji.  Proses  uji  tarik  dilaksanakan  pada  mesin  uji  yang  dilengkapi  dengan  pencatat  besarnya  nilai  regangan  dan  nilai  perubahan  beban  selama  proses  uji berlangsung.  hingga  putus. Dari proses uji tarik ini didapatkan nilainilai /sifat mekanis dari bahan uji   .

or machined out across the test piece and tested in tension to failure.A Section of weld is cut. The units are usually in N/mm² Transverse reduced test piece* .

Radius (For radius reduced test specimens only) Weld Test gripping area HAZ Direction of test Plate material Reduced Section Used to assess the tensile strength of the weld metal .

Firstly. before the tensile test 2 marks are made 50mm apart 50 mm During the test. Yield point & Tensile strength are measured The specimen is put together and the marks are remeasured 75 mm A new measurement of 75mm will indicate Elongation E50 %* .

.BS 709 / BS En 10002 All Weld Metal Tensile Testing Direction of the test * Tensile test piece cut along weld specimen.

 dilakukan pada material las –   lasan untuk jenis sambungan “ fillet joint “. hal ini   dilakukan guna mengetahui kualitas deposite las.   .  antara lain .  Ada  beberapa  jenis  uji  tekan.UJI LENGKUNG (BENDING) Sesuai  dengan  istilahnya  “  Uji  Tekan  “  dilakukan  dengan  jalan  menekan  bahan  uji  hingga  pada  kondisi  tertentu.   dengan menganalisa pada daerah patahan yang   terjadi diarea deposite las. - Fracture test.

 proses uji  bend test ini dilakukan dengan jalan meletakkan  bahan uji pada dua penumpu dan kemudian tepat  ditengah ( posisi deposite ) ditekan dengan duri  hingga bahan uji tersebut melengkung sampai  sudut tertentu. •   .Z untuk mengetahui mutu  dari pada hasil las – lasan. dilakukan pada material las – lasan  untuk jenis sambungan “ butt joint “.UJI LENGKUNG (BENDING) • Bend test. Setelah proses tersebut selesai  baru dilakukan analisa / pengamatan pada daerah  deposite las dan H.A.

Uji Lengkung (BENDING) Specimen prior to test* Specimen after test* .

Bend tests are used to establish fusion in the area under test Guide A Guided root bend test* Lack of root fusion shown here* Former Test Piece Force Further tests include face. side bend test may be used* . side and longitudinal bend tests* For material over 12 mm thickness.

yaitu: Metode Charpy Metode Izod .UJI PUKUL ( Impact ) Uji  pukul  atau  sering  disebut  Impact  Test.  dilakukan  guna  mengetahui  besar  kecilnya ketangguhan yang dimiliki oleh  bahan  uji  yang  besarnya  dinyatakan  dalam  joule  (energi  yang  digunakan  untuk merusak benda uji ). Ada dua metode yang digunakan.

. diletakkan horizontal dan arah pukulan searah dengan takikan. Metode Izod Batang uji ditunjang/ dijepit pada salah satu ujungnya.UJI PUKUL (Impect) Metode Charpy batamg uji ditujukan pada kedua ujungnya. diletakkan partikel dan arah pukulan berlawanan dengan takikan.

* Pendulum Hammer Graduated scale of absorbed energy in Joules* Location of specimen .Machined notch 10 x 10 mm The specimen may be tested from different areas of the weld.

6 % increases toughness in steels* Joules absorbed Transition Zone 47 Joules Ductile Fracture Three specimens are normally tested at each temperature.Mn < 1. 28 Joules Transition Temperature Brittle Fracture Range -40 -30 -20 -10 0 +10 +20 +30 + 40 Testing temperature .

UJI KEKERASAN • Uji Kekerasan dilakukan untuk mengetahui kemampuan bahan Uji terhadap identasi / goresan pada permukaan bahan uji. .

Generally we use a diamond or steel ball to form an indentation We measure the width of the indentation to gauge the hardness* .

The specimen below has been polished and is ready to be hardness tested = Hardness Survey Thickness Base metal HAZ Fusion boundaryWeld metal Further hardness surveys may be taken as the thickness of the specimen increases* .

1) Vickers Diamond Pyramid: Always uses a diamond* 2) Brinell hardness test: Always uses a steel ball* 3) Rockwell hardness test: Uses a ball. or diamond depending on the scale* .

  jenis  uji  kekerasan  yang  menggunakan  identor  piramida sebagai identor.  Uji Kekerasan Vickers  (  HV  ).   .PENGUJIAN DENGAN VICKERS B1. Besarnya  nilai  kekerasan  HV  ditentukan  berdasarkan luas bekas tapak tekan identor  serta beban tekan.

Uji Kekerasan Brinnel  (  HB  ). . Besarnya nilai kekerasan HB ditentukan berdasarkan  luas  bekas  tapak  tekan  yang  dihasilkan  saat  identor  tekan diatas permukaan bahan uji.  perbedaannya  terletak  pada  ukuran  bola  baja  dan  beban  tekan.  dimana  beban  tekan  HB  lebih berfariasi serta bola identornya lebih besar serta  bahan tekan.PENGUJIAN DENGAN BRINNEL B2.  seperti  halnya  uji  kekerasan  Rockwell  ball  pada  uji  kekerasan  Brinnel  juga  menggunakan  bola  baja  yang  dikeraskan  sebagai  identor.

Uji Kekerasan Rockwell. Besarnya nilai kekerasan HRB dan HRC berdasarkan  kedalaman  dari  identor  yang  ditekan  diatas  permukaan bahan uji. yang metode pelaksanaannya ada dua cara : Uji Kekerasan Rockwell Ball  (  HRB  )  yang  pelaksanaan  pengujiannya  memakai  bola  baja  yang  telah dikeraskan sebagai identornya.        Uji Kekerasan Rockwell Cone  (  HRC  )  yang  pelaksanaan  pengujuannya  memakai  kerucut  intan  sebagai  identornya. .PENGUJIAN DENGAN ROCKWELL B3.

PENGUJIAN MERUSAK YANG LAINNYA Uji  merusak  tersebut  antara  lain . 1.    Macro Etza 2.    Metallography .

  Setelah  diberi  cairan  etching  permukaan  tersebut  harus  dibersihkan  dari  cairan  etching  dengan menggunakan air tawar. .PROSES PENGUJIAN MACRO ETZA Proses  makro  etza  dilakukan  dengan  jalan  meratakan  dan  menghaluskan  permukaan  bahan uji yang kemudian pada permukaan  tersebut  diberi  cairan  etching.

 hal ini dilakukan dengan tujuan untuk  mengetahui :   - porosity   - retak   - slag inclusion   - incomplete penetration   - dispensi elemen paduan   .PENGUJIAN DENGAN MACRO ETZA Macro Etza sering dilakukan pada bahan uji las –  lasan.

20 Example Macro Photo Macro Photo x 10* .09.

4 Sharp* ACCEPT/REJECT Assess To Specification* .2 Ø * Sharp 75° * 5°* 4.5 Ø max * 0.4* 2.NOTE: PHOTOGRAPH IS AT X10 MAGNIFICATION 8 7 MATERIAL: LOW CARBON STEEL WELDING PROCESS: [MAG/GMAW] 9 6 10 1 11 2 4 5 # DEFECT 1 Overlap + 2 pores Laminations/inclusions* 2 3 Lack of side wall fusion* Overlap* 4 Linear misalignment 5 Lack of inter-run fusion + silica* 6 Gas pore/pipe ? Check penetrant 7 Lack of side wall fusion + silica* 8 Poor toe blend 9 10 Angular misalignment 11 EXCESS WELD METAL 12 EXCESS PENETRATION All dimensions in mm 3 12 SIZE 0.7* 1.

1) Excess Weld Metal Height 8) Poor Toe Blend* 7) Laminations 6)Porosity 2) Lack of Sidewall Fusion 3) Lack of Root Fusion 4) Slag inclusion & Lack of inter-run fusion 5) Root Penetration .

 hanya tingkat kehalusan dan kerataan  permukaan pada bahan uji metallographi  dibutuhkan lebih jika dibandingkan pada proses  makro etza.METALLOGRAPHY • Proses Metallographi     Proses metallographi ini sama dengan proses  maro etza. .

  Dari  melihat struktur kita bisa mengetahui jenis material  dengan  jalan  membandingkannya  pada  gambar  peta  struktur  mikro  yang  terdapat  pada  standar.  Dari  proses  metallographi  juga  bisa  diketahui  jika  terdapat cacat mikro. korosi yang terjadi pada batas  butir ( karbida karbon pada bahan stainlesteel ).METALLOGRAPHY Metallographi  test  dilakukan  dengan  tujuan  untuk  mengetahui  struktur  mikro  dari  bahan  uji. dll. .

MANFAAT UJI DT • Salah satu proses pembuatan WPS dan WPQT • Test mutu deposite las • Test material atau bahan .

MANFAAT UJI DT .

MANFAAT UJI DT .

MANFAAT UJI DT .

PENGUJIAN TAK MERUSAK (Non Destructive Test) • Yang termasuk metode pengujian tak merusak adalah : – Uji Penetrant ( PT ) – Uji Magnetic Particle (MT) – Uji Radiography ( RT ) – Uji Ultrasonic ( UT ) .

.NDT ( Non Destructive Test ) Uji tak merusak adalah methode pengujian yang digunakan untuk mengetahui cacat bahan/hasil lasan dengan jalan tidak merusak benda yang diuji.

• Waktu Pelaksaan Yang Cepat. • Dapat Mencegah Kegagalan Suatu Produksi. .Keuntungan Methode NDT • Tidak Mengganggu Proses Produksi. • Biaya Yang Relatif Murah.

4 Methode NDT : • LIQUID PENETRANT TESTING • MAGNETIC PARTICLE TESTING • ULTRASONIC TESTING • RADIOGRAPHIC TESTING .

Liquid Penetrant Test • Liquid Penetrant Testing adalah salah satu metode pemeriksaan dengan menggunakan Chemical Penetrant . . Dan digunakan untuk pemeriksaan cacat ( discontinuity ) yang terbuka ke permukaan ( open surface ) dan pada material yang tidak berpori ( non porous).

Type Liquid Penetrant Test. • Type : Dual Dye Penetrant Test. • Type I : Flurescent Dye Penetrant Test. . • Type II: Visible Dye Penetrant Test.

• Post Emulsified (Hidrophilic). • Post Emulsified (Lipophilic). .Methode Dye Penetrant Test • Water Washable Dye Penetrant Test. • Solvent Removable.

. • Penggunaan Developer • Evaluasi dan interpretasi.Prosedur Dye Penetrant Test • Pre Cleaning • Penggunaan Liquid Penetrant Test. • Pembersihan Liquid Penetrant Test pada permukaan benda uji. • Dwell Time.

Prosedur Dye Penetrant Test .

Method Apply Penetrant Clean then apply Developer Result* .

. . .Aplikasi yang terlokalisir.Proses sederhana dan tidak diperlukan latihan yang intensif. .Dapat diaplikasikan pada semua material non porous dan yang tidak menyerap.Keuntungan Methode Dye Penetrant Test.

  . .Discontinuity harus membuka ke permukaan. .Magnesium casting surfaces porous sulit diperiksa. .Permukaan yang kasar akan mempengaruhi pembersihan.Keterbatasan Dye Penetrant Test.

Magnetic Particle Test • Magnetic Particle Testing adalah digunakan untuk mengetes material yang mudah di magnet ( ferromagnetic ) dan mampu untuk mendeteksi cacat yang terbuka ke permukaan dan subsurface ( dekat dengan permukaan ) .

Method Contrast paint Magnet & Ink Result* .

Ada beberapa tipe utama magnetisasi yang sering digunakan untuk magnetic particle inspection antara lain : DC Magnetisasi. Half wave rectified current magnetisasi dan AC Magnetisasi. AC Magnetisasi Digunakan dalam pendeteksian indikasi yang terletak pada permukaan ( surface ) dan salah satu keuntungan menggunakan AC Magnetisasi adalah sangat mudah dalam demagnetisasi. Halfwafe rectified current magnetisasi Sangat effektif untuk digunakan pendeteksian permukaan ( surface ) indikasi dan sub surface indikasi dengan menggunakan particle magnet kering.Arus Magnetisasi • • • • • • Arus listrik adalah digunakan untuk menghasilkan medan magnet didalam material. DC Magnetisasi sering digunakan untuk pengecekan subsurface indikasi. .

.Berdasarkan janis serbuk yang digunakan .Berdasarkan induksi medan magnetisasi .Berdasarkan waktu penaburan serbuk .Methode Magnetic Particle Test.

.Berdasarkan Jenis Serbuk yg Digunakan - Teknik serbuk kering ( fluorescent/visible ) Serbuk kering lebih sensitif untuk permukaan horisontal dan tidak ada angin kencang. posisi benda uji tegak maupun horisontal serta pemakaian didalam air. serbuk basah lebih menguntungkan pada pemakaian dilapangan terbuka.Teknik serbuk basah ( fluorescent/visible ) Meskipun kurang sensitif dibandingkan serbuk kering . .

Berdasarkan Waktu Penaburan Serbuk.Teknik Residual Serbuk diberikan pada saat medan magnetisasi dimatikan.Teknik kontinyu Serbuk ditaburkan pada saat medan induksi sedang diberikan pada benda uji. . . .

• Circular Magnetisasi .Berdasarkan Induksi Medan Magnetisasi.

Fixed Coil .Longitudinal Magnetisasi • Yoke .

Demagnetisasi bisa dilakukan dengan arus searah dan arus bolak-balik.Demagnetisasi • Demagnetisasi adalah penghilangan sisa medan magnet ( residual magnetism) setelah pengerjaan magnetisasi. .

.Dapat Mendeteksi cacat permukaan dan sub permukaan . .Keuntungan Methode Magnetic Particle Test. .Portable dan dapat disesuaikan untuk benda uji yang kecil maupun yang besar.Relatif cepat dan murah. .Indikasi yang dihasilkan langsung pada permukaan benda uji.

. perbedaan seksi.Keterbatasan Methode Magnetic Particle Test. .Sensitivitas menurun karena adanya cat/coating pada permukaan benda uji. desain lasan.Hanya dapat mendeteksi cacat pada metarial ferromagnetic. magnetic writing. Misalnya : Permukaan yang kasar. .Sering terjadi salah interpretasi karena adanya indikasi non relevant. perbedaan permeabilitas. .

Ultrasonic Test.plastik dan keramik. Ultrasonic mempunyai kelebihan dalam pendeteksian diskontinuity sub permukaan. pelat. Digunakan untuk pengujian produk metal dan non metal seperti : lasan. tubing . casting. forging. • Ultrasonic adalah suatu teknik inspeksi yang serba guna. .

Suara adalah fibrasi dan memiliki suatu rentangan frekfensi. • Cara kerja Ultrasonic Test adalah Energi listrik menyebabkan kristal tranduser berekspansi dan mengkerut membentuk / menghasilkan vibrasi mekanis dan dapat mengkonversikan energi mekanis menjadi energi listrik. Manusia hanya dapat mendengar vibrasi ( suara ) sampai dengan 20. Energi diteruskan oleh transducer dapat berupa pulsa listrik dan dikuatkan dan ditampilkan pada CRT sebagai pulsa vertical. ketebalan atau sifat-sifat fisik.000 Hz. . Makanya transducer dapat mengirim dan menerima energi.Prinsip Kerja UT • Ultrasonic adalah proses pengaplikasian suara ultrasonik terhadap benda uji dan menentukan kemulusan .

Basic Principles of Ultrasonic Testing Sound is transmitted in the material to be tested The sound reflected back to the probe is displayed on the Flaw Detector .

Basic Principles of Ultrasonic Testing The distance the sound traveled can be displayed on the Flaw Detector The screen can be calibrated to give accurate readings of the distance Signal from the backwall Bottom / Backwall .

Basic Principles of Ultrasonic Testing The presence of a Defect in the material shows up on the screen of the flaw detector with a less distance than the bottom of the material The BWE signal Defect signal Defect .

0 10 20 30 40 50 60 60 mm The depth of the defect can be read with reference to the marker on the screen .

Thickness / depth
measurement
The closer the reflector to
the surface, the signal will
be more to the left of the
screen

B

C

30

A

46

68

The thickness is read from the screen

C
B
A

The THINNER the material
the less distance the sound
travel

Method
Apply Couplant

Sound wave

Result*

CRT display

Signal rebounded
from Lack of fusion

Sistim UT :
• Pulse Echo - Through Transmision

• Contact .Methode UT.Imersion .

Macam-macam vibrasi UT • • • • Longitudinal wave Shear Wave Surface wave Plate wave .

Blok Referensi Standard .

C-Scan .Tampilan Indikasi UT • A-Scan .B-Scan .

Pemeriksaan dapat dilakukan dari satu sisi. . .   .Tidak berbahaya terhadap personil dan lingkungan.Keakuratan lebih tinggi dibandingkan dengan methode NDT lainnya dalam menentukan orientasi dan posisi cacat yang didalam.Kemampuan penetrasi yang dalam.Kelebihan Methode UT . . sehingga dapat mendeteksi cacat yang sangat kecil.

. -   Diperlukan pengetahuan teknis yang intensif.  -  Standard referensi diperlukan untuk standarisasi dan  untuk perbandingan cacat.Keterbatasan UT -   Pengoperasian secara manual mensyaratkan perhatian  secara penuh dan dioperasikan oleh tehnisi yang  berpengalaman. . . - Cacat  yang dekat ke permukaan kemungkinan tidak terdeteksi. permukaan yang  kasar sangat sulit dilakukan uji ultrasonic test.Couplant diperlukan untuk mentansformasikan suara ke  dalam benda uji.Benda yang bentuknya tidak beraturan.

Radiographic Test • Methode pengujian radiografi adalah suatu metode berdasarkan pengamatan perbedaan tingkat penyerapan dari suatu penyinaran radiasi pada suatu bahan / objek . atau dengan kata lain bayangan fotografik dihasilkan oleh lewatnya sinar gamma atau sinar x melalui benda uji ke film. . Perubahan yang dihasilkan pada emulsi film dicuci untuk menghasilkan radiographic transparency ( radiograph ).

Sketch RT .

Method Load film Exposure to 1T Radiation Interpret Graph Radioactive source IQI Film cassette Develope d Graph Latent image on the film .

Macam – macam sumber RT. • Sinar X • Sinar Gamma : Ir-192. Co-60.Se-75 .

75 .Gambar Kamera Gamma • Ir – 192 .Se .

Gambar Pesawat Sinar x .

.

 Dibawah ini table pemilihan sumber sinar gamma             berdasarkan ketebalan material yang akan diperiksa :    Material  Bahan / Tebal  Ir – 192 CO – 60 Baja Karbon 0. Faktor-faktor yg dipakai dalam teknik RT 1.75 1.    1.65 1.1  Sumber radiasi X- Ray       Sumber radiasi sinar x biasanya digunakan untuk   bahan  metal paduan              ringan dan bahan yang mempunyai kerapatan jenis yang rendah.5   .3 Aluminium 2.              Pemilihan KV dan exposure time biasanya dilihat dari manual book dari              pada pesewat sinar X itu sendiri.5 Nikel / Cooper 0.1.2  Sumber radiasi sinar gamma      Untuk pemilihan sumber sinar gamma didasarkan pada ketebalan material            yang akan diperiksa. Sumber Radiasi     1.

   2. Penentuan pemilihan  penetrameter berdasarkan standard yang diacu. penetrameter ditempatkan pada posisi  didekat film.2. . penetrameter ditempatkan pada lasan  posisi didekat sumber. Penetrameter (IQI : Image Quality Indication) • Penetrameter adalah suatu alat yang digunakan untuk  mengukur sensitifitas radiografi.  Pemasangan penetrameter pada material uji  biasanya ada 2 macam yaitu :    1.  Source side      Untuk lasan .  Film side     Untuk lasan.

.030 • 3–4 0. •   • Tabel penentuan Ug :   Tebal Benda Uji ( inchi) dengan 2 0.3.Tebal benda uji . Faktor Geometri • Faktor geometri adalah factor yang penting untuk menentukan ketidaktajaman gambar ( unsharpness geometri ) yang dikenal dengan istilah Ug.020 • 2–3 0.070 • •   •   Faktor Ketidak Tajaman ( U g)( inchi Sampai .040 • Diatas 4 0. Adapun factor-faktor yang mempengaruhi Ug adalah : .Dimensi sumber radiasi.Jarak film ke sumber.

Film RT • Film adalah butiran-butiran silver bromide pada kedua sisi emulsi. Untuk pemakaian material uji tebal digunakan film lebih cepat . Ukuran butiran film menentukan kecepatan film waktu penyinaran.4. Makin besar butiran makin cepat film dan waktu penyinaran lebih pendek.

Teknik Penyinaran 5.5.1SWSI .

Teknik Penyinaran RT • 5.4 Superimposed .3 DWDI 5.

Pemrosesan Film • Developing • Pembilasan • Fixing • Pembilasan • Pengeringan .

 dievaluasi dalam bentuk internal atau  esxternal discontinuity yang menggambarkan dan  memberikan informasi mengenai : • 1. • 2. Bayangan atau  gambar yang terjadi.  Radiografi test parameter          Membantu dalam menilai apakah teknik yang           dilakukan benar dan kemudian ditentukan           apakah film radiografi tersebut kualitasnya dapat          diterima. Discontinuity pada material. .Evaluasi dan Interpretasi Film RT • Interpretasi Film Radiogafi adalah menyangkut analisa  bayangan / gambar yang terjadi pada film yang mengikuti  pattern transmisi dari test speciment.

.Keselamatan pada RT • Keselamatan pada radiografi di Indonesia dilakukan dan diawasi oleh BAPETEN . dan pada area kerja biasanya keselamatan dilakukan oleh PPR ( Petugas Proteksi Radiasi ) yang ditunjuk dan telah diuji oleh BAPETEN.

Tlp 3292275 Ext. 3071 . • Biro NDT PT PAL No.TERIMA KASIH • Bilama ada pertanyaan yang lebih detail mengenai NDT SILAHKAN HUBUNGI : • Sukirman.